Nama : Dias Barata Laksmana
Kelas / No : XI IPS 1 / 11
ROKOK
1. SEJARAH AWAL MULA ROKOK
Mengisap rokok sudah jadi kebiasaan. Meskipun dianggap buruk untuk
kesehatan, merokok bahkan masih jadi keseharian banyak orang. Dilansir laman Tobacco
Atlas, dalam sejarahnya, merokok pertama kali dilakukan di Amerika Selatan pada 4.000
tahun sebelum masehi. Ketika itu, merokok atau mengunyah tembakau merupakan bagian
dari ritual perdukunan. Beberapa abad kemudian tembakau diperkenalkan di daratan
Eropa pasca-Cristopher Colombus menemukan tumbuhan tembakau. Bangsa Eropa
kemudian membawa tembakau itu berbagai tempat dengan menggunakan kapal laut. Para
pelaut lantas meniru kebiasaan suku Aborigin yang menggunakan tembakau untuk
merokok dengan cara dipadatkan ke dalam pipa atau cerutu. Tembakau yang terkenal
dengan aromanya yang wangi, ternyata tidak hanya bisa dinikmati dengan cara diisap,
namun juga dengan cara dihirup. Cara kedua ini dinilai lebih ramah lingkungan karena
tidak menghasilkan asap rokok. Menghirup tembakau diyakini dapat menyembuhkan
pilek dan mengobati radang hidung. Cara ini banyak digunakan di bangsa-bangsa di Asia,
Afrika, Amerika, dan sebagian Eropa. Menikmati tembakau dengan cara dikunyah juga
jadi kebiasaan yang tersebar di kalangan petani Amerika.
Penggunaan tembakau kemudian berkembang dengan cara meletakkan tembakau
ke dalam sebuah kertas khusus yang dilinting dengan menggunakan tangan. Rokok pun
ditemukan. Dengan cepat cara baru menikmati tembakau ini menyebar dan awalnya amat
digemari para pelaut dan tentara. Pada 1830, tembakau yang dilinting di dalam kertas tiba
di Perancis dan negeri ini pula istilah sigaret atau rokok pertama kali ditemukan. Mesin
pembuat rokok pertama yang dipatenkan adalah buatan Juan Nepomuceno Adorno dari
Meksiko pada 1847. Baca juga: Rokok Marlboro Tak Lagi Dijual di Inggris pada 2030,
Apa Sebabnya? Produksi rokok meningkat setelah mesin baru dikembangkan James
Albert Bonsack dari AS pada 1880-an. Mesin buatan Bonsack ini bisa memproduksi
rokok dari hanya 40.000 batang hingga sekitar 4 juta batang dalam sehari. Pengguna
rokok menigkat pesat di dunia Barat pada abad ke-20. Di AS pada awal abad ke-20
tercatat konsumsi rokok rata-rata hanya 54 batang per orang setiap tahunnya. Pada 1965
konsumsi rokok di AS melonjak menjadi 4.295 batang per kapita per tahun. . Saat itu 50
persen pria dan 30 persen perempuan menghabiskan 100 batang rokok dalam setahun.
Pada 2000, konsumsi rokok di AS anjlok hingga 2.092 batang per orang per tahun. Dan
pada 2016 kembali turun menjadi 1.691 batang rokok per orang per tahun.
2. PENGERTIAN MEROKOK DAN AKIBATNYA
A. Pengertian Rokok
Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung /
dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar kelingking dengan
panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok
merupakan pabrik bahan kimia berbahaya. Hanya dengan membakar dan
menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan
kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam
tubuh dan dapat menyebabkan kanker.
Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan)
dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya. Dengan kata
lain, rokok termasuk golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan
Zat Adiktif).
B. Pengertian Perokok aktif
Perokok Aktif adalah seseorang yang dengan sengaja menghisap lintingan
atau gulungan tembakau yang dibungkus biasanya dengan kertas, daun, dan kulit
jagung. Secara langsung mereka juga menghirup asap rokok yang mereka
hembuskan dari mulut mereka. Tujuan mereka merokok pada umumnya adalah
untuk menghangatkan badan mereka dari suhu yang dingin. Tapi seiring
perjalanan waktu pemanfaatan rokok disalah artikan, sekarang rokok dianggap
sebagai suatu sarana untuk pembuktian jati diri bahwa mereka yang merokok
adalah ”keren”.
Ciri-ciri fisik seorang perokok :
Gigi kuning karena nikotin.
Kuku kotor karena nikotin.
Mata pedih.
Sering batuk – batuk.
Mulut dan nafas bau rokok.
C. Pengertian Perokok Pasif
Perokok Pasif adalah seseorang atau sekelompok orang yang menghirup
asap rokok orang lain. Telah terbukti bahwa perokok pasif mengalami risiko
gangguan kesehatan yang sama seperti perokok aktif, yaitu orang yang menghirup
asap rokoknya sendiri.
Adapun gejala awal yang dapat timbul pada perokok pasif :
Mata pedih
Hidung beringus
Tekak yang serak
Pening / pusing kepala
Apabila perokok pasif terus-menerus ”menekuni” kebiasaanya, maka akan
mempertinggi risiko gangguan kesehatan, seperti Kanker paru-paru, Serangan
jantung dan mati mendadak, Bronchitis akut maupun kronis, Emfisema, Flu dan
alergi, serta berbagai penyakit pada organ tubuh seperti yang disebutkan di atas.
D. Cara Menghentikan Merokok dan Cara Menghindarinya
Agar terhindar dari kebiasaan merokok, maka sepatutnya kita
menanamkan keyakinan yang kuat bahwa kebiasaan merokok tidak akan pernah
menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Kita harus terbiasa untuk bersikap
asertif, untuk tetap mengatakan tidak pada rokok. Apabila telah mampu kita
terapkan, maka teman sebaya atau kelompok kita bisa dijadikan kader pendidik
sebaya.
Bagi para perokok, khususnya remaja, untuk berhenti dari kebiasaan merokok
bukanlah suatu hal yang mustahil. Apabila remaja meninggalkan kebiasaan
merokok hari ini, maka badan akan terbebas dari nikotin dalam masa 8 jam.
Setelah satu minggu efek dari kebiasaan merokok tersebut akan hilang. Lama-
kelamaan, tubuh akan memperbaiki kerusakannya akibat tembakau dan bahan
kimia lain yang pada rokok. Menghentikan kebiasaan merokok, bisa tetap
dilakukan, antara lain dengan cara sebagai berikut :
a. Berhenti secara mendadak
b. Tidak mengikuti kebiasaan merokok
c. Terapi penggantian nikotin
d. Pengalihan aktivitas
e. Menanamkan sikap asertif pada diri serta pemahaman akan dampak
negatif rokok terhadap kesehatan
f. Konsumsi makanan dengan menu seimbang
g. Membentuk kelompok sebaya
h. Senantiasa berdoa
3. Pandangan Gereja Katolik
Alkitab tidak pernah secara langsung menyinggung tentang merokok.
Namun demikian, ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan pada merokok.
Pertama, Alkitab memerintahkan kita untuk tidak membiarkan tubuh kita
“diperhamba” oleh apapun. 1 Korintus 6:12 menyatakan, “Segala sesuatu halal
bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku
tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.”
Tidak dapat disangkal kalau merokok itu menyebabkan kecanduan yang
kuat. Dalam pasal yang sama, belakangan kita diberitahukan bahwa, “ Atau tidak
tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu,
Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, —dan bahwa kamu bukan milik kamu
sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu
muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20).
Tidak dapat disangkal kalau merokok itu sangat merusak kesehatan.
Merokok secara ilmiah telah dibuktikan merusak paru-paru, termasuk juga
jantung. Dapatkah merokok dianggap “menguntungkan” (1 Korintus 6:12)?
Dapatkah dikatakan bahwa merokok benar-benar “memuliakan Allah dengan
tubuhmu” (1 Korintus 6:20)? Dapatkah seseorang dengan jujur merokok “untuk
memuliakan Allah?” (1 Korintus 10:31)? Kita percaya bahwa jawaban dari ketiga
pertanyaan itu adalah “tidak.” Karena itu, kita percaya bahwa merokok
merupakan dosa, dan karenanya tidak sepatutnya dilakukan oleh para pengikut
Yesus Kristus.
Sebagian orang menolak pandangan ini dengan merujuk kepada fakta
bahwa banyak makanan yang tidak sehat yang berakibat buruk terhadap tubuh
kita. Contohnya, banyak orang yang kecanduan kafein, sehingga mereka tidak
dapat beraktivitas sebelum minum kopi terlebih dahulu di pagi hari.
Walaupun hal ini benar adanya, bagaimana hal ini membuat merokok
menjadi sesuatu yang benar? Kita percaya bahwa orang Kristen harus
menghindari kerakusan dan makanan yang tidak sehat secara berlebihan. Betul,
orang Kristen sering kali bersikap munafik dengan mencela dosa yang satu dan
mengizinkan dosa yang lainnya … namun sekali lagi, bagaimana hal ini membuat
merokok sebagai sesuatu yang memuliakan Tuhan?
Alasan lain yang melawan pandangan terhadap merokok itu fakta bahwa
banyak orang-orang yang rohani itu perokok, seperti pengkhotbah berkebangsaan
Inggris yang ternama, C.H. Spurgeon. Sekali lagi, alasan seperti ini tidak dapat
diterima. Kami percaya bahwa dengan merokok, Spurgeon sudah salah. Apakah
dia orang rohani dan pengajar Firman Tuhan yang fantastik? Sama sekali tidak
diragukan!
Apakah itu berarti semua kebiasaannya memuliakan Allah? Tidak.
Dengan menyatakan kalau merokok itu dosa, kita tidak mengatakan bahwa semua
perokok tidak diselamatkan. Banyak orang yang percaya pada Yesus Kristus itu
yang merokok. Merokok tidak menghalangi seseorang untuk diselamatkan, juga
tidak membuat orang kehilangan keselamatannya. Merokok tidak membuat orang
tidak dapat diampuni, baik untuk seseorang menjadi Kristen, maupun untuk orang
Kristen yang bersedia mengakui dosanya kepada Allah (1 Yohanes 1:9). Pada saat
bersamaan, dengan yakin kami percaya bahwa merokok itu dosa yang harus
ditinggalkan dan dengan pertolongan Tuhan bisa diatasi.