0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan39 halaman

Tata Tertib Laboratorium IPA SD

Dokumen ini membahas tentang program laboratorium IPA di sekolah dasar. Dokumen ini menjelaskan pengertian, tujuan, manfaat, dan tata tertib penggunaan laboratorium IPA di sekolah.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan39 halaman

Tata Tertib Laboratorium IPA SD

Dokumen ini membahas tentang program laboratorium IPA di sekolah dasar. Dokumen ini menjelaskan pengertian, tujuan, manfaat, dan tata tertib penggunaan laboratorium IPA di sekolah.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM LABORATORIUM IPA

SEKOLAH DASAR

SDN DURENSERIBU 1
JL. DURENSERIBU RT 03/01 KEC. BOJONGSARI
Kata Pengantar ................................................................... v
Daftar Isi ............................................................................. vii
Bab 1. Hakikat Laboratorium IPA ...................................... 1
A. Pengertian Laboratorium ............................................ 3
B. Macam-Macam Laboratorium .................................... 6
C. Manfaat Laboratorium ................................................ 6
D. Kelebihan dan Kekurangan Laboratorium ................... 8
E. Tujuan laboratorium ................................................... 8
Bab 2. Analisis Laboratorium .......................................... 11
A. Analisis Laboratorium ................................................. 13
B. Instruksi Laboratorium ................................................ 14
Bab 3. Laporan Laboratorium ........................................... 15
A. Laporan Laboratorium ................................................ 17
B. Teknik Laboratorium ................................................... 17
Bab 4. Tahap Pratikum ...................................................... 19
A. Persiapan .................................................................... 21
B. Pelaksanaan ................................................................ 21
C. Tindak Lanjut ............................................................... 21
Bab 5. Kriteria Laboratorium ............................................ 23
A. Perlengkapan .............................................................. 25
B. Tata Letak atau Lay Out .............................................. 26
C. Pengelolaan Laboratorium .......................................... 26
Bab 6. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium ................. 29
A. Tata Tertib Penggunaan Lab. IPA untuk Umum .......... 31
B. Tata Tertib Penggunaan Lab. IPA untuk Guru ............. 32
C. Tata Tertib Penggunaan Lab. IPA untuk Siswa ............ 33
BAB 1.
HAKIKAT LABORATORIUM IPA
A. Pengertian Laboratorium
Menurut Jafarmadina 2012, laboratorium yaitu tempat riset ilmiah eksperimen.
Pengukuran atau pelatihan ilmiah yang dilakukan laboratorium biasanya dibuat untuk
memungkinkan dilakukannya kegiatan- kegiatan tersebut secara terkendali. Pengertian
laboratorium sebagai sumber belajar. Pengertian laboratorium sebagai sumber belajar suatu
tempat dimana dilakukannya kegiatan kerja untuk menghasilkan kamar, ruangan terbuka.
Misal kebun dan lain-lain.
Jika ditilik dari pengertian tersebut hakikat laboratorium adalah tempat untuk
melakukan kegiatan praktikum. Penelitian pelayanan masyarakat dan menunjang kegiatan
belajar mengajar. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya. Misal
laboratorium fisika. Laboratorium kimia, laboratorium komponen dan lain-lainnya.
Pengertian laboratorium sebagai sumber belajar. Pengertian laboratorium sebagai
sumber belajar suatu tempat dimana dilakukannya kegiatan kerja untuk menghasilkan
kamar, ruangan terbuka. Misal kebun dan lain-lain.
Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui media praktikum yang dapat
menghasilkan pengalaman belajar dimana siswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan
untuk mengobservasi gejala- gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari.
Jika ditilik dari pengertian tersebut hakikat laboratorium adalah tempat untuk
melakukan kegiatan praktikum. Penelitian pelayanan masyarakat dan menunjang kegiatan
belajar mengajar. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya. Misal
laboratorium fisika. Laboratorium kimia, laboratorium komponen dan lain-lainnya.
Laboratorium perlu dilestarikan di sekolah. Karena berperan penting mendorong
efektivitas serta optimalisasi proses belajar melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang
meliputi fungsi layanan. Fungsi pengadaan / pengembangan media pembelajaran.
Tujuan laboratorium sebagai salah satu sumber belajar harus menjadi perhatian utama
pengelola laboratorium. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan suatu manajemen
pelayanan yang berfokus pada pembelajaran sebagai pelanggan. Pelayanan harus
memperhatikan dan menerapkan kaidah manajemen kualitas pelayanan.
Ada 4 alasan yang menguatkan peran laboratorium dalam pembelajaran di sekolah
antara lain (Rustaman, 1995):
a. Praktikum membangkitkan motivasi belajar sains. Dalam belajar, siswa dipengaruhi oleh
motivasi. Siswa yang termotivasi untuk belajar akan bersungguh-sungguh dalam mempelajari
sesuatu. Melalui kegiatan laboratorium, siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan
rasa ingin tahu dan ingin bisa. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum di mana siswa
menemukan pengetahuan melalui eksplorasi.
b. Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen. Kegiatan
eksperimen merupakan aktivitas yang banyak dilakukan oleh ilmuwan. Untuk melakukan
eksperimen diperlukan beberapa keterampilan dasar seperti mengamati, mengestimasi,
mengukur, membandingkan, memanipulasi peralatan laboratorium, dan ketrampilan sains
lainnya. Dengan adanya kegiatan praktikum di laboratorium akan melatih siswa untuk
mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam
mengobservasi dengan cermat, mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau
lebih canggih, menggunakan dan menangani alat secara aman, merancang, melakukan
dan menginterpretasikan eksperimen.
c. Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Para ahli meyakini bahwa cara yang
terbaik untuk belajar pendekatan ilmiah adalah dengan menjadikan siswa sebagai ilmuwan.
Pembelajaran sains sebaiknya dilaksanakan melalui pendekatan inkuiri ilmiah (scientific
inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta
mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu
menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan
pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
d. Praktikum menunjang materi pelajaran. Praktikum memberikan kesempatan bagi siswa untuk
menemukan teori, dan membuktikan teori. Selain itu praktikum dalam pembelajaran sains
dapat membentuk ilustrasi bagi konsep dan prinsip sains. Dari kegiatan tersebut dapat
disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

B. Macam-Macam Laboratorium
Terdapat beberapa macam laboratorium, diantaranya sebagai berikut:
1. Laboratorium Pendidikan
Laboratorium yang digunakan untuk pendidikan terutama SD, SMP dan SMA.
2. Laboratorium Riset
Laboratorium yang digunakan oleh para ahli praktisi, keilmuan dalam upaya
menemukan sesuatu untuk meneliti suatu hal dibidangnya.

C. Manfaat Laboratorium
Manfaat laboratorium yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar sebagai metode
pengamatan dan metode percobaan. Sebagai prasarana pendidikan atau sebagai wadah dalam
proses belajar mengajar. Menurut Sukarso, secara garis besar laboratorium dalam proses
pendidikan adalah sebagai berikut:Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan
keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan mengkaji gejala-gejala
lain.
1. Mengembangkan keterampilan motorik siswa, siswa akan bertambah
keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk
mencari dan menemukan kebenaran.
2. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang ilmuan.
3. Memberi rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.
4. Memberi rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.

Laboratorium IPA-Fisika yang memanfaatkannya dan pengolahannya sebagai sumber


belajar belum optimal atau tidak digunakan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
1. Kemampuan dan penguasaan guru terhadap peralatan dan pemanfaatan bahan praktek
masih belum memadai.
2. Belum memadai baik secara kualitas maupun kuantitas tenaga laboratorium.
3. Banyak alat-alat laboratorium dan bahan yang sudah rusak yang belum diadakan
kembali dan tidak cukupnya keterbatasannya alat-alat dan bahan yang mengakibatkan
setiap siswa mendapat tidak cukup / keterlibatannya alat-alat dan bahan yang
mengakibatkan setaip siswa mendapat tidak cukupnya/terbatasnya alat-alat dan bahan
mengakibatkan siswa tidak dapat belajar untuk eksperimen.
Ditinjau dari segi pendayagunaan, AECT dibedakan sumber belajar menjadi 2 macam
yaitu:
1. Sumber belajar yang dirancang atau sengaja dibuat untuk digunakandalamkegiatan
belajar.
2. Sumber belajar yang tidak dirancang atau tidak sengaja dibuat untuk membantu
mencapai tujuan pembelajaran.

D. Kelebihan dan Kekurangan Laboratorium


Kelebihan laboratorium
1. Melibatkan siswa secara langsung dalam mengamati suatu proses.
2. Siswa dapat menyakini akan misalnya, karena langsung mendengar , melihat, meraba
dan mencium yang sedang dipelajari.
3. Siswa cenderung tertarik pada objek nyata di dalam sekitarnya.
4. Membangkitkan rasa ingin tahu, memperkaya pengalaman keterampilan kerja dan
pengembangan ilmiah.

Kelemahan laboratorium
a. Guru harus benar-benar mampu menguasai materi dan keterampilan.
b. Tidak semua mata pelajaran dipraktekkan dan tidak semua diajarkan dengan metode
praktek
c. alat dan bahan-bahan mahal harganya, dapat menghambat untuk melakukan praktek.

E. Tujuan laboratorium
Laboratorium perlu dilestarikan serta di sekolah. Karena berperan penting mendorong
efektivitas serta optimalisasi proses belajar melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang
meliputi fungsi layanan. Fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran.
Tujuan laboratorium sebagai salah satu sumber belajar harus menjadi perhatian utama
pengelola [Link] mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan suatu manajemen
pelayanan yang berfokus pada pembelajaran sebagai pelanggan. Pelayanan harus
memperhatikan dan menerapkan kaidah manajemen kualitas pelayanan.
BAB 2.
ANALISIS LABOR
A. Analisis Laboratorium
Laboratorium merupakan tempat riset ilmiah yang mana untuk penelitian atau
perrcobaan. laboratorium dalam dunia pendidikan sangat diperlukan karena merupakan
tempat menimba ilmu pengetahuan dengan cara nyata kebenarannya yakni dengan melalui
percobaan atau eksperimen. Dalam analisis laboratorium sebagai sumber belajar ini banyak
sekali dampak posifit atau kelebihan diantaranya:
1. Siswa dapat menyakini akan kebenaran karena melihat langsung ,mendengar,melihat, meraba
dan mencium yang sedang dipelajari atau dianalisis siswa tersebut.
2. Siswa cenderung tertarik pada objek nyata di dalam sekitarnya.
3. Membangkitkan rasa ingin tahu, dan memperkaya pengalaman dan ketermpilan kerja dan
pengembagan ilmiah.

Dengan berkembangnya laboratorium, laboratorium mempunyai tujuan yakni sebagai


salah satu sumber belajar secara langsung dengan adanya pembelajaran tersebut, naluri siswa
lebih cepat ingin tahu dan ingin selalu belajar untuk menimba ilmu di bidang laloratorium
dengan melalui percobaan- percobaan/eksperimen.

B. Instruksi Laboratorium
Laboratorium sebagai tempat latihan dan bekerja, menuntut kesungguhan yang
tinggi. Persiapkan diri untuk percobaan yang akan dilakukan, dengan memahami petunjuk
praktikum sebelum datang di laboratorium.
BAB 3.
LAPORAN LABORATORIUM
A. Laporan Laboratorium
1. Semua data yang diperoleh di laboratorium, tuliskan dalam buku catatan pratikum, segera
setelah membuat pengamatan. jika terjadi kekeliruan, jangan dihapus, tetapi coretlah dengan
garis tunggal. pada setiap percobaan, tulislah nama, tanggal dan judul percobaan.
2. Masukkan data dan pengamatan serapih mungkin. Gunakan bentuk tabel jika
memungkinkan. Tabel data yang diperlukan, sebaiknya dipersiapkan dari rumah jika hal
tersebut memungkinkan.
3. Tuliskan dan resapkan cara membuat perhitungan, yang penting adalah contoh cara membuat
perhitungan, bukan perhitungannya itu sendiri. Nyatakan satuan-satuan yang digunakan pada
setiap pengamatan atau pengurangan.
4. jawablah sejumlah pertanyaan yang timbul, dan jadikan jawaban anda sebagai bagian dari
laporan laboratorium. Jawaban pertanyaan sebaiknya ringkas tetapi padat.
5. Jawaban atas pertanyaan yang timbul pada bagian pendahuluan serta prosedur, jangan anda
tuliskan pada laporan.

B. Teknik Laboratorium
1. Mengencerkan asam pekat. Tuangkan asam pekat kedalam air sambil diaduk-aduk. Anda
dapat merugikan orang lain atau setidak-tidaknya diri anda sendiri, jika anda menuangkan air
ke dalam asam pekat.
2. Memanaskan tabung reaksi. Hadapkan mulut tabung ke tempat yang aman. Anda tak suka
kena percikan benda panas dan juga berbahaya? Orang lainpun tidak
3. Percobaan yang menimbulkan gas yang (sangat) berbahaya bagi kesehatan, supaya di
lakukan dalam lemari asam atau di luar laboratorium.
4. Jika akan memasukkan termometer atau pipa gelas ke lubang gabus atau karet, basahi alat
tersebut dengan air, pegang dekat bagian yang akan dimasukkan, menggunakan kain basah.
Masukkan alat gelas tersebut dengan gerak ulir.
5. Buret bocor. Sangat sering terjadi, buret yang akan anda gunakan ternyata bocor. Jangan
muda putus asa, sebab perkaranya sangat sederhana. Tuangkan cairan dalam buret ke wadah
lain. Bukalah kran buret, kemudian lap dengan kertas saring seluruh bagian kran.
BAB 4.
TAHAP PRATIKUM
Dalam melakukan praktikum, praktikan tidak langsung praktik apa yang akan
rencanakan namun harus melalui tahapan-tahapan dalam melakukan praktikum yaitu:

A. Persiapan
Pada tahapan ini praktikan harus mempersiapkan segala yang diperlukan dalam
praktikum, antara lain:
1. Menentukan tujuan praktikum.
2. Menentukan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum.
3. Memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja selama praktikum.
4. Mempersiapkan langkah kerja agar tidak bingung apa yang harus dilakukan nantinya saat
praktikum berlangsung.

B. Pelaksanaan
Pada tahapan ini praktikan melakukan praktikum sesuai dengan prosedur langkah
kerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan diamati oleh guru.

C. Tindak Lanjut
Tahapan ini dilakukan setelah praktikum, pada tahapan tindak lanjut ini yang harus
dilakukan oleh praktikan yaitu:
1.
Mendiskusikan masalah yang muncul saat praktikum untuk di pecahkan sehingga praktikan
mengerti sebab, akibat dan cara pemecahan masalah tersebut.
2. Mengumpulkan laporan praktikum yang dilengkapi dengan data-data pengamatan.
3. Membersihkan dan menyimpan peralatan sehingga dapat digunakan untuk praktikum
selanjutnya.
BAB 5.
KRITERIA LABORATORIUM
Dalam prakteknya, laboratorium dikatakan ideal apabila terdapat beberapa kriteria, antara lain:

A. Perlengkapan
1. Perabot (meja, kursi, almari, dan rak)
2. Alat-alat peraga, yang terdiri dari :
a. Instrumen (alat-alat pengukur listrik, pengarah arus, dsb).
b. Alat-alat dari kaca (gelas ukur, gelas kimia, erlenmeyer, tabung reaksi, dll).
c. Carta/gambar (gambar batang penampang batang, daun, dll).
d. Model (model atom, model mesin uap).
e. Contoh-contoh tumbuhan dan hewan
f. Bahan kimia
g. Film (termasuk slide, film strip dan film biasa).
3. Perkakas (obeng, tang, pisau, catut, gergaji, kikir, gunting, pemotong kaca, pelubang gabus,
dll).
4. Alat-alat untuk membersihkan (sapu, lap, tempat sampah, dll)
5. Kumpulan buku (katalog, petunjuk praktikum, kumpulan LKS, dll)
6. Ruangan-ruangan yang merupakan bagian dari laboratorium antara lain:
a. Ruang Persiapan
b. Ruang penyimpanan (gudang)
c. Ruang gelap
d. Ruang timbang
e. Kebun Sekolah atau Rumah Kaca

B. Tata Letak atau Lay Out


Laboratorium harus memperhatikan:
1. Arah angin, tidak terletak di arah angin, karena untuk menghindarkan pencemaran udara ke
ruang-ruang lain.
2. Jarak cukup jauh dengan sumber air
3. Punya saluran limbah sendiri
4. Jarak cukup jauh dengan bangunan lain, agar memperoleh ventilasi dan penerangan alami
yang optimum (mineral jaraknya sama dengan tinggi bangunan, kira-kira 3 meter)
5. Terletak pada bagian yang mudah dikontrol dalam kompleks (dalam hal pencurian dan
kebakaran)

C. Pengelolaan Laboratorium
1. Memelihara kelancaran penggunaan laboratorium:
a. Harus ada jadwal yang jelas tentang penggunaan laboratorium
b. Harusada tata tertib laboratorium, dan dilaksanakan dengan tertib
c. Harus selalu dalam keadaan siap pakai
2. Menyediakan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam laboratorium
3. Keselamatan Laboratorium, beberapa komponen yang erat hubungannya dengan keselamatan
laboratorium:
a. Adanya air yang cukup
b. Gas
c. Listrik
d. Kotak PPPK
e. Sebaiknya pada dinding laboratorium atau pada dinding kotak PPPK tertera nomor
telepon penting.
f. Alat pemadam kebakaran baik, busa, gas CO2 atau jenis lain
g. Disediakan kotak berisi pasir kering dengan skopnya
h. Disediakan selimut anti api
BAB 6.
TATA TERTIB PENGGUNAAN
LABORATORIUM
A. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium IPA untuk Umum
1. Guru harus melapor kepada laboran minimal 1 hari sebelum menggunakan lab.
2. Siswa sudah hadir 5 menit sebelum praktikum dilakukan.
3. Siswa tidak diperkenankan mencoret-coret meja dan tembok yang ada di ruang lab.
4. Siswa tidak diperkenankan mengambil alat dan bahan praktikum tanpa sepengetahuan guru
yang mengajar atau laboran.
5. Siswa dan guru harus menggunakan alat-alat yang ada di lab dengan sebaik-baiknya.
6. Siswa yang masuk lab ada di bawah pengawasan guru yang mengajar di lab.
7. Siswa dilarang membawa makanan atau minuman ke ruang lab demi menjaga kebersihan lab.
8. Siswa harus menjaga sikap dan perilaku selama berada di lab.
9. Bagi siswa maupun guru yang ingin meminjam atau mengembalikan alat dan bahan
praktikum harus melapor pada laboran.
10. Siswa dan guru harus menjaga keselamatan kerja dan keselamatan alat laboratorium.
11. Siswa dan guru harus menjaga keselamatan kerja dan keselamatan alat laboratorium.
12. Setelah melakukan praktikum/menggunakan lab, kursi harus dirapikan kembali.

B. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium IPA untuk Guru


1. Guru harus melapor kepada laboran minimal 1 hari sebelum menggunakan lab.
2. Guru memberikan penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib
laboratorium untuk siswa.
3. Guru harus mengawasi siswa yang sedang melaksanakan kegiatan lab.
4. Guru harus menggunakan alat-alat yang ada di lab dengan sebaik-baiknya.
5. Bagi guru yang ingin meminjam atau mengembalikan alat dan bahan praktikum harus
melapor pada laboran.
6. Guru harus menjaga keselamatan kerja dan keselamatan alat laboratorium.
7. Guru harus mengatur suasana kegiatan dalam laboratorium IPA dinamis, tidak gaduh, dan
tertib.
8. Untuk praktikum yang menggunakan arus listrik pln, penggunaannya harus dengan
sepengetahuan/petunjuk guru yang mengajar.
9. Setelah melakukan praktikum/menggunakan lab, kursi harus dirapikan kembali.
10. Guru harus menuliskan catatan penting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan pada jurnal
kegiatan lab lab yang tersedia.

C. Tata Tertib Penggunaan laboratorium IPA untuk Siswa


1. Siswa sudah hadir 5 menit sebelum praktikum dilakukan.
2. Siswa tidak diperkenankan mencoret-coret meja dan tembok yang ada di ruang lab.
3. Siswa dilarang membawa makanan atau minuman ke ruang lab demi menjaga kebersihan lab.
4. Siswa yang masuk lab ada di bawah pengawasan guru yang mengajar di lab.
5. Siswa tidak diperkenankan mengambil alat dan bahan praktikum tanpa sepengetahuan guru
yang mengajar atau laboran.
6. Siswa harus menggunakan alat-alat yang ada di lab dengan sebaik-baiknya.
7. Laporkan segera bila ada alat yang rusak atau hilang, bahan yang habis, dan kecelakaan dan
atau hal yang dapat menimbulkan kecelakaan.
8. Siswa harus menjaga keselamatan kerja dan keselamatan alat laboratorium.
9. Siswa harus menjaga sikap dan perilaku selama berada di lab.
10. Jangan membawa alat atau bahan keluar laboratorium.
11. Jangan mencoba mencicipi bahan kimia, anggaplah itu semua beracun bagi mata, kulit,
mulut, atau tubuh [Link] hanya dinyalakan bila diperlukan saja.
12. Bagi siswa yang ingin meminjam atau mengembalikan alat dan bahan praktikum harus
melapor pada laboran.
13. Kembalikan alat-alat ketempat semula dalam keadaan bersih.
14. Untuk praktikum yang menggunakan arus listrik pln, penggunaannya harus dengan
sepengetahuan/ petunjuk guru yang mengajar.
15. Setelah melakukan praktikum/menggunakan lab, kursi harus dirapikan kembali
BAB 7.
PERAWATAN LABORATORIUM
A. Cara Menyimpan Alat dan Bahan Laboratorium IPA
Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA memerlukan
perlakuan khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Perlakuan yang salah dalam
membawa, menggunakan dan menyimpan alat dan bahan di laboratorium IPA dapat
menyebabkan kerusakan alat dan bahan, terjadinya kecelakaan kerja serta dapat
menimbulkan penyakit. Cara memperlakukan alat dan bahan di laboratorium IPA secara
tepat dapat menentukan keberhasilan dan kelancaran kegiatan.
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat dan bahan di laboratorium:
1. Aman. Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah
dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman
juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya
berkurang.
2. Mudah dicari. Untuk memudahkan mencari letak masing–masing alat dan bahan, perlu diberi
tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau
laci).
3. Mudah diambil. Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti
lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.

Cara penyimpanan alat dan bahan dapat berdasarkan jenis alat, pokok bahasan,
golongan percobaan dan bahan pembuat alat:
1. Pengelompokan alat–alat fisika berdasarkan pokok bahasannya seperti: Gaya dan Usaha
(Mekanika), Panas, Bunyi, Gelombang, Optik, Magnet, Listrik, Ilmu, dan Alat reparasi.
2. Pengelompokan alat–alat biologi menurut golongan percobaannya, seperti: Anatomi,
Fisiologi, Ekologi dan Morfologi.
3. Pengelompokan alat–alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti: logam,
kaca, porselen, plastik dan karet.

Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal– hal di atas, ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan yaitu:
1. Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang
selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.
2. Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.
3. Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer, neraca lengan dan beaker glass.
4. Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi
tinggi bahu.
5. Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad.
6. Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah
menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik

B. Keselamatan Kerja di Laboratorium


Beraktivitas dengan selamat dan aman berarti menurunkan resiko kecelakaan. Alat dan
bahan yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA memerlukan perlakuan khusus
sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Perlakuan yang salah dalam membawa,
menggunakan dan menyimpan alat dan bahan di laboratorium IPA dapat menyebabkan
kerusakan alat dan bahan, terjadinya kecelakaan kerja serta dapat menimbulkan penyakit.
Cara memperlakukan alat dan bahan di laboratorium IPA secara tepat dapat menentukan
keberhasilan dan kelancaran kegiatan.
Kecelakaan di laboratorium dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman
mengenai bahan kimia, proses-proses dan perlengkapan atau peralatan yang tidak jelas serta
kurangnya bimbingan terhadap siswa yang sedang bekerja di laboratorium. Selain itu tidak
tersedianya perlengkapan keamanan dan pelindung untuk kegiatan, tidak mengikuti petunjuk atau
aturan yang seharusnya ditaati, tidak menggunakan perlengkapan pelindung atau menggunakan
peralatan/ bahan tidak sesuai dan tidak berhati-hati dalam kegiatan dapat pula menjadi sumber
kecelakaan.
Beberapa hal umum yang harus ditepati, yaitu:
1. Menggunakan alat pelindung, yaitu: jas praktikum dan kacamata pelindung
2. Jika zat mengenai tubuh, bersihkan dengan air yang banyaj dan jika zat tertumpah segera
dibersihkan.
3. Mengindari keracunan
4. Gunakan lemari asam jika bekerja dengan zat-zat atau reaksi yang menghasilkan uap beracun.

Pada laboratorium IPA yang terdapat di sekolah guru sebagai pengelola maupun
sebagai guru mata pelajaran IPA bertanggung jawab atas keselamatan kerja siswa di
laboratorium. Tanggung jawab tersebut diwujudkan dalam bentuk upaya-upaya preventif
untuk mencegah terjadinya kecelakaan di laboratorium. Upaya- upaya preventif tersebut
dapat antara lain dengan menyediakan:
1. Alat pemadam api
2. Alat untuk menghindarkan terjadinya kebocoran gas
3. Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakanan (P3K)

Selain peralatan tersebut pengelola laboratorium wajib melakukan tindakan preventif


yaitu dengan :
1. Membuat desain dan penataan ruangan yang memenuhi persyaratan
keamananan
2. Mengetahui lokasi dan perlengkapan darurat
3. Menggunakan perlengkapan keselamatan pada saat bekerja
4. Memahami sifat bahan dan memahami kemungkinan bahaya yang terjadi
5. Memberikan tanda peringatan pada bahan atau alat yang berbahaya
6. Membuat aturan agar setiap pengguna bekerja dengan prosedur yang benar
7. Membuang sisa kegiatan/praktikum di tempat yang telaah disediakan dan dengan prosedur
yang benar.
8. Menjaga kebersihan dan kerapihan laboratorium

Ada beberapa simbol sebagai tanda peringatan dan label harus terpasang pada botol
karena sangat penting untuk terjadinya kecelakaan.
Bila terjadi keadaan darurat maka tindakan yang harus segera dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Bila terkena bahan kimia maka yang harus dilakukan adalah:
a. Jangan panik.
b. Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.
c. Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung tersebut (cuci bagian yang
mengalami kontak langsung tersebut dengan air apabila memungkinkan).
d. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
e. Bawa ketempat yang cukup oksigen.
f. Hubungi paramedik secepatnya(dokter, rumah sakit).

2. Jika terjadi kebakaran maka yang harus dilakukan adalah:


a. Jangan panik.
b. Semprotkan gas pemadam api apabila api masih mungkin dipadamkan.
c. Beritahu teman anda.
d. Hindari mengirup asap secara langsung.
e. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (jangan dikunci).
f. Pada gedung tinggi gunakan tangga darurat.
g. Hubungi pemadam kebakaran.
BAB 8.
BENTUK KEGIATAN
DI LABORATORIUM
A. Jenis Kegiatan Yang Efektif Dilakukan
Dengan memperhatikan berbagai keterbatasan pengajaran IPA dengan metoda
laboratorium dan hasil yang diinginkan, van den Berg dan Giddings (1992) menyarankan
jenis kegiatan yang efektif dilakukan adalah:
1. Pelatihan, fokus dari kegiatan ini adalah mengembangkan keterampilan praktek dan teknik
siswa. Kebutuhan akan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan siswa dan melibatkan mereka
lebih dekat lagi dengan alat, bahan dan prosedur kerja di laboratorium. Jenis-jenis kegiatan
yang dilakukan diantaranya adalah pengamatan (observasi), pengukuran, pendugaan
(estimasi) dan manipulasi. Diharapkan melalui jenis kegiatan ini siswa mempunyai
pengetahuan dan keterampilan penting sebelum melakukan kegiatan lainnya di laboratorium.
2. Pengalaman, yang dimaksud dengan pengalaman adalah kegiatan laboratorium yang sifatnya
memberikan interaksi langsung yang nyata pada siswa melalui panca inderanya. Karena
pelajaran IPA salah satunya bertujuan untuk memberi arti tentang dunia fisik dimana kita
hidup, maka sudah sewajarnya siswa dapat merasakan dan mengalami petualangan belajar
IPA melalui kegiatan eksperimentasi. Kegiatan eksperimentasi pengalaman
bermaksud mengajarkan konsep IPA dengan kegiatan praktek/percobaan secara terintegrasi
dan juga bisa mengarah pada ilustrasi dimana guru dan siswa sudah sedikit tahu tentang
konsep IPA dan kesimpulan yang kemungkinan dituju.
3. Investigasi, setelah siswa menguasai berbagai keterampilan kerja di laboratorium dan
memahami serta mengenali beragam konsep IPA yang penting, maka mereka dapat
melakukan aktivitas laboratorium yang lebih tinggi tingkatannya, kegiatan ini dinamakan
investigasi. Kegiatan investigasi paling tidak terdapat dua jenis, pertama jawaban akhir tidak
diberikan tetapi terdapat bimbingan mengenai bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah
dan ada harapan hasil seperti apa yang diinginkan; kedua adalah investigasi yang bersifat
terbuka, aktivitas ini tidak harus selalu mendapat jawaban bahkan mungkin tidak terdapat
penyelesaian yang memuaskan sehingga siswa bertanggungjawab penuh terhadap seluruh
proses dari upaya penyelesaian masalah, koleksi data, membuat kesimpulan dan
kemungkinan penyelesaian.

B. Contoh-contoh Kegiatan di Laboratorium

1. Pengukuran Tinggi dan Massa


a. Topik : Mengukur tinggi dan massa orang
b. Tujuan : Agar mahasiswa mampu menggunakan alat-alat ukur panjang dan massa
dengan tepat

c. Alat/ Bahan
1) Materi dan berbagai bahan (meteran plastic, meteran kayu, meteran gulung)
2) Timbangan beban
3) Benda-benda yang akan diukur (orang)
d. Cara Kerja
1) Siapkan semua alat-alat yang akan digunakan
2) Suruh salah seorang temanmu berdiri lurus didinding kelas, ukur tingginya dengan
menggunakan masing-masing rol yangtelah disediakan catat hasilnya
3) Bandingkan hasil pengukuran dari setiap alat ukur
4) Ukur tinggi 3 orang anggota kelompok, kemudian hitung tinggi rata-rata
5) Ukurlah massa anggota kelompok dengan menggunakan timbangan badan sebanyak
3 orang catat hasilnya
6) Hitung massa rata-rata.
e. Hasil Pengamatan
f. Kesimpulan

2. Pengukuran Panjang Sisi Kubus Aluminium


a. Topik : Mengukur panjang sisi kubus aluminium
b. Tujuan : Agar mahasiswa mampu menggunakan jangka sorong dan mikrometer
c. Alat/Bahan
1) Jangka sorong
2) Mikro meter
3) Kubus aluminium
d. Cara Kerja
1) Jangka sorong
a) Amati jangka sorong dan perhatikan skala yang ada pada bagoan yang panjang
disebut skala utama dari skala pada bagian yang bergerak disebut skala nonius.
b) Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang jangka sorong
c) Catat angka yang ditunjukkan oleh skala utama (gunakan satuan mm)
d) Untuk melihat skala noniusnya, lihat garis pada skala utama yang betul-betul
berimpit dengan skala nonius
e) Hasil pengukuran seluruhnya adalah sakala utama + skala nonius
Contoh: Skala utama 22 mm, garis nonius yang berimpit dengan skala utama
pada garis ke 4 maka hasil pengukuran = …
2) Mikrometer
a) Amati micrometer dan perhatikan skala yang ada yaitu:
 Skala pada bagian batang disebut skala utama
 Skala pada selubung yang berputar disebut skala nonius
b) Letakkan benda yang akan di ukur diantara rahang micrometer
c) Catat angka yang ditunjukkan oleh skala utama (gunakan satuan mm)
d) Lihat angka yang terdapat pada skala yang berputar yang berimpit dengan garis
tengah pada bagian skala utama
Contoh: Angka skala utama = 22 mm
Garis skala nonius yang berimpit dengan skala utama 25, maka hasil
pengukuran 22 mm + 0,25 mm = 22,25 mm
e. Hasil Pengamatan
f. Kesimpulan

3. Pengukuran Massa dan Volume


a. Topik : Mengukur massa dan volume zat cair
b. Tujuan : Agar mahasiswa mamapu menggunakan neraca, gelas ukur untuk menetukan
massa jenis zat cair
c. Alat/bahan
1) Neraca (timbangan)
2) Gelas ukur
3) Zat cair yang akan diukur (air, minyak goreng, air laut, dll)
d. Cara Kerja
1) Timbangan gelas ukur yang kosong dengan neraca yang tersedia, catat hasilnya
(disebut A)
2) Masukkan zat cair yang telah disediakan kemudian gelas ukur, kemudian catat
volumenya (disebut V1)
3) Timbangan massa gelas ukur yang berisi zat cair (disebut X1)
4) Timbangan massa zat cair (M1 = X1 - A)
5) Hitung massa jenis zat cair (ρ) dengan rumus
m1
ρ1 =
V1

6) Lakukan kegiatan no 2 sampai no 4 dengan merubah volume zat cair menjadi V dan
massa zat cair menjadi m sehingga diperoleh
m2
ρ2 =
V2

7) Hitung rata-rata massa jenis


ρ1 + ρ2 + ρ3 + ⋯ ρn
ρ1 =
n

e. Hasil Pengamatan
f. Kesimpulan
4. Pengukuran Berat dan Volume Benda yang Bentuknya Tidak Teratur
a. Tujuan
1) Agar mahasiswa dapat mengukur berat benda
2) Agar mahasiswa dapat mengukur volume benda padat tak beraturan
3) Agar mahasiswa dapat menghitung tekanan ke atas zat cair terhadap benda yang
tercelup
b. Alat dan Bahan
1) Gelas ukur besar 1 buah
2) Gelas ukur kecil 1 buah
3) Neracapegas 1 buah
4) Benang
5) Air
6) Teko 1 buah
7) Batu kali ± 200 gram 1 buah
8) Batu kali ± 300 gram 1 buah
9) Batu kali ± 400 gram 1 buah
10) Nampan
c. Langkah Kegiatan
1) Benda tak beraturan yang dimasukkan ke dalam gelas ukur
a) Tuang air ke dalam gelas ukur kecil. Catat volume air dalam gelas ukur kecil
b) Pindahkan air dalam gelas ukur kecil ke dalam gelas ukur besar. Catat volume air
dalam gelas ukur besar. Sama atau berbedakah angka yang ditunjukkan oleh
volume air dalam gelas ukur kecil dengan volume air dalam gelas ukur besar?
Mengapa? Mana yang lebih teliti?
c) Masukkan benda padat yang tidak beraturan bentuknya ke dalam gelas ukur
besar. Berapa kenaikan permukaan air? Apakah menunjukkan kenaikan volume
air itu?
2) Benda tak beraturan yang tidak dapat dimasukkan dalam gelas ukur
a) Letakkan teko di atas nampan (teko dapat diganti dengan ember kecil yang diberi
pancuran)
b) Isi teko dengan air hingga penuh, biarkan air tidak menetes lagi
c)
Ikat batu kali yang paling kecil dengan benang dan gantungkan pada neraca
pegas. Berapa berat batu di udara?
d) Letakkan gelas ukur dibawah pancuran
e) Celupkan batu kedalam teko. Berapa berat batu di air? Berapa selisih berat batu
diudara dan di air?
f) Timbanglah air yang tumpah
g) Buat tabel dan tuliskan hasil percobaan pada tabel!
h) Ulangi kegiatan 1 sampai 5 dengan menggunakan batu kali ke 2 dan ke 3 secara
bergantian.
d. Hasil Pengamatan

Gaya Berat Gaya Berat


Batu di Selisih Berat Air
No Jenis Batu di Air
Udara antara A yang
Batu (B)
(A) dan B tumpah
1. Kecil
2. Sedang
3. Besar

e. Pertanyaan
1) Apakah hubungan antara pengurangan berat batu (selisih berat batu di udara dan
di air) dengan berat air yang tumpah?
2) Bagaimana hukum Archimedes?
f. Kesimpulan
5. Pengukuran Suhu Badan
a. Tujuan : Mengukur suhu badan
b. Alat dan Bahan : Termometer badan
c. Langkah Kegiatan
1) Kibas-kibaskan termometer badan agar permukaan raksa mencapai skala
terendah.
2) Jepitkan reservoir termometer badan pada jarak ketiak selama 3 menit.
3) Periksa permukaan raksa, catat suhu badan Anda.
4) Lakukan pengukuran suhu badan oleh semua anggota kelompok.

d. Hasil Pengamatan

No Nama Suhu Badan


1.
2.
3.
4.
5.
dsb
Rata-rata
e. Kesimpulan

6. Gaya
a. Pendahuluan
Banyak pekerjaan yang dilakukan dengan mendorong atau menarik. Bila Anda hendak
memindahkan sesuatu dari satu tempat lan, Anda menariknya atau mendorongnya.
Untuk

menimba air dari dalam sumur, Anda menarik tali timba. Kuda menarik kereta. Tarikan
atau dorongan disebut gaya. Di dalam kegiatan- kegiatan berikut ini Anda diajak
mengenal gaya itu secara “pengalaman langsung”, dengan melakukan berbagai tindakan
yang berhubungan dengan menarik dan mendorong, serta mengamati pengaruhnya
terhadap benda yang dikenai tarikan atau dorongan itu, yaitu benda yang dikenai gaya.
b. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan-kegiatan berikut, Anda diharapkan dapat:
1) Menunjukkan (memperlihatkan) dua pengaruh (akibat) gaya terhadap
benda
2) Menggolongkan gaya berdasarkan cara gaya itu bekerja
3) Memberikan dua atau lebih contoh bahwa gaya muncul berpasangan

c. Alat dan Bahan


1) Benda sembarang, misalnya balok kayu rasamala
2) Kelereng
3) Lilin mainan atau tanah liat lembek
4) Karet gelang
5) Balon karet
6) Magnet
7) Baut prondok
8) Mistar pastik
9) Kereta dinamika berpendorong

d. Langkah Kerja
1) Letakkan benda (balok) di atas meja. Doronglah balok itu sebentar, lalu lepaskan.
Pada waktu mendorong Anda mengadakan gaya pada benda itu. Amati dan perikan
(deskripsikan) pengaruh dorongan atau gaya pada balok itu.
2) Letakkan kelereng di atas meja. Doronglah kelereng itu sebentar dengan dorongan
kira- kira sama dengan dorongan untuk balok pada langkah 1 di atas. Amati dan
perikan (deskripsikan) pengaruh dorongan atau gaya pada kelereng itu.
3) Genggamlah segumpal lilin mainan, atau segumpal tanah liat yang lembek. Remaslah.
Pada waktu meremas Anda mengadakan gaya pada lilin atau tanah liat melalui jari-
jari. Amati dan perikan pengaruhnya pada lilin mainan atau tanah liat itu. Masih
adakah pengaruh itu setelah remasan dihentikan?
4) Tiuplah sebuah balon karet. Pencetlah balon itu, kemudian lepaskan. Amati dan
perikan pengaruh gaya pada balon waktu balon itu dipencet. Amati dan perikan
keadaan balon setelah pencetan ditiadakan.
5) Pegang salah satu ujung karet gelang. Tariklah ujungnya yang lain. Amati dan perikan
pengaruh gaya pada karet gelang. Masih adalah pengaruh itu setelah gaya ditiadakan
(tarikan ditiadakan)?

6) Dekati baut dengan ujung (kutub) magnet. Amati dan perikan yang terjadi. Adakah
gaya yang terlibat pada peristiwa ini? Jika ada, dari manakah Anda menyimpulkan
bahwa ada gaya terlibat?
7) Dekati kutub magnet dengan baut yang tersedia. Amati dan perikan yang terjadi.
Adakah gaya yang terlibat pada peristiwa ini? Jika ada, dari manakah Anda
menyimpulkan bahwa ada gaya terlibat.
8) Sobek-sobeklah secarik kertas menjadi potongan kecil. Gosok-gosoklah mistar plastic
dengan kain wol atau ke rumput yang kering beberapa saat lamanya. Dekatkanlah
bagian mistar yang sudah digosok-gosok itu ke potongan-potongan kecil kertas.
Amati dan perikan yang terjadi. Adakah gaya yang terlibat pada peristiwa ini? Jika
ada, dari manakah Anda menyipulkan bahwa ada gaya terlibat?
9) Ikatkan salah satu ujung karet gelang pada balok kayu. Peganglah ujung lain karet
gelang itu di atas meja. Tariklah balok kea rah mendatar sehingga karet merentang
agak panjang. Lepaskan balok. Amati dan perikan yang terjadi. Setelah balok
dilepaskan, adakah gaya bekerja pada balok itu? Jika ada, dari manakah Anda dapat
menyimpulkan bahwa ada gaya bekerja pada balok?
10) Masukkan dan kuncikan pendorong (plujer) karena dinamika. Letakkan peti kit di
atas meja. Letakkan kereta dinamika dekat peti dengan pendorongnya menyentuh
dinding dekat peti dengan pendorongnya menyentuh dinding peti. Lepaskan
pendorong. Amati dan perikan yang terjadi. Kesimpulan apa yang anda peroleh dari
pengamatan ini?
11) Ambil sebuah benda, misalnya balok kayu tadi. Sambil berdiri, lepaskan balok itu.
Amati dan perikan yang terjadi. Setelah balok dilepaskan, adakah gaya bekerja pada
balok itu. Dari manakah Anda menyimpulkan hal itu?
e. Hasil Pengamatan
f. Pertanyaan
1) Pengaruh apakah yang ditimbulkan oleh gaya kepada benda pada langkah 1 dan 2?
2) Pada langkah 1 dan 2 diminta agar Anda memberikan dorongan yang kira-kira sama
kuatnya pada balok dan [Link] demikian halnya, perbedaan apakah yang
dapat Anda amati pada pengaruh gaya kepada ke dua jenis benda itu?
g. Kesimpulan

7. Tekanan
a. Tujuan : Menemukan konsep tekanan
b. Alat dan Bahan
1) Paku (kecil, sedang, dan besar)
2) Plastisin
3) Beban
4) Jangka sorong
c. Cara Kerja
1) Kegiatan A
a) Ukur garis tengah paku dengan jangka sorong, kemudian hitung luas penam[ang
kayu.
b) Letakkan plastisin setebal 4 cm di atas meja
c) Paku kecil ditegakkan di atas plastisin (dengan cara dipegang)
d) Letakkan beban 1 ons di atas paku (jika beban kurang sesuai dapat diganti beban
lain yang sesuai)
e) Ukur kedalaman paku yang menancap di plastisin
f) Lakukan pula dengan paku-paku lainnya yang penampangnya lebih besar
g) Isikan hasil pengamatan yang diperoleh pada tabel berikut:

Hasil Pengamatan kegiatan A

Luas Penampang Paku Kedalaman Paku Menancap


No Beban Plastisin
1. Kecil Sedang Besar 0,5 kg ……………….. cm
2. 0,5 kg ……………….. cm
3. 0,5 kg ……………….. cm
Bila gaya tekan besarnya tetap, maka hubungan antara luas penampang dengan akibat
yang ditimbulkannya adalah …………
2) Kegiatan B
Lakukan pula langkah 1 sampai 5 seperti di kegiatan A, tulis hasil pengamatan pada
table berikut:
Hasil pengamatan kegiatan B

Luas Penampang Paku Kedalaman Paku Menancap


No Beban Plastisin
1. Sedang 400 gr ……………….. cm
2. Sedang 600 gr ……………….. cm
3. Sedang 800 gr ……………….. cm
Bila luas bidang tekan besarnya tetap, maka hubungan antara gaya dengan akibat yang
ditimbulkannya adalah .............................................
d. Pertanyaan : Bagaimana rumus tekanan?
e. Kesimpulan

8. Keuntungan Mekanik Tuas dan Bidang Miring


a. Keuntungan Mekanik Tuas
1) Pendahuluan
Untuk memudahkan manusia melakukan kerja, digunakan suatu alat yang disebut
pesawat sederhana. Ada beberapa jenis pesawat sederhana antara lain: tuas (ungkit),
katrol, bidang miring, dan roda berganda. Pada kegiatan ini Anda melakukan percobaan

Tuas merupakan salah satu contoh pesawat sederhana yangterbuat dari kayu atau besi
yang dapat dipergunakan untuk memindahkan suatu beban. Gaya yang diperlukan untuk
memindahkan benda dengan tuas lebih kecil daripada tidak menggunakan tuas. Jika
Anda akan melakukan usaha menggunakan tuas maka beban digantungkan pada salah
satu ujung tuas dan ujung yang lain diberi gaya atau kuasa. Ketika Anda menekan titik
kuasa pada tuas bearti telah melakukan usaha yang kemudian digunakan untuk
memindahkan beban. Sesuai dengan hokum kekelan energi usaha yang dilakukan untuk
mengangkat beban sama dengan usaha untuk menekan titik kuasa. Adapun besarnya
usaha tersebut adalah:
W = Gaya x Perpindahan
=Fxs
Besar gaya yang diperlukan pada saat mengangkat beban adalah sebagai berikut:
Beban x lengan beban = kuasa x lengan kuasa
B x lb = F x lk
B x lb lk F
Keterangan: =
B = Beban (Newton)
Lb = Lengan beban (m)
F = Kuasa (Newton)
Lk = Lengan kuasa (m)
Keuntungan mekanik pesawat sederhana merupakan perbandingan beban dengan kuasa
atau lengan kuasa dengan lengan beban. Keuntungan mekanik dapat dinyatakan sebagai
berikut:

2) Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini, Anda diharapkan dapat:
a) mengetahui pengaruh panjang lengan beban, lengan kuasa dengan kuasa;
b) Menentukan keuntungan mekanik pada luas.
3) Alat dan Bahan
a) Base Plate
b) Pemberat
c) Tiang panjang
d) Korektor sedang
e) Kerangka katrol tunggal
f) Sumbu dan tempat gantungan
g) Peti hitam
h) Kantong plastik kecil
i) Batu kira-kira sebesar bola pimpong
j) Paku ± 5 cm (1 kg).
4) Langkah Kerja
a) Rakit alat sesuai dengan bahan yang disediakan.
b) Tentukan massa batu (beban) sama dengan massa beberapa batang paku dengan cara
titik tumpu tepat berada di tengah-tengah batu dan kantong yang berisi paku sampai
keadaan setimbang.
c) Ukurlah jarak antara kuasa dengan penumpu (lb)
d) Ukurlah jarak antara kuasa dengan penumpu (lk)
e) Isilah kantong plastik pada kuasa dengan beberapa paku sehingga tercapai
keseimbangan antara beban dan kuasa. Catatlah pada tabel pengamatan beberapa
paku yang diperlukan.
f) Tentukan keuntungan mekaniknya,
B lk F lb KM
g) Ulangi= percobaan di atas sampai 5 kali dengan merubah panjang lengan beban
dengan lengan kuasa serta jumlah paku yang diperlukan. Tentukan keuntungan
mekanik.

5) Hasil Pengamatan

No Lb Beban Lb x Lk Kuasa Lk x KM
(cm) (N) Beban (N (cm) (N) Kuasa (N
tetap cm) cm)
1
2
3
Rata-Rata
6) Pertanyaan
a) Bagaimanakan hubungan antara lengan beban, lengan kuasa, dan kuasa?
b) Apabila Anda akan mengangkat beban yang terlalu besar dengan menggunakan tuas.
Berdasarkan percobaan di atas apa yang akan Anda lakukan supaya beban dapat
terangkat?
c) Apa yang Anda simpulkan dari data hasil percobaan keuntungan mekanik tuas?
b. Keuntungan Mekanik Bidang Miring
1) Pendahuluan
Bidang miring adalah salah satu pesawat sederhana yang dibuat untuk memperoleh gaya
yang lebih besar atau untuk melipatgandakan kemampuan. Misalkan kita akan
mengangkat beban sebesar 500 Newton ke atas truk, diperlukan tenaga 2 orang. Dengan
adanya bidang miring maka untuk mengangkat beban tersebut cukup dilakukan oleh satu
orang.
2) Rumus usaha Usaha = W x h
W = Beban (Newton)
H = Ketinggian bidang miring (m)

Usaha yang dilakukan dengan bidang sekarang:


Usaha =Fxl
F = Gaya dorong (Newton)
l = Panjang bidang miring (m)
Besar usaha saat mengangkat benda langsung sama dengan mengangkat benda
menggunakan pesawat sederhana. Jadi usaha yang dilakukan adalah W x h = F x l
Keuntungan mekanik bidang miring = l
l = Panjang mekanik miring (m)h
h = Ketinggian bidang miring (m)
3) Tujuan
Setelah melaksanakan kegiatan ini, Anda diharapkan dapat:
a) Merangkai pesawat sederhana bidang miring
b) Memperlihatkan cara kerja bidang miring sebagai salah satu pesawat sederhana.
c) Menghitung keuntungan mekanik bidang miring.
4) Alat dan Bahan
a) Peti hitam
b) Kotak
c) Roda gerobak
d) Karet gelang
e) Kubus rasamala
f) Kubus pinus
g) Kubus albasia
h) Katrol kayu
5) Langkah Kerja
a) Rangkailah alat
b) Ukur tinggi bidang miring h (cm)
c) Ukur panjang bidang miring l (cm)
d) Ukur panjang karet diangkat langsung setinggi h. Misalkan kita sebut saja panjang
karet ini ∆l1
e) Ukurlah panjang karet bila beban diangkat melalui bidang miring setinggi h.
Misalkan kita sebut saja panjang karet ini
∆l2
f) Tentukan keuntungan mekanik, yaitu
∆l1 KM
∆l2
g) Ulangi=percobaan di atas sampai 5 kali
dengan mengganti beban yang berbeda- beda
6) Hasil Pengamatan
No Beban Pertambahan Panjang Karet ∆l1
KM
∆l2 =
∆l1 ∆l2
1. Kotak + beban 1
2. Kotak + beban 2
3. Kotak + beban 3
4. Kotak + beban 4
5. Kotak + beban 5
Rata-rata

7) Pertanyaan
a) Bagaimanakah perbedaan berat benda bila diangkat langsung dibandingkan diangkat
melalui bidang miring?
b) Apa yang dapat Anda simpulkan dari percobaan bidang miring?
8) Kesimpulan

9. Bidang Miring
a. Tujuan
Agar mahasiswa dapat menghitung keuntungan mekanik bidang miring
b. Alat dan Bahan
1) Papan kayu 1 buah
2)Neraca pegas 1 buah
3)Troly 1 buah
4)Katrol tunggal 1 buah
5)Benang
6)Busur derajat
c. Langkah Kegiatan
1) Timbang berat troly
2) Hubungkan troly, benang, dan neraca pegas
3) Letakkan troly diatas papan miring
4) Atur sudut kemiringan 60o
5) Berapa gaya untuk menahan troly?
6) Buat tabel dan tuliskan hasil percobaan pada tabel!
7) Ulangi percobaan diatas dengan sudut kemiringan 50o, 40o, 30o
d. Hasil Pengamatan
e. Pertanyaan
1) Berapa keuntungan mekaniknya?
2) Bagaimana rumusan untuk mencari keuntungan mekanik?
3) Pada percobaan bidang miring faktor apa yang diubah-ubah nilainya oleh pelaku
percobaan (disebut variabel bebas)? Faktor apa yang merupakan akibat variabel
bebas (disebut variabel terikat)?
4) Apa hubungan antara variabel bebasa dan variabel terikat?
f. Kesimpulan

10. Pemuaian Zat Cair


a. Pendahuluan
Pada zat cair pemuaiannya lebih besar dibandingkan dengan pemuaian zat padat. Hal ini
dapat dijelaskan pada peristiwa pecahnya botol yang tertutup rapat penuh berisi madu.
Pada ruang yang cukup panas terjadi peristiwa pemuaian. Cairan madu lebih cepat
memuai daripada botolnya, sehingga mengakibatkan pecahnya botol madu tersebut.
Agar botol tersebut tidak cepat pecah biasanya pengisian madu tidak pas penuh.
b. Tujuan
Setelah melakukan percobaan, Anda dapat menunjukkan pemuaian zat cair.
c. Alat dan Bahan
1) Botol gepeng dengan tuturnya
2) Selang plastik
3) Thermometer
4) Lilin mainan
5) Suntikan
6) Mistar plastic
7) Bejana
8) Air panas
9) Minyak goreng
d. Langkah Kerja
1) Sambungkanlah botol gepeng yang tertutup dengan selang plastic kecil dan bening.
Selang plastic tersebut dibuat agar penjangnya kurang lebih 20 cm dari tutup botol
2) Tempelkan lilin pada sambungan botol gepeng dengan tutupnya dan tutup botol
gepeng dengan selang plastic.
3) Lalu isi botol tersebut dengan minyak goring dengan bantuan alat suntik. Tinggi
minyak goreng pada botol yang berselang plastik kira-kira 2 cm dari tutup botol
4) Kemudian isilah bejana dengan air panas
5) Masukkan botol yang berisi minyak goreng ke dalam bejana yang berisi air panas
6) Sesudah itu masukkan thermometer dekat botol
7) Kemudian catatlah hal-hal yang terjadi
8) Apa guna thermometer dalam percobaan itu?
9) Mengapa dipakai minyak goreng dalam percobaan itu?
10) Apa gunanya skala pada penggaris plastik yang dipakai?
11) Apa hubungan antara panas yang diperlukan dengan naiknya permukaan zat cair
(minyak goreng) pada selang plastic
12) Mengapa dipakai selang plastic yang diameternya kecil dalam percobaan?
11. Hukum Archimedes
a. Pendahuluan
Jika Anda sedang menimba air di sumur, tentu Anda akan merasakan beratnya air yang
terangkat ke atas. Tetapi sewaktu air yang ditimba tersebut masih berada di bawah
permukaan air akan terasa lebih ringan dibandingkan dengan keadaan di atas permukaan
air sumur. Hal ini dikarenakan adanya suatu gaya ke atas dalam zat cair. Gaya ke atas
yang dilakukan oleh zat cair besarnya sama dengan berat zat cair yang diisahkan oleh
suatu benda yang berada di dalamnya.
b. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini, Anda diharapkan dapat memahami adanya gaya
Archimedes yang dilakukan oleh suatu zat cair.
c. Alat dan Bahan
1) Timbangan sama lengan
2) Piring timbangan plastic
3) Benang kasur
4) Pasir
5) Air
6) Ember plastic kecil atau gelas
7) Batu yang menyerupai kubus
d. Langkah Kerja
1) Rakitlah sebuah timbangan sama lengan yang ada dalam kit.
2) Kemudian ikatlah potongan batu dengan benang dan gantungkan pada salah satu
ujung lengan timbangan yang lain gantungkan piring timbangan yang telah diisi
dengan pasir.
3) Seimbangkan kedudukan antara berat pasir dengan berat batu dan diamkan beberapa
saat.
4) Ambil ember (gelas) yang telah diisi dengan air dan letakkan tepat berada di bawah
batu.
5) Angkat ember kecil (gelas) secara perlahan=lahan sampai batu tersebut tenggelam
1/3 bagian. Amati apa yang terjadi pada lengan-lengan timbangan tersebut. Jika
lengan timbangan bergerak ke arah berat pasir, kurangi sedikit demi sedikit pasir
tersebut sampai keadaan setimbang kembali dan simpanlah pasir tersebut jangan
sampai tercampur dengan yang lain.
6) Lakukan kegiatan tersebut secara berulang- ulang dengan cara menyeimbangkan
lagi seperti kegiatan no 3.
7) Kemudian ulangi percobaan seperti langkah 5 dimana batu tersebut tenggelam ½
bagian, kemudian 2/3 bagian.
8) Bandingkan hasil pengamatan dengan cara melihat banyaknya pengurangan pasir
sewaktu batu tenggelam 1/3, ½ 2/3, dan 1 bagian.
9) Lihat setiap kegiatan untuk batu tenggelam
½ bagian, 2/3 bagian, dan 1 bagian harus memulai dari awal (kegiatan no 3).
10) Tuliskan hasil pengamatan, kemudian apa yang dapat Anda simpulkan dari
percobaan di atas!
e. Hasil Pengamatan
f. Pertanyaan
1) Mana yang lebih berat jika suatu benda berada dalam zat cair dibandingkan benda
yang sama berada di udara?
2) Bandingkan suatu benda berada dalam zat cair 2/3 bagian dengan jika benda
tersebut berada dalam zat cair ½ bagian. Mana yang lebih berat?
g. Kesimpulan

12. Kadar Oksigen di Udara


a. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menyebutkan presentase
oksigen di udara.
b. Alat dan Bahan
1) Gelas minu
2)Cawan
3)Lilin
4)Air
5)Korek api
c. Langkah Kegiatan
1) Tegakkan lilin di atas cawan
2) Tuangkan air di atas cawan hamper penuh dan apungkan potongan korek api di
tengah- tengah cawan
3) Tutuplah gelas di atas lilin hingga mencapai dasar cawan, apakah permukaan air
dalam gelas turun? Mengapa?
4) Ukur tinggi kolom udara didalam gelas, misalnya = A cm
5) Angkat gelas, nyalakan lilin, dan tutuplah kembali gelas pada lilin
6) Setelah lilin padam, bagaimana permukaan air dalam gelas? Mengapa?
7) Ukur tinggi kolom udara di dalam gelas = B cm
8) Lakukan sebanyak 8 kali
9) Buatlah tabel dan tuliskan hasil pengukuran pada table
10) HitungA−B x 100%
apa hasil presentasenya?
A
d. Hasil Pengamatan
e. Kesimpulan

13. Bunyi
a. Tujuan
1) Menentukan keras lunaknya bunyi
2) Menetukan tinggi rendahnya nada
b. Alat Bahan
1) Karet gelang
2) Mulut
3) Garpu tala
4) Tabung reaksi
5) Air
c. Cara Kerja Percobaan I
1) Putuskan 1 buah karet gelang
2) Regangkan kedua ujung karet gelang
3) Suruh salah seorang temanmu menarik bagian tengah karet yang dipegang tadi
kemudian dilepaskan
4) Amati bunyi yang terjadi
5) Lalukan kegiatan 2 sampai 4 dengan merubah simpangan, bandingkan bunyi yang
dihasilkan
d. Hasil Pengamatan
Makin besar simpangan karet, bunyi yang dihasilkan makin…

e. Cara kerja Percobaan II


1) Ucapkan bunyi huruf a dengan membuka mulut sedikit
2) Ucapkan bunyi huruf a dengan membuka mulut lebih besar sedikit dari semula,
kemudian membuka mulut makin lebar
3) Bandingkan bunyi yang dihasilkan dengan membuka mulut dengan cara berbeda
f. Hasil Pengamatan
Makin besar membuka mulut bunyi yang dihasilkan makin ….
g. Kesimpulan
Keras lunaknya bunyi ditentukan oleh ………
h. Cara kerja Percobaan III
1) Ambil beberapa buah garpu tala yang berbeda frekuensinya
2) Pukullah garpu tala tadi dipinggir meja
3) Bandingkan tinggi nada yang dihasilkan oleh masing-masing garpu tala
i. Hasil Pengamatan
Makin besar frekuensi garpu tala, nada yang dihasilkan ……
j. Cara kerja Percobaan IV
1) Beri label (nomor) kelima tabung reaksi yang telah disediakan
2) Tabung 1 diisi dengan air sampai penuh, tabung 2 diisi air ¾ bagian, tabung 3 diisi
½

bagian dan tabung 4 diisi ¼ bagian dan tabung 5 tidak diisi air
3) Tiup dengan lambat bagian mulut tabung masing-masing secara bergantian
4) Bandingkan tinggi nada yang dihasilkan
k. Hasil Pengamatan
1) Bunyi dihasilkan oleh ……
2) Makin tinggi kolam udara tabung, nada yang dihasilkan makin ……..
l. Kesimpulan
Tinggi rendahnya nada ditentukan oleh …….

14. Cahaya
a. Tujuan
1) Menentukan hokum Snellius pada cermin
2) Menentukan sifat-sifat bayangan pada cermin datar, cermin cekung, dan cermin
cembung.
3) Membuktikan bahwa cahaya mengalamu pembiasaan
4) Membuktikan bahwa cahaya putih dapat diuraikan menjadi warna pelangi
5) Menetukan sifat bayangan pada lensa cembung
b. Alat Bahan
1) Cermin datar
2) Rol
3) Jarum pentul
4) Busur derajat
5) Kertas
6) Pensil
7) Cermin cekung
8) cermin cembung
9) Lilin
10) Tabung pembiasan
11) Prisma
12) Lensa cembung
c. Cara kerja Percobaan I
1) Buat garis lurus diatas kertas
2) Tegakkan cermin datar persis diatas garis yang dibuat
3) Letakkan sebuah jarum pentul dengan membentuk sudut tertentu terhadap cermin
4) Letakkan jarum pentul yang lain persis membentuk garis lurus dengan bayangan
jarum pertama
5) Letakkan jarum pentul ketiga tegak lurus terhadap permukaan cermin, pada ujung
kedua jarum pentul tadi yang bersentuhan dengan cermin (garis normal)
6) Ukur sudut yang dibentuk jarum dengan garis normal (sudut datang)
7) Ukurlah sudut yang dibentuk jarum 2 dan garis normal (sudut pantul)
d. Hasil pengamatan
1) Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada ….
e. Cara kerja Percobaan II
1) Letakkan sebuah benda di depan cermin datar
2) Amati bayangan yang terjadi Sifat-sifat bayangan pada cermin datar adalah …..
3) Letakkan sebuah benda (lilin) di depan cermin cekung
4) Dengan menggunakan selembar kertas, cari bayangan yang paling tajam yang
dibentuk oleh cermin cekung tadi. Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin
cekung …..
5) Letakkan sebuah benda do depan cermin cembung
6) Dengan merubah-rubah jarak benda terhadap cermin cembung amati bayangan yang
terjadi.
f. Hasil Pengamatan
Sifat-sifat bayangan pada cermin cembung ……
g. Kesimpulan
15. Percobaan Muatan Listrik
a. Tujuan
1) Menunjukkan adanya muatan listrik pada suatu benda, akibat yang timbul dari suatu
muatan
2) Memperhatikan adanya gaya elektrostatika dua buah benda bermuatan
b. Alat dan Bahan
1) Bola pingpong 2 buah
2) Benang jahit secukupnya
3) Lembaraan wool dan nilon
4) Tas plastik
5) Isolasi
6) Sisir plastik
7) Potongan kertas kecil-kecil
c. Cara kerja
1) Gantunglah sebuah bola pingpong pada bagian pinggir meja dengan menggunakan
benang dan isolasi. Gosoklah tas plastik pada baju Anda beberapa kali, kemudian
dekatkan pada bola pingpong. Amati apa yang terjadi!
2) Gosokkan sisir pada rambut Anda beberapa kali, kemudian dekatkan pada potongan-
potongan kertas yang terletak di atas meja. Amati apa yang terjadi!
3) Apa yang terjadi apabila percobaan (2) dibiarkan dalam waktu yang cukup lama,
beri penjelasan
4) Ikatlah kedua bola pingpong dengan benang, kemudian gantungan ke bagian pinggir
meja (tempelkan dengan isolasi). Dekatkan dengan kedua bola tetapi jangan sempat
bersentuhan. Amati apa yang terjadi!
5) Lengkapilah tabel di bawah ini dengan hasil pengamatan Anda. Apakah hasilnya
“tolak menolak” atau “tarik menarik”
d. Hasil Pengamatan
Bola Pingpong Kiri digosok Bola Pingpong Kanan digosok dengan
dengan
Wool Pastik Nilon
Wool
Plastik
Nilon
e. Pertanyaan
1) Mengapa pada langkah (6) antara 2 bola tidak ada interaksi?
2) Antara bola pingpong pada langkah (6) memiliki muatan yang sejenis atau
berlawanan?
3) Jika terdapat 4 buah benda masing-masing A, B, C, dan D. bila diketahui A menarik
B, B menarik C, sedangkan C menarik D. Bila A bermuatan negative, tentukanlah
jenis muatan benda, B, C, dan D?
4) Apa yang dapat Anda simpulkan dari interaksi muatan sejenis maupun muatan yang
berlawanan?
f. Kesimpulan

16. Percobaan Arus dan Tegangan Listrik


a. Tujuan
1) Menjelaskan aliran arus dalam suatu rangkaian listrik
2) Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap suatu rangkaian
b. Alat dan Bahan
1) Baterai 1,5 volt 3 buah
2) Kabel penjepit secukupnya (merah dan hitam)
3) Bola lampu 2,5 volt – 3,6 volt/ 0,0007A 3 buah
4) AVO meter 1 buah
5) Dudukan baterai 3 buah
c. Cara kerja
Percobaan I: Arus Listrik
1) Susunlah 3 buah baterai secara seri, buatlah gambar rangkaiannya
2) Hubungkanlah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam pada kutub (-)
3) Salah satu kabel merah dan hitam yang telah terpasang bola lampu (dipilih salah
satu dari bola lampu 2,5 volt – 3, 6 volt). Jika lampu menyala menandakan adanya
arus dari kutub (+) ke kutub (-). Tetapi jika belum menyala periksalah sebabnya!
4) Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dapat menggunakan
amperemeter yang dipasang secara seri, catat besarnya! Tetapi jika tidak tersedia
AVO meter, nyala lampu sudah cukup membuktikan adanya arus yang mengalir
5) Susun rangkaian seperti gambar bahan

x A

6) Tentukan apakah jenis bahan yang digunakan termasuk konduktor, dengan cara
mengisi tabel berikut!
d. Hasil Pengamatan
Berilah tanda checklist pada tabel berikut!
No Bahan Lampu Konduktor
Menyala Tidak Ya Tidak
1 Kawat besi
2 Kawat tembaga
3 Sendok perak
4 Kayu
5 Karet penghapus
6 Grafit
7 Kertas
8 Tas plastic
9 Air keran
10 Air garam
e. Percobaan II Tegangan Listrik
f. Cara Kerja dan Hasil Pengamatan
1) Buatlah rangkaian seperti gambar. Tutuplah saklar S, amatilah!
2) Buatlah rangkaian seperti gambar. Setelah saklar ditutup, apakah lampu tidak
menyala, menyla redut, menyala lebih terang, menyala sangat terang? Mengapa?
3) Lanjutkan dengan rangkaian berikut. Setelah saklar ditutup, apakah lampu tidak
menyala, menyla redut, menyala lebih terang, menyala sangat terang? Mengapa?
4) Lakukan hal yang sama pada langkah a, b, dan c dengan menggunakan 3 buah batrai
yang dirangkai seri. Amati!
g. Kesimpulan

17. Percobaan Mengamati Gejala Medan Magnet


a. Tujuan
Untuk menjelaskan pengaruh arus listrik terhadap medan magnet
b. Alat dan Bahan
1) Kabel secukupnya
2) Baterai 1,5 volt – 3,6 volt/0,0007 A
3) Kompas
4) Kumparan tipis
c. Cara Kerja
1) Susunlah alat. Dalam keadaan saklar terbuka letakkan pengahntar di atas kompas
posisi sejajar
2) Alirkan arus listrik ke dalam pengahantar dengan menutup saklar S
a) Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa?
b) Kemana arah jarum kompas menyimpang? Jelaskan!
3) Buka saklar balik polaritas baterai kemudian alirkan arus listrik lagi melalui
penghantar dengan menutup saklar
a) Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa?
b) Kemana arah simpangannya?
4) Buat kesimpulan
5) Lakukan percobaan 1, 2, 3, tetapi dengan 4 baterai yang dirangkai seri
d. Pertanyaan
1) Apakah jika baterai dirangkai 4 buah, penyimpangan jarum lebih besar/kecil?.
Jelaskan!
2) Jika arus yang dialirkan pada rangkaian lebih besar, apakah induksi magnet lebih
besar? Jelaskan!
3) Jelaskan hubungan arus dengan medan!
4) Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas, bagaimana jarum
5) kompas? Jelaskan!
6) Jika kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarum kompas, bagaimana jarum
7) kompas? Jelaskan!
8) Jelaskan hubungan antara induksi magnet dengan jarak kompas ke penghantar?
e. Kesimpulan

18. Percobaan Bentuk Medan Magnet


a. Tujuan
Menunjukkan bentuk medan magnet sebuah magnet batang dengan serbuk besi
b. Alat dan Bahan
1) Karton putih
2) Magnet batang
3) Serbuk besi
c. Cara Kerja
1) Letakkan sebuah magnet batang di atas meja
2) Amatilah dan gambarkan pola-pola yang dibentuk serbuk besi
3) Pasanglah selembar karton putih di atas magnet tersebut
4) Taburkan serbuk besi secara meraa di atas karton, kemudian ketuklah karton secara
perlahan beberapa kali
5) Dari hasil pengamatan buatlah kesimpulan tentang medan magnet
d. Pertanyaan
1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan medan magnet?
2) Apakah sebuah magner selalu memiliki kutub utara dan selatan ? jelaskan!
3) Jelaskan 3 macam aturan untuk melukis garis medan magnet!
4) Gambarkan garis medan magnet dari pasangan magnet berikut!

19. Percobaan Cara Membuat Magnet


a. Tujuan
Dapat membuat magnet dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan induksi
b. Alat dan Bahan
1) Klip kertas
2) Baterai 1,5 volt 4 buah
3) Magnet batang
4) Kabelkecil berukuran 1 mm 5 buah
5) Paku besi 4
6) Isolasi
c. Cara Kerja
1) Membuat magnet melalui gesekan
a) Siapkan paku yang bukan magnet, dekatkan ujung paku pada klip kertas.
Amati!
b) Geseklah paku pada magnet batang dalam satu arah saja, berulang-ulang sampai
10 detik, dekatkan ujung paku pada klip kertas. Amati!
c) Lakukan hal yang sama pada no 2, tetapi dengan waktu yang lebih lama.
2) Membuat magnet melalui elektromagnet
a) Rangkai alat. Amati apakah paku menjadi magnet/tidak? Mengapa?
b) Tutuplah saklar lalu dekatkan ke paku lain ke paku yang dilit kumparan, apakah
paku menjadi magnet? Mengapa?
c) Lakukan hal yang sama pada a dan b dengan mengurangi jumlah lilitan. Amati
apakah paku makin besar atau makin kecil magnetnya?
d) Lakukanlah hal yang sama dengan menambah jumlah lilitan, amatilah!
3) Membuat magnet melalui induksi
a) Pegang sebuah magnet batang di salah satu kutubnya, sedangkan kutub yang
lain menjadi pusat bumi?
b) Dekatkan sebuah klip ke ujung salah satu kutub, amatilah!
c) Dekatkan lagi klip kedua tepat diujung klip pertama, amatilah!
d) Lakukan hal yang sama pada b dan c hingga klip mencapai 4 buah. Amatilah!
d. Hasil Pengamatan
e. Pertanyaan
1) Jelaskan cara membuat magnet?
2) Jelaskan faktor apakah yang mempengaruhi keadaan magnet?
3) Jelaskan hubungan kuat medan magnet dengan jumlah lilitan dan arus
listrik?
f. Kesimpulan

20. Induksi Elektromagnetik


a. Pendahuluan
Listrik yang umumnya digunakan oleh kita setiap hari didistribusikan oleh PLN.
Pembangkit arus listrik PLN adalah generator yang turbinnya digerakkan oleh air terjun,
mesin diesel, mesin uap dan sebagainya. Dengan kata lain bahwa pembangkit listrik ini
diperoleh dengan cara mengubah energu mekanik menjadi listrik. Dalam percobaan ini
Anda akan mengamati prinsip=prinsip pembangkit energi listrik secara induksi
elektromagnetik.
b. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini Anda diharapkan dapat:
1) Menjelaskan terjadinya arus induksi melalui pengamatan
2) Menjelaskan gejala induksi elektromagnetik dari hasil pengamatan
3) Menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya arus
induksi di dalam kumparan dari hasil pengamatan
4) Menunjuk faktor-faktor yang menetukan arah arus industri di dalam kumparan dari
hasil pengamatan
c. Alat/Bahan
1) Kabel listrik ±2 cm
2) Batu batrai 1 buah
3) Pipa karton 3 cm, panjang 5 cm 1 buah
4) Kompas 1 buah
5) Magnet 1 buah
d. Langkah Kerja dan Hasil Pengamatan
1) Hubungkan kabel listrik dengan batu baterei lalu letakkan kabel listrik tersebut di
atas kompas.
2) Sekarang lepaskan baterainya. Bagaimana jarum kompas itu? Apakah kembali ke
keadaan semula?
3) Lilitkan kawat pada karton sebanyak 50 lilitan. Hubungkan ujung-ujng kawat dan
letakkan di atas kompas.
4) Perhatikan jarum kompas yang diletakkan sejajar dengan kawat di atasnya.
Bergerakkah/berputarkah jarum kompas itu? Apabila jarum kompas tidak bergerak,
bearti di dalam kawat arus listrik tidak ada.
5) Gerakkan magnet untuk bergerak memasuki kumparan kawat. Amati jarum kompas
ketika magnet bergerak memasuki kumparan. Bergerakkah/berputarkah jarum
kompas itu?
6) Jika iya, ini berarti di dalam kawat mengalir aris listrik.
7) Sekarang gerakkan magnet dengan gerak masuk dan keluar dari kumparan. Amati
jarum kompas. Bagaimana arah putaran jarum kompas. Bagaimanakah arah putaran
jarum kompas ketika magnet masuk ke dalam kumparan dan ketika magnet keluar
dari kumparan? Hal ini berarti ……..
8) Diamkan magnet di dalam kumparan. Apa yang terjadi degan kompas?
Menunjukkan hal apakah itu?
9) Gerakkan magnet memasuki kumparan secara perlahan-lahan. Amati besar pusaran
jarum kompas. Gerakkan magnet memasuki kumparan secara cepat. Amati besar
putaran jarum kompas! Mana yang lebih besar putarannya? Gerak magnet yang
cepat ataukah yang perlahan-lahan? Hal ini berarti
…..

10) Buatlah lilitan kawat menjadi 10 lilitan. Gerakkan secara cepat memasuki
kumparan. Amati besar simpangan jarum kompas!
11) Bandingkan hasilnya dengan ketika lilitannya 50 lilitan dan gerak magnet memasuki
kumparan yang sama cepat. Manakah yang lebih besar putaran jarum kompas yang
50 lilitan ataukah yang 10 lilitan? Bagaimanakah kesimpulan Anda? (Yang lebih
besar putaran jarum kompas yang lilitan 50 lilitan. Hal ini bearti bahwa besarnya
arus induksi yang timbul dipengaruhi oleh banyaknya lilitan kumparan

Anda mungkin juga menyukai