0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan19 halaman

Sifat Unsur Kimia: Fokus pada Ununennium

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan19 halaman

Sifat Unsur Kimia: Fokus pada Ununennium

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Praktikum Kimia Dasar

SIFAT- SIFAT UNSUR KIMIA

WILDA PRATIWI PALOBO’

H041231103

KELOMPOK IV

LABORATORIUM KIMIA DASAR


DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2023
LEMBAR PENGESAHAN

IKATAN KIMIA

Disusun dan diajukan oleh:

WILDA PRATIWI PALOBO’

H041231103

Laporan praktikum telah diperiksa dan


disetujui oleh:

Asisten Praktikan

NIKSIA TENRI OLLE WILDA PRATIWI PALOBO’


NIM. H031201017 NIM. H041231103
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kimia merupakan ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan

sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau

transformasi serta interaksi mereka untuk kembali membentuk materi yang

ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi

atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat

makroskopik (Zahra,2021).

Unsur kimia merupakan sebuah zat yang hanya mengandung 1 (satu) jenis

atom. Variasi yang luar biasa yang mengelilingi jagat raya tersusun atas

substansisubstansi yang bisa juga disebut dengan unsur. Singkatnya unsur adalah

suatu bahan murni yang terdiri dari proton, neutron, dan elektron sebagai

pembentuk unsur. Unsur tersebut harus berkombinasi dahulu baru dapat

membentuk senyawa unsur kimia Unsur-unsur alkali merupakan logam yang

sangat reaktif sehingga tidak terdapat dalam keaadaan unsur bebasnya di alam.

Bila logam litium, natrium, dan kalium direaksikan dengan air maka dapat diamati

bahwa reaksireaksi tersebut menghasilkan panas (Zahra,2021).

Berdasarkan uraian singkat di atas, praktikum kali ini penting untuk

dilakukan, khususnya oleh mahasiswa jurusan kimia agar dapat mengetahui

beberapa sifat dari unsur-unsur kimia tertentu. Dalam konteks percobaan kali ini,

diharapkan mahasiswa dapat memahami beberapa sifat

kimia(reaktivitasterhadapair dan kelarutan garam sulfat dan garam hidroksida)


dari unsur-unsur golongan alkali (IA) dan unsur-unsur golongan alkali tanah

(IIA).

1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan

1.2.1 Maksud Percobaan

Maksud dari dilakukannya percobaan kali ini adalah untuk memahami

sifat dari unsur-unsur logam alkali dan alkali tanah dan membandingkan

kereaktifan dan kelarutannya dalam garam sulfat maupun kelarutan garam

hidroksida.

1.2.2 Tujuan Percobaan

Adapun tujuan percobaan adalah untuk mempelajari beberapa sifat unsur

golongan alkali (IA) dan alkali tanah (IIA) dan unsur golongan transisi

1.2.3 Prinsip Percobaan

Prinsip percobaan yang menjadi fokus percobaan kali ini adalah

mereaksikan unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah dengan air untuk

mengetahui sekaligus membandingkan reaktifitas unsur tersebut. Serta

mereaksikan senyawa garam dari unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah

tersebut dengan asam (H2SO4) dan basa (NaOH) untuk mengetahui dan

membandingkan sifat kelarutan garam sulfat dan garam hidroksida dari golongan

unsur tersebut.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Logam Alkali

Logam alkali adalah unsuur logam golongan 1 atau IA dari tabel periodik.

Golongan ini juga dikenal sebagai golongan litium. Golongan ini terdiri dari

unsur litium (Li), natrium (Na), kalium (K)] rubidium (Rb), sesium (Cs),dan unsur

radioaktif fransium (Fr). Golongan ini terletak pada blok-s tabel periodik karena

seluruh logam alkali memiliki elektron terluarnya pada posisi orbital-s konfigurasi

unsur/elektron ini tercermin pada sifat karakteristik mereka. Logam-logam alkali

menyajikan contoh terbaik sifat-sifat tren golongan pada tabel periodik, dengan

unsur-unsur yang menunjukkan perilaku homolog yang terkarakterisasi dengan

baik.( Nelius dkk, 2019)

Logam-logam alkali memiliki sifat-sifat yang sangat mirip: semuanya

berkilau, lunak, logam yang sangat reaktif pada suhu dan tekanan standar dan

mudah kehilangan elektron terluarnya membentuk kation dengan muatan +1.

Semua logam alkali mudah dipotong menggunakan pisau karena lunaknya,

menampakkan kilau permukaannya yang cepat memudar di udara

karena oksidasi oleh uap air dan oksigen(dan nitrogen khusus untuk lithium).

Mengingat reaktivitasnya yang tinggi, mereka harus disimpan di dalam minyak

untuk mencegah reaksi dengan udara, dan hanya dijumpai secara alami

sebagai garam dan tidak pernah sebagai unsur bebas. Cesium, logam alkali

kelima, adalah yang paling reaktif di antara semua logam. Dalam tata

nama IUPAC modern, logam alkali mencakup logam-logam golongan


1,] kecuali hidrogen (H), yang dicantumkan sebagai unsur golongan 1 tetapi tidak

dianggap sebagai suatu logam alkali karena perilakunya yang menyimpang jauh

dari perilaku logam alkali. Semua logam alkali bereaksi dengan air. Logam alkali

yang lebih berat bereaksi lebih hebat daripada yang ringan. (Coplen, 2023)

Seluruh logam alkali yang ditemukan berada di alam: sesuai

urutan kelimpahannya, natrium adalah yang paling melimpah, diikuti oleh kalium,

litium, rubidium, sesium, dan terakhir fransium, yang sangat jarang

karena radioaktivitasnya yang sangat tinggi fransium hanya terjadi dalam

jumlah renik, produk rantai peluruhan alami. Telah dilakukan sejumlah

eksperimen untuk mencoba mensintesis ununennium (Uue), yang merupakan

anggota berikutnya dari golongan ini, tetapi mereka semua menemui kegagalan.

Namun, ununennium mungkin bukan suatu logam alkali mengingat efek

relativistik, yang diprediksi memiliki pengaruh besar terhadap sifat kimia unsur

superberat; kalaupun ternyata Uue adalah logam alkali, diprediksi akan

mempunyai perbedaan sifat fisika dan kimia dengan homolognya yang lebih

ringan. (Nelius dkk, 2019).

Sebagian besar logam alkali mempunyai banyak aplikasi yang berbeda.

Salah satu aplikasi unsur murni yang paling terkenal adalah penggunaan rubidium

dan sesium dalam jam atom, yang mana jan atom sesium lebih akurat dan presisi

dalam menunjukkan waktu. Aplikasi umum senyawa natrium adalah lampu uap

natrium, yang memancarkan cahaya dengan sangat efisien. Garam dapur, atau

natrium klorida, telah digunakan sejak zaman dulu. Natrium dan kalium juga

merupakan unsur esensial, memiliki peran biologis utama sebagai elektrolit,

danmeskipun logam alkali lainnya tidak esensial, mereka juga mempunyai


beberapa pengaruh beragam terhadap tubuh, baik menguntungkan maupun yang

merugikan (Dayu dkk, 2017)

2.2 Logam Alkali Tanah

Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah karena unsur-unsur

tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. Unsur alkali

tanah terdiri atas berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Strontium (Sr),

Barium (Ba), dan Radium (Ra). Radium merupakan unsur radioaktif. Sifat kimia

dari logal alkali tanah ini antara lain, Relatif lunak tetapi lebih keras dibanding

logam Natrium dan Kalium, Barium bersifat keras seperti timbal, Berwarna perak

mengkilat, Penghantar listrik (konduktor), Titik didih tinggi dan menurun dari Li

ke Cs (Bima, 2022).

2.3 KEELEKTRONEGATIFAN

Keelektronegatifan adalah kemampuan atom dalam molekul untuk

menarik elektron bersama ke dirinya. Semakin besar keelektronegatifan atom,

semakin besar kemampuannya untuk menarik elektron ke dirinya

Elektronegativitas atau keelektronegatifan (Simbol:x) adalah sebuah sifat kimia

yang menjelaskan kemampuan sebuah atom (atau lebih jarangnya sebuah gugus

fungsi) untuk menarik elektron (atau rapatan elektron) menuju dirinya sendiri

pada ikatan kovalen. Konsep elektronegativitas pertama kali oleh Linus

Pauling pada tahun 1932 sebagai bagian dari perkembangan teori ikatan

valensi. Elektronegativitas tidak bisa dihitung secara langsung, melainkan harus

dikalkulasi dari sifat-sifat atom dan molekul lainnya. Beberapa metode kalkulasi

telah diajukan. Walaupun pada setiap metode terdapat perbedaan yang kecil dalam

nilai numeris elektronegativitasnya, semua metode memiliki tren periode yang


sama di antara unsur-unsu Elektronegativitas merupakan salah satu sifat

periodisitas unsur antaranya, selain afinitas elektron, jari-jari atom, dan energi

ionisasi (Ruli, 2019).

Metode yang umumnya sering digunakan adalah metode Pauling. Hasil

perhitungan ini menghasilkan nilai yang tidak berdimensi dan biasanya dirujuk

sebagai skala Pauling dengan skala relatif yang berkisar dari 0,7 sampai dengan

4,0 (hidrogen = 2,2). Bila metode perhitungan lainnya digunakan, terdapat sebuah

konvensi (walaupun tidak diharuskan) untuk menggunakan rentang skala yang

sama dengan skala Pauling: hal ini dikenal sebagai elektronegativitas

dalam satuan Pauling.(Anipah dkk, 2020)

Elektronegativitas bukanlah bagian dari sifat atom, melainkan hanya

merupakan sifat atom pada molekul. Sifat pada atom tunggal yang setara dengan

elektronegativitas adalah afinitas elektron. Elektronegativitas pada sebuah unsur

akan bervariasi tergantung pada lingkungan kimiawi, namun biasanya dianggap

sebagai sifat yang terpindahkan, yaitu sebuah nilai elektronegativitas dianggap

akan berlaku pada berbagai situasi yang bervariasi .(Anipah dkk, 2020).
BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat Percobaan

Alat alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu;Tabung reaksi, rak

tabung reaksi, gelas kimia 250ml, batang pengaduk, kertas saring, labu semprot,

kaki tiga, gegep kayu, sikat tabung, kawat kasa, gelas kimia 500ml, busen, cawan

penguap, pipet ttes, gelas piala dan pemanas

3.2 Bahan Percobaan

Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah logam Li, Mg, Ca,

larutan H2SO4,0,5 M; NaOH 0,5M; CaCl2 0,5M; BaCl2 0,5 M; SrCl2 0,5 M; Mgcl2

0,5M, indikator PP, logam Na, dan aquades dalam labu semprot.

3.3 Prosedur Percobaan

3.3.1 Reaktifitas Unsur

a. Disiapkan 3 buah tabung reaksi yang berisi air 2 [Link] reaksi (1)

diisii logam Li, tabung (2) dengan logam Mg dan tabung (3) dengan logam Ca.

Amati dan perhatikan reaksi yang terjadi, jika tidak terjadi reaksi, panaskan

tabung hingga terjadi reaksi. (terjadi reaksi ditandai adanya gelembung-

gelembung gas). Teteskan indikator PP masing- masing tabung dan catat

perubahan warnanya.

b. Apungkan secarik kertas saring di atas permukaan air dalam cawan

petridisk dengan menggunakan pinset, letakkan sepotong logam Na di atas kertas

tersebut. Biarkan hingga terjadi ledakan kecil (jangan terlalu dekat). Kemudian,

teteskan indikator PP dan catat perubahan warnanya.


3.3.2 Kelarutan Garam Sulfat

Dsiapkan 4 tabung reaksi. Tabung reaksi (1) diisi dengan MgCl2 , tabung

reaksi (2) dengan CaCl2, tabung reaksi (3) dengan SrCl2, dan tabung reaksi (4)

dengan BaCl2, masing-masing 1 mL dengan konsentrasi 0,5 M. Masing- masing

tabung reaksi tersebut ditambahkan 1 mL H2SO4 0,5 M. Perhatikan endapan yang

terbentuk pada setiap tabung.

3.3.3 Kelarutan Garam Hidroksida

Kerjakan sama dengan perlakuan no.2, tetapi H2SO4 0,5 M diganti


dengan NaOH 0,5 M..

.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

4.1. Tabel Pengamatan Reaktivitas unsur


Unsur Bereaksi dengan Dipanaskan Ditambahkan
aquadest (Dingin) Indikator PP
(Logam)
Menjadi reaksi (muncul Keruh

banyak gelembung, mengendap


Li -
reaksi cepat).

Menjadi reaksi (muncul

ledakan besar, reaksi


Na - Ungu pekat
cepat).

Terjadi reaksi

(muncul sedikit
Mg Tidak terjadi reaksi Ungu
sekali gelombang,

reaksi lambat)

Terjadi reaksi

(muncul sedikit
Ca Tidak terjadi reaksi Ungu
gelombang, reaksi

lambat)

.
4.1.2. Tabel pengamatan Kelarutan Garam Sulfat
Larutan Setelah Penambahan Keterangan
H2SO4 0,5 M
MgCl2 0,5M Keruh sedikit Tidak ada endapan

CaCl2 0,5M Bening Tidak ada endapan

SrCl2 0,5M Keruh Sedikit endapan

BaCl2 0,5 M Keruh pekat Endapan

4.1.3. Tabel pengamatan Kelarutan garam Hidroksida


Larutan Setelah Penambahan Keterangan
NaOH 0,5 M
MgCl2 0,5M Keruh sekali Ada endapan

CaCl2 0,5M Keruh Ada endapan

SrCl2 0,5M Bening Tidak ada endapan

BaCl2 0,5 M Sedikit Keruh Tidak ada endapan

4.2 Reaksi

4.2.1 Reaktivitas Unsur

Li + 2H2O Li(OH)2 + 2H2

Mg + 2H2O Mg(OH)2 + 2H2

Cl + 2H2O Cl(OH)2 + 2H2

Na + 2H2O 2Na(OH)2 + 2H2


4.2.2 Pengendapan Garam Sulfat

MgCl2 + H2SO4 MgSO4 + 2HCl

CaCl2 + H2SO4 CaSO4 + 2HCl

SrCl2 + H2SO4 SrSO4 + 2HCl

BaCl2 + H2SO4 BaSO4 + 2HCl

4.2.3 Pengendapan Garam Hidroksida

MgCl2 + 2NaOH Mg(OH)2 + 2HCl

CaCl2 + 2NaOH Ca(OH)2 + 2HCl

SrCl2 + 2NaOH Sr(OH)2 + 2HCl

BaCl2 + 2 NaOH Ba(OH)2 + 2HCl


4.3 Pembahasan

4.3.1 Reaktifitas Unsur

Pada percobaan pertama yaitu dilakukan pengujian reaktifitas unsur dari

logam alkali dan alkali tanah terhadap aquades. Logam yang diuji reaktifitasnya

terhadap air adalah logam Li, Mg, Ca, dan Na. Berdasarkan hasil percobaan yang

diperoleh, ketika masing- masing logam Li dan Ca direaksikan dengan aquades

dapat dilihat bahwa terbentuk gelembung pada masing- masing tabung reaksi. Hal

ini membuktikan bahwa telah terjadi reaksi kimia. Kemudian, kedua tabung

tersebut ditetesi indikator phenolftalein (PP) dan kedua tabung tersebut

mengalami perubahan warna menjadi ungu. Perubahan warna ini menandakan

bahwa larutan tersebut bersifat basa (alkalis). Sementara itu, logam Mg tidak
bereaksi dengan aquades, melainkan aquades yang digunakan perlu dipanaskan

terlebih dahulu untuk bisa bereaksi dengan logam Mg. Sama seperti logam Li dan

Ca, setelah dipanaskan akan terbentuk gelembung kemudian berubah warna

menjadi ungu muda. Berbeda dengan logam lain, logam Na diletakkan di cawan

petridish yang sebelumnya sudah diisi aquades dan kertas saring diatasnya. Hal ini

dilakukan karena logam Na sangat reaktif dibandingkan ketiga logam tersebut.

Logam Na akan bereaksi dan menimbulkan letupan api kecil. Setelah itu, ditetesi

indikator phenolftalin menghasilkan perubahan warna menjadi lebih ungu. Logam

alkali lebih reaktif dibandingkan dengan logam alkali tanah. Salah satu hal yang

menyebabkan logam alkali lebih reaktif dibandingkan logam alkali tanah adalah

energi ionisasi yang cenderung lebih kecil. Logam alkali cenderung mudah untuk

melepaskan elektron sehingga logam alkali memiliki lebih banyak energi untuk

dapat bereaksi dengan senyawa lain. Karena itulah, logam alkali lebih reaktif

dibandingkan logam alkali tanah. Kereaktifan logam ini dapat ditulis Na > Li > Ca

> Mg. Perbedaan reaktifitas juga terjadi pada logam-logam pada golongan yang

sama. Dalam hal ini, logam Na lebih reaktif dibandingkan dengan logam Li serta

logam Ca lebih reaktif dibandingkan dengan logam Mg. Perbedaan reaktivitas

unsur dalam satu golongan ini disebabkan oleh perbedaan jari-jari atom di antara

unsur-unsur. Hal ini sesuai dengan teori bahwa dalam satu golongan semakin ke

bawah maka jari-jari atom dan reaktifitas unsur akan cenderung meningkat.

4.3.2 Pengendapan Garam Sulfat

Pada percobaan kedua yaitu dilakukan uji kelarutan (pengendapan) garam

sulfat pada beberapa senyawa dari unsur golongan alkali tanah. Senyawa-senyawa

tersebut adalah MgCl2, SrCl2 dan BaCl2. Berdasarkan hasil percobaan yang
diperoleh, masing-masing larutan MgCl2 ketika ditambahkan H2SO4 tidak

terbentuk endapan dan tidak mengalami perubahan warna. Hal ini menandakan

bahwa tidak terjadi reaksi kimia. Sedangkan pada larutan SrCl 2 dan BaCl2 yang

ditambahkan H2SO4 mengalami perubahan warna menjadi putih pekat dan

terbentuk endapan. Adapun kelarutan garam sulfat yang terbentuk dari loga alkali

tanah yaitu MgSO4 > SrSO4 > BaSO4.

4.3.3 Pengendapan Garam Hidroksida

Pada percobaan pengendapan garam hidroksida dilakukan uji kelarutan

garam hidroksida pada beberapa senyawa yang terbentuk dari unsur golongan IIA.

Senyawa yang digunakan adalah MgCl₂ , SrCl₂ , dan BaCl₂ . Berdasarkan hasil

pengamatan, diketahui bahwa semua larutan yang diuji, baik MgCl₂ , SrCl₂ ,

maupun BaCl₂ membentuk endapan ketika ditambahkan NaOH. Hal ini juga

sesuai dengan teori bahwa kelarutan suatu senyawa berbanding terbalik dengan

jumlah endapan yang terbentuk. . Berdasarkan hasil percobaan yang diperoleh,

masing-masing larutan MgCl2, SrCl2 dan BaCl2 ketika ditambahkan mengalami

perubahan warna menjadi putih pekat dan terbentuk endapan. Hal ini menandakan

bahwa terjadi reaksi kimiaAdapun kelarutan garam hidroksida yang terbentuk dari

logam alkali tanah yaitu MgOH2 < SrOH2 < BaOH2.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :

1. Urutan kereaktifan unsur pada pengamatan reaktivitas terhadap air dari yang

terkecil ke yang terbesar yaitu : Mg, Li, dan Na.

2. Urutan kelarutan logam pada pengamatan kelarutan garam sulfat dari yang

terkecil ke terbesar yaitu : MgCl2, SrCl2, dan BaCl2.

3. Urutan kelarutan logam pada pengamatan kelarutan garam hidroksida dari

yang terkecil ke yang terbesar yaitu : BaCl 2, SrCl2, dan MgCl2.

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk Laboratorium

Sebaiknya alat-alat yang telah di rusak segera di perbaiki atau

menggantinya dengan yang baru, juga supaya kebersihan di area laboratorium

lebih di tingkatkan.

5.2.2 Saran Untuk Asisten

Sebaiknya asisten lebih memperhatikan praktikan dalam melakukan

praktikum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


DAFTAR PUSTAKA

Anipah 2020, Analysis of material in class X High school chemistry textbooks,


High Pressure Research, 11(1): 145-163
Dayu Ardhiyatmita Nur Rahmawati, I Wayan Dasna, Siti Marfuah 2020,
Pengaruh bahan ajar unsur dan persenyawaan logam alkali berbasis
kontekstual terhadap hasil belajar mahasiswa, Jurnal pendidikan,
2(12): 145-163.
Nelius Harefa, Sumiyati, Gayus Sadarman Tfonao, Desy Lisdawaty 2020
“Efektifitas olahan limbah aluminium terhadap penyerapan logam
alkali tanah dengan metode gavimetri” Jurnal Rekursif, 4(1): 176-
183.
Ruli Meiliwati. 2019 “Pemahaman konsep sifat jari jari atom dan
keelektronegatifan pada mahasiswa pendidikan kimia” Jurnal
Rekursif, 10(1): 176-183.
Wahyuni, Zahra Ade dan Yerimadesi. 2020, Praktikalitas E-modul kimia unsur
berbasis guided discovery, Jurnal pendidikan, 3(3): 145-163.
Lampiran 1. Sumber

Anda mungkin juga menyukai