0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan3 halaman

Kuburan Berbatu dan Kenangan Tragis

Novel ini bercerita tentang pengalaman sejarah pembantaian masal 1965-1966 di Indonesia dari sudut pandang tokoh bernama 'aku'. Ia dapat melihat dunia nyata melalui kliping kakaknya dan 'dunia kabut' tempat korban membalas dendam. Novel ini juga menceritakan asal usul hantu gadis kecil di hutan bambu dan bagaimana hutan itu akhirnya digusur untuk pembangunan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan3 halaman

Kuburan Berbatu dan Kenangan Tragis

Novel ini bercerita tentang pengalaman sejarah pembantaian masal 1965-1966 di Indonesia dari sudut pandang tokoh bernama 'aku'. Ia dapat melihat dunia nyata melalui kliping kakaknya dan 'dunia kabut' tempat korban membalas dendam. Novel ini juga menceritakan asal usul hantu gadis kecil di hutan bambu dan bagaimana hutan itu akhirnya digusur untuk pembangunan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : FLORANICEA KANAHAYA CHIESA

NO : 13
KELAS : XII AKL 1

PENUGASAN BAHASA INDONESIA


RESUME NOVEL BERJUDUL
“KALATIDHA”
Karya Seno Gumira Ajidarma

PROLOG
Kalatidha bercerita tentang pengalaman sejarah yang mengerikan, pembunuhan masal pada tahun 1965-
1966 di Indonesia yang menurut "aku" adalah "pembantaian terkejam dalam sejarah peradaban". Tokoh
"aku" melihat pembunuhan itu sebagai dunia yang mengerikan, menjijikkan, dan tidak bisa diterima akal.
Ia merasa beruntung karena bisa melakukan perjalanan ulak alik, antara dunia nyata yang direkam oleh
kliping kakak perempuan nya dan "dunia kabut" yang diciptakannya sendiri, tempat para korban bisa
menuntut balas dengan cara yang tidak kalah kejam.

ORIENTASI
Dimulai dari hutan bambu yang penuh kabut, dibalik kabut itulah dari dalam hutan bambu akan
terdengar suara yang memanggil mangil. Tetapi yang terdengar itu adalah suara seseorang bukan suara
embun atau gemerisik dedaunan. Padahal di dalam hutan bambu itu hanya ada 12 kuburan tentang jepang
dan satu kuburan anak kecil. Tiada nama tanggal dan tanda apapun yang bisa memberi dugaan atas
keberadaan nisan itu. Tiba-tiba tampak sebuah cahaya yang memperlihatkan sebelas serdadu Jepang
sedang duduk dan bersanda gurau sambil minum sake. mereka berbicara santai dan agak mabuk dengan
luka di tubuhnya yang masih juga berdarah. Tak lama pengelihatan itu hilang dan hanya terlihat kabut
yang berjalan menenggelamkan para serdadu Jepang itu.
Hari sudah berganti dan masih saja terdengar suara memanggil mangil itu yang lama kelamaan
berubah seperti meminta sesuatu. Pak Ranuwisid sering mendengar lolong panjang seorang gadis kecil
yang seperti meminta diberikan sesuatu dari balik tempat yg disebut angker itu. Singkat cerita datang
sejumlah petugas yg melakukan penggalian, konon keluarga para prajurit meminta mereka untuk
dipindahkan ke jepang. Namun kuburan berbatu nisan kecil itu tidak diutak atik, konon katanya gadis
kecil itu tidak mau dipindahkan dan malah minta mainan. Gadis kecil itu merasa kesepian dan meminta
teman, itu alasan mengapa ia selalu melolong-lolong.

KOMPLIKASI
Tak lama terkuak asal usul kisah bagaimana gadis kecil itu, dimana pada suatu hari terjadi
pengepungan di dalam sebuah rumah yang terbakar salah satu penghuni nya yakni sepasang gadis
kembar. Namun sayangnya salah satu dari mereka bernasib buruk, ia tak selamat dan dikubur kan di
gundukan kecil di hutan bambu itu. Dan juga terkuak bahwa gadis kecil ini merupakan seseorang yang
dicintai sosok "aku". Singkat cerita kucing kecil milik Pak Sam tak sengaja memakan racun tikus dan
berakhir dikubur kan ditempat dekat dimana gadis kecil itu dikubur. Bak ditelan bumi, suara lolongan
gadis kecil itu sudah tidak terdengar bahkan kini ia hanya tersenyum gembira sambil menggendong
kucing kecil Pak Sam yang telah mati.
Dimana tokoh "aku" dalam cerita ini sering sekali di datangi atau semacam di teror mungkin
dengan kedatangan gadis kecil itu secara tiba tiba namun dalam versi sudah dewasa , seolah memberikan
penglihatan kepada tokoh "aku" tentang latar belakang nya. Diceritakan juga bagaimana tokoh "aku"
sangat meratapi kerinduan nya tentang sosok yang dicintai nya itu.
Kita tahu bahwa sang gadis kecil memiliki seorang kembaran yang kini tumbuh menjadi
perempuan yang terganggu jiwa nya. Ia sering berdiri berlama lama di depan rumah nya dengan
pandangan sayu, selang beberapa waktu warga setempat memangil ambulans untuk membawa nya ke
rumah sakit jiwa. Selang beberapa hari para sipir sampai dokter kepala memperkosa kembaran gadis kecil
itu yang disebut sebut perempuan gila. Kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dan akhirnya
sang gadis itu sampai meregang nyawa. Tak lama setelah itu dikisahkan bahwa roh saudara kembar nya
yang terbakar itu memasuki raga perempuan yang disebut gila itu. Ia bertindak seolah olah ingin
membalas dendam, dan benar saja selanjutnya diceritakan bagaimana pembalasan dendam terjadi dengan
amat sangat tragis dan kejam, dimana banyak korban dengan berbagai macam kematian. Semua orang
yang telah memperkosa dan menganiaya saudara kembarnya telah dihabisinya bahkan ia juga mengadili
orang orang yang terlibat dalam kejadian kebakaran rumah mereka.

RESOLUSI
Di lain tempat hutan bambu itu di jajahi buldoser dan dalam waktu singkat tidak ada lagi hutan
bambu itu yang tersisa hanya gundukan kecil berbatu nisan yang tidak kunjung bisa diratakan. Berkali-
kali buldoser itu menyoba untuk meratakan gundukan yang tak lain adalah kuburan anak kecil. Namun
yang ada lempengan buldoser itu yg retak, tanah itu seperti bukan tanah melainkan batu granit. Enam
bulan kemudian berdirilah bangunan enam lantai yang membelakangi rumah penduduk. Tiga bulan
setelah itu ramai sekali tempat itu dipenuhi pusat perdagangan seperti toko [Link] bagaimana kabar
gundukan berbatu nisan itu? rupanya tanah itu telah rata digali demi kepentingan dasar pembangunan,
kuburan itu ikut terpidah kan dan dibuang entah kemana. Semenjak kejadian itu kabar nya anak kecil itu
masih sering berkeliaran di dalam mall bersama seekor kucing yang digendong nya selalu.

EPILOG
Pada akhir cerita novel ini diceritakan bahwa sosok tokoh "aku" merasa kehilangan dunia nya
karena tergusur nya hutan bambu berserta gundukan kuburan gadis kecil yang ia cintai dulu. Ia
menuliskan ratapan nya dimana begitu mudah nya hutan bambu yang semula tampak keramat dengan
segala kedamaian dan kesenyapan sekarang berubah menjadi pasar gegap gempita yang gemerlapan
lampu lampu dan musik ingat bingar. Sosok "aku" ini kurasa benar benar sudah gila karna kehilangan
dunia nya, ia mulai merancau tak jelas dan di cap gila oleh lingkungan sekitar nya, sosok “aku” hanya
bisa berdoa agar dia tidak gila.

Anda mungkin juga menyukai