Tata Tertib Laboratorium IPA SD
Tata Tertib Laboratorium IPA SD
SEKOLAH DASAR
SDN DURENSERIBU 1
JL. DURENSERIBU RT 03/01 KEC. BOJONGSARI
Kata Pengantar ................................................................... v
Daftar Isi ............................................................................. vii
Bab 1. Hakikat Laboratorium IPA ...................................... 1
A. Pengertian Laboratorium ............................................ 3
B. Macam-Macam Laboratorium .................................... 6
C. Manfaat Laboratorium ................................................ 6
D. Kelebihan dan Kekurangan Laboratorium ................... 8
E. Tujuan laboratorium ................................................... 8
Bab 2. Analisis Laboratorium .......................................... 11
A. Analisis Laboratorium ................................................. 13
B. Instruksi Laboratorium ................................................ 14
Bab 3. Laporan Laboratorium ........................................... 15
A. Laporan Laboratorium ................................................ 17
B. Teknik Laboratorium ................................................... 17
Bab 4. Tahap Pratikum ...................................................... 19
A. Persiapan .................................................................... 21
B. Pelaksanaan ................................................................ 21
C. Tindak Lanjut ............................................................... 21
Bab 5. Kriteria Laboratorium ............................................ 23
A. Perlengkapan .............................................................. 25
B. Tata Letak atau Lay Out .............................................. 26
C. Pengelolaan Laboratorium .......................................... 26
Bab 6. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium ................. 29
A. Tata Tertib Penggunaan Lab. IPA untuk Umum .......... 31
B. Tata Tertib Penggunaan Lab. IPA untuk Guru ............. 32
C. Tata Tertib Penggunaan Lab. IPA untuk Siswa ............ 33
BAB 1.
HAKIKAT LABORATORIUM IPA
A. Pengertian Laboratorium
Menurut Jafarmadina 2012, laboratorium yaitu tempat riset ilmiah eksperimen.
Pengukuran atau pelatihan ilmiah yang dilakukan laboratorium biasanya dibuat untuk
memungkinkan dilakukannya kegiatan- kegiatan tersebut secara terkendali. Pengertian
laboratorium sebagai sumber belajar. Pengertian laboratorium sebagai sumber belajar suatu
tempat dimana dilakukannya kegiatan kerja untuk menghasilkan kamar, ruangan terbuka.
Misal kebun dan lain-lain.
Jika ditilik dari pengertian tersebut hakikat laboratorium adalah tempat untuk
melakukan kegiatan praktikum. Penelitian pelayanan masyarakat dan menunjang kegiatan
belajar mengajar. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya. Misal
laboratorium fisika. Laboratorium kimia, laboratorium komponen dan lain-lainnya.
Pengertian laboratorium sebagai sumber belajar. Pengertian laboratorium sebagai
sumber belajar suatu tempat dimana dilakukannya kegiatan kerja untuk menghasilkan
kamar, ruangan terbuka. Misal kebun dan lain-lain.
Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui media praktikum yang dapat
menghasilkan pengalaman belajar dimana siswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan
untuk mengobservasi gejala- gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari.
Jika ditilik dari pengertian tersebut hakikat laboratorium adalah tempat untuk
melakukan kegiatan praktikum. Penelitian pelayanan masyarakat dan menunjang kegiatan
belajar mengajar. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya. Misal
laboratorium fisika. Laboratorium kimia, laboratorium komponen dan lain-lainnya.
Laboratorium perlu dilestarikan di sekolah. Karena berperan penting mendorong
efektivitas serta optimalisasi proses belajar melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang
meliputi fungsi layanan. Fungsi pengadaan / pengembangan media pembelajaran.
Tujuan laboratorium sebagai salah satu sumber belajar harus menjadi perhatian utama
pengelola laboratorium. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan suatu manajemen
pelayanan yang berfokus pada pembelajaran sebagai pelanggan. Pelayanan harus
memperhatikan dan menerapkan kaidah manajemen kualitas pelayanan.
Ada 4 alasan yang menguatkan peran laboratorium dalam pembelajaran di sekolah
antara lain (Rustaman, 1995):
a. Praktikum membangkitkan motivasi belajar sains. Dalam belajar, siswa dipengaruhi oleh
motivasi. Siswa yang termotivasi untuk belajar akan bersungguh-sungguh dalam mempelajari
sesuatu. Melalui kegiatan laboratorium, siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan
rasa ingin tahu dan ingin bisa. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum di mana siswa
menemukan pengetahuan melalui eksplorasi.
b. Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen. Kegiatan
eksperimen merupakan aktivitas yang banyak dilakukan oleh ilmuwan. Untuk melakukan
eksperimen diperlukan beberapa keterampilan dasar seperti mengamati, mengestimasi,
mengukur, membandingkan, memanipulasi peralatan laboratorium, dan ketrampilan sains
lainnya. Dengan adanya kegiatan praktikum di laboratorium akan melatih siswa untuk
mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam
mengobservasi dengan cermat, mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau
lebih canggih, menggunakan dan menangani alat secara aman, merancang, melakukan
dan menginterpretasikan eksperimen.
c. Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Para ahli meyakini bahwa cara yang
terbaik untuk belajar pendekatan ilmiah adalah dengan menjadikan siswa sebagai ilmuwan.
Pembelajaran sains sebaiknya dilaksanakan melalui pendekatan inkuiri ilmiah (scientific
inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta
mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu
menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan
pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
d. Praktikum menunjang materi pelajaran. Praktikum memberikan kesempatan bagi siswa untuk
menemukan teori, dan membuktikan teori. Selain itu praktikum dalam pembelajaran sains
dapat membentuk ilustrasi bagi konsep dan prinsip sains. Dari kegiatan tersebut dapat
disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
B. Macam-Macam Laboratorium
Terdapat beberapa macam laboratorium, diantaranya sebagai berikut:
1. Laboratorium Pendidikan
Laboratorium yang digunakan untuk pendidikan terutama SD, SMP dan SMA.
2. Laboratorium Riset
Laboratorium yang digunakan oleh para ahli praktisi, keilmuan dalam upaya
menemukan sesuatu untuk meneliti suatu hal dibidangnya.
C. Manfaat Laboratorium
Manfaat laboratorium yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar sebagai metode
pengamatan dan metode percobaan. Sebagai prasarana pendidikan atau sebagai wadah dalam
proses belajar mengajar. Menurut Sukarso, secara garis besar laboratorium dalam proses
pendidikan adalah sebagai berikut:Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan
keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan mengkaji gejala-gejala
lain.
1. Mengembangkan keterampilan motorik siswa, siswa akan bertambah
keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk
mencari dan menemukan kebenaran.
2. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang ilmuan.
3. Memberi rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.
4. Memberi rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.
Kelemahan laboratorium
a. Guru harus benar-benar mampu menguasai materi dan keterampilan.
b. Tidak semua mata pelajaran dipraktekkan dan tidak semua diajarkan dengan metode
praktek
c. alat dan bahan-bahan mahal harganya, dapat menghambat untuk melakukan praktek.
E. Tujuan laboratorium
Laboratorium perlu dilestarikan serta di sekolah. Karena berperan penting mendorong
efektivitas serta optimalisasi proses belajar melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang
meliputi fungsi layanan. Fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran.
Tujuan laboratorium sebagai salah satu sumber belajar harus menjadi perhatian utama
pengelola [Link] mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan suatu manajemen
pelayanan yang berfokus pada pembelajaran sebagai pelanggan. Pelayanan harus
memperhatikan dan menerapkan kaidah manajemen kualitas pelayanan.
BAB 2.
ANALISIS LABOR
A. Analisis Laboratorium
Laboratorium merupakan tempat riset ilmiah yang mana untuk penelitian atau
perrcobaan. laboratorium dalam dunia pendidikan sangat diperlukan karena merupakan
tempat menimba ilmu pengetahuan dengan cara nyata kebenarannya yakni dengan melalui
percobaan atau eksperimen. Dalam analisis laboratorium sebagai sumber belajar ini banyak
sekali dampak posifit atau kelebihan diantaranya:
1. Siswa dapat menyakini akan kebenaran karena melihat langsung ,mendengar,melihat, meraba
dan mencium yang sedang dipelajari atau dianalisis siswa tersebut.
2. Siswa cenderung tertarik pada objek nyata di dalam sekitarnya.
3. Membangkitkan rasa ingin tahu, dan memperkaya pengalaman dan ketermpilan kerja dan
pengembagan ilmiah.
B. Instruksi Laboratorium
Laboratorium sebagai tempat latihan dan bekerja, menuntut kesungguhan yang
tinggi. Persiapkan diri untuk percobaan yang akan dilakukan, dengan memahami petunjuk
praktikum sebelum datang di laboratorium.
BAB 3.
LAPORAN LABORATORIUM
A. Laporan Laboratorium
1. Semua data yang diperoleh di laboratorium, tuliskan dalam buku catatan pratikum, segera
setelah membuat pengamatan. jika terjadi kekeliruan, jangan dihapus, tetapi coretlah dengan
garis tunggal. pada setiap percobaan, tulislah nama, tanggal dan judul percobaan.
2. Masukkan data dan pengamatan serapih mungkin. Gunakan bentuk tabel jika
memungkinkan. Tabel data yang diperlukan, sebaiknya dipersiapkan dari rumah jika hal
tersebut memungkinkan.
3. Tuliskan dan resapkan cara membuat perhitungan, yang penting adalah contoh cara membuat
perhitungan, bukan perhitungannya itu sendiri. Nyatakan satuan-satuan yang digunakan pada
setiap pengamatan atau pengurangan.
4. jawablah sejumlah pertanyaan yang timbul, dan jadikan jawaban anda sebagai bagian dari
laporan laboratorium. Jawaban pertanyaan sebaiknya ringkas tetapi padat.
5. Jawaban atas pertanyaan yang timbul pada bagian pendahuluan serta prosedur, jangan anda
tuliskan pada laporan.
B. Teknik Laboratorium
1. Mengencerkan asam pekat. Tuangkan asam pekat kedalam air sambil diaduk-aduk. Anda
dapat merugikan orang lain atau setidak-tidaknya diri anda sendiri, jika anda menuangkan air
ke dalam asam pekat.
2. Memanaskan tabung reaksi. Hadapkan mulut tabung ke tempat yang aman. Anda tak suka
kena percikan benda panas dan juga berbahaya? Orang lainpun tidak
3. Percobaan yang menimbulkan gas yang (sangat) berbahaya bagi kesehatan, supaya di
lakukan dalam lemari asam atau di luar laboratorium.
4. Jika akan memasukkan termometer atau pipa gelas ke lubang gabus atau karet, basahi alat
tersebut dengan air, pegang dekat bagian yang akan dimasukkan, menggunakan kain basah.
Masukkan alat gelas tersebut dengan gerak ulir.
5. Buret bocor. Sangat sering terjadi, buret yang akan anda gunakan ternyata bocor. Jangan
muda putus asa, sebab perkaranya sangat sederhana. Tuangkan cairan dalam buret ke wadah
lain. Bukalah kran buret, kemudian lap dengan kertas saring seluruh bagian kran.
BAB 4.
TAHAP PRATIKUM
Dalam melakukan praktikum, praktikan tidak langsung praktik apa yang akan
rencanakan namun harus melalui tahapan-tahapan dalam melakukan praktikum yaitu:
A. Persiapan
Pada tahapan ini praktikan harus mempersiapkan segala yang diperlukan dalam
praktikum, antara lain:
1. Menentukan tujuan praktikum.
2. Menentukan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum.
3. Memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja selama praktikum.
4. Mempersiapkan langkah kerja agar tidak bingung apa yang harus dilakukan nantinya saat
praktikum berlangsung.
B. Pelaksanaan
Pada tahapan ini praktikan melakukan praktikum sesuai dengan prosedur langkah
kerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan diamati oleh guru.
C. Tindak Lanjut
Tahapan ini dilakukan setelah praktikum, pada tahapan tindak lanjut ini yang harus
dilakukan oleh praktikan yaitu:
1.
Mendiskusikan masalah yang muncul saat praktikum untuk di pecahkan sehingga praktikan
mengerti sebab, akibat dan cara pemecahan masalah tersebut.
2. Mengumpulkan laporan praktikum yang dilengkapi dengan data-data pengamatan.
3. Membersihkan dan menyimpan peralatan sehingga dapat digunakan untuk praktikum
selanjutnya.
BAB 5.
KRITERIA LABORATORIUM
Dalam prakteknya, laboratorium dikatakan ideal apabila terdapat beberapa kriteria, antara lain:
A. Perlengkapan
1. Perabot (meja, kursi, almari, dan rak)
2. Alat-alat peraga, yang terdiri dari :
a. Instrumen (alat-alat pengukur listrik, pengarah arus, dsb).
b. Alat-alat dari kaca (gelas ukur, gelas kimia, erlenmeyer, tabung reaksi, dll).
c. Carta/gambar (gambar batang penampang batang, daun, dll).
d. Model (model atom, model mesin uap).
e. Contoh-contoh tumbuhan dan hewan
f. Bahan kimia
g. Film (termasuk slide, film strip dan film biasa).
3. Perkakas (obeng, tang, pisau, catut, gergaji, kikir, gunting, pemotong kaca, pelubang gabus,
dll).
4. Alat-alat untuk membersihkan (sapu, lap, tempat sampah, dll)
5. Kumpulan buku (katalog, petunjuk praktikum, kumpulan LKS, dll)
6. Ruangan-ruangan yang merupakan bagian dari laboratorium antara lain:
a. Ruang Persiapan
b. Ruang penyimpanan (gudang)
c. Ruang gelap
d. Ruang timbang
e. Kebun Sekolah atau Rumah Kaca
C. Pengelolaan Laboratorium
1. Memelihara kelancaran penggunaan laboratorium:
a. Harus ada jadwal yang jelas tentang penggunaan laboratorium
b. Harusada tata tertib laboratorium, dan dilaksanakan dengan tertib
c. Harus selalu dalam keadaan siap pakai
2. Menyediakan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam laboratorium
3. Keselamatan Laboratorium, beberapa komponen yang erat hubungannya dengan keselamatan
laboratorium:
a. Adanya air yang cukup
b. Gas
c. Listrik
d. Kotak PPPK
e. Sebaiknya pada dinding laboratorium atau pada dinding kotak PPPK tertera nomor
telepon penting.
f. Alat pemadam kebakaran baik, busa, gas CO2 atau jenis lain
g. Disediakan kotak berisi pasir kering dengan skopnya
h. Disediakan selimut anti api
BAB 6.
TATA TERTIB PENGGUNAAN
LABORATORIUM
A. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium IPA untuk Umum
1. Guru harus melapor kepada laboran minimal 1 hari sebelum menggunakan lab.
2. Siswa sudah hadir 5 menit sebelum praktikum dilakukan.
3. Siswa tidak diperkenankan mencoret-coret meja dan tembok yang ada di ruang lab.
4. Siswa tidak diperkenankan mengambil alat dan bahan praktikum tanpa sepengetahuan guru
yang mengajar atau laboran.
5. Siswa dan guru harus menggunakan alat-alat yang ada di lab dengan sebaik-baiknya.
6. Siswa yang masuk lab ada di bawah pengawasan guru yang mengajar di lab.
7. Siswa dilarang membawa makanan atau minuman ke ruang lab demi menjaga kebersihan lab.
8. Siswa harus menjaga sikap dan perilaku selama berada di lab.
9. Bagi siswa maupun guru yang ingin meminjam atau mengembalikan alat dan bahan
praktikum harus melapor pada laboran.
10. Siswa dan guru harus menjaga keselamatan kerja dan keselamatan alat laboratorium.
11. Siswa dan guru harus menjaga keselamatan kerja dan keselamatan alat laboratorium.
12. Setelah melakukan praktikum/menggunakan lab, kursi harus dirapikan kembali.
Cara penyimpanan alat dan bahan dapat berdasarkan jenis alat, pokok bahasan,
golongan percobaan dan bahan pembuat alat:
1. Pengelompokan alat–alat fisika berdasarkan pokok bahasannya seperti: Gaya dan Usaha
(Mekanika), Panas, Bunyi, Gelombang, Optik, Magnet, Listrik, Ilmu, dan Alat reparasi.
2. Pengelompokan alat–alat biologi menurut golongan percobaannya, seperti: Anatomi,
Fisiologi, Ekologi dan Morfologi.
3. Pengelompokan alat–alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti: logam,
kaca, porselen, plastik dan karet.
Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal– hal di atas, ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan yaitu:
1. Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang
selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.
2. Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.
3. Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer, neraca lengan dan beaker glass.
4. Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi
tinggi bahu.
5. Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad.
6. Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah
menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik
Pada laboratorium IPA yang terdapat di sekolah guru sebagai pengelola maupun
sebagai guru mata pelajaran IPA bertanggung jawab atas keselamatan kerja siswa di
laboratorium. Tanggung jawab tersebut diwujudkan dalam bentuk upaya-upaya preventif
untuk mencegah terjadinya kecelakaan di laboratorium. Upaya- upaya preventif tersebut
dapat antara lain dengan menyediakan:
1. Alat pemadam api
2. Alat untuk menghindarkan terjadinya kebocoran gas
3. Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakanan (P3K)
Ada beberapa simbol sebagai tanda peringatan dan label harus terpasang pada botol
karena sangat penting untuk terjadinya kecelakaan.
Bila terjadi keadaan darurat maka tindakan yang harus segera dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Bila terkena bahan kimia maka yang harus dilakukan adalah:
a. Jangan panik.
b. Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.
c. Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung tersebut (cuci bagian yang
mengalami kontak langsung tersebut dengan air apabila memungkinkan).
d. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
e. Bawa ketempat yang cukup oksigen.
f. Hubungi paramedik secepatnya(dokter, rumah sakit).
c. Alat/ Bahan
1) Materi dan berbagai bahan (meteran plastic, meteran kayu, meteran gulung)
2) Timbangan beban
3) Benda-benda yang akan diukur (orang)
d. Cara Kerja
1) Siapkan semua alat-alat yang akan digunakan
2) Suruh salah seorang temanmu berdiri lurus didinding kelas, ukur tingginya dengan
menggunakan masing-masing rol yangtelah disediakan catat hasilnya
3) Bandingkan hasil pengukuran dari setiap alat ukur
4) Ukur tinggi 3 orang anggota kelompok, kemudian hitung tinggi rata-rata
5) Ukurlah massa anggota kelompok dengan menggunakan timbangan badan sebanyak
3 orang catat hasilnya
6) Hitung massa rata-rata.
e. Hasil Pengamatan
f. Kesimpulan
6) Lakukan kegiatan no 2 sampai no 4 dengan merubah volume zat cair menjadi V dan
massa zat cair menjadi m sehingga diperoleh
m2
ρ2 =
V2
e. Hasil Pengamatan
f. Kesimpulan
4. Pengukuran Berat dan Volume Benda yang Bentuknya Tidak Teratur
a. Tujuan
1) Agar mahasiswa dapat mengukur berat benda
2) Agar mahasiswa dapat mengukur volume benda padat tak beraturan
3) Agar mahasiswa dapat menghitung tekanan ke atas zat cair terhadap benda yang
tercelup
b. Alat dan Bahan
1) Gelas ukur besar 1 buah
2) Gelas ukur kecil 1 buah
3) Neracapegas 1 buah
4) Benang
5) Air
6) Teko 1 buah
7) Batu kali ± 200 gram 1 buah
8) Batu kali ± 300 gram 1 buah
9) Batu kali ± 400 gram 1 buah
10) Nampan
c. Langkah Kegiatan
1) Benda tak beraturan yang dimasukkan ke dalam gelas ukur
a) Tuang air ke dalam gelas ukur kecil. Catat volume air dalam gelas ukur kecil
b) Pindahkan air dalam gelas ukur kecil ke dalam gelas ukur besar. Catat volume air
dalam gelas ukur besar. Sama atau berbedakah angka yang ditunjukkan oleh
volume air dalam gelas ukur kecil dengan volume air dalam gelas ukur besar?
Mengapa? Mana yang lebih teliti?
c) Masukkan benda padat yang tidak beraturan bentuknya ke dalam gelas ukur
besar. Berapa kenaikan permukaan air? Apakah menunjukkan kenaikan volume
air itu?
2) Benda tak beraturan yang tidak dapat dimasukkan dalam gelas ukur
a) Letakkan teko di atas nampan (teko dapat diganti dengan ember kecil yang diberi
pancuran)
b) Isi teko dengan air hingga penuh, biarkan air tidak menetes lagi
c)
Ikat batu kali yang paling kecil dengan benang dan gantungkan pada neraca
pegas. Berapa berat batu di udara?
d) Letakkan gelas ukur dibawah pancuran
e) Celupkan batu kedalam teko. Berapa berat batu di air? Berapa selisih berat batu
diudara dan di air?
f) Timbanglah air yang tumpah
g) Buat tabel dan tuliskan hasil percobaan pada tabel!
h) Ulangi kegiatan 1 sampai 5 dengan menggunakan batu kali ke 2 dan ke 3 secara
bergantian.
d. Hasil Pengamatan
e. Pertanyaan
1) Apakah hubungan antara pengurangan berat batu (selisih berat batu di udara dan
di air) dengan berat air yang tumpah?
2) Bagaimana hukum Archimedes?
f. Kesimpulan
5. Pengukuran Suhu Badan
a. Tujuan : Mengukur suhu badan
b. Alat dan Bahan : Termometer badan
c. Langkah Kegiatan
1) Kibas-kibaskan termometer badan agar permukaan raksa mencapai skala
terendah.
2) Jepitkan reservoir termometer badan pada jarak ketiak selama 3 menit.
3) Periksa permukaan raksa, catat suhu badan Anda.
4) Lakukan pengukuran suhu badan oleh semua anggota kelompok.
d. Hasil Pengamatan
6. Gaya
a. Pendahuluan
Banyak pekerjaan yang dilakukan dengan mendorong atau menarik. Bila Anda hendak
memindahkan sesuatu dari satu tempat lan, Anda menariknya atau mendorongnya.
Untuk
menimba air dari dalam sumur, Anda menarik tali timba. Kuda menarik kereta. Tarikan
atau dorongan disebut gaya. Di dalam kegiatan- kegiatan berikut ini Anda diajak
mengenal gaya itu secara “pengalaman langsung”, dengan melakukan berbagai tindakan
yang berhubungan dengan menarik dan mendorong, serta mengamati pengaruhnya
terhadap benda yang dikenai tarikan atau dorongan itu, yaitu benda yang dikenai gaya.
b. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan-kegiatan berikut, Anda diharapkan dapat:
1) Menunjukkan (memperlihatkan) dua pengaruh (akibat) gaya terhadap
benda
2) Menggolongkan gaya berdasarkan cara gaya itu bekerja
3) Memberikan dua atau lebih contoh bahwa gaya muncul berpasangan
d. Langkah Kerja
1) Letakkan benda (balok) di atas meja. Doronglah balok itu sebentar, lalu lepaskan.
Pada waktu mendorong Anda mengadakan gaya pada benda itu. Amati dan perikan
(deskripsikan) pengaruh dorongan atau gaya pada balok itu.
2) Letakkan kelereng di atas meja. Doronglah kelereng itu sebentar dengan dorongan
kira- kira sama dengan dorongan untuk balok pada langkah 1 di atas. Amati dan
perikan (deskripsikan) pengaruh dorongan atau gaya pada kelereng itu.
3) Genggamlah segumpal lilin mainan, atau segumpal tanah liat yang lembek. Remaslah.
Pada waktu meremas Anda mengadakan gaya pada lilin atau tanah liat melalui jari-
jari. Amati dan perikan pengaruhnya pada lilin mainan atau tanah liat itu. Masih
adakah pengaruh itu setelah remasan dihentikan?
4) Tiuplah sebuah balon karet. Pencetlah balon itu, kemudian lepaskan. Amati dan
perikan pengaruh gaya pada balon waktu balon itu dipencet. Amati dan perikan
keadaan balon setelah pencetan ditiadakan.
5) Pegang salah satu ujung karet gelang. Tariklah ujungnya yang lain. Amati dan perikan
pengaruh gaya pada karet gelang. Masih adalah pengaruh itu setelah gaya ditiadakan
(tarikan ditiadakan)?
6) Dekati baut dengan ujung (kutub) magnet. Amati dan perikan yang terjadi. Adakah
gaya yang terlibat pada peristiwa ini? Jika ada, dari manakah Anda menyimpulkan
bahwa ada gaya terlibat?
7) Dekati kutub magnet dengan baut yang tersedia. Amati dan perikan yang terjadi.
Adakah gaya yang terlibat pada peristiwa ini? Jika ada, dari manakah Anda
menyimpulkan bahwa ada gaya terlibat.
8) Sobek-sobeklah secarik kertas menjadi potongan kecil. Gosok-gosoklah mistar plastic
dengan kain wol atau ke rumput yang kering beberapa saat lamanya. Dekatkanlah
bagian mistar yang sudah digosok-gosok itu ke potongan-potongan kecil kertas.
Amati dan perikan yang terjadi. Adakah gaya yang terlibat pada peristiwa ini? Jika
ada, dari manakah Anda menyipulkan bahwa ada gaya terlibat?
9) Ikatkan salah satu ujung karet gelang pada balok kayu. Peganglah ujung lain karet
gelang itu di atas meja. Tariklah balok kea rah mendatar sehingga karet merentang
agak panjang. Lepaskan balok. Amati dan perikan yang terjadi. Setelah balok
dilepaskan, adakah gaya bekerja pada balok itu? Jika ada, dari manakah Anda dapat
menyimpulkan bahwa ada gaya bekerja pada balok?
10) Masukkan dan kuncikan pendorong (plujer) karena dinamika. Letakkan peti kit di
atas meja. Letakkan kereta dinamika dekat peti dengan pendorongnya menyentuh
dinding dekat peti dengan pendorongnya menyentuh dinding peti. Lepaskan
pendorong. Amati dan perikan yang terjadi. Kesimpulan apa yang anda peroleh dari
pengamatan ini?
11) Ambil sebuah benda, misalnya balok kayu tadi. Sambil berdiri, lepaskan balok itu.
Amati dan perikan yang terjadi. Setelah balok dilepaskan, adakah gaya bekerja pada
balok itu. Dari manakah Anda menyimpulkan hal itu?
e. Hasil Pengamatan
f. Pertanyaan
1) Pengaruh apakah yang ditimbulkan oleh gaya kepada benda pada langkah 1 dan 2?
2) Pada langkah 1 dan 2 diminta agar Anda memberikan dorongan yang kira-kira sama
kuatnya pada balok dan [Link] demikian halnya, perbedaan apakah yang
dapat Anda amati pada pengaruh gaya kepada ke dua jenis benda itu?
g. Kesimpulan
7. Tekanan
a. Tujuan : Menemukan konsep tekanan
b. Alat dan Bahan
1) Paku (kecil, sedang, dan besar)
2) Plastisin
3) Beban
4) Jangka sorong
c. Cara Kerja
1) Kegiatan A
a) Ukur garis tengah paku dengan jangka sorong, kemudian hitung luas penam[ang
kayu.
b) Letakkan plastisin setebal 4 cm di atas meja
c) Paku kecil ditegakkan di atas plastisin (dengan cara dipegang)
d) Letakkan beban 1 ons di atas paku (jika beban kurang sesuai dapat diganti beban
lain yang sesuai)
e) Ukur kedalaman paku yang menancap di plastisin
f) Lakukan pula dengan paku-paku lainnya yang penampangnya lebih besar
g) Isikan hasil pengamatan yang diperoleh pada tabel berikut:
Tuas merupakan salah satu contoh pesawat sederhana yangterbuat dari kayu atau besi
yang dapat dipergunakan untuk memindahkan suatu beban. Gaya yang diperlukan untuk
memindahkan benda dengan tuas lebih kecil daripada tidak menggunakan tuas. Jika
Anda akan melakukan usaha menggunakan tuas maka beban digantungkan pada salah
satu ujung tuas dan ujung yang lain diberi gaya atau kuasa. Ketika Anda menekan titik
kuasa pada tuas bearti telah melakukan usaha yang kemudian digunakan untuk
memindahkan beban. Sesuai dengan hokum kekelan energi usaha yang dilakukan untuk
mengangkat beban sama dengan usaha untuk menekan titik kuasa. Adapun besarnya
usaha tersebut adalah:
W = Gaya x Perpindahan
=Fxs
Besar gaya yang diperlukan pada saat mengangkat beban adalah sebagai berikut:
Beban x lengan beban = kuasa x lengan kuasa
B x lb = F x lk
B x lb lk F
Keterangan: =
B = Beban (Newton)
Lb = Lengan beban (m)
F = Kuasa (Newton)
Lk = Lengan kuasa (m)
Keuntungan mekanik pesawat sederhana merupakan perbandingan beban dengan kuasa
atau lengan kuasa dengan lengan beban. Keuntungan mekanik dapat dinyatakan sebagai
berikut:
2) Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini, Anda diharapkan dapat:
a) mengetahui pengaruh panjang lengan beban, lengan kuasa dengan kuasa;
b) Menentukan keuntungan mekanik pada luas.
3) Alat dan Bahan
a) Base Plate
b) Pemberat
c) Tiang panjang
d) Korektor sedang
e) Kerangka katrol tunggal
f) Sumbu dan tempat gantungan
g) Peti hitam
h) Kantong plastik kecil
i) Batu kira-kira sebesar bola pimpong
j) Paku ± 5 cm (1 kg).
4) Langkah Kerja
a) Rakit alat sesuai dengan bahan yang disediakan.
b) Tentukan massa batu (beban) sama dengan massa beberapa batang paku dengan cara
titik tumpu tepat berada di tengah-tengah batu dan kantong yang berisi paku sampai
keadaan setimbang.
c) Ukurlah jarak antara kuasa dengan penumpu (lb)
d) Ukurlah jarak antara kuasa dengan penumpu (lk)
e) Isilah kantong plastik pada kuasa dengan beberapa paku sehingga tercapai
keseimbangan antara beban dan kuasa. Catatlah pada tabel pengamatan beberapa
paku yang diperlukan.
f) Tentukan keuntungan mekaniknya,
B lk F lb KM
g) Ulangi= percobaan di atas sampai 5 kali dengan merubah panjang lengan beban
dengan lengan kuasa serta jumlah paku yang diperlukan. Tentukan keuntungan
mekanik.
5) Hasil Pengamatan
No Lb Beban Lb x Lk Kuasa Lk x KM
(cm) (N) Beban (N (cm) (N) Kuasa (N
tetap cm) cm)
1
2
3
Rata-Rata
6) Pertanyaan
a) Bagaimanakan hubungan antara lengan beban, lengan kuasa, dan kuasa?
b) Apabila Anda akan mengangkat beban yang terlalu besar dengan menggunakan tuas.
Berdasarkan percobaan di atas apa yang akan Anda lakukan supaya beban dapat
terangkat?
c) Apa yang Anda simpulkan dari data hasil percobaan keuntungan mekanik tuas?
b. Keuntungan Mekanik Bidang Miring
1) Pendahuluan
Bidang miring adalah salah satu pesawat sederhana yang dibuat untuk memperoleh gaya
yang lebih besar atau untuk melipatgandakan kemampuan. Misalkan kita akan
mengangkat beban sebesar 500 Newton ke atas truk, diperlukan tenaga 2 orang. Dengan
adanya bidang miring maka untuk mengangkat beban tersebut cukup dilakukan oleh satu
orang.
2) Rumus usaha Usaha = W x h
W = Beban (Newton)
H = Ketinggian bidang miring (m)
7) Pertanyaan
a) Bagaimanakah perbedaan berat benda bila diangkat langsung dibandingkan diangkat
melalui bidang miring?
b) Apa yang dapat Anda simpulkan dari percobaan bidang miring?
8) Kesimpulan
9. Bidang Miring
a. Tujuan
Agar mahasiswa dapat menghitung keuntungan mekanik bidang miring
b. Alat dan Bahan
1) Papan kayu 1 buah
2)Neraca pegas 1 buah
3)Troly 1 buah
4)Katrol tunggal 1 buah
5)Benang
6)Busur derajat
c. Langkah Kegiatan
1) Timbang berat troly
2) Hubungkan troly, benang, dan neraca pegas
3) Letakkan troly diatas papan miring
4) Atur sudut kemiringan 60o
5) Berapa gaya untuk menahan troly?
6) Buat tabel dan tuliskan hasil percobaan pada tabel!
7) Ulangi percobaan diatas dengan sudut kemiringan 50o, 40o, 30o
d. Hasil Pengamatan
e. Pertanyaan
1) Berapa keuntungan mekaniknya?
2) Bagaimana rumusan untuk mencari keuntungan mekanik?
3) Pada percobaan bidang miring faktor apa yang diubah-ubah nilainya oleh pelaku
percobaan (disebut variabel bebas)? Faktor apa yang merupakan akibat variabel
bebas (disebut variabel terikat)?
4) Apa hubungan antara variabel bebasa dan variabel terikat?
f. Kesimpulan
13. Bunyi
a. Tujuan
1) Menentukan keras lunaknya bunyi
2) Menetukan tinggi rendahnya nada
b. Alat Bahan
1) Karet gelang
2) Mulut
3) Garpu tala
4) Tabung reaksi
5) Air
c. Cara Kerja Percobaan I
1) Putuskan 1 buah karet gelang
2) Regangkan kedua ujung karet gelang
3) Suruh salah seorang temanmu menarik bagian tengah karet yang dipegang tadi
kemudian dilepaskan
4) Amati bunyi yang terjadi
5) Lalukan kegiatan 2 sampai 4 dengan merubah simpangan, bandingkan bunyi yang
dihasilkan
d. Hasil Pengamatan
Makin besar simpangan karet, bunyi yang dihasilkan makin…
bagian dan tabung 4 diisi ¼ bagian dan tabung 5 tidak diisi air
3) Tiup dengan lambat bagian mulut tabung masing-masing secara bergantian
4) Bandingkan tinggi nada yang dihasilkan
k. Hasil Pengamatan
1) Bunyi dihasilkan oleh ……
2) Makin tinggi kolam udara tabung, nada yang dihasilkan makin ……..
l. Kesimpulan
Tinggi rendahnya nada ditentukan oleh …….
14. Cahaya
a. Tujuan
1) Menentukan hokum Snellius pada cermin
2) Menentukan sifat-sifat bayangan pada cermin datar, cermin cekung, dan cermin
cembung.
3) Membuktikan bahwa cahaya mengalamu pembiasaan
4) Membuktikan bahwa cahaya putih dapat diuraikan menjadi warna pelangi
5) Menetukan sifat bayangan pada lensa cembung
b. Alat Bahan
1) Cermin datar
2) Rol
3) Jarum pentul
4) Busur derajat
5) Kertas
6) Pensil
7) Cermin cekung
8) cermin cembung
9) Lilin
10) Tabung pembiasan
11) Prisma
12) Lensa cembung
c. Cara kerja Percobaan I
1) Buat garis lurus diatas kertas
2) Tegakkan cermin datar persis diatas garis yang dibuat
3) Letakkan sebuah jarum pentul dengan membentuk sudut tertentu terhadap cermin
4) Letakkan jarum pentul yang lain persis membentuk garis lurus dengan bayangan
jarum pertama
5) Letakkan jarum pentul ketiga tegak lurus terhadap permukaan cermin, pada ujung
kedua jarum pentul tadi yang bersentuhan dengan cermin (garis normal)
6) Ukur sudut yang dibentuk jarum dengan garis normal (sudut datang)
7) Ukurlah sudut yang dibentuk jarum 2 dan garis normal (sudut pantul)
d. Hasil pengamatan
1) Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada ….
e. Cara kerja Percobaan II
1) Letakkan sebuah benda di depan cermin datar
2) Amati bayangan yang terjadi Sifat-sifat bayangan pada cermin datar adalah …..
3) Letakkan sebuah benda (lilin) di depan cermin cekung
4) Dengan menggunakan selembar kertas, cari bayangan yang paling tajam yang
dibentuk oleh cermin cekung tadi. Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin
cekung …..
5) Letakkan sebuah benda do depan cermin cembung
6) Dengan merubah-rubah jarak benda terhadap cermin cembung amati bayangan yang
terjadi.
f. Hasil Pengamatan
Sifat-sifat bayangan pada cermin cembung ……
g. Kesimpulan
15. Percobaan Muatan Listrik
a. Tujuan
1) Menunjukkan adanya muatan listrik pada suatu benda, akibat yang timbul dari suatu
muatan
2) Memperhatikan adanya gaya elektrostatika dua buah benda bermuatan
b. Alat dan Bahan
1) Bola pingpong 2 buah
2) Benang jahit secukupnya
3) Lembaraan wool dan nilon
4) Tas plastik
5) Isolasi
6) Sisir plastik
7) Potongan kertas kecil-kecil
c. Cara kerja
1) Gantunglah sebuah bola pingpong pada bagian pinggir meja dengan menggunakan
benang dan isolasi. Gosoklah tas plastik pada baju Anda beberapa kali, kemudian
dekatkan pada bola pingpong. Amati apa yang terjadi!
2) Gosokkan sisir pada rambut Anda beberapa kali, kemudian dekatkan pada potongan-
potongan kertas yang terletak di atas meja. Amati apa yang terjadi!
3) Apa yang terjadi apabila percobaan (2) dibiarkan dalam waktu yang cukup lama,
beri penjelasan
4) Ikatlah kedua bola pingpong dengan benang, kemudian gantungan ke bagian pinggir
meja (tempelkan dengan isolasi). Dekatkan dengan kedua bola tetapi jangan sempat
bersentuhan. Amati apa yang terjadi!
5) Lengkapilah tabel di bawah ini dengan hasil pengamatan Anda. Apakah hasilnya
“tolak menolak” atau “tarik menarik”
d. Hasil Pengamatan
Bola Pingpong Kiri digosok Bola Pingpong Kanan digosok dengan
dengan
Wool Pastik Nilon
Wool
Plastik
Nilon
e. Pertanyaan
1) Mengapa pada langkah (6) antara 2 bola tidak ada interaksi?
2) Antara bola pingpong pada langkah (6) memiliki muatan yang sejenis atau
berlawanan?
3) Jika terdapat 4 buah benda masing-masing A, B, C, dan D. bila diketahui A menarik
B, B menarik C, sedangkan C menarik D. Bila A bermuatan negative, tentukanlah
jenis muatan benda, B, C, dan D?
4) Apa yang dapat Anda simpulkan dari interaksi muatan sejenis maupun muatan yang
berlawanan?
f. Kesimpulan
x A
6) Tentukan apakah jenis bahan yang digunakan termasuk konduktor, dengan cara
mengisi tabel berikut!
d. Hasil Pengamatan
Berilah tanda checklist pada tabel berikut!
No Bahan Lampu Konduktor
Menyala Tidak Ya Tidak
1 Kawat besi
2 Kawat tembaga
3 Sendok perak
4 Kayu
5 Karet penghapus
6 Grafit
7 Kertas
8 Tas plastic
9 Air keran
10 Air garam
e. Percobaan II Tegangan Listrik
f. Cara Kerja dan Hasil Pengamatan
1) Buatlah rangkaian seperti gambar. Tutuplah saklar S, amatilah!
2) Buatlah rangkaian seperti gambar. Setelah saklar ditutup, apakah lampu tidak
menyala, menyla redut, menyala lebih terang, menyala sangat terang? Mengapa?
3) Lanjutkan dengan rangkaian berikut. Setelah saklar ditutup, apakah lampu tidak
menyala, menyla redut, menyala lebih terang, menyala sangat terang? Mengapa?
4) Lakukan hal yang sama pada langkah a, b, dan c dengan menggunakan 3 buah batrai
yang dirangkai seri. Amati!
g. Kesimpulan
10) Buatlah lilitan kawat menjadi 10 lilitan. Gerakkan secara cepat memasuki
kumparan. Amati besar simpangan jarum kompas!
11) Bandingkan hasilnya dengan ketika lilitannya 50 lilitan dan gerak magnet memasuki
kumparan yang sama cepat. Manakah yang lebih besar putaran jarum kompas yang
50 lilitan ataukah yang 10 lilitan? Bagaimanakah kesimpulan Anda? (Yang lebih
besar putaran jarum kompas yang lilitan 50 lilitan. Hal ini bearti bahwa besarnya
arus induksi yang timbul dipengaruhi oleh banyaknya lilitan kumparan