0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan10 halaman

FGD Teknologi Digital di Pelabuhan IKN

Notulen rapat mengenai diskusi penggunaan teknologi digital twin dan augmented reality untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional pelabuhan di IKN. Rapat membahas manfaat teknologi tersebut untuk memantau lalu lintas kapal secara real-time, melakukan simulasi operasional, dan meningkatkan kualitas layanan pelabuhan. Dipaparkan pula tantangan implementasinya seperti perubahan budaya dan dukungan regulasi.

Diunggah oleh

Yolanda Franciska
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan10 halaman

FGD Teknologi Digital di Pelabuhan IKN

Notulen rapat mengenai diskusi penggunaan teknologi digital twin dan augmented reality untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional pelabuhan di IKN. Rapat membahas manfaat teknologi tersebut untuk memantau lalu lintas kapal secara real-time, melakukan simulasi operasional, dan meningkatkan kualitas layanan pelabuhan. Dipaparkan pula tantangan implementasinya seperti perubahan budaya dan dukungan regulasi.

Diunggah oleh

Yolanda Franciska
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

-1-

NOTA DINAS
Nomor :

Yth : Kepala Pusat Kebijakan Lalu Lintas, Angkutan, dan Transportasi


Perkotaan
Dari : Kepala Bidang Kebijakan Lalu Lintas Angkutan
Hal : FGD Penggunaan Teknologi Digital Tein/Augmented Reality dalam
Rangka Pengoperasian Pelabuhan di IKN
Tanggal : 23 Oktober 2023

Dengan hormat, menindaklanjuti Surat Undangan Pusat Kebijakan Keselamatan dan


Keamanan Transportasi Perkotaan Nomor: UM.207/5/13/PKKT/2023 perihal FGD
Penggunaan Teknologi Digital Tein/Augmented Reality dalam Rangka Pengoperasian
Pelabuhan di IKN yang diagendakan pada tanggal 23 Oktober 2023 bersama ini dapat kami
sampaikan notulen rapat sebagaimana terlampir.
Demikian disampaikan, mohon perkenan arahan Kepala Pusat Kebijakan Lalu
Lintas, Angkutan, dan Transportasi Perkotaan.

Bram Hertasning
NIP. 19790623 200604 1 001
2

NOTULEN
FGD PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL TEIN/AUGMENTED REALITY
DALAM RANGKA PENGOPERASIAN PELABUHAN DI IKN

Hari/ Tanggal : Senin / 23 Oktober 2023


Waktu : 09.00 WIB s.d. Selesai
Tempat : Redtop Hotel and Convention

Rapat dipimpin oleh Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan


Transportasi, Jumardi, ST., MT.

PENGANTAR ACARA
Jumardi, ST., MT. – Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan
Transportasi

• Salah satu kajian yang dilakukan dengan output rekomendasi keijakan dari
badan kebijakan transportasi
• Penggunaan teknologi di tengah kompleksitas pelabuhan yang modern sangat
penting.
• Teknologi digital tein/Augmented reality merupakan teknologi yang diharapkan
dapat meningkatkan keselamatan dalam pelayaran.
• Badan kebijakan transportasi sebagai unit kerja di lingkungan kemenhub, terus
berusaha untuk mendorong perkembangan teknologi digital yang menciptakan
keselamatan dalam pelayaran
• Kegiatan diskusi Penggunaan Teknologi Digital Twin / Augmented Reality
dalam rangka pengoperasian pelabuhan di Ibu Kota Negara sebagai media
koordinasi antar kementerian dan lembaga

PEMAPARAN

Tonny Agus Setiono, M.T. – Direktur Pengembangan Ekosistem Digital


Kedeputian

• Nusantara merupakan kota cerdas yang dinamis dan inklusif, siap menghadapi
perubahan di masa depan dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan
produktivitas dan kualitas hidup
• Lapisan infrastruktur kota cerdas yaitu lapisan aplikasi (kota cerdas),
infrastruktur aktif (pusat komando dan kendali data) hingga infrastruktur pasif
• Terdapat digital twin di smart city ikn. Proses pembuatan blue print pedoman
smart city sedang berjalan
• Digital twin adalah sebuah konsep yang memungkinkan pembuatan model
digital yang akurat dari objek fisik, proses, atau lingkungan.
• Dalam konteks pelabuhan, digital twin harus memiliki manfaat, termasuk:
o Pemantauan Real-time lalu lintas kapal, pergerakan muatan, dan
aktivitas pelabuhan lainnya
o Perencanaan dan Simulasi untuk menguji berbagai skenario
operasional agar meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
3

o Prediksi dan Peramalan yang dapat membantu pelabuhan untuk


merencanakan persediaan, menghindari gangguan dalam rantai
pasokan, dan meningkatkan penggunaan aset.
o Manajemen Energi, mencakup pengawasan terhadap penggunaan
listrik dan bahan bakar, serta identifikasi potensi penghematan energi.
o Perbaikan Keamanan dan Keselamatan dengan dapat memantau
lingkungan kerja, mendeteksi potensi bahaya, dan memberikan
peringatan dini dalam situasi darurat.
o Pengelolaan Rantai Pasokan untuk mengintegrasikan dan
mengoptimalkan rantai pasokan yang berhubungan dengan Pelabuhan
yang mencakup pemantauan persediaan, pengiriman, dan pengambilan
muatan secara efisien
o Perbaikan Kualitas Layanan untuk penumpang dengan analisis data real
time yang tersedia
• Infrastruktur untuk Digital Twin dan Augmented Reality
o Koneksi data dan integrasi antara digital twin dan Augmented Reality
Devices
o Sistem manajemen data yang tersambung (batch data dan real time
data)
o Antarmuka Pengguna yang intuitif (UI/UX) yang mudah digunakan dan
intuitif untuk operator pelabuhan.
o Keamanan Data yang meliputi langkah-langkah keamanan yang ketat
untuk melindungi data sensitif yang mungkin ditampilkan melalui
teknologi AR.

Anwarudin – Kasubdit Pelayanan Jasa dan Usaha Pelabuhan, Direktorat


Kepelabuhanan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

• Pelabuhan sebagai kunci dalam rantai logistik. Peningkatan kualitas layanan


pelabuhan bisa mendorong terciptanya rantai logistik yang lebih efisien.
• Pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan stakeholders yaitu financial
institution, exporter/importer, freight forwarder, association, government, port
operator, inland transportation, dan shipping line
• Saat ini terdapat tiga tren utama pengembangan pelabuhan dunia yaitu
konsolidasi pemain dalam Value Chain, pengunaan teknologi Smart Port,
perubahan kapal dan infrastruktur
• Pengembangan Digitalisasi. Smart – Green Port: Otomatisasi dan Digitalisasi
o Otomatisasi pelabuhan (seluruh atau sebagian) membuat disrupsi.
Beberapa pekerjaan akan hilang, beberapa pekerjaan baru muncul.
o Lingkungan kerja yang lebih baik. Perkembangan unmanned equipment
(makin cepat dan makin ringan).
o Peningkatan efisiensi : traffic management systems, meningkatkan arus
kendaraan di pelabuhan, otomatisasi, dll.
o Seluruh proses bisnis di pelabuhan dapat diketahui secara real time
sehingga lebih efisien
o Kebutuhan akan transparansi dan kontrol (right products, at the right
time, place, quantity, condition and at the right cost) sepanjang supply
chain
o Penggunaan Big Data untuk mengetahui perilaku peralatan, kondisi
fasilitas pelabuhan.
4

o Penggunaan IoT (Internet of Things) untuk menghitung secara real time


koneksi dengan berbagai stakeholder (pemilik barang; bea cukai;
terminal; truck, kereta api, dan kapal laut).

• Pelabuhan berkelanjutan berwawasan lingkungan “Eco Port”: Pelabuhan yang


dalam manajemen dan operasionalnya menggunakan pengelolaan lingkungan
sebagai pendorong untuk meningkatkan peran, fungsi dan manfaat pelabuhan.

• Pengelolaan Pelabuhan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan (EcoPort)


o Pedoman Ecoport & Assessment Tools (dalam proses penetapan
melalui SK Dirjen Hubla)
o Aplikasi Ecoport
5

• Tantangan Implementasi:
o Keinginan untuk berubah dan reluktasi yang tinggi merupakan barrier
yang cukup tinggi dalam implementasi aplikasi di kementerian
o Dukungan dasar peraturan merupakan bagian yang dapatmelindungi
setiap pergerakan dan keputusan yang diambil. Jika hukum mudah
berubah maka penerapan pun menjadi sulit
o Penerapan aplikasi membutuhkan dukungan dari jajaran tertinggi
hingga terendah. Sehingga sangat di butuhkan komitmen di setiap lini
o Kolaborasi antar lembaga yang masih memiliki perbedaan sudut
pandang maupun perbedaan master data

Yudhonur Setyaji - Direktorat Kenavigasian

• Berdasarkan Pasal 1 – Ketentuan Umum PP-5/2010, SBNP merupakan


peralatan system yang berada di luar kapal yang didesain dan dioperasikan
untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi bernavigasi kapal dan/atau lalu
lintas kapal
• E-Navigation merupakan Pengumpulan, integrasi, pertukaran, penyajian, dan
analisis informasi pelayaran di atas kapal dan di darat yang diselaraskan
dengan sarana elektronik untuk meningkatkan layanan terkait pelayaran dari
satu tempat ke tempat lainnya dan layanan terkait untuk peningkatan
keselamatan dan keamanan di laut serta perlindungan lingkungan maritim
• Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (United Nation on The Law of The
Sea 1982), diratifikasi Undang-undang nomor 17 tahun 1985. “Kewajiban untuk
menjamin kelancaran, keamanan, ketertiban dan kenyamanan bernavigasi,
agar lalu lintas kapal di negara kepulauan tersebut aman, lancar dan tertib” baik
untuk kepentingan nasional maupun internasional. Sarana Bantu Navigasi-
Pelayaran (SBNP) yang cukup dan handal serta Tata alur lalu lintas pelayaran
yang aman.
• Kondisi saat ini, SBNP dibangun dan dikembangkan dengan menggunakan
konsep tradisional yang sudah saatnya diperbaharui. SBNP tradisional
membutuhkan pengawasan yang dilakukan secara manual oleh Sumber Daya
Manusia. Anggaran yang besar dibutuhkan untuk dapat membangun SBNP
6

serta pelaksanaan perawatan dan pengawasannya. Penempatan SBNP


cenderung berada di daerah yang mempunyai risiko tinggi, otomatis SDM yang
mengoperasikan maupun melakukan pengawasan harus diberikan remunerasi
yang tinggi, hal ini termasuk asuransi untuk para penjaga SBNP.

• Solusi dari kondisi terkini:


o Pemanfaatan Internet of Things (IoT), Augmented Reality (AR) yang
dirangkum dalam bentuk Big Data perlu diolah dengan tepat agar
memberikan hasil yang diharapkan.
o Transformasi Digital: tidak hanya terkait pada updating dan upgrading
perangkat teknologi yang digunakan
o Business - IT Alignment diperlukan agar setiap investasi teknologi di unit
kerja selaras dengan pelayanan yang diberikan, atau dengan kata lain
mendukung tujuan utama dari organisasi.
Tersedianya sistem informasi sebagai bagian dari manajemen
pengelolaan operasional, monitoring dan evaluasi pengoperasian e-
SBNP dan Un-manned Lighthouse yang terkoneksi dengan platform
kantor pusat Kementerian Perhubungan diharapkan bisa
memaksimalkan tugas dan fungsi unit kerja daerah sebagai
perpanjangan tangan kantor pusat Kementerian Perhubungan.
o Kondisi ini tentu saja akan berujung pada efektivitas dan efisiensi biaya
investasi teknologi di perusahaan.
o Tersedianya Grand Design pengembangan sumber daya yang akan
digunakan untuk menjawab tantangan organisasi, proses bisnisnya,
termasuk keberlangsungannya. Untuk menjawab adanya kebutuhan
yang semakin tinggi terhadap investasi teknologi dan pengembangan
aplikasi, guna mendukung kebutuhan pelayanan Kementerian
Perhubungan serta memberikan kemudahan bagi para penggunanya.
Grand Design yang disusun ini juga harus dapat memotret dan
memetakan kebutuhan terhadap SDM profesional yang mahir di dalam
pengelolaan dan pengoperasian teknologinya.
• Tahapan yang dilakukan melalui :
o Integrasi data
o Pengelolaan data
o Analisis data yang cepat dan kompleks

PEMBAHASAN

Prof. Resdiansyah - Otorita IKN

• Perlu adanya perhatian pada pelabuhan – pelabuhan yang beroperasional


7

• Sangat mendukung jika digital twin pada pelabuhan ini digunakan di IKN untuk
memantau dan mengendalikan fasilitas dari lokasi mana pun dan kapan pun
• Dengan membuat kembaran digital dari fasilitas port, maka bisa mendapatkan
gambaran yang lebih jelas tentang kinerjanya dan membuat perubahan untuk
memperbaikinya. Ini akan membantu spt berikut:
o Pantau dan kendalikan kinerja fasilitas dari lokasi mana pun dan kapan
pun.
o Mengurangi dampak lingkungan dan mengurangi limbah.
o Meningkatkan efisiensi, keselamatan dan keamanan dengan
mengurangi kecelakaan, pencurian dan polusi di fasilitas darat seperti
gudang, pabrik atau terminal yang dekat dengan badan air (misalnya
pelabuhan).
• Challenge: Safety and Security
o Pelabuhan masih menggunakan sistem usang yang telah ada selama
beberapa dekade, sehingga digitalisasi dan keselamatan dalam proses,
aplikasi, dan produksi pelabuhan masih kurang.
o Kebanyakan pelabuhan tidak memiliki akses ke platform virtual yang
menunjukkan aktivitas real-time. Pelabuhan penuh dengan aktivitas,
sehingga Digital Twin akan memberikan transparansi dan keamanan
yang sangat dibutuhkan bagi otoritas pelabuhan dan karyawan
pelabuhan dengan kesadaran operasional secara real-time.
o Keamanan komunitas pelabuhan juga akan ditingkatkan. Misalnya, jika
pembangunan pelabuhan dilakukan di dekat kawasan pemukiman,
sensor dapat melacak potensi bahaya, menampilkannya secara real-
time pada platform virtual, sehingga otoritas pelabuhan mengetahui
potensi dampak kegiatan tersebut terhadap masyarakat sekitar.
o Kemacetan pelabuhan telah menjadi masalah yang semakin meningkat
di seluruh dunia. Pelabuhan kekurangan sumber daya besar untuk
memproses kargo, kontainer, dan kapal secara efisien, sehingga dapat
menyebabkan terganggunya rantai pasokan dan peningkatan lalu lintas
maritim setiap tahunnya. Hal ini mempengaruhi sistem bisnis dan
industri, produksi, dan manufaktur, serta konsumen.
o Digital Twin akan mengatasi kemacetan pelabuhan karena
memungkinkan pengelolaan sumber daya pelabuhan yang lebih baik
dengan perkiraan dan prediksi yang tepat. Jika pelabuhan dipersiapkan
untuk kedatangan kapal, sumber daya akan digunakan secara efisien.
Pegawai pelabuhan dan truk dapat bersiap ketika kapal berlabuh, dan
di sisi lain sumber daya tidak terbuang percuma.
• Environmental Compliance
o Pelabuhan juga harus mematuhi perubahan peraturan dan persyaratan
perubahan iklim.
o Dengan Digital Twin, pemantauan kualitas air, udara, dan kebisingan
serta keanekaragaman hayati dapat dilakukan secara real-time.
Kepatuhan lebih dapat dicapai, dan insiden yang merugikan lingkungan
dapat diprediksi dan dihindari.
o Sensor Internet of Things (IoT), dan lingkungan 3D, teknologi Digital
Twin berbasis augmented reality akan memberikan transparansi bagi
otoritas pelabuhan dan seluruh industri maritim khususnya di IKN
8

Dr. Umar Aris, S.H., M.M., M.H. – Analis Kebijakan Ahli Utama

• Digital twin merupakan suatu keniscayaan sejauh mana dapat diwujudkan.


Terdapat indikasi yang perlu dijadikan pedoman, seperti smart city
• Secara komprehensif, perlu dilihat bentuk konfigurasi negara

Ir. Ahmad, [Link]., QIA., CFr.A. – Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya
Manusia Perhubungan Laut

• Dari sisi SDM, sudah memulai tahapan dari peningkatan kualitas SDM.
Melakukan kerjasama dengan luar negeri dalam peningkatan kualitas SDM di
bidang teknologi digital.
• Saat ini bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk mencetak tenaga ahli
kepelabuhanan, PIP semarang bekerjasama dengan Universitas Diponegoro.

Ranu – PT Pelindo

• Bagaimana implementasi Smart Port secara teknis?


• Digital twin harapannya bisa mengsimplikasikan proses bisnis di pelabuhan
• Single data integration, bagaimana kita bisa memanfaatkan data – data yang
masuk?

Jon Kenedi, [Link] - Direktur KPLP

• Penerapan di teluk lamong mungkin dapat diterapkan di IKN


• Terkait dengan yang ada di kepelabuahan. Apakah suar bisa diubah dengan
tidak ada yang fisik atau bantuan dari manusia yaitu dengan menggunakan
satelit saja seperti pada aplikasi Pokemon Go

Capt. Bartho – Kepala KSOP Kelas I Balikpapan

• Bicara regulasi, UU No. 23 tahun 2022 terkait IKN dan sudah ada turunan PP
27 tahun 2023 tentang kewenangan khusus otorita IKN, Di dalam PP tersebut
terdapat mengenai pelayaran dan kepelabuhanan. Apakah yang mengeluarkan
regulasi adalah IKN atau DJPL.
• Terdapat 35 TUKS, 7 Tersus saat ini di Balikpapan.
• Digital twin merupakan ide yang bagus namun membutuhkan waktu dalam
pengembangannya.

Sigit Djarot

• Dalam konteks kajian digital twin, perlu menggunakan metode ecosystem


thinking.
• Bagaimana menghubungkan isu 5G smartport dengan kematangan digital twin
• 5G smartport merupakan salah satu indikator kemajuan negara.
9

KESIMPULAN

1. Digital twin adalah sebuah konsep yang memungkinkan pembuatan model


digital yang akurat dari objek fisik, proses, atau lingkungan.
2. Lapisan Infrastruktur kota cerdas Nusantara terdiri dari lapisan aplikasi (smart
governance, smart living, smart transportation and mobility, smart industry and
human resources, smart bulit environment), infrastruktur aktif (pusat komando
dan kendali data), dan infrastruktur pasif (Infrastrukur fisik seperti menara dan
tiang)
3. Digital twin dari fasilitas port akan membantu:
a) Pemantauan dan pengendalian kinerja fasilitas dari lokasi mana pun dan
kapan pun.
b) Mengurangi dampak lingkungan dan mengurangi limbah.
c) Meningkatkan efisiensi, keselamatan dan keamanan dengan
mengurangi kecelakaan, pencurian dan polusi di fasilitas darat seperti
gudang, pabrik atau terminal yang dekat dengan badan air (misalnya
pelabuhan).
4. Pemanfaatan Internet of Things (IoT), Augmented Reality (AR) yang dirangkum
dalam bentuk Big Data perlu diolah dengan tepat agar memberikan hasil yang
diharapkan
5. Perlu regulasi terkait digital twin / augmented reality di bidang transportasi
10

DOKUMENTASI

Notulis 1 Notulis 2

Shaula Fidilia, [Link]. Grace Markella, [Link].


NIP. 20000615 202210 2 001 NIP. 2000831 202210 2 001

Anda mungkin juga menyukai