BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Madrasah Ibtidaiyah adalah kelanjutan pendidikan dari sekolah tingkat
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Raudlatul Athfal (RA). Karena memiliki latar
belakang yang berbeda maka kemampuan dan minat anak dalam memahami dan
mempelajari pembelajaran mengalami hambatan. Hal yang menjadi hambatan
selama ini dalam pembelajaran akidah akhlak adalah kurang dikemasnya
pembelajaran akidah akhlak dengan metode yang menarik dan menyenangkan,
sehingga pembelajaran akidah akhlak cenderung membosankan dan kurang
menarik minat siswa.
Agar pembelajaran akidah akhlak menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif,
efektif, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan
mengubah metode pembelajaran dengan video dan STAD. Dengan tujuan agar
siswa dapat mengerti dan memahami dan mengungkapkan pendapat tentang fakta
yang dipelajari dan guru akan mengetahui kemampuan dan daya tangkap siswa
untuk dapat memahami materi, serta mengembangkan kemampuannya untuk
menggunakan pengetahuan dan pengalamannya sehingga pengetahuannya menjadi
fungsional. Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk
membuktikkan bahwa dengan penerapan video dan STAD dapat meningkatkan
prestasi belajar akidah akhlak.
1
B. Rumusan Masalah
1. Identifikasi masalah
Permasalahan dalam penelitian ini adalah tindakan apa yang dilakukan
guru untuk meningkatkan prestasi siswa kelas IV MI Istifadah Gingging Bluto
Sumenep pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Dengan penggunaan metode
pembelajaran yang dilakukan guru Akidah Akhlak masih monoton dan
didominasi oleh guru.. Permasalahan yang lain berasal dari peserta didik
sendiri yang kurang memperhatikan pelajaran karena rendahnya minat dan
kurangnya motivasi belajar, sumber belajar pesrerta didik serta sarana dan
prasarana yang kurang memadai.
Dari permasalahan yang penulis bahas diatas, maka permasalahan dari
guru adalah suatu permasalahan yang utama sehingga harus diselesaikan
terlebih dahulu. Dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan
membawa suasana belajar yang menyenangkan dan memungkinkan siswa
untuk mengembangkan kreativitas. Dan akan membawa dampak pada motivasi
belajar dan disiplin pada siswa.
2. Batasan Masalah
Dalam pembahasan ini penulis membatasi masalah yang berkaitan
dengan menurunnya motivasi siswa Kelas IV MI Istifadah Gingging Bluto
Sumenep dalam belajar yang ditandai dengan tidak adanya keaktifan siswa,
rasa ingin tahu yang menurun, malas dalam belajar dan mengantuk juga merasa
bosan ketika pembelajaran berlangsung. Hal ini dikarenakan media yang
2
digunakan guru dalam mengajar adalah kurang menarik, monoton dan model
ceramah Sehingga mengakibatkan adanya sikap seperti itu ketika dalam proses
pembelajaran.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian tindakan kelas berkaitan dengan peningkatan hasil
belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Video dan STAD
Mata pelajaran Akidah Akhlak di MIS Istifadah.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah penerapan Metode Pembelajaran Video dan STAD dapat
meningkatkan prestasi belajar Akidah Akhlak siswa kelas IV pada materi
Menghindari Akhlak Tercela Melalui Kisah Tsa’labah.
2. Apakah penggunaan metode pembelajaran video dan STAD dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran mata pelajaran
akidah akhlak di kelas IV pada Materi Kisah Menghindari Akhlak Tercela
Melalui Kisah Tsa’labah.
C. Tujuan Penelitian
1. Berdasarkan rumusan masalah yang kami susun di atas, maka penelitian ini
bertujuan:
a. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan dan penerapan metode
pembelajaran video dan STAD dalam pembelajaran dapat meningkatkan
3
prestasi Akidah Akhlak Kelas IV MIS Istifadah Gingging Bluto Sumenep
Tahun Pelajaran 2023/2024
b. Untuk mengetahui penggunaan dan penerapan metode video tipe STAD
dalam pembelajaran Aqidah Akhlak dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa Kelas VI MIS Istifadah Gingging Bluto Sumenep Tahun Pelajaran
2023/2024
D. Manfaat Penelitian
1. Adapun Manfaat penelitian tersebut diantaranya adalah untuk :
a. Bagi lembaga
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dilembaga
dalam mengembangkan hal-hal yang perlu dikembangkan dan berkaitan
dengan penggunaan metode video dan STAD dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak
b. Bagi guru
Sebagai masukan dalam merancang kegiatan belajar mengajar serta
dalam memberikan bimbingan kepada siswa untuk dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa dalam meraih prestasi siswa, serta memperhatikan
media-media yang akan diterapkan dalam pembelajaran
c. Bagi siswa
Dengan adanya media pembelajaran video dan STAD, siswa akan lebih
memiliki keaktifan dalam proses pembelajaran, serta dapat mengembangkan
4
pemikirannya, sehingga mampu meningkatkan prestasi pembelajaran akidah
akhlak kelas IV MIS Istifadah Gingging Bluto Sumenep.
d. Bagi peneliti
Dapat menambah wawasan dan khasanah keilmuan pada khususnya,
sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dengan wawasan yang lebih luas
baik secara teoritis maupun secara praktis, serta mampu menciptakan
pembelajaran yang bermakna.
5
BAB II
KERANGKA TEORI DAN PENELITIAN RELEVAN
A. Kerangka Teori
Berdasarkan uraian di atas maka dapat diketahui bahwa penggunaan metode
atau strategi pembelajaran sangatlah diperlukan karena bisa membantu
mempermudah guru dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya pada penelitian yang ada di MIS Istifadah Gingging Bluto Sumenep
peneliti akan menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang berupa video
dan STAD.
B. Penelitian Relevan
Peneliti memilih metodevideodan STAD ini sebagai cara untuk mengetahui
sejauh mana pengetahuan atau kemampuan pemahaman peserta didik terhadap
mata pelajaran, khususnya Aqidah Akhlak. Selain itu juga dapat meningkatkan
keaktifan siswa atau keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan
aktivitas pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan
memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
C. Hipotesis
Jika penggunaan atau penerapan videodan STAD dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak materi Menghindari Akhlak Tercela Melalui Kisah Tsa’labah dapat
dioptimalkan, maka dapat mempermudah pemahaman siswa dan juga bisa
6
meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas IV MIS Istifadah Gingging Bluto
Sumenep Tahun Pelajaran 2023/2024.
7
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif.
2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di MIS Istifadah Gingging Bluto Sumenep dalam materi
Menghindari Akhlak tercela melalui kisah tsa’labah pada mata pelajaran akidah
akhlak kelas IV pada saat jam pelajaran yaitu pada pukul 09.30 sampai 10.30
pada hari Rabu tanggal 25 September 2023 (siklus 1), 2 Oktober 2023 (Siklus 2)
dan 9 Oktober 2023 (siklus 3).
3. Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan pada kelas IV MIS Istifadah Gingging Bluto Sumenep
Tahun Pelajaran 2023/2024.
Jumlah
Keterangan
No. Nama Skor
L K
1 Adenaya Maheswari 1
2 Alfina Trisnawati 1
3 Brian Adri Al Khalidi 1
8
4 Esa Amelia 1
5 Fahmi Kurniawan 1
6 Fairel Athariz Khalif Febrian 1
7 Gian Goevanni Al-Hilal 1
8 Maulana Ridho Saputra 1
9 Moh. Faiz Azri Imron 1
10 Mu’zzatul Jannah 1
11. Nur Qarina Maulidiyah 1
12 Siti Farhanah 1
4. Tahapan Siklus PTK
PTK merupakan penelitian proses pembelajaran di kelas yang terdiri dari 4
(empat) tahap, yaitu; (1) perencanaan/planning, (2) pelaksanaan tindakan/action,
(3) pengamatan/observation, (4) refleksi/reflection. Dari siklus ini diharapkan
dapat diperoleh data yang dikumpulkan sebagai jawaban dari permasalahan
penelitian.1
1
Susilo, Penelitian Tindakan Kelas (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007), 19.
9
a. Perencanaan
Agar penelitian tindakan kelas dapat dilakukan dengan baik sehingga
mencapai perbaikan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa,
penelitian harus mengikuti langkah tertentu yang membimbing peneliti untuk
melakukan kegiatan penelitian secara sismematis.2
Dalam perencanaan inni peneliti melakukan hal sebagai berikut:
1) Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi:
Standar kompentensi, Kompetensi Dasar, Materi Pokok, Indikator, bahan
ajaran media (media).
2) Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar
yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan metode video
dan STAD.
3) Mempersiapkan materi danmembuat perencanaan pembelajaran yang
ditayangkan dengan melalui video pembelajaran Menghidari sifat Tercela
melalui kisah Tsa’labah.
4) Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada siswa.
5) Menyusun alat evaluasi pembelajaran
b. Pelaksanaan
2
Moh. Asrori, Penelitian Tindakan Kelas Pembelajaran Efektif, Bandung : CV. Wacana
Prima. 2008. hal 60.
10
Peserta didik dibagi menjadi 3 kelompok.
1) Guru memilih topik materi tentang Menghidari sifat Tercela melalui kisah
Tsa’labah.
2) Guru menjelaskan skenario pembelajaran.
3) Guru menyajikan materi pelajaran melalui Video pembelajaran
Menghindari sifat Tercela melalui kisah Tsa’labah.
4) Siswa menyimak, mencermati dengan seksama video
pembelajaran Menghindari sifat Tercela melalui kisah Tsa’labah.
5) Guru Memberikan pertanyaan dengan Soal HOTS yang dikaitan dengan
lingkungan sekitar.
6) Guru memberikan kesempatan pada peserta didik dengan menjawab
kelompok yang pertama mendapat skor tambahan.
7) Guru menyuruh salah satu perwakilan kelompok untuk menyampaikan
tanggapannya
8) Guru melakukan validasi, penjelasan materi materi pembelajaran
c. Pengamatan
Untuk memantau aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran
berlangsung digunakan lembaran observasi. Ini merupakan tindakan yang
dilakukan oleh guru dalam mengumpulkan data tentang proses pembelajaran
yang dilaksanakan dengan menggunakan metode video dan STAD. Untuk
mengetahui situasi yang terjadi di dalam kelas saat pemberian tindakan,
11
peneliti melakukan penggambilan data berupa hasil pengamatan dan hasil
belajar siswa yang dimaksudkan untuk lebih memperjelas terjadinya
peningkatan pemahaman siswa terhadap pelajaran Aqidah Akhlak. Hasil
pengamatan dicatat pada lembar observasi tentang perilaku siswa, yaitu:
1). Kegiatan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung
2). Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar
d. Refleksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari tindakan yang telah dilakukan,
maka data tersebut dianalisis untuk memastikan bahwa dengan menerapkan
media video dan STAD dalam pembelajaran Aqidah Akhlak dapat
mempermudah pemahaman siswa dan perubahan perilaku siswa setelah
memahami materi “Menghindari sifat tercela melalui Kisah Tsa’labah” dalam
kehidupan sehari-hari.
B. Variabel yang diamati
Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa/siswi MI
Istifadah Gingging Bluto Sumenep semester ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024
yang meliputi:
1. Keaktifan siswa dalam berdiskusi.
2. Kemampuan siswa dalam mencatat hasil diskusi.
3. Kemampuan siswa dalam mempresentasikam secara lisan hasil diskusi,
12
4. Nilai pemerolehan hasil belajar siswa
C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung atau
pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari
semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya
(Sudjana,1992:6), sedangkan menurut Sugiyono (2009:80) populasi adalah
willayah generalisasi yang terdiri dari atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas
dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian
ditarik kesimpulan.
Berkenaan dengan populasi penelitian ini maka populasinya adalah Siswa Kelas IV
MI Istifadah Gingging Bluto Sumenep.
D. Metode Pengumpulan Data
1. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data berupa suatu pernyataan tentang sifat, keadaan,
kegiatan tertentu dan sejenisnya. Pengumpulan data dilakukan untuk
mendapatkan suatu informasi yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan
[Link] penyusunan tugas akhir ini penulis mengambil objek penelitian
pada MIS Istifadah Gingging Bluto Sumenep. Pengumpulan data dalam
penelitian di MIS Istifadah dengan cara:
a. Observasi
Suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati
Langsung, melihat dan mengambil suatu data yang dibutuhkan di tempat
13
Penelitian itu dilakukan. Observasi juga bisa diartikan sebagai proses yang
kompleks. Pengumpulan data yang dilakukan di MIS Istifadah.
b. Wawancara
Berdasarkan wawancara dari guru mata pelajaran Aqidah Akhlak telah
didapat informasi bahwa selama ini guru mata pelajaran Aqidah Akhlak
tersebut ketika dalam menyampaikan materi hanya dengan menggunakan
metode ceramah dan mendekte materi, Sehingga banyak siswa yang merasa
bosan dengan metode yang digunakan walaupun pada akhirnya siswa telah
mencapai nilai KKM yang ditentukan.3
2. Metode Analisis data
a. Metode kualitatif
Untuk melakukan proses proses penelitian maka peneliti menggunakan
metode kualitatis. Dengan metode ini penelitian melakukan wawancara dan
observasi dan wawancara serta secara langsung. Tujuannya untuk
mendapatkan informasi yang akurat mengenai proses penelitian kelas yang
ada pada MIS Istifadah.
b. Metode pengamatan sistem pengamatan dilakukan secara detail terhadap
fungsi-fungsi sistem yang terdapat pada sistem sehingga dapat diketahui
kekurangan dari sistem tersebut.
c. Indikator Keberhasilan
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) artinya penelitian
3
wawancara dengan Bapak MOH. Hidayatullah, Guru MI Istifadah Gingging Bluto Sumenep, tanggal 25
September 2023
14
dengan berbasis pada kelas. Dengan penelitian ini diperoleh manfaat
berupa perbaikan praksis yang meliputi penanggulangan berbagai masalah
belajar peserta didik dan kesulitan mengajar oleh guru.
Untuk mengevaluasi ada tidaknya dampak positif terhadap tindakan,
diperlukan kriteria keberhasilan, yang ditetapkan sebelum tindakan
dilakukan. Dari kegiatan refleksi ini, diperoleh ketetapan tentang hal-hal
yang telah dicapai menjadi bahan dalam merencanakan kegiatan siklus
berikutnya.
Penelitian tindakan kelas ini berhasil jika data kualitatif yang berupa
kegiatan guru dan perilaku siswa (yakni keaktifan) mengalami perbaikan
dari siklus ke siklus. Keaktifan siswa dikategorikan dalam (1) rendah, (2)
sedang dan (3) tinggi. Tindakan dikatakan berhasil jika setidaknya
persentase siswa yang keaktifannya rendah sudah mencapai maksimal
20%.
Indikator keberhasilan dari data kuantitatif, yakni hasil belajar peserta
didik, ditetapkan bahwa hasil belajar peserta didik dianggap berhasil jika
rata- rata nilai setelah melakukan proses pada akhir setiap siklus persentase
peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM (belum tuntas) sudah
mencapai minimal 20%. Sedang persentase peserta didik yang nilai hasil
belajarnya sudah tuntas (=/>KKM) mencapai minimal 75%.
15