0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Konfigurasi Keamanan SSH Server

Dokumen ini membahas tentang konfigurasi remote access menggunakan Secure Shell (SSH) pada sistem operasi Debian. Terdapat penjelasan mengenai instalasi, konfigurasi, dan pengujian SSH untuk mengakses sistem secara remote.

Diunggah oleh

badsect
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Konfigurasi Keamanan SSH Server

Dokumen ini membahas tentang konfigurasi remote access menggunakan Secure Shell (SSH) pada sistem operasi Debian. Terdapat penjelasan mengenai instalasi, konfigurasi, dan pengujian SSH untuk mengakses sistem secara remote.

Diunggah oleh

badsect
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321


Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

A. TUJUAN
Diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan konsep, fungsi dan cara kerja Remote Access pada jaringan;
2. Menginstallasi dan mengkonfigurasi aplikasi remote access.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Personal Computer
2. Oracle VirtualBox
3. Koneksi internet
4. Paket aplikasi figlet, ufw
5. Putty for Windows

C. TEORI SINGKAT

Salah satu manfaat dari jaringan komputer yaitu memudahkan kita dalam berbagi resources
hardware ataupun software yang ada. Remote Access adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk
mengakses suatu system melalui media jaringan. Sehingga kita dapat mengkonfigurasi suatu system,
dimanapun kita berada asalkan terkoneksi ke perangkat tersebut melalui jaringan baik yang bersifat local
maupul internet

Secara umum, Remote Access dibagi menjadi dua jenis:


1. Mode Desktop / GUI (Graphical User Interface), misalnya Remote Desktop, VNC, dan
Radmin.
2. Mode Teks, misalnya telnet, ssh, raw, rlogin dan serial.

Secure Shell atau SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui
saluran aman antara dua perangkat jaringan. Secure Shell banyak digunakan pada sistem berbasis Linux
dan Unix untuk mengakses akun shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote unsecure
lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya
mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data
melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet. SSH merupakan aplikasi pengganti remote login seperti
telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Dikembangkan pertamakali oleh OpenBSD project dan
kemudian versi rilis p (port) di-manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, termasuk sistem
operasi Linux.

Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang
bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan.

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

scp yang merupakan anggota keluarga ssh adalah aplikasi pengganti rcp yang aman, keluarga lainnya
adalah sftp yang dapat digunakan sebagai pengganti ftp.

D. LANGKAH KERJA

1. Konfigurasi IP Address sesuai kebutuhan


2. Install paket aplikasi SSH
debian:~# apt-get install openssh-server
3. Setelah aplikasi terinstall, layanan SSH Server langsung bisa digunakan melalui port default
22. Jika ingin mengkonfigurasi SSH Server tersebut, edit file sshd_config yang merupakan
file konfigurasi utama pada SSH Server. File tersebut bisa dikustomisasi sesuai dengan
kebutuhan pengguna. Misalnya merubah port default, ataupun menambah tampilan banner
ssh agar menjadi lebih menarik.

Merubah Port Kerja SSH

1. Edit file sshd_config berikut, kemudian cari dan lakukan perubahan pada satu baris
konfigurasi script di bawah ini.
debian:~# vim /etc/ssh/sshd_config
# What ports, IPs and protocols we listen for
# Port 21 #port default ssh
Port 354 #port diganti ke 354

2. Simpan perubahan

3. Restart service SSH


debian:~# /etc/init.d/ssh restart
4. Anda bisa melihat status layanan SSH dengan perintah sebagai berikut:
debian:~# /etc/init.d/ssh status

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

Output dari perintah tersebut menunjukkan bahwa SSH berjalan dalam keadaan aktif (active
(running)) dan diaktifkan (enabled).
5. Untuk me-nonaktifkan layanan SSH, anda bisa lakukan dengan mengetikkan perintah sebagai
berikut:
debian:~# /etc/init.d/ssh stop

Modifikasi Tampilan Login SSH

Anda dapat melakukan perubahan agar tampilan awal Login pada system Debian melalui SSH
lebih menarik. Anda perlu menambahkan aplikasi untuk membuat banner yang secara default
berbentuk huruf menjadi berbentuk grafis.

1. Instal paket aplikasi figlet


debian:~# apt-get install figlet

2. Anda bisa menambahkan sebuah teks yang akan dijadikan sebagai banner pada halaman
login SSH. Teks ini nanti akan dikonversi menjadi tampilan grafis. Simpan file banner-nya
pada path /etc/ssh
debian:~# figlet DebianServer [Link] > /etc/ssh/banner

3. Tambahkan script berikut pada file sshd_config.


debian:~# echo “banner /etc/ssh/banner” >> /etc/ssh/sshd_config

4. Setiap selesai mengkonfigurasi, restart service SSH agar semua konfigurasi dijalankan
langsung.
debian:~# /etc/init.d/ssh restart

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

Membatasi Pengguna dan Grup Pengguna SSH

Agar tidak semua pengguna (user) dan grup pengguna (group) bisa melakukan remote access,
Anda bisa batasi dengan menggunakan perintah AllowUsers maupun AllowGroups.

1. Buka dan edit file konfigurasi utama SSH


debian:~# nano /etc/ssh/sshd_config

2. Tambahkan perintah AllowUsers, apabila ingin membatasi hanya user-user tertentu saja
yang boleh melakukan remote. Anda juga bisa menambahkan hanya grup tertentu yangh
dibolehkan melakukan remote
……
AllowUsers user1 user2 user3
AllowGroups group1 group5

3. Simpan perubahan

4. Restart service SSH


debian:~# /etc/init.d/ssh restart

Membatasi SSH dengan Firewall


Server SSH mendengarkan (listening) port 22, bergantung pada kebijakan (rules) firewall sistem
Debian Anda. Akses SSH dapat dibatasi oleh firewall. Instal salah satu paket aplikasi firewall,
kemudian konfigurasi agar dapat membatasi akses SSH. Salah satu firewall yang bisa digunakan
adalah ufw.
1. Instal paket aplikasi ufw
debian:~# apt-get install ufw

Tunggu sampai proses instalasi paket aplikasi selesai dan berhasil.


2. Aktifkan ufw
debian:~# ufw enable

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

3. Konfigurasi ufw agar SSH dapat diakses melalui jaringan


debian:~# ufw allow ssh

Catatan: Perintah di atas adalah untuk mengizinkan ke SSH dengan port default (22). Apabila
port yang digunakan bukan port default, contohnya 354, maka perintah yang harus
ditambahkan ke ufw adalah ufw allow [port_number]:
debian:~# ufw allow 354/tcp

4. Konfigurasi ufw agar SSH tidak dapat diakses melalui jaringan


debian:~# ufw deny ssh

5. Cek status ufw


Untuk melihat status ufw, ketikkan perintah ufw status verbose
debian:~# ufw status verbose

Output perintah ini menampilkan status detil dari ufw. Perhatikan bahwa port 22 tidak
diizinkan (DENY IN) ke server ini. Sementara port 354 (SSH) diizinkan (ALLOW IN) ke
server ini.

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

Pengujian Konfigurasi SSH

Pengujian SSH remote access dapat dilakukan dengan berbagai cara.

1. Remote Access melalui Terminal/Consol


Lakukan pengujian apakah SSH Server dikonfigurasi dengan benar dan berfungsi dengan
baik. Untuk mengakses SSH Server melalui jaringan, dibutuhkan aplikasi tambahan yang
dinamakan SSH Client. Secara default SSH Client ini sudah terinstall otomatis pada sistem
operasi Debian. Perintah umum untuk

Saat pertama kali anda melakukan koneksi ke SSH Server, maka anda akan diberi RSA key
untuk keamanan data.

debian:~# ssh syukhri@localhost


RSA key fingerprint is
47:41:dd:8a:71:02:83:55:ff:e4:db:fa:9d:e8:05:54.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes

Pada cara diatas, kita mengakses SSH Server melalui port default yakni 22. Apabila Anda
ingin mengakses SSH Server pada port yang telah kita rubah sebelumnya, tinggal tambahkan
opsi -p [Port_Number] seperti contoh berikut ini:

debian:~# ssh syukhri@localhost –p354

2. Remote Access melalui PC Windows


Sistem operasi Windows, secara default tidak dilengkapi dengan aplikasi SSH Client yang
ter-install. Aplikasi yang tersedia hanyalah aplikasi Telnet client. Untuk itu anda harus
mendownload aplikasi SSH Client terlebih dahulu. Ada banyak aplikasi SSH client yang
tersedia, namun yang akan digunakan dalam praktik kali ini adalah aplikasi Putty. Unduh
aplikasi Putty melalui tautan [Link] pada komputer PC Windows anda, kemudian
jalankan aplikasinya. Antarmuka aplikasi Putty dapat dilihat pada gambar berikut:

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

Jalankan aplikasi putty, kemudian ketikkan Hostname atau IP Address dan Port
perangkat yang ingin di akses secara remote. Setelah itu klik Open. Saat pertama kali
perangkat di akses secara remote, akan muncul security alert seperti pada gambar di bawah
ini:

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

Klik Accept, Anda akan disuguhi halaman login ke perangkat yang ingin di remote. Kemudian
login menggunakan akun yang dimiliki.

Setelah masuk ke terminal/consol Debian, anda sudah bisa menjalankan semua


pekerjaan-pekerjaan server dari computer client tersebut, layaknya berada langsung di depan
Debian yang sedang diakses.

Catatan Sistem SSH

Segala aktifitas dan kejadian (events) pada sistem Debian anda monitor melalui log (catatan sistem) server
Debian. Catatan sistem bisa dimonitor dengan mengetikkan perintah journalctl -f

debian:~# journalctl -f

Tim Pengembang Jobsheet


Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Departemen : Teknik Elektronika Kode MK : TIK1.61.5321
Program Studi : Pend. Teknik Informatika Waktu : 4 x 50 menit
Mata Kuliah : Cloud Computing Judul : Remote Access

Output dari perintah journalctl -f akan menampilkan semua catatan sistem untuk semua jenis
layanan pada server Debian anda. Apabila anda hanya ingin melihat catatan sistem yang berkaitan dengan
layanan SSH, ketikkan perintah sebagai berikut:

debian:~# journalctl -f |grep ssh

Output dari perintah journalctl -f |grep ssh hanya akan menampilkan semua catatan
sistem untuk layanan SSH saja.

E. EVALUASI/KASUS

Berdasarkan tahapan praktikum, lakukan:

1. Modifikasi tampilan halaman login SSH agar lebih menarik;


2. Tambahkan user baru pada Debian anda, username: dosen password: 123456. Beri hak akses SSH
kepada user dosen;
3. Konfigurasi SSH agar hanya user dalam grup networking saja yang bisa login melalui remote access
[cek kembali pertemuan 3]:
4. Lakukan remote access dari terminal linux Debian saudara;
5. Lakukan remote access dari PC Windows saudara. Saat masih melakukan remote access dari Windows
ini tambahkan salah satu user pada grup database agar bisa melakukan remote access.
6. Lakukan remote access dari PC Windows saudara ke IP Alias network 1 dan IP Alias network 2;
7. Lakukan remote access dari terminal linux Debian saudara ke IP Alias network 1 dan IP Alias
network 2;
8. Buat simpulan dan laporan praktikum

Tim Pengembang Jobsheet

Anda mungkin juga menyukai