0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan37 halaman

Konstruksi dan Prinsip Kerja Generator DC

Diunggah oleh

Arif Munandar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan37 halaman

Konstruksi dan Prinsip Kerja Generator DC

Diunggah oleh

Arif Munandar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GENERATOR DC

Konstruksi Generator DC
 Konstruksi fisik mesin DC terdiri atas dua
bagian yaitu:
◦ bagian yang berputar disebut rotor dan
◦ bagian yang stasioner disebut stator.
Bagian pada Rotor
 Poros jangkar
 Inti jangkar
 Kumparan jangkar
 Komutator
Bagian pada stator
 Kerangka
 Kutub utama
 Kutub bantu
 Belitan kutub utama
 Belitan kutub bantu
 Bantalan poros
 Sikat
Konstruksi
Belitan Generator
 Belitan generator :
 Belitan jangkar
 Belitan medan
 Belitan / kumparan jangkar : kumparan dimana
tegangan diinduksikan
 Belitan / kumparan medan : kumparan yang
menghasilkan medan magnet utama pada mesin
 Umumnya kumparan medan generator DC
terletak pada stator dan kumparan jangkar pada
rotor.
Jenis belitan jangkar
 Jenis belitan jangkar :
1. Belitan gelung
2. Belitan gelombang
 Pada belitan gelung jumlah jalur paralel (a)
sama dengan jumlah kutub (p)
a=p
 Pada belitan gelombang jumlah jalur
paralel (a) sama dengan 2
a=2
Prinsip Kerja Generator DC
 Lilitan penghantar pada rotor berputar
memotong garis-garis medan magnet yang
berasal dari kutub di stator, sehingga pada
lilitan terinduksi GGL
 GGL yang dibangkitkan merupakan
tegangan bolak balik. Untuk mendapatkan
tegangan searah maka digunakan
komutator dan sikat
Komutator

 Komutator mengkonversi tegangan AC


yang dibangkitkan generator menjadi
tegangan DC
Komutasi generator DC
Tegangan Induksi
 Tegangan induksi Ea pada generator sebanding dengan
fluks pada generator dan kecepatan putaran generator.
E a  cn
 Dimana: c = konstanta
n = kecepatan putaran (rpm)
 = fluks medan (Wb)
 Nilai C dipengaruhi oleh jumlah konduktor belitan,
jumlah kutub serta jalur paralel belitan
ZP
C
60 a
dengan Z adalah jumlah konduktor, P jumlah kutub dan a
adalah jumlah jalur paralel
Eksitasi medan
 Medan magnet generator DC umumnya
disediakan oleh suatu elektromagnet
 Arus eksitasi harus dialirkan ke kumparan
medan untuk menghasilkan medan magnet
 Arus eksitasi dapat berupa :
◦ Disuplai dari sumber DC eksternal ke
generator  generator eksitasi terpisah
◦ Diambil dari output generator DC itu sendiri
 generator eksitasi sendiri
Jenis Generator DC
Berdasar penguatan (eksitasi) generator
DC dibagi menjadi :
1. Generator DC berpenguatan terpisah
2. Generator DC berpenguatan sendiri
a) Generator DC Shunt
b) Generator DC seri
c) Generator DC kompon
Rangakaian ekuivalen mesin DC
Generator DC eksitasi terpisah
 Pada generator DC eksitasi terpisah arus medan
disuplai dari sumber DC eksternal
 Rangkaian ekuivalen :
Persamaan tegangan terminal
Persamaan tegangan terminal generator DC
eksitasi terpisah
Ea = Vt + Ia Ra atau
Vt = Ea - Ia Ra
arus jangkar sama dengan arus beban
Ia = IL
dimana
Ea = tegangan jangkar (V)
Vt = tegangan terminal (V)
Ia = arus jangkar (A)
Ra = tahanan jangkar ()
Karakteristik Terminal
Generator DC eksitasi terpisah

Ea = c.n. tidak
tergantung Ia karena
penguatan medan berasal
dari suber terpisah

Kenaikan beban
menyebabkan penurunan
tegangan terminal
Beban naik  Ia naik 
drop [Link] naik  Vt turun
Contoh 1
Sebuah generator DC berpenguatan bebas
melayani beban 4,6 kW pada tegangan terminal
230 Volt. Tahanan jangkar 0,03 . Rugi total
tegangan pada sikat 2 V. Hitung tegangan yang
dibangkitkan jangkar. Jawaban :
Ea = Vt + Ia Ra +Vsikat
Ea = 230 + 20 . 0,03 + 2 = 232,6 V
Generator DC shunt
 Generator DC shunt menyuplai arus medan sendiri
 Kumparan medan dihubungkan secara langsung
pada terminal generator
 Rangkaian ekuivalen:
Persamaan tegangan generator DC
shunt

Karakteristik Terminal
Generator DC Shunt

Kenaikan beban menyebabkan penurunan


tegangan terminal dan juga arus medan
Beban naik  Ia naik  drop [Link] naik  Vt
turun  If turun  Ea dan Vt turun
Contoh 2
Sebuah generator DC shunt 4,6 kW 230 V memiliki
resistansi jangkar 0,05 dan resistansi medan 57,5. Jika
generator beroperasi pada tegangan terminal sesuai rating.
Hitung tegangan induksi jangkar pada kondisi beban penuh.
Rugi tegangan pada sikat diabaikan.

Jawaban :
If = Vf / Rf = 4 A
Ia = IL + If = 20 + 4 = 24 A
Ea = Vt + IaRa = 230 + 1,2 = 231,2 V
Generator DC Seri
 Kumparan medan dihubungkan seri dengan
jangkar
 Kumparan medan mempunyai lilitan lebih sedikit
dan resistansi sekecil mungkin
 Rangkaian ekuivalen:
Karakteristik Terminal
Generator DC Seri
Contoh
Generator DC seri 50 KW, 250 V. tahanan kumparan
jangkar 0,1 Ohm, kumparan medan 0,1 Ohm. Jika rugi
tegangan pada sikat tidak ada, Hitung :
◦ Arus jangkar bila bekerja pada beban penuh
◦ Tegangan yang dibangkitkan pada jangkar

Pembahasan
Ia = IL = PL/Vt = 200 A
Generator DC kompon
 Mempunyai kumparan seri dan shunt yang
dihubungkan sedemikian hingga mmf dari kedua
medan saling menambahkan.
 Terdapat 2 jenis :
◦ Generator DC kompon panjang
◦ Generator DC kompon pendek
Generator DC Kompon Panjang

Persamaan terminal

Ia  I f  IL
Vt  E a  I a  R a  R S 
Vt
If 
Rf
Generator DC Kompon Pendek

Persamaan terminal

Ia = IL + I f
Vf = Vt + ILRs
I f = Vf / R f
Ea = Vt + (IL RS + Ia Ra )
Karakteristik terminal

Ia naik menyebabkan: - Drop tegangan Ia (Ra+Rs) naik


- Mmf seri dan mmf total naik  Ea naik

Rs lebih banyak
Vt FL > Vt NL

Rs lebih banyak
Vt mula naik
kemudian turun
 Vt NL = Vt FL

Jumlah Rs sedikit
drop tegangan
lebih dominan
Contoh
 Generator DC kompon pendek 40 KW,
400 V tahanan jangkar 0,05 Ohm, tahanan
medan seri 0,05 Ohm dan tahanan medan
shunt 100 Ohm . Hitunglah tegangan yang
dibangkitkan oleh generator.
Contoh
 Generator DC kompon panjang melayani
beban 75 A. Pada tegangan terminal 500 V.
Tahanan jangkar 0,1 Ohm, tahanan medan
seri 0,2 Ohm dan tahanan medan shunt
50 Ohm . rugi tegangan pada sikat 2 V. Jika
penggerak mula 50 kw. Hitung :
◦ Tegangan yang dibangkitkan oleh jangkar
◦ Efisiensi generator
Pengaturan tegangan generator DC
 Mengubah kecepatan putaran.
Jika kecepatan putaran naik, maka
tegangan induksi Ea akan naik sehingga
tegangan terminal Vt akan naik juga.
 Mengubah arus medan.
Jika tahanan medan Rf diturunkan, arus
medan dan fluks akan naik. Kenaikan fluks
menyebabkan Ea naik sehingga tegangan
terminalpun menjadi naik
Kurva magnetisasi generator DC
 If menghasilkan mmf.
 Mmf menghasilkan
fluks sesuai dengan
kurva magnetisasi.
 Ea sebanding fluks
 Kurva Ea terhadap If
sesuai dengan kurva
magnetisasi
Reaksi Jangkar

Fluks medan Fluks akibat arus


menembus jangkar jangkar (kondisi
pada kondisi tanpa
berbeban)
beban

Fluks medan akibat


reaksi jangkar pada
kondisi berbeban

Pada kondisi berbeban, arus mengalir di jangkar sehingga


kumparan jangkar menghasilkan fluks magnet menyebabkan
pergeseran (perubahan) fluks medan
Pembangkitan Tegangan Generator
Berpenguatan Sendiri

 Pembangkitan tegangan
mula berasal dari fluks
residu pada kutub.
 Ketika motor diputar akan
timbul ggl induksi kecil
 timbul arus medan
yang memperkuat fluks
residu.
 Tegangan induksi
bertambah, seterusnya
sampai didapat tegangan
stabil.
Kegagalan start
 Penyebab kegagalan pembangkitan tagangan:
1. Tidak ada fluks magnet residu pada generator. Jika
fluks residu Fres = 0 maka Ea = 0 dan tegangan induksi
tidak akan dapat dibangkitkan
2. Arah putaran generator terbalik atau hubungan
kumparan medan dibalik. Pada kasus ini fluks residu
menghasilkan Ea. Akan tetapi Ea menghasilkan fluks
yang melawan fluks residu sehingga fluks justru akan
berkurang.
3. Nilai resitansi medan lebih besar dari nilai “resistansi
kritis”.

Anda mungkin juga menyukai