0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan29 halaman

Alfred: Kisah Putus Cinta di Pandemi

Cerita ini menceritakan perjalanan hidup Alfred yang selalu dipanggil dengan nama "Kampret" oleh teman-temannya sejak SD hingga dewasa. Pada suatu malam, pacarnya yang bernama Lisa memutuskan hubungan mereka yang berlangsung 5 tahun lewat pesan WhatsApp singkat. Meskipun terkejut, Alfred menerimanya dengan pasrah. Cerita berlanjut dengan Alfred yang berusaha menghubungi Lisa namun ditolak dengan alasan pandemi.

Diunggah oleh

5ww92pyx9g
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan29 halaman

Alfred: Kisah Putus Cinta di Pandemi

Cerita ini menceritakan perjalanan hidup Alfred yang selalu dipanggil dengan nama "Kampret" oleh teman-temannya sejak SD hingga dewasa. Pada suatu malam, pacarnya yang bernama Lisa memutuskan hubungan mereka yang berlangsung 5 tahun lewat pesan WhatsApp singkat. Meskipun terkejut, Alfred menerimanya dengan pasrah. Cerita berlanjut dengan Alfred yang berusaha menghubungi Lisa namun ditolak dengan alasan pandemi.

Diunggah oleh

5ww92pyx9g
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GERIMIS

ACT 1

1 INT. RUMAH ALFRED - KAMAR - SORE 1


NARATOR
Tokoh utama kita bernama Alfred.
Diatas kursi kita melihat Alfred di depan komputer, lalu
matanya mengarah ke kamera.
MEDIUM SHOT.
NARATOR (cont’d)
Atau sebagai mana teman-temanya
memanggilnya...
Terlihat 3 teman Alfred melihat di depan kamera.
3 TEMAN ALFRED
Kampret!

NARATOR
Diantara pertemanan sesama cowok,
memang ada kecenderungan membuat
nama keren yang susah-susah
dikasih oleh orang tua menjadi
lebih culun.
Menunjukan Alfred dan teman-temannya sedang bergurau.

2 EXT. SEKOLAH - KELAS - PAGI 2


NARATOR
Di SD Dia dipanggil

Alfred sedang duduk dikursi dan temannya datang berkata.


TEMAN SD ALFRED
Hai Alfred..

3 EXT. SEKOLAH SMP - GERBANG SEKOLAH - PAGI 3


NARATOR
Di SMP, Dia dipanggil

Alfred sedang berjalan menuju gerbang, teman SMP Alfred


menunggu di depan gerbang.
TEMAN SMP ALFRED
Oi.... Kepret..
2.

4 EXT. SEKOLAH SMA - GEDUNG BELAKANG SEKOLAH - PAGI 4


NARATOR
Di SMA Dia dipanggil..

Alfred sedang duduk makan dengan santai, lalu temannya


datang terlihat capek.
TEMAN SMA ALFRED
Si Kampret...disini

5 INT. KANTOR - RUANG KERJA - PAGI 5


NARATOR
Nama ini terbawa terus sampai
sekarang saat dia sudah kerja di
sebuah perusahaan telekomunikasi
di Jakarta.

6 EXT. RUMAH ALFRED - DEPAN RUMAH - PAGI 6


NARATOR
Anehnya,ketika temannya
berkunjung, kerumah dan bertemu
orang tuanya.
Menunjukan di depan rumahnya, terlihat Bapak Alfred dan
dihadapannya terdapat temannya Alfred.

NARATOR (cont’d)
Temannya bilang...
Terlihat lebih dekat bapak Alfred dan temannya.
TEMAN RUMAH ALFRED
Kampret ada om?
Terlihat teman Alfred menanyakan dengan ekspresi santai.
NARATOR
Bapaknya Alfred malah menjawab.

BAPAK ALFRED
Oh ada tuh didalam.
Terlihat Bapak Alfred menunjuk ke dalam rumah dengan
santai.
3.

7 INT. RUMAH ALFRED - KAMAR - MALAM 7


NARATOR
Seolah mengamini, bahwa anaknya
sejenis kelelawar pemakan buah
Terlihat siluet Alfred seperti karakter Batman.

8 INT. SUPERMARKET - RUANG BELANJA - SIANG 8


NARATOR
Alfred adalah sosok pria yang
ketika kamu berpapasan di
supermarket, kamu tidak akan
pernah ingat sama sekali kamu
pernah berpapasan dengannya.
Alfred sedang berdiri memegang keranjang belanjaan dengan
ekspresi datar diantara kerumunan pembeli.

NARATOR (cont’d)
Dia adalah orang biasa saja.
Berbaur dengan keramaian, menyatu
dengan oksigen.

Alfred masih bediri lalu menarik nafas seolah menghirup


oksigen.

9 INT. RUMAH ALFRED - KAMAR - SORE 9

NARATOR
Tidak ada yang tahu, bahwa dia
punya bekas luka di tangan
kanannya.

Alfred sedang didepan komputer, tangannya mengetik dan


terlihat bekas luka di tangan kanannya.

NARATOR (cont’d)
Tidak ada yang tahu, dia suka
baca novel detektif.
Alfred sedang di depan komputernya disamping tangan
kirinya mengetik, terdapat novel detektif.

NARATOR (cont’d)
Alfred adalah tipikal orang yang
tiap kali dia potong rambut,
tidak ada satu pun orang yang
sadar„,

(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 4.

Terlihat Alfred yang sedang berjalan menuju teman-temannya


yang sedang duduk (rambut Alfred terlihat pendek), dia
terlihat senyum sendiri dan respon temannya cuek.

NARATOR (cont’d)
Sampai rambutnya panjang lagi.
Terlihat Alfred yang sedang disofa.
Alfred yang sedang santai duduk, di hampiri temannya.

TEMAN RUMAH ALFRED


Oi kampret, gua kaya gak pernah
ngeliat lu cukur? Cukur napa!
Bareng yuk sama gua.

Temannya berkata demikian seolah Alfred tidak pernah


cukur, Alfred hanya bisa bengong melihat temannya.

10 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - MALAM 10

NARATOR
sekarang...
Menunjukan Alfred sedang diruang tengah.

NARATOR (cont’d)
Alfred sedang patah hati. di
tengah pandemi seperti ini,
ternyata ada yang lebih buruk di
tahun 2020 bagi Alfred.

Di hadapan komputer, menunjukan berita korona disamping


komputer, terdapat hp Alfred (berekspresi lesu).
NARATOR (cont’d)
Dia baru saja diputusin oleh
pacaranya selama lima tahun
belakangan ini.
Lalu Alfred mengambil hp, melihat apakah ada notif tapi
tidak ada, lalu menyimpannya kembali.

11 EXT. CAFE - SORE 11


NARATOR
Nama perempuan itu adalah: LISA.

Menunjukan Lisa sedang duduk dicafe. Matanya menghadap ke


arah lain lalu melihat ke kamera dengan ekspresi cuek.
5.

12 INT. RUMAH - KAMAR - MALAM 12


NARATOR
Tempat terjadinya pemutusan
secara tidak berpripacaran, itu
di kamar Alfred
Terliat Alfred sedang duduk diatas kasur dihadapannya
terdapat laptop. Laptop menayangkan korea drama hai bye
mama.

NARATOR (cont’d)
Pukul 11 malam.
Terlihat jam menunjukan pukul 11 malam.

NARATOR (cont’d)
Alfred baru saja selesai nonton
episode terakhir dari drama korea
hai bye mama.
Alfred tengah asik menonton dengan serius.

NARATOR (cont’d)
Handphone-nya berbunyi.
Disampingnya terdapat handphone yang berbunyi.

NARATOR (cont’d)
Isinya whatsapp sederhana dari...
LISA
Aku rasa sudah waktunya kita
selesai.
Menampakan isi whatsapp.
NARATOR
Dengan polosnya Alfred mengetik.

ALFRED
Selesai apa?
Dengan muka polos Alfred mengetik.

LISA
Selesai.
Kembali muncul pesan dari Lisa.
LISA (cont’d)
Kita harus akhiri cerita cinta
ini.
Tambah Lisa, mimik wajahnya Alfred kaget-silent.

(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 6.

NARATOR
Lisa mutusin Alfred dengan bahasa
yang sangat baku, seolah dikutip
langsung dari lagu cinta yang
ramai di radio.
Menunjukan isi pesan-pesan dengan bahasa baku.
NARATOR (cont’d)
Respon Alfred saat itu biasa
saja.
Menampakan Alfred yang masih diam. masih duduk diatas
kasurnya lalu kembali mengetik.
NARATOR (cont’d)
Dia hanya bilang. ’Ya sudah kalau
kamu maunya begitu.’
Seraya menghembuskan nafas sedikit.
NARATOR (cont’d)
Sesungguhnya dia sudah melihat
ini terjadi,
Alfred menyimpan HPnya. Pikiran dia melayang memikirkan
kejadian ini, tapi dengan ekspresi datarnya.

NARATOR (cont’d)
Seperti mengendarai sebuah mobil,
dia sudah bisa melihat dari jauh
kalau lampu lalu lintas akan
menjadi warna merah.

Masih memperlihatkan Alfred yang masih datar.


NARATOR (cont’d)
Alfred hanya tidak menyangka
waktunya secepat itu.

Masih memperlihatkan Alfred yang masih datar.

13 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - PAGI 13

NARATOR
Dia sudah punya feeling, karena
setiap kali dia meminta ketemu
dengan Lisa, Lisa tidak mau.
alasan Lisa,

Alfred sedang menelpon Lisa sambil berdiri.


7.

14 EXT. CAFE - PAGI 14


LISA
Sekarang kan lagi pandemi, nanti
kamu bawa virus.
Lisa sedang memegang telponnya. Duduk disamping temannya.

15 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - PAGI 15


NARATOR
Bahkan ketika Alfred menawarkan
untuk swab test, seharga
seperlima dari gajinya setiap
bulan, Lisa masih tidak mau.
Alfred lalu duduk. HP tetap ditelinganya.

16 EXT. CAFE - PAGI 16


LISA
Jangan...

Jawab Lisa dengan ekpresi cemas.


LISA (cont’d)
siapa tahu swab test-nya salah.
Lanjutnya seraya melihat ke temannya, mata Lisa dan mata
temannya bertemu.

17 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - PAGI 17

ALFRED
Lah...namanya swab test kok bisa
salah?
Ekspresi Alfred yang tidak mengerti ucapan Lisa.

18 EXT. CAFE - PAGI 18


LISA
Yah... namanya manusia, tidak
luput dari kesalahan.
Lisa menjawab dengan ekspresi setengah yakin. Temannya
mengangguk seolah meyakinkan jawaban Lisa.
8.

19 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - PAGI 19


NARATOR
Anehnya, Lisa masih nongkrong
sama teman-temannya. Update di
story instagram dengan teman
yang lain, tanpa masker, pakai
stiker Good Vibes Only. atau I
Love Friday.

Tiba-tiba, HP menunjukan instastory Lisa, Alfred dengan


ekpresi tidak mengerti (aneh) dalam hatinya.
NARATOR (cont’d)
Postingan tersebut juga tidak di
close friend, yang membuat Alfred
bertanya-tanya. kenapa Lisa tidak
berusaha menyembunyikan hal
tersebut dari dirinya, seolah ada
sinyal yang dia mau berikan.

Alfred masih fokus melihat instastory Lisa, lalu


membayangkan Lisa yang berkata.

20 EXT. CAFE - PAGI 20

NARATOR
Seolah Lisa mau bilang...
LISA
Gue emang gak mau ketemu lo lagi.

Lisa dihadapan hp-nya berkata dengan malas.

21 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - PAGI 21

NARATOR
Tapi ya sudahlah, mungkin
hubungan dia dan Lisa harus
berakhir, begitu pikir Alfred.

Alfred lalu tersadar dan menyimpan hpnya. ~yasudahlah


pikirnya
NARATOR (cont’d)
Walaupun lima tahun rasanya waktu
yang terlalu lama untuk diakhiri
dengan sebuah kalimat sederhana.
Alfred lalu melihat hpnya, menuju galeri foto dan melihat
memori-memori soal dia dan Lisa masih berpacaran.
9.

22 INT. RUMAH - KAMAR - MALAM 22


NARATOR
Ketika diputusin, Alfred tidak
nangis. Tidak, dia hanya duduk,
memeluk bantal Iron Man
kesukaannya, lalu tidak merasakan
apa-apa.
Alfred tengah duduk diatas kasurnya seraya memeluk bantal
dengan ekspresi datar.

NARATOR (cont’d)
Aneh ya, bagaimana putus cinta
biasa digambarkan dengan perasaan
yang sangat sakit, tapi kali ini
yang terasa justru sebaliknya:
Alfred dengan ekspresi datarnya (melamun).
NARATOR (cont’d)
Hampa.

Masih dengan ekspresi datarnya (melamun).


NARATOR (cont’d)
Seperti seseorang yang baru saja
dipukul dikepala, mungkin respon
pertamanya pingsan di tengah
jalan. Itu yang terjadi.
Alfred yang sedang melamun, lalu tiba-tiba Alfred menunduk
lalu scene tiba-tiba gelap.

NARATOR (cont’d)
Tepat lima jam setelah diputusin,
Jam menunjukan pukul 4 subuh.
NARATOR (cont’d)
Badai memori menabrak pikiran
Alfrend.
Menunjukan memori-memori Alfred dan Lisa ketika masih
pacaran.

NARATOR (cont’d)
Dia menangis hingga dia tidak
mengenali suaranya sendiri.
Alfred sedang menangis diatas kasur dengan kencang. Air
matanya keluar banyak.
NARATOR (cont’d)
Alfred menangis cukup keras untuk
ukuran laki-laki 24 tahun.

Alfred menangis cukup keras hingga teriak-teriak.


10.

23 INT. RUMAH - KAMAR ORANG TUA ALFRED - MALAM 23


NARATOR
Alfred masih tinggal di
orangtuanya,
Menunjukan pintu kamar orang tuanya.
NARATOR (cont’d)
dan orang tuanya mendengar suara
tangisan itu dari kamar mereka.
Menunjukan pintu kamar.

24 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - MALAM 24


NARATOR
Bapaknya mengetuk pintu kamar,
Terlihat bapaknya naik ke lantai 2 menuju kamar Alfred
dengan ekspresi bertanya-tanya.
NARATOR (cont’d)
Membukanya,

NARATOR (cont’d)
Dan bertanya,
BAPAK ALFRED
Nak, kamu kenapa?

Tanya bapak Alfred saat sudah dihadapan kasur anaknya.


NARATOR
Bapak Alfred melihat anaknya
duduk diatas kasur, selimut
berantakan.

Dengan ekspresi bertanya-tanya.

25 INT. RUMAH - KAMAR - MALAM 25

NARATOR
Air mata membasahi pipinya.
Terlihat di pipinya basah kuyup.

ALFRED
Gak kenapa-napa.
Buru-buru Alfred menghapus pipinya yang basah.
Bapak Alfred langsung memeluk anaknya erat,
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 11.

dan dalam pelukannya, sambil melihat laptop yang masih


terbuka, dia berbisik kepada Alfred
BAPAK ALFRED
Papa ngerti kok nak, emang
endingnya Hai Bye, Mama sedih
banget.
Alfred, yang enggan membenarkan salah paham ayahnya, malah
menjawab,

ALFRED
Aktingnya kim tae hee emang bagus
banget di situ, pa.

26 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - SIANG 26


NARATOR
Satu bulan setelah putus cinta.

27 INT. KANTOR - SIANG 27


NARATOR
Alfred pelan-pelan mencoba untuk
beraktivitas kembali.
Scene di kantor.

28 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - SORE 28


NARATOR
Alfred mulai menerima kenyataan
bahwa dia di unfollow oleh Lisa
di instagram,
Menampilkan hp- instagram Alfred Alfred yang di unfollow
Lisa
NARATOR (cont’d)
Sebuah konfirmasi bahwa dia
memang benar diputusin. Karena,
di zaman sosial media seperti
sekarang ini, putus cinta baru
sah jika semua foto dengan mantan
telah dihapus, dan akun kita
telah di unfollow. sebelum itu
terjadi, masih ada harapan untuk
terjadi keajaiban.
Masih terlihat Alfred melihat instagram dengan santai,
seolah tak peduli soal unfollow yang dilakukan Lisa.
12.

29 INT. RUMAH - KAMAR - SIANG 29


NARATOR
Alfred juga sudah mulai menerima
kenyataan untuk memasukan semua
barang dari Lisa ke dalam kotak
kardus coklat, dan menyimpannya
di pojok kamar.
Alfred memasukan beberapa properti ke dalam kardus lalu
menaruhnya dipojok kamar.

30 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - SIANG 30


NARATOR
Alfred perlahan sudah bisa
menerima, bahwa dia harus
melanjutkan hidupnya. Alfred juga
tahu, diantara hal yang bikin
nyesek seperti ini.

Dari dalam kamar lalu Alfred ke ruang tengah menuju meja


kerja lalu mengetik sesuatu.
NARATOR (cont’d)
Dia masih bisa bersyukur, di
tengah pandemi dia masih bisa WFH
dari kantor, tabungannya cukup,
dan keluarganya semua sehat.
Tidak semua orang seberuntung
dia.

Seolah Alfred mengekspresikan bahwa dia bersyukur. Alfred


lanjut mengetik

31 INT. RUMAH - RUANG TENGAH - SORE 31

NARATOR
Satu hal yang bikin Alfred susah
move on: GERIMIS.
Dari meja kerjanya, Alfred lalu berjalan menuju jendela
yang mengarah ke halaman rumah, gerimis terlihat dari
jendelanya.

32 EXT. JALANAN - MOBIL - SORE 32


NARATOR
Dalam setahun pertama mereka
pacaran Alfred pernah
mengantarkan Lisa pulang, saat
itu sedang ada gerimis.
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 13.

Alfred dan Lisa tengah berdua dimobil, diluar gerimis.


LISA
Aku suka gerimis. Pas aja gitu,
belum sampai hujan yang bikin
orang kedinginan, tapi udah tidak
mendung yang bikin orang muram.
Ucap Lisa matanya melihat ke Alfred. Lalu berpindah ke
kaca mobil samping kirinya.

LISA
Gerimis itu hawa yang pas buat
aku.
Ucap Lisa dengan nada senang, senyum terlihat dibibirnya.

ALFRED
Gerimis juga saat yang tepat
untuk jatuh cinta.
Balas Alfred dengan sok puitis.

LISA
Ih apa sih, norak.
Ejek Lisa, padahal senang dalam hati, senyumannya ia
sembunyikan.

NARATOR
Dibawah gerimis sore itu, di
dalam mobil Alfred, api di dada
mereka berdua terasa begitu
hangat.

Menunjukan mereka berdua sedang senyum-senyum sendiri.


NARATOR (cont’d)
Tiga bulan setelah putus,

33 EXT. RUMAH - TERAS - SORE 33


NARATOR
Alfred masih belum mau menyetir
mobil ketika mendung.
Alfred berdiri di depan mobilnya, lalu pandanganya
berpindah ke langit yang sedang gerimis.
NARATOR
Dia tidak ingin ada di tengah
gerimis dan semua memori malam
itu luber keluar tanpa kendali.
Setelah melihat gerimis, Alfred berjalan menuju tangga
tapi terhenti saat ia melihat hpnya.
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 14.

NARATOR
Disaat ini juga Alfredd melihat
sebuah iklan sederhana dari
postingan seorang temannya: Drive
In Cinema.
Nikmati pengalaman nonton dilayar
besar, film-film di bioskop dari
dalam mobil.

Alfred sudah kangen sekali


menonton Film layar lebar dan
nonton di dalam mobil adalah
solusi yang paling masuk akal di
tengah pandemi seperti ini.

34 INT. TERAS - SORE 34


NARATOR
Alfred berencana membawa
mobilnya.
Alfred lalu mengambil jaket dari kamarnya lalu pergi dan
membuka mobilnya.

35 INT. MOBIL - SORE 35


NARATOR
Ketika Alfred menutup pintu mobil
itu, jangan terhadap Lisa kembali
terjadi.
Alfred memasuki mobilnya lalu ekspresinya mullai sedih
melihat ke samping kiri jok matanya,

36 EXT. MOBIL - SIANG 36


NARATOR
Sekelebat, memori antar-jemput
Lisa dari kantor ke rumahnya
hampir setiap hari, terngiang
kembali di kepalanya.

37 INT. MOBIL - SIANG 37


Scene memori ia menjemput Lisa. scene memori ia dan Lisa
di mobil.
15.

38 INT. TERAS - MOBIL - SORE 38


NARATOR
Air matanya, tidak dia sadari,
kembali menggenang.
Alfred tengah melamun, sedikit demi sedikit air matanya
jatuh

39 EXT. RUMAH - DEPAN RUMAH 39


Diluar, ibu Alfred yang sedang membaca buku diteras rumah,
melihat anaknya menangis.

IBU
Pak.
Kata ibunya dengan ekspresi sedikit cemas.
BAPAK
Ya, Ma.
Jawab bapanya yang tengah baca koran lalu melihat ke
istrinya.
IBU
Kayanya Alfred harus ngurangin
nonton drama korea, deh.
Tambah ibu Alfred masih dengan ekspresi cemasnya,
pandangannya tertuju ke Alfred yang masih melamun, pipinya
basah.
Pandangan bapaknya ikut melihat Alfred, lalu mengangguk.

40 EXT. JALANAN - MALAM 40


NARATOR
Mobil Alfred menembus jalanan
yang ramai, seolah tidak ada
pandemi yang sedang terjadi.

Mobil Alfred mendahului mobil-mobil di depannya.

41 EXT. CINEMA CAR - MALAM 41

Dia memasukan mobil di tengah mobil-mobil lain, seseorang


karyawan drive in datang membawa popcorn. Aroma jagung
bakar yang sudah enam bulan itu tidak dia hirup.

(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 16.

NARATOR
Hal-hal kecil seperti ini yang
dia rindukan. maklum, dua minggu
sekali, dia pergi bersama Lisa ke
bioskop.
Alfred sedikit senyum (seperti mengingat memori-memori)
lalu menghembuskan nafas.
NARATOR (cont’d)
Film yang bermain hari itu adalah
Grease, sebuah film tahun 1978
terlihat layar besar menunjukan film the grease

42 INT. MOBIL - MALAM 42

NARATOR
Alfred menyandarkan kursinya.

Dia melihat film tersebut


bermain.
Alfred menyandarkan tubuhnya.

NARATOR (cont’d)
Pikirannya justru
mengawang-awang. Dia tidak
menyimak.

Matanya melihat lurus ke layar, lalu sesekali kearah lain


mengawang-awang.
NARATOR (cont’d)
Gambar yang bermain di depannya
terlihat hanya seperti
potongan-potongan adegan tanpa
arti, karena pikirannya sibuk
berjalan sendiri.
Alfred melihat ke depan, dengan tatapan kosong.

NARATOR (cont’d)
Dia berandai : Kalau gue masih
pacaran, Lisa mungkin ada di
sebelah gue
Pandangan Alfred berpindah ke kiri joknya, lalu
bayang-bayang Lisa seolah muncul di sebelahnya.
17.

43 EXT. MOBIL - MALAM 43


NARATOR
Di tengah-tengah film, tiba-tiba,

Pintu kacanya diketuk.

44 INT. MOBIL - MALAM 44

Alfred menoleh ke arah kaca.


Jantung Alfred berhenti dua detik, saat dia tahu yang
mengetuk adalah Lisa.

45 EXT. MOBIL - MALAM 45


Lisa menyernitkan alisnya, dia terlihat gusar.

Lisa buru-buru ke arah pintu penumpang, dia mencoba


membukanya, tapi pintu masih terkuci.
LISA
Buka kuncinya,

diluar tangannya melipat.

46 INT. MOBIL - MALAM 46

Alfred masih bengong.


Matanya melihat lurus ke arah Lisa, mulutnya terbuka.

47 EXT. MOBIL - MALAM 47


LISA
Buka kuncinnya,

Lisa mulai kesal.

48 INT. MOBIL - MALAM 48

ALFRED
I.. Iyaa
Ngomongnya agak tergagap, ada diambang kaget dengan tidak
siap.
18.

49 EXT. MOBIL - MALAM 49


NARATOR
Melihat mantan pacar seperti ini
seperti melihat hantu: sesuatu
yang pernah hidup, tapi sekarang
gentayangan.
Alfred sedikit merinding

50 INT. MOBIL - MALAM 50


NARATOR
Lisa masuk ke dalam mobil Alfred.
Dia memakai baju pink hari itu.
Rambut ikalnya terlihat bercahaya diterpa gambar dari
layar besar di depan mobil
NARATOR (cont’d)
Alfred masih bengong, tidak siap
dengan ini semua. Dia masih belum
mengucapkan satu patah kata pun.
Mulut Alfred masih terbuka, matanya tak berhenti menatap
Lisa.
LISA
kamu ngikutin aku?
Suaranya cukup jelas untuk didengar di antara dialog dan
musik film yang masih terus bermain. Suaranya terdengar
menuduh.
ALFRED
Ngikutin?

Alfred terlihat bingung


LISA
Iya, kamu ngikutin aku ke tempat
ini? aku tadi lagi nonton di
depan, terus aku lihat ke sebelah
kiri belakang, kok ada mobil
kamu. Fred, ini serem lho.
Tanya menuduh, ekspresi serius, lalu diakhiri dengan
ekspresi ngeri.

ALFRED
Gak ada yang ngikutin
siapa-siapa.
Alfred dengan yakin membalas.

(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 19.

LISA
Terus kenapa kamu disini?
Tanya Lisa tak percaya, matanya menyipit.

ALFRED
Ya, seperti semua orang lainnya
di sini sih, mau nonton Grease.
Kamu ngapain di sini?

Balas Alfred dengan ekspresi matanya mengarah ke depan


lalu balik kearah Lisa.
LISA
Sama, seperti semua orang disini.

Jawabannya datar matanya mengarah ke depan.


Ada hening yang tidak enak selama beberapa saat.
ALFRED
kamu gak takut?

Pandangannya yang lurus langsung mengarah ke Lisa.


LISA
Takut apa?

Pandangan lisa mengarah ke alfred, ekspresi Lisa tak


mengerti, matanya menyipit.
ALFRED
Ini, masuk ke mobil aku.
Kemarin-kemarin kan kamu nolak
ketemu gara-gara takut virus,
sekarang kamu kok bisa langsung
masuk ke mobil aku?
Tangan Alfred lalu memegang setir, pandangannya mengarah
ke Lisa, ucapannya seolah menyindir.

Lisa tersadar, lalu melihat ke Alfred.


LISA
Tapi kamu dirumah aja kan?

Tangannya memegang storage diantara jok penumpang.


ALFRED
Iya, dirumah aja, gak
kemana-mana. Gak ketemu
siapa-siapa. Papa-Mama juga.
Kamu?
Jawab Alfred datar, pandangannya melihat lurus kedepan
lalu melihat kearah Lisa saat bertanya.

(CONTINUED)
CONTINUED: (3) 20.

LISA
Besok satu kantor mau keluar
kota, udah dibayarin swab sama
bos. Semua dites.

Jawab Lisa datar.


ALFRED
Baguslah, gak lucu juga pulang
ketemu mantan tiba-tiba sesak
napas kan?
Matanya memandang lurus ke depan. ekspresinya senyum
kecut.
LISA
iya gak lucu
Ucap Lisa bibirnya menunjukkan senyum kecut.
LISA
Aku harus tanya langsung. Jawab
jujur, ini bener kebetulan kamu
ada di sini? di saat yang
bersamaan dengan aku?
Lisa melihat tajam ke arah Alfred, dia terlihat penasaran.

ALFRED
Ini bener kebetulan.
Jawab Alfred, mengkonfirmasi.

NARATOR
Lisa tahu Alfred berkata yang
sejujurnya. lima tahun
berpasangan, dia tahu kelemahan
Alfred: setiap kali AlFred
berbohong, secara tidak sadar dia
menggaruk hidungnya. Lisa tidak
pernah memberitahu kelemahan ini
kepada Alfred. sungguh berkah
seorang pacar adalah kemampuan
untuk mendeteksi kebohongan
pasangan.

LISA
aku pergi du..
Lisa menghela nafas panjang. Dia lalu memegang gagang
pintu, bersiap untuk keluar.

ALFRED
kenapa sih kamu putusin aku?
Belum sempat Lisa menyelesaikan kalimatnya, Alfred
bertanya.
(CONTINUED)
CONTINUED: (4) 21.

Pandangannya yang semula mengarah kedepan, berpindah ke


arah Lisa, suaranya terdengar berat dan lemas ke arah
Lisa.

Lisa tidak menjawab, tangannya masih memegang gagang pintu


lalu ia lepas perlahan, pandangannya mengarah ke bawah
nunduk.
ALFRED (cont’d)
Kenapa?

Tanya Alfred lagi, matanya masih melihat Lisa, suaranya


tambah lemas.
LISA
Ini bener-bener mau dibahas, nih?

Pandangannya yang semula ke bawah mulai keatas lalu


mengarah ke Alfred, ucapannya terdengar serius,
ekspresinya memelas.
ALFRED
Yang tidak selesai, harus dibahas
dong.
Kata Alfred ucapannya lembut.

LISA
Buat aku udah selesai, kurang
jelas apa lagi? foto udah aku
hapus, kamu udah aku unfollow.
Ucap Lisa penuh penekanan, tangannya memegang hp.

ALFRED
Buat aku belum.
Alfred melihat mata Lisa, kepalanya geleng-geleng.

ALFRED (cont’d)
Jadi, kenapa?
Matanya masih menatap Lisa.
LISA
Cintanya hilang.
Jawab Lisa singkat pandangannya mengarah ke depan.
ALFRED
Hilang?

Tanya Alfred tak mengerti.


LISA
Iya, suatu hari aku bangun,
telponan sama kamu, terus, udah.
(MORE) (CONTINUED)
CONTINUED: (5) 22.

LISA (cont’d)
Gak ada apa-apa. Aku ga ngerasain
apa-apa lagi.

Pandangannya melihat ke Alfred, kepalanya sedikit


menggeleng.
LISA (cont’d)
Hilang begitu aja. Aku juga gak
ngerti. jujur, aku juga bingung
kenapa aku begini.
ALFRED
Bosen?
Tanya Alfred singkat

LISA
Mungkin, tapi yang jelas,
penjelasan paling sederhana:
cintanya sudah tidak ada lagi.

Pandangannya mengarah ke Alfred, nadanya sedikit gusar.


LISA
Maaf, itu sejujur-jujurnya aku
juga gak tahu kenapa. Mungkin,
sekarang kita udah jadi orang
yang beda.
Ekspresinya memelas meminta maaf, setelah itu tatapannya
seris,

ALFRED
Lima tahun itu waktu yang lama
lho..
Ucap Alfred tak terima.

LISA
Dan aku gak mau menghabiskan lima
tahun lagi dengan orang yang
salah.
Ucap Lisa tak mau kalah, kepalanya menggeleng, tak suka
kata salah aka diperpanjang.
LISA
Mungkin ini sakit buat kamu, tapi
mendingan sakit sekarang
dibandingkan sakit nanti-nanti.
Ucap Lisa serius.
Alfred terdiam. dia lalu melihat tajam ke arah Lisa.

(CONTINUED)
CONTINUED: (6) 23.

ALFRED
kamu salah sih, aku gak berubah.
Aku orang yang sama dengan yang
kamu temui 5 tahun lalu. Aku
orang yang sama, yang ngantri di
belakang kamu di KFC Kemang. Aku
orang yang sama yang kamu minta
tolong malam itu. Aku masih
inget, kamu ada di depan kasir,
sendirian, mau bayar makanan,
terus kamu nengok ke belakang,
kamu bilang, " sorry, boleh
pinjem lima puluh ribu gak, gue
janji bakal gue ganti. Gue gak
bawa duit, maaf banget". Abis itu
kita kenalan lalu kita makan satu
meja.
Ekspresi Alfred memelas + serius, Alfred mengatakan tanpa
henti tak ada koma.

ALFRED (cont’d)
Aku masih ingat itu semua, kata
per kata.
lanjutnya penuh penekanan.

ALFRED (cont’d)
Aku orang yang sama Lisa, aku
masih sayang kamu.
Alfred menatap Lisa, ekspresinya memelas + serius.

LISA
Iya...
Pandangan Lisa lurus, ucapannya datar.
LISA (cont’d)
Tapi aku orang yang beda.
Pandangannya yang semula lurus lalu mengarah ke Alfred,
tatapannnya lurus.
Alfred terdiam.

ALFRED
Terus, ingatan-ingatan kita
gimana? kamu mau apain? aku ada
lho, ketika kamu lulus, aku ada
ketika kamu butuh inteview kerja,
sampai malam aku temenin kamu
latihan pakai bahasa inggris.
Alfred terlihat gusar saat mengatakannya.

(CONTINUED)
CONTINUED: (7) 24.

LISA
Kamu gak bisa gitu dong
Lisa tak terima.

LISA (cont’d)
Aku juga ada kok, pas kamu minta
ditemenin skripsi di perpustakaan
daerah, aku ngorbanin gak kumpul
sama temen-temen vokal grup aku.
Aku juga ada. Berpasangan bukan
masalah itung-itungan, Fred. Ini
sederhana: aku sudah berubah.
Cintanya sudah hilang.
Kata Lisa tak terima, ucapannya sama yang diucapkan Alfred
sebelumnya, tak ada koma.
ALFRED
Apa yang berubah?
Alfred tak terima, tak mengerti, Alfred bertanya seperti
memojokan Lisa.
LISA
Semuanya. Mimpi aku, sifat aku.
Selera aku. Band yang kita
dengerin dulu bukan lagi favorit
aku.
ALFRED
Seila on 7?
LISA
itu masih.
LISA (cont’d)
Yang lainnya tidak. Kamu kalau
dalam posisi aku juga pasti
begini, Fred. Kamu mau kita masih
pacaran, tapi pasangan kamu sudah
gak ada rasa. Itu gak adil buat
kamu, dan gak adil juga buat aku.
Orang berubah, itu wajar. Akan
ada masanya dua orang saling
berpisah jalan, kamu gak salah,
aku juga gak salah. Tolong,
ngertiin itu, dong.
Lisa memandang nanar kedepan.

Alfred mengangguk, argumen Lisa ada benarnya.


ALFRED
Terus aku harus ngapain sekarang?
Ucap Alfred, pandangannya mengarah ke Lisa ekspresinya
memelas menunjukan bahwa ia capek, pasrah.
(CONTINUED)
CONTINUED: (8) 25.

LISA
Ya kamu harus relain aku. Aku
yakin kok kamu pasti nemu orang
yang lebih cocok, yang lebih baik
dari aku Yang lebih pantas buat
kamu. Yang terima kamu seperti
ini apa adanya.
Ucap Lisa bijak.

Alfred terdiam.
ALFRED
mobil kamu mana?
Dia menengok ke arah depan kanan.

LISA
Gak ada.
Matanya melihat ke Alfred, kepalanya menggeleng.

ALFRED
Gak ada?
Ekspresi Alfred tidak mengerti.

Lisa mengangguk.
ALFRED (cont’d)
kamu kesini naik apa?
Tanya Alfred, nada ucapannya meninggi.

LISA
Itu,
Kata Lisa menunjuk ke depan dengan kepalanya.

LISA (cont’d)
Mobil itu,
Mata Alfred mengarah ke sebuah mobil Honda HRV berwarna
hitam. Dia melihat ada siluet laki-laki sedang membuka
handphone, terlihat tidak memperhatikan film yang bermain
di depannya.
ALFRED
Kamu dateng sama cowok lain?
Tanya Alfred, mata alred terbuka lebar.

LISA
iya, aku dateng sama cowok lain.
Kata Lisa.

(CONTINUED)
CONTINUED: (9) 26.

ALFRED
Kamu mutusin aku gara-gara dia?
Tanya Alfred mengumpulkan keberanian untuk bertanya,
tangannya menunjuk ke arah mobil.

LISA
Kalau kamu mikir aku selingkuh,
tidak. aku baru dikenalin minggu
lalu, ini pertama kali kami pergi
bareng.

Kata Lisa mengkonfirmasi.


LISA (cont’d)
Tenang aja, aku gak sejahat itu.

Dengan nada Lisa menenangkan.


Alfred mengangguk.
Dia tahu itu benar.

LISA
Fred, aku udah maju kedepan
dengan hidup aku.
Kata Lisa bijak, tangannya memegang pundak Alfred.

LISA (cont’d)
Yang terbaik buat kamu adalah
untuk melanjutkan juga hidup
kamu. Sampai jumpa, Fred.
Terimakasih buat lima tahun ini.

Nadanya yang lembut diakhiri dengan senyuman.


Alfred terdiam.
LISA (cont’d)
Janji, kamu bakal cepat ngelupain
aku.
Ekspresinya ceria. bibirnya tersenyum, ucapannya lembut.
Jari kelingkingnya ia keluarkan. Tangannya muter-muter

Alfred masih terdiam.


LISA (cont’d)
Janji,

Kata Lisa lagi.


LISA
Please

Nada memohon.
(CONTINUED)
CONTINUED: (10) 27.

ALFRED
Janji.
Kata Alfred, sambil mengangkat tangan kanan, dan menggaruk
hidungnya.
Lisa menghela nafas panjang. air matanya mulai terkumpul.
LISA
dah„

Kata Lisa, dia buru-buru turun dari mobil.


tangannya melambai lalu pintu mobil pun terbuka, lalu Lisa
keluar.

51 EXT. CINEMA CAR - MALAM 51


NARATOR
Lisa masuk ke dalam mobilnya, dia
menceritakan jujur apa yang
terjadi kepada laki-laki di
sebelahnya. Laki-laki itu menoleh
ke arah Alfred, sekilas, tapi
lantas dia tidak peduli. Mereka
melanjutkan menonton film.

Lisa masuk ke dalam mobilnya, dia menceritakan jujur apa


yang terjadi kepada laki-laki di sebelahnya. Laki-laki itu
menoleh ke arah Alfred, sekilas, tapi lantas dia tidak
peduli. Mereka melanjutkan menonton film.

52 INT. CINEMA CAR - MALAM 52


NARATOR
Alfred masih melihat dari dalam
mobil.
Alfred masih melihat dari dalam mobil.
NARATOR (cont’d)
Tanpa sadar, ada gerimis yang
berjatuhan di atas mobil membuat
ketukan-ketukan kecil yang
mengiringi lamunan Alfred malam
hari itu. Alfred melihat ke kaca
mobilnya, menyalakan wiper,
sambil berharap gerimis kali ini
membasuh patah hatinya pergi.
28.

Tanpa sadar, ada gerimis yang berjatuhan di atas mobil


membuat ketukan-ketukan kecil yang mengiringi lamunan
Alfred malam hari itu. Alfred melihat ke kaca mobilnya,
menyalakan wiper, sambil berharap gerimis kali ini
membasuh patah hatinya pergi.

Anda mungkin juga menyukai