0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan4 halaman

SOP Penanganan Code Blue Puskesmas

Dokumen tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk Tim Code Blue di Puskesmas Trajeng yang menjelaskan tentang penanganan darurat pasien yang mengalami arrestus kardiovaskular. SOP ini mengatur tentang pendefinisian, tujuan, kebijakan, prosedur, dan bagan alir dalam penanganan code blue mulai dari pemberitahuan, kedatangan tim, resusitasi, hingga tindak lanjut dan dokumentasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan4 halaman

SOP Penanganan Code Blue Puskesmas

Dokumen tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk Tim Code Blue di Puskesmas Trajeng yang menjelaskan tentang penanganan darurat pasien yang mengalami arrestus kardiovaskular. SOP ini mengatur tentang pendefinisian, tujuan, kebijakan, prosedur, dan bagan alir dalam penanganan code blue mulai dari pemberitahuan, kedatangan tim, resusitasi, hingga tindak lanjut dan dokumentasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE BLUE TEAM

No. Dukumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman : 1/3

UPT PUSKESMAS drg. DIAN PUSPITA MARYANI


TRAJENG NIP : 19770120 201001 2010

1. Pengertian suatu tim yang terdiri dari dokter dan paramedis yang dibentuk sebagai
tim terlatih yang akan merespon secara cepat ke pasien untuk
melakukan tindakan penyelamatan. Tim ini dilengkapi dengan
peralatan dan obat-obatan emergency seperti suction, oksigen,
ambubag, obat-obatan resusitasi (adrenalin, atropin, lignocaine) dan IV
set untuk menstabilkan pasien.
2. Tujuan Memberikan resusitasi dan stabilisasi yang cepat bagi korban yang
mengalami kondisi darurat cardio-respiratory arrest yang berada
dalam kawasan rumah sakit Sebagai acuan penerapan langkah-
langkah dalam Penanganan Code Blue , tindak lanjut kepada Pasien,
Karyawan atau pengunjung di Puskesmas Trajeng
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Trajeng Nomor 440/10/423.104.08/2022
tentang Kebijakan Penanganan Aduan/Keluhan Dan Pengelolaan
Umpan Balik Dari Pengguna Layanan UPT Puskesmas Trajeng Kota
Pasuruan
4. Referensi 1. Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Indonesia Nomor 62 Tahun 2018 tentang
Pedoman Sistem Pengaduan Pelayanan Rebulik Nasional
3. PerMenKes Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2019 Tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat.
5. Prosedur / 1. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam kondisi cardiac
Langkah - respiratory arrest maka perawat ruangan (I) atau first responder
langkah
berperan dalam tahap pertolongan, yaitu:
2. Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban.
3. Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan pertolongan.
4. Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama atau
menepuk bahu.
5. Meminta bantuan pertolongan perawat lain (II) atau petugas yang
ditemui di lokasi untuk mengaktifkan code blue.
6. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai dengan tim code
blue
7. Perawat ruangan yang lain (II) atau penolong kedua, segera
menghubungi operator WA Grup untuk mengaktifkan code blue,
dengan prosedur sebagai berikut:
- Perkenalkan diri.
- Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code blue.
- Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest
dengan lengkap dan jelas, yaitu: area ….. (area
satu/dua/tiga/empat), nama lokasi atau ruangan
- Waktu respon operator menerima telepon Grup WA
Puskesmas adalah harus secepatnya diterima, kurang dari 3
kali deringan telepon.
- Atau Bel Alarm 3 Kali dan Dengan pengeras Suara dengan
Menyebutkan : Code Blue…Code Blue…..Code Blue Area
…..diulang 3 Kali
8. Jika lokasi kejadian berada di area ruang rawat inap ataupun rawat
jalan, setelah menghubungi operator, perawat ruangan II segera
membawa troli emergensi (emergency trolley) ke lokasi dan
membantu perawat ruangan I melakukan resusitasi sampai dengan
tim Code Blue datang. Operator menggunakan alat telekomunikasi
Handy Talky (HT) atau pengeras suara mengatakan code blue
dengan prosedur sebagai berikut:
- “Code Blue, Code Blue, Code Blue, di area
…..(satu/dua/tiga/empat), nama lokasi atau ruangan…..”.
- Jika lokasi kejadian diruangan rawat inap maka informasikan:
“Code Blue, Code Blue, Code Blue, nama ruangan ….. nomor
kamar …..”
9. Setelah tim code blue menerima informasi tentang aktivasi code
blue, mereka segera menghentikan tugasnya masing-masing,
mengambil resusitasi kit dan menuju lokasi terjadinya cardiac
respiratory arrest. Waktu respon dari aktivasi code blue sampai
dengan kedatangan tim code blue di lokasi terjadinya cardiac
respiratory arrest adalah 5 menit.
10 Sekitar 5 menit kemudian, operator menghubungi tim code blue
untuk memastikan bahwa tim code blue sudah menuju lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest
11 Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah lokasi yang
padat manusia (public area) maka petugas keamanan (security)
segera menuju lokasi terjadinya untuk mengamankan lokasi
tersebut sehingga tim code blue dapat melaksanakan tugasnya
dengan aman dan sesuai prosedur.

2/3
12 Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya
bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue.
13 Untuk pelaksanaan code blue di area empat, Tim code blue
memberikan bantuan hidup dasar kepada pasien kemudian segera
ditransfer ke Ruang Tindakan
14 Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi,
yaitu:
- Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka dilakukan
Rujukan ke RS terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih
lanjut jika keluarga pasien setuju.
- Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan meminta dirawat di
ruang perawatan biasa atau Rawat jalan maka keluarga pasien
menandatangani surat penolakan.
15 Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien meninggal, maka
dilakukan perawatan Jenazah.
16 Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan DPJP.
17 Ketua tim code blue memberikan informasi dan edukasi kepada
keluarga pasien.
18 Tim code blue bersama Perawat ruangan mendokumentasikan
tindakan yang telah dilakukan pada lembar catatan terintegrasi
dan menandatanganinya .
6. Bagan alir Pasien tiba tiba tidak sadar Dilakukann KIE dan Tata
Laksana lebih lanjut oleh Tim
Medis , pemasangan Infus,
ECG, Oksigen sesuai advice
dokter
- ditemukan oleh Petugas
- Petugas Meminta Bantuan
penolong 2 Untuk Melaporkan
ke Tim Code Blue Keluarga dirujuk, Persiapan Form
Code Blue 2x, Tempat/ rujukan, Menghubungi RS rujukan,
Ruangan disebutkan 2 x
Form SBAR TBK , Melengkapi Form
- Penolong 1 melakukan BHD
dasar sampai tim Code Blue Lembar Obsrvasi Pasien
Datang

Tim Code Blue datang


Keluarga
Berunding

Resusitasi Dilakukan oleh


Tim Code Blue: tatalaksana Menolak
sesuai SOP Rujuk
Rujuk

Pasien dipindahkan Ke
[Link]
Berangkat Rujuk
Tanda Tangan
Penolakan Rujukan
ROSC
Meninggal Tidak

3/3
7. Unit Terkait 1. Tim Mutu
2. Pelayanan UKP dan UKM
3. TIM MFK

8. Rekaman historis perubahan.


No. Yang dirubah Isi perubahan Tgl. Mulai diberlakukan

4/3

Anda mungkin juga menyukai