0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
295 tayangan3 halaman

Teori Atom Menurut Rutherford

Teori atom Rutherford menyatakan bahwa atom terdiri dari inti yang bermuatan positif di pusat dan elektron yang mengorbit di sekitarnya. Teori ini didasarkan pada eksperimen hamburan partikel alfa oleh Rutherford, yang menunjukkan konsentrasi muatan dan massa di inti atom. Teori ini membantu menjelaskan struktur atom meskipun masih memiliki kekurangan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
295 tayangan3 halaman

Teori Atom Menurut Rutherford

Teori atom Rutherford menyatakan bahwa atom terdiri dari inti yang bermuatan positif di pusat dan elektron yang mengorbit di sekitarnya. Teori ini didasarkan pada eksperimen hamburan partikel alfa oleh Rutherford, yang menunjukkan konsentrasi muatan dan massa di inti atom. Teori ini membantu menjelaskan struktur atom meskipun masih memiliki kekurangan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEORI ATOM RUTHERFORD

 PENDAHULUAN

Atom secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “atomos” yang memiliki arti dari kata
tersebut adalah “tidak dapat dipotong”. Atom memiliki definisi yaitu sebagai suatu partikel yang
dapat menyusun suatu benda dan memiliki ukuran yang sangat kecil. Atom tersusun atas beberapa
partikel, dan kemudian muncul istilah subatom. Hal ini menunjukan bahwa ukuran atom begitu kecil
sekali dan dapat berada di setiap permukaan benda apapun dan dimanapun. Menentukan ukuran atom
menjadi hal yang tidak mudah karena dalam satu tanda titik dari sebuah tulisan atau benda saja sudah
tersusun dari jutaan atom. Atom diketahui memiliki dasar materi yang disebut dengan istilah inti atom
dan awan elektron. Inti atom terdiri dari proton yang memiliki muatan positif, kemudian elektron
yang mengelilinya memiliki muatan netral. Elektron yang terdapat di dalam atom saling terikat atau
menempel pada inti atom yang disebabkan oleh gaya [Link] atom kemudian
saling berikatan dan membentuk suatu molekul. Atom yang berkumpul dapat terbentuk dari atom
dengan muatan yang sama sehingga memiliki sifat muatan yang netral. Jika atom tersebut membentuk
ikatan dengan atom lain yang muatannya berbeda akan membentuk [Link] proton dan neutron
yang terdapat pada atom memiliki saling keterkaitan yang akan menentukan jenis dari atom tersebut.
Jumlah proton yang terdapat pada atom akan menentukan unsur kimianya, sedangkan jumlah neutron
yang terdapat dalam atom akan menentukan suatu isotop dari unsur dimana atom tersebut yang
menjadi penyusunnya.

Susunan Atom

1. Inti Atom
2. Kulit Atom

Partikel yang menyusun sebuah atom

1. Proton
2. Elektron
3. Neutron

 ISI

 Pengertian Teori Atom Rutherford


Teori atom Rutherford, juga dikenal sebagai model atom Rutherford, adalah sebuah teori yang
dikembangkan oleh fisikawan Ernest Rutherford pada tahun 1911. Teori ini merupakan
perkembangan dari teori atom J.J. Thomson yang disebut “kue kismis” (plum pudding) atau “model
Thomson”.
Menurut teori atom Rutherford, atom terdiri dari inti yang terkonsentrasi di pusat dan elektron-
elektron yang mengorbit di sekitarnya. Inti atom terdiri dari partikel yang disebut proton yang
memiliki muatan positif, sementara elektron memiliki muatan negatif dan bergerak mengelilingi inti
dalam jalur-jalur yang disebut orbit.

 Eksperiment Rutherford

Eksperimen terkenal yang dilakukan oleh Rutherford untuk mendukung teorinya adalah eksperimen
hamburan partikel alfa. Dalam eksperimen ini, partikel alfa (terdiri dari dua proton dan dua neutron)
ditembakkan ke suatu bahan yang sangat tipis, seperti lembaran emas. Rutherford mengamati bahwa
sebagian besar partikel alfa melewati bahan tersebut tanpa mengalami pembelokan yang signifikan,
tetapi sebagian kecil partikel alfa mengalami pembelokan yang tajam.

Dari hasil eksperimen tersebut, Rutherford menyimpulkan bahwa muatan positif dan sebagian besar
massa atom terkonsentrasi di inti yang sangat kecil dan padat di pusat atom. Mayoritas ruang dalam
atom adalah hampa, yang memungkinkan partikel alfa melaluinya tanpa mengalami pembelokan.
Namun, adanya pembelokan yang tajam menunjukkan bahwa ada muatan positif yang besar di dalam
inti atom yang dapat menolak partikel alfa.

Model atom Rutherford menjadi langkah penting dalam pemahaman struktur atom. Namun, model ini
juga menghadapi tantangan karena tidak dapat menjelaskan perilaku elektron secara detail, seperti
mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti yang bermuatan positif karena gaya tarik elektromagnetik.
Untuk mengatasi ini, model atom Rutherford kemudian berkembang menjadi model atom Bohr yang
memperkenalkan konsep orbit elektron dengan tingkat energi terkuantifikasi.

 Temuan Rutherford

Pada tahun 1909: Model Atom Rutherford


Ernest Rutherford, yang bekerja di Laboratorium Cavendish di Cambridge, mengembangkan model
atom Rutherford. Ia mengusulkan bahwa atom memiliki inti yang terkonsentrasi di pusat dan
elektron-elektron yang mengorbit di sekitarnya. Model ini didasarkan pada eksperimen hamburan
partikel alfa.

 Kelebihan dan Kekurangan Teori Model Atom Rutherford

Kelebihan :
 Teori yang Rutherford temukan tentunya memiliki kelebihannya yang perlu diketahui dan
dipahami. Dalam teori atom ini, Rutherford menjelaskan tentang bagaimana peristiwa
terjadinya penghamburan partikel alfa yang terjadi di selaput tipis berwarna emas.
 Selain itu, keunggulan yang lain dari teori atom Rutherford adalah dapat menjelaskan tentang
keberadaan inti atom yang memiliki muatan yang positif. Yang perlu diketahui adalah bahwa
muatan positif yang terdapat pada atom merupakan pusat massa atom.
 Teori atom ini juga berhasil menemukan inti atom atau nukleus yang ternyata terdiri dari
proton dan neutron. Sehingga, teori atom Rutherford yang telah dikemukakan ini lebih mudah
untuk dimengerti dan dipahami khususnya dalam menggambarkan struktur atom yang
kelihatan rumit sekali.

Kekurangan :
 Model atom Rutherford tidak dapat memberikan penjelasan tentang stabilitas atom dan
alasan kenapa elektron tidak dapat jatuh ke inti atom.
 Elektron yang memiliki muatan negatif yang ada di sekeliling atom inti dapat
membentuk spiral dan jatuh ke inti, faktanya elektron akan tetap stabil berada di lintasan.
 Teori atom Rutherford ini tidak dapat memberikan penjelasan mengenai spektrum garis
atom hidrogen.
 Sangat berbeda dengan teori elektron dinamika klasik yang menjelaskan bahwa suatu
partikel yang memiliki muatan listrik, apabila bergerak akan memancarkan suatu energi

1. Persamaan Reaksi/Rumus yang digunakan Rutherford.

Anda mungkin juga menyukai