BAB II
TEORI PENUNJANG
2.1 Qr code
Qr code adalah kode matriks 2 dimensi yang dirancang dengan
memperhatikan dua poin, yaitu harus menyimpan data dalam jumlah besar
dibandingkan dengan kode batang ID dan harus didekodekan dengan kecepatan
tinggi menggunakan perangkat genggam seperti telepon scanner dan lain-lain.
Kode QR menyediakan kapasitas penyimpanan data yang tinggi, pemindaian
cepat, keterbacaan omnidirectional, dan banyak keuntungan lainnya termasuk,
koreksi kesalahan (sehingga kode yang rusak juga dapat berhasil dibaca) dan
berbagai jenis versi.
Gambar 2.1. Qr code
(sumber : [Link] )
Berbagai jenis simbol kode QR seperti kode QR logo, kode QR terenkripsi,
Kode QR juga tersedia sehingga pengguna dapat memilih di antara mereka sesuai
dengan kebutuhan mereka. Sekarang hari ini, kode QR diterapkan di berbagai
aliran aplikasi yang terkait dengan pemasaran, keamanan, akademisi, dll. Dan
mendapatkan popularitas dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hari demi hari
semakin banyak orang yang menyadari teknologi ini dan menggunakannya
dengan tepat. Popularitas kode QR tumbuh pesat dengan pertumbuhan pengguna
ponsel cerdas dan dengan demikian kode QR dengan cepat mencapai tingkat
penerimaan yang tinggi di seluruh dunia.
4
5
2.2. Sensor Infrared FC-51
Dalam rangkaian sensor infrared FC-51 ini memilki dua buah komponen
infrared yaitu pemancar infrared (IR Transmitter) dan penerima infrared (IR
Receiver). Pemancar infrared ini merupakan sebuah photo diode yang dapat
memancarkan sinar infra merah,sedangkan penerima infrared adalah sebuah diode
khusus yang berfungsi sebagai penerima sinar inframerah (Wahyudi,2018).
Setelah cahaya infra merah ditembakkan pada objek dan terpantul, lalu
phototransistor akan mulai bekerja. phototransistor akan bekerja dalam penerima
cahaya infra merah. Pada phototransistor pantulan energi cahaya infra merah
diubah menjadi arus listrik. Foto transistor adalah merupakan kombinasi foto
diode dan penguatan transistor. Phototransistor memiliki sensitifitas yang lebih
tinggi dibandingkan foto dioda, tetapi dengan waktu respon yang secara umum
akan lebih lambat dari pada foto dioda. Pada prinsip kerjanya, ketika cahaya
inframerah diterima oleh phototransistor maka basis phototransistor akan
mengubah energi cahaya inframerah menjadi arus listrik. Arus listrik tersebut
merupakan basis hole. Pergerakan elektron disebut sebagai muatan listrik negatif
dan pergerakan hole disebut sebagai muatan listrik positif (Kurdianto, 2019).
Gambar 2.2. sensor infrared FC-51
(sumber: [Link]
[Link] )
2.3. Arduino uno R3
Arduino adalah suatu perangkat prototype elektronik berbasis mikrokontroller
yang fleksibel dan open source, perangkat keras dan perangkat lunaknya
mudah digunakan. (Heri Andrianto dan Aan Darmawan, 2015).
Untuk dapat digunakan Board Arduino Uno di hubungkan ke komputer
dengan menggunakan kabel USB atau dengan adaptor atau Power Supply 7-12 V
6
DC. Arduino Uno dapat di gunakan untuk mendeteksi lingkungan dengan
membaca data dari berbagai sensor .misalnya jarak, infra merah, suhu, cahaya,
ultrasonik, tekanan,kelembaban dan lain lain
Secara garis besar Arduino mempunyai 14 pin Digital yang dapat di set sebagai
Input atau Output dan 6 pin input [Link] lebih jelasnya untuk spesifikasi
Arduino Uno bisa dilihat di bawah ini.
Gambar 2.3. Arduino uno
(sumber : [Link] )
Tabel 2.1. Spesifikasi Arduino Uno R3
Mikrokontroler ATMega 328
Tegangan Pengoperasian 5 V DC
Tegangan Input yang disarankan 7 – 12 V DC
Batas Tegangan Input 6 – 20 V
Jumlah pin I/O digital 14 pin digital
Jumlah pin Input Analog 6 pin
Arus DC tiap pin I/O 40 mA
Arus DC untuk pin 3,3 V 50 mA
Memory Flash 32 KB (ATMega 328) sekitar 0,5 KB
SRAM 2 KB (ATMega 328)
EPROM 1 KB (ATMega 328)
Clock Speed 16 MHz
7
2.4 Motor stepper
Motor stepper atau motor langkah adalah motor listrik yang dirancang untuk
penggunaan pada sistem kontrol digital langsung (Direct Digital Control), dimana
sinyal yang dihasilkan berasal dari sistem digital, seperti: mikrokomputer. Motor
stepper berputar dengan tahapan (step) yang tetap dari satu posisi ke posisi yang
lain. Besar pergeseran step tergantung dari kontruksi motor. Besar tahapan atau
step ini disebut dengan derajat step atau step angel (SA), angka ini berkisar : 1,8 –
2,5 – 3,75 – 7,5 – 15 dan 30°.
Motor stepper mempunyai struktur yang lebih sederhana dibandingkan
dengan motor–motor listrik yang lain, terutama rotornya yang terbuat dari besi
magnet permanen. Step angle berhubungan dengan jumlah gigi (teeth) dari stator
(Ns) dan rotor (Nr).
Gambar 2.4. Motor Stepper
(sumber : [Link] )
Motor stepper mengubah pulsa - pulsa listrik yang diberikan menjadi gerakan
diskrit rotor yang disebut langkah. Nilai rating dari suatu Motor stepper diberikan
dalam langkah perputaran (steps per revolution).
Motor stepper biasanya mempunyai kecepatan dan torsi yang rendah. Motor
stepper, motor stepper bekerja berdasarkan pulsa yang diberikan pada lilitan
fasanya dalam urutan yang tepat. Selain itu pulsa - pulsa itu harus juga
menyediakan arus yang cukup besar pada lilitan fasa tersebut.
Karena itu untuk pengoperasian Motor stepper, pertama kali harus mendesain
squencer logic untuk menentukan urutan pencatuan lilitan fasa motor dan
kemudian menggunakan suatu penggerak (driver) untuk menyediakan arus yang
dibutuhkan oleh lilitan fasa. Pada perancangan pintu otomatis, motor stepper
digunakan sebagai penggerak, sehingga pintu dapat terbuka dan tertutup.
8
2.5 Breadboard
Project Board atau yang sering disebut sebagai breadboard adalah dasar
konstruksi sebuah sirkuit elektronik dan merupakan prototype dari suatu
rangkaian elektronik. Breadboard banyak digunakan untuk merangkai komponen,
karena dengan menggunakan breadboard,pembuatan prototype tidak memerlukan
proses menyolder. karena sifatnya yang solderless alias tidak memerlukan solder
sehingga dapat digunakan kembali dan dengan demikian sangat cocok digunakan
pada tahapan proses pembuatan prototype serta membantu dalam berkreasi dalam
desain sirkuit elektronika.
Berbagai sistem elektronik dapat dimodelkan dengan menggunakan
breadboard,mulai dari sirkuit analog dan digital kecil sampai membuat unit
pengolahan terpusat (CPU). Secara umum breadboard memiliki jalur seperti
berikut ini :
Gambar 2.5 Bread board
(sumber : [Link] )
2.6 Ethernet Shield
Modul ethernet yang digunakan pada penelitian ini adalah Arduino
Ethernet Shield. Ethernet berfungsi sebagai web server atau sebagai perangkat
yang dapat berkomunikasi dengan perangkat lain menggunakan TCP/IP (Satria &
Yanti 2017).
Ethernet shield adalah modul yang digunakan untuk mengkoneksikan
arduino dengan internet menggunakan kabel (wired). Arduino ethernet shield
dibuat berdasarkan pada wiznet W5100 ethernet chip, wiznet W5100 menyediakan
ip untuk TCP dan UDP yang mendukung hingga 4 soket secara simultan. untuk
menggunakanya dibutuhkan library ethernet dan spi, dan ethernet shield ini
menggunakan kabel rj-45 untuk mengkoneksikanya ke internet, dengan integrated
line transformer dan juga power over ethernet. ethernet shield bekerja dengan cara
memberikan layanan ip pada arduino dan pc agar dapat terhubung ke internet. cara
9
menggunakan cukup mudah yaitu hanya dengan menghubungkan arduino ethernet
shield dengan board arduino lalu akan disambungkan ke jaringan internet.
Cukup memasukkan module ini ke board arduino, lalu menghubungkannya
ke jaringan ineternet dengan kabel rj-45, maka arduino akan terkoneksi langsung
ke internet dan untuk menggunakanya, tentu saja kita harus menyetting ip pada
module dan pc internet agar dapat terhubung satu sama lain. Selain itu module ini
juga terdapat sebuah on board micro-sd slot, yang dapat digunakan untuk
menyimpan file dan data. Module ethernet shield bisa digunakan dengan board
arduino uno dan mega, dapat bekerja dengan baik pada kedua arduino tersebut.
untuk menggunakan akses micro sd card reader on board ini dapat dengan
menggunakan library sd card. Saat menggunakan library ini ss ditempatkan pada
pin 4. Module ethernet juga terdapat pula reset controller, untuk memastikan
bahwa module W5100 ethernet dapat reset on power-up.
Gambar 2.6. Ethernet Shield
( sumber : [Link] )
2.7 Kabel Jumper
Kabel Jumper adalah kabel elektrik untuk menghubungkan antar komponen
di bread board tanpa memerlukan solder. Kabel jumper umumnya memiliki
konektor atau pin di masing-masing ujungnya. Konektor untuk menusuk disebut
male connector, dan konektor untuk ditusuk disebut female connector.
Ada beberapa jenis kabel jumper yang dibedakan berdasarkan konektor
kabelnya, yaitu :
a. Male to Male
Kabel jumper jenis ini digunakan untuk koneksi male to male
10
Gambar 2.7. Kabel Jumper Male to Male
( sumber : [Link] )
b. Male to female
Kabel jumper jenis ini digunakan untuk koneksi male to female dengan salah satu
ujung kabel dikoneksi male dan satu ujungnya lagi dikoneksi female.
Gambar 2.8. Kabel Jumper Male to Female
( sumber : [Link] )
c. Female to female
Kabel jenis ini digunakan untuk koneksi female to female pada kedua ujungnya.
Gambar 2.9. Kabel Jumper Female To Female
( sumber : [Link] )
11
2.8 Software IDE Arduino
Sofware IDE Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat
open –source, diturunkan dari platform wiring, dirancang untuk memudahkan
pengguna elektronik dalam berbagai bidang, hadware-nya menggunakan prosesor
atmel avr dan sofware-nya memiliki bahasa pemograman c++ yang sederhana dan
fungsi-fungsinya yang lengkap, sehingga arduino mudah dipelajari oleh pemula.
Ide (integrated development environment) adalah aplikasi cross-platform
ditulis dengan bahasa pemograman java dan berasal dari ide untuk bahasa
pemograman wiring project, hal ini dirancang untuk memudahkan pengguna
mempelajari mikrokontroller dengan software development, termasuk didalam
perangkat lunak dengan kode editor dan fitur seperti sintaks, brace pencocokan,
dan identitas otomatis, serta mampu compile dan upload program dengan sekali
perintah klik serta uji coba secara terminal serial. ide arduino dapat dilihat pada
gambar fungsi setiap icon pada ide arduino adalah sebagai berikut:
Gambar 2.10. tampilan software ide Arduino
( sumber : [Link] )
IDE arduino dapat dilihat pada gambar fungsi setiap icon pada IDE arduino
adalah sebagai berikut:
a. Icon menu verify yang bergambar ceklis berfungsi untuk mengecek program
yang ditulis apakah ada yang salah atau error.
b. Icon menu upload yang bergambar panah ke arah kanan berfungsi untuk
memuat / transfer program yang dibuat di software arduino ke hardware
arduino.
12
c. Icon menu new yang bergambar sehelai kertas berfungsi untuk membuat
halaman baru dalam pemrograman.
d. Icon menu open yang bergambar panah ke arah atas berfungsi untuk membuka
program yang disimpan atau membuka program yang sudah dibuat dari
pabrikan software arduino.
e. Icon menu save yang bergambar panah ke arah bawah berfungsi untuk
menyimpan program yang telah dibuat atau dimodifikasi.
f. Icon menu serial monitor yang bergambar kaca pembesar berfungsi untuk
mengirim atau menampilkan serial komunikasi data saat dikirim dari hardware
arduino.
Perangkat lunak arduino IDE dilengkapi dengan library c/c++ yang membantu
operasi input / output jauh lebih mudah dipahami. pengguna hanya perlu
mendefenisikan dua fungsi untuk membuat program dapat dijalankan ketika
dieksekusi pada papan arduino uno. fungsi tersebut diantaranya: 1. setup (), baris
program pada fungsi ini berjalan satu kali pada awal dari sebuah program yang
dapat menginisialisasi masukan dan keluaran pada papan mikrokontroler arduino
uno. 2. loop (), baris program pada fungsi ini dieksekusi berulang kali sampai
papan mikrokontroler arduino uno dinonaktifkan. bahasa pemograman arduino
adalah bahasa c++, dengan mendukung berkas library yang dapat
menyederhanakan proses coding. c++ mendefenisikan beberapa jenis data yang
berbeda. sign variable memungkinkan mengolah data negatif dan positif, serta
unsigned variable hanya data positif. tipe data yang digunakan dalam coding
arduino adalah void, boolean, char, unsigned char, byte, int, unsigned int, word,
long, unsigned long, short, float, double, array, string (char array), dan string
(object)