EFISENSI METODE PEMBELAJARAN UNTUK PERKEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM INDUSTRI PARIWISTA SMKN 1
BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan dalam Seminar Proposal Penelitian
Guna Memenuhi Persyaratan Mencapai
Gelar Sarjana Strata Satu Program Studi Pariwisata
Disusun Oleh:
LALU GAEST BILARDI
22101165
PROGRAM STUDI SI PARIWISATA
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM
TAHUN 2023
HALAMAN PENGESAHAN
Telah diperiksa kelengkapan proposal ini
Tanggal:
Disahkan/disetujui oleh Ketua Prodi S1 Pariwisata
untuk diseminarkan
Dr. Drs. Syech Idrus.,[Link]
NIP. 195912311987031015
ii
KATA PENGANTAR
Dengan megucapkan syukur kehadiarat Allah SWT, Tuhan semesata alam
dan berkat Rahmat, Hidayah, serta Karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan proposal skripsi dengan judul ”Efisiensi Metode Pembelajaran
Untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia Dalam Industri Parwisiata SMKN 1
Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah” Sebagai Proposal skripsi ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk mengerjakan skripsi pada program Strata-
1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram.
Penulis menyadari dalam penyusunan proposal skripsi ini tidak akan
selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Karena itu pada kesempatan ini kami
ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Halus Mandala., [Link], selaku Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata
(STP) Mataram, yang telah memberikan fasilitas untuk kelancaran penyusunal
proposal ini.
2. Bapak Dr. Drs. Syech Idrus.,[Link], selaku Ketua Prodi S1 Pariwisata STP
Mataram, yang telah memberikan persetujuan atas permohonan penulis untuk
maju dalam seminar proposal.
3. Segenap Dosen Pengampu Mata Kuliah S1 Pariwisata yang telah memberikan
ilmunya sehingga penulis dapat menysusun proposal skripsi ini.
4. Segenap Staff Administrasi STP Mataram, khususnya staff administrasi di
program studi S1 Pariwisata Mataram, yang telah banyak memberikan bantuan
terutama proses administrasi tentang seminar proposal yang penulis ikuti saat
ini.
5. Orang tua, saudara-saudara penulis, atas doa, bimbingan, serta kasih sayang
yang selalu tercurah selama ini.
6. Segenap teman-teman seangkatan terlebih teman sekelas, yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu, yang memberikan motivasi dan dukukangan
moril kepada penulis untuk menyelesaikan proposal ini.
iii
Pemulis menyadari bahwa proposalskripsi ini tidak luput dari berbagai
kekurangan. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik demi
kesempurnaan dan perbaikannya sehingga akhirnya proposal skripsi ini dapat
memberikan manfaat bagi bidang pariwisata.
Mataram, 20 Juli 2023
(Lalu Gaest Bilardi)
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................v
DAFTAR TABEL................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................x
I. PENDAHULUAN...........................................................................................1
1.1 Konteks Penelitian.....................................................................................1
1.2 Fokus Penelitian.........................................................................................6
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................6
1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................6
II. KERANGKA TEORI DAN KONSEP..........................................................21
2.1 Kajian Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan.......................................21
2.2 Kajian Teori...............................................................................................23
2.2.1 Atraksi Wisata..................................Error! Bookmark not defined.
2.2.2 Pariwisata Budaya............................................................................23
2.2.3 Daya Tarik Wisata............................Error! Bookmark not defined.
2.3 Kajian Konsep............................................................................................25
2.3.1 Atraksi Wisata Budaya.....................Error! Bookmark not defined.
2.3.2 Daya Tarik Wisata Budaya..............Error! Bookmark not defined.
2.3.3 Desa Wisata......................................................................................27
2.4 Kerangka Pemikiran................................................................................28
III. METODE PENELITIAN.............................................................................30
3.1 Rancangan Penelitian.................................................................................30
3.2 Prosedur Penelitian.....................................................................................30
3.3 Lokasi Penelitian........................................................................................31
3.4 Penentuan Informan....................................................................................32
3.5 Jenis dan Sumber Data...............................................................................33
3.6 Instrumen Penelitian...................................................................................34
v
3.7 Teknik Pengumpulan Data.........................................................................34
3.8 Teknik Analisis Data..................................................................................34
3.9 Pengecekan Keabsan Data........................................................................36
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................29
LAMPIRAN..........................................................................................................31
vi
DAFTAR TABEL
No Judul Tabel Halaman
1. Daftar Informan Peenelitian................................................................34
vii
DAFTAR GAMBAR
No Judul Gambar Halaman
1 Kerangka Pemikiran ........................................................................................
29
2 Peta Kampung Sasak Ende ..............................................................................
32
3 Kampung Sasak Ende.......................................................................................
33
viii
DAFTAR LAMPIRAN
No Judul Lampiran Halaman
1. Pedoman Wawancara........................................................................................
39
2. Dokumentasi Data Observasi ..........................................................................
41
ix
I. PENDAHULUAN
1.1 Konteks Penelitian
Pariwisata adalah serangkaian kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh
perorangan atau keluarga atau kelompok dari tempat tinggal asalnya ke
berbagai tempat lain dengan tujuan melakukan kunjungan wisata dan bukan
untuk bekerja atau mencari penghasilan di tempat tujuan (Muljadi, 2009).
Dengan berkembangnya pariwisata, maka muncullah tren pariwisata, salah
satunya yaitu cultural taourism atau wisata budaya. enelitian ini berkaitan
dengan upaya meningkatkan efisiensi metode pembelajaran untuk
perkembangan sumber daya manusia dalam industri pariwisata. Penelitian ini
mungkin dilakukan di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok
Tengah.
Industri Pariwisata: Industri pariwisata adalah sektor ekonomi yang
berhubungan dengan perjalanan dan rekreasi. Ini mencakup segala hal, mulai
dari pariwisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, hingga perhotelan dan
sektor-sektor lain yang berhubungan dengan pariwisata.
SMKN 1 Batukliang Utara: SMKN 1 Batukliang Utara mungkin
merujuk pada sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terletak di
wilayah Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. SMK merupakan
jenis sekolah menengah yang memberikan pendidikan kejuruan dan persiapan
untuk dunia kerja.
1
Perkembangan Sumber Daya Manusia: Perkembangan sumber daya
manusia merujuk pada usaha untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan,
pengetahuan, dan kemampuan individu dalam rangka mencapai kinerja yang
lebih baik dan berkontribusi lebih efektif dalam lingkungan kerja atau industri
tertentu.
Efisiensi Metode Pembelajaran: Efisiensi metode pembelajaran berarti
memaksimalkan hasil pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan
strategi yang lebih efisien. Hal ini dapat mencakup penggunaan teknologi,
pengaturan kelas, bahan ajar, dan berbagai metode pembelajaran lainnya yang
lebih sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran.
Penelitian tentang efisiensi metode pembelajaran untuk perkembangan
sumber daya manusia dalam industri pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara
mungkin bertujuan untuk menemukan cara-cara terbaik untuk meningkatkan
hasil belajar siswa dan kesiapan mereka dalam memasuki industri pariwisata
setelah lulus dari sekolah. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang
efisien, siswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan dan
pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata, sehingga
dapat menghadapi tantangan dan kesempatan di masa [Link] Penelitian
Berdasrkan uraian di atas, peneliti dapat merumuskan fokus penelitian ini
sebagai berikut.
2
Apakah penggunaan teknologi dalam metode pembelajaran di SMKN 1
Batukliang Utara dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran dan
mempersiapkan siswa secara lebih baik untuk menghadapi tuntutan
industri pariwisata?
Bagaimana perbandingan efektivitas metode pembelajaran tradisional dan
metode pembelajaran berbasis proyek dalam mengembangkan keterampilan
praktis dan pengetahuan teoritis siswa untuk bekerja di industri pariwisata
setelah lulus dari SMKN 1 Batukliang Utara?
1.2 Tujuan Penelitian
[Link] tujuan penelitian yang mungkin termasuk:
Menilai efektivitas metode pembelajaran yang telah digunakan di
SMKN 1 Batukliang Utara dalam mengembangkan keterampilan dan
pengetahuan siswa untuk bekerja di industri pariwisata.
Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi metode
pembelajaran yang digunakan di sekolah terkait.
Menganalisis tingkat kesiapan siswa SMKN 1 Batukliang Utara untuk
menghadapi tuntutan dan tantangan industri pariwisata setelah lulus.
Menilai sejauh mana penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat
meningkatkan efisiensi dan hasil pembelajaran siswa di bidang
pariwisata.
Mengidentifikasi metode pembelajaran yang paling sesuai dan efisien
untuk meningkatkan perkembangan sumber daya manusia di industri
pariwisata di wilayah tersebut.
3
Memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah untuk mengoptimalkan
metode pembelajaran yang digunakan agar siswa dapat lebih siap dan
kompeten dalam menghadapi dunia industri pariwisata.
Berkontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana
efisiensi metode pembelajaran dapat berdampak pada perkembangan
sumber daya manusia dalam konteks industri pariwisata.
Tujuan penelitian haruslah jelas dan terukur sehingga penelitian dapat
dilakukan dengan fokus yang tepat dan menghasilkan informasi yang
relevan dan bermanfaat untuk pengembangan industri pariwisata dan sistem
pendidikan di SMKN 1 Batukliang Utara.
1.3 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian yang dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Penelitian teoritis memiliki manfaat yang penting dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan pemahaman terhadap suatu topik atau konsep. Berikut adalah
beberapa manfaat dari penelitian teoritis:
a. Peningkatan pemahaman konsep: Penelitian teoritis membantu menggali
dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu
konsep, teori, atau paradigma. Ini membantu mengklarifikasi dan
mengartikulasikan aspek-aspek penting dari topik yang sedang diteliti.
b. Pengembangan teori dan kerangka konseptual: Penelitian teoritis berperan
dalam mengembangkan teori-teori baru atau memperkuat kerangka
4
konseptual yang sudah ada. Hal ini membantu membangun landasan
ilmiah yang kokoh untuk penelitian lebih lanjut.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis hasil yang diperoleh dari penelitian ini
diharapkan dapat memberikan gambaran dan masukan bagi semua
pihak yang berkepentingan termasuk bagi lembaga dan peneliti
dibidang kepariwisataan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan
dapat memberikan manfat bagi beberapa pihak sebagai berikut:
1. Peningkatan kualitas pendidikan: Penelitian ini dapat memberikan
wawasan tentang metode pembelajaran yang paling efisien dan efektif
untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan siswa dalam
industri pariwisata. Hasil penelitian ini dapat membantu pihak sekolah
dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran di SMKN 1
Batukliang Utara.
2. Penyesuaian kurikulum: Temuan dari penelitian ini dapat membantu pihak
sekolah dalam menyesuaikan kurikulum dan materi pembelajaran agar
lebih sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan industri pariwisata. Kurikulum
yang relevan akan membantu siswa mendapatkan pengetahuan dan
keterampilan yang lebih relevan dengan dunia kerja.
3. Peningkatan keterlibatan siswa: Dengan mengidentifikasi metode
pembelajaran yang lebih efisien, penelitian ini dapat membantu
meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar. Metode
5
yang menarik dan efisien dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa
untuk belajar.
6
II. KERANGKA TEORI DAN KONSEP
2.1 Kajian Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan
1. Penelitian tentang Metode Pembelajaran dalam Pendidikan: Beberapa
penelitian sebelumnya telah mengkaji efisiensi metode pembelajaran
dalam pendidikan umum. Studi-studi ini mengidentifikasi berbagai
metode pembelajaran, seperti metode tradisional, metode berbasis
proyek, dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Temuan
dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode
pembelajaran yang interaktif, relevan, dan partisipatif cenderung
meningkatkan pencapaian belajar siswa dan keterlibatan mereka dalam
kelas.
2. Penelitian tentang Perkembangan Sumber Daya Manusia dalam Industri
Pariwisata: Beberapa penelitian terdahulu telah meneliti perkembangan
sumber daya manusia dalam industri pariwisata. Studi-studi ini
memfokuskan pada keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang
dibutuhkan oleh pekerja dalam industri pariwisata. Hasilnya
menunjukkan bahwa perkembangan sumber daya manusia yang baik
dalam industri pariwisata akan berdampak positif pada kualitas layanan
dan daya saing industri.
3. Penelitian tentang Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan dan
Pariwisata: Studi-studi sebelumnya telah meneliti penggunaan
teknologi dalam konteks pendidikan dan industri pariwisata. Penelitian
ini mengungkapkan bahwa teknologi pendidikan, seperti penggunaan e-
21
learning, simulasi, atau aplikasi mobile, dapat meningkatkan efisiensi
pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik
dan interaktif bagi siswa. Selain itu, teknologi juga dapat digunakan
dalam pemasaran dan manajemen operasional di industri pariwisata
untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan kepada pelanggan.
4. Penelitian tentang Efektivitas Metode Pembelajaran di Sekolah
Kejuruan: Beberapa penelitian telah mengevaluasi efektivitas berbagai
metode pembelajaran di sekolah kejuruan, termasuk di bidang
pariwisata. Studi-studi ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran
berbasis proyek atau praktikum cenderung lebih efektif dalam
mengembangkan keterampilan praktis siswa yang relevan dengan
kebutuhan industri.
Dari kajian hasil penelitian terdahulu ini, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan metode pembelajaran yang efisien, berorientasi pada
partisipasi siswa, dan mendukung penggunaan teknologi dapat memiliki
dampak positif pada perkembangan sumber daya manusia dalam konteks
pendidikan dan industri pariwisata. Oleh karena itu, penelitian tentang
efisiensi metode pembelajaran di SMKN 1 Batukliang Utara dalam
industri pariwisata dapat mengambil manfaat dari temuan dan rekomendasi
yang telah ada sebelumnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan
persiapan siswa menuju karir di industri pariwisata.
22
2.2 Kajian Teori
2.2.1 Pengelolaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengelolaan adalah
proses, cara, perbuatan mengelola; proses melakukan kegiatan tertentu
dengan cara menggerakan tenaga orang lain; proses membantu
merumuskan kebijaksanaan serta tujuan organisasi; proses memberikan
pengawasan tehadap semua hal yang terlibat di dalam pelaksanaan
kebijaksanaan dan pencapaian tujuan. Istilah pengelolaan merupakan
terjemahan dari kata management, yang berasal dari kata "to manage"
yang artinya mengatur, mengelola, melaksanakan, memperlakukan
serta mengendalikan. Selain itu, pengelolaan juga dapat diartikan
sebagai proses menggerakkan, mengorganisasikan serta mengarahkan
usaha manusia untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara
efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Terry (2005) manajemen adalah suatu proses yang khas terdiri
dari; tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan
pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-
sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya. Terry mengemukakan konsep POAC
(Planning, Organizing, Acuanting dan Controlling). Konsep ini telah
banyak dilaksanakan banyak organisasi/perusahaan diseluruh dunia
untuk menjaga kelangsungan organisai perusahaan mereka. POAC
23
adalah strategi untuk menyusun, memproses serta mengatur organisasi
untuk lebih terorganisir dalam visi dan misi. Terdapat banyak konsep
manajemen yang dapat dilaksanakan namun konsep POAC sangat
kompatibel untuk diterapkan pada setiap tingkatan manajemen.
Pengelolaan pada desa wisata ini dilakukan untuk penigkatan
atrkasi budaya yang bisa dijadikan daya tarik wisata di kampung wisata
Sasak Ende, tetapi bukan berarti tanpa pengawasan dari pengelola.
Meskipun berbasis masyarakat, pengelolaan menggunakan prinsip
POAC (Planning, Organizing. Actuating dan Controlling) dapat
diterapkan. Pihak pengelola tetap mengawasi segala kegiatan yang ada
di wisata tersebut. Bukan hanya pengawasan saja, pengelola dan
masyarakat juga dituntut untuk terus kreatif dan inovatif menjaga
eksistensi tempat wisata agar tidak kalah saing dengan wisata-wisata
lain. Salah satunya dengan cara pengembangan atau perbaikan sarana
dan prasarana. Promosi juga sangat diperlukan untuk mengenalkan
tempat wisata ini ke khalayak lebih luas.
2.2.2 Fungsi-fungsi Pengelolaan
Adapun fungsi-fungsi pengelolaan/manajemen yang
dikemukakan oleh beberapa para ahli diantaranya: Handoko (2009),
menyatakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing,
staffing, leading, dan controlling Sedangkan Menurut Henry Frayol
(2010), manajer menjalankan fungsi manajemen yaitu merencanakan,
mengorganisasi, mengoordinasi, dan mengendalikan. Menurut Terry
24
dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011) membagi
empat fungsi dasar manajemen yaitu:
1. Planning (perencanaan) adalah pemilih fakta dan penghubungan
fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan
atau numai-anusi untuk masa yang akan datang dengan jalan
menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang
diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
2. Organizing (pengorganisasian) adalah penentuan, pengelompokan,
dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk
mencapai tujuan penempatan orang-orang (pegawai), terhadap
kegiatan-kegiatan ini. penyediaan factor-faktor fisik yang cocok
bagi keperluan kerja dan penunjukan hubungan wewenang, yang
dilimpahkan terhadap setiap orang dalam hubungannya dengan
pelaksanaan setiap orang dalam hubungannya dengan pelaksanaan
setiap kegiatan yang diharapkan.
3. Actuating (pelaksanaan) adalah membangkitkan dan mendorong
semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha
dengan keras untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi
dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian dari pihak
pimpinan.
4. Controlling (pengawasan) memiliki kedudukan atau kedudukan
yang sangat penting dalam manajemen, yaitu mempunyai fungsi
untuk menguji apakah pelaksanaan kerja teratur, terarah atau tidak.
25
Walaupun perencanaan, pengorganisasian bertindak baik, tetapi
apabila pelaksanaan kerja tidak teratur, tertib dan terarah, maka
tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Pengawasan dapat
dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu
standard apa yang sedang dilakukan seperti; pelaksanaan, menilai
pelaksanaan, dan jika perlu melakukan perbaikan-perbaikan,
sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras dengan
standard (ukuran).
Berdasarkan beberapa fungsi manajemen di atas, dapat
dipahami bahwa semua manajemen diawali dengan perencanaan
(Planning). Setelah itu pengorganisasian (Organizing). Selanjutnya
menerapkan fungsi pengarahan yang diartikan dalam kata yang berbeda
seperti actuating dan leading, sedangkan fungsi yang terakhir dalam
manajemen adalah pengendalian (Controlling).
Siagan dalam Fathoni (2006) merumuskan mengenai
penjelasan fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut.
1. Perencanaan
Perencanaan berarti persiapan atau penentuan-penentuan
terlebih dahulu tentang apa yang akan dikerjakan di kemudian hari
dalam batas waktu tertentu untuk mencapai hasil tertentu.
Perencanaan yang efektif harus dapat menjawab pertanyaan-
pertanyaan mengenai suatu hal yang menyangkut perencanaan. Pada
dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan adalah memberi
26
jawaban atas pertanyaan yang menyangkut dengan apa (what),
mengapa (why), dan bagaimana (how).
2. Pengorganisasian
Dalam suatu organisasi dituntut adanya kerja sama antara dua
orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan
efisien. Organisasi merupakan suatu proses untuk merancang
struktur formal, pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-
tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi dapat tercapai.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dipilih orang yang
memiliki kemampuan dan kompetensi dalam melaksanakan tugas.
3. Pengarahan
Pengarahan merupakan keinginan untuk membuat orang lain
mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau
kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi
kepentingan jangka panjang perusahaan. Termasuk didalamnya
memberitahukan orang lain apa yang harus dilakukan dengan nada
yang bervariasi mulai dari nada tegas sampai meminta bahkan
mengancam. Tujuannya adalah agar tugas-tugas dapat terselesaikan
dengan baik. Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan
manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisensi kerja secara
maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis,
dan lain sebagainya.
27
4. Pengawasan
Pengawasan adalah kegiatan membandingkan atau mengukur
yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma
standar atau rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya (Sutarno
NS, 2004:128). Pengawasan dilakukan untuk mengetahui :
a. Apakah semua kegiatan telah dapat berjalan sesuai dengan
rencana sebelumnya?
b. Apakah didalam pelaksanaan terjadi hambatan, kerugian,
penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang, penyimpanan, dan
pemborosan?
c. Untuk mencegah terjadinya kegagalan, kerugian, penyalahgunaan
kekuasaan dan wewenang, penyimpanan, dan pemborosan
d. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas organisasi.
Tujuan pengawasan adalah:
a. Menentukan dan menghilangkan sebab-sebab yang
menimbulkan kesulitan sebelum kesulitan itu terjadi.
b. Mengadakan pencegahan dan perbaikan terhadap kesalahan-
kesalahan terjadi.
c. Mendapatkan efisiensi dan efektifitas.
2.3 Kajian Konsep
Menurut Effendi (2013) definisi konsep adalah generalisasi dari
kelompok fenomena tertentu sehingga dapat digunakan untuk
menggambarkan berbagai fenomena yang sama. Konsep merupakan
28
suatu kesatuan pengertian tentang suatu hal atau persoalan yang akan
dirumuskan. Unsur penelitian yang menjelaskan tentang karakeristik
atau variabel suatu masalah yang hendak diteliti. Ada beberapa konsep
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
2.3.1 Atraksi Budaya
Crosh& McKercher (2020) menyebutkan bahwa atraksi budaya
adalah jenis kegiatan pariwisata yang memanfaatkan kebudayaan
sebagai objek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan. Di destinasi
wisata wisatawan akan merasakan dan mempelajari berbagai
kebudayaan tertentu. Pandangan lain mengatakan bahwa atraksi budaya
adalah atraksi yang berbasiskan pada segala sesuatu yang dihasilkan
dari aktivitas manusia yang diantaranya berupa arkeologi, keramah-
tamahan penduduk setempat, situs budaya dan sejarah, museum,
festival budaya dan lain-lain (Noho, 2020).
Dari kedua pandangan di atas tampak adanya kesamaan dari sisi
pemanfaatan produk budaya sebagai daya tarik wisata namun dalam
Perda No 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Atraksi Budaya juga
menyatakan bahwa Atraksi Budaya adalah berbagai bentuk pertunjukan
atau tontonan karya dan hasil karya seni, adat istiadat tradisi, tata cara
upacara keagamaan yang unik dan menarik yang menjadi sasaran atau
tujuan kunjungan wisatawan untuk memperoleh nilai lebih atau
keuntungan yang tidak didapatkan di daerah lain salah satunya adalah
atraksi budaya yang dimiliki kampung wisata Sasak Ende sehingga
29
atraksi budaya tersebut bisa menjadi penunjang kegiatan pariwisata
yang ada di kampung wisata Sasak Ende. Atraksi budaya yang
dimaksud dalam penelitian ini adalah jenis potensi budaya yang bisa
dijadikan daya tarik wisata yang ada di kampung wisata Sasak Ende.
2.3.2 Pengelolaan
Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada
semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan
pencapaian tujuan. Secara umum pengelolaan merupakan kegiatan
merubah sesuatu hingga menjadi baik berat memiliki nilai-nilai yang
tinggi dari semula. Pengelolaan dapat juga diartikan sebagai untuk
melakukan sesuatu agar lebih sesuai serta cocok dengan kebutuhan
sehingga lebih bermanfaat.
Nugroho (2003) mengemukakan bahwa pengelolaan merupakan
istilah yang dipakai dalam ilmu manajemen. Secara etomologi istilah
pengelolaan berasal dari kata kelola (to manage) dan biasanya merujuk
pada proses mengurus atau menangani sesuatu untukmencapai tujuan
tertentu. Jadi pengelolaan merupakan ilmu manajemen yang
berhubungan dengan proses mengurus dan menangani sesuatu untuk
mewujudkan tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Sementara Terry (2009) mengemukakan bahwa Pengelolaan
sama dengan manajemen sehingga pengelolaan dipahami sebagai suatu
proses membeda-bedakan atas perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun
30
seni agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Pengelolaan atau yang sering disebut manajemen pada
umumnya sering dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas dalam organisasi
berupa perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan
pengawasan. Istilah manajemen berasal dari kata kerja to manage yang
berarti menangani, atau mengatur. Dari pengertian pengelolaan di atas,
dapat disimpulkan bahwa Pengertian Pengelolan yaitu bukan hanya
melaksanakan suatu kegiatan, yang meliputi fungsi-fungsi manajemen,
seperti perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai
tujuan secara efektif dan efisien.
2.3.3 Desa Wisata
Menurut Peraturan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, desa
wisata adalah suatu bentuk kesatuan antara akomodasi, atraksi, sarana
dan prasarana pendukung wisata yang disajikan dalam suatu tatanan
kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi yang berlaku.
Sebuah desa bisa disebut dwsa wisata ialah desa yang mempunyai
potensi wisata yang dapat dikembangkan, sebuah tradisi, dan
kebudayaan yang menjadi ciri khas, aksebilitas dan sarana prasarana
yang mendukung program desa wisata, keamanan yang terjamin,
terjaganya ketertiban, dan kebersihan. Dasar dalam pengembangan desa
wisata ialah pemahaman tentang karakter dan kemampuan elemen yang
ada dalam desa seperti kondisi lingkungan dan alam, sosial budaya,
ekonomi masyarakat, struktur tata letak, aspek historis, budaya
31
masyarakat dan bangunan, termasuk indigeneus konwledge,
(pengetahuan dan kemampuan lokal) yang dipunyai masyarakat
(Kusumastuti, 2020).
Desa Wisata adalah sebuah area atau daerah pedesaan yang
memiliki daya tarik khusus yang dapat menajadi daerah tujuan wisata.
Di desa wisata, penduduk masih memegang tradisi dan budaya yang
masih asli serta beberapa aktivitas pendukung seperti sistem bertani,
berkebun serta makanan traditional juga berkontribusi mewarnai
keberadaan desa wisata itu sendiri. Selain faktor tersebut, faktor
lingkungan yang masih asli dan terjaga merupakan faktor penting yang
harus ada disuatu desa wisata (Zakaria, 2014). Sehingga unsur dari
pengembangan desa wisata adalah pemahaman akan unsur yang ada di
desa wisata yaitu lingkungan alam, budaya masyarakat, arsitektur,
sosial ekonomi, struktur tata ruang dan aspek historis, termasuk
kemampuan dan pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat
setempat.
2.4 Kerangka Pemikiran
Pengelolaan atraksi budaya
sebagai daya tarik wisata
1. Bagaimanakah atraksi budaya
Konsep : yang bisa dijadikan daya Tarik
wisata di kampung wisata Sasak Teori:
1. Atraksi Budaya Ende? 1. Pengelolaan
2. Pengelolaan 2. Bagaimanakah pengelolaan
3. Desa Wisata atraksi budaya yang bisa
32 Tarik wisata di
dijadikan daya
kampung wisata Sasak Ende?
Atraksi wisata budaya dengan pengelolaan untuk menarik
kunjungan wisatanwan di kampung wisata Sasak Ende
Gambar 2.4.1 Kerangka Pemikiran
Berdasarkan alur skema di atas dalam atraksi budaya sebagai daya
tarik wisata di kampung wisata Sasak Ende sangat diperlukan pengelolaan
untuk menarik kunjungan wisatan di kampung wisata Sasak Ende. Akan
tetapi, masalah yang terjadi adalah kurangnya pengelolaan yang dilakukan
oleh masyarakat dalam menampilkan berbagai macam atraksi budaya
dalam kegiatan pertunjukan sehingga fokus penelitian ini adalah
bagaimanakah atraksi budaya yang bisa di jadikan daya tarik wisata di
kampung wisata Sasak Ende dan bagaimanakah pengelolaan atraksi
budaya yang bisa di jadikan daya tarik wisata di kampung wisata Sasak
Ende, sehingga hasil yang akan didapat adalah atraksi wisata budaya
melalui pengelolaan untuk menarik kunjungan wisatawan di kampung
wisata Sasak Ende.
33
III. METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif
kualitatif. Menurut Anggiato & Setiawan (2018) penelitian kualitatif
adalah suatu penelitian yang proses pengumpulan data berdasarkan suatu
latar alamidengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan
menggambarkannya secara deskriptif. Hasil penelitian tidak diperoleh dari
uji statistik tetapi melalui pengumpulan data, analisis data, kemudian
diinterpretasikan. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan semua
data setelah data itu terkumpul kemudian data itu akan diolah dan dikaji
dengan berdasarkan teori untuk kemudian diuraikan dengan menggunakan
metode deskriptif kualitatif.
Rancangan penelitian deskriptif kualitatif ini akan Metode
Pembelajaran untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia dalam Industri
Pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah
Penelitian ini mendeskripsikan hasil wawancara Metode Pembelajaran
untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia dalam Industri Pariwisata di
SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah . Bentuk
pengelolaan yang dimaksud adalah Planning, Organizing. Actuating, dan
Controlling.
3.2 Prosedur Penelitian
Prosedur atau tahap penelitian yang dilakukan peneliti dalam
pelaksanaan penelitian ini antara lain:
34
a. Tahap Persiapan, pada tahap ini peneliti menyusun rancangan penelitian,
memilih lokasi penelitian, mengurus perizinan, melihat keadaan lokasi,
memilih dan memanfaatkan informan dan menyiapkan instrumen
penelitian.
b. Tahap Pelaksanaan, pada tahap ini peneliti mencari sumber data yang
sudah direncanakan dalam proposal, kemudian dilakukan analisis data
dan menguji keabsahan data yang diperoleh, selanjutnya dilakukan
pengubahan data dalam bentuk deskripsi. Kemudian melakukan
penelitian langsung ke lokasi penelitian dan pengambilan data yang
diperlukan di dalam penelitian yakni dengan obseevasi, wawancara
mendalam dan dokumentasi.
c. Tahap Akhir, pada tahap ini peneliti membuat laporan dari analisa data
menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang
diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentaai tentang
"Metode Pembelajaran untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia
dalam Industri Pariwisata di SMKN 1 Batukliang Utara, Kabupaten
Lombok Tengah”
3.3 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana
penelitian akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan peneliti
mengambil lokasi di desa MAS-MAS, Kec. Batukliang Utara, Kabupaten
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
35
Adapun alasan dari peneliti melakukan penelitian di lokasi ini
karena potensi objek Desa MAS-MAS, Kec. Batukliang Utara, Kabupaten
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Alasan peneliti mengambi lokasi
penelitian Desa MAS-MAS
(Sumber Google : Google Maps 2023)
Gambar 3.3 Peta Kampung wisata Sasak Ende
3.4 Penentuan Informan
Penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen utama, sedangkan
informan kunci (key informan) boleh peneliti sendiri atau orang lain yang
dapat memberikan informasimen dalam tentang masalah yang dteliti.
Penentuan informan dalam penelitian ini berdasarkan “purposive
sampling” yakni penelitian dengan sengaja memilih orang-orang dengan
kriteria yang sudah ditentukan sehingga memberikan informasi yang
akurat dan relevan sesuai dengan maksud penelitian ini yakni tentang
Efisiensi Metode Pembelajaran Untuk Perkembangan Sumber Daya
36
Manusia Dalam Industri Parwisiata SMKN 1 Batukliang Utara Kabupaten
Lombok Tengah,
Syarat yang digunakan penelitian didasarkan pada beberapa kriteria
yaitu sebagai berikut:
1. Subjek telah lama dan inisiatif menyatu dengan kegiatan atau medan
aktivitas yang menjadi sasaran atau perhatian peneliti dan ini biasanya
ditandai dengan kemampuan memberikan informasi mengenai sesuatu
yang ditanya peneliti.
2. Subjek yang masih terikat secara penuh aktif pada lingkungan atau
kegiatan yang menjadi sasaran atau perhatian peneliti.
3. Subjek yang mempunyai waktu dan kesempatan untuk dimintai
informasi.
4. Subjek yang dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau
dikemas terlebih dahulu.
Dengan demikian, penentuan informan pada penelitian ini adalah
kepala desa, ketua pokdarwis, kepala dusun, tokoh adat, pemandu wisata
dan masyarakat kampung wisata sasak Ende.
3.5 Data dan Sumber Data
Ada dua macam jenis data pada penelitian, yaitu jenis data
kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah sebuah metode
penelitian yang didalamnya menggunakan banyak angka. Mulai dari
proses pengumpulan sampai dengan penafsirannya sedangkan penelitian
37
kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi
objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono,
2005). Perbedaannya dengan penelitian kuantitatif adalah peneliti ini
berangkat dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan
penjelasan dan berakhir dengan sebuah teori. Penelitian ini lebih
memfokuskan menggunakan jenis penelitian data kualitatif. Setelah
mewawancarai beberapa instrumen dapat diperoleh hasil berupa
pengelolaan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata di kampung wisata
Sasak Ende. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala desa, kepala
dusun, ketua pokdarwis, pemandu wisata dan masyrakat yang ada di
kampung wisata Sasak Ende. Data yang akan ditanyakan adalah Efisiensi
Metode Pembelajaran Untuk Perkembangan Sumber Daya Manusia Dalam
Industri Parwisiata SMKN 1 Batukliang Utara Kabupaten Lombok
Tengahyang dilakukan dengan teknik wawancara mendalam. Selain itu
data penelitian ini juga didapatkan dari hasil pengamatan berupa atraksi
budaya yang ada di kampung wisata Sasak Ende yang peneliti amatai
melalui observasi.
3.6 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan peneliti
untuk pengumpulan data. Dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan
instrumen kunci dalam pengumpulan data, namun demikian, alat yang
digunakan peneliti dalam mencari data adalah berupa pedoman wawancara.
38
dalam penelitian ini pedoman wawancara yaitu draf pertanyaan yang
disusun berdasarkan teori atraksi budaya (Instrumen penelitian terlampir).
3.7 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah teknik
wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam yang terkait
dengan pengelolaan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata Sasak Ende
kepada beberapa instrumen seperti kepala desa, ketua pokdarwis, kepala
dusun, pemandu wisata dan masyarakat setempat yang ada di kampung
wisata Sasak Ende. Selain itu dalam wawancara mendalam yang peneliti
gunakan adalah teknik merekam dan mencatat yang direkam ialah
penyampaian sebagai jawaban dari pedoman wawancara dan mencatat
point-point penting dari hasil wawancara tersebut.
Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data berupa
observasi. Teknik observasi digunakan untuk melengkapi data temuan
wawancara mengenai pengelolaan atraksi budaya di kampung wisata Sasak
Ende seperti tari peresean, gendang beleq dan musik genggong yang ada di
kampung wisata Sasak Ende.
3.8 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis data kualitatif yang digunakan peneliti. Tujuan digunakan teknik
analisis data tersebut adalah untuk memperoleh data yang dapat
digambarkan sesuai dengan fenomena yang diteliti sehingga dapat
39
mendalami permasalahan yang diperoleh pada waktu wawancara dan
observasi.
Ada tiga jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, antara
lain sebagai berikut:
1. Reduksi data (Data Reduction)
Langkah pertama dalam proses analisis dalam penelitian ini
adalah reduksi data. Reduksi data merupakan proses seleksi,
pemfokusan, penyederhanaan dan abstrak. Cara mereduksi data adalah
dengan melakukan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat.
Menggolongkan kedalam pola-pola dengan membuat transkrip
penelitian untuk mempertegas, memperpendek, membuat focus.
Membuang bagian yang tidak diperlukan atau tidak relevan dengan
penelitian sehingga pada akhirnya diperoleh data yang terkait dengan
pengelolaan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata di kampung wisata
Sasak Ende.
2. Penyajian Data (Data Display)
Setelah reduksi data, maka langkah selanjutnya yaitu penyajian
data, penyajian adalah sekumpulan informasi yang telah tersusun
sehingga memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan
pengambilan tindakan. Agar sajian data dalam penelitian ini tidak
menyimpang dari pokok permasalahan yang sudah dikemukakan diatas,
maka sajian data dalam penelitian ini berupa analisis atau deskripsi.
40
Penyajian data dalam penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan atraksi
budaya sebagai daya tarik wisata di kampung wisata Sasak Ende.
3. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing)
Setelah proses penyajian data, langkah selanjutnya adalah
penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan adalah usaha untuk
mencari atau memahami makna, keteraturan, pola-pola penjelasan, alur
sebab akibat. Kesimpulan yang ditarik dalam penelitian segera
diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali sambil
melilhat catatan lapangan yang sudah ada, tujuannya adalah segera
diperoleh pemahaman yang lebih tepat selain cara itu bisa juga dengan
mendiskusikannya.
Proses menyimpulkan merupakan proses yang membutuhkan
pertimbangan yang matang, peneliti harus teliti dan berhati-hati dalam
mengambil kesimpulan. Selain itu peneliti harus berkaca kembali pada
penyajian data yang telah dibuat juga menggunakan teknik pengumpulan
data .berupa observasi. Teknik observasi digunakan untuk melengkapi
data temuan wawancara mengenai pengelolaan atraksi budaya sebagai
daya tarik wisata di kampung wisata Sasak Ende.
3.9 Pengecekan Keabsan Data
Pengecekan keabsahan data bertujuan untuk membuktikan apakah data
yang digunakan benar-benar falid dengan memadukan landasan teori yang
menjadi landasan penelitian. Adapun untuk metode menguji keabsahan
data tersebut yaitu:
41
1. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pengecekan keabsahan data dari
berbagai sumber dengan cara membandingkan hasil wawancara yang
telah dilakukan dengan data atau hasil observasi yang dilakukan di
lapangan sebagai pembanding data tersebut.
Dengan demikian terdapat tringulasi sumber, triangulasi teknik
pengumpulan data, dan waktu.
a. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data
dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui
beberapa informan
b. Triangulasi Teknik
Tringulasi teknik untuk menguji kredibilitas data yang
dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama
dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan
wawancara, lalu di cek dengan observasi, dokumentasi atau
kuisioner.
c. Tringulasi Waktu
Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari
pada saat narasumber masih dalam keadaan segar (fresh), belum
banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga
lebih kredibel
42
43
DAFTAR PUSTAKA
Aninnisa, B. N. S, N. Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Pemberdayaan
Masyarakat Suku Sasak Ende, Kabupaten Lombok Tengah. Diss.
Universitas Muhammadiyah Malang, 2019.
DuCrosh, H., & McKercher, B.(2020). Cultural tourism:Routledge.
Dwirama, A. M., Mahsun, M., & Gede, I. P. (2023). Peran Masyarakat Dalam
Pengelolaan Desa Wisata Ende Sebagai Pariwisata Budaya di Kacamatan
Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Journal Of Responsible Tourism, 2(3),
589-594.
Effendy, Uchjana, Onong. 2013. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Fayol, Henry. 2010. Manajemen Public Relations. Jakarta: PT Elex Media.
Hasanah, R. 2019. Kearifan Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Di Desa
Sade Kabupaten Lombok Tengah. Art and Design Journal. Vol. 2, No. 1.
Hidayat, L. G. G., Suyasa, I. M., & Putra, I. N. T. D. (2022). Analisis Pengelolaan
Kampung Sasak Ende Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Berbasis
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sengkol. Journal Of Responsible
Tourism, 1(3), 273-280.
Handoko, T. Hani. 2009. Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Inskeep, Edward. (1991). Tourism Planning- An Integrated Sustainable Approach.
New York: Van Nostrand Reinhold
Moleong, L. J, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remadja
Rosdakarya, 2009.
Muljadi. 2009. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Nugroho, Riant, 2003. Kebijakan Publik Formulasi, Implementasi dan Evaluasi.
Jakarta: PT Elek Media Kompotindo.
Sedyawati, Edi. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah, Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada, 2012.
Solikatun, dkk. 2019. Eksistensi Seni Pertunjukan Peresean Pada Masyarkat Sasak
Lombok. Jurnal Kajian Sosial Keagamaan. Vol. 2 No. 1.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.
Sukarna.2011. Dasar-dasar Manajemen. Mandar Maju. Bandung: .
Terfii, E. (2018). Pengelolaan Desa Wisata Kampung Sasak Ende Sebagai
Destinasi Wisata Budaya di Lombok Tengah. (Doctoral dissertation,
STIPRAM Yogyakarta).
Terry, George R. (2009:9). Jakarta : Penerbit Bumi Akera. Prinsip –prinsip
Manajemen
Terry, G.R., Rue, L.W.,& Ticoalu, G.A. (2005). Jakarta:Bumi Aksara. Dasar-
dasar Manajemen
Priasukmana, S., Muhammad, M. R. (2001) “Pengembangan Desa Wisata:
Pelaksanaan Undang-Undang Oonomi Daerah”, Info Sosial Ekonomi, Vol.
2 No.1 37-34.
Purwanggono, Djoko. Konsep desa wisata. Jurnal Pariwisata Indonesia 4.2
(2009): 13-20.
Yoeti, A. (2002). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata, Cetakan Pertama
Pradnya Paramita. Jakarta.
30
LAMPIRAN
Lampiran 1. Pedoman Wawancara
Nama :
Pkerjaan :
Usia :
No Indikator Pertanyaan Jawaban
1 Atraksi budaya - Apa saja atraksi budaya yang ada di
yang bisa kampung wisata Sasak Ende?
dijadikan daya - Di setiap atraksi budaya apakah ada
tarik wisata di story teilling nya?
kampung wisata - Bagaimana cara memainkan di
Sasak Ende setiap atraksi budaya?
- Apa saja makna dan nilai yang
terkandung dalam setiap atraksi
budaya yang dipertunjukan?
- Apa saja hal yang tidak boleh
dilakukan di setiap atraksi?
- Apa yang membedakan budaya
kampung wisata Sasak Ende
dengan desa wisata lainnya?
- Apa saja kendala yang di hadapi di
setiap atraksi budaya?
31
2. Pengelolaan yang - Apa saja strategi pengelolaan
bisa dijadikan yang dilakukan oleh kampung
daya tarik wisata wisata Sasak Ende?
di kampung wisata - Kapan kampung wisata Sasak
Sasak Ende. Ende mulai dikelola?
- Apakah Pokdarwis, pemandu
dan masyarakat ikut dilibatkan
dalam pengelolaan kampung
wisata Sasak Ende?
- Apakah sudah diberikan
pelatihan kepada anggota
pengelolaan terkait dengan
pengelolaan daya tarik wisata
budaya yang ada di Kampung
wisata Sasak Ende?
Planning - Apa bentuk perencanaan dalam
(Perencanaan) pengelolaan atraksi budaya
sebagai daya tarik wisata di
kampung wisata Sasak Ende?
- Siapakah yang membuat
perencanaan pengelolaan
kampung wisata Sasak Ende?
- Apakah ada perencanaan terkait
32
pengelolaan atraksi budaya
sebagai daya tarik wisata di
kampung wisaata Sasak Ende?
- Bagaimanakah perencanaan ke
depannya mengenai atraksi
budaya yang bisa dijadikan
daya tarik wisata di kampung
wisata Sasak Ende?
4 Organizing - Apakah kampung wisata Sasak
(Pengorganisasian) Ende bekerja sama dengan instansi
lainnya dalam mengelola objek
wisata?
- Apa yang harus dilakukan untuk
meningkatkan pengelelolaan
kampung wisata Sasak Ende?
- Bagaimana model struktur
organisasi pokdarwis di kampung
wisata Sasak Ende?
5 Actuating - Apakah ada strategi khusus dalam
(Penggerak) mengelola atraksi budaya sebagai
daya tarik wisata di kampung
wisata Sasak Ende?
- Bagaimana cara menggerakan
33
bagian-bagian yang terlibat di
kawasan kampung wisata Sasak
Ende peduli akan kebersihan?
6 Controlling - Apa saja bentuk evaluasi yang
(Pengawasan) sudah dilakukan oleh kampung
wisata Sasak Ende?
- Apakah ada pengawasan tentang
berjalannya atraksi budaya sebagai
daya tarik wisata di kampung
wisata Sasak Ende?
- Bagaiamana cara mengoptimalkan
pengelolaan atraksi budaya di
kampung wisata Sasak Ende?
34