0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan67 halaman

Sistem Pengangkatan dalam Pemboran

Dokumen ini membahas sistem pengangkatan (hoisting system) yang berperan penting dalam operasi pemboran. Sistem pengangkatan terdiri dari struktur penyangga seperti menara dan lantai bor, serta peralatan pengangkatan seperti drawwork.

Diunggah oleh

094Faizah Aqilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan67 halaman

Sistem Pengangkatan dalam Pemboran

Dokumen ini membahas sistem pengangkatan (hoisting system) yang berperan penting dalam operasi pemboran. Sistem pengangkatan terdiri dari struktur penyangga seperti menara dan lantai bor, serta peralatan pengangkatan seperti drawwork.

Diunggah oleh

094Faizah Aqilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

SISTEM PENGANGKATAN
(HOISTING SYSTEM)

3.1. DASAR TEORI


Operasi pemboran dengan rotary drilling, lubang bor dibuat dengan cara
memutar lubang bor dengan memutar bit (pahat) dengan diberi tekanan dari atas
sehingga bit mampu membuat lubang dari batuan yang dilaluinya. Bit yang
berputar ini digerakkan oleh drill string (rangkaian pipa bor).
Kemajuan teknologi sudah demikian pesat sehingga kegiatan pemboran
minyak dapat dilakukan di darat, rawa-rawa, lepas pantai maupun laut dalam.
Semua operasi pemboran ini dapat dimungkinkan dan ditunjang oleh peralatan
yang saling menunjang satu dengan yang lain.
Sistem peralatan yang terdapat pada suatu rotary drilling terbagi menjadi
dua bagian yaitu sistem utama dan penunjang. Khusus untuk sistem pengangkatan
(hoisting system) merupakan salah satu komponen peralatan pemboran, yang
berfungsi untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk pengangkatan dan
penurunan drillstring dan casing kedalam lubang bor selama operasi pemboran
berlangsung.
Sistem pengangkatan memegang peranan penting mengingat bahwa
sistem ini adalah sistem yang mendapat atau mengalami beban yang paling besar,
baik beban secara vertikal maupun beban horisontal. Beban vertikal berasal dari
beban menara, drill string (drill pipe dan drill collar), casing string, tegangan
deadline, tegangan dari fast line serta tegangan dari [Link] beban
horisontal berasal dari tiupan angin serta drill pipe yang disandarkan pada menara.
Beban yang disebabkan oleh tiupan angin ini sangat mempengaruhi beban sistem
pengangkatan pada saat pemboran berlangsung dilepas pantai (offshore), seperti
dilapangan laut utara dimana kecepatan angin sangat besar sekali.
Sistem pengangkatan ini terdiri dari dua sub komponen utama, yaitu :

35
36

1. Struktur Penyangga (Supporting Structure), yang dikenal dengan nama “rig”


yang meliputi antara lain:
a. Drilling tower (derick atau mast)
b. Substructure
c. Rig floor (lantai bor)
2. Peralatan Pengangkatan (Hoisting Equipment)
a. Drawwork.
b. Overhead tool (crown block, travelling block, hook, elevator).
c. Drilling line.
3.1.1. Struktur Penyangga (Supporting Structure)
Struktur pengangga (rig) adalah konstruksi menara kerangka baja yang
ditempatkan diatas titik bor, berfungsi untuk menyangga perlatan
[Link] penyangga terdiri dari:

▪ Substructure.

▪ Lantai bor (rigfloor).

▪ Menara pemboran (drilling tower) yang ditempatkan diatas struktur dan lantai

bor.
[Link]. Substructure
Substructure adalah konstruksi kerangka baja sebagai platform yang
dipasang langsung diatas titik bor. Substructure memberikan ruang kerja bagi
peralatan dan pekerja diatas dan dibawah lantai bor. Tinggi substructure
ditentukan oleh jenis rig dan ketinggian blow out preventer stack. Substructure
mampu menahan beban yang sangat besar yang ditimbulkan oleh derrick atau
mast, peralatan pengangkatan meja putar, rangkaian pipa bor (drill pipe, drill
collar dan sebagainya) dan beban casing.
[Link]. Lantai Bor (Rig Floor)
Lantai bor diatas substructure berfungsi untuk:

▪ Menampung peralatan-peralatan pemboran yang berukuran kecil


37

▪ Tempat berdirinya menara

▪ Mendudukan drawwork

▪ Tempat driller dan rotary helper (roughneck)

Bagian ini penting dalam perhitungan kedalaman sumur karena titik nol
pemboran dimulai dari lantai bor. Susunan lantai bor terdiri dari :

▪ Rotary table, memutar rangkaian pipa bor (drillpipe, drillcollar, bit).

▪ Rotary drive, meneruskan (memindahkan) daya dari drawwork kemeja putar

(rotary table).

▪ Drawwork, merupakan “hoisting mechanism” pada rotary drilling rig.

▪ Drillers console, merupakan pusat instrumentasi dari rotary drilling rig.

▪ Make-up and break-out tongs, kunci-kunci besar yang digunakan untuk

menyambung atau melepas bagian-bagian drill pipe dan drill collar.

▪ Mouse hole, adalah lubang dekat rotary table pada lantai bor, dimana drill

pipe ditempatkan pada saat dilakukan penyambungan dengan kelly dan


rangkaian pipa bor.

▪ Rat hole, adalah lubang dekat kaki menara pada lantai bor dimana kelly

ditempatkan pada saat berlangsung “cabut pasang pipa” (round trip).

▪ Dog house, merupakan rumah kecil yang digunakan sebagai ruang kerja

driller dan penyimpanan alat-alat kecil lainnya.

▪ Pipe ramp (V-ramp), merupakan jembatan penghubung antara catwalk

dengan rig floor, berfungsi sebagai lintasan pipa bor yang ditarik ke lantai
bor.
38

▪ Catwalk, merupakan jembatan penghubung antara pipe rack dengan pipe

ramp, berfungsi untuk menyiapkan pipa yang akan ditarik ke lantai bor lewat
pipe ramp.

▪ Hydraulic cathead, digunakan untuk menyambung dan melepas sambungan

jika dipasang drill pipe yang besar atau drill collar akan ditambahkan atau
dikurangkan dari drill stem pada saat “perjalanan” masuk atau keluar dari
sumur bor.
[Link]. Menara Pemboran (Drilling Tower)
Fungsi utama menara adalah untuk mendapatkan ruang vertikal yang
cukup untuk menaikkan dan menurunkan rangkaian pipa bor dan casing ke dalam
lubang bor selama operasi pemboran [Link] karena itu tinggi dan
kekuatannya harus disesuaikan dengan keperluan pemboran.
Menara ini jika dilihat dari keempat sisinya, konstruksi [Link]
dimana drawwork berada selalu berlawanan dengan pipe ramp maupun pipe rack.
[Link],Ideco World Field, National Card Well, mengemukakan
bahwa ada dua tipe menara:
1. Tipe standar (derrick)
2. Tipe portable (mast)
Bagian-bagian menara yang penting :

▪ Gine pole, merupakan tiang berkaki dua atau tiga yang berada di puncak

menara, berfungsi untuk memberikan pertolongan pada saat menaikkan dan


memasang crown block (gine pole hanya dipasang menara tipe standar).

▪ Water table, merupakan lantai di puncak menara yang berfungsi untuk

mengetahui bahwa menara sudah berdiri tegak.

▪ Cross bracing, berfungsi untuk penguat menara, ada yang berbentuk K dan

X.
39

▪ Tiang menara, merupakan empat tiang yang berbentuk menara, berbentuk

segi tiga sama kaki, berfungsi sebagai penahan terhadap semua beban vertikal
dibawah menara dan beban horisontal (pengaruh angin dan sebagainya).

▪ Girt, merupakan sabuk menara, berfungsi sebagai penguat menara.

▪ Monkey board platform, berfungsi sebagai tempat kerja bagi para derrick

man pada waktu cabut atau menurunkan rangkaian pipa bor, dan tempat
menyandarkan bagian rangkaian pipa bor yang kebetulan sedang tidak
digunakan (pada saat dilakukan cabut pipa).
[Link].1. Menara Tipe Standar (Derrick)
Jenis menara ini tidak dapat didirikan dalam satu unit, tetapi sistem
pendiriannya disambung satu-persatu (bagian-bagian).Demikian jika dipindah
harus melepas dan memasang bagian-bagian tersebut, kecuali untuk jarak yang
tidak terlalu jauh dapat digeserkan. Menara jenis ini banyak digunakan untuk
pemboran dalam, dimana membutuhkan lantai yang luas untuk tempat pipa,
pemboran ditengah-tengah kota, daerah pegunungan dan pemboran di lepas pantai
dimana tidak tersedia cukup ruang untuk mendirikan satu unit penuh.
[Link].2. Menara Tipe Portable (Mast)
Jenis menara ini posisi berdirinya dapat vertikal atau hampir vertikal,
terdiri dari bagian yang dikaitkan satu sama lain dengan las atau sekrup (biasanya
terdiri dari dua tingkat), tipe menara ini dapat didirikan sebagai unit menara
penuh, menara ditahan oleh teleskoping dan diperkuat oleh tali yang ditambatkan
secara tersebar. Tipe menara ini jika dibandingkan dengan menara standart
mempunyai kelebihan, karena lebih murah, mudah dan cepat untuk
mendirikannya, serta biaya transportasinya murah, tetapi penggunaannya terbatas
pada pemboran yang dangkal.
3.2.2. Peralatan Pengangkatan (Hoisting Equipment)
[Link]. Drawwork
Drawwork merupkan otak dari suatu unit pemboran, karena melalui
drawwork ini seorang driller melakukan dan mengatur operasi pemboran,
40

sebenarnya drawwork merupakan suatu sistem transmisi yang kompleks, sebagai


gambaran adalah seperti sistem transmisi pada mobil (gear block).Drawwork akan
berputar bila dihubungkan dengan prime mover (mesin penggerak).
Konstruksi drawwork tergantung dari beban yang harus dilayani,
biasanya didesain dengan horse power (HP) dan kedalaman pemboran, dimana
kedalaman disini harus disesuaikan dengan ukuran drill pipenya.
Drawwork biasanya ditempatkan dekat meja putar, fungsi utama
drawwork adalah untuk:
1. Meneruskan tenaga dari prime mover (power system) ke rangkaian pipa bor
selama operasi pemboran berlangsung.
2. Meneruskan tenaga dari prime mover ke rotary drive.
3. Meneruskan tenaga dari prime mover ke cathead untuk menyambung atau
melepas bagian-bagian rangkaian pipa bor.
Komponen-komponen utama drawwork terdiri dari :
1. Revoling drum, merupakan suatu drum untuk menggulung kabel bor
(drillingline).
2. Breaking system, terdiri dari rem mekanis utama dan rem pembantu hidrolis
atau listrik, berfungsi untuk memperlambat atau menghentukan gerakan kabel
bor.
3. Rotary drive, berfungsi untuk meneruskan tenaga dari drawwork ke meja
putar.
4. Cat heads, berfungsi untuk mengangkat atau menarik beban-beban ringan
pada rig floor dan juga berfungsi untuk menyambung atau melepas
sambungan pipa bor.
[Link]. Overhead Tools
1. Crown block, merupakan kumpulan roda yang ditempatkan pada
puncak menara (sebagai block yang diam).
2. Traveling block, merupakan kumpulan roda yang digantung di
bawah crown block, di atas lantai bor (sebagai block yang bergerak
naik-turun).
41

3. Hook, berfungsi untuk menggantungkan swivel dan rangkaian pipa


bor selama operasi pemboran berlangsung.
4. Elevator, merupakan klem (penjepit) yang ditempatkan
(digantungkan) pada salah satu sisi travelling block atau hook
dengan elevator links, berfungsi untuk menurunkan atau menaikkan
pipa bor dari lubang bor.
[Link]. Drilling line
Drilling line sangat penting dalam operasi pemboran karena berfungsi
untuk menahan atau menarik beban yang diderita oleh hook. Untuk menghindari
kecelakaan yang mungkin terjadi karena keausan maka dibuat “cut off program”.
Cut off program ini dibuat berdasarkan kekuatan kabel terhadap tarikan dan
dinyatakan dengan ton line yang diderita kabel. Beban-beban berat yang diderita
oleh drilling cable terjadi pada saat :
- Cabut dan masuk drillstring (round trip).
- Pemasangan casing (running casing).
- Operasi pemancingan (fishing job)
Susunan drilling line terdiri dari :
a. Reveed “drilling line”, adalah tali yang melewati roda-roda crown block dan
roda-roda travelling block.
b. Deadline, adalah tali tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (tali
mati).
c. Deadline anchor, biasanya ditempatkan berlawanan (berseberangan dengan
drawwork, diklem pada substructure).
d. Storage or supply, biasanya ditempatkan pada jarak yang dekat dengan rig.
3.2.3. Rumus Perhitungan
Berikut merupakan rumus yang digunakan untuk menghitung seberapa
besar beban total pada menara drilling :
Bt = Q+Tf +Td +Bhb
Dimana :
Bt = Beban total pada menara, lbs.
Q = Beban vertikal, lbs.
42

Tf = Tegangan pada fast line, lbs.


Td = Tegangan pada deadline, lbs
Bhb = Berat hook block, lbs
[Link]. Beban Vertikal

● Berat drill string

Q = Q DP+ QDC
Dimana :
Q DP = Berat seluruh drillpipe yang digunakan, lbs
Q DC = Berat seluruh drillcollar yang digunakan, lbs

● Berat drill string di dalam lumpur

Qm = Q A × (1−0,0015 ) × ρ m
Dimana :
Q M = Berat drill string di dalam lumpur, lbs
QA = Berat drill string di udara, lbs
ρ M = Berat jenis lumpur, ppg

● Berat drill string pada pemboran berarah :

Q = G1 +G2 a+f . k . G2 sin sin a


Dimana :
G 1 = Berat string yang lurus, lbs
Q A = Berat drill string di udara, lbs
f = Koefisien gesekan antara string dan formasi, tak berdimensi
k = Koefisien yang menunjukkan bertambah besarnya gesekan
pada waktu mulai bergerak, biasanya diambil 1,5
a = Sudut kemiringan lubang, derajat

● Berat casing

QC = NW c × Lc
Dimana :
43

QC = Berat casing terpasang, lbs.


NW c = Berat nominal casing, lb/ft.
Lc = Panjang casing yang dipasang, ft.

● Tegangan kabel pemboran

Bhook
Tf = n
n(EB)
Dimana :
Tf = Berat casing terpasang, lbs.
Bhook = Berat nominal casing, lb/ft.
EB = Efisiensi pada block, biasanya diambil 0,98.
n = Banyaknya line.
[Link]. Beban Horizontal

● Berat stand yang bersandar pada menara

Gh = G × ( L2 h) sin sin a
Dimana :
Gh = Beban horizontal yang timbul akibat bersandarnya stand, lbs.
G = Jumlah berat seluruh stand, lbs.
L = Panjang rata-rata stand,m.
h = Tinggi racking platform,m.
α = Sudut antara stand dengan garis vertikal, derajat

● Beban akibat pengaruh angin

W = 0,004 × V 2
Dimana :
W = Wind load, lb/ft2.
V = Actual wind velocity, mph.

● Beban horizontal akibat pengaruh angin


44

Wh = W ( L2 h) sin sin a
Dimana :
W h = Beban horizontal akibat pengaruh angin, lbs.

● Beban horizontal maksimum

Bh max ⁡ = Gh +W h
45

3.2. DESKRIPSI ALAT


3.2.1. Nama Alat : Derrick
Fungsi : Fungsi utama menara adalah untuk mendapatkan ruang
vertikal yang cukup untuk menaikkan dan menurunkan
rangkaian pipa bor dan casing ke dalam lubang bor selama
operasi pemboran berlangsung.
Mekanisme : Jenis menara yang tidak dapat didirikan dalam satu unit,
tetapi sistem pendiriannya satu per satu dan digunakan
untuk pemboran dalam. Prinsip kerja dari menara
pemboran adalah menahan beban (vertikal) yang timbul
dari adanya proses pengeboran. Baik sewaktu menaikkan
ataupun menurunkan peralatan pemboran.
Gambar :

Gambar 3.1.
Derrick
(Sumber : Paulauskiene, T. 2018. Petroleum Extraction
Engineering.)
46

Spesifikasi :
Tabel III-1.
Spesifikasi Derrick
std. std. max
max hook max
top top [Link] wind
Model load clear wind
squar squar r surviva
height survival
e e l
Surviva
lbs ft Ft Ft Ft drilling
l
Semi- 100 70
sub 1.550.000 Knot Knot
40’ 18’ 18’
Derrick 170’ (115 (80
s mph) mph)
140 95
Jack-up 1.330.000
8’÷14 20’÷36 Knot Knot
Derrick 147’÷160 30’
’ ’ (160 (110
s ’
mph) mph)
Fixed
120 100
Platfor 1.330.000
8’÷14 28’÷34 Knot knot
m 147’÷160 30’
’ ’ (135 (115
Derrick ’
mph) mph)
s
47

3.2.2. Nama Alat : Mast


Fungsi : Mendapatkan ruang vertikal yang cukup untuk menaikkan
dan menurunkan rangkaian drill string dan casing ke
dalam lubang bor selama operasi pemboran berlangsung.
Mast memiliki fungsi yang hampir sama dengan derrick
tetapi mast telah menggantikan tugas derrick untuk hampir
semua operasi pengeboran di darat karena lebih mudah
untuk dipindahkan.
Mekanisme : Menahan beban vertikal yang timbul pada saat proses
pemboran berlangsung. Baik sewaktu menaikkan ataupun
menurunkan peralatan [Link] menara ini dapat
didirikan sebagai unit menara [Link] ditahan oleh
teleskoping dan diperkuat dengan tali yang ditambatkan
secara tersebar.
Gambar :

Gambar 3.2.
Mast
(Sumber : Qin, Jian, Yimin Ma, Yan Ding. 2015.
Structural Analysis of Mast Special Rotary Drilling Rig
for Transmission Line.)
48

Spesifikasi :
Tabel III-2.
Spesifikasi Mast
Max. Static Hook Max. No. of
Clear Height (A)
Load Capacity Lines of
Type
Metric Hoisting
1,000 lbs M Ft
to System

MUP-350 350 772 46.60 152.90

MUP-225 225 500 46.60 152.90 10

MU-180 180 397 34.72 112.00

MU-160 160 353 33.85 111.00

MU-140 140 310 33.50 110.00 8

MU-120 120 265 33.41 109.60

MU-100 100 220 32.13 105.40 6

MU-80D 80 175 29.00 95.14


8
MU-80S 80 175 19.60 64.30

MU-80 80 175 29.00 95.14


MU-65 65 143 28.00 92.00

MU-65U 65 143 17.25 56.58


6
MU-60 60 132 17.25 56.28

MU-40U 40 88 17.25 56.58

MU-28 28 61 15.45 50.70


MU-20 20 44 25.20 82.68 4

MU-6.3 6.3 14 13.50 44.29 2


49

3.2.3. Nama Alat : Drilling line


Fungsi : Drilling line berfungsi untuk menahan atau menarik beban
yang diderita oleh hook.
Mekanisme : Drilling line menghubungkan semua komponen dalam
sistem pengangkatan, karena tali ini dililitkan secara
bergantian melalui crownblock dan puli travelling block,
kemudian digulung pada revolving anchor yang berputar.
Selain itu ada juga tali yang tidak bergerak yang
ditambatkan pada substructure (deadline). Beban berat
yang diderita oleh drilling cable terjadi pada saat:

● Cabut dan masuk drillstring (round trip)

● Pemasangan casing (running casing)

● Operasi pemancingan (fishing job)

Gambar :

Gambar 3.3.
Drilling line
50

(Sumber : Paulauskiene, T. 2018. Petroleum Extraction


Engineering.)
Spesifikasi :
Tabel III-3.
Spesifikasi Drilling line

Derrick Weight Minimum Length Suggest leg


Line Strength
(feet) (feet) Length (feet)

6 1.550 3.500

8 2.000 5.000
80
10 2.250 To

12 2.600 7.500

6 1.300 3.500

8 1.600 5.000
150
10 1.200 To

12 2.200 7.500

125 6 1.100 3.500

8 1.350 To

10 1.600 5.000
90
6 300 1.350
51

3.2.4. Nama Alat : Drawwork


Fungsi : Meneruskan tenaga dari prime mover ke rangkaian pipa
bor selama operasi pemboran berlangsung, meneruskan
tenaga dari prime mover ke rotary drive, dan meneruskan
tenaga dari prime mover ke cathead untuk menyambung
atau melepas bagian-bagian rangkaian pipa bor.
Mekanisme : Drawwork akan berputar bila dihubungkan dengan prime
mover (mesin penggerak). Sebagai mesin penarik,
drawwork mempuyai komponen-komponen utama yang
saling menunjang, sehingga bisa memintal atau mengulur
tali pada waktu terjadi proses pengeboran untuk
mengangkat beban-beban dari lantai rig, selain itu juga
bisa mengerem atau menghentikan gerakan drilling line.
Gambar :

Gambar 3.4.
Drawwork
(Sumber : Bourgoyne, A.1986. Applied Drilling
Engineering. Richardson: Society Petroleum Engineers.)
52

Spesifikasi :
Tabel III-4.
Spesifikasi Drawwork
MODEL JC20 JC40 JC40DB(S)
Nominal
Drilling Depth 1200~2000 2500~4000 2500~4000
(M)
Rated Power
441 735(1000PS) 1000
(KW)
Max. Pull of
200 245 275
Fast Line (KN)
Dia. Of Wire
29 (1-1/8”) 32 (1-1/4”) 32 (1-1/4”)
Line (mm/in)
Drum (Dia X
Φ560x1120 Φ660x1140 Φ640x1302
Length, M)
Brake Rim (Dia
Φ1067x267 Φ1168x265 Φ1168x265
X Width, mm)
Brake Disc (Dia
Φ1400x50 Φ1400x76 Φ1400x76
X Width, mm)
Sandline Drum
(Dia X Length, Φ356x1245 Φ356x1245
mm)
Capacity of
Sandline Drum
3500 3500
(Φ14.5 wire
line, M)
FDWS40;236WC
Auxiliary Brake SDF20 SDWS40
B2
Overall 5500x2450x254
6450x3553x2429 6600x3000x2500
Dimension 5
53

(LXWXH, mm)
Weight (Kgs) 17528 28240 37500

3.2.5. Nama Alat : Crown Block


54

Fungsi : Kumpulan roda yang ditempatkan pada puncak menara


untuk melilitkan tali.
Mekanisme : Crown block berupa katrol-katrol pada puncak menara,
yang dihubungkan pada travelling block dengan
menggunakan drilling line, untuk meringankan beban
pengangkatan berbagai peralatan pemboran. Travelling
block merupakan susunan pul-pul dimana tali baja
dililitkan, hal ini memungkinkan travelling block berjalan
naik turun di bawah crown block dan diatas rig floor.
Gambar :

Gambar 3.5.
Crown Block
(Sumber : Bourgoyne, A.1986. Applied Drilling
Engineering. Richardson: Society Petroleum Engineers.)

Spesifikasi :
55

Tabel III-5.
Spesifikasi Crown Block
645 – FA 750 – FA 760 – FA 860 – K
Drilling
line 6 7 7 8
Sheaves
Ratings Tons 420 583 583 743
Drilling
In 1 ¼ - 1 3/8 1 3/8 – 1 ½ 1 3/8 – 1 ½ 1 ½ - 1 5/8
line size
Sandline
In 9/16 – 5/8 9/16 – 5/8 9/16 – 5/8 9/16 – 5/8
size
Catline
In 1½ 1½ 1½ 1½
size
Weight Lbs 9045 12440 14500 17840

3.2.6. Nama Alat : Travelling Block


56

Fungsi : Travelling block, sebagai block bergerak yang terkait


dengan crown block, bergerak vertikal naik turun
mengangkat hook block.
Mekanisme : Travelling block merupakan susunan pul-pul dimana tali
baja dililitkan, hal ini memungkinkan travelling block
berjalan naik turun di bawah crown block dan diatas rig
floor.
Gambar :

Gambar 3.6.
Traveling block
(Sumber : Bourgoyne, A.1986. Applied Drilling
Engineering. Richardson: Society Petroleum Engineers.)

Spesifikasi :
57

Tabel III-6.
Spesifikasi Travelling Block
55 T- 40 T- 30 T- 20 T- 12 T-
MODEL
660 650 542 436 430
10- 8- 5-
Ft 15.000+ 4-8.000
Depth 20.000 14.000 10.000
rating 3.048- 2.438- 1.524- 1.219-
M 4.572+
6.096 4.267 3.048 2.438
Rated Ton 550 400 300 200 125
capacity Kg 498.952 362.874 272.155 181.437 113.298
[Link]
6 6 5 4 4 or 3
sheaves
[Link] In 60 50 42 36 30
sheaves Mm 1.524 1.270 1.067 914 762
1 5/8, 1
Sheaves 1 3/8 or 1 ¼ or 1 1 1/8 or 1 1/8, 1
In 1/2 or 1
grooves 1¼ 1/8 1 or 7/8
3/8
In 112 ½ 95 1/8 78 5/8 69 ½ 58 ¼
A
Mm 2.858 2.416 1.997 1.765 1.480
In 10 ½ 9¼ 8 6½ 5 5/8
B
Mm 267 234 203 165 143
In 13 12 ¼ 10 8½ 7
C
Mm 330 311 254 216 178
In 34 31 ¾ 25 22 20 1/8
D
Mm 864 806 635 559 511
In 63 52 ½ 44 ½ 38 ¾ 33
DD
Mm 1.600 1.334 1.130 984 838
In 100 83 5/8 68 3/8 61 ½ 51 ¾
E
Mm 2.540 2.124 1.762 1.562 1.314
F In 15 13 11 ¼ 10 ½ 8¼
58

Mm 381 330 286 267 210


In 4 4 4 4 2¾
G
Mm 102 102 102 102 70
Lb 18.000 14.000 8.000 5.000 3.000
Weight
Kg 8.165 6.350 3.629 2.268 1.361

3.2.7. Nama Alat : Hook


59

Fungsi : Merupakan tempat bergantungnya swivel.


Mekanisme : Hook adalah suatu kait yang digunakan untuk
menggantung swivel dan rangkaian pipa bor selama
pemboran berlangsung.
Gambar :

Gambar 3.7.
Hook
(Sumber : Paulauskiene, T. 2018. Petroleum Extraction
Engineering

Spesifikasi :
60

Tabel III-7.
Spesifikasi Hook
MODEL TBJ- TBJ- TBJ- TBJ- TWW TWW TWW TW
40 30 20 12 -40 -30 -20 W-
12
To 350 250 150 100 350 250 150 100
Rated
ns
Capab
Kg 317.5 226.7 136.0 90.7 317.5 226.7 136.0 90.71
ity
15 96 78 18 15 96 78 8
In 164 133 ½ 117 ¼ 95 ¼ 141 ¾ 119 103 92 ½
H M 4.166 3.391 2.978 2.41 3.600 3.023 2.616 2.350
m 9
In 31 ¾ 25 22 20 ¼ 31 ¾ 25 20 20 ¼
I M 806 635 559 514 806 635 508 514
m
In 52 ½ 44 ¼ 38 ¾ 33 52 ½ 44 ½ 38 ¾ 33
J M 1.333 1.130 984 838 1.333 1.130 984 838
m
Lb 10.50 7.700 5000 19.00 10.50 7.700 5.000
Weigh 0 0 0
t Kg 4.763 3.493 2.26 8.618 4.763 3.493 2.268
8

3.2.8. Nama Alat : Elevator


61

Fungsi : Elevator berfungsi untuk menjepit atau memegang drill


pipe dan drill collar bagian demi bagian sehingga dapat
dimasukkan atau dikeluarkan ke dan dari lubang bor.
Mekanisme : Elevator digunakan sebagai penjepit dalam penurunan
maupun penaikan pipa bor. Elevator mempunyai semacam
engsel yang dapat membuka dan menutup yang digunakan
sebagai penjepit dalam penurunan maupun penaikan pipa
bor.
Gambar :

Gambar 3.8.
Elevator
(Sumber : Schlumberger Oilfield Glossary.)

Spesifikasi :
62

Tabel III-8.
Spesifikasi Elevator
Drillpipe
Elevato Elevato Max load
Model size and
r bores r sign tons (Kn)
style
2 3/8
DDZ67 2 3/8 EU 67 100 (900)
EU
2 7/8
DDZ83 2 7/8 EU 83 150 (1350)
EU

DDZ101 3 ½ EU 101 3 ½ EU 250 (2250)

DDZ109 4 IU 109 4 IU 350 (3150)

4 EU 4 EU
DDZ121 4 ½ EU 121 4 ½ EU
4 ½ EU 4 ½ EU
4 ½ EU 4 ½ EU
DDZ133 133
5 I EU 5 I EU
DDZ148 5 ½ EU 148 5 ½ EU

3.2.9. Nama Alat : Link


63

Fungsi : Link berfungsi sebagai pengait antara hook dan elevator.


Mekanisme : Ruang kerja link adalah hanya sebagai penggantung saja.
Link dirangkai dengan elevator seperti pada saat round
trip.
Gambar :

Gambar 3.9.
Link
(Sumber : Changzou Lockheed Petroleum Machinery
[Link].)
64

Spesifikasi :
Tabel III-9.
Spesifikasi Link
Rated
Part Capacit [Link]
Size Numbe y Per
r Set-
Set-lbs
Tong
30706-
1 ¾” x 36” 150 125
1036
30706-
1 ¾” x 48” 150 160
1048
30706-
1 ¾” x 60” 150 150
1460
30706-
1 ¾” x 72” 150 230
1072
30706-
1 ¾” x 84” 150 270
1084
65

3.2.10. Nama Alat : Deadline Anchor


Fungsi : Menambatkan drilling line pada substructure.
Mekanisme : Biasanya ditempatkan berlawanan dengan drawwork,
terikat dengan struktur bawah dari rig untuk menambatkan
deadline.
Gambar :

Gambar 3.10.
Deadline Anchor
(Sumber : Paulauskiene, T. 2018. Petroleum Extraction
Engineering .)
66

Spesifikasi :
Tabel III.10.
Spesifikasi Deadline Anchor
Model Load Range DrilllineRange
100,000 lb/150,000 1 3/8“ - 1½“ - 1
MH 1083 080
lb 5/8” - 1¾”

150,000 lbs / Fix. Drum Floor (45,359 kg / 68,038


mounted, tension cell kg)

100,000 lb/140,000 1 3/8“ - 1½“ - 1


MH 1083 065
lb 5/8” - 1¾”
140,000 lbs / Rot. Drum With (45,359 kg / 63,502
hydraulic drive Leg mounted, kg) 100,000 1 3/8“ - 1½“ - 1
tension cell MH 1496 010 lb/140,000 lb 5/8” - 1¾” 1 3/8“ -
140,000 lbs / Rot. Drum Floor (45,359 kg/ 63,502 1½“ - 1 5/8” - 1¾”
mounted, compr. Cell MH kg) 150,000 - 2”
1496 011 lb/200,000 lb
(68,038
200,000 lbs / Rot. Drum Floor
kg/90,718kg)
mounted, compr. CellMH 1 3/8“ - 1½“ - 1
100,000 lb/140,000
1496 015 140,000 lbs / Rot. 5/8” - 1¾”
lb (45,359 kg /
Drum
63,502 kg)

Floor mounted, tension cell

MH 5018 844 160,000 lbs / 100,000 lb/160,000


1 3/8“ - 1½“ - 1
Rot. Drum Leg mounted, lb (45,359 kg/
5/8” - 1¾”
compr. Cell 72,575 kg)
67

3.2.11. Nama Alat : Catwalk


Fungsi : Untuk melekatkan pipa-pipa pemboran sebelum
diletakkan di lereng pipa.
Mekanisme : Catwalk ini menghubungkan antara pipe rack dan v-
door/drill floor. Pipa diletakkan diatas catwalk kemudian
disalurkan dengan menggunakan trolleys.
Gambar :

Gambar 3.11.
Catwalk
(Sumber : Schlumberger.)
68

Spesifikasi :
Tabel III-11.
Spesifikasi Catwalk
Feature Specification

Sub-floor Height 16’ to 20’

Casing 4 ½ to 20”
Drill Collar 11”
Range II and Range
Tubular
III

Max Payload-skate 10,000 lbs

Max Payload-Pipe racks 30,000 lbs

Max Payload - Load


14,500 lbs
Arms

Weight without options 53,000 lbs

Length 58’
Deck Height 4’

Tunnel Clearance 36" wide x 35" high

Cycle Time 20 seconds


69

3.2.12. Nama Alat : Pipe Ramp


Fungsi : Sebagai lintasan drill pipe yang akan ditarik ke rig floor.
Mekanisme : Pipa disandarkan di pipe ramp dan kemudian diangkat ke
lantai rig.
Gambar :

Gambar 3.12.
Pipe Ramp
(Sumber : United States Department of Labor. Drilling
Ahead.)
70

Spesifikasi :
Tabel III-12.
Spesifikasi Pipe Ramp
General Casing
Total 23,148 (10,500kg.) Speed, 25.98 in./sec (660
weight: lbs. belt: mm/sec)
Length: 55.7 ft. (17 m) Tail-in 25.98 in./sec (660
telescope mm/sec)
speed:
(telescope Capacity
retracted)
Tail-in 20.35 ft. (6.2 m) Drill pipe: Any size
telescope:
Drill pipe Drill up to 8
collar:
Speed, 25.98 (660 Casing: up to 20
belt: in./sec mm/sec)
Tail-in 25.98 (660 Max. 7,716 lbs. (3,500 kg)
telescope in./sec mm/sec) load:
speed:
Drill Power
Collar
Speed, 25.98 (660 Electrical: 110/230V - 50/60 Hz
belt: in./sec mm/sec)
Tail-in 25.98 (660 Hydraulic 210 bar - 200 I/min
telescope in./sec mm/sec) :
speed:
71

3.2.13. Nama Alat : Top Drive System


Fungsi : Memberikan tenaga angkat, putar, dan juga sebagai alat
sirkulasi.
Mekanisme : Top drive system merupakan teknologi yang digunakan
dalam pemboran khususnya dalam hoisting dan rotary
system dengan menggunakan putaran dari motor dalam
top drive, sehingga tidak perlu menggunakan rotary table.
Adanya lintasan khusus dari top drive untuk sistem
pengangkatan.
Gambar :

Gambar 3.13.
Top Drive System
(Sumber : Schlumberger)
72

Spesifikasi :
Tabel III-13.
Spesifikasi Top Drive System
Lifting capacity : 650 tons
Power output, 860 kw (1150 hp) continuous torque : 86000 nm
(63400 lbf ft) intermittent torque : 123300 nm (91000 lbf ft) max. Speed
(max. Hp) : 268 rpm
Max. Speed at max. Torque : 93 rpm
Continuous power input : 1100 a
Intermittent power input: 1544 a
Weight excl. Guidedolly : 20400 kg (45000lb) length : 6800 mm (22.3 ft)
73

3.2.14. Nama Alat : Pipe Rack


Fungsi : Untuk memindahkan pipa pemboran dari pipe rack ke
catwalk.
Mekanisme : Pipe rack terletak disamping rig, pipa diangkat dari pipe
rack ke cat walk dengan tenaga hydraulic.
Gambar :

Gambar 3.14.
Pipe Rack
(Sumber : United States Department of Labor. Drilling
Ahead)
74

Spesifikasi :
Tabel III-14.
Spesifikasi Pipe Rack
Technical Data
Travelling Speed 30 m/min (98 ft/min)
Lifting Speed 20 m/min (65 ft/min)
Telescopic Speed 20 m/min (65 ft/min)
Travelling Length 41.3 m (135 ft/min)
Telescopic Length 4.6 m (15 ft/min)
6.0 mT x 11.4 m (+/- 0.5 m eccentric)
(6.6 tons x 37.4 ft +/- 1.6 ft eccentric)
Lifting Capacity 2.5 mT x 16.0 m (+/- 3 m eccentric)
(2.8 tons x 52 ft +/-10 ft eccentric)
(Distance from center of jib)
Tabular Length 3.5 – 14.6 m (11.5-48 ft)
Tabular Diameter 2 7/8” -30”
Twist greeper claws 2 7/8” -30”
Approx. 30 mT (incl. rail, gripper)(33
Installed weight
tons)
75

3.2.15. Nama Alat : Substructure


Fungsi : Substructure adalah konstruksi kerangka baja sebagai
platform yang dipasang langsung diatas titik bor.
Substructure memberikan ruang kerja bagi peralatan dan
pekerja di atas dan bawah lantai bor.
Mekanisme : Prinsip kerja substructure hanyalah berupa tempat
diletakkannya peralatan atau instrumen yang diperlukan
selama operasi pemboran berlangsung dan sebagai tempat
dilaksanakan kegiatan yang berkenaan dengan operasi
pemboran.
Gambar :

Gambar 3.15.
Substructure
(Sumber : Ramirez, Pedro. 2009. Reserve Pit
Management:Risk to Migratory Birds.)
76

Spesifikasi :
Tabel III-15.
Spesifikasi Substructure
Casing Setback
Floor Height Clear Heigt
Capacity Capacity
Type
Matri 1000 Metric 1000
M Ft M Ft
c to lbs to Lbs

S900R 900 2000 600 1325 11,6 38,0 10,1 33,5

S500-
10,0 32,7 8,4 27,5
R
S500-
500 1100 320 705 7,5 24,6 6,0 19,8
R
S500-
7,5 24,6 5,9 19,4
1
S400-
7,5 24,6 6,0 19,7
R
400 885 250 550
S400 6,9 22,6 5,4 18,0

S320-
6,9 22,6 5,4 17,7
R
320 705 200 440
S320 6,7 22,0 5,4 18,0

S200-
R 200 440 125 275 5,0 16,4 3,8 12,5
S200
S125- 125 275 80 176 4,2 13,78 3,9 12,9
R
77

S125 3,4 11,4

3.2.16. Nama Alat : Control Panel


Fungsi : Control panel memberikan informasi tentang:
1. Mud pump
2. Tekanan pompa
3. Tenaga putar untuk alat pemutar
4. Kecepatan putaran
5. Tenaga putaran untuk tongs
6. Berat beban yang digantung (mengukur berat beban)
Mekanisme : Memberikan semua informasi yang diperlukan driller dan
krunya.
Gambar :

Gambar 3.16.
Control Panel
(Sumber : Rigserv Ltd & Rigserv LCC.)
78

Spesifikasi :
Tabel III-16.
Spesifikasi Control Panel
Standart Salt water service Corrosive Illuminated
service gauge gauge fluid gauge gauge
Presure
Shipping wt. Shipping wt. Shipping wt. Shipping wt.
range
24 lb. 48 lb. 48 lb. 24 lb.

0-1000 psi
0-3000 psi
2559 – 1 19965 – 1 19990 – 1 20679 – 1
0-5000 psi
2559 – 3 19965 – 3 19990 – 3 20679 – 3
0-6000 psi
2559 – 5 19965 – 5 19990 – 5 20679 – 5
0-70 kg/cm2
2559 – 6 19965 – 6 19990 – 6 20679 – 6
0-150
2559 – 2 19965 – 2 19990 – 2 20679 – 2
kg/cm2
2559 – 11 19965 – 11 19990 – 11 20679 – 11
0-210
2559 – 4 19965 – 4 19990 – 4 20679 – 4
kg/cm2
2559 – 7 19965 – 7 19990 – 7 20679 – 7
0-350
2559 – 10 19965 – 10 19990 – 10 20679 – 10
kg/cm2
2559 – 8 19965 – 8 19990 – 8 20679 – 8
0-70 atmos
2559 – 9 19965 – 9 19990 – 9 20679 – 9
0-150 atmos
2559 – 12 19965 – 12 19990 – 12 20679 – 12
0-210 atmos
0-350 atmos
79

3.2.17. Nama Alat : Hydraulic Cathead


Fungsi : Untuk menyambung dan melepas sambungan jika
dipasang drill pipe yang besar atau drill collar akan
ditambahkan atau dikurangkan dari drill stem pada saat
“perjalanan” masuk atau keluar dari sumur bor.
Mekanisme : Memberikan tenaga berupa tarikan untuk mengencangkan
sambungan pipa. Dihubungkan dengan tang melalui tali.
Gambar :

Gambar 3.17.
Hydraulic Cathead
80

(Sumber : Schlumberger.)

Spesifikasi :
Tabel III-17.
Spesifikasi Hydraulic Cathead
Technical data Standard High Torque Low Torque
140,000 N 165,000 N 13,000 N
Operating pull
(31,000 lb) (37,125 lb) (2,930 lb)
16,000 Nm
Maximum torque on 170,000 Nm 200,000 Nm
(11,720 lbf
pipe w/ 4 ft. rig tong (125,000 lbf ft) (147,000 lbf ft)
ft)
19,800 Nm
Maximum torque on 210,000 Nm 250,000 Nm
(14,650 lbf
pipe w/ 5 ft. rig tong (157,500 lbf ft) (185,000 lbf ft)
ft)
12,000 - 140,000 20,000 – 1300 –
Pull regulation
N 165,000 N 13,000 N
(2,698-31,500 (4,500-37,000 (290-2,900
lbf) lbf) lbf)
2000 mm (6.5 2000 mm
Stroke of wire 2000 mm (6.5 ft)
ft) (6.5 ft)
Line speed,
0.15 m/sec. 0.15 m/sec. 0.15 m/sec.
pneumatically
(0.49 ft./sec.) (0.49 ft/sec.) (0.49 ft/sec.)
operated
10.7 m of ø 22 10.7 m of ø 24 10.7 m of ø
Wire data
wire wire 12 wire
(35 ft. of 7/8 in. (35 ft. of 7/8 in. (35 ft. of 7/8
wire) wire) in. wire)
Operational angle of
20° each side 20° each side 20° each side
swing sheave:
Lug pull force 140,000 N 165.000 N 13.000 N
81

(31,500 lbf) (37,100 lbf) (2,922 lbf)


Hydraulic flow,
Q = min. 100 Q = min. 100 Q = min. 100
pneumatically
l/min. l/min. l/min.
operated
(26.4 (26.4 (26.4
gallon/min.) gallon/min.) gallon/min.)
140 bar (2030 140 bar (2030 140 bar
Working pressure
psi) psi) (2030 psi)
450 x 1950 x 450 x 1950 x 220 x 1950 x
Size
830mm 830mm 500mm
(18 x 77 x (9 x 77 x
(18 x 77 x 33in.)
33in.) 20in.)
710 kg (1565 95 kg (210
Weight 710 kg (1565 lb)
lb) lb)
82

3.2.18. Nama Alat : Rotary Drive


Fungsi : Untuk memindahkan pipa pemboran dari pipe rack ke
catwalk.
Mekanisme : Pipe rack terletak disamping rig, pipa diangkat dari pipe
rack ke cat walk dengan tenaga hydraulic.
Gambar :

Gambar 3.18.
Rotary Drive
(Sumber : Liebherr Group.)
83

Spesifikasi :
Tabel III-18.
Spesifikasi Rotary Drive

Items TSL 100 TSL 160

Morse of centre hole MT2 MT2

Dia of centre hole φ20X8 φ25X6

Max workload
20 100
(Hor.)
Max workload
10 50
(Vert.)

N.W 7 8

G.W 8 30
84

3.2.19. Nama Alat : Pipe Spinner


Fungsi : Untuk melepas dan menyambung pipa.
Mekanisme : Pipa dilepas atau disambung dengan cara diputar oleh
pipe spinner.
Gambar :

Gambar 3.19.
Pipe Spinner
(Sumber : PT. VarcoIndo Bina Jaya)
85

Spesifikasi :
Tabel III-19.
Spesifikasi Pipe Spinner
Model 550A 550H 950A 950H

Actuation Air Hydrauli Air Hydraulic


c
Size Range 2.8 2.8 2.8 2.8
8” 8” 8” 8”
to5.5”O to5.5”O to9.5”O to9.5”O
D (73 to D (73 to D (73 to D (73 to
139 139 241 241
mm) mm) mm) mm)
RateTorque 1250 ft-lbs 1050 2250 ft-lbs 1950 ft-lbs
(Maximum OD) ft-
(1695N-m) bs(14 (3050N-m) (2644N-m)
24
N-m)
RateTorque 600 ft-lbs 600 ft-lbs 600 ft-lbs 600 ft-lbs
(MinimumOD)
(813N-m) (813N-m) (813N-m) (813N-m)
Rate 70 RPM 70 RPM 70 RPM 70 RPM
Speed(Maximum
OD)
Rate 130 RPM 130 RPM 130 RPM 130 RPM
Speed(Minimum
OD)
Estimated Weight 950 lbs 620 lbs 1025 lbs 660 lbs
86

(431Kg) (281Kg) (465Kg) (299Kg)

3.2.20. Nama Alat : Motion Compensator


Fungsi : Untuk mengurangi gaya vertikal yang berdampak pada
drillstring sehingga menjaga elevasi dari drill string agar
tidak terlalu jauh dari pusat pemboran.
Mekanisme : Motion compensator dipasang pada derrick dan
disambungkan dengan drill string untuk menjaga elevasi.
Gambar :

Gambar 3.20.
Motion Compensator
(Sumber : Schlumberger.)
87

Spesifikasi :
Tabel III-20.
Spesifikasi Motion Compensator
Weight Line pull
Type Mounting Port. No Length
(lbs) lbs@100psi
36 36S-KH-CAT-
Hub 28 “ 225 800
Spining 001
36 36S-AK-CAT-
Unirvesal 28 “ 225 800
Spining 001
36 36S-AD-CAT-
Direct 28 “ 225 800
Spining 001/2
36
36S-MN-CAT-
Spining Hub 28 “ 225 800
001
( min )
36
36S-MK-CAT-
Spining Universal 28 “ 225 800
001
( min )
36 36S-MD-CAT-
Direct 28 “ 225 800
Spining 001
88

3.2.21. Nama Alat : Iron Rough Neck


Fungsi : Agar tripping pipa atau casing lebih cepat, mudah, dan
aman.
Mekanisme : Dengan menyentuh tombol, unit ini akan dengan
otomatis bergerak sepanjang track untuk menempatkan
tool joint serta memasang atau melepaskan connection,
kemudian kembali ke posisi semula..
Gambar :

Gambar 3.21.
Iron Rough Neck
(Sumber : Schlumberger.)
89

Spesifikasi :
Tabel III.21.
Spesifikasi Iron Rough Neck
Weight: ST-120
19,800 lbs (8981 kg) (installed weight)
Assembly
Hydraulic 2,500 psi (172 bar) to 3,000 psi (207 bar)
Requirements 45 GPM (170 LPM) Min; 65 GPM (245 LPM) Max
Tubular Range 3-7/8" to 10" OD (88.9 mm to 254 mm)
Spin Speed 80 RPM (nominal on 5" OD)
Spin Torque 3,000 Ib-ft (4,067 Nm)
Maximum Make-
100,000 lb-ft (135,600 Nm)
Up Torque
Maximum
Break-Out 120,000 lb-ft (162,700 N-m)
Torque
Connection
33.10" to 75.10" (841 mm to 1,908 mm)
Height
Horizontal
12 ft (3.66 m)
Travel
TW Vertical
42" (1 ,067 mm)
Travel
SW Vertical
42" (1 ,067 mm)
Travel
Hydraulic-Over-Hydraulic; optional Electric-Over-
System Control
Hydraulic (Remote-Auto)
Operator
Locally-Mounted to Tool; optional Remote-Auto
Controls
Optional Bit Breaking, Automatic Remote Control from Driller's
90

Features Cabin, Wireless Remote Control, Casing Module/Hanger

3.2.22. Nama Alat : Hydraulic Cat Walk


Fungsi : Meletakkan pipa-pipa pemboran dari atau ke pipe rack.
Mekanisme : Sebagai jalur dari pipa saat diambil atau dikembalikan ke
atau dari pipe rack (sama seperti cat walk) namun sudah
dilengkapi dengan sistem hidraulik.
Gambar :

Gambar 3.22.
Hydraulic Cat Walk
(Sumber : Nabors Industries Ltd.)
91

Spesifikasi :
Tabel III-22.
Spesifikasi Hydraulic Catwalk

Feature Specification

Presentation Height Range (for the end 8' to 21'


of the tubular) 8' to 22.5' *

Maximum Tubular Length Range III

Maximum Tubular OD 13 3/8"

Maximum Tubular Weight 3,500 lbs

Maximum Pipe Rack Load 20,000 lbs

Weight without options 30,000 lbs

Length 45'

Hydraulic Power Unit Diesel or Electric

Power Requirement 50 HP

Cycle Time 30 seconds


92

3.3. STUDI KASUS DAN PERHITUNGAN


3.3.1. DATA
Trayek Pemboran yang dilakukan pada RIG PSBOR-01 di Lapangan
Condong adalah sebagai berikut:
Interval 0 – 20 = 26” Bit Size
1
Interval 20 – 300 = 17 ” Bit Size
2
1
Interval 300 – 975 = 12 ” Bit Size
4
1
Interval 975 – 1099 =8 “Bit Size
2
Kecepatan angin, knot, mph = 10 knot = 11,508 mph
Wind load Area = 500 ft2
Tinggi Menara, m = 3,5 m
Sudut stand = 60 degree
Kecepatan naik turun Travelling Block, ft/min = 35 ft/min
Grade casing yang digunakan = K-55
SG Lumpur conductor casing, ppg = 8,77 ppg
SG Lumpur surface casing, ppg = 9 ppg
SG Lumpur Intermediate casing, ppg = 9,4 ppg
SG Lumpur production casing, ppg = 9,6 ppg
Asumsi jumlah drilling line = 10
Asumsi faktor efisiensi = 0,9
Ukuran DP dan DC yang digunakan untuk casing production :
1
Drillpipe size, inch, lb/fit = 8 ” OD; 16,6 LB/FT
2
1
Drillcollar size, inch, lb/ft =6 ” OD; 83 lb/ft
4
93

Trayek yang digunakan adalah trayek conductor casing,Surface casing,


Intermediate Casing dan Production Casing.
 Tentukan ukuran casing yang sesuai dengan hole size diatas! apabila grade
casing yang digunakan adalah K-55
 Tentukan berat setiap casing di udara dan saat buoyant apabila SG
Lumpur yang digunakan sebagai berikut : Conductor casing sebesar 8.9
ppg, Surface casing sebesar 9,0 ppg, Intermediate casing sebesar 9,2 ppg
dan Production Casing sebesar 9,4 ppg
 Hitung berat drillstring dan dP pada casing production tersebut!
 Hitung total Vertical load pada sumur PSBOR-01!
 Hitung total Horizontal load pada sumur PSBOR-01!
3.3.2. PERHITUNGAN
 Ukuran casing yang sesuai dengan hole size dengan grade casing K-55
Tabel III-23
Casing dan Panjang Trayek.
Casing Interval TVD (m) TVD (ft)

Conductor 0-20 20 65,61

Surface 20-300 300 984,25

Intermediate 300-975 975 3198,81

Production 975-1099 1099 3605,64

Tabel III-24
94

Hole Size, Ukuran Casing Grade K-55, dan Berat Nominal Casing.
Hole Size Ukuran Size Berat Nominal Casing,
lbs/ft

26" Bit Size 20 “ 106,5

1 3 54,5
17 " Bit Size 13 “
2 8

1 5 36
12 "Bit Size 9 ⁄“
4 8

1 7” 20
8 "Bit Size
2

 Berat masing-masing casing di udara :


Wc = NWc × Lc
Keterangan :
Wc : Berat casing, lbs
NWc : Berat nominal casing, lbs
Lc : Panjang casing yang dipasang, ft

o Conductor casing
Wc= 106,5 lbs/ft × 65,61 ft
= 6.987,465 lbs
o Surface Casing
Wc= 54,5 lbs/ft × 984,25 ft
= 53.641,625 lbs

o Intermediate Casing
Wc= 36 lbs/ft × 3198,81 ft
= 115.157,116 lbs
o Production Casing
95

Wc= 20 lbs/ft × 3605,64 ft


= 72.112,8 lbs
 Berat masing-masing casing saat buoyant :
Wm = Wc × (1-0,0015) ρm
Keterangan :
W𝑚 : Berat casing di lumpur, lbs
Wc : Berat casing di udara, lbs
(1-0,0015)`: Faktor buoyancy
Ρm : Berat jenis lumpur, ppm
o Conductor casing
Wm = (6.987,465 lbs)×(1-0,0015)×(8,77)
Wm = 61.188,14 lbs
o Surface casing
Wm = (53.641,625 lbs) × (1-0,0015) × (9)
Wm = 482.050,46 lbs
o Intermediate casing
Wm = (115.157,116 lbs) × (1-0,0015) × (9,4)
Wm = 1.080.853,175 lbs
o Production casing
Wm = (72.112,8 lbs) × (1-0,0015) × (9,6)
Wm = 691.244,45 lbs
 Berat drillstring dan drillpipe pada casing production :
QDP = (16,6 lb ft ⁄ ) ( 2/3 × 3605,643 ft)
= 39.902,416 lbs
QDC = (83 lb ft ⁄ ) ( 1/3 × 3605,643 ft)
= 99.756,04 lbs
Total berat drillstring pada casing production :
Q = QDP+ QDC
Q = 39902,416 + 99756,04
Q = 139.658,46 lbs
96

Total vertical load sumur :


- Berat drillstring pada casing production = 139.658,46 lbs
- Beban rangkaian casing = 182.773,67 lbs
- Tegangan kabel pemboran
Q
Tf = n
N ( Eb)
139658 , 46
Tf = 10
10 (0 , 9)
Tf = 40053,6874 lbs
Td = Tf pada tegangan statis
- Berat total vertical (Bv max) = 362.485,8174 lbs
Total horizontal load sumur :
- Beban akibat pengaruh angin
W = 0,004 × V2
= 0,004 × (11,508 mph)2
= 0,046 lbs/ft2
- Besar beban angin pada pipa (W1)
W1 = Lds x Wds x sin 2,5o
= 16,6 x 3605,64 x 0,04362
= 2610,82 lbs
- Besar beban angin pada pipa (W2)
W2 =pxW
= 0,52974 lb/ft2 x 500
= 264,868 lbs
Berat total horizontal (Bh max) = W1 + W2
= 264,868 lbs + 2610,82 lbs
= 2875,69 lbs
97

3.4. PEMBAHASAN
Praktikum Peragaan dan Simulasi Pemboran pada minggu pertamaacara
kedua berjudul “Hoisting System”.Tujuan praktikum kali ini adalah untuk
mengetahui peralatan-peralatan yang termasuk dalam hoisting system serta fungsi
dari perlatan tersebut dalam pemboran. Sistem pengangkatan (hoisting system)
merupakan sistem yang berfungsi untuk memberikan ruang bagi peralatan
pemboran untuk tripping in dan triping out drill string, casing string, dan
peralatan sub-surface lainnya ke dalam lubang bor selama pemboran berlangsung.
Hoisting system memegang peranan penting mengingat sistem ini
mengalami beban yang paling besar, baik beban secara vertikal maupun beban
secara horizontal. Beban vertikal berasal dari berat drill string, berat rangkaian
casing, tegangan dari fast line, tegangan dari dead line, dan berat dari block
group. Sedangkan beban horizontal berasal dari tiupan angin serta drill pipe yang
98

disandarkan pada menara. Beban-beban tersebut dapat dihitung melalui


persamaan, seperti:
a) Beban total pada menara:
Bt=Q+Tf +Td + Bhb
b) Beban pada rig yang diakibatkan oleh berat drill string:
Q=Q DP +Q DC
c) Berat casing:
Qc=NWc x Lc
d) Tegangan kabel pemboran:
Bhook
Tf = n
η( EB)
e) Beban horizontal akibat pengaruh angin:

Wh=W x ( 2hL ) x sin α


Hoisting system ini terdiri dari dua sub-komponen utama, yaitu supporting
structure (rangka pendukung) dan hoisting equipment (peralatan pengangkatan).
Supporting system terdiri dari substructure, rig (menara pemboran), rig floor
(lantai bor). Substructure berfungsi untuk memberikan ruang kerja bagi peralatan
dan pekerja baik di atas maupun di bawah lantai bor. Tinggi dari substructure ini
ditentukan oleh tinggi rig dan tinggi BOP yang digunakan.
Selanjutnya ada rig atau menara bor, rig ini berfungsi sebagai ruang
vertikal untuk tripping in dan tripping out rangkaian pipa bor dan casing ke dalam
lubang bor selama pemboran berlangsung. Rig ini memiliki dua tipe, yaitu standar
derrick dan portable mast. Standar derrick digunakan untuk pemboran dengan
kapasitas 1000hp ke atas, kekurangannya dari rig tipe ini adalah pemasangan yang
cukup rumit karena harus disambung satu per satu dari tiga bagian, yakni upper,
middle, dan lower. Sedangkan rig untuk jenis portable mast ini ukurannya lebih
kecil dari standar derrick sehingga hanya mampu memberikan kapasitas sebesar
500 – 750 hp, kelebihan dari tipe rig ini karena mudah untuk di bongkar pasang.
Bagian terakhir dari supporting system adalah rig floor. Rig floor ini
ditempatkan di atas substructure yang berfungsi untuk memberikan ruangan yang
99

diperlukan untuk melakukan berbagai aktifitas pemboran. Alat-alat yang di rig


floor adalah rotary table, drawwork, rotary drive, drilling console, make-up dan
break-out tong, rat-hole dan mouse-hole, dog house, hydraulic cathead, pipe
ramp, dan catwalk.
Hoisting equipment ini terdiri dari drawwork, overhead tools, dan drilling
line. Drawwork merupakan alat yang berfungsi untuk mentransmisikan tenaga
dari prime mover ke peralatan pemboran lainnya. Komponen dasar drawwork
adalah mesin, satu atau lebih drum yang berisi kabel, dan juga rem (drum brake).
Selanjutnya adalah overhead tools. Overhead tools merupakan serangkaian
peralatan yang menunjang operasi pemboran, terdiri dari crownblock, travelling
block, hook, dan elevator. Crownblock merupakan kumpulan roda yang
ditempatkan pada puncak menara. Crownblock berfungsi sebagai tempat untuk
memlilitkan tali-tali pemboran dan sebagai katrol untuk membuat sistem
pengangkat dapat bekerja. Crownblock ini dihubungkan pada travelling block
dengan menggunakan drilling line untuk meringankan beban pengangkatan
berbagai peralatan pemboran. Kedua, travelling block yang berfungsi untuk
mengaitkan hook, menaik-turunkan serta menggantung swivel, elevator, dan pipa
pemboran. Ketiga, hook dimana berfungsi untuk menggantungkan swivel dan
rangkaian pipa bor selama pemboran berlangsung. Terakhir, elevator yang
berfungsi sebagai penjepit untuk menggenggam pipa bor ketika tripping in dan
tripping out. Elevator ini dihubungkan dengan link (pengait) yang digantung di
kedua sisi hook.
Yang terakhir adalah drilling line. Drilling line berfungsi untuk menahan
dan meanrik beban yang dialami oleh hook serta mentransmisikan tenaga dari
drawwork. Drilling line ini terdiri dari fast line (tali dinamis), dead line (tali
statis), dead line anchor, dan drilling line supply. Pada tali-tali dinamis lama
kelamaan pasti akan mengalami keausan karena sering ditarik-ulur saat pemboran
berlangsung. Sebelum tali-tali ini putus dan membahayakan pekerja ataupun alat
yang ada dibawahnya, biasanya tali-tali dinamis ini akan diganti atau biasa disebut
dengan program cut off. Program cut off dibuat untuk menghindari kecelakaan
yang mungkin terjadi karena keausan drilling line. Mekanisme program cut off
100

yakni pada drilling line supply ditarik melewati dead line anchor lalu naik
memasuki crownblock, dari crownblock ini tali mulai dililit ke travelling block
sebanyak yang dibutuhkan kemudian tali terakhir dari yang dililit ini ditarik
sampai ke drawwork, sebelum di cut off harus dipasang hanger line untuk
menyangga travelling block dan peralatan lain agar tidak jatuh ke bawah, setelah
hanger line terpasang tali yang baru dapat di cut off dan diikat ke drawwork.
Dari hasil studi kasus yang didapatkan total berat rangkaian casing di
udara sebesar 175.858,319 lbs dan total berat casing saat buoyant sebesar
2.315.336,225 Didaparkan juga Berat drillstring sebesar 139.658,46 lbs dan berat
drillpipe sebesar 39.902,416 lbs. selain itu juga didapatkan Vertical load sebesar
362.485,8174 lbs dan Horizontal load sebesar 2875,69 lbs.
Aplikasi lapangan dari hoisting system adalah untuk menyalurkan tenaga
dari prime mover ke drawwork untuk melakukan round trip dan making a
connection pada rangkaian pipa bor selama pemboran berlangsung.

3.5. KESIMPULAN
1. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui proses sistem
pengangkatan bekerja dalam suatu operasi pemboran beserta komponen-
komponennya.
2. Sistem pengangkatan memiliki dua komponen utama yaitu struktur
penyangga (supporting structure) dan peralatan pengangkatan (hoisting
equipment).
3. Struktur penyangga berfungsi untuk menyediakan tempat bekerjanya
sistem pengangkatan yang terdiri dari substructure, rig floor, dan drilling
line.
4. Peralatan pengangkatan terdiri dari drawwork, overhead tools (crown
block, hook, elevator), dan drilling line.
101

5. Untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi pada drilling line


maka dibuat cut off program.
6. Kegiatan pada hoisting system meliputi menurunkan rangkaian drill string
(tripping in), menyambung drill string (make connection), dan mencabut
drill string (tripping out).
7. Top Drive System adalah suatu peralatan yang digunakan untuk memutar
pipa atau rangkaian pipa bor yang menggabungkan traveling block, swivel,
hook, dan motor pemutar.
8. Terdapat dua jenis beban yang bekerja pada sistem pengangkatan yaitu
beban vertical yang berasal dari beban menara, beban drill string, casing
string, tegangan dari fast line, dan beban karena tegangan dead line, serta
beban dari blok-blok. Lainnya yaitu beban horizontal yang berasal dari
tiupan angin.
9. Aplikasi sistem pengangkatan di lapangan ialah untuk menyediakan ruang
kerja yang cukup untuk pengangkatan dan penurunan rangkaian pipa bor
dan peralatan lainnya. Sistem pengangkatan juga berfungsi untuk menahan
beban, baik vertikal ataupun horizontal selama operasi pemboran.
10. Berdasarkan hasil studi kasus didapatkan data :
 Total berat rangkaian casing di udara = 175.858,319 lbs
 Total berat casing saat buoyant = 2.315.336,225
 Berat drillstring = 139.658,46 lbs
 Berat drillpipe = 39.902,416 lbs
 Vertical load = 362.485,8174 lbs
 Horizontal load = 2875,69 lbs

Anda mungkin juga menyukai