0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan41 halaman

Penanganan Linen di Fasilitas Kesehatan

Penanganan linen di rumah sakit meliputi proses pencucian, pengeringan, dan penyetelan linen untuk memutus mata rantai penularan infeksi, mencegah insiden infeksi, dan meningkatkan layanan kesehatan. Proses ini memerlukan sarana seperti ruang laundry terpisah, air bersih, mesin cuci, dan tenaga kerja terlatih.

Diunggah oleh

Andry Wahyudi Agus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan41 halaman

Penanganan Linen di Fasilitas Kesehatan

Penanganan linen di rumah sakit meliputi proses pencucian, pengeringan, dan penyetelan linen untuk memutus mata rantai penularan infeksi, mencegah insiden infeksi, dan meningkatkan layanan kesehatan. Proses ini memerlukan sarana seperti ruang laundry terpisah, air bersih, mesin cuci, dan tenaga kerja terlatih.

Diunggah oleh

Andry Wahyudi Agus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENATALAKSANAAN LINEN

DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Linduati Christina,[Link].,Ns.,MARS.,CIPP.,CPPS

Disampaikan Pada Pelatihan Pencegahan


Dan Pengendalian Infeksi Dasar
Tanggal, 25 – 27 Oktober 2023
Linduati Christina, [Link].,Ns.,MARS.,CIPP.,CPPS
• Tempat Tanggal Lahir : Sarulla,29 Oktober 1978
ORGANISASI
• Alamat : Perumahan Bumi Pertiwi Blok N, No. 10 • Pengurus DPK PPNI
• Pengurus HIPPI cabang DKI tahun 2017 – 2022
Cilebut – Bogor
• Sekretaris IPPII Pusat tahun 2022 - 2025
• No. HP : 081905036677 KEGIATAN
• Juri Lomba Hand Hygiene Sekota & Kabupaten Bogor tahun 2018 -
• Email : linduati@[Link] 2019
• Juri Lomba Hand Hygiene Nasional oleh PERSI tahun 2019
• Asal RS / Institusin: RSU UKI Jakarta Timur • Surveior LIPA LARSI
• Tim PPI dikompartemen mutu Perhimpunan Rumah Sakit
PENDIDIKAN FORMAL
Seluruh Indonesia ( PERSI ) pusat
• SPK RSU UKI Jakarta, lulus tahun 1998 • Narasumber diklat Yayasan Cinta Kasih Sejati ( YCKS)
• Narasumber diberbagai pelatihan & seminar workshop PPI
• S1 Keperawatan STIKES BINAWAN Jakarta, lulus tahun 2012
PELATIHAN
• Program Profesi Keperawatan STIKES BINAWAN Jakarta, lulus Kursus Dasar Pencegahan Pengendalian Infeksi oleh PERDALIN, 2014
tahun 2014 Pelatihan IPCN oleh HIPPII ,2015
• Program Pascasarjana MARS URINDO Jakarta ,lulus tahun 2021 Pelatihan penanggulangan Bencana/Disaster ,2015
Pelatihan TB DOTS ,2016
RIWAYAT PEKERJAAN Pelatihan Trainning of Trainer ( TOT ) PPSDM KEMENKES , 2017
• Tahun 1999 - 2001 : Perawat Poli Klinnik Pelatihan MOT PPSDM ,2018
• Tahun 2000 - 2012 : Perawat Pelaksana Di Rawat Inap Pelatihan TOT BNSP ,2019
• Tahun 2012 - 2015 : Ketua TIM Pelatihan TOT project HOPE tentang COVID ,2020
• Tahun 2015 - saat ini : IPCN Pelatihan Certified Infection Prevention Professional ( CIPP ) ,2022
Pelatihan Certified Professional Public Speaking ( CPPS ) ,2023
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM

Setelah mengikuti materi, peserta mampu menjelaskan


penanganan linen di rumah sakit dengan tapat dan benar
sesuai stantard yang sudah ditetapkan
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

Setelah mengikuti materi, peserta mampu :


❑ Menjelaskan Latar Belakang
❑ Menjelaskan Pengertian
❑ Menjelaskan Jenis Linen
❑ Menjelaskan Tujuan
❑ Menjelaskan Sarana dan Prasarana
❑ Menjelaskan Ketenagaan
❑ Menjelaskan Pengelolaan Linen
❑ Menjelaskan PPI di Laundry
POKOK BAHASAN
❑ Pendahuluan
❑ Latar Belakang
❑ Pengertian
❑ Jenis Linen
❑ Tujuan
❑ Sarana dan Prasarana
❑ Ketenagaan di Laundry
❑ Sistem Penanganan Linen
❑ Alur Penanganan Linen
❑ Tahap Pengelolaan Linen
❑ Monitoring dan Evaluasi
❑ PPI di Laundry
❑ Kesimpulan
PENDAHULUAN
KEWASPADAAN
STANDAR

▪ HAIs masih masalah di dunia


fasyankes perlu dilaksanakan
program PPI yang baik dan benar
▪ Dalam program PPI salah satunya
adalah penanganan linen
▪ Penanganan Linen merupakan
bagian dari Kewaspadaan
standard, dimana Kewaspadaan
standar bagian dari Kewaspadaan
isolasi dan Kewaspadaan Isolasi
bagian dari program PPI
LATAR BELAKANG

❑ Linen dan laundry yang tercemar dapat


menghasilkan mikroorganisme patogen dalam
jumlah besar (Depkes RI tahun 2000 tentang
bakteri pada instalasi laundry).

❑ Linen yang nyata di cemari oleh darah dan


cairan tubuh merupakan kontaminasi
mikroorganisme dan dapat menularkan
penyakit melalui kontak langsung
PENGERTIAN
Laundry rumah sakit
adalah tempat pencucian linen yang dilengkapi dengan
sarana penunjangnya berupa mesin cuci, alat dan
disinfektan, mesin uap (steam boiler), pengering, meja
dan mesin setrika

Linen
adalah bahan/kain yang digunakan di rumah sakit untuk
kebutuhan membungkus kasur, bantal, guling , selimut , baju
Petugas, baju Pasien dan alat instrument steril.
TUJUAN
• Untuk memutus mata rantai penularan infeksi
1

• Untuk meminimalkan insiden rate infeksi yang


2 berasal dari linen terkontaminasi
• Untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada
pasien sehingga dapat meningkatkan mutu layanan
3 kesehatan

• Untuk dapat memenuhi linen sesuai kebutuhan


4
JENIS LINEN
Linen ternoda/
Linen steril Linen bersih Linen kotor
infeksius
Linen yang sudah Linen yang sudah Linen yang sudah
dilakukan dilakukan digunakan Linen yang sudah
pemrosesan pemrosesan dengan tanpa digunakan dan
sterilisasi, dan pencucianan dan noda darah, terkontaminasi
digunakan untuk siap untuk cairan tubuh dengan darah,
tindakan medis dipakai sekresi dan cairan tubuh
yang steril ekskresi sekresi dan
ekskresi, serta
semua linen yang
sudah digunakan
di ruang isolasi
merupakan linen
infeksius
(termasuk COVID
19)
SARANA & PRASARANA

Punya ruangan unit laundry tersendiri, terpisah dari unit


ruangan lain seperti Gizi, CSSD dll

Tersedia keran air bersih dengan kualitas dan tekanan aliran


yang memadai, air panas untuk disinfeksi dan tersedia
disinfektan.
Tersedia air panas untuk pencucian dengan suhu 70oC dalam
waktu 25 menit atau 95oC dalam waktu 10 menit

Tersedia deterjen dan disinfektan untuk proses pencucian


yang ramah lingkungan agar limbah cair yang dihasilkan
mudah terurai oleh lingkungan.
SARANA & PRASARANA
Peralatan cuci dipasang permanen dan diletakkan
dekat dengan saluran pembuangan air limbah

Tersedia mesin cuci yang dapat mencuci jenis-jenis linen


yang berbeda.

Tersedia ruangan dan mesin cuci yang terpisah untuk


linen infeksius dan non infeksius.

Tersedia saluran air limbah tertutup yang dilengkapi


dengan pengolahan awal (pre-treatment) sebelum
dialirkan ke instalasi pengolahan air limbah.
SARANA & PRASARANA

• Untuk rumah sakit yang tidak mempunyai laundry tersendiri,


pencuciannya dapat bekerjasama dengan pihak lain dan pihak lain
tersebut harus mengikuti persyaratan dan tatalaksana yang telah
ditetapkan.
• Ada kebijakan pedoman, SPO dan atau Instruksi kerja
• Trolley pengangkut linen kotor dan linen bersih
• Fasilitas kebersihan tangan
SARANA & PRASARANA
Ada eye wash dan body shower/kamar mandi & toilet

Tempat penyimpanan alat kebersihan tangan (janitor)

Ada chemical, detergen dsb sesuai kebutuhan

Tersedia APD sesuai kebutuhan terdiri dari sepatu kerja/


boots, baju kerja, apron, masker,sarung tangan rumah
tangga, faceshield, penutup kepala
SARANA & PRASARANA
Tersedia ruang-ruang terpisah sesuai kegunaannya antara
lain:
ruang ruang untuk
penerimaan ruang linen ruang linen perlengkapan
penimbangan, kotor, bersih, kebersihan
ruang ruang ruang
perlengkapan ruang pencucian, pengeringan, penyetrikaan
cuci,
ruang gudang bahan
perhitungan ruang distribusi, kimia ruang kamar mandi
linen bersih, kereta linen,

ruang
administrasi
KETENAGAAN DI LAUNDRY

Unit linen dan laundry


dipimpin oleh personil Mepunyai kepemimpinan,
dengan minimal memiliki integritas,
pendidikan SI Kesehatan

Mempunyai sertifikat Tenaga lainnya minimal


pelatihan tentang pendidikan SLTA atau
Pencegahan dan setara, sudah pernah
Pengendalian Infeksi, mengikuti pelatihan PPI,
kepemimpinan, pelatihan laundry di RS dan
tentang laundry di RS dan Pelatihan K3
Pelatihan K3
SYSTEM PENGELOLAAN LINEN

Sistem Sentralisasi
• suatu sistem pengelolaan linen yang meliputi perencanaan,
pengusulan, pengadaan, distribusi, pencucian, pemeliharaan
sampai inventorinya dikelola oleh satuan kerja yaitu unit
laundry
Sistem Desentralisasi
• suatu sistem pengelolaan linen dimana perencanaan,
pengusulan, pengadaan serta inventorinya dilakukan oleh
masing-masing satuan kerja, sedangkan laundry hanya
melaksanakan pencucian dan pemeliharaan linen saja
PROSES PENGELOLAAN LINEN RUMAH SAKIT

Penanganan Penanganan
linen di linen di
ruangan laundry

Transportasi
linen ke
laundry
PENANGANAN LINEN DI RUANGAN

Linen Kotor atau Linen Ternoda


❑Pisahkan linen infeksius dengan linen non infeksius
✓ Linen infeksius masukkan ke kantong plastik warna kuning
✓ Linen non infeksius masukkan ke kantong plastik warna hitam
❑Tidak melakukan dekontaminasi di ruangan
❑Tidak meletakkan linen di lantai
❑Gunakan alat pelindung diri sesuai indikasi
❑Tidak menyeret linen kotor di lantai
❑Tidak meletakkan linen kotor di atas kursi dan meja pasien, di lantai
❑Tidak mengibaskan linen kotor
❑Pisahkan ruang penyimpanan linen bersih dari linen kotor
PENANGANAN LINEN DI RUANGAN
Linen Bersih atau Steril
▪ Linen disimpan terpisah dari ruang kotor agar tidak terkontaminasi
▪ Gudang penyimpanan linen tidak boleh digabung dengan benda/cairan
yang bersifat menguap atau menitrasi
▪ Pisahkan linen sesuai dengan jenis linen
▪ Susun linen dengan tehnik tersendiri dengan prinsip linen bersih yang
lama harus lebih dahulu dipakai
▪ Untuk linen steril perlu dilakukan pemisahan dengan linen bersih. Linen
steril harus disimpan di lemari khusus dan digunakan sebelum
kadaluarsa.
▪ Linen disimpan di dalam lemari tertutup atau rak-rak tertutup sesuai
dengan jenis linen, suhu 21–30˚c dan kelembaban 40–60%.
▪ Simpan linen dengan sistem FIFO (first in, first out)
TRANSPORTASI LINEN KE LAUNDRY

Terpisah troly linen


infeksius dan non Troly tertutup
infeksius

Setiap selesai pengangkutan troly


dibersihkan dengan detergen dan
disinfeksi
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY

Penilaian linen kotor


• Tebal atau tipis
• berat
Tingkat • sedang Jenis • berwarna atau
tidak berwarna
Linen
infeksi
Non
kotornya
• ringan linen • wool atau us infeksius
katun
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY

a. Penerimaan linen kotor

Bedakan pintu masuk


linen kotor ke Laundry
dan pintu keluar linen Petugas penerimaan
bersih dari Laundry ke laundry melakukan
Ruangan pencatatan jumlah linen

Linen kotor di Kedua belah


laundry harus pihak : pengirim
dibedakan antara dan penerima
harus memaraf
linen infeksius pada buku
dan non infeksius ekspedisi
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY

b. Penimbangan

Sebelum pencucian, dilakukan penimbangan untuk


menghitung kebutuhan bahan-bahan kimia (detergent,
sodium hypoclorit, softener)
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY
c. Pencucian
▪ Masukkan linen kotor ke dalam mesin cuci
▪ Gunakan detergent berdasarkan tingkat cucian:
infeksius, berat, sedang, ringan khusus dan linen warna.
▪ Penggunaan jenis deterjen dan desinfektan untuk
proses pencucian dilengkapi Informasi Data
Keamanan Bahan (MSDS)
▪ Suhu air panas untuk pencucian 70°c dalam
waktu 25 menit atau 95°c dalam waktu 10 menit.
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY

d. Pemerasan dan pengeringan


Pemerasan
❑ Linen tebal perlu pengeringan dan linen tipis hanya
perlu pemerasan saja.
Pengeringan
❑ Linen tebal perlu pengeringan selama 10 menit dengan
suhu 70 C
❑ Linen tipis hanya perlu pemerasan dengan
menggunakan mesin pemerasan (extractor) selama 5-8
menit.
❑ Proses pengringan suhu : 70 C selama 10 menit
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY

e. Penyeterikaan

❑ Kelompokkan linen yang lembaran dan bukan lembaran


❑ Penyetrikaan menggunakan roll press dan rotary press
❑ Roll press untuk linen lembaran
❑ Rotary Press untuk bukan lembaran
❑ Suhu yang digunakan untuk penyetrikaan 70-80 ˚c
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY

f. Pelipatan

❑ Bertujuan untuk merapikan dan memudahkan


dalam penggantian linen pasien
❑ Sewaktu proses pelipatan lakukan penyortiran
linen yang rusak
❑ Tempat pelipatan harus bersih dan jauh dari
daerah kotor agar tidak terkontaminasi
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY
g. Penyimpanan

▪ Linen disimpan di dalam lemari tertutup


atau rak-rak tertutup sesuai dengan jenis
linen, suhu 21–30˚c dan kelembaban 40–
60%.
▪ Simpan linen dengan sistem FIFO (first in,
first out)
PENANGANAN LINEN DILAUNDRY
i. Pendistribusian
❑ Pendistribusian tergantung pada sistem pengelolaan
❑ Bila secara sentralisasi, pendistribusiannya disesuaikan
dengan perminataan/kebutuhan ruangan/unit.
❑ Bila tidak secara sentralisasi linen bersih diserahkan ke
petugas ruangan, sesuai dengan jumlah linen kotor
yang dikirim.
❑ Linen bersih dibawa dgn menggunakan trolly tertutup
bersih untuck mencegah kontaminasi dalam
perjalanan
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
DI LAUNDRY

1. Kebersihan tangan

❑ Setelah kontak darah, cairan


tubuh, sekresi dan exkresi
❑ Setelah dari toilet
❑ Sebelum dan setelah makan
❑ Sebelum pulang
2. Penggunaan APD

Pakai APD jika


terkontaminasi atau
kemungkinan terkontaminasi
darah, cairan tubuh, sekresi
dan ekskresi
[Link] di Laundry

❑ Bersihkan seluruh peralatan jika


sudah selesai digunakan, mesin
cuci, meja dll
❑ Bersihkan seluruh troly
menggunakan detergan dan
disinfectan
[Link] lingkungan

❑ Buat dan tetapkan jadwal


pembersihan ruang laundry
❑ Ruangan laundry harus bersih
❑ Lantai kering dan tidak licin
❑ Tidak ada binatang seperti tikus,
kecoa, semut
[Link] linen

❑ Linen steril disimpan dalam lemari tertutup khusus Peralatan steril


❑ Linen bersih disimpan dalam lemari tertutup khusus lemari linen
❑ Linen kotor ditempatakan di trolley linen kotor sebelum dibawa ke laundry
❑ Linen kotor infeksius ditempatkan di trolley infeksius kantong kuning sebelum
dibawa ke laundry dicuci terpisah dengan linen kotor tak ternoda
❑ Linen yang berasal dari ruang isolasi Covid dll, dicuci dengan air panas dan
detergen, jika ternoda darah dan cairan tubuh diberi disinfektan larutan
klorin 0.05 % dicuci dengan detergen dan air panas 70-80° C
6. Penanganan limbah

Membuang limbah pada tempatnya


sesuai jenis limbah

❑ Pemeriksaan kesehatan secara berkala


❑ Karyawan yang sakit /flu tidak boleh
bekerja
[Link] Karyawan ❑ Karyawan tidak menggunakan asesoris
di tangan
8. Etika batuk/bersin
MONITORING DAN EVALUASI

Menggunakan panca indra penglihatan, penciuman, perabaan

Uji mikrobiologi ( tidak rutin) :


▪ Hygienic cleanlinnes < 12 CFU/25 cm²
▪ Bacteriological cleanliness < 5 CFU/25 cm²
▪ Evaluasi pada tahap proses pencucian, pengeringan, dsb. dan evaluasi
kinerja pengelolaan linen di rumah sakit
KESIMPULAN

❑ Penanagan linen merupakan bagian dari Kewaspadaan Standar dan


termasuk dalam program PPI
❑ Unit laundry dan pengelolaan linen rumah sakit sangatlah penting
karena merupakan bagian mutu rumah sakit
❑ Pengelolaan yang baik dan sesuai dengan standar akan mencegah
terjadinya tranmisi mikroorganisme dari pasien, petugas dan lingkungan
rumah sakit
❑ Dengan monitoring yang baik maka pasien dan petugas aman dan
nyaman menggunakan linen yang di proses di rumah sakit
TERIMAKASIH
SEMOGA BERMANFAAT
SALAM SEHAT SELALU

Anda mungkin juga menyukai