Faktor Auditor Switching di Indonesia
Faktor Auditor Switching di Indonesia
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Ujian Guna Memperoleh Gelar Sarjana
Program Studi Akuntansi Program Sarjana
Disusun oleh:
Nama Mahasiswa : Anton Prasetiyo
Nomor Induk Mahasiswa : 18310032
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Ujian Guna Memperoleh Gelar Sarjana
Program Studi Akuntansi Program Sarjana
Disusun Oleh:
Nama Mahasiswa : Anton Prasetiyo
Nomor Induk Mahasiswa : 18310032
ii
HALAMAN PENGESAHAN
SKRIPSI
Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Sarjana pada Program
Studi Akuntansi
Foto
Berwarna
2x3
Anton Prasetiyo
18310032
Menyetujui:
Pembimbing 1 Pembimbing 1I
(Khaula Luthfiati Rohmah, S.E. Akt., [Link]., CA) (Aditya Arisudhana.,S.E., Akt., [Link]., A-CPA)
NIK. 451710002 NIDN 0517039201
Mengetahui
Ketua Program Studi Akuntansi
iii
BERITA ACARA UJIAN PENDADARAN SKRIPSI
Oleh :
Nama Mahasiswa
Nomor Pokok Mahasiswa (NIM)
SKRIPSI
Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Sarjana pada Program
Studi Akuntansi
Telah diujikan dan disahkan oleh Dewan Penguji Skripsi pada tanggal yang tertera dibawah
ini
Mengetahui,
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi
Universitas Respati Yogyakarta
iv
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Saya menyatakan bahwa skripsi yang saya susun sebagai syarat memperoleh gelar
sarjana Akuntansi merupakan hasil karya tulis saya sendiri. Adapun bagian-bagian
tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip dari hasil karya orang lain
telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai norma, kaidah dan etika penulisan
ilmiah.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Universitas
Respati Yogyakarta.
Anton Prasetiyo
(NIM: 18310032 )
v
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...........................................................................................................vi
DAFTAR TABEL................................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................ix
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................x
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang Penelitian........................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................4
1.3 Tujuan Penelitian.....................................................................................4
1.4 Kontribusi Penelitian...............................................................................5
1.4.1 Kontribusi Teori.............................................................................5
1.4.2 Kontribusi Praktik..........................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................6
2.1 Landasan Teori........................................................................................6
2.1.1 Peraturan Pemerintah Indonesia Tentang Pergantian wajib
Auditor.....................................................................................................6
2.1.2 Teori Mengenai Auditor switching................................................6
2.1.3 Audit Laporan Keuangan...............................................................7
2.1.4 Opini audit......................................................................................8
2.1.5 Pergantian Manajemen...................................................................8
2.1.6 Financial distres............................................................................8
2.1.7 Persentase Perubahan ROA...........................................................9
2.1.8 Ukuran KAP...................................................................................9
2.1.9 Ukuran Klien..................................................................................9
2.2 Penelitian Terdahulu..............................................................................10
2.3 Kerangka Berpiki...................................................................................11
2.4 Hipotesis................................................................................................12
2.4.1 Pengaruh Pergantian manajemen terhadap Auditor switching.....12
2.4.2 Pengaruh Opini Audit terhadap Auditor switching......................12
2.4.3 Pengaruh Financial distres terhadap Auditor switching..............13
2.4.4 Pengaruh Persentase Perubahan ROA terhadap Auditor switching
13
2.4.5 Pengaruh Ukuran KAP terhadap Auditor switching....................14
2.4.6 Pengaruh Ukuran klien terhadap Auditor switching....................14
vi
BAB III METODE PENELITIAN....................................................................15
3.1 Desain Penelitian...................................................................................15
3.2 Variabel dan Definisi Operasional........................................................15
3.3 Populasi dan Sampel..............................................................................16
3.4 Sumber dan Jenis Data..........................................................................17
3.5 Teknik Pengumpulan Data....................................................................17
3.6 Teknis Analisis Data..............................................................................17
3.6.1 Statistik Deskriptif.......................................................................18
3.6.2 Pengajuan Hipotesis.....................................................................19
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................21
vii
DAFTAR TABEL
viii
DAFTAR GAMBAR
ix
DAFTAR LAMPIRAN
10
BAB I
PENDAHULUAN
internal dan external. Informasi dalam laporan keuangan akan jadi tolak ukur
Dalam sebuah informasi apabila informasi tersebut di audit oleh pihak yang
berkewajiban yang memiliki sifat independen maka akan lebih baik. Untuk
menilai kewajaran dalam hasil laporan keuangan perusahaan ialah auditor kantor
akuntan publik yang memiliki sifat independen sehingga laporan keuangan akan
2020).
menyatakan pendapat audit atas laporan keuangan harus memiliki lisensi sebagai
akuntan publik. Untuk membedakan KAP dengan auditor internal, maka KAP
& Tarmidzi, 2017). Akuntan publik merupakan pihak independen yang dianggap
1
mampu menengahi benturan kepentingan antara prinsipal (pemegang saham)
Akibat hubungan pekerjaan yang lama antara KAP dan klien akan muncul
Hubungan yang terjalin antara auditor dengan klien yang lama bisa saja membuat
pada akhirnya akan berdampak pada pendapat dan opini mereka (Yahya & Aini,
2019)
pertukaran auditor dan KAP (Briliyanda, Devi, & Alisa, 2019). Dalam hal ini
Indonesia menjadi salah satu negara yang menerapkan system pergantian KAP
secara wajib. Negara-negara lain banyak sekali yang menerapkan pergantian KAP
2
Indonesia Nomor 186/PMK.01/2021 tentang pemberian jasa audit umum atas
laporan keuangan dari suatu entitas dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut KAP) paling lama untuk 5 (lima) tahun buku berturut-turut dan
oleh seorang Akuntan Publik paling lama untuk 3 (tiga) tahun buku berturut-turut.
suatu hal yang menarik1untuk diteliti. Dibalik itu semua yang mempengaruhi
perusahaan yang ada di Indonesia untuk melakukan auditor switching apabila jika
auditor switching terjadi diluar ketentuan peraturan yang telah diberlakukan dan apa
saja pengaruh dari adanya peraturan pergantian KAP secara wajib tersebut. Menurut
Terdapat regulasi yang dapat mengatur batasan periode dalam proses jasa
audit dalam fenomena tersebut sangat sering memperlihatkan pada kondisi saat
ini, klien memiliki kecenderungan jika tidak mengikuti regulasi dan akan berfokus
voluntary dapat mengetahui apa saja faktornya bisa terjadinya fenomena ini.
auditor switching jika opini audit dapat menyimpan informasi penting bagi pihak
yang berkepentingan dan pihak lainya (Adhiputra & Astika, 2018). Bisa saja
auditor dari Kantor Akuntan Publik 1(KAP) ini memberikan suatu pandangan yang
tidak sesuai atas permintaan perusahaan, maka perusahaan klien cenderung akan
3
1menerapkan 1auditor 1switching. Bisa kita lihat dari hasil penelitian yang
dilakukan oleh (Faradhila & Yahya, 2016) dan (Djamalileli & Rahmana, 2015)
dimana proses valontary auditor switching bisa dipengaruhi oleh opini audit.
Berbeda terbalik dengan hasil penelitian dari (Prabowo & Sthepanie, 2017)
dimana voluntary auditor switching tidak bisa dipengaruhi oleh opini audit dapat
Pilar Sejahtera Food Tbk tahun 2017 melakukan pergantian auditor dari auditor
Amir Abadi Jusuf, Aryanto dan Mawar menjadi Ernst & Young (EY). Pelanggran
PWC. Kasus lain pada PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) yang diaudit oleh KAP
Jamaludin, Ardi, Sukimto, dan rekan tahun 2014. Tahun 2015 PT INVS
Siddharta, Tanzil dan Rekan agar kualitas penyampaian laporan keuangan dapat
Berdasarkan hal-hal tersebut dan kasus yang terjadi penelitian ini akan
oleh (Wijayani & Januarti, 2011). Hasil dari penelitian terdahulu pun berbeda-
4
Adanya ketidakkonsistenan dari penelitian-penelitian terdahulu terhadap
hasil empiris naka penting sekali penelitian terhadap auditor switching, dapat kita
lihat penelitian dari (Abdillah & Mardijuwono, 2019) telah berhasil dibuktikan
Financial distres, dan opini audit. Tetapi ada sedikit berbeda dari hasil penelitian
dengan adanya variabel ukuran klien, ukuran KAP, dan Financial distres.
Dalam hal ini mengacu terhadap penelitian dari (Wijayani & Januarti,
2011) dimana variabel opini audit di tambahkan dalam sikap independensi yang
bisa mempengaruhi auditor switching. Dapat kita lihat dari penelitian (Faradhila
& Yahya, 2016), (Purwanto & Azari, 2022) dan (Djamalileli & Rahmana, 2015)
tersebut.
variabel Fee audit tidak digunakan seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh
(Wijayani & Januarti, 2011). Terjadi perubahan kelas dalam penelitian proksi Fee
audit sehingga variabel Fee audit di bisa digunakan (Wijayani & Januarti, 2011)
dalam penelitian ini diperpanjang karena belum bisa menjelaskan dengan detail
pengaruhi Fee audit dengan auditor switching maka penelitian dari (Wijayani &
Januarti, 2011) yang dilakukan pada tiga tahun pada periode 2003-2009, menjadi
lima tahun di periode 2019 - 2021. Diharapkan akan berdampak pada hasil
bertujuan untuk menambah hasil penelitian dari (Wijayani & Januarti, 2011).
5
I.2 Rumusan Masalah
asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau
lebih:
6
3. Memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh persentase perubahan ROA
1. Bagi Akademisi
auditor switching.
Penelitian ini dapat dijadikan sumber referensi dan informasi untuk penelitian
2. Bagi Regulator
7
Menjadi salah satu sumber bagi pembuat regulasi yang berkaitan dengan
praktik perpindahan KAP oleh perusahaan go public yang sangat erat kaitannya
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengawasan Akuntan Publik yang mengatur bahwa pemberian jasa audit umum
atas laporan keuangan dari suatu entitas dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan
Publik paling lama untuk 5 (lima) tahun buku berturut-turut oleh seorang Akuntan
Publik paling lama untuk 3 (tiga) tahun buku berturut-turut (Ayu & Kurniawan,
2022).
Publik yang mengatur bahwa pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan
dari suatu entitas yang dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan (Ayu & Kurniawan,
2022).
dari kontrak untuk memotivasi agen yang rasional untuk bertindak sesuai
9
keinginan dari principal. Hubungan agensi ada ketika salah satu pihak (principal)
menyewa pihak lain (agent) untuk melaksanakan jasa dan dalam hal tersebut,
yang timbul karena adanya suatu kontrak (Bahri & Ahmad, 2020). Pergantian
auditor di lakukan oleh suatu perusahaan dimana jika muncul dua kemungkinan
yang pertama klien mengganti auditornya dan yang kedua kemungkinan auditor
keluar atau dikeluarkan dari pekerjaanya oleh klien, bisa terjadi pergantian auditor
bisa juga karena peraturan yang membatasi masa kontrak audit, contohnya
auditor atau kantor akuntan publik. (Purwanto & Azari, 2022) berpendapat
menganai adanya dua faktor yang bisa merubah perusahaan berganti KAP adalah
dan pengevaluasian bukti laporan. Audit laporan keuangan ini dilakukan oleh
eksternal audit dan biasanya atas permintaan klien. Standar audit dibutuhkan
dalam melakukan audit laporan keuangan. Standar audit yang digunakan dalam
10
Profesional Akuntan Publik terkait dengan proses audit dinyatakan dalam SA 200
1. Standar Umum
2. Standar Pelaporan
c. Laporan audit tidak bisa diberikan jika saat pelaporan terdapat pernyataan
a. Saat proses audit seorang auditor harus dilakukan dengan sebaik mungkin
11
b. Harus melalui inspeksi pengamatan, permintaan keterangan, dan
mendapatkan konfirmasi agar bisa berpendapat atas hasil audit ini semua
hasil audit nanti berhasil dilaporkan dengan baik dan sesuai standarnya.
tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk
posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (Utami & Kartika, 2019). Menurut
(Yahya & Aini, 2019) terdapat lima jenis saat dilakukan auditor dalam pokok
pelaporan:
pengecualian.
12
II.1.5 Pergantian Manajemen
sangat kesulitan keuangan dimana itu disebut Financial distres. Pada saat
penelitian ini permasalahan tersebut di proksi kan dalam rasio DER (Debt to
Equity Ratio) mengacu pada penelitian (Utami & Kartika, 2019). Rasio DER
dihitung dengan membandingkan total hutang dengan total ekuitas. Total hutang
merupakan total kewajiban (baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka
panjang), sedangkan total ekuitas merupakan total modal sendiri (total modal
saham yang disetor dan laba yang ditahan) yang dimiliki perusahaan. Semakin
tinggi rasio DER menunjukkan komposisi total hutang semakin besar di banding
13
II.1.7 Persentase Perubahan ROA
menghasilkan laba pada masa-masa mendatang. ROA diperoleh dari total aset
Ukuran KAP dalam penelitian ini merupakan besar kecilnya KAP yang
dibedakan dalam dua kelompok, yaitu KAP yang berafiliasi dengan Big 4 dan
KAP yang tidak berafiliasi dengan Big 4. Ukuran KAP biasanya dikaitkan dengan
dibandingkan dengan KAP kecil, KAP besar mempunyai kemampuan yang lebih
baik dalam melakukan audit, sehingga mampu menghasilkan kualitas audit yang
lebih tinggi.
sebuah perusahaan yang dapat dinyatakan dalam total aktiva, penjualan dan
14
kapitalisasi pasar. Semakin besar total aktiva, penjualan dan kapitalisasi pasar
maka semakin besar pula ukuran perusahaan itu. Semakin besar aktiva maka
semakin banyak modal yang ditanam, semakin banyak penjualan maka semakin
banyak perputaran uang dan semakin besar kapitalisasi pasar maka semakin besar
pula perusahaan dikenal dalam masyarakat. Dari ketiga variabel ini, nilai aktiva
relatif lebih stabil dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar dan penjualan
dalam mengukur ukuran perusahaan. Oleh karena itu dalam penelitian ini ukuran
15
Astrini dan Dul Akuntan, Masa auditor sukarela di dalam
2012
Muid, 2013) Kerja Audit auditor reputasi.
Dalam pengambilan
keputusan perusahaan
untuk melakukan auditor
912
Analisis faktor- switching tidak
Perusahaan
faktor Yang dipengaruhi oleh
Manufaktur
Mempengaruhi independensi, Financial distres,
yang
Perusahaan Di auditor switching, persentase perubahan
3 terdaftar di
Indonesia mandatory, ROA dan ukuran klien,
BEI
Melakukan voluntary. Sedangkan pergantian
periode
Auditor switching manajemen dan ukuran
2003 -
(Wijayani, 2013) KAP berpengaruh
2009
terhadap auditor
switching karena variabel
meningkat.
Dalam pergantian
manajemen, ukuran KAP,
pergantian dan persentase perubahan
Analisis faktor- perusahaan
manajemen, ROA berpengaruh
faktor Yang manufaktur
kepemilikan terhadap auditor
Mempengaruhi yang
publik, ukuran switching karena variabel
Perusahaan Di terdaftar di
4 KAP, Financial meningkat, Sedangkan
Indonesia Bursa Efek
distres, persentase Financial distres dan
Melakukan Indonesia
perubahan ROA variabel kepemilikan
Auditor switching (BEI) tahun
dan auditor tidak berpengaruh
(Maulida, 2015) 2010-2014.
switching. terhadap auditor
switching dalam suatu
perusahaan.
Sedangkan penelitian ini
Analisis faktor-
tidak adanya pengaruh
faktor Yang
80 terhadap auditor
Mempengaruhi
perusahaan switching dengan adanya
Auditor switching
manufaktur auditor switching, pergantian manajemen,
Pada Perusahaan
5 yang telah Financial distres, persentase perubahan
Yang Terdaftar Di
terdaftar di opini audit ROA, ukuran KAP, dan
Jakarta Islamic
JII periode perusahaan klien terhadap
Index Tahun
2011-2017 proses untuk melakukan
2013-2017
auditor switching dalam
(Hidayat, 2019)
suatu perusahaan.
Sumber : Data diolah tahun 2022
16
dengan ukuran klien, auditor switching hubungan dengan ukuran KAP, auditor
Opini Audit
Financial distress
Ukuran KAP
Auditor
Persentase perubahan switching
ROA
Ukuran Klien
Pergantian Manajemen
II.4 Hipotesis
di mana satu atau lebih orang (principal) melibatkan orang lain (agent) untuk
klien dalam sebuah kontrak kerjasama yang disebut nexus of contract. Pergantian
17
manajemen disebabkan karena keputusan rapat umum pemegang saham atau
harus mengontrak atau mengganti manajemen baru yaitu direktur utama atau CEO
terhadap aktivitas Auditor Switching Secara Voluntary. Oleh karena itu, untuk
switching..
(Yahya & Aini, 2019) manajer percaya bahwa opini-opini audit yang kurang baik
mengakhiri kontrak dengan auditor. Oleh karena itu, klien berusaha sedapat
diharapkan perusahaan atas laporan keuangannya dan akan mencari auditor yang
lebih mudah diatur (Utami & Kartika, 2019) mendapatkan bukti empiris bahwa
laporan keuangannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa klien yang mendapat opini
18
audit yang tidak diharapkan atas laporan keuangannya akan cenderung mengganti
klien yang terancam bangkrut atau tidak lagi memiliki kemampuan untuk
membayar biaya audit akan cenderung melakukan auditor switching (Utami &
Kartika, 2019). Perusahaan yang terancam bangkrut lebih sering berpindah KAP
dari pada perusahaan yang tidak terancam bangkrut. Ketidakpastian dalam bisnis
besar untuk beralih auditor daripada perusahaan yang sehat (Yahya & Aini, 2019).
ROA juga dapat digunakan sebagai indikator kondisi keuangan perusahaan untuk
melihat prospek bisnis dari perusahaan tersebut. Semakin tinggi nilai ROA berarti
19
semakin efektif pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan dan semakin baik
pula prospek bisnisnya (Apriyana, 2017). Perusahaan yang memiliki nilai ROA
kinerja sehingga prospek bisnisnya menurun. Dalam hal ini berarti kondisi
berikutnya adalah:
switching.
sebagai indikator kredibilitas laporan keuangan (Yahya & Aini, 2019). Adanya
faktor expertise itu akan menentukan perubahan auditor oleh perusahaan sehingga
perusahaan lebih memilih KAP besar. Menurut Hidayat (2019), perusahaan akan
lebih memilih KAP dengan kualitas yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas
laporan keuangan. KAP yang besar biasanya memiliki reputasi tinggi dalam
20
II.4.6 Pengaruh Ukuran klien terhadap Auditor switching
memerlukan biaya awal yang lebih besar untuk auditor baru. Kenaikan biaya (baik
biaya awal saat terlibat auditor baru. Misalnya, personil klien banyak
bisnis klien. Hal itu menimbulkan biaya tidak langsung ketika membina hubungan
baru dengan auditor baru. Hal ini berarti, klien dengan biaya besar memiliki
kecenderungan lebih rendah untuk berganti auditor dibandingkan klien yang kecil.
21
BAB III
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini yang nantinya akan digunakan untuk menguji sebuah
Nama
No Definisi Variabel Alat Ukur
Variabel
Auditor switching ialah variabel dummy
pergantian auditor yang di 1 = perusahaan yang melakukan
Auditor
1 lakukan atau di minta oleh auditor switching,
switching
perusahaan klien (Purwanto 0 = perusahaan yang tidak
& Azari, 2022). melakukan auditor switching
variabel dummy
Pergantian susunan
1 = perusahaan yang melakukan
manajemen ialah pergantian
Pergantian pergantian manajemen,
2 direksi di perusahaan
manajemen 0 = perusahaan yang tidak
(Sinaga, Mega, Felline, &
melakukan pergantian
Wijaya, 2021)
manajemen
Financial distres kondisi
dimana perusahaan yang Debt to Equity Ratio
Financial Total Utang
3 sedang mengalami kesulitan
distres, DER=
keuangan (Utami & Kartika, Total Ekuitas
2019)
Semakin tinggi nilai ROA
Persentase-
menunjukkan efektifitas 𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 (ROA) =
se
4 perusahaan memanfaatkan Laba Bersih Setelah Pajak
perubahan
asetnya, begitu pula Total Aset
ROA
sebaliknya (Apriyana, 2017)
Ukuran KAP merupakan variabel dummy
pembedaan jumlah klien dan 1 = perusahaan yang
Ukuran
5 jumlah anggota yang dimiliki menggunakan jasa KAP big 4,
KAP
oleh KAP (Yahya & Aini, 0 = perusahaan yang tidak
2019) menggunakan jasa KAP big 4
22
Ukuran klien merupakan
Ukuran besarnya ukuran sebuah
6 UK =ln (Total Aset)
klien perusahaan itu sendiri (Yahya
& Aini, 2019)
Opini audit adalah suat variabel dummy
pendapat yang diberikan oleh 1 = perusahaan yang
auditor dalam menilai mendapatkan opini qualified
7 Opini audit kewajaran perjanjian laporan atau wajar dengan pengecualian,
keuangan perusahaan yang 0 = perusahaan yang
sudah diauditnya (Apriyana, mendapatkan opini unqualified
2017) atau wajar tanpa pengecualian
Sumber: Dari data yang diolah tahun 2022
dan terdaftar dalam bursa efek Indonesia dari tahun 2019-2021 yaitu sebanyak
2019-2021
23
Sampel dalam penelitian adalah sebagian dari populasi penelitian
(Amirullah, 2015):
N
n= 2
1+ Ne
Keterangan :
n : Jumlah1Sampel
N : Total1Populasi
E : Tingkat1Kesalahan1dalam1Pengambilan1Sampel
Berdasarkan rumus di atas, maka jumlah sampel pada penelitian ini dapat di
49
n= 2
1+ 49 ( 0 ,10 )
49
n= ❑
1+ 49 ( 0 , 01 )
49
n= ❑
1+0 , 49
49
n= ❑
1 , 49
n=32 ,88
24
III.4 Sumber dan Jenis Data
Indonesia (BEI). Data time series digunakan dalam penelitian ini yang dimana
mengumpulkan sebuah data dari periode 3 tahun terakhir yang dimulai dari tahun
2019 - 2021 sebagai bahan data yang akan digunakan dan menggunakan data
cross section yang dimana menggunakan data dari beberapa objek pada tahun
deskriptif kedua teknik ini yang akan digunakan dalam penelitian kuantitatif.
Software yang akan digunakan dalam penelitian kuantitatif ini yaitu menggunakan
25
III.6.1 Statistik Deskriptif
Dalam statistik deskriptif yang akan digunakan nantinya akan dapat dilihat
maksimum, minimum, sum, range, dan kurtosis yang nanti akan memberikan
gambaran atau deskripsi suatu data (Alifatmaya, 2017). Dengan ini nantinya akan
digunakan sebagai uji asumsi klasik dengan melihat gambaran seluruh sampel
(Sugiyono, 2017).
Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari suatu model
regresi. Sebelum melakukan analisis regresi dilakukan uji asumsi klasik terlebih
dahulu. Uji asumsi klasik bermaksud supaya hasil analisis regresi memenuhi
sempurna, linier dan pasti, diantara beberapa atau semua variabel yang
Dalam uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari suatu
model regresi. Dalam penelitian ini, uji asumsi klasik yang digunakan antara lain:
1. Uji Normalitas
Uji distribusi normal adalah uji untuk mengukur apakah data kita memi-
liki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametrika. Salah
satu metode yang bisa digunakan untuk mendeteksi masalah normalitas yaitu:
26
statistik Kolmogorov-smirnov (K-S) adalah :
b. Jika nilai Sig atau signifikansi > 0,05 H0 diterima maka distribusi adalah
normal.
2. Uji Autokorelasi
satu variable yang saling berhubungan satu sama lain (Gani dan Amalia, 2015:
124). Besarnya nilai sebuah data dapat saja dipengaruhi atau berhubungan den-
gan data lainnya. Regresi secara klasik mensyaratkan bahwa variable tidak
boleh tergejala autokorelasi. Jika terjadi autokorelasi, maka model regresi men-
jadi buruk karena akan menghasilkan parameter yang tidak logis dan diluar
akal sehat.
Autokorelasi umumnya terjadi pada data time series, karena data time
series terikat dari waktu-waktu, beda halnya dengan data cross section yang
2018):
c. Jika 2 < d < 4 – dU atau dU < d < 2, berarti tidak ada autokorelasi positif
atau negatif
27
d. Jika dL ≤ d ≤ dU atau 4 – dU ≤ d ≤ 4 – dL, pengujian tidak meyakinkan.
Run test juga merupakan bagian dari statistik non-parametik dapat pula
digunakan untuk menguji apakah antar residual terdapat korelasi yang tinggi.
Jika antar residual tidak terdapat hubungan korelasi maka dikatakan bahwa
residual adalah acak atau random. Run test digunakan untuk melihat apakah
data residual terjadi secara random atau tidak (sistematis). Run test dilakukan
a. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05, maka H0 ditolak dan Ha
diterima. Hal ini berarti data residual terjadi secara tidak random (sistema-
tis).
b. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih dari 0,05, maka H0 diterima dan HA
ditolak. Hal ini berarti data residual terjadi secara random (acak).
3. Uji Heteroskedastisitas
Model regresi yang baik yaitu homoskesdatisitas atau tidak terjadi het-
apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu
28
pengamatan ke pengamatan yang lain. Sehingga, untuk menganalisis pengam-
a. Jika nilai signifikansi (sig) lebih besar dari 0,05, maka kesimpulannya
b. Sebaliknya, jika nilai signifikansi (sig) lebih kecil dari 0,05, maka
berikut:
1. Gambar titik ke arah atas dengan menyebar, bawah dan sekitar nilai 0.
2. Gambar titik akan menyebar dan tidak berkumpul di atas dan bawah.
4. Uji Multikolinieritas
a. Nilai R-Square signifikan, Uji F signifikan, tetapi standard error dan tingkat
29
pada negatif yang diamati.
c. Nilai koefisien negatif tidak sesuai dengan hipotesis, misalnya negatif yang
penden. Pengujian hipotesis baik secara parsial maupun secara bersama- sama, di-
lakukan setelah model regresi yang digunakan bebas dari pelanggaran asumsi
Keterangan:
AS = Auditor Switching
ₑ₁ = standard error ;
PM = Pergantian Manajemen
UK = Ukuran Klien
OA = Opini Audit
30
Nilai koefisien regresi melainkan menyatakan arah hubungan atau lebih
berpengaruh positif terhadap nilai variabel terikat Y. Bila nilai variabel bebas
bertambah 1 unit, maka nilai variabel Y akan berkurang sebesar A unit, begitu
pula sebaliknya.
1. Uji Statistik F
nilai aktual secara statistik. Model goodness of fit dapat diukur dari nilai
a. Pvalue < 0,05 menunjukkan bahwa uji model ini layak untuk digunakan
pada penelitian.
b. Pvalue > 0,05 menunjukkan bahwa uji model ini tidak layak untuk digu-
31
2. Pengujian Hipotesis
a. Uji Statistik t
variabel terikat secara parsial atau individual. Jika nilai Sig. uji t < 0,05
signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima hipotesis
H0 : β = 0
dependen.
dependen
dependen.
32
2) H0 ditolak dan Ha diterima apabila thitung < ttabel, artinya variabel
(Ghozali, 2018). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu.
33
DAFTAR PUSTAKA
34
Briliyanda, Devi, & Alisa. (2019). The Effect of Audit Opinion, Change of
Management, Financial Distress and Size of A Public Accounting Firm on
Auditor switching. .Jurnal Akuntansi Trisakti, 6(1)., 6 (1).
Djamalileli, & Rahmana, S. D. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Perusahaan Berpindah Kantor Akuntan Publik (Studi Pada Perusahaan
Manufaktur Yang Listing Di BEI Tahun 2010-2012). Jurnal Universitas
Riau 2 (1):1–18.
Dwitarina, R. (2019). Pengaruh Monday Effect, Weekend Effect Dan Week Four
Effect Terhadap Return Saham Lq45 Di Bursa Efek Indonesia (Studi
Empiris Pada Perusahaan Lq45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Periode Februari 2018 – Januari 2019). . Skripsi: Perpustakaan FEB
Unpad.
Faradhila, & Yahya, M. (2016). Pengaruh Opini Audit, Financial Distress, dan
Pertumbuhan Perusahaan Klien Terhadap Auditor switching (Studi Pada
Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun
2010-2014. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA) Vol.
1, No.1.
Feline, M. S., & Wijaya, O. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Auditor switching (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011-2015). Diponegoro
Journal of Accounting. Vol. 6. No. 3, 1-12.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Pogram IBM SPSS
Edisi Sembilan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Handayani, D. (2020). Penyakit Virus Corona 2019. J. urnal Respirologi
Indonesia. Vol 40. No. 2.
Hartati, & Manaf. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perbankan
Melakukan Pergantian Kantor Akuntan Publik. . Jurnal Ekonomi
Manajemen Akuntansi,.
Hidayat, R. (2018). Pengaruh debt to equity ratio, debt to asset ratio dan
profitabilitas terhadap nilai perusahaan food and beverages yang terdaftar
di BEI. Jurnal Studi Akuntansi & Keuangan,.
Institut Akuntan Publik Indonesia. (2020). Kode Etik Profesi Akuntan Publik
Efektif Per 1 Juli 2020. Jakarta: IAPI.
Jhosepin. (2021). Pengaruh Audit Delay, Kesulitan Keuangan, dan Pergantian
Manajemen Terhadap Auditor switching Pada Perusahaan Industri Barang
Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019.
Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
35
Kusumaningrum, Y., & Zulaikha, Z. (2019). Analisis Pengaruh Ukuran
Perusahaan, Likuiditas Dan Leverage Terhadap Penerimaan Opini Audit
Going Concern. Diponegoro Journal of Accounting, 8(4).
Nasheer. (2006). Auditor-Client Relationship: The Case of Audit tenure and
Auditor switching in Malaysia”. Managerial Auditing Journal, Vol. 21,,
724-737.
Prabowo, & Sthepanie. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Auditor switching (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011-2015. Diponegoro
Journal of Accounting. Vol. 6. No. 3, 1-12.
Prisna, A. (2020). Pengaruh Kepemilikan Institusional, Opini Audit, Ukuran Kap
Yang Dipakai, Dan Pertumbuhan Perusahaan Klien Terhadap Voluntary
Auditor switching (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019). Skripsi thesis
Sekolah TInggi Ilmu Ekonomi Indonesia.
Purwanto, A., & Azari, N. A. (2022). Analisis Hubungan Klien-Auditor : Faktor-
Faktor Yang Mempengaruhi Pergantian Auditor (Studi Empiris pada
Perusahaan Manufaktur di Indonesia Periode 2018- 2020). iponegoro
Journal Of Accounting.
Sinaga, A. N., Mega, Felline, & Wijaya, O. R. (2021). PENGARUH
PROFITABILITAS (ROE), UKURAN PERUSAHAAN, FINANCIAL
DISTRESS, DAN OPINI AUDIT TERHADAP AUDITOR SWITCHING
PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN 2017-2019.
Journalof Economic, Business and Accounting .
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sujarweni, V. W. (2018). Penelitian Akuntansi dengan SPSS. Yogyakarta:
Pustaka Baru Press.
Utami, & Kartika. (2019). Determinants of Financial Distress in Property and
Real Estate Companies. The Indonesian Accounting Review, 9(1).
Werdhaningtyas, A., & Tarmidzi, R. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Auditor switching Pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa
Efek Indonesia Tahun 2010-2015. J. urnal Akuntansi & Keuangan, 8(1).
Wijayani, E. D., & Januarti, I. (2011). Analisis Faktor – faktor yang
mempengaruhi perusahaan di Indonesia melakukan Auditor switching.
SNA XIV 2011.
Yahya, M., & Aini. (2019). Pengaruh Management Change, Financial Distress,
Ukuran Perusahaan Klien, dan Opini Audit Terhadap Auditor switching.
36
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA),.
Yanthi, PPK, Merawati, LK, & Munidewi, IAB (2020). Pengaruh Audit Tenure,
Ukuran Kap, Pergantian Auditor, dan Opini Audit terhadap Audit
Delay. Kumpulan Hasil Riset Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA) , 2 (1).
37