0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan4 halaman

Program Penanganan Rabies di Katoi

Kerangka Acuan Kerja Puskesmas Katoi tentang rabies membahas tujuan penekanan kasus rabies melalui penemuan dini gigitan hewan penular, penatalaksanaan kasus, dan pemberian vaksin. Kegiatannya meliputi pelayanan vaksinasi dan penanganan kasus di gedung serta sosialisasi di masyarakat. Sasarannya adalah masyarakat wilayah Katoi dengan jadwal kegiatan setiap bulan, evaluasi, dan pelaporan hasilnya.

Diunggah oleh

Yulitanurul nurul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan4 halaman

Program Penanganan Rabies di Katoi

Kerangka Acuan Kerja Puskesmas Katoi tentang rabies membahas tujuan penekanan kasus rabies melalui penemuan dini gigitan hewan penular, penatalaksanaan kasus, dan pemberian vaksin. Kegiatannya meliputi pelayanan vaksinasi dan penanganan kasus di gedung serta sosialisasi di masyarakat. Sasarannya adalah masyarakat wilayah Katoi dengan jadwal kegiatan setiap bulan, evaluasi, dan pelaporan hasilnya.

Diunggah oleh

Yulitanurul nurul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN KOLAKA UTARA

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KATOI
Jl. PelabuhanNo.15 Katoi, Kec. KatoiKode Pos. 93553
Email :Katoipkm2019@[Link]

KERANGKA ACUAN KERJA


RABIES

A. Pendahuluan:

Rabies yang disebut juga penyakit anjinggila yang merupakan suatu penyakit in-
feksi akut pada susunan saraf pusat(SPP) yang disebut virus rabies melalui gigitan hewan
menular, anjing,kucing, kera. Penyakit ini bersifat zoonotik yaitu penyakit dapat ditu-
larkan dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan penular rabies. Rabies sangat berba-
haya karena hampir semua diakhiri dengan kematian. Masa inkubasi umumnya 3-8
minggu, berhubungan dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelum mencapai
otak.
B. Latar Belakang:

Penyakit rabies atau anjing gila adalah suatu penyakit yang sangat ditakuti dan
dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini ditularkan dari hewan yang sudah terkena
virus rabies kepada manusia yang disebut dengan zoonosis. Penyakit rabies ini bersifat
akut dan dapat menularkan dengan secara cepat kepada satu penderita dengan penderita
lain melalui saliva (air liur) penderita yang sudah terkena virus rabies. Penyakit rabies
disebabkan oleh virus rabies dan penularannya kepada manusia dapat terjadi melalui
gigitan hewan penular rabies (HPR) terutama anjing, kucing dan kera. Timbulnya
penyakit ini pada manusia dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi anti rabies (VAR)
dan serum anti rabies (SAR) setelah digigit hewan yang menderita rabies (Soeharsono,
2002) Seperti kita ketahui bersama bahwa kebiasaan memelihara anjing, kucing ataupun
monyet yang sebenarnya memiliki suatu resiko yang cukup besar bagi kehidupan
terutama dalam bidang kesehatan yakni berkaitan dengan penularan penyakit rabies.
Kasus klinis rabies pada hewan maupun manusia selalu berakhir dengan kematian.
Penyakit Rabies menimbulkan dampak psikologis seperti kepanikan, kegelisahan,
kekhawatiran, kesakitan dan ketidaknyamanan pada orang-orang yang terpapar. Kerugian
ekonomi yang ditimbulkan pada daerah tertular terjadi karena biaya penyidikan,
pengendalian yang tinggi, serta tingginya biaya postexposure treatment. Disamping itu,
kerugian akibat pembatalan kunjungan wisatawan, terutama di daerah yang menjadi
tujuan wisata penting di dunia, seperti Bali, dapat saja terjadi jika tingkat kejadian rabies
sangat tinggi.
C. Tujuan audit:

a. Tujuan Umum:

Menekan serendah rendah nya kasus penyakit rabies

b. Tujuan Khusus:

1. Penemuan dini kasus gigitan anjing, kucing atau pun hewan penularan lainnya.
2. Penatalaksanaan kasus gigitan anjing, kucing atau pun hewan penularan lainnya.
3. Pemberian vaksin.

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan

NO JENIS KEGIATAN RINCIAN KEGIATAN


E.
1 Kegiatan dalam gedung

 Pelayanan pemberian Vaksin Anti  Pelayanan pemberian VAR dan penan-


Rabies ( VAR) dan penanganan ka-
sus GHTR gana kasus gigitan GHTR rabies bagi kor-

ban gigitan anjing

 Penyuluhan tentang bahaya gigitan GHTR


2 Kegiatan luar gedung

 Sosialisasi/ Edukasi GHTR pada  Pelacakan kasus GHTR


masyarakat
Cara melakukan kegiatan:

1. Koordinator melaksanakan sosialisasi kepada pemegang program dan pemegang


daerah binaaan tentang rencana pelaksanaan kegiatan program
2. Koordinator program menyusun jadwal kegiatan
3. Melaporkan hasil kegiatan dan melakukan analisa capaian program
4. Melaksanakan evaluasi dan monitoring terhadap hasil kegiatan

F. Sasaran:

Masyarakat Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Katoi


G. Jadwal Kegiatan

Bulan
N
Kegiatan Ju
o Jan Feb Mar Apr Mei Jun Agus Sep Okt Nov Des
l
Dalam Gedung
1 Pelayanan Imu- √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
nisasi Rabies
Luar Gedung
Pelacakan Kasus √ √ √ √
GHTR
2 Sosialisasi/ √ √ √ √
Edukasi GHTR
kepada
masyarakat

H. Evaluasi pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan:

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan jadwal kegiatan
dengan pelaporan hasil - hasil yang dicapai pada bulan tersebut
I. Pencatatan, pelaporan, danevaluasikegiatan:

Pencatatan dan pelaporan terhadap hasil kegiatan dilakukan setiap bulan oleh penang-
gung jawab program yang selanjutnya dilaporkan kepala kepala UPTD Puskesmas Katoi.
Hasil laporan capaian program dianalisa setiap 3 tiga bulan, dilaporkan kepada kepala
UPTD Puskesmas Katoi dan didisribusikan kepada pihak terkait untuk ditindak lanjuti.
J. Sumber Dana
Sumber dana kegiatan Program Rabies berasal dari Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK)
BOK.

Mengetahui Katoi, Januari 2022


Kepala Puskesmas Katoi Pelaksana Kegiatan

drg. IKRAH Kamsira, AMK


Nip. 19850609 201410 2 003 Nip. 19880114 201001 2 017

Anda mungkin juga menyukai