Modul Praktikum Instalasi
Remote Server Menggunakan
SSH untuk Linux Server dan
Remote Desktop untuk
Windows Server
Mata Pelajaran Konsentrasi Keahlian Teknik Jaringan Komputer | Kelas XI
Risda Cahya Utami, [Link]. | SMKN 1 Cikarang Selatan
a. Pendahuluan
Remote server adalah server yang dapat diakses dari jauh bahkan dari luar jaringan
atau dari jaringan LAN yang berbeda dengan server tersebut. Server dapat dibuka tanpa
harus datang ke tempat server itu disimpan.
Dengan remote server keamanan server akan lebih terjaga. Sebab server dapat
diletakkan pada tempat rahasia agar hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja.
Akses dan konfigurasi server jadi lebih mudah karena dapat dilakukan kapan saja dan
dari mana saja.
b. Materi
○ Pengertian SSH
Secure shell atau SSH adalah protokol transfer yang memungkinkan
penggunanya untuk mengontrol sebuah perangkat secara remote atau dari jarak
jauh melalui koneksi internet. Dengan SSH, Anda bisa mengakses dan
memodifikasi berbagai macam pengaturan maupun file yang ada di dalam server
tersebut.
Jika Anda pernah menggunakan aplikasi remote login seperti Telnet sebelumnya,
SSH adalah aplikasi pengganti yang lebih aman berkat teknologi secure
[Link] dengan aplikasi remote login generasi sebelumnya, SSH
menggunakan tiga teknologi enkripsi yang menjamin keamanan koneksi yang
digunakan selama proses transfer.
Tiga teknologi enkripsi SSH adalah simetris, asimetris, dan juga hashing. Ketiga
teknologi ini merupakan teknik kriptografi yang menjamin semua data terlibat
dalam transfer terenkripsi. Dengan teknologi kriptografi ini, pengguna bisa
dengan leluasa mengirim data kepada server tanpa takut akan hacker dan pihak
ketiga yang berniat untuk mencurinya.
Hal ini tentunya memberikan kebebasan lebih untuk melakukan koneksi remote
secara aman dimanapun Anda mau. Bahkan melalui jaringan rentan seperti wifi
publik sekalipun.
○ Manfaat SSH
1. Mengontrol server dengan lebih mudah dan bebas — Anda bisa dengan
mudah mengakses dan mengontrol file dan pengaturan yang ada pada
hosting tanpa harus mendatangi dimana server fisik tersimpan.
2. Menghindari cyber crime — dengan ketiga teknik kriptografi yang ada,
SSH akan secara otomatis memutus koneksi jika mendeteksi aktivitas
mencurigakan saat proses transfer terjadi. Tentunya hal ini akan
melindungi Anda dari hacker dan malware.
3. DNS dan IP spoofing — fitur spoofing yang ada di SSH berfungsi untuk
melindungi proses transfer dari hacker atau peretas, untuk lebih jelasnya
baca artikel tentang spoofing berikut ini.
4. Keamanan yang terjamin — dengan sistem autentikasi dan enkripsi data,
koneksi data yang dilakukan melalui SSH mempunyai keamanan yang
ketat dan terjamin.
○ Cara Kerja SSH
Cara kerja SSH dimulai dari SSH client yang akan melakukan koneksi ke SSH
server. Pada proses koneksi ini, SSH client menggunakan teknik kriptografi
untuk melakukan otentikasi dan identifikasi SSH server.
Jika kunci yang dipakai SSH client tidak sama dengan kunci yang ada pada
server, koneksi akan secara otomatis gagal. Selanjutnya, koneksi yang sukses
akan dienkripsi melalui symmetric encryption dan hashing yang berfungsi untuk
memastikan privasi dan keutuhan data yang ditukar selama proses
[Link] membuat Anda memahami lebih jelas cara kerja SSH, berikut
adalah beberapa tahapan-tahapannya:
1. SSH client melakukan koneksi ke SSH server menggunakan port default
22.
2. Jika SSH client dan SSH server menggunakan versi yang sama, koneksi
akan sukses.
3. Selanjutnya, sSH client meminta public key dan host key dari SSH server
dan melakukan verifikasi.
4. Jika kedua kunci yang digunakan sama, SSH client akan membentuk
session key dan mengenkripsi kunci tersebut melalui public key milik SSH
server.
5. Kemudian, SSH server akan mengenkripsi balik public key milik SSH
client untuk verifikasi.
6. User dari SSH client lalu harus melakukan otentikasi diri dengan cara
memasukan username dan password yang sudah ada.
7. Setelah verifikasi pengguna berhasil, koneksi sudah terbentuk dengan
aman.
c. Langkah Praktikum Instalasi SSH pada Linux
1. Sebelum melakukan instalasi SSH pastikan Anda telah selesai melakukan
instalasi debian 11 / distro linux lainnya pada virtualbox.
2. Aktifkan atau nyalakan Os debian 11 / distro linux lainnya pada virtualbox
3. Login kedalam debian 11 / distro linux lainnya pada virtualbox sebagai root
4. Pastikan debian 11 / distro linux lainnya sudah terkoneksi dengan internet
5. Perbarui Debian sistem operasi untuk memastikan semua paket yang ada
mutakhir:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
6. Jalankan perintah berikut di terminal Anda untuk memulai instalasi.
apt install open-ssh
Ketik Y, lalu tekan tombol MASUKKAN KUNCI untuk melanjutkan.
7. Setelah terinstal, aktifkan SSH menggunakan perintah berikut.
sudo systemctl enable --now ssh
8. Periksa status instance SSH untuk memastikannya berjalan dan tidak ada
kesalahan yang terjadi.
systemctl status ssh
9. Dengan SSH sekarang diinstal dan diaktifkan, Anda dapat terhubung ke sistem
jarak jauh, PC jarak jauh lain, atau server. Ingat, perangkat lunak SSH harus
diaktifkan di kedua ujungnya agar ini berfungsi.
10. Pertama, Anda harus memiliki alamat IP internal/eksternal atau nama host dan
sebaiknya nama pengguna akun yang terhubung juga, kemudian gunakan
perintah ssh untuk memulai koneksi.
d. Langkah Praktikum Membuat Keys SSH Pada Windows
Langkah Pertama, Anda perlu memeriksa apakah fitur OpenSSH Client sudah
terpasang di PC Anda atau belum. Jika sudah ada maka Anda dapat melanjutkan
dengan membuat kunci lain, Anda perlu menginstalnya.
1. Tekan Windows and I s secara bersamaan untuk membuka Windows Settings.
2. Pilih Apps di panel kiri.
3. Klik pada Optional Features di sisi kanan.
4. Di kotak pencarian di bawah ini Installed features Tipe OpenSSH Client untuk
memeriksa apakah sudah terpasang.
5. Jika Anda melihat fitur tersebut ada, lanjutkan ke Langkah 2.
6. Jika fitur tersebut tidak diinstal, klik tombol View features berkaitan dengan Add
an optional feature.
7. Cari OpenSSH Client dalam daftar.
8. Check kotak yang terkait dengannya dan klik Next.
9. Klik pada Install.
10. Setelah terinstal, restart PC Anda dan pindah ke Langkah 2 untuk menghasilkan
kunci SSH.
Langkah Ke-2, Buat Kunci SSH
1. Tekan Windows dan ketik cmd di kotak pencarian.
2. Right-click pada Command Prompt dan pilih Run as administrator.
3. Jika diminta oleh User Access Control, klik Yes.
4. Jalankan perintah di bawah ini
ssh-keygen
5. Saat menjalankan perintah di atas, ia akan bertanya Enter file to save the key
lokasi default yang disebutkan. Catatan: Lokasi default untuk menyimpan kunci
adalah C:Users<username>.sshid_rsa
6. Sekarang jika Anda menekan Enter kunci SSH akan disimpan di lokasi default di
atas. Lain jika Anda mau, Anda dapat mengubah lokasi dengan mengetikkan jalur
baru.
7. Selanjutnya memberikan opsi untuk membuat password (frasa sandi) untuk kunci
SSH yang dibuat.
8. Tekan tombol Enter jika Anda ingin melanjutkan tanpa membuat frasa sandi.
9. Jika Anda ingin mengamankan kunci, ketikkan kata sandi dan konfirmasikan
dengan mengetik ulang. Ingat kata sandi ini karena ini diperlukan saat
menggunakan kunci SSH setiap saat.
10. Sekarang kunci akan dibuat dan Anda melihat sidik jari kunci dan nilai hash
SHA256. Juga, Anda akan melihat algoritma RSA yang telah digunakan.
11. Anda sekarang dapat menggunakan kunci Anda di jalur yang disebutkan di bawah
ini
C:User<username>.ssh. Ini akan hadir di id_rsa.pub.
Langkah ke-3, Memasukan RSA ke dalam SSH Server
1. File id_rsa.pub dapat dimasukkan ke dalam, karena kita belum upload public-key
ke SERVER DEBIAN , maka kamu masih harus memasukkan username dan
password untuk login ke server tujuan.
2. Jalankan command berikut untuk membuat folder .ssh di server dan membuat
file blank bernama authorized_keys di dalam folder tersebut serta mengatur
permission terhadap folder ssh.
~# cd /home/<username>
# mkdir .ssh
# touch .ssh/authorized_keys
# chmod 700 .ssh
3. Edit file authorization_keys yang baru saja dibuat dengan menggunakan text
editor di Linux. Dicontoh ini kita gunakan nano.
# nano .ssh/authorized_keys
4. Untuk alasan security, ubah permission filenya setelah kamu selesai mengcopy
key ke dalam file authorized_keys tersebut.
# chmod 600 .ssh/authorized_keys
5. Lakukan kembali remote server dari client
e. Langkah Praktikum Membuat Keys SSH Pada Putty
1. Install Putty sebagai SSH Client.
2. Jalankan PuTTYgen untuk membuat key. PuTTYgen adalah aplikasi khusus dari
PuTTY untuk membuat public key dan private key
3. Klik tombol Generate untuk membuat public key dan private key
Untuk parameter, pilih saja settingan default yang diberikan oleh PuTTY.
4. Gerakkan mouse di bagian kotak merah agar PuTTY bisa membuat key.
Gerakkan terus sampai progress bar terisi penuh.
5. Jika sudah selesai, maka simpanlah public key dan private key di folder yang
kamu inginkan
6. Pada bagian yang diberi kotak merah, copy mulai dari ssh-rsa sampai ke bagian
bawah.
7. Buka notepad, dan paste ke dalam notepad. Simpan dalam bentuk file text.
Kemudian pindahkan file notepad ke komputer yang biasa digunakan untuk
mengakses server VPS.
8. Pada komputer yang biasa digunakan untuk akses server VPS, buka file tersebut
dengan editor text biasa. Bisa menggunakan notepad. Select All semua isi file
tersebut kemudian copy.
9. Paste ke dalam file authorized_keys di server VPS. Tentu saja kamu harus sudah
menambah user baru ssh di server VPS. Artikel Cara menambah user untuk ssh
bisa kamu lihat di sini.
10. Setelah public key tersimpan di server VPS, maka kamu bisa mencoba
melakukan koneksi dengan PuTTY ke server VPS
11. Buka PuTTY. Kamu akan langsung dihadapkan pada PuTTY Configuration.
12. Masukkan nomor IP server dan port untuk mengakses server. Secara default port
ssh adalah port 22. Tapi port itu bisa dirubah di file /etc/ssh/sshd_config
13. Pada bagian Category > Connection > Data, masukkan auto login username
pada Server
14. Kemudian beralih pada Category > Connection > SSH > Auth
15. Klik tombol Browse dan arahkan pada folder file private key disimpan.
16. Kembali ke Category > Session, masukkan name session pada bagian
“Saved Sessions” dan klik Save untuk menyimpan.
f. Langkah Praktikum Membuat Keys SSH pada Linux
1. Buat Key-Pair oleh setiap pengguna, jadi login dengan pengguna umum di SSH
Server Host dan bekerja seperti berikut.
# ssh-keygen
# ll ~/.ssh
# mv ~/.ssh/id_rsa.pub ~/.ssh/authorized_keys
2. Transfer kunci pribadi yang dibuat di Server ke Klien, lalu dimungkinkan untuk
masuk dengan otentikasi Pasangan Kunci.
# mkdir ~/.ssh
# chmod 700 ~/.ssh
# <nameserver>@<IPserver>:/home/debian/.ssh/id_rsa ~/.ssh/
# ssh debian@[Link] scp
3. Jika Anda mengatur [PasswordAuthentication no], itu lebih aman.
# nano /etc/ssh/sshd_config
# systemctl restart ssh
g. Tugas
○ Buatlah video tutorial dari langkah-langkah praktikum diatas !
Cara mengaktifkan Remote Desktop pada Windows Server 2012
R2, silahkan ikuti langkah-langkah berikut :
1. Masuk ke dalam virtualbox kemudian running/nyalakan Windows Server 2012 R2
2. Silahkan masuk kedalam Windows Server 2012 R2 sebagai Administrator
3. Lalu, buka Server Manager yang ada pada Taskbar Menu
4. Kemudian pada bagian sebelah kiri, silahkan anda klik Tab Menu Local Server
5. Pada tampilan di sebelah kanan, maka anda akan melihat sebuah tulisan Remote
Desktop dan pastikan Enable
6. Silahkan anda klik pada bagian tulisan Enable
7. Selanjutnya pada bagian System Properties, silahkan anda klik tab Remote
8. Untuk dapat mengaktifkan Remote Desktop, silahkan anda pilih Allow remote
connections to this computer.
9. Dan silahkan anda Apply dan OK
10. Setting Ip Statik pada Server Windows 2012 R2 terlebih dahulu, IP yang digunakan
harus satu LAN/Subnet dengan PC/Laptop Client. Jangan lupa untuk mensetting
network pada virtualbox menjadi bridge adapter
11. Setting IP pada Windows Server 2012 R2, cek terlebih dahulu pada powershell dengan
mengetikan ipconfig
Ip yang muncul akan kita setting secara static pada network server dengan klik kanan
pada network kemudian pilih Open Network and Sharing Center
Kemudian klik Change adapter settings, pilih adapter yang sedang terhubung
Setelah memilih adapter yang sedang terhubung kemudian klik kanan dan pilih
Properties
Kemudian pilih Internet Protocol Version 4 dan double klik
Kemudian setting IP secara Static
12. Jika berhasil, silahkan coba remote window server dari PC/Laptop Client
Remote Windows Server pada PC/Laptop Client :
1. Download Remote Desktop Connection pada microsoft store
2. Klik get untuk memulai instalasi pada windows, tunggu hingga download selesai
3. Jika sudah beres maka akan tampil sebagai berikut, kemudian klik open
4. Setelah klik open maka tampilan akan seperti berikut
5. Kemudian Klik Add pada pojok kanan atas, masuk IP address dan Display name
kemudian tambahkan User Account dengan mengklik tanda +
Untuk menambahkan akun sebagai berikut kemudian klik Save
Berikut tampilan pada remote desktop setelah ditambahkan
Klik pada PCs yang sudah ditambahkan maka tampilan remote akan berhasil
sebagai berikut