Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
Pengaruh Harga dan Promosi terhadap Meningkatnya
Kepuasan Pelanggan
Rahma Wulan Suci Nasution
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan
sucinasutionrahmawulan@[Link]
ABSTRACT
Along with the development of economy and technology and business competition in the
global market, companies are competing in order to provide more satisfactory products and
services to the customers and to offer competitive price. This competition is carried out in order
to gain new customer and to retain their customer. This research is aimed to find out the
influence of sevice quality, product quality and price to the customer satisfaction. The analysis
technique has been done by using multiple linear regression [Link] result of the research
shows that the variables which have been applied in this research models are service quality,
product quality and price that each of them has significant and positive influence to the
customer satisfaction who have ever used the transportation services of Blue Bird taxi in
[Link] results indicate that the better quality of service, product, and price then
customer satisfaction increases.
Keywords: service quality, product quality, price and customer satisfaction.
ABSTRAK
Seiring perkembangan ekonomi dan teknologi serta persaingan bisnis di pasar global,
perusahaan bersaing untuk mampu memberikan produk dan pelayanan yang lebih
memuaskan bagi para pelanggan serta menawarkan harga yang kompetitif. Hal tersebut
dilakukan demi mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk dan
harga terhadap kepuasan pelanggan responden. Adapun teknik analisa yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa variabel-variabel yangdigunakan dalam model penelitian ini yaitu kualitas pelayanan,
kualitas produk dan harga masing-masing mempunyai pengaruh signifikan dan positif
terhadap kepuasan pelanggan pengguna jasa transportasi taksi Blue Bird di Surabaya. Hasil
ini mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga
maka kepuasan pelanggan semakin meningkat.
Kata Kunci: kualitas pelayanan, kualitas produk, harga, dan kepuasan pelanggan
PENDAHULUAN
Di zaman sekarang, persaingan dalam dunia bisnis semakin hari semakin
bertambah ketat. Persaingan yang semakin ketat ini menuntut para anggota bisnis
111 | Volume 2 Nomor 2 2022
Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
supaya dapat menyempurnakan kinerja perusahaannya agar dapat bersaing di
dunia pasar.
Perusahaan harus dapat berusaha keras untuk mempelajari serta memahami
kebutuhan dan keinginan pelanggannya, maka dari itu hal tersebut akan
memberikan masukan penting bagi perusahaan untuk merancang strategi/taktik
pemasaran agar dapat menciptakan kepuasan bagi [Link] perusahaan
mampu memahami kebutuhan pelanggan maka strategi pemasaran yang telah
dibuat oleh perusahaan sudah dapat dikatakan berhasil dalam membuat pelanggan
puas terhadap hal yang telah dilakukan oleh perusahaan. Persaingan di bidang
bisnisdapat dikatakan sangat ketat dan terus mengalami perubahan seiring dengan
perubahan teknologi dan budaya, perkembangan dalam dunia usaha serta
kebutuhan pelanggan.
Bisnis merupakan keseluruhan aktifitas bisnis yang berhubungan dengan
penjualan dan pemberian pelayanan kepada konsumen untuk penggunaan yang
sifatnya individu sebagai pribadi maupun keluarga. Agar bisa berhasil dalam bisnis,
seorang bisnis harus dapat menawarkan promosi yang tepat, dengan pelayanan
yang berstandar. Kepuasan pelanggan merupakan kunci dalam menciptakan
keberhasilan dari suatu perusahaan.
Kepuasan pelanggan telah menjadi konsep sentral dalam teori dan praktik
pemasaran, serta merupakan salah satu tujuan esensial bagi aktivitas bisnis.
Kepuasan pelanggan berkontibusi pada sejumlah aspek krusial, seperti terciptanya
loyalitas pelanggan, meningkatnya reputasi perusahaan, berkurangnya elastisitas
harga, berkurangnya biaya transaksi masa depan, dan meningkatnya efisiensi dan
produktivitas karyawan. Kepuasan pelanggan merupakan sejauh mana pelanggan
menunjukan sikap positif terhadap pelayanan, mempunyai komitmen pada
pelayanan, dan berniat untuk terus mengunjungi di masa depan. Alasan penting
suatu perusahaan perlu membuat pelanggan puas karena mampu mengurangi biaya
pemasaran, dapat menarik minat konsumen baru, dan dapat memberikan
keuntungan waktu untuk merespon terhadap pesaing.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang
menggambarkan data dan informasi yang berlandaskan fakta- fakta yang diperoleh
dilapangan. Metode penelitian berguna untuk mendapatkan informasi atau data yang
objektif, valid dan akurat dari hasil pengolahan data tersebut.1 Penelitian deskriptif
adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi atau gambaran atau
lukisan secara sistematis mengenai suatu fenomena yang terjadi di nasabah-nasabah
di perusahaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengaruh Harga
1 Lexy J Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), h.11.
112 | Volume 2 Nomor 2 2022
Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
Hakikat Harga Proses perdagangan dari sejarahnya adalah barter yaitu
pertukaran antara barang dengan barang sesuai kebutuhan dari masing masing
orang yang melakukan barter, kemudian pada perkembangannya bahwa pertukaran
dilakukan dengn pedoman mata uang. Kemudian munculah harga untuk
menentukan pertukaran yaitu jika ingin menukar barang bukan dengan barang lagi
yaitu sudah terjadai jual beli dengan menggunakan mata uang dengan mengacu
pada harga, harg tentunya pasti mengacu pada banyak hal misalnya jumlah yang
ditetapkan, kuantitas, promosi, dan pengiriman. Harga merupakan representasi dari
nilai yang ditetapkan untuk menukar suatu barang atau jasa yang diukur dengan
nilai mata uang. Pada perkembangan ilmu pemasaran bahwa Harga merupakan
elemen bauran pemasaran yang menghasilkan profit. Dari uraian diatas dapat di
simpulkan bawa hakekat Harga merupakan acuan pertukaran yang mempunyai nilai
sesuai dengan barang atau jasa yang akan ditukar.
Pengertian Harga.
Harga (wikipedia) adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang
atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi
seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga
digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa.
Biasanya penggunaan kata harga berupa digit nominal besaran angka terhadap nilai
tukar mata uang yang menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas barang
atau jasa. Dalam ilmu ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli
suatu produk barang atau jasa sekaligus sebagai variabel yang menentukan
komparasi produk atau barang sejenis.
Menurut Saladin (2003:94) harga adalah sejumlah uang sebagai alat tukar
untuk memperoleh produk atau jasa. Harga mempengaruhi citra dan strategi
positioning. Dalam pemasaran produk prestisius yang lebih mengutamakan citra
kualitas dan eksklusifitas harga menjadi unsur pednting. Konsumen cenderung
mengasosiasikan harga dengan tingkat kualitas produk harga yang mahal
dipersepsikan mencerminkan kualitas yang tinggi dan sebaliknya, karena itu tidak
mengherankan jika harga dari suatu produk spesial sangatlah mahal harganya.
Dari uraian di atas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa definisi harga adalah
sesuatu yang bernilai yang di keluarkan oleh konsumen atau pelanggan dalam
bentuk uang untuk membayar produk atau jasa yang ia terima.
Teori tentang Harga.
Menurut Husein Umar (2000) harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan
konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa
yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui proses tawar menawar,
atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama untuk semua pembeli.
Keputusan-keputusan mengenai harga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
a. Faktor internal.
Perusahaan dalam hal ini keputusan harga di sesuaikan dengan sasaran pemasaran,
misalkan sasarannya untuk bertahan hidup memaksimalkan laba jangka pendek,
memaksimalkan pangsa pasar.
b. Faktor Eksternal.
Pasar dan permintaan konsumen merupakan harga tertinggi, konsumen akan
membandingkan harga suatu produk jasa dengan manfaat yang dimilikinya. Oleh
113 | Volume 2 Nomor 2 2022
Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
karena itu sebelum menetapkan harga, harus dipahami dulu hubungan antara harga
dan permintaan terhadap produk atau jasa baik untuk jenis pasar yang berbeda
maupun persepsi konsumen, kemudian dianalisis dengan metode-metode yang
sesuai. Sedangkan faktor-faktor eksternal lainnya yaitu kondisi ekonomi seperti
tingkat inflasi biaya bunga, resesi dan keputusan pemerintah dapat mempengaruhi
keefektifan strategi penetapan harga.
Philip Kotler (Marketing Management 2000) menyatakan bahwa yang
dimaksud dengan harga adalah jumlah uang yang ditetapkan oleh produk untuk
dibayarkan oleh konsumen untuk menutupi biaya produksi, distribusi dan jualan
pokok termasuk pengembalian yang menandai atas usaha dan resikonya. Seiring
dengan pendapat Kotler tersebut, Hawkins Best dan Coney
(2001:21)mendefinisikan, harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan untuk
mendapatkan hak menggunakan suatu produk. Philip Kotler (Millenium 2000)
menyatakan bahwa harga adalah besarnya jumlah uang yang ditetapkan oleh
produk untuk dibayar oleh konsumen atau pelanggan guna menutupi biaya
produksi, distribusi dan penjualan pokok, termasuk pengembalian modal yang
menandai atas usaha dan resikonya.
Menurut Gani, suatu tarif harga akan semakin meningkat sebagai akibat dari
pengaruh dari berbagai faktor antara lain adalah laju inflasi dan tingkat permintaan
yang tinggi. Untuk menentukan harga perlu adanya suatu kebijakan tertentu untuk
menetapkan suatu harga. Kebijakan merupakan rencana dalam arti bahwa hal itu
merupakan pernyataan yang membimbing dan menyalurkan pikiran dan tindakan
dalam mengambil suatu keputusan. Kebijakan membatasi suatu bidang di dalam
mana suatu keputusan akan diambil dan menjamin keputusan itu akan konsekuen
dengan memberi sumbangan kepada tujuan.
Kebijakan juga sebagai suatu pedoman untuk pemikiran dalam langakah
pengambilan keputusan, maka kebijakan harus memungkinkan adanya keleluasaan
berfikir secara logis. Harga yang di tetapkan harus konsisten dengan kebijakan
penetapan harga suatu perusahaan. Terdapat tiga faktor dasar yang menentukan
harga, yaitu :
a. Product Cost, dengan memberikan harga yang paling murah (a price floor /
minimum price).
b. Competitive prices, dengan memberikan harga yang bersaing tertinggi (a price
ceiling / upper boundary).
c. Optimum price, dengan memberikan harga yaitu antara harga yang terrendah dan
harga yang tertinggi (between the lower and upper boundary). Philip Kolter (1998)
menjelaskan dengan mengadaptasi pendapat Nagle bahwa terdapat sembilan faktor
yang mempengaruhi penetapan harga, yaitu :
a. Pengaruh nilai unik, di mana konsumen kurang peka terhadap harga apabila
produk itu lebih langka
b. Pengaruh kesadaran atas produk pengganti, di mana konsumen semakin kurang
peka terhadap harga jika mereka tidak menyadari adanya produk subtitusi.
c. Pengaruh perbandingan yang sulit, di mana konsumen kurang peka terhadap
harga jika mereka tidak dapat dengan mudah membandingkan kualitas produk
subtitusi.
d. Pengaruh pengeluaran total, di mana konsumen semakin kurang peka terhadap
harga jika pengeluaran tersebut semakin rendah dibandingkan dengan total
pendapatan.
e. Pengaruh manfaat akhir, di mana konsumen semakin kurang peka terhadap harga
114 | Volume 2 Nomor 2 2022
Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
jika pengeluaran tersebut semakin kecil dengan biaya total produk akhir.
f. Pengaruh biaya yang dibagi, di mana konsumen semakin kurang peka terhadap
harga jika sebagian biaya di tanggung pihak lain.
g. Pengaruh investasi yang ditanamkan, di mana konsumen kurang peka terhadap
harga jika produk tersebut digunakan bersama aktiva yang telah dibeli sebelumnya.
h. Pengaruh kualitas harga, di mana konsumen semakin kurang peka terhadap harga
jika produk tersebut dianggap memiliki kualitas, gengsi atau eksklusif.
i. Pengaruh persediaan, di mana konsumen kurang peka terhadap harga jika
merekatidak menyimpan produk tersebut.
Jika menurut pendapat Kotler dan Gerry Amstrong (1997) menjelaskan ada
empat pendekatan dalam penetapan harga produk sebagai berikut :
a. Strategi harga premium, menghasilkan produk berkualitas tinggi serta memasang
harga tertinggi
b. Strategi ekonomis, menghasilkan produk bermutu rendah dan memasang harga
paling rendah
c. Strategi nilai baik, menghasilkan produk bermutu tinggi dengan harga yang lebih
rendah
d. Strategi pemasaran harga tinggi, menetapkan harga produk tinggi sehubungan
dengan produk tinggi, namun untuk jangka panjang, produk tersebut ditinggalkan
oleh konsumen karena keluhan terhadap produk tersebut. Lebih lanjut Kotler
(1998) menjelaskan terdapat beberapa metode penetapan harga yang dapat
diuraikan sebagai berikut :
a. Penetapan harga mark-up (mark-up pricing).
b. Penetapan harga berdasarkan sasaran pengembalian.
c. Penetapan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan oleh pelanggan, artinya
melihat nilai yang diyakini oleh pelanggan.
d. Penetapan harga nilai merupakan harga yang mewakili suatu penawaran bernilai
tinggi bagi para konsumen.
e. Penetapan harga sesuai harga yang berlaku, metode ini menunjukkan bahwa
pihak perusahaan kurang memperhatikan biaya, tetapi berorientasi pada harga
pesaing.
f. Penetapan harga tertutup, artinya berdasarkan perkiraan bagaimana pesaing akan
menetapkan harga dan tidak berdasarkan hubungan yang kaku terhadap biaya, jika
perusahaan ingin memegang tender, harus memberikan harga lebih rendah dari
pesaing, namun untuk karakteristik perusahaan tidak dapat menetapkan harga di
bawah lagi, karena akan membahayakan posisinya sendiri.
Berikutnya, Philip Kotler (2002;536-554) berpendapat dalam mengadaptasi
harga sebagai berikut:
Penetapan harga Geografis.
Tunai, imbal dagang dan barter. Merupakan penetapan harga geografis,
mengharuskan perusahaan untuk memutuskan cara menetapkan harga bagi
pelanggan di berbagai lokasi, daerah dan Negara.
Diskon dan potongan harga. Diskon tunai, diskon kuantitas, diskon
fungsional, diskon musiman, potongan. Perusahaan umumnya akan menyesuaikan
115 | Volume 2 Nomor 2 2022
Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
daftar harga dan memberikan diskon serta potongan untuk setiap pembayaran yang
lebih cepat atau pada pembelian dalam jumlah besar.
Penetapan harga promosi. Perusahaan menggunakan berbagai tehnik
penetapan harga untuk mendorong pembeli awal.
Penetapan harga diskriminasi. Perusahaan sering memodifikasi harga
dasarnya untuk mengakomodasi perbedaaan pelanggan, produk dan lokasi.
Penetapan harga bauran produk. Perusahaan mencari harga yang
memaksimumkan laba keseluruhan bauran produk. Dengan demikian, berdasarkan
uraian diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pendekatan penetapan
harga pada hakekatnya dipengaruhi oleh lima dasar utama, yaitu :
a. Biaya produksi (biaya tetap + biaya variabel).
b. Biaya program pemasaran (distribusi dan operasi).
c. Biaya investasi.
d. Persepsi dan keyakinan pelanggan terhadap produk.
Pengaruh Promosi
Pengaruh promosi dalam meningkatkan daya tarik pelanggan sangat lah
berperan penting karena selain produk yang kita promosikan terjual lebih banyak
dari penjualan tanpa promosi , keuntungan dan modal kita juga akan lebih cepat
didapatan dibandingkan dengan penjualan tanpa promosi. Selain itu promosi juga
akan meningkatkan daya tarik pelanggan lainnya melalui informasi dari pelanggan
sebelumnya.
Kepuasan Pelanggan
Menurut Fandy Tjiptono (2008 : 24) dewasa ini perhatian terhadap
kepuasan maupun ketidakpuasan pelanggan telah semakin besar. Semakin banyak
pihak yang menaruh perhatian terhadap hal ini. Pihak yang paling banyak
berhubungan langsung dengan kepuasan/ketidakpuasan pelanggan adalah pemasar,
konsumen, konsumeris, dan peneliti perilaku konsumen. Pesaing yang semakin
ketat, di mana semakin banyak produsen yang terlibat dalam pemenuhan
kebutuhan dan keinginan konsumen, menyebabkan setiap perusahaan harus
menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan sebagai
tujuan utama. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya perusahaan yang
menyertakan komitmennya terhadap kepuasan dalam menyatakan misinya iklan,
maupun public relation release. Pada dasarnya pemgertian kepuasan pelanggan
mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan.
Pengertian ini didasarkan pada disconfirmation paradigma dari Oliver (dalam Engel.
et al., 1990, Pawitra,1993).
Menurut Fandi Tjiptono (2008 : 34) pemantauan dan pengukuran terhadap
kepuasan pelanggan telah menjadi hal yang sangat esensial bagi setiap perusahaan.
Hal ini dikarenakan langkah tersebut dapat memberikan umpan balik dan masukan
116 | Volume 2 Nomor 2 2022
Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
bagi keperluan pengembangan dan implementasi strategi peningkatan kepuasan
pelanggan.
Dalam buku karangan Fandi Tjiptono (2008 : 34) Kotler, et al., (1996)
mengidentifikasi 4 metode untuk mengukur kepuasan pelanggan, yaitu: Sistem
Keluhan dan Saran, Ghost Shopping, Lost Customer Analysis, Survei Kepuasan
Pelanggan
METODOLOGI PENELITIAN
Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan kuantitatif karena pada
penilitian ini penulis akan memperoleh signifikansi hubungan antar variabel yang
diteliti yaitu dengan variabel
independen adalah X variabel Promosi dan Y adalah variabel Kepuasan Pelanggan
dengan teknik pengumpulan data
antara lain kuesioner, observasi, wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka.
Pada penelitian ini untuk pengambilan data, alat yang digunakan penulis
adalah angket yang dibagikan kepada
pelanggan toko . Untuk mengetahui apakah alat yang digunakan dalam pengambilan
data tersebut baik atau tidak
diperlukan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear sedederhana, dan uji t.
KESIMPULAN
Dari pengujian statistik yang telah dilakukan, maka hasil penelitian ini dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, hasil temuan ini
berarti semakin baik kualitas pelayanan maka akan meningkatkan kepuasan
pelanggan.
2. Promosi berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, hasil temuan ini berarti
semakin baik
promosi maka akan meningkatkan kepuasan pelanggan.
3. Harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, hasil temuan ini berarti
semakin baik harga maka akan meningkatkan kepuasan pelanggan.
DAFTAR PUSTAKA
Hanoum, F., & Kusumaningrum, R. (2021). Pelaksanaan Promosi Jabatan Guna
Mendorong Peningkatan Prestasi Kerja Karyawan PT. Berkah Handelar
Qualitama. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 2(1), 156-169.
[Link]
117 | Volume 2 Nomor 2 2022
Transformasi Manageria
Journal of Islamic Education Management
Volume 2 Nomor 2 (2022) 111-118 P-ISSN 2775-3379 E-ISSN 2775-8710
DOI: 10.47476/manageria.v2i2.896
Herawati, H., Evinovita, E., & Sukarna, S. (2020). Pengaruh Promosi dan Religiuitas
terhadap Minat Masyarakat Menabung di Bank Syariah:. El-Mal: Jurnal
KajianEkonomi & Bisnis Islam, 2(1), 89-109. [Link]
Yuliyanto, Wakhid ‘’Pengaruh promosi dalam kepuasan pelanggan’’ (Journal of
Business and Economics Research (JBE)’’ Vol 1, No 2, June 2020) Hal. 2
Maulana, Ade Syarif “Pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan
pelanggan” (Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Kepuasan
Pelanggan” (Jurnal Ekonomi Volume 7 Nomor 2, November 2016) Hal.3,4,5
Zakaria, Diapinsa Gema “Pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk dan harga
terhadap kepuasan pelanggan” (jurnal ilmu ekonomi) Hal. 1
Andini Nurwulandari “Pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen” (Jurnal
Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi)
Vol. 5 No. 3, 2021)
Alkahfi, M., Ayuni, P., Rorizki, F., Batubara, M., & Silalahi, P. (2022). S Strategi
Promosi Digital Online Shop [Link] dalam Meningkatkan Penjualan
Produk Hijab. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 3(3), 567-583.
[Link]
Ruhaniah, N., Tanjung, H., & Hakiem, H. (2021). Pengaruh Promosi, Kualitas
Pelayanan, dan Implementasi Syariah terhadap Minat Masyarakat
Menggunakan Jasa Pegadaian Syariah. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi &
Bisnis Islam, 3(1), 60-69. [Link]
Murfadila, A., Tanjung, H., & Ikhtiono, G. (2021). Pengaruh Promosi, Kehalalan
Produk dan Kepercayaan terhadap Minat Beli Pengguna E-Commerce
Shopee pada Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun
Bogor . El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 2(2), 38-51.
[Link]
Maulana, H., Salistia, F., & Hanoum, F. (2020). Pengaruh Promosi Online Melalui
Sosial Media Instagram Dalam Upaya Meningkatkan Kepercayaan
Konsumen Produk Healthy Drink Bogor. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi &
Bisnis Islam, 1(2), 161-183. [Link]
118 | Volume 2 Nomor 2 2022