0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
247 tayangan30 halaman

Prinsip Kerja Eddy Current Testing

Dokumen ini membahas tentang Eddy Current Testing sebagai salah satu metode Non Destructive Testing untuk mendeteksi cacat pada material tanpa merusaknya. Dokumen ini menjelaskan prinsip kerja Eddy Current Testing yaitu terbentuknya arus eddy akibat induksi elektromagnetik saat probe didekatkan pada bahan yang diuji.

Diunggah oleh

abe haris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
247 tayangan30 halaman

Prinsip Kerja Eddy Current Testing

Dokumen ini membahas tentang Eddy Current Testing sebagai salah satu metode Non Destructive Testing untuk mendeteksi cacat pada material tanpa merusaknya. Dokumen ini menjelaskan prinsip kerja Eddy Current Testing yaitu terbentuknya arus eddy akibat induksi elektromagnetik saat probe didekatkan pada bahan yang diuji.

Diunggah oleh

abe haris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah Satu Teknik Pengujian Material Tanpa Merusak Benda Ujinya
adalah pengujian Non Destructive atau Non-Destructive Testing (NDT) .
Pengujian ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan
masih aman dan belum melewati batas toleransi kerusakan. Hasil NDT ini
dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen. NDT evaluation
dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya
adalah menemukan kegagalan parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya.
Dari tipe keberadaannya crack, kerusakan atau cacat pada material NDT dapat
dibedakan dalam 2 macam, yaitu: surface crack dan inside crack. Sebaiknya Pada
saat pengujian maka harus sudah ditentukan dahulu targetnya (misal surface
crack atau inside crack), baru digunakan metoda NDT yang tepat. Beberapa
metode digunakan dalam perngujian NDT, dan memang metode yang digunakan
cukup banyak yang salah satunya adalah Eddy Current Testing
Pratikum Eddy current testing dilakukan untuk memahami prinsip dan
cara kerja pengujian tidak merusak eddy current testing serta mendeteksi cacat
tipe surface atau near surface pada benda kerja dengan menggunakan eedy
current flaw detector Olympus NORTEC 600. Oleh karena itu Praktikan sebagai
mahasiswa teknik mesin dan calon engineer perlu memahami cara melakukan
dan cara pengaplikasian dari eddy current testing agar pada masa mendatang
praktikan dapat mengidentifikasi kerusakan atau cacat pada suatu benda kerja
dan memperbaikinya tanpa merusak benda tersebut dan memiliki bekal untuk
bekerja sebagai engineer.

1
1.2 Rumusan Masalah
Pada praktikum eddy current testing memiliki rumusan masala adalah:
1. bagaimana cara menggunakan flaw detector untuk mencari cacat surface
atau near surface?
2. apa itu prinsip kerja dan cara pengujian dar eddy current testing?
3. apa hasil dari pengujian eddy current testing?

1.3 Tujuan Praktikum


Pada praktikum eddy current testing memiliki rumusan masala antara lain
adalah:
1. agar mahasiswa memahami prinsip dan cara kerja pengujian tidak merusak
eddy current testing
2. mendeteksi cacat tipe surface atau near surface pada benda kerja dengan
menggunakan eedy current flaw detector Olympus NORTEC 600
3. Mahasiswa dapat menganalisis dan memahami data yang didapat dari
praktikum Eddy current testing

1.4 Batasan Masalah


Agar permasalahan selama praktikum tidak menjalar terlalu jauh dan tidak
menimbulkan lebih banyak pertanyaan. Kita perlu menetapkan sebuah batasan
masalah yang terbagi menjadi dua Variabel, yaitu variable bebas dan variable
terikat.

1.5 Sistematika Penulisan


Pada praktikum Ultrasonic testing ini, penulisan laporan ini dibagi menjadi
lima bab, Selain itu juga di akhir laporan terdapat lampiran yang memuat contoh
perhitungan, jawaban pertanyaan dan tugas khusus serta terdapat juga blangko
percobaan.

2
BAB I PENDAHULUAN
Bab I menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan percobaan, rumusan masalah,
sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab II menjelaskan mengenai tinjauan pustaka yang berisi mengenai teori
singkat dari percobaan yang dilakukan.
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM
Bab III menjelaskan mengenai metode pengambilan data dan bagaimana cara
melakukan praktikum
BAB IV ANALISA+ DAN PEMBAHASAN
Bab IV menjelaskan mengenai data percobaan dan pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V menjelaskan mengenai kesimpulan dan saran dari percobaan.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Perkembangan Arus Eddy


Fenomena arus eddy pertama kali diamati oleh François Arago pada
tahun 1824. Pengamatan yang dilakukan dinamakan magnet berputar dan
kebanyakan material konduktor menjadi termagnetisasi dan dijelaskan secara
lengkap oleh Faraday. Tahun 1834 Heinrich Lenz menjelaskan arah arus induksi
berkebalikan dengan arah arus yang timbul dari perubahan medan magnet. Tahun
1855 Léon Foucault mengungkapkan adanya arus eddy. Foucault menemukan
gaya yang diperlukan untuk memutar piringan tembaga lebih besar bila piringan
tembaga tersebut berada pada pengaruh kutub magnet. Arus eddy menyebabkan
logam menjadi panas. Dabid E Hughes tahun 1879 menggunakan arus eddy
untuk pengujian yang tidak merusak. [Siviter 1992]

Gambar 2.1 Arah arus eddy pada konduktor akibat adanya perubahan
medan magnet ([Link])

Arah arus eddy melingkar terhadap medan magnet yang tegak lurus pada
bidang konduktor. Arus eddy timbul bila konduktor mengalami pergerakan
dengan arah v. Arah medan magnet yang terjadi berlawanan dengan arah medan
magnet yang menyebabkannya

4
2.2 Pengertian Eddy Current Testing
Salah Satu Teknik Pengujian Material Tanpa Merusak Benda Ujinya
adalah pengujian Non-Destructive Testing atau NDT. Pengujian ini dilakukan
untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman dan belum
melewati batas toleransi kerusakan. NDT paling tidak dilakukan dua kali.
pertama, dari awal hingga akhir proses fabrikasi. hal ini bertujuan untuk
menentukan suatu komponen yang dapat diterima setelah melalui tahap-tahap
fabrikasi. Hasil NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen.
Kedua, NDT evaluation dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka
waktu tertentu. Tujuannya adalah menemukan kegagalan parsial sebelum
melampaui damage tolerance-nya. Dari tipe keberadaannya crack, kerusakan atau
cacat pada material NDT dapat dibedakan dalam 2 macam, yaitu: surface crack
dan inside crack. Sebaiknya Pada saat pengujian maka harus sudah ditentukan
dahulu targetnya (misal surface crack atau inside crack), baru digunakan metoda
NDT yang tepat. Beberapa metode digunakan dalam perngujian NDT, dan
memang metode yang digunakan cukup banyak yang salah satunya adalah Eddy
Current Testing.

Eddy Current Testing adalah salah satu dari beberapa metode


NDT yangmenggunakan prinsip "elektromagnetisme" sebagai dasar
untuk melakukan [Link] Eddy diciptakan melalui proses yang
disebut induksi elektromagnetik. Ketika arusbolak-balik dikenakan ke
konduktor, seperti kawat tembaga, medan magnet muncul di dalamdan sekitar
konduktor. Medan magnet ini membesar saat arus bolak-balik menuju
maksimum dan menurun ketika arus berkurang menuju nol. Jika konduktor listrik
lain didekatkan denganmedan magnet yang berubah ini, arus akan terinduksi
dalam konduktor lain itu. Arus Eddyadalah arus listrik terinduksi yang mengalir
dalam jalur melingkar. Frekuensi bolak-balik arusEddy ini bergantung pada
frekuensi bolak-balik yang dihasilkan oleh medan magnet padakumparan probe.
Maka, ketika probe didekatkan ke material yang ingin diperiksa,

5
padapermukaan material tersebut akan terbentuk arus Eddy.
Diskontinuitas dapat terdeteksidengan posisi bersilangan terhadap arah arus
Eddy pada material yang diuji. Jika ada cacatpada daerah yang diperiksa, arus
Eddy akan berubah arah sehingga menyebabkan adanyaperubahan pada
impedansi dari kawat. Perubahan impedansi ini dilihat dari layar pada alat [iowa
state university, 2021]

2.3 Prinsip Kerja Eddy Current Testing


Inspeksi arus eddy adalah salah satu dari beberapa metode NDT yang
menggunakan prinsip “elektromagnetisme” sebagai dasar untuk melakukan
pemeriksaan. Arus Eddy diciptakan melalui proses yang disebut induksi
elektromagnetik. Ketika arus bolak-balik diterapkan ke konduktor, seperti kawat
tembaga, medan magnet berkembang di dalam dan di sekitar konduktor. Medan
magnet ini mengembang saat arus bolak-balik naik ke maksimum dan runtuh saat
arus dikurangi menjadi nol. Jika konduktor listrik lain didekatkan ke medan
magnet yang berubah ini, arus akan diinduksi pada konduktor kedua ini. Eddy
current adalah arus listrik induksi yang mengalir dalam lintasan melingkar.
Mereka mendapatkan namanya dari "pusaran" yang terbentuk saat cairan atau
gas mengalir dalam jalur melingkar di sekitar rintangan saat kondisinya tepat
[iowa state university, 2021]. Adapun proses pembentukan arus eddy untuk
isnpeksi adalah sebagai berikut

Tabel 2.1 tabel proses pembentukan arus eddy


penjelasan Gambar

6
Untuk menghasilkan arus eddy
untuk inspeksi, "probe"
digunakan. Di dalam probe
terdapat bahan penghantar listrik
panjang yang dibentuk menjadi
kumparan.

Arus bolak-balik dibiarkan


mengalir dalam koil pada
frekuensi yang dipilih oleh teknisi
untuk jenis pengujian yang
dilakukan.

Medan magnet yang mengembang


dan runtuh yang dinamis terbentuk
di dalam dan di sekitar koil saat
arus bolak-balik mengalir melalui
koil.

7
Ketika bahan konduktif listrik
ditempatkan di medan magnet
dinamis koil, induksi
elektromagnetik akan terjadi dan
arus eddy akan diinduksi dalam
bahan tersebut.

Arus Eddy yang mengalir dalam


material akan menghasilkan
medan magnet "sekunder" sendiri
yang akan melawan medan
magnet "primer" koil. Seluruh
proses induksi elektromagnetik
untuk menghasilkan arus eddy ini
dapat terjadi dari beberapa ratus
hingga beberapa juta kali setiap
detik tergantung pada frekuensi
pemeriksaan.

8
Ketika cacat diperkenalkan ke
bahan konduktif, arus eddy
terganggu.

2.4 Faktor Penting dalam Eddy Current Testing


Ada empat faktor yang mempengaruhi eddy current yang terjadi pada
benda uji yaitu:
1. Konduktivitas material
Konduktivitas adalah kemampuan suatu material untuk menghantarkan
arus listrik, pada konduktivitas dikenal system IACS (International
Annealed Copper Standard) yaitu perbandingan konduktivitas suatu
material dengan material tembaga yang dijadikan sebagai standar acuan.
Sebagai contoh, material emas mempunyai konduktivitas 70% itu berarti
material emas dapat mengalirkan arus sebesar 70% dibandingkan dengan
arus yang dapat dialirkan tembaga. Setiap material mempunyai nilai
konduktivitas, sebagian merupakan konduktor yang baik, sebagian
merupakan konduktor buruk, sebagian ada yang tidak bisa mengalirkan
arus listrik.

2. Permeabilitas material
Permeabilitas material adalah kemampuan material untuk menerima
magnet, semakin besar permeabilitas suatu material maka semakin mudah

9
material tersebut terpengaruh magnet. Berdasarkan nilai permeabilitas
material dibagi menjadi tiga, yaitu :
A. Ferromagnetik = Mudah mengalami magnetisasi
B. Paramagnetik = sulit mengalami magnetisasi
C. Diamagnetic = Tidak bisa mengalami magne

3. Frekuensi
Frekuensi adalah pengertian dari banyaknya gelombang persatuan waktu,
satuan dari frekueni adalah Hertz (1 gelombang per detik), frekuensi ini
sangat berperan dalam mengontrol eddy current test, frekuensi dapat
mengontrol depth of penetration, ampere density dan fasa induksi eddy
current. Umumnya, frekuensi tinggi dengan rentan (10 KHz - 2 MHz)
digunakan untuk mendeteksi cacat surface, dan frekuensi rendah untuk
mendeteksi cacat sub surface.

4. Geometri
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi eddy current, yaitu ketebalan
(thickness) dan edge effect. Perubahan ketebalan material dapat
disebabkan oleh manufaktur atau ketika beroperasi mengalami korosi, ini
akan mempengaruhi indikator pada eddy current, maka eddy current ini
dapat digunakan untuk mengukur ketebalan. edge effect akan terjadi jika
coil tidak bisa mengalirkan eddy current karena adanya gangguan pada
geometri seperti ujung material dan adanya tembok penghalang pada sisi
material

5. Proximity
Proximity menjelaskan suatu celah kosong yang ada diantara coil dan
benda uji, pada benda uji flat atau rata dikenal dengan istilah lift-off, dan
pada benda silinder dinamakan fill factor. Efek proximity ini akan

10
mempengaruhi medan magnet pada coil dan akan merubah impedansi
pada indikator dan mempengaruhi hasil pengujian

2.5 Jenis Probe Eddy Current Testing


Sensor arus eddy menggunakan prinsip pembentukan arus eddy untuk
merasakan perpindahan. Sensor-sensor ini mengukur perpindahan poros dalam
mesin berputar dan telah ada selama bertahun-tahun karena mereka menawarkan
linearitas tinggi, pengukuran kecepatan tinggi, dan resolusi tinggi kepada
produsen.[Davis 2020] Arus eddy terbentuk ketika medan magnet yang bergerak
atau berubah memotong konduktor atau sebaliknya. Gerakan relatif
menyebabkan sirkulasi aliran elektron, atau arus, di dalam konduktor. Pusaran
arus yang bersirkulasi ini menciptakan elektromagnet dengan medan magnet
yang menentang efek medan magnet yang diterapkan. Semakin kuat medan
magnet yang diterapkan, atau semakin besar konduktivitas listrik konduktor, atau
semakin besar kecepatan gerak relatif, semakin besar arus yang berkembang dan
semakin besar medan lawan. Probe arus Eddy merasakan formasi bidang
sekunder ini untuk mengetahui jarak antara probe dan material target.

1. Probe bobbin
Probe bobbin adalah probe yang khusus untuk memeriksa tabung dengan
kumparan yang arahnya melingkar searah radius tabung yang diperiksa dan
letaknya di dalam tabung. Dilihat dari bentuk sinyal yang dikeluarkan, ada
2 jenis probe bobbin yaitu probe bobbin absolute yang hanya mempunyai
satu kumparan dan probe bobbin differential yang mempunyai 2 kumparan
dengan arah lilitan yang saling berlawanan

2. Probe Multifrequency Rotating Pancake Coil (MRPC)


Probe MRPC terdiri dari 2 bagian yaitu bagian unit motor dan kepala probe
yang mempunyai bentuk kumparan terdiri dari satu kumparan atau 3
kumparan dengan posisi 1200 seperti ditunjukkan pada Gambar 6.

11
Keunggulan probe MRPC adalah dapat mendeteksi semua jenis cacat baik
korosi sumuran, korosi gradual dan retak yang arahnya axial (longitudinal)
dan circumferential (melingkar)

3. Probe array
Probe array eddy current terdiri dari sejumlah kumparan tunggal diatur
dalam tiga baris paralel Jumlah kumparan tergantung pada diameter dalam
tabung, artinya semakin besar diameter dalam tabung akan bertambah juga
banyaknya kumparan untuk mencapai resolusi yang sama sepanjang
permukaan tabung yang di inspeksi. Pada probe array eddy current bisa
tersusun 8 sampai 18 kumparan tunggal. Keunggulan probe array mampu
mendeteksi retak axial (longitudinal), circumferential (melingkar), korosi
pitting dan korosi gradual

2.6 Keunggulan dan Kelemahan Eddy Current Testing


Non-destructive testing (NDT) adalah pemeriksaan, pengujian atau
penilaian yang dilakukan pada benda yang diuji tanpa mengganti atau mengubah
objek dengan cara apapun untuk menentukan ada tidaknya diskontinuitas yang
dapat mempengaruhi kegunaan atau kinerja dari benda tersebut. [Hellier, 2003].
NDT memberikan keseimbangan yang sangat baik antara pengendalian mutu
(quality control) dan efektivitas biaya (cost effectiveness).
Eddy current testing memiliki kelebihan sebagai berikut: [Mix, 2005]
1. Sensitif terhadap crack yang kecil dan crack lainnya. Dapat mendeteksi
crack permukaan dan crack di dekat permukaan.
2. Inspeksi dapat memberi hasil dengan cepat, begitu probe mengenai
material uji maka akan langsung terlihat pada monitor atau instrumen yang
tersedia.
3. Peralatannya sangat mudah dibawa, ringan, dan tidak membutuhkan listrik
(battery powered).

12
4. Metodenya dapat digunakan untuk banyak hal, lebih dari mendeteksi
kecrackan.
5. Hanya membutuhkan persiapan pada material (surface preparation) yang
singkat dan tidak diperlukan pembersihan material setelah pengujian.
6. Resiko pengujian ini sangat kecil.
7. Test probe tidak harus bersentuhan dengan bagian material.

Metode Eddy Current Testing ini juga memiliki kekurangan seperti: [Mix,
2005]
1. Hanya dapat diaplikasikan pada material yang bersifat konduktif
(electrically conductive).
2. Permukaan material harus mudah diakses dengan probe.
3. Skill dan latihan dibutuhkan lebih mendalam dibandingkan teknik atau
metode lainnya.
4. Ujung permukaan dan kekasaran permukaan material dapat
mempengaruhi hasil.
5. Kedalaman dari penetrasi alat terbatas. Akibatnya pengujian terbatas pada
kerusakan di permukaan saja.
6. Crack berupa delaminasi yang sejajar dengan arah lilitan atau gulungan
probe dan arah pembacaan dari probe dapat tidak terdeteksi.

2.7 Aplikasi Analisis Eddy Current Testing


Pengujian eddy current melibatkan penggunaan medan magnet dan
materialmaterial konduktif, operator harus berhati-hati dalam memastikan
pengujian dilakukan pada daerah yang bebas dari gangguan kelistrikan atau
magnetik apapun. Sebagai contoh, material konduktif apapun, selain material uji,
harus terpisah dengan jarak minimum 300 mm dari kumparan pengujian.

13
Pengujian eddy current digunakan dalam pendeteksian diskontinuitas,
pengukuran ketebalan lapisan nonconductive, pengukuran 28 ketebalan lapisan
nonconductive, pengukuran ketebalan material tipis, dan pengukuran kekerasan
material. [Cox, 1997]
Pengujian eddy current digunakan untuk pendeteksian diskontinuitas pada
permukaan material yang telah dilapisi nonconductive coating (plate, crane,
machinery foundation, pipe, etc.). Selain itu Eddy Current Testing dapat
digunakan dalam pengukuran ketebalan lapisan cat dan pengecekan heat
exchanger tubing. Aplikasi Eddy Current Testing dapat digunakan pada material
berbahan non-ferromagnetic, termasuk stainless steel, copper-nickel alloys,
titanium, dll. Aplikasi pengujian eddy current tidak dapat menentukan ukuran
indikasi crack secara pasti, tetapi hanya dapat memperkirakannya berdasarkan
perbedaan besar sinyal lift-off dan sinyal crack yang dihasilkan satu indikasi
dengan indikasi lainnya. Untuk mengetahui ukuran panjang dan kedalaman harus
dilanjutkan dengan pengujian menggunakan metode NDT lainnya.

2.8 Aplikasi Eddy Current Testing di Dunia Industri


Dalam dunia industry, terdapat dua aplikasi utama pengujian arus eddy
yaitu inspeksi permukaan dan inspeksi tubing. Inspeksi permukaan digunakan
secara luas di industri kedirgantaraan, dan juga di industri petrokimia. Teknik ini
sangat sensitif dan dapat mendeteksi retakan yang rapat. Inspeksi permukaan
dapat dilakukan baik pada bahan feromagnetik maupun non-feromagnetika
[Birring. 2001]
Inspeksi tabung umumnya terbatas pada tabung non-feromagnetik dan
dikenal sebagai pengujian arus eddy konvensional. ECT konvensional digunakan
untuk memeriksa tabung generator uap di pembangkit nuklir dan tabung penukar
panas di industri listrik dan petrokimia. Teknik ini sangat sensitif untuk
mendeteksi dan mengukur lubang. Kerugian dinding atau korosi dapat dideteksi
tetapi ukurannya tidak akurat.

14
Sebuah variasi ECT konvensional untuk bahan magnetik sebagian adalah
ECT saturasi penuh. Dalam teknik ini, variasi permeabilitas ditekan dengan
menerapkan medan magnet. Probe saturasi berisi kumparan dan magnet arus
eddy konvensional. Inspeksi ini digunakan pada bahan feromagnetik parsial
seperti paduan nikel, paduan dupleks, dan bahan feromagnetik tipis seperti baja
tahan karat kromium molibdenum feritik. Penerapan teknik arus eddy saturasi
tergantung pada permeabilitas material, ketebalan tabung, dan diameter.

15
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Diagram Alir Praktikum


Agar praktikum berjalan dengan benar, kita perlu mengikuti diagram alir seperti
berikut:

16
Gambar 3.1 Diagram alir
(sumber: Dokumentasi pribadi)

3.2 Alat Dan Bahan Yang Digunakan


Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum adalah sebagai
berikut:
3.2.1 Alat yang Digunakan
1. Olympus NORTEC 600 unit, digunakan untuk meenunjukkan data yang
didapat dari probe

17
Gambar 3.2 olympus NORTEC 600 unit

2. Unit probe berguna untuk mencari kedalama cacat

Gambar 3.3 unit probe

3. blok kalibrasi, berguna untuk membantu praktikan menyiapkan alat uji


sebelum digunakan pada benda uji

Gambar 3.4 blok kalibrasi

18
4. penggaris, berguna untuk mengukur dimensi benda uji dan mengukur letak
cacat pada benda uji

Gambar 3.5 Penggaris

3.2.1 Bahan yang Digunakan


1. Benda uji, digunakan untuk media praktikum ultrasonic testing

Gambar 3.6 Benda uji

19
3.3 Prosedur Praktikum
setelah persiapan dilakukan, prosedur yang perlu dilakukan agar praktikum bisa
berjalan dengan benar adalah sebagai berikut

3.3.1 Kalibrasi unit


Kalibrasi flaw detector :
1. Tekan MAIN FILTER lalu ubah FREQ menjadi 500 khz dengan knob
(berbeda material, jenis probe dan jenis kerja maka berbeda pula
frekuensinya).
2. Tekan DISPLAY lalu sesuaikan CHANNEL dengan FREQ yang sudah
ditentukan, dan ubah POSITION menjadi BOT RIGHT.
3. Letakkan probe pada blok kalibrasi, tekan dan tahan tombol NULL,
hingga flaw detector berbunyi/ notifikasi “lift probe” muncul.
4. Angkat probe tegak lurus benda kerja ketika berbunyi/notifikasi
muncul, dan tunggu beberapa saat hingga bunyi/ notifikasi menghilang.
5. Letakkan kembali probe pada blok kalibrasi dan tekan tombol NULL,
setelah notifikasi NULL menghilang.
6. Geser probe melewati standar crack yang tersedia tanpa mengangkat
probe, lalu tekan FREEZE.
7. Tekan ANGLE dan atur sudut diagram hasil inspeksi standar dengan
knob.
8. Tekan GAIN untuk mengatur tinggi dan luas hasil inspeksi dengan
knob, letakkan kedudukan grafik tertinggi sesuai preferensi.
9. Tekan FREEZE dan taruh probe pada blok kalibrasi kembali dan tekan
NULL kembali. 50
10. Geser probe melewati standart crack dan perhatikan, apakah sesuai
dengan hasil pengaturan yang sebelumnya. Jika tidak ulangi langkah
point 5 - 9.

20
3.3.2 Inspeksi benda kerja
1. Letakkan probe pada benda kerja, tekan NULL untuk meletakkan
kursor ke crosshair.
2. Tekan DISP dua kali, lalu tekan B putar knob hingga 3 second. 3
3. Lakukan inspeksi, apabila terdapat indikasi crack, tekan FREEZE dan
lakukan recording data, setelah melakukan pendataan tekan kembali
FREEZE.
4. Tekan NULL secara berkala atau untuk memastikan kembali adanya
indikasi.

3.3.3 inspeksi hasil inspeksi


1. lihat pada layar, lalu catat berapa banya kotak yang terkena garis dari
hasil pengukuran dengan probe (kotak dihitung dari titik NULL)
2. gunakan rumus interpolasi untuk mencari tahu kedalaman cacat pada
benda kerja
3. catat hasil yang didapat dari perhitungan pada form work instuction

21
BAB IV
ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Teknik pengujian


Pada praktikum NDT kali ini, praktikum akan menggunakan teknik Eddy
current Testing dengan probe dengan cara menggerakkan probe secara zig-zag
pada cacat permukaan benda kerja untuk mengetahui kedalaman cacat benda
kerja menggunakan rumus interpolasi

4.1.1 Spesifikasi benda kerja


Adapun spesifikasi benda kerja bisa dilihat pada gambar 4.1
menggunakan solidwork bedasarkan pengukuran benda kerja selama
praktikum

Gambar 4.1 Benda kerja solidwork

Bisa dilihat pada benda kerja memiliki 5 kecacatan dengan lokasi,


orientasi dan panjang yang berbeda beda. Kecacatan pertama terletak
pada pojok kiri memiliki panjang 40mm secara horizontal, kecacatan 2
memiliki panjang 27mm dengan orientasi vertical, kecacatan 3 memiliki

22
panjang vertical 27mm dari pojok bawah benda kerja, kecacat 4 terletak
pada pojok atas dengan panjang 30mm secara vertical, dan yang terakhir,
kecacatan 4 memiliki panjan 40mm secara horizontal

4.1.2 Konfigurasi pengujian


Sebelum praktikum bisa dilaksanakan, pratikan harus terlebih
dahulu mengkofigurasi alat inspeksi agar praktikum bisa berjalan dengan
benar dan tidak terjadi kesalahan selama praktikum

Tabel 4.1 Konfigurasi ajat uji


Equipment frequency H/V gain Angle

Olympus 500 kHz 66.0/66.0 313.1°


NORTEC 600
Applications position Surface Aplications
condition
Surface Bot Right Ground Surface

Alat yang digunakan yaitu Olympus NORTEC 600 dengan


frekuensi 500 kHz dah H/V gain sebesar 66.0/66.0. Pratikan menyetting
angle sebesar 315° namun karena kesalahan praktikan selama pengujian,
angle diganti menjadi sebesar 313,1° . alat diaplikasikan pad surface dan
posisi titik nol pada layar alat disetting pada pojok kanan bawah dengan
grounded sebagai surface condition

4.2 Analisis Hasil Inspeksi


Setelah praktikum dilakukan, kita mendapatkan hasil dari pengambilan
data selama praktikum adalah sebagai berikut:

23
4.2.1 Analisis Hasil Kalibrasi
Sebelum praktikum dimulai, alat eddy current perlu terlebih dahulu
perlu dikalibrasi agar selama praktikum dapat berjalan dengan baik dan
tidak terdapat kesalahan. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan blok
kalibrasi dan didapat data sebagai berikut;

Tabel 4.2 Tabel hasil konfigurasi


Depth (mm) Many of box
0,5 3
1 4
2 5

Kalibrasi dilakukan dengan cara menggerakkan probe pada blok


kalibrasi dan menghitung berapa banyak kotak yang terkena garis pada
layar alat ect saat probe melewati lubang pada blok kalibrasi. tiap lubang
pada blok kalibrasi memiliki kedalaman yang berbeda beda dan memiliki
dalam yang diketahui sehingga kita dapat memastikan bahwa semakin
dalam suatu kecacatan pada benda kerja, semakin banyak kotak yang
terdapat pada layar alat eddy current. blok dihitung pada posisis awal
sebelum probe digerakkan pada lubang yaitu Bot Right . Blok kalibrasi
adalah Carbon Steel dan angle 313.1° .

4.2.2 Analisis Hasil Inspeksi


Setelah praktikum dilakukan, kita dapat mencari kedalaman tiap
cacat dengan menggunakan rumus interpolasi. Adapun perhitungan tiap
kecacatan adalah sebagai berikut:

24
1. Crack H1
Cacat pertama terletak pada bagian pojok kiri benda kerja dan memiliki
panjang 40mm terletak 30mm dari baigian bawah benda kerja. Crack
H1 Memiliki 3 box

Gambar 4.2 Crack H1


Karena jumlak kotak pada crack H1 memiliki jumlah crack yang sama
denga blok kalibrasi, kita dapat langsung mengetahui bahwa kedalaman
Crack pada H1 adalah 0,5mm

2. Crack V1
Cacat Kedua terletak pada 75mm dari pojok kiri benda kerja dan
memiliki panjang 25mm terletak 10mm dari baigian bawah benda
kerja. Crack V1 Memiliki 2 box

Gambar 4.3 Crack V1


Tabel 4.3 Tabel perhitungan V1
Dept (mm) Box v 1−0 2−0
=
0 ,5−0 3−0
0 0
3 v =1
V1 2

25
0,5 3 v = 0,333 mm

3. Crack V2
Cacat ketiga terletak pada 11mm dari cacat v1 dan memiliki panjang
27mm terletak memojok bagian bawah benda kerja. Crack V2
Memiliki 2 box

Gambar 4.4 Crack V2


Tabel 4.4 Tabel perhitungan V2
Dept (mm) Box v 2−0,333 2 ,5−2
=
0 ,5−0,333 3−2
0,333 2
V 2=0,4165 mm
V2 2,5
0,5 3

4. Crack V3
Cacat keempat terletak pada 50mm cacat v2 dan memiliki panjang
30mm terletak memojok bagian atas benda kerja. Crack V3 Memiliki 2
box

26
Gambar 4.5 Crack v3
Tabel 4.4 Tabel perhitungan V3
Dept (mm) Box v 3−0 2−0
=
0 ,5−0 3−0
0 0
3 v 3=1
V3 2
v 3= 0,333 mm
0,5 3

5. Crack H2
Cacat terakhir terletak pada 50mm dari pojok kiri benda kerja
dan memiliki panjang 40mm terletak 10,7mm dari baigian bawah
benda kerja. Crack V1 Memiliki 2 box

Gambar 4.6 Crack H2


Tabel 4.5 Tabel perhitungan H2
Dept (mm) Box h 2−0 1−0
=
0,333−0 2−0
0 0
h 2=0,1665 mm
H2 1
0,333 2

4.3 Analisis kegagalan


Proses pengujian diawali dengan menyiapkan spesimen uji dan alat
pengujian berupa eddy curent testing (ECT), probe pengujian, dan blok kalibrasi
aluminium pada meja kerja. Meja kerja yang digunakan sebaliknya terbuat dari
bahan insulator listrik agar tidak mengganggu arus eddy saat proses pengujian

27
berlangsung. Tahap pertama melakukan kalibrasi blok aluminium guna
mendapatkan konfigurasi pengujian. Konfigurasi yang didapatkan adalah
frekuensi, gain, dan sudut fase. Kalibrasi memiliki tujuan utama untuk
menghindari kesalahan selama praktikum yang dapat menyebabkan praktikum
gagal. Namun selama praktikum, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan
kesalahan, Misalnya setelah pada proses pembacaan grafik terdapat kesalaahn
baca dikarenakan ada beberapa faktor kesalahan yang dihadapi dari kesalahan
pembacaan grafik kesalahan cara pencet nullnya sama pada proses menggerakan
sebuah probenya terjadi kesahalan sehingga hasil tidak presisi atau tidak sesuai
yang diharapkan. Proses kalibrasi alat perlu dilakukan sebelum menguji suatu
material. Setelah tahapan kalibrasi selesai, menggunakan konfigurasi yang
didapat pada tahap kalibrasi. Pengujian dilakukan pada daerah alur las. Sinyal-
sinyal ECT yang didapat saat proses pengujian diukur ketinggiannya dan
didokumentasikan. Setelah proses terasebut selesai,dapat dilanjutkan ke tahap
analisis dan pembahasan dari hasil pengujian eddy [Link] pada tahap
analisis tidak sesuai dengan yang diharapkan karena terdapat faktor-faktor
kesalaahn yang mengakibatkan data tidak sesuai seperti halnya pada praktikum
kemarin dengan tersenggolnya sebuah alat praktikum sehingga terjadi sesuatu
yang tidak diinginkan seperti hilangnya sebuah setingannya dan sebagainya.

28
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah praktikum dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Inspeksi arus eddy adalah salah satu dari beberapa metode NDT yang
menggunakan prinsip “elektromagnetisme” sebagai dasar untuk melakukan
pemeriksaan. Arus Eddy diciptakan melalui proses yang disebut induksi
elektromagnetik. Ketika arus bolak-balik diterapkan ke konduktor, seperti
kawat tembaga, medan magnet berkembang di dalam dan di sekitar
konduktor. Medan magnet ini mengembang saat arus bolak-balik naik ke
maksimum dan runtuh saat arus dikurangi menjadi nol. Jika konduktor listrik
lain didekatkan ke medan magnet yang berubah ini, arus akan diinduksi pada
konduktor kedua ini. Eddy current adalah arus listrik induksi yang mengalir
dalam lintasan melingkar. Mereka mendapatkan namanya dari "pusaran"
yang terbentuk saat cairan atau gas mengalir dalam jalur melingkar di sekitar
rintangan saat kondisinya tepat
2. cara mendeteksi kecacatan menggunakan eddy current testing adalah
Letakkan probe pada benda kerja, tekan NULL untuk meletakkan kursor ke
crosshair. Tekan DISP dua kali, lalu tekan B putar knob hingga 3 second.
Lakukan inspeksi, apabila terdapat indikasi crack, tekan FREEZE dan
lakukan recording data, setelah melakukan pendataan tekan kembali
FREEZE. Tekan NULL secara berkala atau untuk memastikan kembali
adanya indikasi.
3. bisa dilihat pada benda kerja memiliki 5 kecacatan dengan lokasi, orientasi
dan panjang yang berbeda beda. Kecacatan pertama terletak pada pojok kiri
memiliki panjang 40mm secara horizontal dan memiliki kedalaman 0,5mm,
kecacatan 2 memiliki panjang 27mm dengan orientasi vertical dan memiliki

29
kedalaman 0,333mm, kecacatan 3 memiliki panjang vertical 27mm dari
pojok bawah benda kerja dan memiliki kedalaman 0,4165, kecacat 4 terletak
pada pojok atas dengan panjang 30mm secara vertical dan memiliki
kedalaman 0,333mm, dan yang terakhir, kecacatan 4 memiliki kedalaman
0,1665mm panjang 40mm secara horizontal
4.
5.2 Saran
Setelah praktikum selesai, saran yang bisa praktikan sampaikan kepada
laboratorium dan asisten laboratorium agar kedepannya praktikum dapat berjalan
dengan lebih baik adalah sebagai berikut:
5.2.1 Laboratorium
Alat-alat praktikum sebaiknya dibersihkan dan/atau diganti supaya tidak
menggangu dan membuat praktikum menjadi gagal

5.2.2 Asisten Lab


Untuk asisten lab sebaiknya mendemonstasikan cara melakukan cara
penggunaan penetran dan developer terlebih dahulu agar praktikan tidak bingun
dan keliru selama pengaplikasian praktikum

30

Anda mungkin juga menyukai