Profil RSUD Alimuddin Umar 2021
Profil RSUD Alimuddin Umar 2021
PENDAHULUAN
Rumah Sakit merupakan Lembaga Pemerintah yang menjalankan fungsi kesehatan
yakni memberikan sarana dasar, upaya kesehatan rujukan dan upaya kesehatan
penunjang, dimana dalam penyelenggaraan harus memperhatikan fungsi sosial.
Sebagai fungsi sosial di bidang kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin
Umar Kabupaten Lampung Barat merupakan pelayanan publik yang senantiasa
melakukan pemasaran atas peran, fungsi dan manajemen Rumah Sakit. Oleh karena
RSUD Alimuddin Umar terus berbenah diri untuk mengembangkan kualitas
Manajemen Rumah Sakit dalam melaksanakan tugas dan fungsi rumah sakit secara
profesional.
Profil Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat
merupakan gambaran situasi RSUD Alimuddin Umar yang diterbitkan secara rutin
yang memuat berbagai data tentang Rumah Sakit.
Bab I Pendahuluan
Menyajikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil RSUD Alimuddin
Umar dan sistematika dari penyajian.
Bab V Penutup
Menyajikan tentang hal-hal yang perlu ditelaah lebih lanjut serta
keberhasilan RSUD Alimuddin Umar.
b. MISI
Untuk mewujudkan Visi, ditempuh dengan melaksanakan Misi sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan bermutu, nyaman dan profesional.
2. Memberikan pelayanan yang terjangkau bagi masyarakat.
3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan
perkembangan pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan
c. TUJUAN
Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Lampung Barat
d. SASARAN
Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan Rumah Sakit
e. DASAR HUKUM
f. STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Perda No.02 Tahun 2022 Tentang pembentukan Organisasi dan Tata
Kerja Lembaga Tekhnis Daerah Kabupaten Lampung Barat, Kantor RSUD
Alimuddin Umar terdiri dari Direktur, Bagian Tata Usaha, Tiga Bidang, Tiga Sub
Bagian, Enam Sub Bidang ditambah kelompok Jabatan Fungsional.
Susunan Struktur Organisasi RSUD Alimuddin Umar terdiri dari :
1. Direktur (Eselon III/a )
2. Kepala Bagian Tata Usaha (Eselon III/b)
a. Kasubbag Umum dan Kepegawaian (Eselon IV/a)
b. Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan (Eselon IV/a)
c. Kasubbag Keuangan (Eselon IV/a)
3. Kepala Bidang Penunjang Medis (Eselon III/b)
Sub Bidang Penunjang Non Medis Sub Bidang Rawat Inap Sub Bidang Bimbingan Asuhan Keperawatan
dan tenaga
Medis
a. Dewan Pengawas
Susunan personil Dewan Pengawas pada BLUD RSUD Alimuddin Umar sesuai
dengan Keputusan Bupati Lampung Barat Nomor : B / 34 / KPTS / III.02 / 2019
tentang Pengangkatan Dewan Pengawas RSUD Alimuddin Umar
Masa Jabatan 2019 – 2024, dengan susunan sebagai berikut :
Ketua : Kepala BPKD ( Unsur Pemerintah Daerah )
Anggota : Paijo, SKM, M. Kes ( Unsur Ahli Bidang RS )
Lukman Zaini ( Unsur Masyarakat )
b. Komite Medik
Susunan pengurus Komite Medik pada BLUD RSUD Alimuddin Umar sesuai
dengan Keputusan Direktur RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat
Nomor : 800/434.b/III.20/2020 tentang Susunan Keanggotaan Komite Medik RSUD
Alimuddin Umar Periode 2020 – 2023, dengan susunan sebagai berikut :
Ketua : Dr. M. Rasyid Ridha, Sp. PD
Sekretaris : Dr. Luthfy Uly M. Sihite
b. Rawat Inap
Terdapat delapan ruang rawat inap yaitu:
1. Ruang Kebidanan
2. Ruang Anak dan NICU
3. Ruang ICU
4. Ruang Bedah
5. Ruang Penyakit Dalam
6. Ruang Kelas I
7. Ruang VIP / VVIP
Distribusi tempat tidur berdasarkan kelas dan ruang rawat adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1
Distribusi tempat tidur menurut ruang rawat dan kelas
RSUD Alimuddin Umar 2021
No Ruangan VIP Kelas I Kelas II Kelas III Non Kelas Jumlah
1 Kebidanan - 4 3 7 - 14
2 Anak - 2 3 5 - 10
3 Perinatologi - - - - 4 4
4 Bedah - - 8 18 2 28
5 Penyakit Dalam - - 8 16 9 33
6 ICU - - - - 8 8
7 NICU - - - - 5 5
8 Kelas I - 16 - - - 16
9 VIP 8 - - - - 8
10 VVIP 4 - - - - 4
Jumlah 12 22 22 46 28 130
c. Penunjang Medik
1. Radiologi
2. Farmasi
3. Laboratorium
Grafik 2.1
Proporsi Jenis Ketenagaan RSUD Alimuddin Umar Tahun 2021
JABATAN FUNGSIONAL
1 KMF / SMF 12 12 34 -11
Dokter Spesialis Kebidanan &Kandungan 1 2 3 0
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & RM 0 0 1 -1
Dokter Spesialis Anak 1 1 2 0
Dokter Spesialis Patology Klinik 0 1 1 0
Dokter Spesialis Anastesiology 0 1 1 0
Dokter Spesialis Bedah 2 0 2 0
Dokter Spesialis Penyakit Dalam 2 0 2 0
Dokter Spesialis Mata 1 0 1 0
Dokter Spesialis THT KL 2 0 1 +1
Dokter Spesialis Bedah Gigi & Mulut 1 0 1 0
Dokter Spesialis Radiologi 0 1 1 0
Dokter Spesialis Syaraf 0 0 1 -1
Dokter Umum 2 9 17 -9
I. RAWAT INAP
a. Pemakaian Tempat Tidur / BOR (Bed Occupancy Rate)
Penggunaan Tempat Tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) merupakan persentase
pemakaian tempat tidur pasien rawat inap di rumah sakit. BOR memberikan
gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit pada
periode waktu tertentu. BOR ideal adalah antara 60–85%, jika BOR kurang dari 60%
berarti banyak tempat tidur yang tidak digunakan. Sedangkan jika lebih dari 85%
terjadi kepadatan/overcrowding, dan perlu adanya penambahan tempat tidur baru.
BOR RSUD Alimuddin Umar tahun 2020 sebesar 32.1 % dan pada tahun 2021
sebesar 29,2 %.
Grafik 3.1
Pemakaian Tempat Tidur (BOR) Tahun 2019-2021
(BOR IDEAL : 60%-85%)
60
50
40
30
20
10
0
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGT SEPT OKT NOV DES BOR
2019 39 46 49 51 51 41 50 45 50 60 48 48 48,8
2020 52 54 44 27 22 22 32 29 31 25 26 21 32,1
2021 28 25 31 26 27 32 37 30 27 25 27 35 29,2
Pemakaian tempat tidur terbanyak di Ruang NICU dengan sebesar 62,1% dan
BOR terendah terdapat pada ruangan VVIP dengan 9,5%.
Salah satu indikator untuk menghitung besarnya beban kerja perawat di masing-
masing ruang rawat adalah rata-rata jumlah pasien dirawat perhari. Tahun 2021
rata-rata pasien dirawat 5 orang/hari.
Rata-rata pasien rawat inap perhari dengan jumlah tertinggi di Ruang Kelas 1
mencapai 5 orang/hari dan terendah di ruang NICU dengan jumlah 1 orang/hari.
Untuk capaian Rata-rata jumlah pasien rawat inap perhari tahun 2021 dapat dilihat
pada grafik di bawah ini.
Untuk capaian angka rata-rata lama hari perawatan/AVLOS tahun 2019, 2020, 2021 dapat
dilihat pada grafik di bawah ini :
Dari tabel diatas terlihat bahwa Angka rata-rata lama hari perawatan (AVLOS) di
RSUD Alimuddin Umar tahun 2021 rata-rata 4 hari.
60
50
40
30
20
10
0
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGT SEPT OKT NOV DES Rata2
2019 4 8 12 17 22 26 31 35 40 46 50 55 29
2020 5 10 15 18 20 22 25 27 30 32 34 36 23
2021 2 4 7 9 11 14 17 19 21 23 26 29 15
14
12
10
0
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGT SEPT OKT NOV DES Rata2
2019 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 3 3
2020 2 2 3 8 11 11 7 8 7 10 9 13 8
2021 9 10 8 9 9 6 7 11 11 9 9 6 9
Angka Kematian Umum (GDR) RSUD Alimuddin Umar tahun 2019,2020 dan
2021 dapat dilihat pada grafik di bawah ini.
700
600
500
400
300
200
100
0
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGT SEPT OKT NOV DES Jml
2019 44 38 50 51 56 64 30 57 53 41 51 42 577
2020 31 23 18 19 21 64 30 16 14 16 16 27 295
2021 66 47 38 59 28 27 28 69 66 51 73 53 605
Angka Kematian Netto (NDR) RSUD Alimuddin Umar tahun 2019,2020 dan
2021 dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Grafik 3.10
Perbandingan Cara Bayar Pasien Rawat Inap Tahun 2019 – 2021
Pada tahun 2021 capaian prestasi yang diraih oleh RSUD Alimuddin Umar adalah
maupun penghargaan antara lain :
1. Meraih juara 2 Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak Tingkat Propinsi Lampung.
2. Telah terakreditasi Paripurna pada tahun 2021 Versi KARS.
3. Peningkatan Sarana dan Prasarana khususnya gedung IBS, Hemodialisa,
Ruang Anak dan NICU, CSSD, PONEK, Gudang Farmasi, Poliklinik dan
Ruang Isolasi COVID-19
BAB IV
KEGIATAN PELAYANAN
Tabel 4.5
10 Penyakit terbanyak pasien rawat inap RSUD Alimuddin Umar Tahun 2020
No Jenis Penyakit Jumlah
1 Anemia lainnya 357
2 Hipertensi esensial (primer) 231
3 Diabetes Melitus tidak bergantung insulin 215
4 Gagal Jantung 193
5 Dispepsia 145
6 Gagal ginjal lainnya 141
Diare & gastroenteritis oleh penyebab Infeksi tertentu
7 122
(kolitis infeksi)
8 Neoplasma jinak lainnya 111
9 Nyeri Perut dan panggul 105
10 Deplesi Volume (Dehidrasi) 103
Sumber : Rekapitulasi RL 2a Triw I-IV th 2020
Tabel 4.6
10 Penyakit terbanyak pasien rawat inap RSUD Alimuddin Umar Tahun 2021
No Jenis Penyakit Jumlah
1 Anemia lainnya 311
2 Gagal Jantung 185
3 Noeplasma Jinak 164
4 Penyakit Jantung Reumatik Kronik 146
5 Pneumonia 142
6 Diabetes Militus tidak tergantung insulin 133
7 Hipoksia intra uterus &aspiksia lahir 117
8 Dispepsia 108
9 Nyeri Perut dan panggul 107
10 Diare 69
penyakit terbanyak kedua dengan 31 kasus. Tahun 2020 Demam berdarah dengue
menjadi penyakit terbanyak dengan 26 kasus. Diabetes mellitus tidak bergantung
insulin menjadi penyakit terbanyak kedua dengan 26 kasus, dan untuk tahun 2021 penyakit
terbanyak pertama adalah Penyulit kehamilan dan persalinan lainnya dengan 69 kasus,
penyakit terbanyak kedua adalah nyeri perut dan panggul sebanyak 30 kasus, dan
penyakit ketiga adalah persalinan macet dengan 17 kasus.
Tabel 4.20
10 Besar Penyakit Rawat Inap Golongan Usia 15 – 24 Tahun
RSUD Alimuddin Umar Tahun 2020
8 Penyakit Apendik 9
9 Penumonia 8
10 Deman Denguae 6
Sumber : Rekapulasi RL2a Trw. I s.d IV th 2021
A. KESIMPULAN
Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar merupakan salah satu lembaga
pemerintah yang bertugas menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat
(Public Service) dalam bidang kesehatan. Campur tangan Pemerintah di dalam
menyiapkan perangkat keras maupun perangkat lunak semata-mata agar
pelaksanaan pelayanan
kesehatan berjalan dengan baik dan sinergis. Demikian pula dengan SDM sebagai
provider terus ditingkatkan baik kualitas dan kuantitasnya sehingga pada gilirannya
pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai harapan.
RSUD Alimuddin Umar dengan status BLUD secara signifikan mendongkrak
kredibilitas, pendapatan, kepuasan pasien serta kesejahteraan masyarakat. Tugas
kedepan masih panjang, oleh karena itu peningkatan kualitas pelayanan terus
dikembangkan sejalan dengan tuntutan masyarakat yang semakin kritis dalam era
globalisasi yang menuntut kompetisi sehat dan profesional.
B. SARAN
Guna merealisasi paradigma sehat dan target SDG’s tahun 2017, Pemerintah Daerah
Demikian saran yang dapat kami sampaikan. Semoga dengan koordinasi dan
persiapan yang baik dan terintegrasi, upaya perbaikan dapat terus dilakukan untuk
kemajuan dan peningkatan kinerja RSUD Alimuddin Umar yang akan tergambar
pada profil di tahun mendatang.
RUANG
ISOLAS
I
PEMERIKSAAN PCR