0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan5 halaman

Elemen Koda ISM dan Penerapannya

Diunggah oleh

Esna Tri Nurdiyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan5 halaman

Elemen Koda ISM dan Penerapannya

Diunggah oleh

Esna Tri Nurdiyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ELEMEN ISM CODE - WTC 1

BAGIAN A - PENERAPAN

1. UMUM dengan bukti yang objektif. Suatu


1.1. Definisi observasi dapat juga berupa pernyataan
1.1.1. Koda ISM adalah Koda Internasional auditor tentang sistem menejemen
mengenai Manajemen untuk pengoprasian keselamatan, yang bila tidak dikoreksi akan
kapal secara aman dan pencegahan menyebabkan ketidaksesuaian di waktu
pencemaran yang telah disahkan dalam mendatang.
Sidang Umum IMO, yang selanjutnya 1.1.9. Ketidaksesuaian adalah hasil observasi
mungkin ditambahkan atau diubah oleh suatu situasi dimana bukti yang
IMO. obyektifnya menunjukkan tidak
1.1.2. Perusahaaan adalah pemilik kapal, dipenuhinya salah satu persyaratan yang
Organisasi atau perorangan seperti ditentukan.
Manajer atau Pencarter Kapal yang 1.1.10. Ketidaksesuaian Besar adalah
menerima tanggung jawab dari Pemilik penyimpangan yangdiperkirakan dapat
untuk pengoprasian kapal dengan menjadi ancaman serius kepada personil
menerima tanggung jawab tersebut maka atau keselamatan kapal atau beresiko
ia menyetujui untuk mengambil alih semua tinggi terhadap lingkungan sehingga
tugas dan kewajiban seperti ditentukan memerlukan tindakan perbaikan yang
dalam Koda ISM. segera atau ketidaksesuaian besar adalah
1.1.3. Administrasi adalah Pemerintah suatu tidak terpenuhinya persyaratan Koda ISM
Negara yang benderanya digunakan oleh secara efektif dan sistematis.
suatu kapal. 1.1.11. Tanggal Ulang Tahun adalah hari dan
1.1.4. Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) bulan setiap tahun yang menyangkut
adalah suatu sistem terstruktur dan tanggal masa berlaku dokumen atau
terdokumentasi yang memungkinkan sertifikat terkait.
personil perusahaan untuk secara efektif 1.1.12. Konvensi adalah Konvensi Internasional
melaksanakan kebijakan Perusahaan untuk Keselamatan Jiwa di Laut, 1974,
mengenai keselamatan dan pencegahan serta perubahannya.
pencemaran.
1.1.5. Dokumen Kesesuaian adalah suatu 1.2. Sasaran
dokumen yang diterbitkan untuk suatu 1.2.1. Sasaran Koda ISM adalah untuk
perusahaan yang memenuhi persyaratan menjamin keselamatan di laut,
Koda. pencegahan kecelakaan manusia atau
1.1.6. Sertifikat Manajemen Keselamatan kehilangan jiwa dan menghindari
adalah suatu dokumen yang diterbitkan kerusakan lingkungan khususnya terhadap
untuk suatu kapal yang menunjukkan lingkungan khususnya terhadap
bahwa manajemen perusahaan dan lingkungan maritime serta harta benda.
kapalnya dioprasikan sesuai dengan sistem 1.2.2. Sasaran Manajemen Keselamatan
menejemen keselamatan yang disetujui. perusahaan harus :
1.1.7. Bukti Obyektif adalah catatan informasi 1. Menyiapkan tata kerja praktis yang
yang bersifat kwalitatif atau kwantitatif, aman dalam pengoprasian kapal dan
notasi atau pernyataan tentang suatu fakta suatu lingkungan kerja yang aman.
yang menyangkut elemen dari sistem 2. Menilai semua resiko yang mungkin
manajemen keselamatan yang terjadi terhadap kapal-kapalnya,
berdasarkan suatu observasi, pengukuran personil serta lingkungan dan
atau pengujian dan yang dapat diverifikasi. menetapkan tata cara perlindungan
1.1.8. Observasi adalah pernyataan tentang yang sesuai; dan
suatu fakta yang ditemui selama audit 3. Secara terus menerus meningkatkan
menejemen keselamatan dan didukung kemampuan menejemen

1|Page
ELEMEN ISM CODE - WTC 2

keselamatan dari personil di darat bagaimana sasaran yang tercantum dalam


dan di atas kapal, termaksud paragraph 1.2 akan dicapai.
persiapan untuk menghadapi 2.2. Perusahaan harus menjamin bahwa
keadaan darurat yang berkaitan kebijakan dilaksanakan dan dipertahankan
dengan keselamatan dan seluruh jajaran organisasi baik di darat
perlindungan lingkungan. maupun kapal.
1.2.3. Sistem Manajemen Keselamatan harus
menjamin : 3. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG
1. Terpenuhinya Peraturan dan Aturan PERUSAHAAN.
yang diwajibkan; dan 3.1. Apabila perusahaan yang bertanggung
2. Bahwa koda, petunjuk dan standar jawab atas pengoprasian kapal adalah
yang direkomendasikan oleh IMO, bukan pemilik, maka pemilik kapal harus
Pemerintah, Badan Klasifikasi serta melaporkan kepada Pemerintah nama
Organisasi Industri Maritim yang lengkap dan data rinci tentang perusahaan
berlaku ikut dipertimbangkan. penanggung jawab pengoprasian kapal
1.3. Penerapan tersebut.
Persyaratan Koda ISM ini dapat diterapkan 3.2. Perusahaan harus menetapkan dan
pada semua kapal. mendokumentasikan tanggung jawab,
1.4. Persyaratan Untuk Suatu Sistem wewenang dan hubungan antar seluruh
Manajemen Keselamatan (SMK). personil yang mengelola, melaksanakan
Suatu perusahaan harus mengembangkan dan memeriksa pekerjaan yang berkaitan
melaksanakan dan mempertahankan suatu serta mempengaruhi keselamatan dan
Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) pencegahan pencemaran.
yang mencakup fungsi yang dipersyaratkan 3.3. Perusahaan bertanggung jawab untuk
sebagai berikut : menjamin tersedianya sumber daya dan
1. Suatu kebijakan keselamatan dukungan dari darat yang memadai agar
perlindungan lingkungan petugas yang ditunjuk dapat melaksanakan
2. Instruksi dan prosedur untuk menjamin tugasnya.
pengoprasian kapal yang aman dan
perlindungan lingkungan sesuai dengan 4. PETUGAS YANG DITUNJUK
Peraturan Internasional dan Nasional Untuk menjamin pengoprasian setiap kapal
yang berlaku. secara aman dan untuk menyediakan suatu
3. Menentukan tingkat kewenangan dan hubungan antara perusahaan dengan
jalur komunikasi antara dan sesama personil di kapal, sesuai keperluan setiap
personil didarat dan di kapal. Perusahaan harus menunjukan seorang
4. Prosedur pelaporan kecelakaan dan atau beberapa orang Petugas yang ditunjuk
ketidaksesuaian terhadap persyaratan didarat yang dapat berhubungan langsung
dari Koda ini. dengan jajaran tertinggi dari Perusahaan.
5. Prosedur untuk persiapan dan Tanggung jawab dan wewenang petugas
penanggulangan keadaan darurat, dan yang ditunjuk tersebut harus mencakup
6. Prosedur audit intern dan tinjauan pemantauan terhadap aspek keselamatan
menejemen. dan pencegahan pencemaran didalam
pengoperasian setiap kapal dan untuk
2. KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN menjamin bahwa sumber daya dan
PERLINDUNGAN LNGKUNGAN. dukungan dari darat yang memadai
2.1. Perusahaan harus membuat kebijakan diberdayakan, sebagaimana disyaratkan.
tentang keselamatan dan perlindungan
lingkungan yang menggambarkan

2|Page
ELEMEN ISM CODE - WTC 3

5. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG personil yang dialih-tugaskan ke penugasan


NAKHODA. yang berkaitan dengan bidang keselamatan
5.1. Perusahaan harus secara jelas menetapkan dan perlindungan lingkungan diberikan
dan mendokumentasikan tanggung jawab pengenalan yang tepat sesuai dengan
Nakhoda berkaitan dengan : tugasnya. Instruksi yang dianggap penting
1. Melaksanakan kebijakan Perusahaan disediakan sebelum kapal berlayar harus
tentang keselamatan dan perlindungan diidentifikasi, didokumentasikan dan
lingkungan; diberikan.
2. Memotivasi ABK dalam mencermati 6.4. Perusahaan harus menjamin bahwa semua
kebijakan tersebut di atas; personil yang terlibat dalam SMK
3. Memberikan perintah dan instruksi perusahaan memiliki pemahaman yang
yang tepat, secara jelas dan sederhana; memadai tentang Peraturan, Aturan, Koda
4. Memverifikasi bahwa persyaratan- dan Petunjuk yang terkait.
persyaratan yang ditetapkan 6.5. Perusahaan harus menetapkan dan
diperhatikan, dan mempertahankan prosedur untuk
5. Secara berkala meninjau ulang mengidentifikasi pelatihan yang mungkin
pelaksanaan SMK dan melaporkan diperlukan dalam menunjang SMK dan
kekurangannya kepada manajemen di menjamin bahwa pelatihan tersebut
darat. diberikan kepada semua personil terkait.
5.2. Perusahaan harus menjamin SMK yang 6.6. Perusahaan harus menyusun prosedur yang
diberlakukan di kapal memuat pernyataan mengatur agar personil kapal mendapat
secara jelas, yang menekankan tentang informasi terkait tentang SMK dalam
wewenang Nakhoda. Perusahaan harus bahasa kerja atau bahasa-bahasa yang
menetapkan didalam SMK bahwa Nakhoda dimengerti oleh mereka.
memiliki kewenangan lebih, dan tanggung 6.7. Perusahaan harus menjamin bahwa
jawab untuk mengambil keputusan yang personil kapal dapat berkomunikasi secara
berkaitan dengan keselamatan dan efektif dalam melaksanakan tugas yang
pencegahan pencemaran dan meminta berkaitan dengan SMK.
bantuan perusahaan bilamana hal ini
diperlukan. 7. PENGOPRASIAN KAPAL.
Perusahaan harus menetapkan prosedur,
6. SUMBER DAYA DAN TENAGA KERJA. rencana dan instruksi, termaksud daftar
6.1. Perusahaan harus menjamin Nakhoda : periksa sesuai kebutuhan, untuk
1. Memiliki kemampuan yang baik untuk pengoprasian pokok diatas kapal yang
memimpin; berkaitan dengan keselamatan personil,
2. Memahami SMK Perusahaan dengan kapal dan perlindungan terhadap
baik; dan lingkungan. Penugasan agar dijelaskan dan
3. Mendapat dukungan yang diperlukan ditugaskan kepada personil yang memenuhi
sehingga tugas Nakhoda dapat kualifikasi.
dilaksanakan dengan aman.
6.2. Perusahaan harus menjamin bahwa setiap 8. KESIAPAN MENGHADAPI KEADAAN
kapal diawaki oleh ABK yang memenuhi DARURAT.
kwalifikasi, memiliki sertifikat dan secara 8.1. Perusahaan harus mengidentifikasi situasi
medis sehat untuk berlayar sesuai dengan darurat yang berpotensi terjadi di kapal,
persyaratan Nasional maupun dan menetapkan prosedur untuk
Internasional. menanggulanginya.
6.3. Perusahaan harus menyusun prosedur
untuk menjamin bahwa personil baru dan

3|Page
ELEMEN ISM CODE - WTC 4

8.2. Perusahaan harus menyusun program secara mendadak yang dapat menyebabkan
latihan dan pelatihan untuk kesiapan situasi berbahaya. SMK harus menyediakan
menghadapi keadaan darurat. tindakan tertentu yang bertujuan untuk
8.3. SMK harus menyiapkan langkah-langkah menunjukan kehandalan perlengkapan
yang menjamin bahwa organisasi atau sistem tersebut. Tindakan-tindakan
perusahaan dapat bereaksi setiap saat tersebut harus mencakup uji coba berkala
terhadap situasi bahaya, kecelakaan dan dari perlengkapan atau sistem teknis
situasi darurat yang melibatkan kapal- cadangan yang tidak dioperasikan secara
kapalnya. terus menerus.
10.4. Pemeriksaan seperti tersebut dalam
9. PELAPORAN DAN ANALISA 10.2 maupun 10.3. harus merupakan bagian
KETIDAKSESUAIAN, KECELAKAAN DAN dari program perawatan operasional yang
KEJADIAN BERBAHAYA. rutin dari kapal.
9.1. SMK harus mencakup prosedur yang
menjamin bahwa ketidaksesuaian, 11. DOKUMENTASI.
kecelakaan dan situasi berbahaya 11.1. Perusahaan harus membuat dan
dilaporkan kepada perusahaan, diselidiki mempertahankan prosedur untuk
dan dianalisa dengan sasaran untuk mengendalikan semua dokumen dan data
meningkatkan keselamatan dan yang berkaitan dengan SMK.
pencegahan pencemaran. 11.2. Perusahaan harus menjamin bahwa :
9.2. Perusahaan harus menyusun prosedur 1. Dokumen yang masih berlaku harus
untuk pelaksanaan tindakan perbaikan, tersedia di tempat yang sesuai;
termaksud tindakan yang harus dilakukan 2. Perubahan terhadap dokumen sudah
untuk mencegah terulangnya kejadian yang ditinjau; dan disetujui oleh personil
sama. yang berwenang; dan
3. Dokumen yang kadaluarsa harus segera
10. PEMELIHARAAN KAPAL DAN dihilangkan.
PERLENGKAPAN KAPAL. 11.3. Dokuemn yang digunakan untuk
10.1. Perusahaan harus menyusun prosedur menguraikan dan melaksanakan SMK dapat
untuk menjamin bahwa kapal dirawat disebut sebagai “Pedoman Manajemen
sesuai dengan persyaratan dari peraturan Keselamatan”. Dokumentasi harus dibuat
dan aturan Klasifikasi yang terkait dan dalam bentuk yang oleh perusahaan
persyaratan tambahan yang ditetapkan dianggap paling efektif. Setiap kapal harus
oleh perusahaan. membawa semua dokumen yang terkait
10.2. Dalam memenuhi persyaratan tersebut dengan kapal tersebut.
diatas perusahaan harus menjamin bahwa :
1. Pemeriksaan dilaksanakan pada kurun 12. VERIFIKASI, TINJAUAN DAN EVALUASI
waktu yang tepat; PERUSAHAAN.
2. Setiap ketidaksesuaian dilaporkan 12.1. Perusahaan harus melaksanakan audit
dengan disertai kemungkinan internal keselamatan diatas kapal dan
penyebabnya, bila dapat diketahui; didarat dalam interval tidak melebihi
3. Tindakan perbaikan yang memadai duabelas (12) bulan untuk memverifikasi
dilaksanakan; dan apakah kegiatan keselamatan dan
4. Pencatatan tentang kegiatan tersebut pencegahan pencemaran sesuai dengan
diatas terpelihara. SMK. Pada kondisi khusus, interval ini dapat
10.3. Perusahaan harus mengidentifikasi diperpanjang namun tidak lebih dari tiga
perlengkapan dan sistem teknis dimana bulan.
kemungkinan terjadi kerusakan operasional

4|Page
ELEMEN ISM CODE - WTC 5

12.2. Perusahaan harus mengevaluasi secara


periodik efektifitas dari SMK sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan
perusahaan.
12.3. Audit dan tindakan perbaikan yang
mungkin ada harus dilaksanakan sesuai
dengan prosedur yang telah
didokumentasikan.
12.4. Personil yang melaksanakan audit harus
independen terhadap lingkup bidang yang
di audit kecuali bila hal ini tidak
memungkinkan karena besar dan ciri
Perusahaan.
12.5. Hasil audit dan tinjauan ulang harus
mendapatkan perhatian dari personil yang
bertanggung jawab pada lingkup bidang
tersebut.
12.6. Personil manajemen yang bertanggung
jawab atas bidang yang terkait harus
melakukan tindakan perbaikan tepat waktu
terhadap kekurangan yang ditemui.

5|Page

Anda mungkin juga menyukai