0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan6 halaman

Analisis Berpikir Kritis Siswa PBL Fisika

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa untuk materi suhu dan kalor dengan model pembelajaran problem based learning; (2) Hasilnya menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen memiliki kemampuan berpikir kritis sangat tinggi sebesar 86% sedangkan kelas kontrol 76%; (3) Respon siswa terhadap metode pembelajaran juga positif dengan presentase 79

Diunggah oleh

Valentina Simbolon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan6 halaman

Analisis Berpikir Kritis Siswa PBL Fisika

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa untuk materi suhu dan kalor dengan model pembelajaran problem based learning; (2) Hasilnya menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen memiliki kemampuan berpikir kritis sangat tinggi sebesar 86% sedangkan kelas kontrol 76%; (3) Respon siswa terhadap metode pembelajaran juga positif dengan presentase 79

Diunggah oleh

Valentina Simbolon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Original Research Paper

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK UNTUK


MATERI SUHU DAN KALOR PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL
PROBLEM BASED LEARNING

Baiq Inayah Rahmaniah Puteri1, Muh. Makhrus2, Hikmawati3, Sutrio4


1234
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Article history Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis
Received: peserta didik untuk materi suhu dan kalor pada pembelajaran dengan model problem
Revised: based learning. Jenis penelitian ini adalalah penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun
Accepted: populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik kelas XI MIPA di
SMAN 2 Praya, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan
*Corresponding Author: Baiq
teknik random sampling sehingga terpilih peserta didik kelas XI MIPA 3 sebagai
Inayah Rahmaniah Puteri,
Program Studi Pendidikan kelas eksperimen dan peserta didik kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen
Fisika, FKIP Universitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik pada saat
Mataram, Mataram, Nusa kegiatan pembelajaran adalah LKPD yang dilengkapi dengan petanyaan-pertanyaan
Tenggara Barat, Indonesia; yang mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis, dan instrumen non tes yang
Email: digunakan adalah berupa angket respon peserta didik terhadap LKPD. Hasil analisis
baiq_inayah.rahmaniah@yaho tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran
[Link] menunjukkan kategori sangat kritis dengan persentase 86% pada peserta didik kelas
eksperimen dan menunjukkan kategori kritis dengan persentase 76% pada peserta
didik kelas kontrol. Hasil analisis angket respon peserta didik menunjukkan bahwa
respon peserta didik terhadap LKPD sebesar 79% dengan kategori positif.

Keywords: Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Angket


Respon.

Pendahuluan proses belajar diperlukan adanya keterampilan


Tenaga pendidik merupakan salah satu berpikir tingkat tinggi salah satunya adalah
komponen utama yang ada dalam proses kemampuan berpikir kritis.
pembelajaran. Kompetensi guru abad 21 menuntut Kemampuan berpikir kritis adalah
guru untuk menjadi agen perubahan di lingkungan kemampuan dalam menganalisis dan mengevaluasi
sekolah, dimana guru menjadi contoh yang baik informasi yang didapat dari hasil pengamatan,
bagi warga sekolah seperti yang dikatakan Makhrus pengalaman, penalaran maupun komunikasi untuk
et al. (2018) bahwa guru yang profesional bukan memutuskan apakah informasi tersebut dapat
hanya guru yang mampu mengajar dengan baik dipercaya sehingga dapat memberikan kesimpulan
melainkan guru yang mampu menjadi pembelajar yang rasional dan benar (Karim, 2015). Mengacu
dan agen perubahan sekolah. Berdasarkan pada pembelajaran abad 21 bahwa yang harus
pandangan dasar kurikulum 2013 bahwa pendidik dimiliki oleh peserta didik agar dapat memahami
berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik yang pembelajaran dengan lebih mudah adalah peserta
membimbing serta mengarahkan peserta didik didik harus memiliki kemampuan berpikir kritis.
untuk menemukan konsep materi pembelajaran Hal ini sejalan dengan pendapat Men (2017) bahwa
melalui proses berpikir. Proses berpikir yang peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir
dilakukan peserta didik dapat dilatih dengan kritis dapat mempelajari masalah secara sistematis,
perencanaan proses pembelajaran yang baik untuk menghadapi tantangan dengan cara terorganisasi,
membangun pemahaman peserta didik secara merumuskan pertanyaan, inovatif, dan merancang
mandiri serta dapat menyelesaikan permasalahan penyelesaian yang dipandang relatif baru.
dalam pembelajaran melalui kegiatan belajar yang Kemampuan berpikir kritis masih menjadi
dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang perhatian lebih untuk terus ditingkatkan karena
akan menunjang kegiatan belajar, sehingga dalam beberapa fenomena di sekolah menunjukkan bahwa

© 2021 The Author(s). This open access article is distributed under a Lisensi
Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
First Author et al, JPPFI 2021, Volume 3 No. 2: Page Numbers
DOI:

guru masih terkendala dalam meningkatkan model PBL. Jadi model PBL ini dapat dijadikan
kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil alternatif bagi untuk untuk meningkatkan
wawancara bersama salah satu guru fisika kemampuan berpikir kritis peserta didik karena
mengatakan bahwa peserta didik pasif pada saat menurut Suharta & Putri (2013) model PBL selama
proses pembelajaran dan cenderung tidak kegiatan pembelajaran membantu peserta didik
memperhatikan pembelajaran. Hal yang sama untuk berpikir bukan menghafal, dan memahami
diungkapkan oleh Hidayatullah et al. (2018) pembelajaran melalui kegiatan diskusi kelompok.
menyatakan bahwa kemampuan berpikir peserta
didik jarang diasah, khususnya kemampuan berpikir Metode
kritis. Helyandari et al. (2020) juga berpendapat Jenis penelitian ini adalah penelitian
bahwa nilai mata pelajaran fisika peserta didik deskriptif kuantitatif. Sugiyono (2012) menjelaskan
masih tergolong rendah, hanya beberapa peserta bahwa penelitian deskriptif yaitu penelitian yang
didik yang aktif berpikir dalam menyelesaikan dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri
masalah dan tingkat berpikir dalam memahami baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa
pelajaran masih rendah. Salah satu yang menjadi membuat perbandingan atau menghubungkan
penyebab adalah model pembelajaran yang dengan variabel yang lain. Pendekatan kuantitatif
digunakan oleh guru menutup akses bagi peserta dijelaskan oleh Arikunto (2013) bahwa pendekatan
didik untuk berpendapat sehingga kondisi kelas dengan menggunakan kuantitatif karena
menjadi pasif. Hasil observasi yang sama menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,
ditunjukkan oleh Yuliana et al. (2020) bahwa penafiran terhadap data tersebut, serta penampilan
kemampuan berpikir kritis peserta didik belum dari hasilnya.
dilatih dalam proses pembelajaran fisika di kelas. Data penelitian ini diperoleh melalui dua
Model pembelajaran yang digunakan oleh guru instrumen penilaian yaitu lembar penilaian berupa
cenderung ceramah, akibatnya model pembelajaran LKPD dan angket respon peserta didik. Selama
tersebut hanya berpusat kepada guru sedangkan pembelajaran berlangsung, peserta didik diberikan
peserta didik hanya mendengarkan dan pasif di LKPD yang digunakan untuk mengukur tingkat
dalam kelas. kemampuan berpikir kritis peserta didik pada saat
Pemilihan model pembelajaran yang tepat kegiatan pembelajaran, LKPD yang disusun
sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan yang
tersebut dan salah satu cara untuk meningkatkan mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis,
kemampuan berpikir kritis adalah dengan penilaian LKPD dilakukan dengan menggunakan
menggunakan model pembelajaran yang interaktif rumus sebagai berikut.
di dalam kelas serta dikaitkan dengan fenomena 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟
fisika dalam kehidupan sehari-hari yang mendorong 𝑁= × 100%
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠
peserta didik untuk terlibat dalam proses Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka hasil
pemelajaran di dalam kelas. Salah satu model dikelompokkan menurut kategori berikut.
pembelajaran yang relevan untuk mengatasi Tabel 1. Klasifikasi Kemampuan Berpikir Kritis
permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan Skor Perolehan Klasifikasi
model problem based learning (PBL). Menurut 81,25 < x ≤ 100 sangat kritis
Hidayah et al. (2021) model PBL adalah model 62,50 < x ≤ 81,25 kritis
pembelajaran yang diawali dengan permasalahn 43,75 < x ≤ 62,50 kurang kritis
dalam dunia nyata dan akan dicari pemecahan
25,00 < x ≤ 43,75 sangat kurang kritis
masalahnya melalui kegiatan penyelidikan serta
dilakukan evaluasi penyelidikan. Pembelajaran Yuliati (2011:24)
model PBL merupakan proses belajar yang Sedangkan pada akhir pembelajaran peserta didik
menyajikan fenomena-fenomena yang dekat dengan diminta untuk memberikan respon terhadap
kehidupan sehari-hari. Model PBL lebih kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung
menekankan peserta didik untuk terlibat dalam dengan mengisi angket respon yang telah disusun
pembelajaran. dengan kriteria sebagai berikut.
Peran seorang guru dalam pembelajaran Tabel 2. Kriteria Respon Peserta Didik
No Persentase Kriteria
sangat penting sebagai fasilitator bagi peserta didik
1 80% ≤ RS < 100% Sangat Positif
yang memberikan pengalaman belajar kepada
peserta didik. Guru dapat merancang pembelajaran 2 60% ≤ RS < 80% Positif
yang interaktif dan menarik dengan menggunakan 3 40% ≤ RS < 60% Cukup Positif

2
First Author et al, JPPFI 2021, Volume 3 No. 2: Page Numbers
DOI:

4 20% ≤ RS < 40% Hasil Penelitian


Kurang Positif
5 RS < 20% 1. Hasil Analisis Tingkat Kemampuan Berpikir
Sangat Kurang Positif
(Arikunto, 2010) Kritis pada saat Kegiatan Pembelajaran
Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik
Hasil dan Pembahasan pada saat kegiatan pembelajaran diukur dengan
Model pembelajaran yang digunakan dalam menggunakan lembar penilaian LKPD yang terdiri
penelitian ini untuk kelas eksperimen adalah model atas 5 indikator yang ditentukan. Hasil analisis
problem based learning sedangkan peserta didik tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik
pada kelas kontrol menggunakan model pada saat kegiatan pembelajaran adalah sebagai
pembelajaran konvensional. berikut.
Tabel 3. Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada saat Kegiatan Pembelajaran
Materi Indikator Tingkat Kemampuan Rata-rata
Rata-rata
Kelas Pertemuan Berpikir Kritis per Kategori
per Kelas
Ke- A B C D E Pertemuan
I 97% 83% 88% 97% 78% 89%
Eksperimen II 97% 73% 87% 83% 88% 86% 86% Sangat Kritis
III 88% 77% 78% 84% 86% 82%
I 85% 75% 65% 85% 75% 77%
Kontrol II 90% 60% 80% 80% 80% 78% 76% Kritis
III 87% 65% 75% 67% 68% 72%
Keterangan: A: Klasifikasi Dasar; B: Keputusan Dasar; C: Inferensi; D: Penjelasan Lebih Lanjut; E:
Menalar dan Mengintegrasikan.

2. Hasil Analisis Angket Respon Peserta Didik based learning dalam proses pembelajaran. Hasil
Angket ini diberikan kepada peserta didik kelas analisis angket respon peserta didik berdasarkan
eksperimen, yaitu peserta didik yang mendapatkan aspek yang dinilai dapat dilihat pada tabel berikut.
perlakuan dengan menggunakan model problem
Tabel 4. Hasil Analisis Angket Respon Peserta Didik
Aspek Hasil Kriteria
Problem Based Learning 78% Positif
Berpikir Kritis 80% Sangat Positif
Persentase Rata-rata 79% Positif
Berdasarkan tabel di atas, respon peserta pada pendapat Ennis (2011) yaitu klasifikasi dasar,
didik berdasarkan aspek problem based learning keputusan dasar, inferensi, penjelasan lebih lanjut,
sebesar 78% yang berada pada kriteria positif, serta menalar dan mengintegrasikan. Hasil
sedangkan respon peserta didik berdasarkan aspek kemampuan berpikir kritis pretest peserta didik
berpikir kritis sebesar 80% dengan kriteria sangat kelas eksperimen tergolong kurang kritis yaitu
positif. dengan nilai rata-rata sebesar 46,10 dan peserta
didik kelas kontrol tergolong sangat kurang kritis
Pembahasan
1. Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Peserta dengan rata-rata sebesar 38,64. Namun pada saat
Didik pada saat Kegiatan Pembelajaran kegiatan pembelajaran, tingkat kemampuan berpikir
Penelitian ini tidak hanya mengukur tingkat kritis peserta didik meningkat, dan peserta didik
kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui kelas eksperimen mengalami peningkatan
soal uraian namun juga mengukur tingkat kemampuan berpikir kritis yang lebih besar
kemampuan berpikir kritis peserta didik pada saat dibandingkan dengan peserta didik kelas kontrol.
kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Kategori tingkat kemampuan berpikir kritis
lembar penilaian tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen termasuk dalam
yang mengacu pada LKPD yang dilengkapi dengan kategori sangat kritis, sedangkan peserta didik pada
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kelas kontrol termasuk dalam kategori kritis.
kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik
kritis yang diukur pada penelitian ini selama proses kelas eksperimen termasuk dalam kategori sangat
pembelajaran terdiri dari lima indikator berdasarkan kritis dikarenakan peserta didik kelas eksperimen

3
First Author et al, JPPFI 2021, Volume 3 No. 2: Page Numbers
DOI:

menjawab pertanyaan yang diberikan secara detail lembar penilaian LKPD menunjukkan hasil yang
dan lengkap serta dapat menarik kesimpulan sesuai baik. Pembelajaran dengan menggunakan LKPD
dengan konsep dan hasil percobaan yang dilakukan. yang disusun dengan menerapkan indikator
Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik kemampuan berpikir kritis mampu melibatkan
kelas kontrol termasuk dalam kategori kritis peserta didik secara aktif dalam kegiatan
dikarenakan peserta didik kelas kontrol menjawab pembelajaran sehingga pembelajaran yang
dilakukan sesuai dengan harapan pembelajaran
pertanyaan yang diberikan dengan kurang lengkap
abad 21 yaitu mampu mengembangkan kemampuan
dan penarikan kesimpulan yang kurang atau tidak
berpikir tingkat tinggi (HOTS). Sejalan dengan
sesuai dengan percobaan yang dilakukan. pendapat Makhrus et al. (2018) bahwa perangkat
Perbedaan tingkat kemampuan berpikir kritis ini pembelajaran yang dikembangkan oleh guru harus
salah satunya disebabkan oleh adanya perbedaan dapat menjadi implementasi keterampilan abad 21
perlakuan model pembelajaran yang diberikan dalam penerapan kurikulum 13, dan terbukti bahwa
kepada peserta didik pada kelas eksperimen dan pembelajaran yang dilakukan dapat membantu
kelas kontrol. Menurut Makhrus et al. (2018) peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
menyatakan bahwa dalam kurikulum 2013 tidak berpikir kritis.
mungkin lagi menggunakan model/ metode/ Hasil yang diperoleh secara keseluruhan
strategi/ pendekatan yang berpusat pada guru, selama tiga kali pertemuan, kelas eksperimen yang
namun perlu mengaktifkan peserta didik dalam mendapat perlakuan dengan menerapkan model
pembelajaran. Peserta didik kelas eksperimen problem based learning memperoleh nilai rata-rata
yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
diberikan perlakuan dengan menggunakan model
kontrol yang menggunakan model pembelajaran
problem based learning karena model problem konvensional. Fakta ini menunjukkan bahwa model
based learning melibatkan peserta didik dalam problem based learning mampu meningkatkan
proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kemampuan berpikir kritis peserta didik.
berpusat kepada peserta didik, yang 2. Respon Peserta Didik terhadap LKPD
mengembangkan kemampuan pemecahan masalah Hasil analisis angket yang ditinjau dari dua
(Aripin et al. (2021). Sehingga hasil analisis tingkat aspek yaitu aspek model problem based learning
kemampuan berpikir kritis peserta didik pada saat menunjukkan persentase hasil 78% dengan kategori
kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa bahwa respon peserta didik positif, artinya model
kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih problem based learning yang digunakan dalam
tinggi dibandingkan kelas kontrol. pembelajaran memudahkan peserta didik untuk
Nilai kemampuan berpikir kritis tertinggi memecahkan masalah dengan menggunakan
peserta didik kelas eksperimen yaitu pertemuan masalah pada dunia nyata sebagai konteks bagi
pertama pada indikator klasifikasi dasar dan peserta didik untuk belajar pemecahan masalah
indikator penjelasan lebih lanjut dengan persentase pada saat proses belajar berlangsung. Hal ini sesuai
97%, dan pertemuan kedua pada indikator
dengan pernyataan Trianto (2012) yang
klasifikasi dasar dengan persentase 97%. Nilai
kemampuan berpikir kritis tertinggi peserta didik menyatakan bahwa problem based learning adalah
kelas kontrol yaitu pertemuan kedua pada indikator pembelajaran yang menghadirkan permasalahan
klasifikasi dasar dengan persentase 90%. kehidupan nyata yang membutuhkan penyelesaian
Sedangkan untuk nilai terendah kemampuan nyata.
berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen pada Aspek berikutnya adalah aspek berpikir kritis
saat pembelajaran adalah pertemuan kedua yaitu yang menunjukkan hasil 80% dengan kategori
pada indikator keputusan dasar sebesar 73%, dan respon peserta didik sangat positif. artinya dengan
nilai kemampuan berpikir kritis terendah peserta penggunaan LKPD yang berbasis masalah dapat
didik kelas kontrol yaitu pertemuan kedua yaitu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam
pada indikator keputusan dasar dengan persentase pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat
60%. Berdasarkan hasil kemampuan berpikir kritis Mahanal (2007), yang menyatakan bahwa salah
peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran
satu keuntungan dari pembelajaran yang
menunjukkan bahwa lembar penilaian LKPD yang
menekankan pada aspek berpikir kritis adalah
dibuat dan digunakan dapat membantu peserta didik
mengembangkan tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik akan memiliki kemampuan
karena hasil kemampuan berpikir kritis dengan pemecahan masalah pada saat proses pembelajaran
4
First Author et al, JPPFI 2021, Volume 3 No. 2: Page Numbers
DOI:

di kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dari Hidayah, N., Zuhdi, M., Taufik, M., & Harjono, A.
kedua aspek tersebut, jika dihitung hasil persentase 2021. Pengembangan Media Powtoon
rata-rata maka diperoleh hasil persentase sebesar Berbasis Model Problem Based Learning
79% dengan kriteria positif, artinya penggunaan untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep
LKPD berbasis masalah mendapatkan respon Peserta Didik. Jurnal Penelitian dan
positif dari peserta didik. Hal ini sesuai dengan Pembelajaran Fisika Indonesia, 3(2): 56-
62.
penelitian Aripin, et. al. (2021) yang menyatakan
Hidayatullah, Z., Makhrus, M., & Gunada, I. W.
bahwa perangkat pembelajaran fisika berbasis
2018. Analisis Tingkat Kemampuan
model problem based learning efektif dan efisien Berpikir Kritis Gelombang Mekanik
untuk meningkatkan kemampuan pemecahan Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan
masalah dan berpikir kritis peserta didik. Konflik Kognitif. Jurnal Pendidikan Fisika
dan Teknologi, 4(2).
Kesimpulan Karim, N. 2015. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Berdasarkan hasil analisis data dan dalam Pembelajaran Matematika dengan
pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Menggunakan Model Jucama di Sekolah
tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan
kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan peserta Matematika, 3(1): 92-104.
didik kelas kontrol. Perlakuan yang diberikan Mahanal, S. 2007. Penerapan Pembelajaran
kepada peserta didik kelas eksperimen dengan Berdasarkan Masalah dengan Strategi
model problem based learning berpengaruh Kooperatif Model STAD pada Mata
terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis peserta Pelajaran Sains untuk Meningkatkan
didik. Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal
didik pada saat kegiatan pembelajaran Penelitian Kependidikan, 2(1).
menunjukkan kategori sangat kritis untuk peserta Makhrus, M., Harjono, A., Syukur, A., Bahri, S., &
didik kelas eksperimen dan menunjukkan kategori Muntari. 2018. Identifikasi Kesiapan LKPD
kritis untuk peserta didik kelas kontrol. Respon Guru terhadap Keterampilan Abad 21 pada
peserta didik kelas ekperimen terhadap lembar Pembelajaran IPA SMP. Jurnal Ilmiah
penilaian LKPD berkategori positif yang artinya Profesi Pendidikan, 3(2): 124-128.
LKPD diterima baik oleh peserta didik. Mariskhatari, M., Karma, I. N., & Nisa, K. 2022.
Pengruh Model Pembelajaran Problem
Referensi Based Learning(PBL) terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian suatu Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 1Beleka
Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Tahun 2021/2022. Jurnal Ilmiah Profesi
Cipta. Pendidikan, 7(2b): 710-716.
Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian suatu Men, F. E. 2017. Proses Berpikir Kritis Siswa SMA
Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Dalam Pengajuan Soal Matematika
Cipta. Berdasarkan Tingkat Kemampuan
Aripin, W. A., Sahidu, H., & Makhrus, M. 2021. Matematika. Jurnal Matematika Kreatif-
Efektivitas Perangkat Pembelajaran Fisika Inovatif, 8(2).
Berbasis Problem Based Learning untuk Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif,
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Masalah dan Kemampuan Berpikir Kritis Suharta, L., & Putri, L. A. 2013. Application of
Peserta Didik. Jurnal Penelitian dan Cooperative Problem Based Learning
Pembelajaran Fisika Indonesia, 3(1): 19- Model to Develop Creativity and Foster
23. Democracy and Improve Student Learning
Helyandari, B. H,. sahidu, H., & Hikmawati, H. Outcomes in Chemistry High School.
2020. Pengaruh Model Problem Based Jurnal of Education and Practice, 4(25):
Learning terhadap Hasil Belajar Fisika 55-60.
Peserta Didik MA Darul Hikmah Darek Trianto. 2012. Model Pembelajaran Terpadu.
Tahun Pelajaran 2019/2020. Jurnal Fisika Jakarta: PT. Bumi Aksara.
dan Pendidikan Fisika, 5(1): 10-17. Yuliana, Y., Hikmawati, H., & Wahyudi, W. 2020.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri
5
First Author et al, JPPFI 2021, Volume 3 No. 2: Page Numbers
DOI:

Terbimbing Berbantuan konsep terhadap


Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik.
Kappa Journal, 4(1).
Yuliati, D. I., Yulianti, D., & Khanafiyah, S. 2011.
Pembelajaran Fisika Berbasis Hands on
Activities untuk Menumbuhkan
Kemampuan Berpikir Kritis dan
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP.
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika
Indonesia, 7.

Anda mungkin juga menyukai