0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan6 halaman

Konfigurasi IP di Debian 10

Tutorial ini membahas cara konfigurasi alamat IP statis dan dinamis pada Debian 10. Ada dua cara konfigurasi yaitu menggunakan DHCP untuk mendapatkan IP secara otomatis dan mengatur IP secara manual dengan mengedit file konfigurasi jaringan.

Diunggah oleh

Empud Mahpudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan6 halaman

Konfigurasi IP di Debian 10

Tutorial ini membahas cara konfigurasi alamat IP statis dan dinamis pada Debian 10. Ada dua cara konfigurasi yaitu menggunakan DHCP untuk mendapatkan IP secara otomatis dan mengatur IP secara manual dengan mengedit file konfigurasi jaringan.

Diunggah oleh

Empud Mahpudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tutorial Debian 10 : Cara Konfigurasi IP

Address Static dan Dinamis


 Home
 Tutorial
 Debian
 Tutorial Debian 10 : Cara Konfigurasi IP Address Static dan Dinamis
linux config debian network tutorial

Debian merupakan salah satu distro linux yang juga banyak peminatnya dan bayak
distro yang merupakan turunan dari sistem operasi ini. Jika komputer/pc ingin konek
ke internet salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah mempunyai alamat IP
Address. Pada postingan kali ini saya akan membagikan tutorial mengenai
bagaimana Cara Konfigurasi IP Address Static dan Dinamis pada Debian 10 (Buster)
Server. Oke Langsung saja kita praktekan caranya.

Note : *Untuk mencoba hal ini disarankan anda sudah memahami tentang
pengelamatan jaringan dan subneting IP Address.
# lsb_release -a

No LSB modules are available.

Distributor ID: Debian


Description: Debian GNU/Linux 10 (buster)

Release: 10

Codename: buster

1. Cek IP Address
Kita dapat melihat IP Address kita dengan cara mengetikan perintah ip addr. Maka
akan tampil seluruh network interface yang terpasang pada komputer kita. Seperti
contoh dibawah komputer saya memiliki 3 interface yaitu lo yang
berarti localhost atau merupakan loopback. Serta enp0s3 dan enp0s8 yang
merupakan port ethernet komputer saya.
# ip addr
1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN
group default qlen 1000
link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
inet [Link]/8 scope host lo
valid_lft forever preferred_lft forever
inet6 ::1/128 scope host
valid_lft forever preferred_lft forever
2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST> mtu 1500 qdisc noop state DOWN group
default qlen 1000
link/ether 08:00:27:db:61:fb brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
3: enp0s8: <BROADCAST,MULTICAST> mtu 1500 qdisc noop state DOWN group
default qlen 1000
link/ether 08:00:27:0e:93:e7 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
copy

2. Konfigurasi IP Dinamis
Untuk mengkonfigurasi IP Address secara dinamis sangatlah mudah dan kita cukup
menggunakan DHCP untuk mendapatkan IP Address. Caranya adalah dengan
mengedit file /etc/network/interfaces dengan menggunakan text editor
kesayangan anda, disini saya menggunakan nano.
# nano /etc/network/interfaces
copy
Berikut merupakan isi default file /etc/network/interfaces.
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

source /etc/network/interfaces.d/*

# The loopback network interface


auto lo
iface lo inet loopback
copy
Mari kita coba konfigurasi network interface enp0s3 secara dinamis caranya mudah
hanya menambah 2 line perintah berikut.
auto enp0s3
iface enp0s3 inet dhcp
copy
Perintah auto enp0s3 digunakan untuk meload dan mengatifkan
interface enp0s3 pada saat service direstart. Sedangkan iface enp0s3 inet
dhcp digunakan untuk mengkonfigurasi ip secara dinamis melalui dhcp client.
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

source /etc/network/interfaces.d/*

# The loopback network interface


auto lo
iface lo inet loopback

auto enp0s3
iface enp0s3 inet dhcp
copy
Save lalu keluar dari text editor. Untuk nano bisa menekan
tombol crtl+x lalu y kemudian enter. Setelah itu kita coba restart service nya tapi
sebelum itu pastikan Kabel LAN sumber internet sudah ditancapkan ke Port LAN.
Mengapa perlu di restart ? Karena agar konfigurasi kita terload. Ada berbagai macam
cara untuk merestart service networking ini salah satunya adalah kalian bisa
menggunakan cara berikut.
# /etc/init.d/networking restart
[ok] Restarting networking via systemctl: [Link]
copy
Jika ok maka tidak ada masalah dari konfigurasi kita tetapi jika failed pasti ada
konfigurasi yang salah maka cek kembali konfigurasimu. Sekarang mari kita cek
kembali IP Address kita apakah sudah mendapatkan IP dari dhcp server atau belum,
caranya yaitu dapat mengetikan perintah ip addr.
# ip addr

1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN


group default qlen 1000

link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00

inet [Link]/8 scope host lo

valid_lft forever preferred_lft forever

inet6 ::1/128 scope host

valid_lft forever preferred_lft forever

2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast


state UP group default qlen 1000

link/ether 08:00:27:db:61:fb brd ff:ff:ff:ff:ff:ff

inet [Link]/27 brd [Link] scope global dynamic enp0s3

valid_lft 86098sec preferred_lft 86098sec

inet6 fe80::a00:27ff:fedb:61fb/64 scope link


valid_lft forever preferred_lft forever

3: enp0s8: <BROADCAST,MULTICAST> mtu 1500 qdisc noop state DOWN group


default qlen 1000

link/ether 08:00:27:0e:93:e7 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff

Nah jika berhasil maka kita mendapatkan sebuah alamat ip, di komputer saya
mendapat ip [Link]/27 ini akan berbeda-beda tergantung dari sumber
internet yang kamu gunakan. Nah sekarang kita coba tes koneksi dengan tool ping.
# ping -c 3 [Link]
PING [Link] ([Link]) 56(84) bytes of data.
64 bytes from [Link] ([Link]): icmp_seq=1 ttl=51
time=81.2 ms
64 bytes from [Link] ([Link]): icmp_seq=2 ttl=51
time=83.9 ms
64 bytes from [Link] ([Link]): icmp_seq=3 ttl=51
time=112 ms

--- [Link] ping statistics ---


3 packets transmitted, 3 received, 0% packet loss, time 18ms
rtt min/avg/max/mdev = 81.186/92.460/112.343/14.101 ms
copy
Mantap, Konfigurasi berhasil kita bisa terhubung ke Internet.

2. Konfigurasi IP Static
Untuk konfigurasi IP Address secara Static caranya sama seperti konfigurasi secara
dinamis hanya saja konfig yang ditulis berbeda. Buka kembali file
“/etc/network/interfaces” lalu edit menggunakan text editor dan ganti menjadi
seperti konfig dibawah. Sesuaikanlah dengan jaringan yang kamu punya cupuk
isikan ip address/prefix dan jangan lupa default gateway-nya.
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

source /etc/network/interfaces.d/*

# The loopback network interface


auto lo
iface lo inet loopback

auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
address [Link]/27
gateway [Link]
Save konfigurasi dan jangan lupa restart service network kamu seperti cara diatas.
Maka jika konfigurasi sukses maka IP Address kamu akan berubah.
# ip addr

1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN


group default qlen 1000
link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00

inet [Link]/8 scope host lo

valid_lft forever preferred_lft forever

inet6 ::1/128 scope host

valid_lft forever preferred_lft forever

2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast


state UP group default qlen 1000

link/ether 08:00:27:db:61:fb brd ff:ff:ff:ff:ff:ff

inet [Link]/27 brd [Link] scope global dynamic enp0s3

valid_lft 86098sec preferred_lft 86098sec

inet6 fe80::a00:27ff:fedb:61fb/64 scope link

valid_lft forever preferred_lft forever

3: enp0s8: <BROADCAST,MULTICAST> mtu 1500 qdisc noop state DOWN group


default qlen 1000

link/ether 08:00:27:0e:93:e7 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff

Jika menggunakan konfigurasi static jangan lupa untuk mengkonfigurasi dns secara
manual dengan cara mengedit file /etc/[Link] menggunakan text editor.
Sesuaikan dengan dns server kamu. Ini merupakan dns server yang saya gunakan.
nameserver [Link]
nameserver [Link]
copy
Note: Jika kamu beralih dari dinamis ke static dan setelah cek IP Address
ternyata menjadi ada 2 IP maka cobalah untuk reboot servermu.

Jika kamu ingin mengkonfigurasi server Debian 10 sebagai Router maka untuk
network interface selanjutnya cukup isikan ip address/prefix tidak usah
menggunakan gatewayyang menggunakan gateway cukup interface yang mengarah
ke internet saja sebagai contoh seperti berikut.
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

source /etc/network/interfaces.d/*

# The loopback network interface


auto lo
iface lo inet loopback

auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
address [Link]/27
gateway [Link]
## Interface yang mengarah ke Local Network
auto enp0s8
iface enp0s8 inet static
address [Link]/24
Lalu cek koneksi menggunakan tool ping kembali. Jika berhasil maka kita telah
selesai melakukan konfigurasi IP Address pada server Debian 10 kita. Cukup Sekian
postingan dari saya semoga dapatmenambah wawasan dan bermanfaat.

Anda mungkin juga menyukai