BAB II
Landasan Teori & Konsep
2.1 Penelitian Terdahulu
Pada sub-bab ini, penelitian ini memanfaatkan penelitian terdahulu sebagai
bahan acuan dan pendukung dalam proses pengembangan alur pemikiran, serta
menjadi tolak ukur untuk penelitian ini. Penggunaan penelitian terdahulu digunakan
untuk membantu konsep ataupun infromasi yang daapt digunakan sebagai bahan
referensi dan pengembangan dalam penelitian ini. Untuk mendukung penelitian ini
memaparkan tiga buah penelilitan terdahulu yang relevan sebagai sebuah referensi
penelitian terdahulu tersebut memiliki permasalahan yang sama seperti penelitian
yang akan dilakukan sekarang yang berkaitan dengan topik pemabahasan variabel
Social Media Marketing (X) dan Keputusan Pembelian (Y).
Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu
Nama Rahmi Suci fadhilah Lubiana Mileva , Novita Ekasari
Penelitian Achmad Fauzi DH
Judul Pengaruh Social Pengaruh Social Media Pengaruh Promosi
Media Marketing Marketing Terhadap Berbasis Social
terhadap Miant Beli Keputusan Pembelian Media Marketing
Produk Fashion Distro (Survei Online pada terhadap Keputusan
Flashy Mahasiswa Sarjana Pembelian Produk
Jurusan Ilmu Jasa Pembiayaan
Administrasi Bisnis Kendaraan pada PT
Angkatan 2014/2015 BFI Finance Jambi
Fakultas Ilmu
Administrasi Universitas
Brawijaya yang Membeli
Starbucks Menggunakan
LINE)
Universitas Institut Pertanian Universitas Brawijaya Universitas Jambi
Bogor Malang
12
Tahun 2018 2018 2014
Tujuan Untuk menganalisis Untuk mengetahui Untuk mengetahui
Penelitian pengaruh social media adanya pengaruh social pengaruh dari
marketing terhadap media marketing terhadap penggunaan promosi
minat beli produk Keputusan Pembelian berbasis social media
fashion distro Flashy Starbucks dengan marketing terhadap
menggunakan aplikasi Keputusan
LINE Pembelian produk
jasa pembiayaan
kendaraan dari PT
BFI Finance Jambi
Metode Kuantitatif Kuantitatif Kuantitatif
Penelitian
Hasil Hasil Penelitian dalam Hasil dalam penelitian ini Hasil dalam
Penelitian penelitian ini menunjukan bahwa penelitian ini bahwa
menunjukan bahwa variabel social media promosi
Social media marketing dengan menggunakan
marketing yang terdiri dimensi content creation, variabel social media
dari context, content sharing, marketing
communication, connecting, dan menunjukkan
collaboration, dan community building distribusi variabel
connection mampu secara signifikan dalam keputusan
menjelaskan minat memiliki pengaruh pembelian konsumen
beli sebesar 47,7% dan terhadap keputusan PT BFI Finance
52,3% dipengaruh pembelian dengan hasil Jambi sebesar 80,4%
oleh dimensi variabel kontribusi sebesar 52,4% dipengaruhi oleh
lain. dalam variabel dan 47,6% dipengaruh variabel independen,
context dan oleh dimensi variabel lain yaitu personal
collaboration diluar penelitian. relevansi,
memiliki hasil yang interactivity,
positif yang massage, dan brand
mempengaurh variabel famility. Sedangkan
minat beli. sisanya sebesar
19,6% dipengaruhi
oleh variabel lain
yang tidak dilakukan
dalam penelitian ini.
Jenis SKRIPSI Jurnal Fakultas Jurnal Manajemen
Penelitian Administrasi Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
Sumber: Data Pegolahan penelitian, 2021
13
Yang menjadi pengembangan dalam penelitian ini adalah ingin melihat
pengaruh yang dihasilkan dari penggunaan media sosial Instagram di Indonesia.
Dilakukan oleh para pelaku bisnis untuk memanfaatkan media sosial Instagram
sebagai salah satu sarana pemasaran produk ataupun jasanya dengan menggunakan
konten-konten yang menarik untuk melihat apakah dari penggunaan konte-konten
yang menarik dapat mendorong pengikut akun Instagram @Billionairesproject
untuk melakukan keputusan pembelian produk. Sehingga dalam penelitian ini
berfokus pada media sosial khususnya Instagram dengan melihat apakah terdapat
pengaruh dari penggunaan variabel social media marketing terhadap keputusan
pembelian dari pengikut akun Instagram @Billionairesproject.
2.2 Social Media
Munculnya perangkat jejaring online di masyarakat sangat membantu
kegiatan masyarakat, setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Menurut
penjelasan Varinder & Kanwar (2012, p. 11) mengenai social media dalam buku
berjudul “Understanding Social Media” aplikasi berbasis web yang memungkinkan
pertukaran konten dan berinteraksi dengan pengguna lain sebagai media sosial.
Dapat berupa situs jejaring sosial, blog, forum internet, komuntas online dan lain-
lainnya.
Sementara itu, menurut Gunelius (2011, p. 10) social media merupakan
media penerbitan online dan gawai dialog yang dihasilkan melalui web 2.0 untuk
menyajikan dialog, partisipasi dan interaksi. Sedangkan menurut Kaplan dan
Haenlein (2012) dalam As’ad H. Aburumman (2014, p. 316) berkata “Seperangkat
aplikasi berbasis internet berdasarkan ideology dan teknologi web 2.0 yang
memungkinkan konten untuk dipertukarkan antara pengguna.”
Menurut Kotler dan Keller (2015, p. 643) dalam platform social media
ditemukan beberapa bentuk yang terdiri dari:
14
a) Online Communities and Forums
Komunitas online adalah sekumpulan individu yang berkumpul di satu
tempat dan memiliki minat yang sama. Komunitas tersebut biasanya terdiri
konsumen atau sekelompok tanpa campur tangan dari perusahaan atau merek,
namun ada juga komunitas online yang disponsori langsung oleh perusahaan
atau merek tertentu. Tujuan dibentuknya komunitas online adalah menjadi
perantara untuk berkomunikasi dengan perusahaan mengenai produk atau jasa
perusahaan atau merek terkait.
b) Blogs
Kemunculan blogs memungkinkan bagi pengguna internet untuk membuat
sebuah artikel secara online, online journals atau membuat diari yang
memungkinakn pengguna online lainnya dapat membaca secara online di
jejaring web.
c) Social Networks
Hadirnya jejaring sosial memiliki tujuan untuk saling mempererat masing-
masing individu. Serta dapat membantu menjadi salah satu alat untuk
mengkomunikasikan perusahaan atau brand kepada pihak konsumen.
2.3 Instagram
Instagram merupakan media sosial yang mengizinkan pengguna untuk
membagikan suatu momen ke dalam aplikasi tersebut, masuk ke dalam lima
aplikasi terbesar dengan populasi pengguna aktif dan banyak melakukan unduh di
smarphone. Dalam artikel [Link] (Meodia, 2020) Instagram merupakan
platform social media visual terbesar pada saat ini, Instagram dikatakan memiliki
pengguna yang lebih dari satu milliar pengguna aktif setiap bulannya. Berdasarkan
artikel [Link] (Salsabila, 2019) Instagram merupakan jejaring online
yang diciptakan oleh Mike Kriger dan Kevin Systrom, pertama kali hadir pada
Oktober 2010. Sejak pertama diciptakannya aplikasi Instagram. Media sosial
15
Instagram mendapatkan satu juta pengguna aktif hanya dalam waktu satu bulan
setelah peluncuran aplikasi. Sejak saat itu pengguna aktif media sosial instagram
selalu bertambah secara signifikan.
Tingginya sistem interaksi yang dimiliki oleh platform social media
Instagram merupakan hal yang disukai oleh para pengguna, membuat penggunanya
dapat saling berhubungan dengan para pengguna lainnya, misalnya seperti interaksi
yang sederhana yang dihadirkan oleh Instagram yaitu likes dan berkomentar pada
unggahan orang lain.
Menurut Macarthy (2015, p. 191) Instagram merupakan aplikasi media
sosial yang dilandasi terhadap seseorang yang suka dengan visual dan memiliki
fitur-fitur yang menyenangkan untuk digunakan dalam mengabadikan foto-foto,
untuk diunggah ke halaman feed yang dapat dilihat oleh orang banyak.
Dengan terkenalnya aplikasi media sosial Instagram menjadikan sebuah
media yang memiliki peluang yang besar untuk digunakan sebagai media yang
dapat melakukan aktivitas pemasaran secara online. Menurut Atmoko (2011) dalam
Utari (2017, p. 9) setelah menjadi sebuah platform social media yang banyak
dikagumi oleh penggunannya, Instagram memungkinkan para pengguna untuk
melakukan aktivitas pemasaran berbasis online untuk para pengguna, dapat
melakukan aktivitas promosi dengan share foto-foto produk dan lainnya.
Berdasarkan artikel [Link] (Newberry, 2021) Dengan lebih dari
satu milliar pengguna aktif setiap bulannya. 81% pengguna Instagram mencari
produk dan jasa melalui media sosial, 130 juta pengguna Instagram melakukan tap
pada Instagram shop, 50% para pengguna media sosial Instagram melakukan
pembelian setelah melihat produk atau jasa di Instagram. 500 juta pengguna
Instagram menggunakan fitur stories setiap harinya dan masih banyak yang lainnya.
Dengan data ini menunjukkan bahwa Instagram merupakan sebuah platform
social media yang dapat digunakan dalam aktivitas pemasaran secara online dan
media yang cocok untuk digunakan sebagai alat media promosi dalam sebuah ide
bisnis.
16
Agar berhasil dalam melakukan aktivitas pemasaran dimedia sosial
Instagram, kegiatannya diperlukan pembuatan konten. Oleh Macarthy (2015, p.
192) membagikan beberapa elemen yang penting agar konten kita menjadi
rekomendasi pada aplikasi Instagram yaitu sebagai beirkut:
1. Jangan menggunakan filter yang terlalu berlebihan dalam melakukan
pembuatan konten, dan tidak ada teks yang tidak perlu banyak digunakan.
2. Jangan terlalu menonjolkan sebuah logo pada iklan. Konten yang alami
akan lebih disukai oleh audience.
3. Konten yang digunakan sebagai sebuah iklan harus sesuai dengan merek.
Tidak memerlukan sebuah efek murahan atau tipu muslihat.
4. Dalam pembuatan konten iklan di Instagram tidak harus selalu menonjolkan
atau memperlihatkan produk. Membentuk konten iklan agar lebih kreatif
dan menginspirasi.
5. Gunakanlah tagar dengan efektif, namun jangan menggunakan terlalu
banyak tagar karena mengganggu, gunakan beberapa tagar yang sedang
populer.
2.4 Definsi Social Media Marketing
Definisi Social Media Marketing menurut Gunelius (2011, p. 10), “Social Media
Marketing is any form of direct or indirect marketing that is used to build awareness,
recognition, and action for a brand, business, product, person, or other entity and is carried
out using the tools of the social web, such as blogging, microblogging, social networking,
social bookmarking, and content sharing.” artinya pemasaran media sosial adalah
“segala macam bentuk pemasaran baik yang dilakukan secara langsung ataupun
tidak langsung yang memiliki tujuan untuk membangun sebuah kesadaran merek,
barang, atau entitas lain dan semua itu memungkinkan untuk dilakukan dengan
menggunakan alat-alat dari blog, microblog, jejaring sosial dan berbagi konten.”
17
Dikutip dalam As’ad, H. Abu-Rumman (2014, p. 316) pemasaran media
sosial yaitu salah satu bentuk strategi pemasaran online yang dipakai oleh
perusahaan dalam memasuki pangsa pasar online dan membangun hubungan antar
setiap individu yang ada di dunia dihubungkan dengan media sosial.
Selain itu, definisi social media marketing menurut Chaffy & Ellies-
Chadwik (2016, p. 37) pemasaran melalui media sosial memiliki tugas untuk
mengawasi dan memfasilitasi interaksi pelanggan dan seluruh partisipan online
untuk mendorong keterlibatan positif perusahaan dan merek. Interaksi dapat terjalin
di situs perusahaan, jejaring sosial, ataupun situs pihak ketiga.
Berdasarkan definisi mengenai social media marketing yang diuraikan di
atas dapat disimpulkan bahwa social media marketing merupakan strategi
pemasaran yang mempunyai tugas mengawasi dan memfasilitasi khalayak online
agar terjadi sebuah hubungan antara perusahaan dengan partisipan dalam platform
social media yang menciptakan pandangan yang positif antara konsumen dengan
perusahaan.
Ada beragam jenis media sosial yang sering dipakai oleh perusahaan seperti
Facebook, Youtube, Instagram, dan lainnya. Media sosial mempunyai formatnya
sendiri dalam penggunaannya, misalnya seperti yang dimiliki oleh Instagram
mengunggah gambar dan film memungkinkan dengan penggunaan link, tags, dan
tagar.
2.4.1 Dimensi Social Media Marketing
Menurut Gunelius (2011, pp. 59-62) membangun sebuah strategi pemasaran
online melalui media sosial yang sukses, terdapat empat buah elemen yang
dijadikan sebagai suatu varibel kesuksesan dalam melaksanakan social media
marketing:
18
1. Conten Creation
Untuk menjalankan sebuah strategi pemasaran online yaitu, perusahaan
harus dapat mempunyai ide konten yang menarik bagi konsumen
perusahaan, sehingga konsumen dapat menaruh kepercayaan terhadap
perusahaan, selain membuat ide konten yang menarik, yang harus menjadi
perhatian adalah konten tersebut dapat mewakilkan jati diri atau kepribadian
dari bisnis yang perusahaan jalankan.
2. Content Sharing
Membagikan konten yang telah perusahaan buat ke media sosial
merupakan salah satu cara untuk membantu perusahaan atau brand untuk
memperluas target konsumen dan memperluas khalayak online perusahaan.
Selain itu, dengan membagikan konten secara tidak langsung dapat
menyebabkan penjualan produk tergantung dari konten yang sedang
dibagikan kekuatan konten dapat mendorong keinginan konsumen tanpa
disadari.
3. Connecting
Jika dahulu orang hanya dapat membangun jaringan hanya dengan tatap
muka, namun dengan kehadiran dari jejaring online memungkinkan setiap
orang untuk terhubung dan bertemu dengan beragam macam individu yang
mempunyai kesamaan dalam ketertarikkan yang sama. Selain itu, dengan
jejaring sosial online memungkinkan untuk tersambung lebih luas dengan
seseorang, dapat memperoleh berbagai macam ide bisnis untuk dilakukan.
Komunikasi yang terbuka adalah kunci pada saat melaksanakan jejaring
sosial.
4. Community Building
Jejaring online merupakan sekumpulan individu yang ada di dalam satu
komunitas online yang sama dengan jumlah yang besar. Di dalam
komunitas online tersebut merupakan tempat untuk saling berinteraksi
19
dengan pengguna lainnya. Kemudian dihubungkan dengan teknologi.
Membangun komunitas online yang mempunyai ketertarikan yang sama
dapat terjadi dengan adanya social networking.
2.4.2 Tujuan Social Media Marketing
Dalam membuat strategi pemasaran online menggunakan social media
marketing harus mempunyai suatu tujuan agar tercapainya ke berhasilan bagi suatu
perusahaan atau brand. Menurut Gunelius (2011, p. 15) terdapat lima tujuan dalam
social media marketing, yaitu:
1. Relationship Building
Kemudahan yang diberikan oleh penggunaan pemasaran media sosial
adalah menciptakan dan meningkatkan hubungan yang positif antara
perusahaan dengan konsumen, influencer dan blogger.
2. Brand Building
Penggunaan social media marketing adalah jalan terbaik dalam
membangun pengakuan merek dan membangun kesetiaan terhadap merek.
3. Publicity
Social media marketing dapat digunakan sebagai sarana publikasi untuk
penyebaran informasi dan membangun persepsi positif.
4. Promotion
Social media marketing bisa dimanfaatkan untuk memberikan potongan
harga serta menjadikan konsumen merasa dirinya spesial di mata
perusahaan serta membantu untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
konsumen.
20
5. Market Research
Penggunaan social media marketing sangat membantu perusahaan
untuk memahami konsumen, seperti mencari tahu kebutuhan dan keinginan
konsumen, perilaku konsumen serta mengetahui kompetitor.
2.5 Keputusan Pembelian
Proses pengambilan keputusan pembelian adalah aktivitas akhir yang
dimiliki oleh seseorang dan itu akan dilalui oleh setiap calon pembeli ketika
dihadapi untuk memilih suatu produk atau jasa oleh perusahaan. Sampai memasuki
tahap keputusan pembelian tergantung kebulatan tekad terhap produk yang
dibutuhkan bagi calon pembeli untuk memenuhi kriteria yang dibutuhkan dan di
inginkan konsumen.
Menurut Sumarwan (2011, p. 377) keputusan pembelian seseorang tidak
hanya meliputi terhadap sudut pandang produk, namun dari sudut pandang
Sumarwan ada beberapa elemen yang membantu pembeli dalam memutuskan
pembelian kepada suatu barang, di antaranya kapan waktu untuk membeli dan
bagaimana cara membelinya, termasuk cara membayarnya, apakah dengan cara
tunai atau cicilan.
Definisi lain mengenai keputusan pembelian menurut Kotler & Armstorng
(2012, p. 158) “perlikau pembelian konsumen mengacu pada perilaku pembelian
akhir- perorangan dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi
pribadi.” dalam definisi keputusan pembelian yang dikemukakan oleh para ahli,
dapat ditarik kesimpulannya bahwa pada saat keputusan pembelian yang dilakukan
calon konsumen melakukan proses psikologis dasar, membantu calon konsumen
dalam melakukan tindakan untuk menyeleksi, memilih dan lainnya. Dalam
memenuhi kebutuhan dan keinginan dari calon konsumen sehingga sampai pada
tindakan akhir calon konsumen tersebut untuk memilih barang yang sesuai kriteria
pembeli.
21
Menurut Kotler dan Armstrong (2012, p. 159) ada beberapa faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan oleh calon pembelian dalam
melakukan keputusan pembelian, yaitu:
1. Faktor Budaya
Faktor yang paling dasar untuk seseorang dalam menentukan keinginan
dan ke butuhannya adalah faktor budaya merupakan kumpulan nilai dasar,
persepsi dan keinginan, merupakan perilaku yang dipelajari oleh seseorang
dalam lingkungan masyarakat. Faktor budaya meliputi peran budaya, sub
budaya, dan kelas sosial.
2. Faktor Sosial
a. Kelompok acuan: sikap & perilaku calon konsumen yang
dipengaruh oleh beberapa kelompok tertentu, misalnya seperti
mayoritas kelompok membeli produk A secara langsung atau tidak
ada dorongan terhadap individu untuk mencoba membeli produk A
tersebut.
b. Keluarga: keluarga merupakan faktor terdekat dan dapat pengaruh
besar dalam membantu calon konsumen ketika melakukan
keputusan pembelian sebuah produk.
c. Peran dan status di dalam masyarakat: status seseorang di dalam
lingkungan masyarakat memiliki peran yang penting, jika seseorang
memiliki status tinggi tanpa disadari orang tersebut mempunyai
dampak terhadap perilaku pembelian seseorang.
3. Faktor Pribadi
Faktor pribadi adalah karakterisitik yang dimiliki oleh calon
konsumen seperti usia, pekerjaan, gaya hidup, keadaan ekonomi serta
kepribadian memiliki pengaruh kepada perilaku pembeli dalam mengambil
dan menentukan pembelian dari sebuah barang dan jasa.
22
4. Faktor Psikologis
Faktor psikologis yaitu faktor yang muncul dari individu berupa
motivasi kuat terhadap pencarian kepuasan atas kebutuhan yang harus
dipenuhi dalam diri calon pembeli. Faktor psikologis meliputi motivasi,
persepsi, pengetahuan, dan lainnya.
2.5.1 Dimensi Keputusan Pembelian
Terdapat suatu proses dalam mengambil sebuah tindakan dalam keputusan
pembelian oleh calon konsumen, ketika ingin melakukan sebuah transaksi terhadap
produk atau jasa yang calon konsumen butuhkan dan inginkan. Menutur Kotler &
Armstrong (2012, p. 179) menurut pandangan yang mereka miliki terhadap proses
keputusan pembelian yang dilakukan oleh calon pembeli, diuraikan menjadi
beberapa bagian sebagai berikut:
1. Problem Recognition
Tahapan ini, calon konsumen mencoba mencari tahu apa yang menjadi
kebutuhan dan keinginan oleh calon pembeli, secara sadar calon konsumen
akan mencari apa yang menjadi ke butuhannya pada saat itu. Dalam hal ini
calon konsumen dihadapkan oleh dua faktor dalam benak calon konsumen.
Faktor yang pertama, yaitu faktor eksternal, misalnya seperti calon
konsumen melihat iklan yang di lihatnya di televisi sehingga mendorong
calon konsumen untuk memilih produk tersebut. Kedua adalah faktor
internal, faktor yang secara sadar tanpa adanya dorongan untuk memenuhi
apa yang menjadi kebutuhan calon konsumen.
2. Information Search
Pada tahap ini, konsumen merasa suka terhadap sebuah produk atau jasa
akan mencoba untuk menggali hal yang bisa didapatkan dari berbagai
sumber yang bisa didapatkan dari berbagai macam hal. Misalnya seperti
23
iklan yang ada di internet atau menanyakan rekomendasi produk atau jasa
kepada orang-orang terdekat calon konsumen.
3. Evaluation of Alternative
Setelah dirasa oleh calon konsumen informasi yang didapatkan sudah
terasa cukup untuk mewakili kriteria kebutuhan dan keinginan calon
konsumen terhadap sebuah tercukupi, calon pembeli akan mencoba
menyeleksi atau mempersempit pilihan mereknya yang dirasa kurang
memenuhi kriteria produk yang dibutuhkan oleh calon konsumen.
4. Purchase Decision
Setelah melakukan penyeleksian terhadap beberapa merek dan mulai
menentukan peringkat produk yang menjadi pilihan calon konsumen yang
disukai, tetapi terdapat dua faktor yang menjadi pertimbangan bagi calon
konsumen untuk menentukan pembelian. Pertama, merupakan sikap orang
lain jika orang terdekat calon konsumen sudah memberikan rekomendasi
suatu produk atau jasa kepada calon konsumen, tidak dapat dipungkiri oleh
calon konsumen akan menerima saran dari orang terdekatnya. Kedua,
merupakan faktor situasional yaitu faktor yang tidak diharapkan. Misalnya
seperti keadaan ekonomi yang dihadapi oleh calon konsumen.
5. Post Purchase Decision
Setelah melakukan pemilihan terhadap sebuah barang dan jasa,
selanjutnya penilaian yang diberikan oleh calon pembeli terhadap barang
dan jasa oleh calon konsumen beli. Yang menjadi faktor dalam penilaian
produk yang dilakukan oleh calon konsumen adalah ekspektasi calon
konsumen yang diharapkan konsumen ketika mereka menggunakan produk
yang telah mereka beli. Jika barang tidak dapat memenuhi ekspektasi calon
pembeli, pembeli akan meresa kecewa hal tersebut akan menjadikan
pertimbangan untuk membeli produk dengan merek yang sama dikemudian
hari.
24
2.6 Kerangka Pemikiran
Social media marketing merupakan salah satu dari bentuk implementasi dari
pemanfaatan jejaring sosial online sebagai sebuah strategi untuk terlibat dalam
berinteraksi dan berkolaborasi dengan para konsumennya yang memiliki tujuan
untuk mengembangkan bisnis dari perushaaan dan menambah konsumen baru.
Social media marketing secara tidak langsung menjadi alat untuk membangun
hubungan dengan para pelanggan dan yang akan menjadi calon konsumen dengan
menggunakan aktivitas program pemasaran online. Apabila implementasi dari
social media marketing dilakukan dengan baik dan benar dalam pelaksanannya
maka secara sadar akan langsung berkunjung pada situs media sosial karena timbul
rasa ketertarikan terhadap barang dan jasa yang diberikan melalui media sosial
perusahaan atau merek. Kemudian secara mandiri untuk mengambil tindakan atau
memutuskan untuk melakukan pembelian.
Berdasarkan kajian teori dari uraian yang telah diuraikan di atas, maka
kerangka pemekiran nya sebagai berikut.
Tabel 2. 2 Alur Penelitian
Keputusan Pembelian (Y)
Social Media Marketing (X)
(Kotler & Armstrong, 2012)
(Gunelius, 2011)
1. Problem Recognition
1. Content Creation
2. Information Search
2. Content Creating
3. Evaluation of
3. Connecting Alternative
4. Community 4. Purchase Decision
Building
5. Post Purchase
Decision
2.7 Pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian
Social media marketing merupakan alat yang digunakan sebagai suatu
strategi pemasaran online oleh perusahaan ataupun brand untuk dapat bersaing
25
dengan kompetitor yang bergerak dalam industri yang sama. Apabila, penggunaan
strategi social media marketing dijalankan secara benar dan efektif secara tidak
langsung dapat mendorong calon konsumen dalam pembelian produk atau jasa yang
disarankan kepada konsumen melalui media sosial. Karena, media sosial dapat
mempengaruhi para penggunannya dengan menggunakan konten yang dibagikan
oleh perusahaan ataupun brand. Dalam buku Gunelius (2011, p. 15) ada lima tujuan
dari social media marketing:
1. Relationship Building
Kemudahan yang diberikan oleh media sosial adalah dapat
menciptakan dan meningkatkan hubungan yang positif antara perusahaan
dengan konsumen.
2. Brand Building
Dengan menggunakan social media marketing perusahaan atau
brand dapat membangun dan meningkatkan pengakuan merek dan
membangun kesetiaan terhadap brand.
3. Publicity
Penggunaan social media marketing dapat dimanfaatkan untuk
melakukan punlikasi sebagai sarana penyebaran informasi dan membangun
persepsi yang positif kepada khalayak.
4. Promotion
Kegunaan social media marketing dapat dimanfaatkan untuk
memberikan sarana seperti potongan harga dengan demikian menjadikan
konsumen merasa dirinya spesial di mata perusahaan atau brand untuk
memenuhi kebutuhan jangka pendek yang diperlukan oleh konsumen.
5. Market Research
Penggunaan dari social media marketing juga dapat membantu
perusahaan untuk memahami keperluan dan kebutuhan dari konsumen,
perilaku konsumen, serta memahami dan mengetahui perilaku kompetitor.
26
Tujuan dari aktivitas marketing dengan menggunakan social media yang
dilakukan dengan baik dan efektif dapat mendorong pelanggan hingga terciptanya
keputusan pembelian terhadap konsumen.
2.8 Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian merupakan landasan yang berdasarkan teori dan
kerangka berpikir yang sudah di uraiakan terlebih dahulu di atas, maka dari teori di
atas dapat disusun hipotesis peneltiian sebagai berikut:
Ho: Terdapat pengaruh dari social media marketing terhadap Keputusan
Pembelian.
H1: Tidak terdapat pengaruh dari social media marketing terhadap Keputusan
Pembelian.
27