Prinsip Kerja Eddy Current Testing
Prinsip Kerja Eddy Current Testing
PENDAHULUAN
1
1.2 Rumusan Masalah
Pada praktikum eddy current testing memiliki rumusan masala adalah:
1. bagaimana cara menggunakan flaw detector untuk mencari cacat surface
atau near surface?
2. apa itu prinsip kerja dan cara pengujian dar eddy current testing?
3. apa hasil dari pengujian eddy current testing?
2
BAB I PENDAHULUAN
Bab I menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan percobaan, rumusan masalah,
sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab II menjelaskan mengenai tinjauan pustaka yang berisi mengenai teori
singkat dari percobaan yang dilakukan.
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM
Bab III menjelaskan mengenai metode pengambilan data dan bagaimana cara
melakukan praktikum
BAB IV ANALISA+ DAN PEMBAHASAN
Bab IV menjelaskan mengenai data percobaan dan pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V menjelaskan mengenai kesimpulan dan saran dari percobaan.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Gambar 2.1 Arah arus eddy pada konduktor akibat adanya perubahan
medan magnet ([Link])
Arah arus eddy melingkar terhadap medan magnet yang tegak lurus pada
bidang konduktor. Arus eddy timbul bila konduktor mengalami pergerakan
dengan arah v. Arah medan magnet yang terjadi berlawanan dengan arah medan
magnet yang menyebabkannya
4
2.2 Pengertian Eddy Current Testing
Salah Satu Teknik Pengujian Material Tanpa Merusak Benda Ujinya
adalah pengujian Non-Destructive Testing atau NDT. Pengujian ini dilakukan
untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman dan belum
melewati batas toleransi kerusakan. NDT paling tidak dilakukan dua kali.
pertama, dari awal hingga akhir proses fabrikasi. hal ini bertujuan untuk
menentukan suatu komponen yang dapat diterima setelah melalui tahap-tahap
fabrikasi. Hasil NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen.
Kedua, NDT evaluation dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka
waktu tertentu. Tujuannya adalah menemukan kegagalan parsial sebelum
melampaui damage tolerance-nya. Dari tipe keberadaannya crack, kerusakan atau
cacat pada material NDT dapat dibedakan dalam 2 macam, yaitu: surface crack
dan inside crack. Sebaiknya Pada saat pengujian maka harus sudah ditentukan
dahulu targetnya (misal surface crack atau inside crack), baru digunakan metoda
NDT yang tepat. Beberapa metode digunakan dalam perngujian NDT, dan
memang metode yang digunakan cukup banyak yang salah satunya adalah Eddy
Current Testing.
5
padapermukaan material tersebut akan terbentuk arus Eddy.
Diskontinuitas dapat terdeteksidengan posisi bersilangan terhadap arah arus
Eddy pada material yang diuji. Jika ada cacatpada daerah yang diperiksa, arus
Eddy akan berubah arah sehingga menyebabkan adanyaperubahan pada
impedansi dari kawat. Perubahan impedansi ini dilihat dari layar pada alat [iowa
state university, 2021]
6
Untuk menghasilkan arus eddy
untuk inspeksi, "probe"
digunakan. Di dalam probe
terdapat bahan penghantar listrik
panjang yang dibentuk menjadi
kumparan.
7
Ketika bahan konduktif listrik
ditempatkan di medan magnet
dinamis koil, induksi
elektromagnetik akan terjadi dan
arus eddy akan diinduksi dalam
bahan tersebut.
8
Ketika cacat diperkenalkan ke
bahan konduktif, arus eddy
terganggu.
2. Permeabilitas material
Permeabilitas material adalah kemampuan material untuk menerima
magnet, semakin besar permeabilitas suatu material maka semakin mudah
9
material tersebut terpengaruh magnet. Berdasarkan nilai permeabilitas
material dibagi menjadi tiga, yaitu :
A. Ferromagnetik = Mudah mengalami magnetisasi
B. Paramagnetik = sulit mengalami magnetisasi
C. Diamagnetic = Tidak bisa mengalami magne
3. Frekuensi
Frekuensi adalah pengertian dari banyaknya gelombang persatuan waktu,
satuan dari frekueni adalah Hertz (1 gelombang per detik), frekuensi ini
sangat berperan dalam mengontrol eddy current test, frekuensi dapat
mengontrol depth of penetration, ampere density dan fasa induksi eddy
current. Umumnya, frekuensi tinggi dengan rentan (10 KHz - 2 MHz)
digunakan untuk mendeteksi cacat surface, dan frekuensi rendah untuk
mendeteksi cacat sub surface.
4. Geometri
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi eddy current, yaitu ketebalan
(thickness) dan edge effect. Perubahan ketebalan material dapat
disebabkan oleh manufaktur atau ketika beroperasi mengalami korosi, ini
akan mempengaruhi indikator pada eddy current, maka eddy current ini
dapat digunakan untuk mengukur ketebalan. edge effect akan terjadi jika
coil tidak bisa mengalirkan eddy current karena adanya gangguan pada
geometri seperti ujung material dan adanya tembok penghalang pada sisi
material
5. Proximity
Proximity menjelaskan suatu celah kosong yang ada diantara coil dan
benda uji, pada benda uji flat atau rata dikenal dengan istilah lift-off, dan
pada benda silinder dinamakan fill factor. Efek proximity ini akan
10
mempengaruhi medan magnet pada coil dan akan merubah impedansi
pada indikator dan mempengaruhi hasil pengujian
1. Probe bobbin
Probe bobbin adalah probe yang khusus untuk memeriksa tabung dengan
kumparan yang arahnya melingkar searah radius tabung yang diperiksa dan
letaknya di dalam tabung. Dilihat dari bentuk sinyal yang dikeluarkan, ada
2 jenis probe bobbin yaitu probe bobbin absolute yang hanya mempunyai
satu kumparan dan probe bobbin differential yang mempunyai 2 kumparan
dengan arah lilitan yang saling berlawanan
11
Keunggulan probe MRPC adalah dapat mendeteksi semua jenis cacat baik
korosi sumuran, korosi gradual dan retak yang arahnya axial (longitudinal)
dan circumferential (melingkar)
3. Probe array
Probe array eddy current terdiri dari sejumlah kumparan tunggal diatur
dalam tiga baris paralel Jumlah kumparan tergantung pada diameter dalam
tabung, artinya semakin besar diameter dalam tabung akan bertambah juga
banyaknya kumparan untuk mencapai resolusi yang sama sepanjang
permukaan tabung yang di inspeksi. Pada probe array eddy current bisa
tersusun 8 sampai 18 kumparan tunggal. Keunggulan probe array mampu
mendeteksi retak axial (longitudinal), circumferential (melingkar), korosi
pitting dan korosi gradual
12
4. Metodenya dapat digunakan untuk banyak hal, lebih dari mendeteksi
kecrackan.
5. Hanya membutuhkan persiapan pada material (surface preparation) yang
singkat dan tidak diperlukan pembersihan material setelah pengujian.
6. Resiko pengujian ini sangat kecil.
7. Test probe tidak harus bersentuhan dengan bagian material.
Metode Eddy Current Testing ini juga memiliki kekurangan seperti: [Mix,
2005]
1. Hanya dapat diaplikasikan pada material yang bersifat konduktif
(electrically conductive).
2. Permukaan material harus mudah diakses dengan probe.
3. Skill dan latihan dibutuhkan lebih mendalam dibandingkan teknik atau
metode lainnya.
4. Ujung permukaan dan kekasaran permukaan material dapat
mempengaruhi hasil.
5. Kedalaman dari penetrasi alat terbatas. Akibatnya pengujian terbatas pada
kerusakan di permukaan saja.
6. Crack berupa delaminasi yang sejajar dengan arah lilitan atau gulungan
probe dan arah pembacaan dari probe dapat tidak terdeteksi.
13
Pengujian eddy current digunakan dalam pendeteksian diskontinuitas,
pengukuran ketebalan lapisan nonconductive, pengukuran 28 ketebalan lapisan
nonconductive, pengukuran ketebalan material tipis, dan pengukuran kekerasan
material. [Cox, 1997]
Pengujian eddy current digunakan untuk pendeteksian diskontinuitas pada
permukaan material yang telah dilapisi nonconductive coating (plate, crane,
machinery foundation, pipe, etc.). Selain itu Eddy Current Testing dapat
digunakan dalam pengukuran ketebalan lapisan cat dan pengecekan heat
exchanger tubing. Aplikasi Eddy Current Testing dapat digunakan pada material
berbahan non-ferromagnetic, termasuk stainless steel, copper-nickel alloys,
titanium, dll. Aplikasi pengujian eddy current tidak dapat menentukan ukuran
indikasi crack secara pasti, tetapi hanya dapat memperkirakannya berdasarkan
perbedaan besar sinyal lift-off dan sinyal crack yang dihasilkan satu indikasi
dengan indikasi lainnya. Untuk mengetahui ukuran panjang dan kedalaman harus
dilanjutkan dengan pengujian menggunakan metode NDT lainnya.
14
Sebuah variasi ECT konvensional untuk bahan magnetik sebagian adalah
ECT saturasi penuh. Dalam teknik ini, variasi permeabilitas ditekan dengan
menerapkan medan magnet. Probe saturasi berisi kumparan dan magnet arus
eddy konvensional. Inspeksi ini digunakan pada bahan feromagnetik parsial
seperti paduan nikel, paduan dupleks, dan bahan feromagnetik tipis seperti baja
tahan karat kromium molibdenum feritik. Penerapan teknik arus eddy saturasi
tergantung pada permeabilitas material, ketebalan tabung, dan diameter.
15
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
16
Gambar 3.1 Diagram alir
(sumber: Dokumentasi pribadi)
17
Gambar 3.2 olympus NORTEC 600 unit
18
4. penggaris, berguna untuk mengukur dimensi benda uji dan mengukur letak
cacat pada benda uji
19
3.3 Prosedur Praktikum
setelah persiapan dilakukan, prosedur yang perlu dilakukan agar praktikum bisa
berjalan dengan benar adalah sebagai berikut
20
3.3.2 Inspeksi benda kerja
1. Letakkan probe pada benda kerja, tekan NULL untuk meletakkan
kursor ke crosshair.
2. Tekan DISP dua kali, lalu tekan B putar knob hingga 3 second. 3
3. Lakukan inspeksi, apabila terdapat indikasi crack, tekan FREEZE dan
lakukan recording data, setelah melakukan pendataan tekan kembali
FREEZE.
4. Tekan NULL secara berkala atau untuk memastikan kembali adanya
indikasi.
21
BAB IV
ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN
22
panjang vertical 27mm dari pojok bawah benda kerja, kecacat 4 terletak
pada pojok atas dengan panjang 30mm secara vertical, dan yang terakhir,
kecacatan 4 memiliki panjan 40mm secara horizontal
23
4.2.1 Analisis Hasil Kalibrasi
Sebelum praktikum dimulai, alat eddy current perlu terlebih dahulu
perlu dikalibrasi agar selama praktikum dapat berjalan dengan baik dan
tidak terdapat kesalahan. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan blok
kalibrasi dan didapat data sebagai berikut;
24
1. Crack H1
Cacat pertama terletak pada bagian pojok kiri benda kerja dan memiliki
panjang 40mm terletak 30mm dari baigian bawah benda kerja. Crack
H1 Memiliki 3 box
2. Crack V1
Cacat Kedua terletak pada 75mm dari pojok kiri benda kerja dan
memiliki panjang 25mm terletak 10mm dari baigian bawah benda
kerja. Crack V1 Memiliki 2 box
25
0,5 3 v = 0,333 mm
3. Crack V2
Cacat ketiga terletak pada 11mm dari cacat v1 dan memiliki panjang
27mm terletak memojok bagian bawah benda kerja. Crack V2
Memiliki 2 box
4. Crack V3
Cacat keempat terletak pada 50mm cacat v2 dan memiliki panjang
30mm terletak memojok bagian atas benda kerja. Crack V3 Memiliki 2
box
26
Gambar 4.5 Crack v3
Tabel 4.4 Tabel perhitungan V3
Dept (mm) Box v 3−0 2−0
=
0 ,5−0 3−0
0 0
3 v 3=1
V3 2
v 3= 0,333 mm
0,5 3
5. Crack H2
Cacat terakhir terletak pada 50mm dari pojok kiri benda kerja
dan memiliki panjang 40mm terletak 10,7mm dari baigian bawah
benda kerja. Crack V1 Memiliki 2 box
27
berlangsung. Tahap pertama melakukan kalibrasi blok aluminium guna
mendapatkan konfigurasi pengujian. Konfigurasi yang didapatkan adalah
frekuensi, gain, dan sudut fase. Kalibrasi memiliki tujuan utama untuk
menghindari kesalahan selama praktikum yang dapat menyebabkan praktikum
gagal. Namun selama praktikum, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan
kesalahan, Misalnya setelah pada proses pembacaan grafik terdapat kesalaahn
baca dikarenakan ada beberapa faktor kesalahan yang dihadapi dari kesalahan
pembacaan grafik kesalahan cara pencet nullnya sama pada proses menggerakan
sebuah probenya terjadi kesahalan sehingga hasil tidak presisi atau tidak sesuai
yang diharapkan. Proses kalibrasi alat perlu dilakukan sebelum menguji suatu
material. Setelah tahapan kalibrasi selesai, menggunakan konfigurasi yang
didapat pada tahap kalibrasi. Pengujian dilakukan pada daerah alur las. Sinyal-
sinyal ECT yang didapat saat proses pengujian diukur ketinggiannya dan
didokumentasikan. Setelah proses terasebut selesai,dapat dilanjutkan ke tahap
analisis dan pembahasan dari hasil pengujian eddy [Link] pada tahap
analisis tidak sesuai dengan yang diharapkan karena terdapat faktor-faktor
kesalaahn yang mengakibatkan data tidak sesuai seperti halnya pada praktikum
kemarin dengan tersenggolnya sebuah alat praktikum sehingga terjadi sesuatu
yang tidak diinginkan seperti hilangnya sebuah setingannya dan sebagainya.
28
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setelah praktikum dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Inspeksi arus eddy adalah salah satu dari beberapa metode NDT yang
menggunakan prinsip “elektromagnetisme” sebagai dasar untuk melakukan
pemeriksaan. Arus Eddy diciptakan melalui proses yang disebut induksi
elektromagnetik. Ketika arus bolak-balik diterapkan ke konduktor, seperti
kawat tembaga, medan magnet berkembang di dalam dan di sekitar
konduktor. Medan magnet ini mengembang saat arus bolak-balik naik ke
maksimum dan runtuh saat arus dikurangi menjadi nol. Jika konduktor listrik
lain didekatkan ke medan magnet yang berubah ini, arus akan diinduksi pada
konduktor kedua ini. Eddy current adalah arus listrik induksi yang mengalir
dalam lintasan melingkar. Mereka mendapatkan namanya dari "pusaran"
yang terbentuk saat cairan atau gas mengalir dalam jalur melingkar di sekitar
rintangan saat kondisinya tepat
2. cara mendeteksi kecacatan menggunakan eddy current testing adalah
Letakkan probe pada benda kerja, tekan NULL untuk meletakkan kursor ke
crosshair. Tekan DISP dua kali, lalu tekan B putar knob hingga 3 second.
Lakukan inspeksi, apabila terdapat indikasi crack, tekan FREEZE dan
lakukan recording data, setelah melakukan pendataan tekan kembali
FREEZE. Tekan NULL secara berkala atau untuk memastikan kembali
adanya indikasi.
3. bisa dilihat pada benda kerja memiliki 5 kecacatan dengan lokasi, orientasi
dan panjang yang berbeda beda. Kecacatan pertama terletak pada pojok kiri
memiliki panjang 40mm secara horizontal dan memiliki kedalaman 0,5mm,
kecacatan 2 memiliki panjang 27mm dengan orientasi vertical dan memiliki
29
kedalaman 0,333mm, kecacatan 3 memiliki panjang vertical 27mm dari
pojok bawah benda kerja dan memiliki kedalaman 0,4165, kecacat 4 terletak
pada pojok atas dengan panjang 30mm secara vertical dan memiliki
kedalaman 0,333mm, dan yang terakhir, kecacatan 4 memiliki kedalaman
0,1665mm panjang 40mm secara horizontal
4.
5.2 Saran
Setelah praktikum selesai, saran yang bisa praktikan sampaikan kepada
laboratorium dan asisten laboratorium agar kedepannya praktikum dapat berjalan
dengan lebih baik adalah sebagai berikut:
5.2.1 Laboratorium
Alat-alat praktikum sebaiknya dibersihkan dan/atau diganti supaya tidak
menggangu dan membuat praktikum menjadi gagal
30