Alfred: Kisah Putus Cinta di Pandemi
Alfred: Kisah Putus Cinta di Pandemi
ACT 1
NARATOR
Diantara pertemanan sesama cowok,
memang ada kecenderungan membuat
nama keren yang susah-susah
dikasih oleh orang tua menjadi
lebih culun.
Menunjukan Alfred dan teman-temannya sedang bergurau.
NARATOR (cont’d)
Temannya bilang...
Terlihat lebih dekat bapak Alfred dan temannya.
TEMAN RUMAH ALFRED
Kampret ada om?
Terlihat teman Alfred menanyakan dengan ekspresi santai.
NARATOR
Bapaknya Alfred malah menjawab.
BAPAK ALFRED
Oh ada tuh didalam.
Terlihat Bapak Alfred menunjuk ke dalam rumah dengan
santai.
3.
NARATOR (cont’d)
Dia adalah orang biasa saja.
Berbaur dengan keramaian, menyatu
dengan oksigen.
NARATOR
Tidak ada yang tahu, bahwa dia
punya bekas luka di tangan
kanannya.
NARATOR (cont’d)
Tidak ada yang tahu, dia suka
baca novel detektif.
Alfred sedang di depan komputernya disamping tangan
kirinya mengetik, terdapat novel detektif.
NARATOR (cont’d)
Alfred adalah tipikal orang yang
tiap kali dia potong rambut,
tidak ada satu pun orang yang
sadar„,
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 4.
NARATOR (cont’d)
Sampai rambutnya panjang lagi.
Terlihat Alfred yang sedang disofa.
Alfred yang sedang santai duduk, di hampiri temannya.
NARATOR
sekarang...
Menunjukan Alfred sedang diruang tengah.
NARATOR (cont’d)
Alfred sedang patah hati. di
tengah pandemi seperti ini,
ternyata ada yang lebih buruk di
tahun 2020 bagi Alfred.
NARATOR (cont’d)
Pukul 11 malam.
Terlihat jam menunjukan pukul 11 malam.
NARATOR (cont’d)
Alfred baru saja selesai nonton
episode terakhir dari drama korea
hai bye mama.
Alfred tengah asik menonton dengan serius.
NARATOR (cont’d)
Handphone-nya berbunyi.
Disampingnya terdapat handphone yang berbunyi.
NARATOR (cont’d)
Isinya whatsapp sederhana dari...
LISA
Aku rasa sudah waktunya kita
selesai.
Menampakan isi whatsapp.
NARATOR
Dengan polosnya Alfred mengetik.
ALFRED
Selesai apa?
Dengan muka polos Alfred mengetik.
LISA
Selesai.
Kembali muncul pesan dari Lisa.
LISA (cont’d)
Kita harus akhiri cerita cinta
ini.
Tambah Lisa, mimik wajahnya Alfred kaget-silent.
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 6.
NARATOR
Lisa mutusin Alfred dengan bahasa
yang sangat baku, seolah dikutip
langsung dari lagu cinta yang
ramai di radio.
Menunjukan isi pesan-pesan dengan bahasa baku.
NARATOR (cont’d)
Respon Alfred saat itu biasa
saja.
Menampakan Alfred yang masih diam. masih duduk diatas
kasurnya lalu kembali mengetik.
NARATOR (cont’d)
Dia hanya bilang. ’Ya sudah kalau
kamu maunya begitu.’
Seraya menghembuskan nafas sedikit.
NARATOR (cont’d)
Sesungguhnya dia sudah melihat
ini terjadi,
Alfred menyimpan HPnya. Pikiran dia melayang memikirkan
kejadian ini, tapi dengan ekspresi datarnya.
NARATOR (cont’d)
Seperti mengendarai sebuah mobil,
dia sudah bisa melihat dari jauh
kalau lampu lalu lintas akan
menjadi warna merah.
NARATOR
Dia sudah punya feeling, karena
setiap kali dia meminta ketemu
dengan Lisa, Lisa tidak mau.
alasan Lisa,
ALFRED
Lah...namanya swab test kok bisa
salah?
Ekspresi Alfred yang tidak mengerti ucapan Lisa.
NARATOR
Seolah Lisa mau bilang...
LISA
Gue emang gak mau ketemu lo lagi.
NARATOR
Tapi ya sudahlah, mungkin
hubungan dia dan Lisa harus
berakhir, begitu pikir Alfred.
NARATOR (cont’d)
Aneh ya, bagaimana putus cinta
biasa digambarkan dengan perasaan
yang sangat sakit, tapi kali ini
yang terasa justru sebaliknya:
Alfred dengan ekspresi datarnya (melamun).
NARATOR (cont’d)
Hampa.
NARATOR (cont’d)
Tepat lima jam setelah diputusin,
Jam menunjukan pukul 4 subuh.
NARATOR (cont’d)
Badai memori menabrak pikiran
Alfrend.
Menunjukan memori-memori Alfred dan Lisa ketika masih
pacaran.
NARATOR (cont’d)
Dia menangis hingga dia tidak
mengenali suaranya sendiri.
Alfred sedang menangis diatas kasur dengan kencang. Air
matanya keluar banyak.
NARATOR (cont’d)
Alfred menangis cukup keras untuk
ukuran laki-laki 24 tahun.
NARATOR (cont’d)
Dan bertanya,
BAPAK ALFRED
Nak, kamu kenapa?
NARATOR
Air mata membasahi pipinya.
Terlihat di pipinya basah kuyup.
ALFRED
Gak kenapa-napa.
Buru-buru Alfred menghapus pipinya yang basah.
Bapak Alfred langsung memeluk anaknya erat,
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 11.
ALFRED
Aktingnya kim tae hee emang bagus
banget di situ, pa.
NARATOR
Satu hal yang bikin Alfred susah
move on: GERIMIS.
Dari meja kerjanya, Alfred lalu berjalan menuju jendela
yang mengarah ke halaman rumah, gerimis terlihat dari
jendelanya.
LISA
Gerimis itu hawa yang pas buat
aku.
Ucap Lisa dengan nada senang, senyum terlihat dibibirnya.
ALFRED
Gerimis juga saat yang tepat
untuk jatuh cinta.
Balas Alfred dengan sok puitis.
LISA
Ih apa sih, norak.
Ejek Lisa, padahal senang dalam hati, senyumannya ia
sembunyikan.
NARATOR
Dibawah gerimis sore itu, di
dalam mobil Alfred, api di dada
mereka berdua terasa begitu
hangat.
NARATOR
Disaat ini juga Alfredd melihat
sebuah iklan sederhana dari
postingan seorang temannya: Drive
In Cinema.
Nikmati pengalaman nonton dilayar
besar, film-film di bioskop dari
dalam mobil.
IBU
Pak.
Kata ibunya dengan ekspresi sedikit cemas.
BAPAK
Ya, Ma.
Jawab bapanya yang tengah baca koran lalu melihat ke
istrinya.
IBU
Kayanya Alfred harus ngurangin
nonton drama korea, deh.
Tambah ibu Alfred masih dengan ekspresi cemasnya,
pandangannya tertuju ke Alfred yang masih melamun, pipinya
basah.
Pandangan bapaknya ikut melihat Alfred, lalu mengangguk.
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 16.
NARATOR
Hal-hal kecil seperti ini yang
dia rindukan. maklum, dua minggu
sekali, dia pergi bersama Lisa ke
bioskop.
Alfred sedikit senyum (seperti mengingat memori-memori)
lalu menghembuskan nafas.
NARATOR (cont’d)
Film yang bermain hari itu adalah
Grease, sebuah film tahun 1978
terlihat layar besar menunjukan film the grease
NARATOR
Alfred menyandarkan kursinya.
NARATOR (cont’d)
Pikirannya justru
mengawang-awang. Dia tidak
menyimak.
NARATOR (cont’d)
Dia berandai : Kalau gue masih
pacaran, Lisa mungkin ada di
sebelah gue
Pandangan Alfred berpindah ke kiri joknya, lalu
bayang-bayang Lisa seolah muncul di sebelahnya.
17.
ALFRED
I.. Iyaa
Ngomongnya agak tergagap, ada diambang kaget dengan tidak
siap.
18.
ALFRED
Gak ada yang ngikutin
siapa-siapa.
Alfred dengan yakin membalas.
(CONTINUED)
CONTINUED: (2) 19.
LISA
Terus kenapa kamu disini?
Tanya Lisa tak percaya, matanya menyipit.
ALFRED
Ya, seperti semua orang lainnya
di sini sih, mau nonton Grease.
Kamu ngapain di sini?
(CONTINUED)
CONTINUED: (3) 20.
LISA
Besok satu kantor mau keluar
kota, udah dibayarin swab sama
bos. Semua dites.
ALFRED
Ini bener kebetulan.
Jawab Alfred, mengkonfirmasi.
NARATOR
Lisa tahu Alfred berkata yang
sejujurnya. lima tahun
berpasangan, dia tahu kelemahan
Alfred: setiap kali AlFred
berbohong, secara tidak sadar dia
menggaruk hidungnya. Lisa tidak
pernah memberitahu kelemahan ini
kepada Alfred. sungguh berkah
seorang pacar adalah kemampuan
untuk mendeteksi kebohongan
pasangan.
LISA
aku pergi du..
Lisa menghela nafas panjang. Dia lalu memegang gagang
pintu, bersiap untuk keluar.
ALFRED
kenapa sih kamu putusin aku?
Belum sempat Lisa menyelesaikan kalimatnya, Alfred
bertanya.
(CONTINUED)
CONTINUED: (4) 21.
LISA
Buat aku udah selesai, kurang
jelas apa lagi? foto udah aku
hapus, kamu udah aku unfollow.
Ucap Lisa penuh penekanan, tangannya memegang hp.
ALFRED
Buat aku belum.
Alfred melihat mata Lisa, kepalanya geleng-geleng.
ALFRED (cont’d)
Jadi, kenapa?
Matanya masih menatap Lisa.
LISA
Cintanya hilang.
Jawab Lisa singkat pandangannya mengarah ke depan.
ALFRED
Hilang?
LISA (cont’d)
Gak ada apa-apa. Aku ga ngerasain
apa-apa lagi.
LISA
Mungkin, tapi yang jelas,
penjelasan paling sederhana:
cintanya sudah tidak ada lagi.
ALFRED
Lima tahun itu waktu yang lama
lho..
Ucap Alfred tak terima.
LISA
Dan aku gak mau menghabiskan lima
tahun lagi dengan orang yang
salah.
Ucap Lisa tak mau kalah, kepalanya menggeleng, tak suka
kata salah aka diperpanjang.
LISA
Mungkin ini sakit buat kamu, tapi
mendingan sakit sekarang
dibandingkan sakit nanti-nanti.
Ucap Lisa serius.
Alfred terdiam. dia lalu melihat tajam ke arah Lisa.
(CONTINUED)
CONTINUED: (6) 23.
ALFRED
kamu salah sih, aku gak berubah.
Aku orang yang sama dengan yang
kamu temui 5 tahun lalu. Aku
orang yang sama, yang ngantri di
belakang kamu di KFC Kemang. Aku
orang yang sama yang kamu minta
tolong malam itu. Aku masih
inget, kamu ada di depan kasir,
sendirian, mau bayar makanan,
terus kamu nengok ke belakang,
kamu bilang, " sorry, boleh
pinjem lima puluh ribu gak, gue
janji bakal gue ganti. Gue gak
bawa duit, maaf banget". Abis itu
kita kenalan lalu kita makan satu
meja.
Ekspresi Alfred memelas + serius, Alfred mengatakan tanpa
henti tak ada koma.
ALFRED (cont’d)
Aku masih ingat itu semua, kata
per kata.
lanjutnya penuh penekanan.
ALFRED (cont’d)
Aku orang yang sama Lisa, aku
masih sayang kamu.
Alfred menatap Lisa, ekspresinya memelas + serius.
LISA
Iya...
Pandangan Lisa lurus, ucapannya datar.
LISA (cont’d)
Tapi aku orang yang beda.
Pandangannya yang semula lurus lalu mengarah ke Alfred,
tatapannnya lurus.
Alfred terdiam.
ALFRED
Terus, ingatan-ingatan kita
gimana? kamu mau apain? aku ada
lho, ketika kamu lulus, aku ada
ketika kamu butuh inteview kerja,
sampai malam aku temenin kamu
latihan pakai bahasa inggris.
Alfred terlihat gusar saat mengatakannya.
(CONTINUED)
CONTINUED: (7) 24.
LISA
Kamu gak bisa gitu dong
Lisa tak terima.
LISA (cont’d)
Aku juga ada kok, pas kamu minta
ditemenin skripsi di perpustakaan
daerah, aku ngorbanin gak kumpul
sama temen-temen vokal grup aku.
Aku juga ada. Berpasangan bukan
masalah itung-itungan, Fred. Ini
sederhana: aku sudah berubah.
Cintanya sudah hilang.
Kata Lisa tak terima, ucapannya sama yang diucapkan Alfred
sebelumnya, tak ada koma.
ALFRED
Apa yang berubah?
Alfred tak terima, tak mengerti, Alfred bertanya seperti
memojokan Lisa.
LISA
Semuanya. Mimpi aku, sifat aku.
Selera aku. Band yang kita
dengerin dulu bukan lagi favorit
aku.
ALFRED
Seila on 7?
LISA
itu masih.
LISA (cont’d)
Yang lainnya tidak. Kamu kalau
dalam posisi aku juga pasti
begini, Fred. Kamu mau kita masih
pacaran, tapi pasangan kamu sudah
gak ada rasa. Itu gak adil buat
kamu, dan gak adil juga buat aku.
Orang berubah, itu wajar. Akan
ada masanya dua orang saling
berpisah jalan, kamu gak salah,
aku juga gak salah. Tolong,
ngertiin itu, dong.
Lisa memandang nanar kedepan.
LISA
Ya kamu harus relain aku. Aku
yakin kok kamu pasti nemu orang
yang lebih cocok, yang lebih baik
dari aku Yang lebih pantas buat
kamu. Yang terima kamu seperti
ini apa adanya.
Ucap Lisa bijak.
Alfred terdiam.
ALFRED
mobil kamu mana?
Dia menengok ke arah depan kanan.
LISA
Gak ada.
Matanya melihat ke Alfred, kepalanya menggeleng.
ALFRED
Gak ada?
Ekspresi Alfred tidak mengerti.
Lisa mengangguk.
ALFRED (cont’d)
kamu kesini naik apa?
Tanya Alfred, nada ucapannya meninggi.
LISA
Itu,
Kata Lisa menunjuk ke depan dengan kepalanya.
LISA (cont’d)
Mobil itu,
Mata Alfred mengarah ke sebuah mobil Honda HRV berwarna
hitam. Dia melihat ada siluet laki-laki sedang membuka
handphone, terlihat tidak memperhatikan film yang bermain
di depannya.
ALFRED
Kamu dateng sama cowok lain?
Tanya Alfred, mata alred terbuka lebar.
LISA
iya, aku dateng sama cowok lain.
Kata Lisa.
(CONTINUED)
CONTINUED: (9) 26.
ALFRED
Kamu mutusin aku gara-gara dia?
Tanya Alfred mengumpulkan keberanian untuk bertanya,
tangannya menunjuk ke arah mobil.
LISA
Kalau kamu mikir aku selingkuh,
tidak. aku baru dikenalin minggu
lalu, ini pertama kali kami pergi
bareng.
LISA
Fred, aku udah maju kedepan
dengan hidup aku.
Kata Lisa bijak, tangannya memegang pundak Alfred.
LISA (cont’d)
Yang terbaik buat kamu adalah
untuk melanjutkan juga hidup
kamu. Sampai jumpa, Fred.
Terimakasih buat lima tahun ini.
Nada memohon.
(CONTINUED)
CONTINUED: (10) 27.
ALFRED
Janji.
Kata Alfred, sambil mengangkat tangan kanan, dan menggaruk
hidungnya.
Lisa menghela nafas panjang. air matanya mulai terkumpul.
LISA
dah„