0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Normalisasi Database

Normalisasi adalah teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai dan menghilangkan redundansi data. Normalisasi dilakukan dengan memisahkan tabel menjadi bentuk normal pertama, kedua, dan ketiga untuk menghindari anomali data. Contoh kasus menunjukkan proses normalisasi entitas mahasiswa dan dosen dari bentuk awal menjadi bentuk normal kedua.

Diunggah oleh

Rafli Afriza0501
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Normalisasi Database

Normalisasi adalah teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai dan menghilangkan redundansi data. Normalisasi dilakukan dengan memisahkan tabel menjadi bentuk normal pertama, kedua, dan ketiga untuk menghindari anomali data. Contoh kasus menunjukkan proses normalisasi entitas mahasiswa dan dosen dari bentuk awal menjadi bentuk normal kedua.

Diunggah oleh

Rafli Afriza0501
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NORMALISASI DATA BASE - (1)

Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk
memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.

Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk
menentukan apakah relasi itu sudah baik. Dapat dilakukan melalui proses insert, update,
delete dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas
dalam relasi tersebut.

Kapan di Perlukan Normalisasi?


Normalisasi di perlukan untuk database berskala besar.

Tujuan Normalisasi :
1. Untuk menghilangkan kerangkapan data (redudansi).
2. Untuk mengurangi kompleksitas (kerumitan).
3. Untuk mempermudah pemodifikasian data dan menghilangkan anomali data.

Keunggulan dari Normalisasi Database


1. Memecah table (sangat) kompleks menjadi beberapa tabel. sederhana.
Seperti Tabel Master (Data cenderung tetap), Tabel Transaksi (dinamik, berhubungan
dengan tabel master).

2. Mudah diatur, dipleihara dan mempermudah proses pelaporan data.

3. Tabel (terutama Tabel Master) bisa digunakan berulang kali.

4. Ketika terjadi perubahan atas tabel master, maka tabel transaksi otomatis juga berubah
menyesuaikan tabel master.

Kerugian dari Normalisasi


1. Meningkatkan jumlah dari penggabungan antar tabel (JOIN).
2. Menyebabkan query yang cukup rumit.

Cara Melakukan Normalisasi


1. Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu
kebeberapa tingkat.

2. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu maka tabel tersebut perlu
dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang
optional.

Tahapan atau Bentuk-bentuk Normalisasi


Bentuk normal adalah keadaan relasi yang dihasilkan dengan menerapkan aturan sederhana
berkaitan dengan konsep kebergantungan fungsional pada relasi yang bersangkutan.
Tahap-tahap normalisasi tersebut adalah:

(1) Bentuk Normal ke Satu (1NF)

Syarat :
1. Tidak ada set aribut yang berulang atau bernilai ganda, setiap atribut yang dimiliknya
bersifat atomic (bernilai tunggal) untuk setiap baris.

2. Telah ditentukannya primary key untuk tabel atau relasi.

3. Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.

4. Tiap atribut yang dapat memiliki banyak nilai sebenarnya menggambarkan entitas atau
relasi yang terpisah.

(2) Bentuk Normal ke Dua (2NF)

Syarat :
1. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentork normal ke satu.
2. Atribut bukan kunci (non - key atribut) haruslah memiliki ketergantungan fungsional
sepenuhnya pada primary key.

3. Kunci primer hanya mengandung satu atribut.

(3) Bentuk Normal ke Tiga (3NF)

Syarat :
Bentuk data telah memenuhi kriteria ke dua.
Tidak boleh terdapat ketergantungan transitif terhadap kunci utama atau primary key.

(4) Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

Syarat :
Semua anomali (kesalahan data) yang tersisa dari hasil penyempurnaan kebergantungan
fungsional telah dihilangkan.
(5) Bentuk Normal ke Empat (4NF)

Syarat:
1. Bila dan hanya bila telah berada dalam bentuk BCNF dan tidak ada multivalued dependency
nontrivial.

2. Multivalued Dependency Nontrivial (MVD) dipakai dalam 4NF.

3. Dependency ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu (one to many).

(6) Bentuk Normal ke Lima (5NF)

Syarat:
Semua anomali (kesalahan data) yang tertinggal telah dihilangkan.

Dari beberapa tahap normalisasi diatas, Bentuk Normal Pertama (1NF) sampai Normal ke Tiga
(3NF), merupakan bentuk normal yang umum dipakai. Umumnya bila ketiga bentuk normal
tersebut telah dipenuhi, maka persoalan anomali tidak akan muncul.
Contoh Kasus Normalisasi.

Kasus 1 : Entitas Mahasiswa Belum Ternormalisasi :

Tabel 1 : Entitas Mahasiswa

NIM NAMA Sem MaKul NIDN Nama Dosen

201001 Andika Saputra 1 Algoritma 1078523 Riyanti Anjani

Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Biyanti Anggie 3 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

Orkom 1078523 Riyanti Anjani

Metnum 1075047 Susan Savitri

201003 Naura Putri 5 Web 1075047 Susan Savitri

Jarkom 1077021 Erwin Masadi

Metnum 1075047 Susan Savitri

Hasil 1: Entitas Mahasiswa 1NF


Tabel 2 : Entitas Mahasiswa 1NF (Telah Ternormalisasi Bentuk Pertama)

NIM NAMA Sem MaKul NIDN Nama Dosen

201001 Andika Saputra 1 Algoritma 1078523 Riyanti Anjani

201001 Andika Saputra 1 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Biyanti Anggie 3 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Biyanti Anggie 3 Orkom 1078523 Riyanti Anjani

201002 Biyanti Anggie 3 Metnum 1075047 Susan Savitri

201003 Naura Putri 5 Web 1075047 Susan Savitri

201003 Naura Putri 5 Jarkom 1077021 Erwin Masadi

201003 Naura Putri 5 Metnum 1075047 Susan Savitri


Kasus 2 : Entitas Dosen Belum Ternormalisasi
Tabel 3 : Entitas Dosen

NIDN NAMA DOSEN MaKul_1 MaKul_2 MaKul_3

1078523 Riyanti Anjani Algoritma Struktur Data Orkom

1075047 Susan Savitri Metnum Web -

1077021 Erwin Masadi Jarkom - -

Hasil 2: Entitas Dosen 1NF


Tabel 4 : Entitas Dosen 1NF (Telah Ternormalisasi Bentuk Pertama)

NIDN NAMA DOSEN MaKul

1078523 Riyanti Anjani Algoritma

1078523 Riyanti Anjani Struktur Data

1078523 Riyanti Anjani Orkom

1075023 Susan Savitri Metnum

1075023 Susan Savitri Web

1077021 Erwin Masadi Jarkom


Kasus 3 : Entitas Mahasiswa 1NF, Tidak Memenuhi 2NF
Tabel 2 : Entitas Mahasiswa 1NF

NIM NAMA Sem MaKul NIDN Nama Dosen

201001 Andika Saputra 1 Algoritma 1078523 Riyanti Anjani

201001 Andika Saputra 1 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Biyanti Anggie 3 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Biyanti Anggie 3 Orkom 1078523 Riyanti Anjani

201002 Biyanti Anggie 3 Metnum 1075047 Susan Savitri

201003 Naura Putri 5 Web 1075047 Susan Savitri

201003 Naura Putri 5 Jarkom 1077021 Erwin Masadi

201003 Naura Putri 5 Metnum 1075047 Susan Savitri

Proses menuju 2NF untuk Relasi Mahasiswa


Primary Key (PK) : NIM
•Atribut yang bergantung dengan PK :
– Nama
– Semester

•Atribut yang tidak bergantung dengan PK:


– Makul
– NIDN
– NamaDosen

Untuk memenuhi 2NF, atribut yang tidak bergantung dengan primary key dipecah menjadi
entitas baru, sehingga entitas mahasiswa dipecah menjadi 2 entitas, yaitu :

– Entitas Mahasiswa 2NF (Nim, Nama, Semester)

– Entitas Ambil_MK (Makul, Nidn, NamaDosen)


HASIL 3A : Entitas Mahasiswa 2NF

NIM NAMA Sem

201001 Andika Saputra 1

201001 Andika Saputra 1

201002 Biyanti Anggie 3

201002 Biyanti Anggie 3

201002 Biyanti Anggie 3

201003 Naura Putri 5

201003 Naura Putri 5

201003 Naura Putri 5

Terjadi kerangkapan data yang tidak diperlukan (redudansi), untuk itu data yang sama bisa
dihilangkan.

Tabel 5 : Entitas Mahasiswa 2NF (Telah Ternormalisasi Bentuk ke 2)

NIM NAMA Sem

2010001 Andika Saputra 1

2010002 Biyanti Anggie 3

2010003 Naura Putri 5

HASIL 3B: Entitas Ambil_MK 2NF

Tabel 6: Entitas Ambil_MK 2NF (Telah Ternormalisasi Bentuk ke 2)


NIM MaKul NIDN Nama Dosen

201001 Algoritma 1078523 Riyanti Anjani

201001 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Orkom 1078523 Riyanti Anjani

201002 Metnum 1075047 Susan Savitri

201003 Web 1075047 Susan Savitri

201003 Jarkom 1077021 Erwin Masadi

201003 Metnum 1075047 Susan Savitri

Catatan : Agar tidak terputus relasi antara entitas mahasiswa dan entitas Ambil_MK,
maka perlu ditambahkan atribut penghubungnya, yaitu NIM.

Ketergantungan Transitif

Ketergantungan Transitif tidak memiliki ketergantungan secara langsung


terhadap primary key.
Nim Kd_Jur Jurusan Kd_MK

20100001 13 TIF MK001

20100002 11 TPS MK002

20100003 11 TPS MK002

Ketergantungan transitif :
Nim à Kd_Jur (kd_jurusan bergantung pada Nim)
Kd_Jur à Jurusan (jurusan bergantung pada kd_jurusan) , MAKA
Nim à Jurusan (Jurusan bergantung transitif dengan Nim)

Kasus 4: Entitas Ambil_MK 2NF, Tidak Memenuhi 3NF


Tabel 6: Entitas Ambil_MK 2NF

NIM MaKul NIDN Nama Dosen

201001 Algoritma 1078523 Riyanti Anjani

201001 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Struktur Data 1078523 Riyanti Anjani

201002 Orkom 1078523 Riyanti Anjani

201002 Metnum 1075047 Susan Savitri

201003 Web 1075047 Susan Savitri

201003 Jarkom 1077021 Erwin Masadi

201003 Metnum 1075047 Susan Savitri

Proses menuju 3NF untuk Entitas Ambil_MK 2NF


•Primary Key (PK) : NIDN
•Atribut yang bergantung dengan PK :
–Nama Dosen
•Atribut yang bergantung transitif dengan PK:
–NIM
–Makul
Untuk memenuhi 2NF, Entitas Ambil_MK 2NF dipecah menjadi 2 Entitas, yaitu
–Entitas Dosen 3NF (NIDN, Nama Dosen)
–Entitas Ambil_MK 3NF (Nim, Makul)

HASIL 4A: Entitas Dosen 3NF

Tabel 7: Entitas Dosen 3NF (Telah Ternormalisasi Bentuk ke 3)


NIDN Nama Dosen

1078523 Riyanti Anjani

1078523 Riyanti Anjani

1078523 Riyanti Anjani

1078523 Riyanti Anjani

1075047 Susan Savitri

1075047 Susan Savitri

1077021 Erwin Masadi


1075047 Susan Savitri

Menjadi:

NIDN Nama Dosen

1078523 Riyanti Anjani

1075047 Susan Savitri

1077021 Erwin Masadi

Keterangan : Data yang sama pada tabel sebelah kiri di buang, sehingga akan
menghasilkan tabel sebelah kanan

HASIL 4B : Entitas Ambil_MK memenuhi 3NF

NIM Makul

201001 Algoritma

201001 Struktur Data

201002 Struktur Data

201002 Orkom

201002 Metnum

201003 Web

201003 Jarkom

201003 Metnum
Menjadi :

Tabel 8: Entitas Ambil_MK 3NF (Telah Ternormalisasi Bentuk ke 3)

NIM Makul NIDN

201001 Algoritma 1078523

201001 Struktur Data 1078523

201002 Struktur Data 1078523

201002 Orkom 1078523

201002 Metnum 1075047

201003 Web 1075047

201003 Jarkom 1077021

201003 Metnum 1075047

Catatan : Agar tidak terputus relasi antara entitas dosen 3NF dan entitas Ambil_MK
3NF, maka perlu ditambahkan atribut penghubungnya, yaitu NIDN

Tambahan

Tabel 8: Entitas Makul 3NF (Telah Ternormalisasi Bentuk ke 3)

Kd-MK MaKul

A Algoritma

B Struktur Data

B Struktur Data

C Orkom

D Metnum

E Web
F Jarkom

D Metnum

Menjadi:

Kd-MK MaKul

A Algoritma

B Struktur Data

C Orkom

D Metnum

E Web

F Jarkom

Keterangan : Data yang sama pada tabel sebelah kiri di buang, sehingga akan
menghasilkan tabel sebelah kanan

oooOooo

Anda mungkin juga menyukai