Sistem Keamanan Pintu Sidik Jari Android
Sistem Keamanan Pintu Sidik Jari Android
Website: [Link]
ISSN 2716-5183 (online) ISSN 2686-4770 (print)
Jovi Saputra
Rizaldi
Salahuddin*
Widdha Mellyssa
Usmardi
Politeknik Negeri Lhokseumawe, Aceh
_________________________
Abstract
Security is an important thing to pay attention to and to create that security, there are many things we can do, the
most obvious common thing we do, for example to guard a house is to hire a security guard / house keeper. But to
hire a house guard requires a fairly expensive cost. With the development of electronic technology, the security
system is increasingly sophisticated and growing, so far there has often been theft or burglary from this house where
a security door building system has been developed using fingerprint and Android as a controller. For this security
door method using finger print and android as a door opener or controller. In this equipment, only the fingerprints
that are registered on the finger print can access the door to open, and Android functions as a notification whether
the door has been opened or not. Operationally, this security door system works well and is regulated by a
microcontroller, and this system works well, with the data that we tested that this security door is 100% safe using
the finger print method with the data we tested.
Keywords:
Fingerprint, Security, android, microcontroller, controller
__________________________
Abstrak
Keamanan merupakan suatu hal penting untuk diperhatikan dan untuk menciptakan keamaan itu banyak hal yang
bisa kita lakukan, hal umum paling nyata yang kita lakukan misalnya untuk menjaga rumah ialah menyewa
satpam/penjaga rumah. Tetapi untuk menyewa penjaga rumah memerlukan biaya yang lumayan mahal. Dengan
berkembangnya teknologi elektronik, maka sistem keamanan semakin canggih dan berkembang, selama ini sering
terjadi pencurian ataupun pembobolan rumah dari sinilah dikembangkan sistem bangun pengaman pintu
menggunakan fingerprint dan android sebagai pengontrol. Untuk metode pintu keamanan ini menggunakan finger
print dan android sebagai pembuka atau pengontrol pintu. Dalam peralatan ini hanya sidik jari yang terdaftar pada
finger print yang bisa mengakses pintu untuk terbuka dan android berfungsi untuk sebagai pemberitahuan status
pintu telah dibuka ataupun belum. Secara oprasional sistem pintu keamanan ini bekerja dengan baik dan diatur oleh
mikrokontroler,dan sistem ini bekerja dengan baik, dengan data yang kami ujicoba yaitu pintu keamaan ini 100 %
aman dengan menggunakan metode finger print dengan data yang kami uji.
Kata Kunci:
Fingerprint, keamanan, android, mikrokontroler, pengontrol
_________________________
DOI: 10.38038/vocatech.v2i1.32
Received: 24 July 2020 ; Accepted: 23 September 2020 ; Published: 15 October 2020
*
Corresponding author:
Salahuddin, Program Studi Teknologi Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Jalan
Banda Aceh – Medan, KM. 280,3, Buketrata, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia.
Email: [Link]@[Link]
Citation in APA Style: Saputra.,J, & Rizaldi,& Salahuddin,& Mellyssa.,W,& Usmardi., (2020). Sistem Pengaman
Pintu Menggunakan Sidik Jari Dan Android. VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal, Vol.
2 (1), 33-40
Jovi Saputra, Rizaldi, Salahuddin, Widdha Mellyssa, Sistem Pengaman Pintu …
Usmardi
I. PENDAHULUAN
Keamanan merupakan suatu hal penting untuk Arduino dan Android” kelemahan dari alat ini
diperhatikan dan untuk menciptakan keamaan itu ialah tidak bisa menggunakan multi user karena
banyak hal yang bisa kita lakukan, hal umum sifat bluetooth yang hanya satu arah saja. (Silvia,
paling nyata yang kita lakukan misalnya untuk A. F., Haritman, E., & Mulyadi 2014)
menjaga rumah ialah menyewa satpam/penjaga Pada penelitian ini penulis juga ingin membuat
rumah. Tetapi untuk menyewa penjaga rumah sebuah pengaman pintu yang berbeda yaitu
memerlukan biaya yang lumayan mahal, namun “Rancang Bangun Pengaman Pintu Menggunakan
dengan perkembangan teknologi yang ada kita bisa Sidik Jari dan Android Sebagai Pengontrol
dengan mudah memantau atau menjaga keadaan Berbasis Mikrokontroller” alat ini penulis buat
rumah dengan aman dan mudah. (Saputra, 2019) untuk bertujuan untuk mengontrol atau pun
Dari sinilah penerapan teknologi elektronika di memantau keadaan rumah agar tetap aman, dan
perlukan untuk membuat keadaan keamanan dengan berkembang nya teknologi, maka dalam
rumah aman, adapun sistem yang dibuat ialah pengaman pintu ini penulis menggunakan finger
sistem keamanan sidik jari dan android, sistem print sebagai sensor dan android sebagai
kerja dari keamanan ini ialah seseorang harus pengaman pintu. Prinsip kerja dari pintu ini
menempelkan sidik jari nya untuk membuka pintu mempunyai dasar yang jelas berbeda, dengan
rumah, tetapi dengan syarat sidik jari harus sama menggunakan RFID pintu hanya terbuka dengan
dengan data yang telah tersimpan di sistem finger objek yang 6 diterima sedangkan dengan pintu
print dan mikrokontroler atau seseorang dapat pengamaan sidik jari dan android pintu pengaman
membuka pintu rumah pintu rumah dengan ini lebih efektif dan dengan menggunakan sidik
menggunakan android dan android akan jari yang terdaftar maka pintu baru terbuka,
memeberitahukan keadaan status pintu, untuk ditambah dengan android mempunyai aplikasi
membuka dari dalam terdapat tombol push button yang bisa membuka pintu dari android
yang lebih efektif dalam membuka pintu. (Saputra, memudahkan pengguna pintu keamanan ini untuk
2019) lebih cepat mengetahui bahwa pintu dibuka dan
Permasalahan yang yang timbul saat penelitian android bisa sebagai pembuka pintu ditambah
diantaranya bagaimana pengendalian dari rancang push button juga bisa membuka pintu dari dalam.
pintu pengaman ini dan mengetahui pengaman (Saputra, 2019)
pintu menggunakan sidik jari (Fingerprint) dan Sidik jari (fingerprint) merupakan hasil
smartphone android sebagai pengontrol berbasis reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil,
mikrokontroler telah bekerja, serta pembacaan dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang
sidik jari dari sistem ini. ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk kulit telapak tangan atau kaki. Kulit telapak adalah
mempermudah masyarakat luas untuk memantau kulit pada bagian telapak tangan mulai dari
keadaan rumah atau tempat yang perlu dilindungi pangkal pergelangan sampai ke semua ujung jari,
agar tetap aman. dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit
sampai ke ujung jari yang mana pada daerah
II. STUDI PUSTAKA tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar
Tahun 2009 Jamaludin mahasiswa Politeknik satu sama lain yang dipisahkan oleh celah atau
Negeri Lhokseumawe pernah membuat tugas akhir alur yang membentuk struktur tertentu, yang mana
berjudul “Rancang Pengaman Pintu Menggunakan sensor ini akan mengirim data ID sidik jari
RFID (radio frekuensi identifikasi) Berbasis memalui komunikasi serial. Jenis sensor yang
Mikrokontroller” pada tugas akhir tersebut digunakan ialah optical atau optis (gambar 1) yang
rancangan pintu pengaman hanya menggunakan dimaksud optical ialah sensor ini bekerja dengan
RFID sebagai sensor yang digunakan untuk cara merekam pola dari sidik jari dengan
mengetahui objek, kekurangan alat ini tag RFID menggunakan cahaya yang dipancarkan dari
hanya dapat menginformasikan dalam jarak scanner. (Andrianto, 2008)
dekat. (Nazir, M., Jamaluddin, J., & Muhaimin Alat pembaca sidik jari tersebut merupakan
2019) sebuah kamera yang mengeluarkan cahaya
Tahun 2014 Ai Fitri Silvia mahasiswa kemudian menangkap permukaan sidik jari dan
Universitas Pendidikan Indonesia pernah juga pantulannya akan diberikan kepada alat penerima
membuat tugas akhir yang berjudul “Rancang dan kemudian akan disalurkan ke dalam memori
Bangun Akses Kontrol Pintu Gerbang Berbasis untuk disimpan di dalam template sebagai data
utama. Kelebihan dari sensor ini adalah mudah c. Ancaman privasi yang disebabkan alat-alat
untuk digunakan dengan biaya murah. Namun juga dengan scanner data biometric dihack dan
terdapat kelemahan dari sensor optis yaitu hasil digunakan untuk mengumpulkan data
dari scanning sangat tergantung dari kualitas sidik biometric seseorang tanpa sepengetahuan
jari tersebut. Jika kualitas sidik jari jelek karena orang tersebut.
luka ataupun kotor, maka hasil dari pembacaaan
proses identifikasi tidak akan baik. Kendala utama dalam pengenalan sidik jari
dengan metode berbasis minutiae pada umumnya
citra sidik jari memiliki kualitas yang rendah,
disebabkan oleh jenis kulit (berminyak, kering,
dan cacat). Dalam kondisi lingkungan, jenis sidik
jari dapat didefinisikan yaitu: sidik jari berminyak,
sidik jari kering dan sidik jari netral. Salah satu
cara yang dapat melakukan untuk proses
peningkatan kualitas citra sidik jari yaitu dengan
metode FFT (fast fourier transform). Penggunaan
FFT ini didasarkan pada sifat sidik jari yang
berubah-ubah (nonstationary) artinya
Gambar 1. Fingerprint karakteristik-karakteristik mempunyai nilai yang
(Grove, n.d.) berbeda-beda pada satu bagian dengan bagian
yang lain dalam sebuah citra sidik jari.
A. Sidik Jari (Salahuddin, 2012)
Biometrik merupakan suatu metode Sidik jari terdiri dari pola gunung interleaved
komputerisasi yang menggunakan aspek-aspek (bagian yang naik ke atas) dan sebuah lembah
biologi terutama karakteristik unik yang dimiliki (dips). Langkah pertama dalam pengenalan sidik
oleh manusia. Karakterisitik fisiologi unik yang jari biasanya melibatkan pengkategorian sidik jari
dapat digunakan adalah sidik jari (fingerprint) dan menjadi satu dari lima kelas dasar, yang disebut
retina mata. Teknologi biometrik memiliki kelas Henry terdiri dari Plain Arch, Tented Arch,
beberapa kelebihan seperti tidak mudah hilang, Left Loop, Right Loop, dan Whorl. (Siswanto,
tidakbisa dipalsukan, dan tidak mudah rusak. Efendi, and Yulianti 2018)
Sistem pengenalan sidik jari untuk Selain itu hanyalah variasi dari kombinasi
mengidentifikasi sidik jari seseorang sehingga keempat pola ini. Setiap orang mungkin saja
mudah dikenali ciri unik dari seseorang tersebut. memiliki Whorl, Arch, atau Loop di setiap ujung
Keunggulan biometrik adalah (Tumuli, Najoan, jari (sidik jari) yang berbeda, mungkin sebuah
and Sambul 2017) : Triradius pada gunung dari Luna dan di bawah
1. Biometrik tidak akan hilang (fisik) atau lupa setiap jari, dan kebanyakan orang ada juga yang
(perilaku) kecuali karena kecelakaan (trauma). mempunyai dua Whorl atau Loop di tangan
2. Biometrik tidak bisa ditiru ataupun juga lainnya. Pola-pola dapat juga ditemukan pada ruas
diberikan ke orang lain. Biometrik kedua dan ketiga di setiap jari.
mengharuskan orang yang bersangkutan ada
ditempat dimana dilakukan identifikasi. B. Whorl
Whorl bisa berbentuk sebuah spiral, tipe sidik
Adapun kelebihan dan kelemahannya sebagai jari whorl yang berbentuk lingkaran di dalam
berikut : lingkaran atau seperti lingkaran papan target
1. Mudah untuk digunakan panahan, sangat umum di dunia, termasuk
2. Sulit untuk diduplikasi Indonesia. Pemilik tipe sidik jari ini dinilai sangat
3. Memiliki keamanan yang tingkat keamanan bergantung pada logika. Orang dengan sidik jari
yang cukup tinggi ini juga melihat suatu pekerjaan dari tujuannya
Kelemahan yaitu : dan apakah bermaanfaat atau tidak untuk dirinya.
a. Ancaman pada privasi seseorang karena dapat
digunakan dan dikumpulkan tanpa diketahui
seseorang misalnya pada CCTV di tempat
umum.
b. Ancaman dari hacker
F. Modul Wifi
Modul wifi jaringan nirkabel merupakan
komunikasi antar komputer (mesin) tanpa
menggunakan kabel (Samsugi, Ardiansyah, and
Kastutara 2018).
Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk
jaringan komputer baik pada jarak yang dekat
(beberapa meter, memakai alat/pemancar) maupun
pada jarak jauh (lewat satelit). Jaringan nirkabel
biasanya menghubungkan satu sistem komputer Gambar 6. Blok Diagram
dengan sistem yang lain dengan menggunakan
beberapa macam media transmisi tanpa kabel, Proses alur kerja sistem diharapkan mampu
seperti : gelombang radio, gelombang mikro, menjadikan sistem pengaman pintu yang dibuat
maupun cahaya infra merah. Jenis jaringan yang dapat berjalan dengan baik. Alur kerja sistem yang
populer dalam kategori jaringan nirkabel ini dibuat sebagai garis besarnya saja untuk
meliputi : jaringan kawasan lokal nirkabel (wireles mempermudah dalam penulisan kode program dan
LAN/WLAN), dan Wi-Fi. Kelebihan umum : pembuatan flowchart sistem nantinya. Sistem akan
1. Menghemat penggunaan kabel, yang bisa bekerja jika mikrokontroler telah mendapatkan
cukup mengganggu secara estetika, dan juga supply tegangan dan arus.
kerumitan installasi untuk menghubungkan Penjelesan input output seperti pada blok
lebih dari 2 piranti bersamaan. diagram pada gambar 6 susunan sistem input
2. Teknologi wireless memungkinkan suatu output terdiri dari :
jaringan untuk bisa mencapai tempat – tempat a. Mikrokontroller berfungsi sebagai pusat
yang tidak dapat dijangkau jaringan kabel. pengontrolan saluran sistem rangkainan dan
3. Dapat menyediakan user dengan informasi menyimpan program yang akan disesuaikan
access yang real-time, dimana saja dalam dengan keperluan tersebut.
suatu organisasi. Mobilitas semacam ini b. Finger print berfungsi sebagai pengenalan
sangat mendukung produktivitas dan sidik jari yang sudah terdaftar.
peningkatan kualitas pelayanan apabila c. Push button berfungsi untuk sebagai tombol
dibandingkan dengan jaringan kabel untuk membuka door lock dari dalam
(Wicaksono, 2017). d. Driver ic regulator berfungsi untuk menahan
tegangan atau arus dari mikrokontroler
e. Buzzer berfungsi sebagai bunyi tanda bahwa
finger print telah di terima dengan benar
f. Android berfungsi sebagai informasi ,dan
pembuka pintu 24
g. Limit switch berfungsi sebagai pemutus dan
penghubung arus saat pintu terbuka atau pun
Gambar 5. Wifi Komponen
tertutup
III. METODE h. Selenoid lock berfungsi sebagai membuka
atau menutup pintu
#ID 17 buka
5 ID 17 Terbaca 4.53
pintu
Unkno Tidak Finger not dapat juga diganti dengan sensor pembaca wajah,
10 3.15s
wn 5 terbaca fond kemudian akan lebih bagus jika di pintu di pasang
motor biar pintu bisa terbuka otomatis, dan juga
akan lebih bagus jika pada sistem pintu pengaman
Tingkat keberhasilan = ini menggunakan wifi ataupun kartu data yang
= mempunyai sinyal yang baik dan stabil agar sistem
bekerja dengan lancar.
= 100% keberhasilan
Pembacaan Fingerprint =
REFERENSI
Andrianto, Heri. 2008. “Pemrograman
= 4.9s Mikrokontroler AVR ATmega16
Rata-rata waktu membuat pintu terbuka = 4.9s Menggunakan Bahasa C (CodeVision Avr).”
Informatika, Bandung.
Tabel 2. Pengujian pengiriman data android Grove. n.d. “Fingerprint Sensor.”
Pengiriman
Https://[Link]/.
No Percobaan
data
Waktu Kho, Dickson. 2019. “Pengertian LCD (Liquid
Crystal Display) Dan Prinsip Kerja LCD.”
1 Perc 1 Terkirim 1.0m Https://[Link]/Pengertian-
Lcd-Liquid-Crystal-Display-Prinsip-Kerja-
2 Perc 2 Terkirim 1.3m
Lcd/. 2019.
3 Perc 3 Terkirim 2.0m Nazir, M., Jamaluddin, J., & Muhaimin, M. 2019.
“Rancang Bangun Sistem Pengaman Pintu
4 Perc 4 Terkirim 2.0m Rumah Menggunakan Kode Password Dan
5 Perc 5 Terkirim 2.5m
Smartphone Berbasis Mikrokontroler.”
Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro 1 (1): 30–
35.
Tingkat Keberhasilan = Salahuddin, Tulus, Fahmi. 2012. “Peningkatan
Kualitas Citra Sidik Jari Menggunakan Fft
= (Fast Fourier Transform).” Jurnal Litek
Rata-rata waktu = (ISSN: 1693-8097) 9 (2): 74–78.
Samsugi, Selamet, Ardiansyah Ardiansyah, and
Dyan Kastutara. 2018. “Arduino Dan Modul
= Wifi ESP8266 Sebagai Media Kendali Jarak
Jauh Dengan Antarmuka Berbasis Android.”
V. KESIMPULAN DAN SARAN Jurnal Teknoinfo 12 (1): 23.
[Link]
A. Kesimpulan Saputra, Jovi. 2019. “RANCANG BANGUN
Berdasarkan hasil pengujian dan analisis pada PENGAMAN PINTU MENGGUNAKAN
sistem pintu pengaman berbasis mikrokontroller, SIDIK JARI DAN ANDROID SEBAGAI
maka dapat diambil beberapa kesimpulan PENGONTROL (HARDWARE).”
diantaranya pengontrol yang digunakan adalah Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Atmega162 sebagai inti dari keseluruhan Silvia, A. F., Haritman, E., & Mulyadi, Y. 2014.
“Rancang Bangun Akses Kontrol Pintu
sistem, pembacaan sensor fingerprint dapat
Gerbang Berbasis Arduino Dan Android.”
berfungsi dengan baik, android berfungsi Electrans, UPI 13 (1): 1–10.
sebagai pembuka pintu dan pengontrol status Siswanto, Apri, Akmar Efendi, and Ana Yulianti.
pintu serta Push button Memiliki fungsi 2018. “Alat Kontrol Akses Pintu Rumah
sebagai pembuka pintu dan juga untuk Dengan Teknologi Sidik Jari Di Lingkungan
mendaftar ID Sidik jari baru. Rumah Pintar Dengan Data Yang Di
Enkripsi.” Jurnal Penelitian Pos Dan
B. Saran Informatika 8 (2): 97.
Untuk kesempurnaan hasil penelitian, kami [Link]
memberikan saran di antaranya : Selain Tobing, S. L. 2014. “Rancang Bangun Pengaman
menggunakan finger print sistem pintu pengaman Pintu Menggunakan Sidik Jari (Fingerprint)