Rangkaian Arus Bolak-Balik
Rangkaian arus bolak-balik adalah rangkaian yang menggunakan arus bolak-balik. Arus bolak-balik
adalah arus listrik yang arah dan besarnya selalu berubah secara periodik.
Rangkaian arus bolak-balik memiliki hambatan yang disebut sebagai impedansi. Impedansi biasa
dinyatakan sebagai Z dengan satuan ohm. Di dalam impedansi, terdapat hambatan murni atau resistor
(R), hambatan induktif (XL) oleh induktor, dan hambatan kapasitif (XC) oleh kapasitor.
Rangkaian RLC
Rangkaian RLC adalah rangkaian yang tersusun atas resitor, induktor, dan kapistor baik secara seri
maupun paralel. Rangkaian ini dinamakan RLC karena menunjukkan simbol ketahanan (R), induktansi (L),
dan kapasitansi (C). Rangkaian RLC bisa membentuk osilator harmonik dan akan beresonansi pada
rangkaian LC. Untuk lebih jelasnya, simak analisis rangkaian RLC berikut.
Analisis RLC
Analisis rangkaian RLC dimulai dari kondisi arus saat masuk ke resistor, induktor, dan kapasitor.
1. Arus AC (arus bolak-balik) pada resistor
Arus AC sebesar I yang melewati resistor akan muncul tegangan seperti persamaan berikut.
Dari persamaan tersebut terlihat bahwa besarnya arus yang melalui resistor sebandingan dengan
tegangan yang dihasilkan. Artinya, jika arus yang masuk besar, tegangan yang dihasilkan juga akan besar.
Keadaan itu dikatakan bahwa arus dan tegangannya sefase. Perhatikan grafik berikut.
Gambar paling kiri merupakan contoh susunan resistor, gambar tengah merupakan grafik sinusoidal
antara tegangan dan arus, dan gambar paling kanan merupakan diagram fasor antara tegangan dan
arus. Pada gambar tengah terlihat bahwa tegangan dan arus bergerak dengan fase yang sama.
2. Arus AC (arus bolak-balik) pada induktor
Jika suatu induktor dilalui arus AC yang besarnya berubah setiap waktu, maka akan dihasilkan tegangan
induksi VL. Secara matematis, hubungan antara arus dan tegangan induksi dirumuskan sebagai berikut.
Persamaan di atas menunjukkan bahwa semakin besar perubahan arus setiap waktu, semakin besar
pula tegangan induksinya. Tegangan induksi akan muncul setelah ada perubahan arus pada selang
waktu tertentu. Dari kondisi tersebut, bisa dikatakan bahwa jalannya arus tidak serentak dengan
tegangan atau tegangan tidak sefase dengan arus. Tegangan akan mendahului arus dengan beda sudut
fase 90o.
Gambar paling kiri merupakan contoh susunan induktor, gambar tengah merupakan grafik sinusoidal
antara tegangan dan arus, serta gambar paling kanan merupakan diagram fasor antara tegangan dan
arus. Pada gambar tengah terlihat bahwa tegangan mendahului arus dengan beda sudut fase 90o atau
arus tertinggal tegangan sejauh 90o.
3. Arus AC (arus bolak-balik) pada kapasitor
Saat kapasitor dilalui Arus AC sebesar IC, akan muncul tegangan VC. Tegangan kapasitor tersebut akan
naik menjadi Vt secara perlahan. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.
Saat kapasitor dilalui arus, tegangan kapasitor akan naik. Sebaliknya, saat arus diturunkan sampai ke titik
nol, tegangan kapasitor akan turun secara perlahan. Keadaan ini menunjukkan bahwa arus dan tegangan
tidak berjalan secara serempak. Artinya, arus dan tegangan tidak sefase. Arus akan mendahului
tegangan dengan beda sudut fase 90o.
Gambar paling kiri merupakan contoh susunan kapasitor, gambar tengah merupakan grafik sinusoidal
antara tegangan dan arus, serta gambar paling kanan merupakan diagram fasor antara tegangan dan
arus. Pada gambar tengah terlihat bahwa arus mendahului tegangan dengan beda sudut fase 90o atau
tegangan tertinggal arus sejauh 90o.
Analisis Rangkaian Seri RLC
Rangkaian seri RLC terdiri dari empat kemungkinan komponen, yaitu rangkaian RC seri, RL seri, LC seri,
dan RLC seri. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.
a. Rangkaian RC seri
Pada rangkaian RC seri, resistor dan kapasitor dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik seperti gambar berikut.
Dari gambar di atas terlihat bahwa komponen R dan C akan dilalui arus yang sama, yaitu I. Oleh karena
itu, pada komponen R akan muncul tegangan VR dan pada komponen C akan muncul tegangan VC.
Perbedaan fase arus dan tegangan serta diagram fasor tegangannya bisa dilihat pada gambar berikut.
Berdasarkan gambar di atas, VR akan sefase dengan arus, sedangkan Vc akan tertinggal 90o dari arus.
Secara matematis, persamaan yang terkait rangkaian RC seri ini dirumuskan sebagai berikut.
▪ Tegangan efektif
▪ Impedansi
▪ Besarnya sudut fase rangkaian
▪ Arus efektif
▪ Frekuensi resonansi RC
b. Rangkaian RL seri
Pada rangkaian RL seri, resistor dan induktor dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik seperti gambar berikut.
Dari gambar di atas terlihat bahwa komponen R dan L akan dilalui arus yang sama, yaitu I. Oleh karena
itu, pada komponen R akan muncul tegangan VR dan pada komponen L akan muncul
tegangan VL. Perbedaan fase arus dan tegangan serta diagram fasor tegangannya bisa dilihat pada
gambar berikut.
Berdasarkan gambar di atas, VR akan sefase dengan arus, sedangkan VL akan mendahului arus dengan
beda sudut fase 90o. Secara matematis, persamaan yang terkait rangkaian RL seri ini dirumuskan sebagai
berikut.
▪ Tegangan efektif
▪ Impedansi
▪ Besarnya sudut fase rangkaian
▪ Arus efektif
▪ Frekuensi resonansi RL
c. Rangkaian LC seri
Pada rangkaian LC seri, kapasitor dan induktor dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik seperti gambar berikut.
Dari gambar di atas terlihat bahwa komponen L dan C akan dilalui arus yang sama, yaitu I. Oleh karena
itu, pada komponen L akan muncul tegangan VL dan pada komponen C akan muncul tegangan VC.
Perbedaan fase arus dan tegangan serta diagram fasor tegangannya bisa dilihat pada gambar berikut.
Berdasarkan gambar di atas, VL akan mendahului arus dengan beda sudut fase 90o,
sedangkan VC tertinggal dari arus dengan beda sudut fase 90o. Secara matematis, persamaan yang
terkait rangkaian LC seri ini dirumuskan sebagai berikut.
▪ Tegangan efektif
▪ Impedansi
▪ Besarnya sudut fase rangkaian
▪ Arus efektif
▪ Frekuensi resonansi LC
d. Rangkaian RLC seri
Pada rangkaian ini, resistor, induktor, dan kapasitor dirangkai secara seri seperti gambar berikut.
Dari gambar di atas terlihat bahwa komponen R, L, dan C akan dilalui arus yang sama, yaitu I. Oleh
karena itu, pada komponen R akan muncul tegangan VR, pada komponen L akan muncul tegangan VL,
dan pada komponen C akan muncul tegangan VC.
Diagram fasor impedansi untuk rangkaian RLC seri bisa dilihat pada gambar berikut.
Secara matematis, persamaan yang terkait rangkaian RLC seri ini dirumuskan sebagai berikut.
▪ Tegangan efektif
▪ Impedansi
▪ Besarnya sudut fase rangkaian
▪ Arus efektif
▪ Frekuensi resonansi RL
Dari pembahasan dan persamaan-persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa rangkaian RLC seri
memiliki sifat berikut ini.
1. Jika XL > XC, rangkaian bersifat induktif di mana arus tertinggal oleh tegangan dengan beda
sudut fase -90o.
2. Jika XL < XC, rangkaian bersifat kapasitif di mana arus mendahului tegangan dengan beda sudut
fase 90o.
3. Jika XL = XC, rangkaian bersifat resistif di mana arus tertinggal oleh tekanan dengan beda sudut
fase 0.
Contoh Soal 1
Perhatikan gambar berikut.
Tentukan arus maksimum dan sifat rangkaian tersebut!
Diketahui:
Ditanya: Arus maksimum dan sifat rangkaian =…?
Pembahasan:
Untuk mencari arus maksimum dan sifat rangkaian, harus mencari hambatan induktor, kapasitor, dan
resistornya.
Hambatan induktor
Hambatan kapasitor
Impedansi
Arus maksimum
Oleh karena XL < XC, maka rangkaian pada soal tersebut bersifat kapasitif.
Jadi, arus maksimum yang mengalir dan sifat rangkaiannya berturut-turut adalah 12 A dan bersifat
kapasitif.
Contoh Soal 2
Rangkaian RLC dihubungkan dengan tegangan arus bolak-balik. Jika induktansi pada rangkaian 10-3 H
dan frekuensi resonansinya 1.000 Hz, tentukan kapasitansinya dengan menganggap π2 = 10!
Diketahui:
L = 10-3 H
f = 1.000 Hz
Ditanya: C =…?
Pembahasan:
Untuk mencari kapasitansi, gunakan rumus resonansi.
Contoh Soal 3
Rangkaian RLC dengan R = 30 ohm, L = 40 mH, dan C = 50 µF dihubungkan dengan sumber listrik.
Tentukan frekuensi resonansi pada rangkaian tersebut!
Diketahui:
R = 30 ohm
L = 40 mH
C = 50 µF
Ditanya: f =…?
Pembahasan: