0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
301 tayangan44 halaman

Efisiensi Pembelajaran Pariwisata SMKN 1

Proposal skripsi ini membahas upaya meningkatkan efisiensi metode pembelajaran untuk perkembangan sumber daya manusia dalam industri pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pembelajaran saat ini dan mengembangkan metode yang lebih efisien untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pariwisata.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
301 tayangan44 halaman

Efisiensi Pembelajaran Pariwisata SMKN 1

Proposal skripsi ini membahas upaya meningkatkan efisiensi metode pembelajaran untuk perkembangan sumber daya manusia dalam industri pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pembelajaran saat ini dan mengembangkan metode yang lebih efisien untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pariwisata.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EFISENSI METODE PEMBELAJARAN UNTUK PERKEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA DALAM INDUSTRI PARIWISTA SMKN 1


BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan dalam Seminar Proposal Penelitian


Guna Memenuhi Persyaratan Mencapai
Gelar Sarjana Strata Satu Program Studi Pariwisata

Disusun Oleh:
LALU GAEST BILARDI
22101165

PROGRAM STUDI SI PARIWISATA

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM

TAHUN 2023
HALAMAN PENGESAHAN

Telah diperiksa kelengkapan proposal ini

Tanggal:

Disahkan/disetujui oleh Ketua Prodi S1 Pariwisata

untuk diseminarkan

Dr. Drs. Syech Idrus.,[Link]


NIP. 195912311987031015

ii
KATA PENGANTAR

Dengan megucapkan syukur kehadiarat Allah SWT, Tuhan semesata alam


dan berkat Rahmat, Hidayah, serta Karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan proposal skripsi dengan judul ”Efisiensi Metode Pembelajaran
Untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia Dalam Industri Parwisiata SMKN 1
Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah” Sebagai Proposal skripsi ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk mengerjakan skripsi pada program Strata-
1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram.
Penulis menyadari dalam penyusunan proposal skripsi ini tidak akan
selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Karena itu pada kesempatan ini kami
ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Halus Mandala., [Link], selaku Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata
(STP) Mataram, yang telah memberikan fasilitas untuk kelancaran penyusunal
proposal ini.
2. Bapak Dr. Drs. Syech Idrus.,[Link], selaku Ketua Prodi S1 Pariwisata STP
Mataram, yang telah memberikan persetujuan atas permohonan penulis untuk
maju dalam seminar proposal.
3. Segenap Dosen Pengampu Mata Kuliah S1 Pariwisata yang telah memberikan
ilmunya sehingga penulis dapat menysusun proposal skripsi ini.
4. Segenap Staff Administrasi STP Mataram, khususnya staff administrasi di
program studi S1 Pariwisata Mataram, yang telah banyak memberikan bantuan
terutama proses administrasi tentang seminar proposal yang penulis ikuti saat
ini.
5. Orang tua, saudara-saudara penulis, atas doa, bimbingan, serta kasih sayang
yang selalu tercurah selama ini.
6. Segenap teman-teman seangkatan terlebih teman sekelas, yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu, yang memberikan motivasi dan dukukangan
moril kepada penulis untuk menyelesaikan proposal ini.

iii
Pemulis menyadari bahwa proposalskripsi ini tidak luput dari berbagai
kekurangan. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik demi
kesempurnaan dan perbaikannya sehingga akhirnya proposal skripsi ini dapat
memberikan manfaat bagi bidang pariwisata.

Mataram, 20 Juli 2023

(Lalu Gaest Bilardi)

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................v
DAFTAR TABEL................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................x
I. PENDAHULUAN...........................................................................................1
1.1 Konteks Penelitian.....................................................................................1
1.2 Fokus Penelitian.........................................................................................6
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................6
1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................6
II. KERANGKA TEORI DAN KONSEP..........................................................21
2.1 Kajian Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan.......................................21
2.2 Kajian Teori...............................................................................................23
2.2.1 Atraksi Wisata..................................Error! Bookmark not defined.
2.2.2 Pariwisata Budaya............................................................................23
2.2.3 Daya Tarik Wisata............................Error! Bookmark not defined.
2.3 Kajian Konsep............................................................................................25
2.3.1 Atraksi Wisata Budaya.....................Error! Bookmark not defined.
2.3.2 Daya Tarik Wisata Budaya..............Error! Bookmark not defined.
2.3.3 Desa Wisata......................................................................................27
2.4 Kerangka Pemikiran................................................................................28
III. METODE PENELITIAN.............................................................................30
3.1 Rancangan Penelitian.................................................................................30
3.2 Prosedur Penelitian.....................................................................................30
3.3 Lokasi Penelitian........................................................................................31
3.4 Penentuan Informan....................................................................................32
3.5 Jenis dan Sumber Data...............................................................................33
3.6 Instrumen Penelitian...................................................................................34

v
3.7 Teknik Pengumpulan Data.........................................................................34
3.8 Teknik Analisis Data..................................................................................34
3.9 Pengecekan Keabsan Data........................................................................36
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................29
LAMPIRAN..........................................................................................................31

vi
DAFTAR TABEL

No Judul Tabel Halaman


1. Daftar Informan Peenelitian................................................................34

vii
DAFTAR GAMBAR

No Judul Gambar Halaman


1 Kerangka Pemikiran ........................................................................................
29
2 Peta Kampung Sasak Ende ..............................................................................
32
3 Kampung Sasak Ende.......................................................................................
33

viii
DAFTAR LAMPIRAN

No Judul Lampiran Halaman


1. Pedoman Wawancara........................................................................................
39
2. Dokumentasi Data Observasi ..........................................................................
41

ix
I. PENDAHULUAN

1.1 Konteks Penelitian

Pariwisata adalah serangkaian kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh

perorangan atau keluarga atau kelompok dari tempat tinggal asalnya ke

berbagai tempat lain dengan tujuan melakukan kunjungan wisata dan bukan

untuk bekerja atau mencari penghasilan di tempat tujuan (Muljadi, 2009).

Dengan berkembangnya pariwisata, maka muncullah tren pariwisata, salah

satunya yaitu cultural taourism atau wisata budaya. enelitian ini berkaitan

dengan upaya meningkatkan efisiensi metode pembelajaran untuk

perkembangan sumber daya manusia dalam industri pariwisata. Penelitian ini

mungkin dilakukan di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok

Tengah.

Industri Pariwisata: Industri pariwisata adalah sektor ekonomi yang

berhubungan dengan perjalanan dan rekreasi. Ini mencakup segala hal, mulai

dari pariwisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, hingga perhotelan dan

sektor-sektor lain yang berhubungan dengan pariwisata.

SMKN 1 Batukliang Utara: SMKN 1 Batukliang Utara mungkin

merujuk pada sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terletak di

wilayah Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. SMK merupakan

jenis sekolah menengah yang memberikan pendidikan kejuruan dan persiapan

untuk dunia kerja.

1
Perkembangan Sumber Daya Manusia: Perkembangan sumber daya

manusia merujuk pada usaha untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan,

pengetahuan, dan kemampuan individu dalam rangka mencapai kinerja yang

lebih baik dan berkontribusi lebih efektif dalam lingkungan kerja atau industri

tertentu.

Efisiensi Metode Pembelajaran: Efisiensi metode pembelajaran berarti

memaksimalkan hasil pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan

strategi yang lebih efisien. Hal ini dapat mencakup penggunaan teknologi,

pengaturan kelas, bahan ajar, dan berbagai metode pembelajaran lainnya yang

lebih sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran.

Penelitian tentang efisiensi metode pembelajaran untuk perkembangan

sumber daya manusia dalam industri pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara

mungkin bertujuan untuk menemukan cara-cara terbaik untuk meningkatkan

hasil belajar siswa dan kesiapan mereka dalam memasuki industri pariwisata

setelah lulus dari sekolah. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang

efisien, siswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan dan

pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata, sehingga

dapat menghadapi tantangan dan kesempatan di masa [Link] Penelitian

Berdasrkan uraian di atas, peneliti dapat merumuskan fokus penelitian ini

sebagai berikut.

2
Apakah penggunaan teknologi dalam metode pembelajaran di SMKN 1

Batukliang Utara dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran dan

mempersiapkan siswa secara lebih baik untuk menghadapi tuntutan

industri pariwisata?

Bagaimana perbandingan efektivitas metode pembelajaran tradisional dan

metode pembelajaran berbasis proyek dalam mengembangkan keterampilan

praktis dan pengetahuan teoritis siswa untuk bekerja di industri pariwisata

setelah lulus dari SMKN 1 Batukliang Utara?

1.2 Tujuan Penelitian

[Link] tujuan penelitian yang mungkin termasuk:

Menilai efektivitas metode pembelajaran yang telah digunakan di

SMKN 1 Batukliang Utara dalam mengembangkan keterampilan dan

pengetahuan siswa untuk bekerja di industri pariwisata.

Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi metode

pembelajaran yang digunakan di sekolah terkait.

Menganalisis tingkat kesiapan siswa SMKN 1 Batukliang Utara untuk

menghadapi tuntutan dan tantangan industri pariwisata setelah lulus.

Menilai sejauh mana penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat

meningkatkan efisiensi dan hasil pembelajaran siswa di bidang

pariwisata.

Mengidentifikasi metode pembelajaran yang paling sesuai dan efisien

untuk meningkatkan perkembangan sumber daya manusia di industri

pariwisata di wilayah tersebut.

3
Memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah untuk mengoptimalkan

metode pembelajaran yang digunakan agar siswa dapat lebih siap dan

kompeten dalam menghadapi dunia industri pariwisata.

Berkontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana

efisiensi metode pembelajaran dapat berdampak pada perkembangan

sumber daya manusia dalam konteks industri pariwisata.

Tujuan penelitian haruslah jelas dan terukur sehingga penelitian dapat

dilakukan dengan fokus yang tepat dan menghasilkan informasi yang

relevan dan bermanfaat untuk pengembangan industri pariwisata dan sistem

pendidikan di SMKN 1 Batukliang Utara.

1.3 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian yang dilakukan adalah

sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Penelitian teoritis memiliki manfaat yang penting dalam pengembangan ilmu

pengetahuan dan pemahaman terhadap suatu topik atau konsep. Berikut adalah

beberapa manfaat dari penelitian teoritis:

a. Peningkatan pemahaman konsep: Penelitian teoritis membantu menggali

dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu

konsep, teori, atau paradigma. Ini membantu mengklarifikasi dan

mengartikulasikan aspek-aspek penting dari topik yang sedang diteliti.

b. Pengembangan teori dan kerangka konseptual: Penelitian teoritis berperan

dalam mengembangkan teori-teori baru atau memperkuat kerangka

4
konseptual yang sudah ada. Hal ini membantu membangun landasan

ilmiah yang kokoh untuk penelitian lebih lanjut.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis hasil yang diperoleh dari penelitian ini

diharapkan dapat memberikan gambaran dan masukan bagi semua

pihak yang berkepentingan termasuk bagi lembaga dan peneliti

dibidang kepariwisataan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan

dapat memberikan manfat bagi beberapa pihak sebagai berikut:

1. Peningkatan kualitas pendidikan: Penelitian ini dapat memberikan

wawasan tentang metode pembelajaran yang paling efisien dan efektif

untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan siswa dalam

industri pariwisata. Hasil penelitian ini dapat membantu pihak sekolah

dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran di SMKN 1

Batukliang Utara.

2. Penyesuaian kurikulum: Temuan dari penelitian ini dapat membantu pihak

sekolah dalam menyesuaikan kurikulum dan materi pembelajaran agar

lebih sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan industri pariwisata. Kurikulum

yang relevan akan membantu siswa mendapatkan pengetahuan dan

keterampilan yang lebih relevan dengan dunia kerja.

3. Peningkatan keterlibatan siswa: Dengan mengidentifikasi metode

pembelajaran yang lebih efisien, penelitian ini dapat membantu

meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar. Metode

5
yang menarik dan efisien dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa

untuk belajar.

6
II. KERANGKA TEORI DAN KONSEP

2.1 Kajian Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan

1. Penelitian tentang Metode Pembelajaran dalam Pendidikan: Beberapa

penelitian sebelumnya telah mengkaji efisiensi metode pembelajaran

dalam pendidikan umum. Studi-studi ini mengidentifikasi berbagai

metode pembelajaran, seperti metode tradisional, metode berbasis

proyek, dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Temuan

dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode

pembelajaran yang interaktif, relevan, dan partisipatif cenderung

meningkatkan pencapaian belajar siswa dan keterlibatan mereka dalam

kelas.

2. Penelitian tentang Perkembangan Sumber Daya Manusia dalam Industri

Pariwisata: Beberapa penelitian terdahulu telah meneliti perkembangan

sumber daya manusia dalam industri pariwisata. Studi-studi ini

memfokuskan pada keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang

dibutuhkan oleh pekerja dalam industri pariwisata. Hasilnya

menunjukkan bahwa perkembangan sumber daya manusia yang baik

dalam industri pariwisata akan berdampak positif pada kualitas layanan

dan daya saing industri.

3. Penelitian tentang Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan dan

Pariwisata: Studi-studi sebelumnya telah meneliti penggunaan

teknologi dalam konteks pendidikan dan industri pariwisata. Penelitian

ini mengungkapkan bahwa teknologi pendidikan, seperti penggunaan e-

21
learning, simulasi, atau aplikasi mobile, dapat meningkatkan efisiensi

pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik

dan interaktif bagi siswa. Selain itu, teknologi juga dapat digunakan

dalam pemasaran dan manajemen operasional di industri pariwisata

untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan kepada pelanggan.

4. Penelitian tentang Efektivitas Metode Pembelajaran di Sekolah

Kejuruan: Beberapa penelitian telah mengevaluasi efektivitas berbagai

metode pembelajaran di sekolah kejuruan, termasuk di bidang

pariwisata. Studi-studi ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran

berbasis proyek atau praktikum cenderung lebih efektif dalam

mengembangkan keterampilan praktis siswa yang relevan dengan

kebutuhan industri.

Dari kajian hasil penelitian terdahulu ini, dapat disimpulkan bahwa

penggunaan metode pembelajaran yang efisien, berorientasi pada

partisipasi siswa, dan mendukung penggunaan teknologi dapat memiliki

dampak positif pada perkembangan sumber daya manusia dalam konteks

pendidikan dan industri pariwisata. Oleh karena itu, penelitian tentang

efisiensi metode pembelajaran di SMKN 1 Batukliang Utara dalam

industri pariwisata dapat mengambil manfaat dari temuan dan rekomendasi

yang telah ada sebelumnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan

persiapan siswa menuju karir di industri pariwisata.

22
2.2 Kajian Teori

2.2.1 Pengelolaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengelolaan adalah

proses, cara, perbuatan mengelola; proses melakukan kegiatan tertentu

dengan cara menggerakan tenaga orang lain; proses membantu

merumuskan kebijaksanaan serta tujuan organisasi; proses memberikan

pengawasan tehadap semua hal yang terlibat di dalam pelaksanaan

kebijaksanaan dan pencapaian tujuan. Istilah pengelolaan merupakan

terjemahan dari kata management, yang berasal dari kata "to manage"

yang artinya mengatur, mengelola, melaksanakan, memperlakukan

serta mengendalikan. Selain itu, pengelolaan juga dapat diartikan

sebagai proses menggerakkan, mengorganisasikan serta mengarahkan

usaha manusia untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara

efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Terry (2005) manajemen adalah suatu proses yang khas terdiri

dari; tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan

pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-

sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya

manusia dan sumber daya lainnya. Terry mengemukakan konsep POAC

(Planning, Organizing, Acuanting dan Controlling). Konsep ini telah

banyak dilaksanakan banyak organisasi/perusahaan diseluruh dunia

untuk menjaga kelangsungan organisai perusahaan mereka. POAC

23
adalah strategi untuk menyusun, memproses serta mengatur organisasi

untuk lebih terorganisir dalam visi dan misi. Terdapat banyak konsep

manajemen yang dapat dilaksanakan namun konsep POAC sangat

kompatibel untuk diterapkan pada setiap tingkatan manajemen.

Pengelolaan pada desa wisata ini dilakukan untuk penigkatan

atrkasi budaya yang bisa dijadikan daya tarik wisata di kampung wisata

Sasak Ende, tetapi bukan berarti tanpa pengawasan dari pengelola.

Meskipun berbasis masyarakat, pengelolaan menggunakan prinsip

POAC (Planning, Organizing. Actuating dan Controlling) dapat

diterapkan. Pihak pengelola tetap mengawasi segala kegiatan yang ada

di wisata tersebut. Bukan hanya pengawasan saja, pengelola dan

masyarakat juga dituntut untuk terus kreatif dan inovatif menjaga

eksistensi tempat wisata agar tidak kalah saing dengan wisata-wisata

lain. Salah satunya dengan cara pengembangan atau perbaikan sarana

dan prasarana. Promosi juga sangat diperlukan untuk mengenalkan

tempat wisata ini ke khalayak lebih luas.

2.2.2 Fungsi-fungsi Pengelolaan

Adapun fungsi-fungsi pengelolaan/manajemen yang

dikemukakan oleh beberapa para ahli diantaranya: Handoko (2009),

menyatakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing,

staffing, leading, dan controlling Sedangkan Menurut Henry Frayol

(2010), manajer menjalankan fungsi manajemen yaitu merencanakan,

mengorganisasi, mengoordinasi, dan mengendalikan. Menurut Terry

24
dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011) membagi

empat fungsi dasar manajemen yaitu:

1. Planning (perencanaan) adalah pemilih fakta dan penghubungan

fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan

atau numai-anusi untuk masa yang akan datang dengan jalan

menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang

diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

2. Organizing (pengorganisasian) adalah penentuan, pengelompokan,

dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk

mencapai tujuan penempatan orang-orang (pegawai), terhadap

kegiatan-kegiatan ini. penyediaan factor-faktor fisik yang cocok

bagi keperluan kerja dan penunjukan hubungan wewenang, yang

dilimpahkan terhadap setiap orang dalam hubungannya dengan

pelaksanaan setiap orang dalam hubungannya dengan pelaksanaan

setiap kegiatan yang diharapkan.

3. Actuating (pelaksanaan) adalah membangkitkan dan mendorong

semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha

dengan keras untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi

dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian dari pihak

pimpinan.

4. Controlling (pengawasan) memiliki kedudukan atau kedudukan

yang sangat penting dalam manajemen, yaitu mempunyai fungsi

untuk menguji apakah pelaksanaan kerja teratur, terarah atau tidak.

25
Walaupun perencanaan, pengorganisasian bertindak baik, tetapi

apabila pelaksanaan kerja tidak teratur, tertib dan terarah, maka

tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Pengawasan dapat

dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu

standard apa yang sedang dilakukan seperti; pelaksanaan, menilai

pelaksanaan, dan jika perlu melakukan perbaikan-perbaikan,

sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras dengan

standard (ukuran).

Berdasarkan beberapa fungsi manajemen di atas, dapat

dipahami bahwa semua manajemen diawali dengan perencanaan

(Planning). Setelah itu pengorganisasian (Organizing). Selanjutnya

menerapkan fungsi pengarahan yang diartikan dalam kata yang berbeda

seperti actuating dan leading, sedangkan fungsi yang terakhir dalam

manajemen adalah pengendalian (Controlling).

Siagan dalam Fathoni (2006) merumuskan mengenai

penjelasan fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut.

1. Perencanaan

Perencanaan berarti persiapan atau penentuan-penentuan

terlebih dahulu tentang apa yang akan dikerjakan di kemudian hari

dalam batas waktu tertentu untuk mencapai hasil tertentu.

Perencanaan yang efektif harus dapat menjawab pertanyaan-

pertanyaan mengenai suatu hal yang menyangkut perencanaan. Pada

dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan adalah memberi

26
jawaban atas pertanyaan yang menyangkut dengan apa (what),

mengapa (why), dan bagaimana (how).

2. Pengorganisasian

Dalam suatu organisasi dituntut adanya kerja sama antara dua

orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan

efisien. Organisasi merupakan suatu proses untuk merancang

struktur formal, pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-

tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi dapat tercapai.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dipilih orang yang

memiliki kemampuan dan kompetensi dalam melaksanakan tugas.

3. Pengarahan

Pengarahan merupakan keinginan untuk membuat orang lain

mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau

kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi

kepentingan jangka panjang perusahaan. Termasuk didalamnya

memberitahukan orang lain apa yang harus dilakukan dengan nada

yang bervariasi mulai dari nada tegas sampai meminta bahkan

mengancam. Tujuannya adalah agar tugas-tugas dapat terselesaikan

dengan baik. Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan

manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisensi kerja secara

maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis,

dan lain sebagainya.

27
4. Pengawasan

Pengawasan adalah kegiatan membandingkan atau mengukur

yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma

standar atau rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya (Sutarno

NS, 2004:128). Pengawasan dilakukan untuk mengetahui :

a. Apakah semua kegiatan telah dapat berjalan sesuai dengan

rencana sebelumnya?

b. Apakah didalam pelaksanaan terjadi hambatan, kerugian,

penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang, penyimpanan, dan

pemborosan?

c. Untuk mencegah terjadinya kegagalan, kerugian, penyalahgunaan

kekuasaan dan wewenang, penyimpanan, dan pemborosan

d. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas organisasi.

Tujuan pengawasan adalah:

a. Menentukan dan menghilangkan sebab-sebab yang

menimbulkan kesulitan sebelum kesulitan itu terjadi.

b. Mengadakan pencegahan dan perbaikan terhadap kesalahan-

kesalahan terjadi.

c. Mendapatkan efisiensi dan efektifitas.

2.3 Kajian Konsep

Menurut Effendi (2013) definisi konsep adalah generalisasi dari

kelompok fenomena tertentu sehingga dapat digunakan untuk

menggambarkan berbagai fenomena yang sama. Konsep merupakan

28
suatu kesatuan pengertian tentang suatu hal atau persoalan yang akan

dirumuskan. Unsur penelitian yang menjelaskan tentang karakeristik

atau variabel suatu masalah yang hendak diteliti. Ada beberapa konsep

yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

2.3.1 Atraksi Budaya

Crosh& McKercher (2020) menyebutkan bahwa atraksi budaya

adalah jenis kegiatan pariwisata yang memanfaatkan kebudayaan

sebagai objek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan. Di destinasi

wisata wisatawan akan merasakan dan mempelajari berbagai

kebudayaan tertentu. Pandangan lain mengatakan bahwa atraksi budaya

adalah atraksi yang berbasiskan pada segala sesuatu yang dihasilkan

dari aktivitas manusia yang diantaranya berupa arkeologi, keramah-

tamahan penduduk setempat, situs budaya dan sejarah, museum,

festival budaya dan lain-lain (Noho, 2020).

Dari kedua pandangan di atas tampak adanya kesamaan dari sisi

pemanfaatan produk budaya sebagai daya tarik wisata namun dalam

Perda No 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Atraksi Budaya juga

menyatakan bahwa Atraksi Budaya adalah berbagai bentuk pertunjukan

atau tontonan karya dan hasil karya seni, adat istiadat tradisi, tata cara

upacara keagamaan yang unik dan menarik yang menjadi sasaran atau

tujuan kunjungan wisatawan untuk memperoleh nilai lebih atau

keuntungan yang tidak didapatkan di daerah lain salah satunya adalah

atraksi budaya yang dimiliki kampung wisata Sasak Ende sehingga

29
atraksi budaya tersebut bisa menjadi penunjang kegiatan pariwisata

yang ada di kampung wisata Sasak Ende. Atraksi budaya yang

dimaksud dalam penelitian ini adalah jenis potensi budaya yang bisa

dijadikan daya tarik wisata yang ada di kampung wisata Sasak Ende.

2.3.2 Pengelolaan

Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada

semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan

pencapaian tujuan. Secara umum pengelolaan merupakan kegiatan

merubah sesuatu hingga menjadi baik berat memiliki nilai-nilai yang

tinggi dari semula. Pengelolaan dapat juga diartikan sebagai untuk

melakukan sesuatu agar lebih sesuai serta cocok dengan kebutuhan

sehingga lebih bermanfaat.

Nugroho (2003) mengemukakan bahwa pengelolaan merupakan

istilah yang dipakai dalam ilmu manajemen. Secara etomologi istilah

pengelolaan berasal dari kata kelola (to manage) dan biasanya merujuk

pada proses mengurus atau menangani sesuatu untukmencapai tujuan

tertentu. Jadi pengelolaan merupakan ilmu manajemen yang

berhubungan dengan proses mengurus dan menangani sesuatu untuk

mewujudkan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Sementara Terry (2009) mengemukakan bahwa Pengelolaan

sama dengan manajemen sehingga pengelolaan dipahami sebagai suatu

proses membeda-bedakan atas perencanaan, pengorganisasian,

penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun

30
seni agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan

sebelumnya. Pengelolaan atau yang sering disebut manajemen pada

umumnya sering dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas dalam organisasi

berupa perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan

pengawasan. Istilah manajemen berasal dari kata kerja to manage yang

berarti menangani, atau mengatur. Dari pengertian pengelolaan di atas,

dapat disimpulkan bahwa Pengertian Pengelolan yaitu bukan hanya

melaksanakan suatu kegiatan, yang meliputi fungsi-fungsi manajemen,

seperti perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai

tujuan secara efektif dan efisien.

2.3.3 Desa Wisata

Menurut Peraturan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, desa

wisata adalah suatu bentuk kesatuan antara akomodasi, atraksi, sarana

dan prasarana pendukung wisata yang disajikan dalam suatu tatanan

kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi yang berlaku.

Sebuah desa bisa disebut dwsa wisata ialah desa yang mempunyai

potensi wisata yang dapat dikembangkan, sebuah tradisi, dan

kebudayaan yang menjadi ciri khas, aksebilitas dan sarana prasarana

yang mendukung program desa wisata, keamanan yang terjamin,

terjaganya ketertiban, dan kebersihan. Dasar dalam pengembangan desa

wisata ialah pemahaman tentang karakter dan kemampuan elemen yang

ada dalam desa seperti kondisi lingkungan dan alam, sosial budaya,

ekonomi masyarakat, struktur tata letak, aspek historis, budaya

31
masyarakat dan bangunan, termasuk indigeneus konwledge,

(pengetahuan dan kemampuan lokal) yang dipunyai masyarakat

(Kusumastuti, 2020).

Desa Wisata adalah sebuah area atau daerah pedesaan yang

memiliki daya tarik khusus yang dapat menajadi daerah tujuan wisata.

Di desa wisata, penduduk masih memegang tradisi dan budaya yang

masih asli serta beberapa aktivitas pendukung seperti sistem bertani,

berkebun serta makanan traditional juga berkontribusi mewarnai

keberadaan desa wisata itu sendiri. Selain faktor tersebut, faktor

lingkungan yang masih asli dan terjaga merupakan faktor penting yang

harus ada disuatu desa wisata (Zakaria, 2014). Sehingga unsur dari

pengembangan desa wisata adalah pemahaman akan unsur yang ada di

desa wisata yaitu lingkungan alam, budaya masyarakat, arsitektur,

sosial ekonomi, struktur tata ruang dan aspek historis, termasuk

kemampuan dan pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat

setempat.

2.4 Kerangka Pemikiran

Pengelolaan atraksi budaya


sebagai daya tarik wisata

1. Bagaimanakah atraksi budaya


Konsep : yang bisa dijadikan daya Tarik
wisata di kampung wisata Sasak Teori:
1. Atraksi Budaya Ende? 1. Pengelolaan
2. Pengelolaan 2. Bagaimanakah pengelolaan
3. Desa Wisata atraksi budaya yang bisa
32 Tarik wisata di
dijadikan daya
kampung wisata Sasak Ende?
Atraksi wisata budaya dengan pengelolaan untuk menarik
kunjungan wisatanwan di kampung wisata Sasak Ende

Gambar 2.4.1 Kerangka Pemikiran

Berdasarkan alur skema di atas dalam atraksi budaya sebagai daya

tarik wisata di kampung wisata Sasak Ende sangat diperlukan pengelolaan

untuk menarik kunjungan wisatan di kampung wisata Sasak Ende. Akan

tetapi, masalah yang terjadi adalah kurangnya pengelolaan yang dilakukan

oleh masyarakat dalam menampilkan berbagai macam atraksi budaya

dalam kegiatan pertunjukan sehingga fokus penelitian ini adalah

bagaimanakah atraksi budaya yang bisa di jadikan daya tarik wisata di

kampung wisata Sasak Ende dan bagaimanakah pengelolaan atraksi

budaya yang bisa di jadikan daya tarik wisata di kampung wisata Sasak

Ende, sehingga hasil yang akan didapat adalah atraksi wisata budaya

melalui pengelolaan untuk menarik kunjungan wisatawan di kampung

wisata Sasak Ende.

33
III. METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif

kualitatif. Menurut Anggiato & Setiawan (2018) penelitian kualitatif

adalah suatu penelitian yang proses pengumpulan data berdasarkan suatu

latar alamidengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan

menggambarkannya secara deskriptif. Hasil penelitian tidak diperoleh dari

uji statistik tetapi melalui pengumpulan data, analisis data, kemudian

diinterpretasikan. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan semua

data setelah data itu terkumpul kemudian data itu akan diolah dan dikaji

dengan berdasarkan teori untuk kemudian diuraikan dengan menggunakan

metode deskriptif kualitatif.

Rancangan penelitian deskriptif kualitatif ini akan Metode

Pembelajaran untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia dalam Industri

Pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah

Penelitian ini mendeskripsikan hasil wawancara Metode Pembelajaran

untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia dalam Industri Pariwisata di

SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah . Bentuk

pengelolaan yang dimaksud adalah Planning, Organizing. Actuating, dan

Controlling.

3.2 Prosedur Penelitian

Prosedur atau tahap penelitian yang dilakukan peneliti dalam

pelaksanaan penelitian ini antara lain:

34
a. Tahap Persiapan, pada tahap ini peneliti menyusun rancangan penelitian,

memilih lokasi penelitian, mengurus perizinan, melihat keadaan lokasi,

memilih dan memanfaatkan informan dan menyiapkan instrumen

penelitian.

b. Tahap Pelaksanaan, pada tahap ini peneliti mencari sumber data yang

sudah direncanakan dalam proposal, kemudian dilakukan analisis data

dan menguji keabsahan data yang diperoleh, selanjutnya dilakukan

pengubahan data dalam bentuk deskripsi. Kemudian melakukan

penelitian langsung ke lokasi penelitian dan pengambilan data yang

diperlukan di dalam penelitian yakni dengan obseevasi, wawancara

mendalam dan dokumentasi.

c. Tahap Akhir, pada tahap ini peneliti membuat laporan dari analisa data

menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang

diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentaai tentang

"Metode Pembelajaran untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia

dalam Industri Pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten

Lombok Tengah”

3.3 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana

penelitian akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan peneliti

mengambil lokasi di desa MAS-MAS, Kec. Batukliang Utara, Kabupaten

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

35
Adapun alasan dari peneliti melakukan penelitian di lokasi ini

karena potensi objek Desa MAS-MAS, Kec. Batukliang Utara, Kabupaten

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Alasan peneliti mengambi lokasi

penelitian Desa MAS-MAS

(Sumber Google : Google Maps 2023)

Gambar 3.3 Peta Kampung wisata Sasak Ende

3.4 Penentuan Informan

Penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen utama, sedangkan

informan kunci (key informan) boleh peneliti sendiri atau orang lain yang

dapat memberikan informasimen dalam tentang masalah yang dteliti.

Penentuan informan dalam penelitian ini berdasarkan “purposive

sampling” yakni penelitian dengan sengaja memilih orang-orang dengan

kriteria yang sudah ditentukan sehingga memberikan informasi yang

akurat dan relevan sesuai dengan maksud penelitian ini yakni tentang

Efisiensi Metode Pembelajaran Untuk Perkembangan Sumber Daya

36
Manusia Dalam Industri Parwisiata SMKN 1 Batukliang Utara Kabupaten

Lombok Tengah,

Syarat yang digunakan penelitian didasarkan pada beberapa kriteria

yaitu sebagai berikut:

1. Subjek telah lama dan inisiatif menyatu dengan kegiatan atau medan

aktivitas yang menjadi sasaran atau perhatian peneliti dan ini biasanya

ditandai dengan kemampuan memberikan informasi mengenai sesuatu

yang ditanya peneliti.

2. Subjek yang masih terikat secara penuh aktif pada lingkungan atau

kegiatan yang menjadi sasaran atau perhatian peneliti.

3. Subjek yang mempunyai waktu dan kesempatan untuk dimintai

informasi.

4. Subjek yang dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau

dikemas terlebih dahulu.

Dengan demikian, penentuan informan pada penelitian ini adalah

kepala desa, ketua pokdarwis, kepala dusun, tokoh adat, pemandu wisata

dan masyarakat kampung wisata sasak Ende.

3.5 Data dan Sumber Data

Ada dua macam jenis data pada penelitian, yaitu jenis data

kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah sebuah metode

penelitian yang didalamnya menggunakan banyak angka. Mulai dari

proses pengumpulan sampai dengan penafsirannya sedangkan penelitian

37
kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi

objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono,

2005). Perbedaannya dengan penelitian kuantitatif adalah peneliti ini

berangkat dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan

penjelasan dan berakhir dengan sebuah teori. Penelitian ini lebih

memfokuskan menggunakan jenis penelitian data kualitatif. Setelah

mewawancarai beberapa instrumen dapat diperoleh hasil berupa

pengelolaan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata di kampung wisata

Sasak Ende. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala desa, kepala

dusun, ketua pokdarwis, pemandu wisata dan masyrakat yang ada di

kampung wisata Sasak Ende. Data yang akan ditanyakan adalah Efisiensi

Metode Pembelajaran Untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia Dalam

Industri Parwisiata SMKN 1 Batukliang Utara Kabupaten Lombok

Tengahyang dilakukan dengan teknik wawancara mendalam. Selain itu

data penelitian ini juga didapatkan dari hasil pengamatan berupa atraksi

budaya yang ada di kampung wisata Sasak Ende yang peneliti amatai

melalui observasi.

3.6 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan peneliti

untuk pengumpulan data. Dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan

instrumen kunci dalam pengumpulan data, namun demikian, alat yang

digunakan peneliti dalam mencari data adalah berupa pedoman wawancara.

38
dalam penelitian ini pedoman wawancara yaitu draf pertanyaan yang

disusun berdasarkan teori atraksi budaya (Instrumen penelitian terlampir).

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah teknik

wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam yang terkait

dengan pengelolaan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata Sasak Ende

kepada beberapa instrumen seperti kepala desa, ketua pokdarwis, kepala

dusun, pemandu wisata dan masyarakat setempat yang ada di kampung

wisata Sasak Ende. Selain itu dalam wawancara mendalam yang peneliti

gunakan adalah teknik merekam dan mencatat yang direkam ialah

penyampaian sebagai jawaban dari pedoman wawancara dan mencatat

point-point penting dari hasil wawancara tersebut.

Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data berupa

observasi. Teknik observasi digunakan untuk melengkapi data temuan

wawancara mengenai pengelolaan atraksi budaya di kampung wisata Sasak

Ende seperti tari peresean, gendang beleq dan musik genggong yang ada di

kampung wisata Sasak Ende.

3.8 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

analisis data kualitatif yang digunakan peneliti. Tujuan digunakan teknik

analisis data tersebut adalah untuk memperoleh data yang dapat

digambarkan sesuai dengan fenomena yang diteliti sehingga dapat

39
mendalami permasalahan yang diperoleh pada waktu wawancara dan

observasi.

Ada tiga jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, antara

lain sebagai berikut:

1. Reduksi data (Data Reduction)

Langkah pertama dalam proses analisis dalam penelitian ini

adalah reduksi data. Reduksi data merupakan proses seleksi,

pemfokusan, penyederhanaan dan abstrak. Cara mereduksi data adalah

dengan melakukan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat.

Menggolongkan kedalam pola-pola dengan membuat transkrip

penelitian untuk mempertegas, memperpendek, membuat focus.

Membuang bagian yang tidak diperlukan atau tidak relevan dengan

penelitian sehingga pada akhirnya diperoleh data yang terkait dengan

pengelolaan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata di kampung wisata

Sasak Ende.

2. Penyajian Data (Data Display)

Setelah reduksi data, maka langkah selanjutnya yaitu penyajian

data, penyajian adalah sekumpulan informasi yang telah tersusun

sehingga memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan

pengambilan tindakan. Agar sajian data dalam penelitian ini tidak

menyimpang dari pokok permasalahan yang sudah dikemukakan diatas,

maka sajian data dalam penelitian ini berupa analisis atau deskripsi.

40
Penyajian data dalam penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan atraksi

budaya sebagai daya tarik wisata di kampung wisata Sasak Ende.

3. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing)

Setelah proses penyajian data, langkah selanjutnya adalah

penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan adalah usaha untuk

mencari atau memahami makna, keteraturan, pola-pola penjelasan, alur

sebab akibat. Kesimpulan yang ditarik dalam penelitian segera

diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali sambil

melilhat catatan lapangan yang sudah ada, tujuannya adalah segera

diperoleh pemahaman yang lebih tepat selain cara itu bisa juga dengan

mendiskusikannya.

Proses menyimpulkan merupakan proses yang membutuhkan

pertimbangan yang matang, peneliti harus teliti dan berhati-hati dalam

mengambil kesimpulan. Selain itu peneliti harus berkaca kembali pada

penyajian data yang telah dibuat juga menggunakan teknik pengumpulan

data .berupa observasi. Teknik observasi digunakan untuk melengkapi

data temuan wawancara mengenai pengelolaan atraksi budaya sebagai

daya tarik wisata di kampung wisata Sasak Ende.

3.9 Pengecekan Keabsan Data

Pengecekan keabsahan data bertujuan untuk membuktikan apakah data

yang digunakan benar-benar falid dengan memadukan landasan teori yang

menjadi landasan penelitian. Adapun untuk metode menguji keabsahan

data tersebut yaitu:

41
1. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pengecekan keabsahan data dari

berbagai sumber dengan cara membandingkan hasil wawancara yang

telah dilakukan dengan data atau hasil observasi yang dilakukan di

lapangan sebagai pembanding data tersebut.

Dengan demikian terdapat tringulasi sumber, triangulasi teknik

pengumpulan data, dan waktu.

a. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data

dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui

beberapa informan

b. Triangulasi Teknik

Tringulasi teknik untuk menguji kredibilitas data yang

dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama

dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan

wawancara, lalu di cek dengan observasi, dokumentasi atau

kuisioner.

c. Tringulasi Waktu

Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari

pada saat narasumber masih dalam keadaan segar (fresh), belum

banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga

lebih kredibel

42
43
DAFTAR PUSTAKA

Aninnisa, B. N. S, N. Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Pemberdayaan

Masyarakat Suku Sasak Ende, Kabupaten Lombok Tengah. Diss.

Universitas Muhammadiyah Malang, 2019.

DuCrosh, H., & McKercher, B.(2020). Cultural tourism:Routledge.

Dwirama, A. M., Mahsun, M., & Gede, I. P. (2023). Peran Masyarakat Dalam

Pengelolaan Desa Wisata Ende Sebagai Pariwisata Budaya di Kacamatan

Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Journal Of Responsible Tourism, 2(3),

589-594.

Effendy, Uchjana, Onong. 2013. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

Fayol, Henry. 2010. Manajemen Public Relations. Jakarta: PT Elex Media.

Hasanah, R. 2019. Kearifan Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Di Desa

Sade Kabupaten Lombok Tengah. Art and Design Journal. Vol. 2, No. 1.

Hidayat, L. G. G., Suyasa, I. M., & Putra, I. N. T. D. (2022). Analisis Pengelolaan

Kampung Sasak Ende Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Berbasis

Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sengkol. Journal Of Responsible

Tourism, 1(3), 273-280.

Handoko, T. Hani. 2009. Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Inskeep, Edward. (1991). Tourism Planning- An Integrated Sustainable Approach.

New York: Van Nostrand Reinhold

Moleong, L. J, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remadja

Rosdakarya, 2009.
Muljadi. 2009. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Nugroho, Riant, 2003. Kebijakan Publik Formulasi, Implementasi dan Evaluasi.

Jakarta: PT Elek Media Kompotindo.

Sedyawati, Edi. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah, Jakarta :

PT Raja Grafindo Persada, 2012.

Solikatun, dkk. 2019. Eksistensi Seni Pertunjukan Peresean Pada Masyarkat Sasak

Lombok. Jurnal Kajian Sosial Keagamaan. Vol. 2 No. 1.

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.

Sukarna.2011. Dasar-dasar Manajemen. Mandar Maju. Bandung: .

Terfii, E. (2018). Pengelolaan Desa Wisata Kampung Sasak Ende Sebagai

Destinasi Wisata Budaya di Lombok Tengah. (Doctoral dissertation,

STIPRAM Yogyakarta).

Terry, George R. (2009:9). Jakarta : Penerbit Bumi Akera. Prinsip –prinsip

Manajemen

Terry, G.R., Rue, L.W.,& Ticoalu, G.A. (2005). Jakarta:Bumi Aksara. Dasar-

dasar Manajemen

Priasukmana, S., Muhammad, M. R. (2001) “Pengembangan Desa Wisata:

Pelaksanaan Undang-Undang Oonomi Daerah”, Info Sosial Ekonomi, Vol.

2 No.1 37-34.

Purwanggono, Djoko. Konsep desa wisata. Jurnal Pariwisata Indonesia 4.2

(2009): 13-20.

Yoeti, A. (2002). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata, Cetakan Pertama

Pradnya Paramita. Jakarta.

30
LAMPIRAN

Lampiran 1. Pedoman Wawancara

Nama :

Pkerjaan :

Usia :

No Indikator Pertanyaan Jawaban

1 Atraksi budaya - Apa saja atraksi budaya yang ada di

yang bisa kampung wisata Sasak Ende?

dijadikan daya - Di setiap atraksi budaya apakah ada

tarik wisata di story teilling nya?

kampung wisata - Bagaimana cara memainkan di

Sasak Ende setiap atraksi budaya?

- Apa saja makna dan nilai yang

terkandung dalam setiap atraksi

budaya yang dipertunjukan?

- Apa saja hal yang tidak boleh

dilakukan di setiap atraksi?

- Apa yang membedakan budaya

kampung wisata Sasak Ende

dengan desa wisata lainnya?

- Apa saja kendala yang di hadapi di

setiap atraksi budaya?

31
2. Pengelolaan yang - Apa saja strategi pengelolaan

bisa dijadikan yang dilakukan oleh kampung

daya tarik wisata wisata Sasak Ende?

di kampung wisata - Kapan kampung wisata Sasak

Sasak Ende. Ende mulai dikelola?

- Apakah Pokdarwis, pemandu

dan masyarakat ikut dilibatkan

dalam pengelolaan kampung

wisata Sasak Ende?

- Apakah sudah diberikan

pelatihan kepada anggota

pengelolaan terkait dengan

pengelolaan daya tarik wisata

budaya yang ada di Kampung

wisata Sasak Ende?

Planning - Apa bentuk perencanaan dalam

(Perencanaan) pengelolaan atraksi budaya

sebagai daya tarik wisata di

kampung wisata Sasak Ende?

- Siapakah yang membuat

perencanaan pengelolaan

kampung wisata Sasak Ende?

- Apakah ada perencanaan terkait

32
pengelolaan atraksi budaya

sebagai daya tarik wisata di

kampung wisaata Sasak Ende?

- Bagaimanakah perencanaan ke

depannya mengenai atraksi

budaya yang bisa dijadikan

daya tarik wisata di kampung

wisata Sasak Ende?

4 Organizing - Apakah kampung wisata Sasak

(Pengorganisasian) Ende bekerja sama dengan instansi

lainnya dalam mengelola objek

wisata?

- Apa yang harus dilakukan untuk

meningkatkan pengelelolaan

kampung wisata Sasak Ende?

- Bagaimana model struktur

organisasi pokdarwis di kampung

wisata Sasak Ende?

5 Actuating - Apakah ada strategi khusus dalam

(Penggerak) mengelola atraksi budaya sebagai

daya tarik wisata di kampung

wisata Sasak Ende?

- Bagaimana cara menggerakan

33
bagian-bagian yang terlibat di

kawasan kampung wisata Sasak

Ende peduli akan kebersihan?

6 Controlling - Apa saja bentuk evaluasi yang

(Pengawasan) sudah dilakukan oleh kampung

wisata Sasak Ende?

- Apakah ada pengawasan tentang

berjalannya atraksi budaya sebagai

daya tarik wisata di kampung

wisata Sasak Ende?

- Bagaiamana cara mengoptimalkan

pengelolaan atraksi budaya di

kampung wisata Sasak Ende?

34

Anda mungkin juga menyukai