0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan14 halaman

Tahapan Perencanaan Strategis Organisasi

Perencanaan strategis adalah proses perumusan visi, misi, tujuan, dan strategi jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasi dengan melakukan analisis lingkungan dan memilih strategi untuk menghadapi situasi. Hasilnya adalah rencana strategis yang berisi langkah-langkah konkret yang akan diambil.

Diunggah oleh

Ulfa D.E.S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan14 halaman

Tahapan Perencanaan Strategis Organisasi

Perencanaan strategis adalah proses perumusan visi, misi, tujuan, dan strategi jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasi dengan melakukan analisis lingkungan dan memilih strategi untuk menghadapi situasi. Hasilnya adalah rencana strategis yang berisi langkah-langkah konkret yang akan diambil.

Diunggah oleh

Ulfa D.E.S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PENGANGGARAN PERUSAHAAN

“Perencanaan Strategis dan Penganggaran”

DOSEN PENGAMPU: YUMIAD FERNANDO RICHARD, S.E.,M.M.

DISUSUN OLEH :

Dea Tamara (202061201042)

Tri Prasetyo Sugestiawan (202061201068)

Aliyah Herlinawati (202061201118)

Rafaela Imeldis (202061201120)

Ferian Firdaus Wafa (202061201122)

Theresia Erolita Carisima Narek (202061201137)

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUSAMUS

MERAUKE

2023
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala curahan dan kasih
sayang-Nya, nikmat, petunjuk, dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah ini. Makalah ini merupakan salah satu tugas yang harus diselesaikan sebagai Mahasiswa
yang memprogram Mata Kuliah “Penganggaran Perusahaan”.

Segala kritikan dan saran sangat dibutuhkan demi perkembangan keutuhan makalah ini,
sehingga akan lahir makalah yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Serta ucapan
terimakasih kepada bapak YUMIAD FERNANDO RICHARD, S.E.,M.M. sebagai Dosen yang
telah membimbing. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya, dan
juga penulis pada khususnya.

Merauke, 4 Oktober 2023

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................................................ii
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG............................................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH........................................................................................................1
C. TUJUAN.................................................................................................................................1
BAB II.............................................................................................................................................2
PEMBAHASAN..............................................................................................................................2
A. PERENCANAAN STRATEGIS............................................................................................2
B. PENGANGGARAN................................................................................................................3
C. PROSES PERENCANAAN STRATEGIS.............................................................................4
D. HUBUNGAN PENGANGGARAN DAN PERENCANAAN STRATEGIS.........................6
BAB III............................................................................................................................................8
PENUTUP.......................................................................................................................................8
KESIMPULAN............................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perencanaan Strategis dan Penganggaran adalah dua konsep penting dalam manajemen
organisasi yang saling terkait dan sering digunakan bersama-sama untuk mengelola sumber daya
dan mencapai tujuan organisasi. Kedua konsep ini sering digunakan sebagai latar belakang
dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan organisas

Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan oleh organisasi untuk merumuskan
visi, misi, tujuan, dan strategi jangka panjang yang akan membantu mencapai tujuannya. Proses
ini termasuk melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal, menemukan peluang dan
tantangan, dan memilih strategi yang tepat untuk menghadapi situasi tersebut. Hasil dari
perencanaan strategis adalah rencana strategis, yang berisi panduan tentang langkah-langkah
konkret yang akan diambil.

Penganggaran adalah proses perencanaan dan alokasi sumber daya keuangan, seperti
anggaran, untuk mendukung pelaksanaan rencana strategis organisasi dan mencapai tujuan.
Proses penganggaran melibatkan penetapan anggaran untuk berbagai kegiatan, proyek, atau
departemen, serta pengawasan dan evaluasi kinerja keuangan organisasi secara berkala.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Strategis?
2. Apa yang dimaksud dengan Penganggaran?
3. Bagaimana Proses Perencanaan Srategis?
4. Apa hubungan antara Penganggaran dan Perencanaan Strategis?

C. TUJUAN
1. Mengetahui maksud dari Perencanaan Strategis.
2. Mengetahui apa itu Penganggaran.
3. Memahami Proses Perencanaan Strategis.
4. Mengetahui dan Memahami hubungan antara Penganggaran dan Perencanaan Strategis.

1
BAB II

PEMBAHASAN
A. PERENCANAAN STRATEGIS
Perencanaan Strategis merupakan aktivitas yang timbul menjadi program baru.
Perencanaan Strategis terdiri dari identifikasi, pengembangan dan analisis usulan program baru.
Selama proses perencanaan stratejik, manajer harus memilih antara dua atau lebih program,
dengan berusaha untuk mengkualifikasi untung dan rugi yang biasanya membantu dalam upaya
pengambilan keputusan. Pada fase ini senior manajemen menentukan program utama yang akan
dilakukan organisasi untuk periode yang akan datang dan taksiran pengeluaran yang akan terjadi.
Banyak organisasi mempersiapkan rencana stratejik yang berisi tentang perencanaan pendapatan
dan pengeluaran untuk beberapa tahun di masa depan, biasanya lima tahun. Dalam perencanaan
menyebutkan jumlah dan karakter dari sumber daya (input) yang digunakan untuk setiap
program dan perencanaan penggunaan sumber daya tersebut.

Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan


dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke
setiap program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan strategis
bersifat sistematis dan jangka panjang, terdiri dari kumpulan prosedur dan mencakup
beberapa tahapan dalam pelaksanaannya.
Beberapa peran dari perencanaan strategis adalah sebagai berikut.
1. Kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan. Anggaran dibuat untuk
mengalokasikan sumber daya untuk periode tertentu. Alokasi sumber daya nantinya akan
berhubungan dengan tujuan apa saja yang akan dicapai pada periode tersebut. Dengan
adanya perencanaan strategis organisasi dapat membuat formula untuk anggaran
operasional yang efektif. Di samping itu akan berhubungan pula dalam pembuatan
prioritas kerja pada periode tersebut.
Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan
dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke
setiap program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan strategis
bersifat sistematis dan jangka panjang, terdiri dari kumpulan prosedur dan mencakup
beberapa tahapan dalam pelaksanaannya.
Beberapa peran dari perencanaan strategis adalah sebagai berikut.
1. Kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan. Anggaran dibuat untuk
mengalokasikan sumber daya untuk periode tertentu. Alokasi sumber daya nantinya akan
berhubungan dengan tujuan apa saja yang akan dicapai pada periode tersebut. Dengan
adanya perencanaan strategis organisasi dapat membuat formula untuk anggaran
operasional yang efektif. Di samping itu akan berhubungan pula dalam pembuatan
prioritas kerja pada periode tersebut.
Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan
dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke

2
setiap program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan strategis
bersifat sistematis dan jangka panjang, terdiri dari kumpulan prosedur dan mencakup
beberapa tahapan dalam pelaksanaannya.
Beberapa peran dari perencanaan strategis adalah sebagai berikut.
1. Kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan. Anggaran dibuat untuk
mengalokasikan sumber daya untuk periode tertentu. Alokasi sumber daya nantinya akan
berhubungan dengan tujuan apa saja yang akan dicapai pada periode tersebut. Dengan
adanya perencanaan strategis organisasi dapat membuat formula untuk anggaran
operasional yang efektif. Di samping itu akan berhubungan pula dalam pembuatan
prioritas kerja pada periode tersebut.
Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan
dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan kesetiap
program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan strategis bersifat
sistematis dan jangka panjang, terdiri dari kumpulan prosedur dan mencakup beberapa tahapan
dalam pelaksanaannya. Beberapa peran dari perencanaan strategis adalah sebagai berikut.

1. Kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan. Anggaran dibuat untuk


mengalokasikan sumber daya untuk periode tertentu. Alokasi sumber daya nantinya akan
berhubungan dengan tujuan apa saja yang akan dicapai pada periode tersebut. Dengan
adanya perencanaan strategis organisasi dapat membuat formula untuk anggaran
operasional yang efektif. Di samping itu akan berhubungan pula dalam pembuatan
prioritas kerja pada periode tersebut.
2. Alat pengembangan manajemen. Perencanaan strategis yang berorientasi jangka panjang
akan membantu pihak manajemen dalam membuat pola berpikir untuk strategi dan
pelaksanaannya. Sehingga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dan
pengembangan kapasitas pihak-pihak yang terlibat.
3. Mekanisme untuk berpikir jangka panjang. Perencanaan strategis juga secara tidak
langsung membuat pihak manajemen untuk berpikir dampak jangka panjang dari
keputusan yang diambilnya pada saat ini. Sehingga membuat manajemen lebih berhati-
hati dan kreatif dalam proses berpikirnya.
4. Menyamakan persepsi strategi jangka panjang. Berbagai lini manajemen yang ada dalam
satu organisasi terkadang mengakibatkan berbagai persepsi dan cara kerja dalam
pencapaian tujuan organisasi, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan terciptanya
konflik di internal organisasi tersebut. Adanya perencanaan strategis akan membuat
perbedaan platform ini dapat lebih diminimalisir. Sehingga seluruh pihak dapat lebih

3
focus dalam menjalankan strategi perusahaan daripada berdebat tentang cara pencapaian
tujuan organisasi.

B. PENGANGGARAN
Anggaran merupakan salah satu alat vital suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Semua perusahaan harus membuat anggaran, baik itu perusahaan besar maupun perusahaan
kecil. Anggaran merupakan sarana utama untuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan
keputusan dalam setiap perusahaan. Anggaran adalah perencanaan yang rinci untuk masa depan
yang dinyatakan secara kuantitatif dan lebih spesifik memperlihatkan bagaimana sumber daya
didapat dan digunakan pada periode tertentu dengan mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang
perlukan untuk mencapainya.

Penganggaran (budgeting) Menunjukkan suatu proses, sejak dari tahap persiapan yang
diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan informasi
yang perlu, pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari
rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil melaksanakan
Penganggaran adalah proses perencanaan, alokasi, dan pengendalian sumber daya finansial
organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Ini melibatkan penetapan
anggaran, yang merupakan rencana rinci tentang bagaimana organisasi akan menggunakan
sumber daya keuangannya dalam periode waktu tertentu. Penganggaran memiliki beberapa
elemen penting:

1. Perencanaan Keuangan: Penganggaran dimulai dengan perencanaan keuangan yang


mencakup identifikasi tujuan keuangan organisasi, penilaian sumber-sumber pendapatan,
dan perencanaan pengeluaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Penetapan Anggaran: Setelah perencanaan keuangan dilakukan, organisasi menetapkan


anggaran yang merinci sejumlah dana yang dialokasikan untuk setiap kegiatan, proyek,
atau departemen dalam organisasi. Ini mencakup alokasi sumber daya keuangan kepada
berbagai unit atau inisiatif.

3. Pengendalian dan Pemantauan: Setelah anggaran ditetapkan, organisasi melakukan


pengendalian dan pemantauan terhadap pengeluaran sesuai dengan anggaran yang telah
disusun. Ini mencakup memastikan bahwa pengeluaran tidak melebihi anggaran yang

4
telah ditetapkan dan meninjau kembali anggaran jika terjadi perubahan dalam kondisi
atau kebutuhan organisasi.

4. Evaluasi Kinerja: Penganggaran juga melibatkan evaluasi kinerja keuangan organisasi.


Ini mencakup perbandingan antara hasil aktual dengan anggaran yang telah ditetapkan,
serta analisis penyebab jika ada penyimpangan dari anggaran.

Penganggaran merupakan alat penting dalam pengelolaan keuangan organisasi, baik itu
organisasi bisnis, pemerintah, atau organisasi nirlaba. Hal ini memungkinkan organisasi untuk:

 Mengendalikan pengeluaran dan mencegah pemborosan.

 Mengalokasikan sumber daya keuangan sesuai dengan prioritas organisasi.

 Mengukur pencapaian tujuan dan kinerja keuangan.

 Mengidentifikasi potensi masalah keuangan dan mengambil tindakan korektif.

 Membantu dalam pengambilan keputusan strategis dengan mempertimbangkan


konsekuensi keuangan dari berbagai opsi.

C. PROSES PERENCANAAN STRATEGIS


PERENCANAAN STRATEGI DAN PENYUSUNAN ANGGARAN
Tahapan perencanaan strategis terdiri dari berikut ini.
1. Merancang visi, misi, dan sasaran organisasi. Visi, misi, dan sasaran organisasi
merupakan platform sebuah organisasi. Visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan
dan cita-cita di masa depan yang harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana
bagaimana mencapainya (Susanto, 2008). Misi adalah bagaimana cara mencapai visi
tersebut. Rencana strategis adalah implementasi dari visi, misi, dan sasaran tersebut.
2. Memahami kondisi organisasi pada saat ini. Proses memahami kondisi organisasi
perlu dilakukan agar rencana strategis yang dihasilkan dapat benar-benar dilaksanakan
dan sesuai dengan kondisi organisasi. Proses memahami kondisi ini juga termasuk di
dalamnya menganalisis berbagai sumber daya yang ada di dalam organisasi untuk
pelaksanaan rencana strategis.
3. Menentukan prioritas kerja. Prioritas kerja berhubungan dengan rencana apa yang
menjadi prioritas untuk terlebih dahulu dilaksanakan, termasuk di dalamnya terdapat
proses analisis apakah ada keterkaitan antara rencana yang satu dengan rencana
lainnya.
4. Menyusun rencana strategis pencapaian tujuan berdasarkan prioritas kerja. Setelah
dibuat gambaran prioritas kerja, baru kemudian dibuat rencana strategisnya. Penyusunan
rencana strategis di antaranya mencakup tujuan yang ingin dicapai, urutan waktu
pelaksanaan, sumber daya yang digunakan, pihak-pihak yang terlibat, dan berbagai hal
lainnya.

5
5. Memonitor pelaksanaan dan melakukan pembaharuan jika diperlukan. Setelah
rencana strategis secara resmi ditetapkan, pada tahap pelaksanaannya manajemen tentu
harus tetap memonitor pelaksanaan di lapangan. Proses monitor diperlukan untuk
mengetahui apakah rencana strategis telah dilaksanakan atau belum, di samping itu
kegiatan pemantauan diperlukan untuk proses pembaharuan apabila diperlukan dalam
pelaksanaannya.
PROSES PERENCANAAN STRATEGI
Rencana strategis biasanya mencakup periode lima tahun ke depan. Lima tahun
adalah periode yang cukup panjang untuk megestimasikan konsekuensi dari keputusan
program yang dibuat saat ini.
Strategi juga memiliki sudut pandang tujuannya, pembagian ini dibagi menjadi
empat kategori yang meliputi berikut ini.
1. Strategi pertumbuhan. Strategi ini bertujuan untuk memperbesar organisasi dan
ekspansi kegiatan organisasi tersebut.
2. Strategi pengurangan. Dilakukan dengan cara mengurangi skala organisasi untuk
kepentingan efisiensi dan meningkatkan kinerja.
3. Strategi stabilitas. Strategi dengan tetap berfokus pada kegiatan yang telah dilakukan
saat ini dengan mengurangi tekanan untuk pertumbuhan dan tanpa mengurangi komitmen
pada beberapa perubahan operasi utama.
4. Strategi kombinasi. Melakukan kombinasi dari beberapa strategi yang ada, untuk
menghadapi lingkungan yang dinamis dengan tingkat persaingan yang tinggi dan
kompleks.
Proses perencanaan strategis melibatkan seluruh lini organisasi. Tujuannya adalah
agar proses pengkomunikasian rencana strategis dapat berjalan dengan baik dan dapat
dijalankan secara bersama-sama. Karena proses perencanaan strategis memiliki peranan
yang cukup penting, beberapa organisasi besar bahkan memiliki unit perencanaan tersendiri
yang memikirkan rencana pengembangan organisasi ke depannya. Ide-ide untuk rencana
strategis yang dirumuskan dapat berasal dari berbagai pihak, bisa dari manajemen level atas,
level menengah, level bawah, seluruh pegawai, maupun pihak eksternal. Melibatkan seluruh
pegawai dalam perumusan rencana strategis dapat berjalan efektif karena mereka lebih
mengetahui situasi dan permasalahan di lapangan, sehingga rencana strategis yang
dibuat dapat lebih aktual sesuai dengan isu yang sedang berkembang
Rencana strategis biasanya mencakup periode lima tahun ke depan. Lima tahun adalah
periode yang cukup panjang untuk megestimasikan konsekuensi dari keputusan program yang
dibuat saat ini. Strategi juga memiliki sudut pandang tujuannya, pembagian ini dibagi menjadi
empat kategori yang meliputi berikut ini.

1. Strategi pertumbuhan. Strategi ini bertujuan untuk memperbesar organisasi dan ekspansi
kegiatan organisasi tersebut.
2. Strategi pengurangan. Dilakukan dengan cara mengurangi skala organisasi untuk
kepentingan efisiensi dan meningkatkan kinerja.

6
3. Strategi stabilitas. Strategi dengan tetap berfokus pada kegiatan yang telah dilakukan saat
ini dengan mengurangi tekanan untuk pertumbuhan dan tanpa mengurangi komitmen
pada beberapa perubahan operasi utama.
4. Strategi kombinasi. Melakukan kombinasi dari beberapa strategi yang ada, untuk
menghadapi lingkungan yang dinamis dengan tingkat persaingan yang tinggi dan
kompleks. Proses perencanaan strategis melibatkan seluruh lini organisasi. Tujuannya
adalah agar proses pengkomunikasian rencana strategis dapat berjalan dengan baik dan
dapat dijalankan secara bersama-sama. Karena proses perencanaan strategis memiliki
perananyang cukup penting, beberapa organisasi besar bahkan memiliki unit perencanaan
tersendiri yang memikirkan rencana pengembangan organisasi ke depannya. Ide-ide
untuk rencana strategis yang dirumuskan dapat berasal dari berbagai pihak, bisa dari
manajemen level atas, level menengah, level bawah, seluruh pegawai, maupun pihak
eksternal. Melibatkan seluruh pegawai dalam perumusan rencana strategis dapat berjalan
efektif karena mereka lebih mengetahui situasi dan permasalahan di lapangan, sehingga
rencana strategis yang dibuat dapat lebih aktual sesuai dengan isu yang sedang
berkembang

Tahapan perencanaan strategis terdiri dari berikut ini.

1. Merancang visi, misi, dan sasaran organisasi. Visi, misi, dan sasaran organisasi
merupakan platform sebuah organisasi. Visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan
dan cita-cita di masa depan yang harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana
bagaimana mencapainya (Susanto, 2008). Misi adalah bagaimana cara mencapai visi
tersebut. Rencana strategis adalah implementasi dari visi, misi, dan sasaran tersebut.
2. Memahami kondisi organisasi pada saat ini. Proses memahami kondisi organisasi perlu
dilakukan agar rencana strategis yang dihasilkan dapat benar-benar dilaksanakan dan
sesuai dengan kondisi organisasi. Proses memahami kondisi ini juga termasuk
didalamnya menganalisis berbagai sumber daya yang ada di dalam organisasi untuk
pelaksanaan rencana strategis.
3. Menentukan prioritas kerja. Prioritas kerja berhubungan dengan rencana apa yang
menjadi prioritas untuk terlebih dahulu dilaksanakan, termasuk di dalamnya terdapat
proses analisis apakah ada keterkaitan antara rencana yang satu dengan rencana lainnya.

7
4. Menyusun rencana strategis pencapaian tujuan berdasarkan prioritas kerja. Setelah dibuat
gambaran prioritas kerja, baru kemudian dibuat rencana strategisnya. Penyusunan
rencana strategis di antaranya mencakup tujuan yang ingin dicapai, urutan waktu
pelaksanaan, sumber daya yang digunakan, pihak-pihak yang terlibat, dan berbagai hal
lainnya.
5. Memonitor pelaksanaan dan melakukan pembaharuan jika diperlukan. Setelah rencana
strategis secara resmi ditetapkan, pada tahap pelaksanaannya manajemen tentu harus
tetap memonitor pelaksanaan di lapangan. Proses monitor diperlukan untuk mengetahui
apakah rencana strategis telah dilaksanakan atau belum, di samping itu kegiatan
pemantauan diperlukan untuk proses pembaharuan apabila diperlukan dalam
pelaksanaannya.

D. HUBUNGAN PENGANGGARAN DAN PERENCANAAN STRATEGIS


Proses penyusunan anggaran fokus pada satu tahun, sementara perencanaan strategis
fokus pada aktivitas yang mencakup beberapa tahun. Perencanaan strategis mendahului
penyusunan anggaran dan menyediakan kerangka kerja yang dikembangkan dalam tahun
anggaran. Jadi anggaran pada dasarnya merupakan potongan dari rencana strategis organisasi.
Perbedaan lainnya adalah rencana strategis intinya terstruktur berdasarkan lini produk atau
program lain, sementara anggaran terstruktur berdasar kanpusat tanggung jawab.

Hubungan antara Penganggaran dan Perencanaan Strategis:

 Penganggaran melaksanakan Perencanaan Strategis: Penganggaran merupakan


implementasi praktis dari rencana strategis. Anggaran membantu menerjemahkan tujuan
strategis menjadi alokasi sumber daya finansial yang konkret. Dengan kata lain, anggaran
memungkinkan organisasi untuk menjalankan rencana strategisnya secara operasional.

 Keterkaitan Tujuan: Anggaran seharusnya mencerminkan prioritas dan tujuan yang


telah ditetapkan dalam perencanaan strategis. Setiap anggaran untuk kegiatan atau proyek
harus mendukung pencapaian tujuan strategis tersebut.

 Pengendalian dan Evaluasi Kinerja: Anggaran memberikan kerangka kerja untuk


pengendalian pengeluaran dan pemantauan kinerja keuangan organisasi. Ini

8
memungkinkan organisasi untuk memeriksa apakah mereka sedang mencapai tujuan
strategis dan, jika tidak, untuk mengambil tindakan perbaikan.

 Fleksibilitas dan Penyesuaian: Terkadang, situasi atau kondisi eksternal berubah, dan
organisasi perlu menyesuaikan rencana strategisnya. Penganggaran memungkinkan
organisasi untuk merespons perubahan ini dengan mengalokasikan kembali sumber daya
sesuai kebutuhan baru.

9
BAB III

PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam konteks manajemen organisasi, perencanaan strategis dan penganggaran adalah
dua proses yang sangat penting dan saling terkait. Perencanaan strategis melibatkan penetapan
visi, misi, sasaran, dan strategi jangka panjang organisasi, sementara penganggaran adalah proses
alokasi dan pengendalian sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan tersebut. Hubungan
antara keduanya sangat erat:

1. Penganggaran sebagai Implementasi Perencanaan Strategis: Penganggaran adalah


langkah konkret dalam melaksanakan rencana strategis. Ini memungkinkan organisasi
untuk menerjemahkan tujuan strategis menjadi alokasi dana yang lebih rinci dan
operasional. Dengan demikian, penganggaran adalah alat penting untuk
mengimplementasikan visi dan misi organisasi.

2. Keterkaitan Tujuan: Anggaran harus sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam
perencanaan strategis. Setiap anggaran harus mendukung pencapaian tujuan strategis, dan
alokasi sumber daya harus diprioritaskan sesuai dengan prioritas strategis.

3. Pengendalian dan Evaluasi Kinerja: Anggaran memberikan kerangka kerja untuk


mengendalikan pengeluaran dan memantau kinerja keuangan organisasi. Dengan
membandingkan hasil aktual dengan anggaran yang telah ditetapkan, organisasi dapat
mengukur sejauh mana tujuan strategis tercapai.

4. Fleksibilitas dan Penyesuaian: Penganggaran juga memungkinkan organisasi untuk


bersifat responsif terhadap perubahan dalam lingkungan eksternal atau perubahan
kebutuhan internal. Jika ada perubahan kondisi, anggaran dapat disesuaikan ulang untuk
mendukung perubahan strategis yang diperlukan.

Dengan demikian, perencanaan strategis dan penganggaran adalah dua elemen yang saling
melengkapi dalam manajemen organisasi. Perencanaan strategis memberikan arah jangka
panjang dan visi, sementara penganggaran membantu mewujudkannya secara operasional
dengan mengelola sumber daya finansial. Keduanya bekerja bersama-sama untuk mencapai
tujuan organisasi dan mengukur kinerja keuangan.

10
DAFTAR PUSTAKA

DESTI DIRNAENI., SE, MM. (2023, October 10). PERENCANAAN STRATEGIK DAN
PENGANGGARAN. 16-18. Diambil kembali dari
[Link]
[Link]
Dungore, D. P. (2017). Financial Management. Journal of Financial Management.
Ilmi, S. Z. (2020, October 10). Studocu. Diambil kembali dari [Link]:
[Link]
dan-akuntansi-rs/sistem-pengendalian-manajemen-perencanaan-strategi-dan-penyusunan-
anggaran/23041684
Sheridan Titman, J. D. ([Link].). 2021.

11

Anda mungkin juga menyukai