0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan25 halaman

Analisis Hidrometri Tanah Halus

Laporan ini membahas analisis hidrometri untuk mengetahui distribusi ukuran butiran tanah halus dengan mengukur kecepatan pengendapan. Metode ini menggunakan alat hydrometer untuk membaca kecepatan pengendapan pada berbagai waktu.

Diunggah oleh

azura fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan25 halaman

Analisis Hidrometri Tanah Halus

Laporan ini membahas analisis hidrometri untuk mengetahui distribusi ukuran butiran tanah halus dengan mengukur kecepatan pengendapan. Metode ini menggunakan alat hydrometer untuk membaca kecepatan pengendapan pada berbagai waktu.

Diunggah oleh

azura fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

BAB IX
ANALISA HIDROMETRI
(HYDROMETRI ANALYSIS)
SNI 3423-2008

9.1 Pendahuluan
Analisis Hidrometri adalah pengujian yang didasarkan atas kecepatan
pengendapan untuk menganalisa distribusi ukuran butiran tanah. Keadaan berbutir
halus dengan ukuran butir 0,075 mm sampai 0,001 mm (lolos saringan no 200).
Kecepatan mengendap tergantung ukuran butir, semakin besar ukurannya maka
pengendapan akan cepat. Semakin kecil ukurannya maka pengendapan akan
menjadi lambat.

9.2 Maksud dan Tujuan


Praktikum analisa hidrometri dimaksudkan untuk mengetahui distribusi
ukuran butiran tanah halus (tanah yang ayakan no 200). Tujuan dari praktikum
adalah untuk mengklasifikasikan tanah berdasarkan gradasinya.

9.3 Landasan Teori


Analisa hidrometri adalah cara yang didasarkan atas kecepatan pengendapan.
Juga untuk menganalisa distribusi ukuran butiran tanah berbutir halus. Ukuran
butir yaitu 0,075 mm sampai 0,001 mm ( lolos saringan No.200 ). Ukuran butiran
tanah ditentukan dengan menyaring sejumlah tanah melalui saringan yang
disusun. Susunan saringan adalah dengan ukuran lubang yang paling besar berada
dipaling atas. Susunan tersebut semakin kebawah maka ukurannya akan semakin
kecil. Jumlah tanah yang tertahan di saringan tersebut disebut salah satu dari
ukuran butir contoh tanah itu. Pada kenyataannya pekerjaannya hanya
mengelompokan sebagian dari tanah terlekat di antara dua ukuran.
Ukuran butir tanah tergantung dari diameter partikel tanah yang membentuk
dari masa tanah. Karena pada pemeriksaan microskopis masa tanah menunjukan
bahwa hanya sedikit apabila memang ada partikel-partikel yang bundar dan
mempunyai diameter. Kita dapat menarik kesimpulan bahwa ini adalah deskripsi
mengenai tanah yang sedikit longsor.

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 144


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9.4 Alat dan Bahan


9.4.1 Alat
a. Tabung pengendapan (gelas ukur) kapasitas 1000 ml
b. Cawan
c. Hydrometer dengan gambar type (no. 152 H)
d. Stopwatch
e. Gelas ukur kapasitas 500 ml
f. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
g. 1 set alat pengaduk motor listrik (Mixer)
9.4.2 Bahan
a. Sampel diambil sebanyak 50 gr yang lolos saringan no. 200 atau
yang tertahan di PAN.
b. Sodium Hexametafosfat 20 gram/ 500 ml air suling.
9.5 Prosedur Pelaksanaan
A. Pembacaan Koreksi 0 Pada Hidrometer.
1. Ambil gelas silinder yang mempunyai volume 1000 ml dan mengisi dengan
air suling sebanyak 1000 ml.
2. Letakkan alat hidrometer didalam silinder yang berisi air suling yang telah
disiapkan pada langkah no.1. Catat pembacaan dari alat Hydrometer
tersebut (dalam hal ini yang harus dibaca adalah batas atas dari meniscus
air ). Langkah ke 2 dilakukan untuk menentukan zero correction (Fz) yang
harganya bisa positif atau negatif, dan untuk menentukan harga koreksi
meniscus (Fm).

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 145


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

B. Pembacaan Hidrometer pada Tanah


1. Sampel tanah yang lolos saringan No.200 atau yang tertahan di PAN dengan
berat 50 gram. Sampel tersebut telah di oven selama + 24 jam sebelum
penyaringan, kemudian masukkan ke dalam gelas ukur.
2. Pengujian hidrometri menggunakan bahan kimia yang berguna untuk
mencegah butir-butir tanah untuk berflocculasi. Bahan kimia yang biasa
digunakan untuk tujuan ini adalah 20 ml larutan hexametafosfat dengan 500
ml air suling.
3. Gunakan spatula, campur tanah dengan larutan yang telah disiapkan pada
langkah no.2 kemudian larutan tersebut diambil sebanyak 150 ml, campur
sampai benar-benar merata. Pindahkan campuran tersebut ke dalam gelas
pengaduk (mixer-cup). Perlu diperhatikan disini bahwa proses pengadukan,
sebagian tanah yang di aduk mungkin akan menempel pada sisi-sisi beaker
(kincir pengaduk). Gunakan botol plastik yang diisi air suling, bersihkan
semua tanah yang menempel pada beaker tersebut.
4. Tambahkan air suling kedalam mixer-cup (gelas pengaduk) kurang lebih 2/3
volume gelas. Gunakan mesin pengaduk, aduk campuran tersebut kurang
lebih 4 menit.
5. Pindahkan campuran tanah yang sudah dicampur (pada langkah no. 4)
kedalam gelas silinder yang mempunyai volume 1000 ml (tidak boleh ada
tanah yang tertinggal didalam gelas pengaduk). Tambahkan air suling
kedalam gelas silinder tersebut sampai volume larutan mencapai 1000 ml.
6. Tutup gelas silinder yang telah disiapkan pada langkah no.5 dengan karet
penutup. Kocok larutan tersebut dengan cara membolak-balik silinder,
(dalam 1 menit diusahakan 50 putaran).
7. Setelah selesai, buka penutup pada tabung kemudian masukkan alat
Hydrometer. Lakukan pembacaan pada alat Hydrometer setiap waktu t=
0,25; 0,50; 1 dan 2 menit.

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 146


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

8. Setelah pengambilan pada saat t= 2 menit selesai, alat ukur Hydrometer


diambil dan dimasukkan kedalam silinder yang telah disiapkan pada
langkah no 1. Perlu diperhatikan bahwa pengambilan alat ukur Hydrometer
dari silinder yang berisi larutan, harus dilakukan secara hati-hati supaya
tidak mengacaukan larutan yang sudah mulai mengendap tersebut.
9. Pengambilan bacaan selanjutnya dilakukan pada saat t = 4, 8, 15, 30 menit,
1, 2, 4, 8, dan 24 jam. Setiap pengambilan pembacaan selama test, alat ukur
Hydrometer harus dimasukkan kedalam gelas silinder yang berisi campuran
tanah + air selama kira-kira 30 detik sebelum pembacaan.

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 147


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
Jl. W.R Supratman, Lab Dekanat Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

9.6 Data Percobaan


Project : Hidrometri Tanggal Praktikum : 28 -11 - 2020
Lokasi Pekerjaan : Lab Geoteknik, UNIB Tanggal Selesai : 28 -11 - 2020
Material : Tanah Terganggu Sumber Material : Gedung FK. UNIB
ANALISA HIDROMETRI
(SNI 3432-2008)

Jenis Tanah : Tanah lempung


Berat tanah kering yang di uji, w : 50 gr, Gs = 2,69 gr/cm3
Koreksi Meniskus, Fm : -1
Koreksi Bacaan Nol, Fz : -2
Temperatur : 230
Koreksi Temperatur, Ft :3
Temperatur Campuran tanah + air, T(oC) : 200
a = {(Gs(1,65))/(Gs-1)x2,65)} : 0.99
Tabel 9.1 Tabel Hidrometri (SNI 3432-2008)
Pembacaan Pembacaan
Waktu Koreksi L K
% Butiran Hidrometer
(t) Hidrometer Pembacaan (Dari (Dari D
Halus Aktual
(Menit) R Rcp=R+Ft-Fz Tabel) Tabel)
Rc1=R+Fm
0,25 36 41 81,27% 37 10,2 0,01348 0,08610
0,50 30 35 69,37% 31 11,2 0,01348 0,06380
1 27 32 63,43% 28 11,7 0,01348 0,04611
2 25 30 59,46% 26 12,0 0,01348 0,03302
4 22 27 53,52% 23 12,5 0,01348 0,02383
8 20 25 49,55% 21 12,9 0,01348 0,01712
15 18 23 45,6% 19 13,2 0,01348 0,01265
30 17 22 43,61% 18 13,3 0,01348 0,00898
60 15 20 39,64% 16 13,7 0,01348 0,00644
120 14 19 37,66% 15 13,8 0,01348 0,00457
240 13 18 35,68% 14 14,0 0,01348 0,00326
480 13 18 35,68% 14 14,0 0,01348 0,00230
1440 12 17 33,7% 13 14,2 0,01348 0,00134

Dikerjakan Diperiksa Disetujui

Teknis Tanggal Asisten Tanggal Paraf Dosen Tanggal


Ir. Mawardi, M.T.,
28 Angeline Yuhasnita Gs.
Kelompok
November
3A M. Disa Syafrizal
2020
Paraf

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 148


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9.7 Hasil dan Pembahasan


a. Koreksi Temperatur (Ft) = 3
Nilai Ft didapat dari hidrometer kalibrasi pada temperatur 200C. variasi
temperatur terhadap standar menghasilkan ketidaktepatan dalam pembacaan
hidrometer dari yang sebenarnya. Jadi, dari percobaan yang telah dilakukan
temperatur suhu ruangan tersebut adalah sebesar 230C. Jadi Ft = 23 – 20 = 3.
x

b. Koreksi Bacaan Nol (Fz) = -2


Koreksi bacaan nol (Fz) pada praktikum hidrometry ini. Didapatkan dari
pembacaan pada percobaan yang telah dilakukan. Pembacaan yang telah
dilakukan mendapatkan nilai Fz sebesar -2.

c. Koreksi Menikus (Fm) = 1


Koreksi meniskus (Fm) pada praktikum hidrometry ini. Didapat dari
pengukuran gejala kapilaritas yang terjadi pada alat hydrometer pada saat
percobaan. Pengukuran gejala kapilartas yang dilakukan mendapatkan tinggi
nilai Fm sebesar 1.

9.7.1 Waktu (T) = 0,25 menit


R = 36
K = 0.01348
L = 10,2
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = -1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - fz
3
= + 3 - -2
6
4
=
1

1. Persen Butiran halus

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 149


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

a Rcp x 100%
% =
W
0,99107 x 41
= x 100%
50
= 81,27%

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 36 + 1
= 37

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 6,3875
= 0,08610

9.7.2 Waktu (T) = 0,50 menit


R = 30
K = 0.01348
L = 11,2
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = 1
Koreksi Pembacaan
F
nRcp = R + Ft -
z
3
= + 3 - -2
0
3
=
5

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
= 0,99107 3 x 100%
x 5

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 150


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

50
69,37
= %

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 30 + 1
= 31

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 4.7329
= 0.06380

9.7.3 Waktu (T) = 1,00 menit


R = 27
K = 0.01348
L = 11,7
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = -1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 27 + 3 - -2
= 32

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
3
= 0,99107 x 2 x 100%
50
= 63,43%

2. Pembacaan Hidrometer Aktual

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 151


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

Rcl = R + Fm
= 27 + 1
= 28

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 3,4205
= 0.04611

9.7.4 Waktu (T) = 2,00 menit


R = 25
K = 0.01348
L = 12,0
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = -1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 25 + 3 - -2
= 30

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 x 30
= x 100%
50
= 59,46 %

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 25 + -1
= 24

3. Diameter Butir Tanah

D =
K
√ L
T

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 152


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

= 0.01348 x 2.4495
= 0.03302

9.7.5 Waktu (T) = 4,00 menit


R = 22
K = 0.01348
L = 12,5
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = 1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 22 + 3 - -2
= 27

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 2
= x 7 x 100%
50
= 53,52%

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 22 + 1
= 23

3. Diameter Butir Tanah

D =
K
√ L
T

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 153


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

= 0.01348 x 1.7678
= 0.02383

9.7.6 Waktu (T) = 8,00 menit


R = 20
K = 0.01348
L = 12,9
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = 1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 20 + 3 - -2
= 25

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 2
= x 5 x 100%
50
49,55 %

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 20 + 1
= 21

3. Diameter Butir Tanah

D =
K
√ L
T

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 154


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

= 0.01348 x 1.2698
= 0.01712

9.7.7 Waktu (T) = 15,00 menit


R = 18
K = 0.01348
L = 13,2
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = -1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 18 + 3 - -2
= 23

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 2
= x 3 x 100%
50
= 45,6 %
2. Pembacaan Hidrometer Aktual
Rcl = R + Fm
= 18 + 1
= 19

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 0.9381

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 155


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

= 0.01265

9.7.8 Waktu (T) = 30,00 menit


R = 17
K = 0.01348
L = 13,3
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = 11

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 17 + 3 - -2
= 22

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
2
= 0,99107 x 2 x 100%
50
= 43,61 %

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 17 + 1
= 18

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 0.6658
= 0.00898

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 156


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9.7.9 Waktu (T) = 60,00 menit


R = 15
K = 0.01348
L = 13,7
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = 1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 15 + 3 - -2
= 20

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 2
= x 0 x 100%
50
= 39,64%

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 15 + 1
= 16

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 0.4778
= 0.00644

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 157


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9.7.10 Waktu (T) = 120,00 menit


R = 14
K = 0.01348
L = 13,8
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = 1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 14 + 3 - -2
= 19

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 1
= x 9 x 100%
50
= 37,66%

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 14 + 1
= 15

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 0.3391
= 0.00457

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 158


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9.7.11 Waktu (T) = 240,00 menit


R = 13
K = 0.01348
L = 14,0
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = -1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 13 + 3 - -2
= 18

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 1
= x 8 x 100%
50
= 35,68 %

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 13 + 1
= 14

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 0.2415
= 0.00326

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 159


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9.7.12 Waktu (T) = 480,00 menit


R = 13
K = 0.01348
L = 14,0
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = -1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 13 + 3 - -2
= 18

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
w
0,99107 1
= x 3 x 100%
50
= 35,68 %

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 13 + 1
= 14

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 0.1708
= 0.0023

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 160


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9.7.13 Waktu (T) = 1440,00 menit


R = 12
K = 0.01348
L = 14,2
a = 0,99107
w = 50
Ft = 3
Fz = -2
Fm = -1

Koreksi Pembacaan
nRcp = R + Ft - Fz
= 12 + 3 - -2
= 17

1. Persen Butiran halus


a Rcp
% = x 100%
W
1
x 100%
= 0,99107 x 2
50
= 33,7 %

2. Pembacaan Hidrometer Aktual


Rcl = R + Fm
= 12 + 1
= 13

3. Diameter Butir Tanah

D =
K

= 0.01348
L
T
x 0.0993
= 0.00134

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 161


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
Jl. W.R Supratman, Lab Dekanat Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Project : Hidrometri Tanggal Praktikum : 28 - 11 - 2020


Lokasi Pekerjaan : Lab Geoteknik, UNIB Tanggal Selesai : 28 - 11 - 2020
Material : Tanah Terganggu Sumber Material : Gedung FK. UNIB

ANALISA HIDROMETRI
(SNI 3432-2008)

Jenis Tanah : Tanah lempung


Berat tanah kering yang di uji, w : 50 gr, Gs = 2,69 gr/cm3
Koreksi Meniskus, Fm :1
Koreksi Bacaan Nol, Fz : -2
Temperatur : 230
Koreksi Temperatur, Ft :3
Temperatur Campuran tanah + air, T(oC) : 200
a = {(Gs(1,65))/(Gs-1)x2,65)} : 0,99
Tabel 9.2 Tabel Hasil Perhitungan Analisa Hidrometri
Pembacaan % Pembacaan
Waktu Koreksi L
Hidrometer K
(t) Hidrometer Pembacaan Butiran (Dari D
Aktual (Dari Tabel)
(Menit) R Rcp=R+Ft-Fz Halus Tabel)
Rc1=R+Fm
0,25 36 41 81,27 37 10,2 0.01348 0.08610
0,50 30 35 69,37 31 11,2 0.01348 0.06380
1 27 32 63,43 28 11,7 0.01348 0.04611
2 25 30 59,46 26 12,0 0.01348 0.03202
4 22 27 53,52 23 12,5 0.01348 0.02383
8 20 25 49,55 21 12,9 0.01348 0.01712
15 18 23 45,60 19 13,2 0.01348 0.01265
30 17 22 43,61 18 13,3 0.01348 0.00898
60 15 20 39,64 16 13,7 0.01348 0.00644
120 14 19 37,66 15 13,8 0.01348 0.00457
240 13 18 35,68 14 14,0 0.01348 0.00326
480 13 18 35,68 14 14,0 0.01348 0.00230
1440 12 17 33,70 13 14,2 0.01348 0.00134

Dikerjakan Diperiksa Disetujui

Teknis Tanggal Asisten Tanggal Paraf Dosen Tanggal

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 162


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

Muharram Nur Fikri Ir. Mawardi, M.T., Gs.


28
Kelompok Angeline Yuhasnita
November
3A
2020 M. Disa Syafrizal
Paraf

Grafik Analisa Hidrometri


80

70

Persen Butiran Halus (%)


60

50

40

30

20

10

Diameter Saringan (mm)

Lempung

9.9 Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji coba hidrometri didapatkan hasil sebagai berikut.
a. Pada waktu 0,25 menit pembacaan hidrometri R= 36 untuk koreksi pembacaan
didapat nRCP=41, persen butir halus 81,27 %, pembacaan hidrometri aktual
Rcl= 37 dan diameter butir tanah d = 0.08610 cm.
b. Pada waktu 1440 menit pembacaan hidrometri R= 12 untuk koreksi
pembacaan didapat nRCP = 17, persen butir halus 33,70 %, pembacaan

hidrometri aktual Rcl= 13 dan diameter butir tanah d = 0.00134 cm.

Jadi, berdasarkan percobaan analisa hidrometri tersebut dapat disimpulkan bahwa


semakin lama waktu untuk pengendapan maka semakin kecil diameter butir tanah.

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 163


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

DOKUMENTASI DALAM PRAKTIKUM


HIDROMETRI

Alat
1. Tabung pengendapan (Gelas Ukur) kapasitas 1000 ml

2. Cawan (kaleng minuman bekas)

3. Hydrometer

4. Termometer

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 164


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

5. Stopwatch

6. Gelas ukur kapasitas 500 ml

7. Timbangan dengan ketelitian 0.01 gram

8. Alat pengaduk motor listrik (Mixer)

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 165


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

9. Mixer Cup

Langkah-langkah
1. Penimbangan sampel sebanyak 50 gram.

2. Bahan kimia Hesametafosfat dimasukkan 20 ml kedalam gelas ukur 500 ml.

3. Proses memasukkan sampel kedalam tabung ukur 1000 ml yang di dalamnya


telah ada air suling sebanyak 500 ml.

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 166


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

4. Proses pengocokan pertama.

5. Proses pengadukan dengan alat pengaduk motor listrik (Mixer).

6. Proses menuang larutan setelah di-mix ke dalam tabung ukur 1000 ml.

7. Proses penambahan air suling hingga campuran menjadi 1000 ml.

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 167


LAPORAN MEKANIKA TANAH KELOMPOK 3A

8. Proses pengocokan kedua.

9. Kondisi campuran setelah pengocokan.

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BENGKULU 168

Anda mungkin juga menyukai