0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan94 halaman

Analisis Pesan Komunikasi Islami

Skripsi ini membahas novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shyrazi. Tujuannya adalah menganalisis pesan komunikasi Islam dalam novel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Tinjauan teori mencakup konsep pesan komunikasi Islam, novel, analisis isi, pesan agama dan moral, serta hermeneutika. Hasilnya diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan

Diunggah oleh

Popol Kupa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan94 halaman

Analisis Pesan Komunikasi Islami

Skripsi ini membahas novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shyrazi. Tujuannya adalah menganalisis pesan komunikasi Islam dalam novel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Tinjauan teori mencakup konsep pesan komunikasi Islam, novel, analisis isi, pesan agama dan moral, serta hermeneutika. Hasilnya diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan

Diunggah oleh

Popol Kupa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NOVEL “CINTA SUCI ZAHRANA” KARYA HABIBURRAHMAN

EL SHYRAZI
(Analisis Pesan Komunikasi Islami)

Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar
Sarjana Sosial Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Alauddin Makassar

Oleh:
LISA ARIFUDDIN
NIM: 50100117014

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI


UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2021
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Mahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Lisa Arifuddin

NIM : 50100117014

Tempat/ Tgl. Lahir : Bulukumba, 4 Mei 1999

Jurusan/Prodi : Komunikasi dan Penyiaran Islam

Fakultas : Dakwah dan Komunikasi

Alamat : Jl. Karaeng Makkawari, No. 80, Gowa

Judul : Novel Cinta Suci Zahrana Karya Habiburrahman El Shyrazi


(Analisis Pesan Komunikasi Islami)

Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran, penyusun yang


bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya
penyusun sendiri. Jika di kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan,
plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagiannya atau seluruhnya, maka skripsi dan
gelar yang diperoleh karenya batal demi hukum.

Gowa, 15 Juni 2021

Penyusun,

Lisa Arifuddin
NIM: 50100117014

ii
iii
KATA PENGANTAR
‫الرحِ ي ِْم‬
َّ ‫الر ْح َم ِن‬
َّ ِ‫ــــــــــــــــــم هللا‬
ِ ‫س‬
ْ ِ‫ب‬
Puji syukur atas kehadirat Allah swt., atas nikmat hidayah dan karunia-Nya,

sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Novel “Cinta Suci

Zahrana” Karya Habiburrahman El Shyrazi (Analisis Pesan Komunikasi

Islami). Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Baginda Rasulullah saw.

beliau adalah teladan terbaik sepanjang masa.

Skripsi ini diajukan untuk meraih gelar sarjana strata satu (S1) pada jurusan

Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin

Makassar. Dalam penyelesaian skripsi ini, penyusun mengalami beberapa kendala

yakni bimbingan yang biasanya boleh dilakukan dengan tatap muka, karena adanya

pandemic covid-19, maka proses bimbingan hanya boleh dilakukan dengan

memanfaatkan tekhnologi.

Penyusun juga menyadari bahwa berhasilnya peneliti dalam proses

perkuliahan dan penyusunan skripsi ini adalah berkat ketekunan dan bimbingan dari
berbagai pihak, baik secara langsung mapun tidak langsung. Oleh sebab itu, saya

ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Orang tua

kami, bapak Arifuddin dan ibu Jusni. Tanpa perjuangan mereka, penyusun tidak

dapat menyelesaikan studi di kampus tercinta. Terima kasih atas doa yang selalu

dirapalkan. Penyusun juga mengucapkan terima kasih banyak kepada:

1. Rektor UIN Aalauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. Wakil

Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Mardan,


[Link]. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan,

iv
Dr. Wahyuddin [Link]. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr.

Darussalam, [Link]. Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. H. Kamaluddin

Abunawas, [Link] beserta jajarannya.

2. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Dr.

Firdaus Muhammad, M.A. Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Irwan

Misbach, S.E., [Link]. Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, Dr.

Hj. Nurlaelah Abbas, Lc., M.A. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr.
Irwanti Said, [Link] beserta jajarannya.

3. Ketua dan Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr.

Rahmawati Haruna, S.S., [Link] dan Dr. Hj. Sitti Asiqah Usman Ali, Lc., M.A.

atas arahan, nasihat dan masukan selama menempuh Pendidikan di jurusan

Komunikasi dan Penyiaran Islam.

4. Para pembimbing, Dr. Abdul Khalik, [Link] selaku pembimbing I dan Dr. H.

Suf Kasman, L.C., M.A. selaku pembimbing II yang telah meluangkan

waktunya juga memberikan arahan hingga perbaikan skripsi ini.

5. Para Penguji, Drs. Syam’un, [Link]., M.M. selaku penguji I dan Dr.

Rahmawati Haruna, S.S., [Link] selaku penguji II atas semua masukan dan
koreksi untuk perbaikan skripsi ini kedepannya.

6. Seluruh dosen, bagian tata usaha, perpustakaan, Kasubag Umum dan

Akademik Bersama seluruh staff Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang

telah memberikan bekal ilmu yang luar biasa juga membantu proses

pelayanan terbaiknya selama peneliti menempuh Pendidikan.

7. Keluarga besar jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2017 dan

semua yang atas segala kebaikan dan kebahagiaan yang sudah diciptakan

v
selama bersama-sama menuntut ilmu. Kepada alumni, senior dan junior yang

dengan senang hati membantu dan mendoakan setiap proses yang dilalui.

Keluarga yang selalu menerima setiap yang datang dengan tangan terbuka.

8. Fatimah, Ismaindah, Ani Indriani Saputri, Ika Ariani, Fitri Amelia, Abdul

Fatta, A. Aswan Rizandi, Muh. Rizky Z, Rukwani, Fitriah, Harlina, Rafika

Arifah, Fahmi Raris, Fadli Latif, Ana Fitriana, Hikmah, Magfira dan semua

yang telah berkenan berbagi, memberikan banyak hal yang tidak bisa saya
sebut dan balas kebaikannya satu persatu.

9. Seluruh shohib I-brand yang sudah berkenan merangkul memberikan tempat

belajar terbaik. Bukan persoalan ilmu tapi pengalaman yang begitu berkesan

selama berproses Bersama kalian.

10. Adik-adikku, Ulfa Dwiyanti dan Arjuna Rayyan, kebahagian terbesar yang

Allah swt. berikan, semoga bisa menjadi cerminan untuk kalian berdua.

Akhirnya, peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak

yang tidak bisa saya sebut satu per satu, semoga Allah swt. berkenan memberikan

pahala-Nya yang berlipat ganda. Semoga naskah skripsi ini memberikan manfaat bagi

siapapun yang membacanya, serta bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan

ilmu pengetahuan.
Gowa, 15 Juni 2021
Penyusun,

Lisa Arifuddin
NIM: 50100117014

vi
DAFTAR ISI

JUDUL .................................................................................................................. i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ............................................................... ii
PENGESAHAN ..................................................................................................... iii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ x
PEDOMAN TRANSLITERASI .......................................................................... ix
ABSTRAK ............................................................................................................ xvii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1-8

A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1


B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus ........................................... 3
C. Rumusan Masalah ......................................................................... 4
D. Kajian Pustaka/ Penelitian Terdahulu ........................................... 6
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...................................................... 8
BAB II TINJAUAN TEORETIS ..................................................................... 9-28

A. Tinjauan tentang Pesan Komunikasi Islami .................................. 9


B. Tinjauan tentang Novel ................................................................. 12
C. Tinjauan tentang Analisis Isi ......................................................... 18
D. Pesan Agama dan Moral sebagai Bagian dari Pesan
Komunikasi Islami ......................................................................... 24
E. Teori Hermeneutika ....................................................................... 25
F. Pesan Komunikasi Islami dalam Karya Sastra .............................. 27
BAB III METODE PENELITIAN ................................................................... 29-32

A. Jenis Penelitian .............................................................................. 29


B. Pendekatan Penelitian .................................................................... 29
C. Sumber Data .................................................................................. 30
D. Metode Pengumpulan Data ........................................................... 30
E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ........................................... 31
BAB IV NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA
HABIBURRAHMAN EL SHYRAZI (ANALISIS PESAN
KOMUNIKASI ISLAMI ................................................................... 33-58

A. Deskripsi Objek Penelitian ............................................................ 33


B. Wujud Pesan Komunikasi Islami Novel “Cinta Suci Zahrana”
Karya Habiburrahman El Shyrazi ................................................. 36
C. Kecenderungan Isi Pesan Komunikasi Islami pada Novel
“Cinta Suci Zahrana” Karya Habiburrahman El Shyrazi .............. 52

vii
BAB V PENUTUP ............................................................................................. 59-60

A. Kesimpulan .................................................................................... 59
B. Implikasi Penelitian ....................................................................... 59
KEPUSTAKAAN ................................................................................................. 61-63
LAMPIRAN ........................................................................................................... 64-76
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................... 77

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Perbandingan Penelitian Terdahulu ...................................................... 7


Tabel 2.1 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel .................................................... 16
Tabel 3.1 Wujud Pesan Komunikasi Islami Novel “Cinta Suci Zahrana”
Karya Habiburrahman El Shyrazi ......................................................... 36
Tabel 3.2 Kecenderungan Isi Pesan Komunikasi Islami Novel “Cinta Suci
Zahrana” Karya Habiburrahman El Shyrazi ......................................... 52

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Foto Habiburrahman El Shyrazi ........................................................ 32

Gambar 1.2 Sampul Novel “Cinta Suci Zahrana” ................................................ 35

x
PEDOMAN TRANSLITERASI

A. Transliterasi Arab-Latin

Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf latin dapat dilihat pada

tabel berikut:

1. Konsonan
Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama
‫ا‬ Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan
‫ب‬ Ba B Be
‫ت‬ Ta T Te
‫ث‬ Tsa ṡ Es (dengan titik di atas)
‫ج‬ Jim J Je
‫ح‬ Ha Ḥ Ha (dengan titik di bawah)
‫خ‬ Kha Kh Kadan ha
‫د‬ Dal D De
‫ذ‬ Zal Ż Zet (dengan titik di atas)
‫ر‬ Ra R Er
‫ز‬ Za Z Zet
‫س‬ Sin S Es
‫ش‬ Syin Sy Es dan ye
‫ص‬ Shad Ṣ Es (dengan titik di bawah)
‫ض‬ Dhad Ḍ De (dengan titik di bawah)
‫ط‬ Tha Ṭ Te (dengan titik di bawah)
‫ظ‬ Dza Ẓ Zet (dengan titik di bawah)
‫ع‬ ‘ain ‘ Apostrof terbaik
‫غ‬ Gain G Ge
‫ف‬ Fa F Ef
‫ق‬ Qaf Q Qi

xi
‫ك‬ Kaf K Ka
‫ل‬ Lam L El
‫م‬ Mim M Em
‫ن‬ nun N En
‫و‬ wawu W We
‫ه‬ ha H Ha
‫أ‬ hamzah ’ Apostrof
‫ي‬ ya’ Y Ye

Hamzah ( ‫ )ﺀ‬yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda

apapun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda( ‘ ).

2. Vokal

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal atau

monoftong dan vokal rangkap atau diftong.

Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat,

transliterasinya sebagai berikut:

Tanda Nama Haruf Latin Nama


‫ـَــ‬ FATḤAH A A
‫ـِــ‬ KASRAH I I
‫ـُــ‬ ḌAMMAH U U

Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan

huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

Tanda Nama Huruf Latin Nama Contoh


‫ ىي‬Fathah dan ya Ai a dan i ‫ = بينكم‬bainakum
‫ ىو‬Fathah dan wau Au a dan u =‫هول‬

xii
Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat atau huruf,

transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

Huruf dan
Harakat Nama Nama Contoh
Tanda
dan Huruf
Fathah dan alif
A a garis di atas ‫ = مات‬maata
‫َ ى‬... | ‫ا‬... ََ atau ya
‫ىي‬ Kasrah dan ya I i garis di atas ‫ = قيل‬qiila
‫ىو‬ Dammah dan wau U u garis di atas ‫ = يموت‬yamuutu

3. Ta’Marbutah

Transliterasi untuk ta’marbutah ada dua, yaitu: ta’marbutah yang hidup atau

mendapat harakat fathah, kasrah dan dammah, yang transliterasinya adalah [t]. sedangkan

ta’marbutah yang mati atau mendapat harakat sukun transliterasinya adalah [n].

Kalau pada kata yang berakhir dengan ta’ marbūṭah diikuti oleh kata yang

menggunakan kata sandang “al” serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta’ marbūṭah itu

ditransliterasikan dengan ha (h).

Contoh:

Contoh Latin Keterangan


‫ِريَاضُ ا ْل َجنَّ ِة‬ riāḍ aljannah ta’ marbūṭah mati
‫ت‬ِ ‫ذَآئِقَةُ ا ْل َم ْو‬ żāāiqat almaut ta’ marbūṭah hidup

xiii
4. Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah

tanda tasydid, dalam transliterasinya ini dilambangkan dengan perulangan huruf (konsonan

ganda) yang diberi tanda syaddah.

Contoh:

‫=ر َّبنَا‬
َ rabbanā

Jika huruf ‫ ي‬ber-tasydīd di akhir sebuah kata dan didahului oleh huruf kasrah (‫)ي‬,

maka ia ditransliterasikan seperti huruf maddah (i).

Contoh:

‫ي‬
ٌّ ‫‘ =عل‬aliyyun

5. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf ‫(ﻵ‬alif lam

ma’arifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasi seperti biasa, al-,

baik ketika ia di ikuti oleh huruf syamsiah maupun huruf qamariyah. Kata sandang tidak

mengikuti bunyi huruf langsung yang mengikutinya. Kata sandang ditulis terpisah dari kata

yang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar (-).

6. Hamzah

Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrop hanya berlaku bagi hamzah yang

terletak di tengah dan akhir kata. Namun, bila hamzah terletak di awal kata, ia tidak

dilambangkan karena dalam tulisan Arab ia berupa alif.

Contoh: َ‫تَأ ْ ُم ُر ْون‬:Ta’murūn

xiv
7. Penelitian Kata Arab yang Lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia

Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau kalimat

yang sudah lazim dan menjadi bagian dari perbendaharaan bahasa Indonesia atau sudah

sering ditulis dalam tulisan bahasa Indonesia, tidak lagi ditulis menurut cara transliterasi di

atas. Misalnya kata Al-Quran (dari Al-Quran), sunnah, khusus dan umum. Namun bila kata-

kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab, maka mereka harus ditransliterasi

secara utuh.

Contoh:

Fī Zilāl al- Qur’ān

Al-Sunnah qabl al-tadwīn

8. Lafz al-Jalalah (‫)ﷲ‬

Kata “Allah” yang didahului partikel seperti huruf jarr dan huruf lainnya atau

berkedudukan sebagai mudafilaih (frase nominal), ditransliterasi tanpa huruf hamzah.

Adapun ta marbutah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz al-Jalalah,

ditransliterasi dengan huruf [t].

Contoh:

‫ = ِد ْي ُن ه‬dīnullāh
‫ّللا‬

Adapun ta’ marbūṭah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz a-ljalālah,

ditransliterasi dengan huruf [t].

Contoh:

‫ّللا‬
‫ =هُم فِ ْي َرحْ َم ِة ه‬hum fī rahmatillāh

xv
B. Daftar Singkatan

Beberapa singkatan yang dibekukan adalah:

1. Swt. : subhanahu wa ta’ala

2. Saw. : sallallahu ‘alaihi wa sallam

3. a.s : ‘alaihi al-salam

4. H : Hijriah

5. M : Masehi

6. SM : Sebelum Masehi

7. 1. : Lahir tahun ( untuk orang yang masih hidup saja)

8. W. : Wafat tahun

9. QS ... /22:78 : Qur’an surah Al-Hajj ayat 78

10. HR : Hadis Riwayat

xvi
ABSTRAK

Nama : Lisa Arifuddin


NIM : 50100117014
Judul Skripsi : Novel “Cinta Suci Zahrana” Karya Habiburrahman El
Shirazy (Analisis Pesan Komunikasi Islami)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud pesan komunikasi islami dan
kecenderungan isi pesan komunikasi islami yang terdapat pada novel “Cinta Suci
Zahrana” karya Habiburrahman El Shirazy.
Penelitian ini merupakan analisis teks dengan menggunakan pendekatan
hermeneutika untuk memperoleh gambaran isi pesan komunikasi islami dalam novel
“Cinta Suci Zahrana”. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi
dokumentasi dan studi Pustaka. Analisis data dilakukan dengan melakukan decoding
terhadap data, dengan terlebih dahulu mengumpulkan data kemudian melakukan
penyeleksian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, wujud pesan komunikasi islami yang
terkandung dalam novel “Cinta Suci Zahrana” diklasifikasikan menjadi dua yakni
pesan agama dan pesan moral. Pesan agama yang tercermin pada novel tersebut,
diantaranya: sabar, sopan santun, jujur, sedekah, silaturahim, zikir, bakti kepada
kedua orang tua, dan syukur. Sedangkan pesan moral yang bisa dipetik, diantaranya,
percaya diri, dan optimis. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya kecenderungan
isi pesan komunikasi islami pada novel “Cinta Suci Zahrana” ditandai dengan adanya
beberapa dialog dan alur cerita yang berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan pesan
agama dan pesan moral.
Implikasi dari penelitian ini, diharapkan mampu (1) khalayak memahami
pesan komunikasi islami yang ditampilkan tokoh pada novel dan dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (2) bagi para penulis yang
berkecimpung di dunia penulisan karya sastra, mampu mengangkat cerita yang bukan
hanya menarik, tetapi juga bisa diambil kebaikan dan hikmah berupa pesan
komunikasi islami di dalamnya. (3) Penelitian ini diharapkan mampu menjadi
tambahan referensi bagi para pembaca terkait dengan novel karya Habiburrahman El
Shirazy dan dan juga berguna untuk perkembangan dunia sastra dan penyiaran Islam.

xvii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi yang semakin maju,

dewasa ini menghantarkan masyarakat luas untuk menikmati beragam sajian media

tidak terkecuali penyampaian pesan komunikasi yang bemuatan pesan agama dan

pesan moral. Salah satunya adalah kehadiran bacaan dan karya sastra berupa novel

yang disajikan melalui alur cerita yang menarik dan menonjolkan sisi keislamannya

baik secara tersurat maupun tersirat. Kehadiran novel diharapkan mampu menjadi

media utama penyampaian pesan agama dan moral serta mampu menjawab

pergeseran nilai moral yang terjadi di masyarakat.

Pergeseran nilai-nilai moral merupakan salah satu bentuk kehawatiran yang

perlu mendapatkan perhatian khusus. Pergeseran nilai tersebut tidak lain adalah

dipengaruhi oleh minimnya moralitas, pembelajaran keagamaan serta informasi

memadai mengenai pesan moral dan pesan agama itu sendiri. Oleh karena itu,

diperlukan adanya sebuah langkah untuk meminimalisir hal tersebut. Salah satunya

adalah dengan penanaman nilai moral dan agama melalui novel.

Salah satu novel yang memiliki daya tarik tersendiri karena alur cerita yang

menarik dan bermuatan pesan komunikasi islami adalah novel “Cinta Suci Zahrana”

karangan novelis kenamaan Indonesia, Habiburrahman El Shirazy. Habiburrahman

El Shirazy menciptakan karya yang mengandung pesan komunikasi islami, bukan

hanya untuk menarik minat pembaca, tetapi ditujukan agar pembaca mampu

mengambil hikmah atau pembelajaran dari novel tersebut.

1
2

Novel “Cinta Suci Zahrana” diterbitkan oleh Republika dan telah diangkat ke

layar lebar. Novel ini terdiri dari 18 bab dan 257 halaman, cetakan pertama pada

April 2017, cetakan kedua pada Mei 2017, cetakan ketiga pada April 2018 dan

cetakan keempat pada Februari 2020. Alur cerita yang menarik dan panjang adalah

salah satu daya tarik novel “Cinta Suci Zahrana” yang menceritakan tentang alur

kisah tokoh Zahrana dengan wataknya dan sifatnya yang menonjol. Novel “Cinta

Suci Zahrana” mampu menarik perhatian dan memainkan emosi pembacanya.


Novel “Cinta Suci Zahrana” berlatarkan kampung halaman Zahrana di

Semarang, Fakultas Tekhnik ITB, STM Al-fatah dan Beijing. Tokoh utama pada

novel ini adalah Zahrana dan Hasan. Melalui alur kisah kehidupan tokoh Zahrana

yang digambarkan sebagai seorang yang cerdas dan memiliki prestasi gemilang di

bidang pendidikan tetapi harus menghadapi banyak konflik dengan orang sekitarnya

termasuk kedua orang tuanya karena dianggap sudah dewasa tetapi belum menikah.

Kepercayaan orang tuanya dan orang sekitarnya tentang perempuan yang tidak perlu

memiliki tingkat pendidikan tinggi hingga selalu dianggap terlalu mengejar prestasi

yang mustahil diraih, berhasil dipatahkan oleh Zahrana. Baginya kekuatan

terbesarnya ada pada doa yang selalu ia panjatkan kepada Allah swt. Beragam konflik
yang dihadapi tersebut tidak membuat Zahrana berputus asa dan tetap optimis untuk

mengejar cita-cita dan keinginanya untuk membahagiakan kedua orang tuanya.

Puncak konflik pada novel “Cinta Suci Zahrana” ketika Zahrana menolak

lamaran dari Dekan Fakultas Tekhnik tempatnya mengajar. Bagnya Pak H. Sukarman

bukan sosok yang memiliki moral yang baik sehingga Zahrana menolaknya. Merasa

kecewa, H. Sukarman bertindak untuk menggagalkan rencana pernikahan Zahrana

dan membuat ayah Zahrana terkena serangan jantung. Masalah dan ujian hidup yang

2
3

dialami Zahrana menjadikannya sosok yang memiliki kesabaran dan keikhlasan yang

tinggi.

Peneliti memilih novel “Cinta Suci Zahrana” sebagai bahan penelitian karena

dalam pengamatan, peneliti menemukan banyak pesan komunikasi islami yang

berkaitan dengan pesan agama dan pesan moral dari tokoh Zahrana dan novel ini juga

mengangkat nilai-nilai sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus


1. Fokus Penelitian

Penelitian ini berjudul Analisis pesan komunikasi islami Novel “Cinta Suci

Zahrana” Karya Habiburrahman El Shirazy. Oleh sebab itu, penelitian ini merupakan

penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi dan pendekatan

hermeneutika.

2. Deskripsi Fokus

Sebelum jauh membaca penelitian ini, peneliti akan memberikan definisi yang

terdapat di dalam penelitian ini agar menghindari terjadinya kesimpangsiuran yang


terdapat dalam judul, antara lain:

a. Pengertian Pesan

Pesan berarti amanat, nasihat, perintah, permintaan, yang disampaikan melalui

orang lain. Selain itu, pesan juga memiliki makna perkataan atau berupa nasihat dan

wasiat. Pesan yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah amanat, nasehat, yang

disampaikan oleh tokoh Zahrana.

3
4

b. Pengertian Komunikasi Islami

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi dari seseorang kepada orang

lain dengan tujuan agar pesan yang dimaksudkan dapat tersampaikan dengan baik.

Sedangkan kata islami merujuk pada nilai-nilai keislaman yang terpatri pada sesuatu.

Sesuatu tersebut berkaitan dengan karya seni, tradisi, Pendidikan, budaya, sikap

hidup dan lainnya. Oleh karena itu, pesan komunikasi islami dapat dimaknai sebagai
bentuk pertukaran pesan atau informasi yang berkaitan dengan nilai-nilai keislaman.

Pesan komunikasi islami yang dimaksudkan pada penelitian ini meliputi pesan moral

dan pesan agama.

c. Novel “Cinta Suci Zahrana”

Novel “Cinta Suci Zahrana” merupakan novel karangan Habiburrahman El

Shirazy dengan jumlah halaman 257. Terdiri dari 18 sub bab cerita yang saling

berkaitan. Novel ini sangat diminati oleh semua kalangan karena penulisnya selalu

menunangkan pesan kebaikan atau pelajaran tentang moral (akhlak) di dalam setiap

karyanya. Selain karena menarik dari segi cerita, novel ini diminati karena

Habiburrahman El Shirazy adalah novelis kenamaan Indonesia yang sudah banyak

menulis karya-karya berupa novel dengan muatan keislaman.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian

ini adalah:

1. Apa wujud pesan komunikasi islami yang terdapat pada novel “Cinta Suci

Zahrana” karya Habiburrahman El Shirazy?


5

2. Bagaimana kecenderungan isi pesan komunikasi islami yang terdapat pada

novel “Cinta Suci Zahrana” karya Habiburrahman El Shirazy?

D. Kajian Pustaka/Penelitian Terdahulu


Penelitian mengenai pesan komunikasi islami secara umum sudah ada, baik

itu pesan komunikasi islami dalam novel. Penggunaan analisis isi kualitatif juga

sudah banyak. Berikut ini dikemukakan penelitian terdahulu sebagai acuan

pelaksanaan penelitian dan sebagai bahan perbandingan, yakni:

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Karima Nur Wahida, mahasiswa

jurusan Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar,

tahun 2017 dengan judul penelitian Analisis Pesan Moral dalam Novel “Surga yang

Tak Dirindukan” karya Asma Nadia. Penelitian ini meggunakan teori hermiotika dan

hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pesan komunikasi islami yang bisa diambil

dari novel “Surga yang Tak Dirindukan” karya Asma Nadia adalah sabar, pemaaf,

iklas, dan beramal soleh.1

Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Arga Sinta Herjuna Putri, mahasiswa

jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Yogyakarta tahun 2015 dengan judul penelitian “Pesan Moral dalam Roman Heinrich

Von Ofterdingen karya Novalis melalui Analisis Lima Kode Semiotik Roland

Barthes”. Penelitian ini menggunakan teori semiotik Roland Barthes dan

menyimpulkan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa, pada Roman

Heinrich Von Ofterdingen karya Novalis terdapat pesan komunikasi islami yang bisa

1
Karima Nur Wahida, “Analisis Pesan Moral dalam Novel “Surga yang Tak
Dirindukan”Karya Asma Nadia”, Skripsi (Makassar: Fak Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin,
2017), h.18.
6

diambil berupa, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, kerendahan

hati.2

Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Tamriyanto, mahasiswa fakultas

Sastra, Universitas Hasanuddin tahun 2016 dengan judul “Pesan Moral dalam Novel

Ahlam Al-nisa’ Al-Harim Karya Fatimah Al- Marnisy (Suatu Tinjauan Intrinsik)”.

Penlitian ini menggunakan pendekatan structural dan menunjukkan bahwa pada novel
Ahlam Al-nisa’ Al-Harim Karya Fatimah Al- Marnisy terdapat pesan komunikasi

islami berupa percaya diri, disiplin, suka membaca, rasa ingin tahu, tekun, bakti dan

saling menghormati.3

Berdasarkan uraian kajian Pustaka tersebut, terdapat perbedaan antara

penelitian terdahulu dengan penelitian ini. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel

1.1 berikut:

2
Arga Sinta Herjuna Putri, “Pesan Moral dalam Roman Heinrich Von Ofterdingen Karya
Novalis melalui Analisis Lima Kode Semiotik Roland Barthes”, Skripsi (Makassar: Fak. Dakwah dan
Komunikasi UIN Alauddin, 2017), h. 15.
3
Tarmiyanto, “Pesan Moral dalam Novel Ahlam Al-nisa’ Al-Harim Karya Fatimah Al-
Marnisy (Suatu Tinjauan Intrinsik)”, Skripsi (Makassar: Fak. Sastra Universitas Hasanuddin), h. 33.
7

Tabel 1.1
Perbandingan Penelitian Relevan Terdahulu
No. Judul Penelitian Jenis/Metode Perbedaan Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
1. Analisis Pesan Moral Menggunakan Perbedaan Dari
dalam Novel “Surga pendekatan penelitian kesimpulannya
yang Tak Dirindukan” kualitatif terletak pada ditarik bahwa
karya Asma Nadia. deskriptif. buku yang pesan Moral yang
Oleh Karima Nur diteliti. terdapat dalam
Wahida, mahasiswa novel Surga yang
jurusan Jurnalistik, Tak Drindukan
Fakultas Dakwah dan adalah, sabar,
Komunikasi, UIN pemaaf, iklas, dan
Alauddin Makassar, beramal soleh.
tahun 2017.

2. Pesan Moral dalam Penelitian ini Perbedaannya Pesan Moral


Roman Heinrich Von menggunakan terletak pada dalam Roman
Ofterdingen karya pendekatan judul buku Heinrich Von
Novalis melalui semiotik yang diteliti. Ofterdigen yaitu:
Analisis Lima Kode dengan tentang kejujuran,
Semiotik Roland menggunakan tanggung jawab,
Barthes. Oleh Arga teori kemandirian,
Sinta Herjuna Putri, semiology keberanian,
mahasiswa jurusan Roland kerendahan hati.
Pendidikan Bahasa Barthes.
Jerman, fakultas Bahasa
dan Seni, Universitas
Negeri Yogyakarta
tahun 2015.

3. Pesan Moral dalam Penelitian ini Perbedaannya Pesan Moral


Novel Anak Rantau menggunakan terletak pada dalam novel Anak
Karya A. Fuadi dan pendekatan judul buku Rantau terdiri dari
Kemungkinan sebagai struktural. yang diteliti. tiga wujud, yaitu
Alternatif Bahan Ajar nilai moral
Sastra di SMA/MA hubungannya
dengan menggunakan dengan Tuhan,
Pendekatan Struktural. manusia dan
Oleh Reza Fahluzi alam. Yaitu:
Sufa, mahasiswa percaya diri,
8

fakultas Bahasa dan disiplin, suka


Sastra, Universitas membaca, rasa
Negeri Semarang tahun ingin tahu, tekun,
2018. bakti dan saling
menghormati.
Sumber: Olahan Peneliti, 2021

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian


1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Mengetahui wujud pesan komunikasi islami yang terdapat pada novel “Cinta
Suci Zahrana” Karya Habiburrahman El Shirazy.
b. Mengetahui kecenderungan isi pesan komunikasi islami yang terdapat pada novel
“Cinta Suci Zahrana” Karya Habiburrahman El Shirazy.

2. Manfaat Penelitian

a. Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan, pertama dapat digunakan sebagai tinjauan

untuk lebih memahami kajian ilmu komunikasi dan sastra. Kedua, diharapkan dapat

memberikan sumbangan terhadap perkembangan karya sastra yang mengandung


pesan komunikasi islami.

b. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan mampu membantu memberikan kontribusi

bagi para penulis novel dan semua yang memiliki ketertarikan dibidang penulisan

sastra. Selain itu, diharapkan pembaca dapat memahami secara menyeluruh apa yang

terkandung di dalam novel dan mengambil hikmah dan pengajaran terkandung di

dalamnya.
BAB II
TINJAUAN TEORETIS

A. Tinjauan tentang Pesan Komunikasi Islami


1. Tinjauan mengenai Pesan

Pesan merupakan bentuk penyampaian informasi dari seseorang kepada orang

lain. Tujuannya adalah agar amanat tersebut bisa tersampaikan. Beberapa hal penting

untuk dipelajari dalam penyampaian pesan komunikasi, antara lain, isi pesan,

struktur pesan, format pesan, sifat komunikan, dan isi pesan, yang merupakan bagian

paling berpengaruh dari kegiatan berkomunikasi yang dilakukan karena isi pesan

tersebut yang menjadi ide atau gagasan seorang penyampai pesan yang ingin

disampaikan kepada lawan bicara atau komunikan.

Pesan merupakan seperangkat kode baik itu verbal maupun non-verbal yang

dilakukan atau disampaikan kepada orang lain yang mewakili perasaan, permintaan,

dan amanah. Secara umum, simbol dan kode pesan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai

berikut:

Pertama, pesan verbal adalah jenis pesan yang disampaikan dengan

menggunakan kata-kata dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa
yang didengarnya. Pesan verbal dalam pemakaiannya, menggunakan bahasa. Bahasa

dapat didefinisikan sebagai seperangkat kata yang telah telah disusun secara

terstruktur sehingga menjadi himpunan kalimat yang mengandung arti, bahasa

menjadi peralatan yang sangat penting untuk memahami lingkungan. Melalui bahasa,

kita dapat m engetahui sikap, perilaku dan pandangan suatu bangsa, meski kita belum

pernah berkunjung ke negaranya.

9
10

Kedua, pesan non-verbal biasa juga disebut dengan bahasa isyarat atau bahasa

diam (silent language). Mark Knapp menyebut bahwa penggunakan kode non-verbal

dalam berkomunikasi memiliki fungsi untuk:

a. Meyakinkan apa yang diucapkannya (recetition)

b. Menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata

(substitution)
c. Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity)

d. Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna.4

2. Komunikasi Islami

Istilah komunikasi berasal dari Bahasa Inggris communication yang berarti

pertukaran informasi. Pertukaran informasi terjadi diatara individu dengan

menggunakan simbol-simbol dan juga ditunjukkan melalui tingkah laku. Sedangkan

menurut Stewart L. Tubbs menerangkan dalam bukunya yang berjudul Human

Commucation merangkum definisi komunikasi dalam artian luas dan sempit. Secara

luas Stewart mendfinisikan komunikasi sebagai “membagi pengalaman”.

“Membagi pengalaman” diartikan sebagai proses membagikan informasi dan


pengalaman-pengalaman seseorang kepada orang lain. Akan tetapi, peneliti

menganggap bahwa proses komunikasi bukan hanya sekedar “membagi komunikasi”

tetapi juga berbagi komunikasi. Artinya setiap orang boleh membagikan informasi

dan pengalamannya, begitu juga dengan saling bertukar informasi dengan tujuan

untuk saling mempengaruhi.

4
Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2015), h.
118.
11

Penyusun memberikan penjelasan tersebut karena menganggap bahwa dalam

proses komunikasi akan lebih baik jika kedua orang yang saling membagi informasi

tersebut dapat saling meminta dan memberi pendapat atau terdapat timbal balik.

Sehingga, pihak yang melakukan komunikasi dapat membantu menyelesaikan setiap

permasalahan yang dibicarakan dan membantu seseorang agar mampu bertindak lebih

efektif.

Dalam proses penyampaian informasi atau komunikasi tersebut Islam hadir

dan menjadi aturan yang mengikat dan membantu dalam urusan kehidupan manusia.

Islami diartikan sebagai bentuk nilai-nilai keislaman. Guna memahami sebuh

informasi juga diperlukan sebuah kemamuan untuk memahami. Pendidikan dan

kemmpuan literasi adalah dua hal yang sangat penting dalam hidup kita. Kemajuan

suatu negara bergantung pada tingkat melek hurufnegara tersebut.5

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik definisi mengenai pesan

komunikasi islami adalah penyampaian informasi atau kegiatan berbagi pengalaman

dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan simbol ataupun penyampaian

langsung untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan terdapat timbal balik dan

terikat oleh nilai-nilai islam.

3. Sumber-sumber Komunikasi Islami

a. Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat islam yang diturunkan kepada

Nabi Muhammad saw. melalui perantara malikat Jibril. Al-qur’an memiliki

Rahmawati Haruna, “Literasi Gender di kalangan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi”,


5

Jurnal Tabligh19, no. 1 ( 2018), h. 100.


12

kandungan isi yang berkaitan dengan akidah, ibadah dan muamalah, hukum, sejarah,

akhlak dan juga ilmu pengetahuan.

b. As-sunnah

Selain Al-qur’an, as-sunnah juga merupakan sumber komunikasi islami.

Sunnah diibaratkan sebagai pemandu tekhnis dan peretas jalan. Sebagai seorang

makluk, diperlukan seseorang yang mampu menjadi peretas jalan. Rasulullah saw.

adalah peretas jalan tersebut. Sebagaimana Rasulullah menerapkan nilai-nilai Al-

qur’an dalam kehidupannya. Nabi Muhammad beserta keluarganya sebagai peretas

jalan dalam proses komunikasi islami.

B. Tinjauan tentang Novel


1. Pengertian Novel

Istilah novel berasal dari bahasa Jerman, yakni novella dan secara harfiah

novella berarti sebuah barang baru yang kecil dan diartikan sebagai cerita pendek

dalam bentuk prosa.6 Novel juga berasal dari bahasa latin novellus yang berarti

[Link] baru karena jika dibandingkan dengan jenis-jenis sastra lainnya

seperti puisi, drama dan yang lainnya, maka jenis novel muncul kemudian sebagai
salah satu bentuk dari prosa fiksi, mempunyai arti sebagai sebuah karangan prosa

yang panjang dan mengandung rangkaian kehidupan seseorang di sekelilingnya

menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

Alur cerita yang menarik dan panjang menjadi salah satu daya tariknya novel.

Biasanya novel terdiri dari beberapa bab dan sub bab. Novel pada umumnya

6
Burhan Nurgiantoro, Teori Pengkajian Fiksi (Yogyakarta: Gajah Mada University Press,
2000), h.9.
13

menceritakan tentang alur kisah seorang tokoh dengan wataknya dan sifatnya yang

menonjol.

Novel dinikmati bukan hanya untuk yang menulisnya melainkan juga untuk

yang membacanya. Pengarang menggunakan novel sebagai bentuk komunikasi

kepada pembacanya dengan tujuan untuk menyampaikan pesan. Komunikasi terjadi

jika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang
disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.7

Novel lebih Panjang dan kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi

keterbatasan struktural dan sansiwara atau sajak. Novel merupakan sebuah teks

naratif. Novel biasanya menceritakan kisah yang mempresentasikan suatu situasi

yang dianggap mencerminkan kehidupan nyata atau untuk merangsang imajinasi.8

Dibandingkan dengan cerpen, novel memang memiliki alur cerita yang lebih panjang.

Alur ceritanya bukan hanya murni karangan, tetapi banyak juga yang diangkat dari

kisah nyata dan menggambarkan kehidupan nyata manusia dan alam sekitarnya.

2. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Novel memiliki unsur pembangun yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Keduanya saling berhubungan untuk membangun cerita agar menarik. Unsur intrinsik

novel adalah unsur yang secara langsung membangun cerita. Adapun unsur-unsur

tersebut adalah: tema, alur cerita atau plot, tokoh dan penokohan, latar, dan sudut

pandang.

7
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2002), h. 62.
8
Marcel Danesi, Pengantar Memahami Semiotika Media (Yogyakarta: Jalasutra, 2010), h. 75.
14

a. Tema

Tema merupakan unsur pembangun yang merupakan ide atau gagasan dari

sebuah cerita. Pengarang dibatasi oleh tema yang ditulis termasuk dalam penulisan

karya sastra berupa novel, oleh karena itu keseluruhan isi sastranya berdasarkan pada

tema yang menjadi ide karya ciptaannya. Berdasarkan ide cerita tersebut, pengarang

bisa mengembangkan cerita menjadi suatu bentuk yang lebih luas.

Pengarang biasanya menentukan tema terlebih dahulu sebelum menulis


sebuah novel dan menyampaikannya secara langsung dalam cerita mapun tidak

langsung sehingga harus ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Tema tersebutlah yang

akan menjadi kan sebuah cerita novel memiliki makna tersendiri.

Tema utama dan kecil adalah dua jenis tema yang muncul dalam karya sastra.

Tema utama adalah ide yang penulis ulangi dalam karya sastranya, menjadikannya

ide yang paling signifikan dalam karya itu.

b. Alur

Alur merupakan jalan cerita yang terdiri dari berapa rangkaian peristiwa yang

disusun. Alur juga berarti tahapan-tahapan cerita. Tahapan-tahapan tersebut dibagi

menjadi empat, yaitu pengenalan, konflik, klimaks dan penyelesaian. Alur atau plot
adalah pemaparan sebab-akibat terjadinya suatu cerita yang memberikan kesan

kejutan bagi pembacanya.

c. Latar

Latar merupakan lokasi peristiwa, waktu kejadian maupun peristiwa yang

terjadi. Latar terbagi menjadi tiga, yakni:

1) Latar tempat, merupakan lokasi peristiwa dalam cerita.

2) Latar waktu, merupakan kapan kejadian dalam sebuah cerita dalam karya
15

sastra.

3) Latar suasana, merupakan situasi atau kondisi yang terjadi dalam sebuah

cerita.

d. Tokoh

Tokoh merupakan pelaku yang memerankan cerita. Tokoh mampu

menghidupkan cerita. Tokoh hendaknya memiliki karakter, ciri khas, keadaan sosial

serta tingkah laku dan kebiasaan yang unik. Sedangkan tokoh menurut Abrams
adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, oleh

pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti

diekspresikan dalam ucapan dan dilakukan dalam tindakan.

Fungsi utama tokoh dalam sebuah cerita adalah memperluas atau

memperpanjang plot, membuatnya mudah dibaca dan menarik. Banyak cerita

menggunakan banyak karakter, dan setiap cerita memiliki karakter utama yang sangat

mempengaruhi alur cerita.

e. Penokohan

Penokohan merupakan watak atau karakter dari tokoh dalam cerita biasanya

terdiri dari protagonis, antagonis dan tritagonis. Penokohan memiliki hubungan yang
sangat erat dengan perwatakan tokoh, yang berkaitan dengan dokumen lain yang

menjadi unsur dari sebuah karya sastra.

f. Sudut pandang

Sudut Pandang merupakan cara seorang pengarang menyajikan ceritanya.

Siswanto mendefinisikan sudut pandang sebagai tempat bagi sastrawan untuk

memandang ceritanya mengenai tokoh, peristiwa, tempat dan waktu dengan gayanya

sendiri.
16

Sudut pandang dibagi menjadi empat, yaitu:

1) Sudut pandang orang pertama, biasanya menggunakan kata ganti “aku” atau

“saya”.

2) Sudut pandang orang ketiga, yaitu sudut pandang yang menggunakan kata

ganti orang ketiga, seperti dia, ia atau nama tokoh.

3) Sudut pandang orang pengamat serba tahu.

4) Sudut pandang campuran, yaitu sudut pandang perpaduan orang pertama dan
pengamat serba tahu.

g. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan cara yang digunakan oleh pengarang untuk

menyampaikan ceritanya. Amanat, merupakan pesan yang bisa dipetik dari sebuah

cerita yang disajikan oleh pengarang. Gaya bahasa adalah cara pengarang

menggunakan bahasa.9 Gaya bahasa mencerminkan pikiran pengarang. Gaya bahasa

harus memiliki tiga unsur, sebagai berikut: Kejujuran, sopan santun, dan menarik.10

Unsur ekstrinsik novel adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra

tersebut, atau secara tidak langsung mempengaruhi karya sastra. Menurut Welleck Da

Werren, sebagaimana dikutip oleh Burhan Nurgiantoro, unsur-unsur karya sastra


meliputi, keadaan subjektivitas pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan

pandangan hidup yang kesemuanya akan mempengaruhi karya yang ditulisnya11.

9
Wijaya Heru Santosa dan Sri Wahyuningtyas, Pengantar Apresiasi Prosa, (Yuma Pustaka:
2010), Cet. 1, h. 20.
10
Henry Guntur Taringan, Pengajaran Gaya Bahasa, (Angkasa: Bandung, 2009), h. 5.
11
Burhan Nurgiantoro, Teori Pengkajian Fiksi, h. 23.
17

Berikut tabel penunjukan unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah novel:

Tabel 2.1
Unsur Intrinsik dan Ektrinsik Novel
No. Unsur Intrinsik Unsur Ekstrinsik
1. Tema Biografi
2. Alur Lingkungan Sosial
3. Latar Lingkungan Pendidikan
4. Tokoh Lingkungan Ekonomi
5. Penokohan Pandangan Hidup Pengarang
6. Gaya Bahasa
7. Amanat

Sumber: Burhan Nurgiantoro, Teori Pengkajian Fiksi.

3. Karakteristik dan Ciri-ciri Novel

Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra tentu memiliki karakteristik dan

ciri tertentu yang membedakannya dengan karya sastra lainnya seperti cerpen dan

puisi. Berikut ciri-ciri novel, antara lain:

a. Ditulis dari gaya narasi yang terkandung dicampur dengan deskripsi untuk

menggambarkan suasana.
b. Bersifat realistis, artinya tanggapan pengarang terhadap situasi dan

lingkungannya.

c. Memiliki alur yang kompleks ditampilkan saling berkaitan sehingga novel dapat

bercerita panjang lebar, membahas persoalan secara luas dan lebih mendalam.

d. Tema dalam novel tidak hanya satu, tetapi muncul tema-tema sampingan.

e. Tokoh dalam novel bisa banyak. Dalam novel, pengarang sering menghidupkan

banyak tokoh cerita yang masing-masing digambarkan secara lengkap dan utuh.12

12
Nurdjanah Kafrawi, dkk, Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia, (Jakarta: PT.
Grasindo, 2002), h. 46.
18

4. Jenis-jenis Novel

Berikut ini jenis-jenis novel:

a. Novel religi, yaitu novel yang di dalamnya mengisahkan tentang cerita moral

yang menyuguhkan kehidupan, konflik, dan cerita yang berdasarkan nilai-nilai

agama.

b. Novel populer, merupakan jenis novel yang menyuguhkan problematika

kehidupan berkisar tentang cinta, asmara, yang bertujuan untuk menghibur.


c. Novel picisan, yaitu jenis kasya satra yang menyuguhkan cerita tentang

percintaan.

d. Novel absurd, yaitu jenis karya sastra yang ceritanya menyimpang dari logika,

irasional, realitas bercampur angan-angan atau mimpi. Tokoh-tokoh ceritanya

“anti tokok” seperti orang mati yang bisa hidup Kembali, mayat bisa bicara dan

sebagainya.13

e. Roman Feuilleton, novel yang ini muncul sejaak abad ke-sembilan belas dan

diterbitkan tidak secara keseluruhan melainkan setengahnya terlebih dahulu.

f. Novel baru, novel jenis ini kenveksi-konveksi penulisan fiksi yang sudah mapan

secara sengaja disimpangkan atau diperlakukan sedemikian rupa untuk


membingungkan pembaca dan untuk mencapai efek tertentu yang berbeda.14

g. Metafiksi, yaitu jenis novel yang merujuk pada suatu novel atau cerpen yang

secara sengaja mengoyak ilusi fiktif dan mengomentari secara langsung hakikat

fiktifnya sendiri atau proses penulisannya.15

13
Anne Ahira, Berkenalan dengan Jenis-jenis Novel. 2002. (http:[Link])
14
Furqon Azies, dan Abdul Hasim. Menganalisis Fiksi sebuah Pengantar. (Bogor: Ghalia
Indonesia, 2010), h. 30.
15
Furqon Azies dan Abdul Hasim, Menganalisis Fiksi sebuah Pengantar, h. 31
19

h. Faksi, bermakna keberadaannya ada diantara fakta dan fiksi, yang utamanya

berurusan dengan peristiwa atau tokoh nyata, tetapi dengan menggunakan rincian

rekaan untuk meningkatkan tingkat kepercayaan dan keterbacaannya.

C. Tinjauan tentang Analisis Isi


1. Pengertian Analisis Isi

Analisis isi digunakan untuk menganalisis sebuah pesan dan mengolahnya,

digunakan untuk observasi atau dalam analisa sebuah perilaku komunikasi dari

seseorang. Menurut Bagong Suyanto, metode analisis isi pada dasarnya merupakan

suatu tekhnik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan, atau suatu

alat untuk mengobservasi dan menganalisis isi perilaku komunikasi yang terbuka dari

komunikator yang dipilih.16

Analisis isi merupakan tekhnik penelitian untuk memperoleh gambaran isi

pesan komunikasi massa yang dilakukan secara objektif, sistematik, dan relevan

secara sosiologis. Uraian dalam analisisnya boleh saja menggunakan pendeekatan

kualitatif atau kuantitaatif bahkan menggunakan keduanya sekaligus.17\

2. Fungsi Analisis Isi

16
Bagong Suyanto, Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan, (Jakarta:
Kencana, 2005), h. 126.
17
Zulkarimein Nasution, Sosiologi Komunikasi Massa (Jakarta: Pusat Penelitian Universitas
Terbuka, 2002), h. 32.
20

Analisis isi juga digunakan dalam menganalisa suatu pesan yang disampaikan

secara lisan, baik itu berupa pidato, baik dilakukan perekaman pada saat pidato atau

menganalisis secara langsung pada saat pidato disampaikan. Menurut Winner dan

Dominic, terdapat lima kegunaan dari analisis isi, yaitu sebagai berikut:

a. Menggambarkan isi komunikasi (describing communication content),

mengungkapkan kecenderungan yang ada pada isi komunikasi, baik pada media
cetak maupun elektronik. Misalnya, penelitian hanya ingin mengetahui apakah

statement elit tertentu di media massa menggunakan gaya komunikasi yang

agresif, menyerang pihak lain atau submitif, yang cenderung diam dan mengalah?.

Apakah surat kabar dan majalah memberitakan konflik-konflik politik, bersifat

imparsial ataukah partisal?

b. Menguji hipotesis tentang karakteristik pesan (testing hypotheses of massages

characteristic). Sejumlah peneliti analisis isi berusaha menghubungkan dari

karakteristik tertentu dari komunikator (sumber) dengan karakteristik pesan yang

dihasilkan. Misalnya Lembaga Konsumen Media pada tahun 1999 meneliti akurasi

berita politik yang ada pada headline 9 surat kabar besar di Indonesia. Peneliti ini

menemukan bahwa Harian Kompas merupakan media yang paling akurat,

memisahkan fakta dan opini, dan dilengkapi dengan data, dibanding media lain.

c. Membandingkan isi media dengan dunia nyata (comparing media content to the

“real word”). Banyak analisis isi digunakan untuk menguji apa yang ada di media

dengan situasi actual yang ada pada kehidupan yang nyata. Misalhnya Taylor dan

Bang mengkomparasikan tiga kelompok minoritas yang di iklan majalah Amerika


Serikat, dengan kenyataan populasi secara umum. Ditemukan bahwa orang
minoritas Amerika Latin merupakan kelompok minoritas yang paling tidak banyak
21

terwakili di majalah-majalah Amerika Serikat, dibandingkan dengan minoritas lain

yang berwajah Asia maupun Afrika.

d. Memperkirakan gambaran kelompok tertentu di masyarakat (assessing the image

of particular group in society). Sejumlah penelitian analisis isi telah memfokuskan

atau mengungkap gambaran media mengenai kelompok minoritas tertentu. Dalam

konteks ini, analisis isi digunakan utnuk meneliti masalah social tentang

diskriminasi dan prasangka terhjadap kelompok minoritas, agama tertentu, etnik


dan lain-lainnya. Misalnya meneliti bagaimana orang kulit hitam ditampilkan

dalam dilm-film Amerika? Apakah lebih sering sebagai lakon yang baik hati atau

pelaku kejahatan?

Analisis isi adalah analisis dengan yang memungkinkan peneliti

membandingkan berbagai simbol dalam media atau teks tertentu dan menganalisisnya

dengan teknik kualitatif.18 Hal terpenting dari analisis isi adalah mengetahui

pendekatan apa yang digunakan.

R. Holsty yang mengemukakan bahwa analisis isi adalah suatu metode

analisis isi pesan secara sistematis yang menjadi petunjuk untuk mengamati dan

menganalisa pesan tertentu yang dapat disampaikan oleh komunikator. Sedangkan

yang kualitatif dimana pendekatan ini menggunakan seperangkat tema sebagai

pedoman dalam membahas seluruh isi pesan dan mencoba bagaimana tema tersebut

dikembangkan oleh satu sumber media dan cenderung untuk meneliti masalah yang

tidak mencakup jumlah atau kuantitas.19

18
Nanang Martono, Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta: Persada, 2010), h. 93.
19
R. Holsty [Link]. Content Analisis dalam Handbook of Social Psycology Edited by Darder
Kinzay dan Billiot Aronson, (Cambride Massactusset Editian Wesley, 1969), h. 589-600.
22

Jika komunikasi itu adalah antara teks dan (bahan bacaan) dengan

pembacanya, maka yang diperlukan bukan lagi hanya proses kognitif dalam artian
20
umum, tetapi mencakup proses analisis untuk mencapai tujuan penelitian. Tujuan

analisis isi ada lima, yaitu: menggambarkan isi komunikasi, menguji hipotesis

karakteristik-karakteristik suatu pesan, membandingkan isi media dengan “dunia

nyata”, melalui image suatu kelompok tertentu dan masyarakat, serta menciptakan

titik awal terhadap studi efek media.21

3. Langkah-langkah Analisis Isi

Langkah-langkah atau tahap sebuah analisis isi menurut Hadari Nawawi,

dijabarkan sebagai berikut:

a. Menyeleksi teks yang akan diselidiki

b. Menghubungi pihak yang memiliki wewenang untuk menetapkan keyakinan

bahwa analisis isi terhadap suatu teks akan berguna.

c. Mengadakan observasi untuk mengetahui keluasan pemakaian buku tersebut.

d. Menetapkan standar isi buku dalam bidang tersebut dari segi teoris dan kegunaan

praktisnya.
e. Menyusun item-item yang spesifik tentang isi dan bahasa yang akan diselidiki

sebagai alat pengukur data. Untuk itu diperlukan kehalian Bahasa yang akan

digunakan dalam analisa.

f. Melaksanakan penelitian sebagai berikut:

20
Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2001), h.
72.
21
Andi Bulaeng, Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer (Yoyakarta, Penerbit
Andioffset, 2004), h. 171.
23

1) Menetapkan cara yang akan ditempuh, apakah akan dilakukan pada

keseluruhan isi buku, bab demi bab, pasal demi pasal, memisahkan ilustrasi

dengan teks dan sebagainya.

2) Melakukan pengukuran kepada teks secara kualitatif dan kuantitatif, misalnya

banyak paragraph di dalam suatu topik, ketetapan menempatkan ilustrasi

tertulis dan gambar serta kejelasan penyampaian suatu ide dan lain-lain.

3) Membandingkan hasil pengukuran berdasarkan hasil yang telah ditetapkan


melalui item-item spesifik yang telah disusun.

4) Mengetengahkan kesimpulan sebagai analisa kuantitatif dengan

mempergunakan perhitungan statistik yang relevan sebagaimana interpretasi

isi buku, baik secara keseluruhan maupun bagian demi bagian.

Menurut Henry Subiyakto, penelitian dengan analisis isi dapat dilakukan

dengan beberapa keadaan sebagai berikut:22

a. Membandingkan pesan dengan sumber yang sama dalam kurun waktu tertentu

yang berbeda, dengan maksud untuk melihat kecenderungan isi.

b. Membandingkan pesan dari sumber yang sama dalam situasi yang berbeda,

dengan maksud melihat pengaruh situasi terhadap isi pesan.

c. Meneliti pengaruh ciri-ciri khalayak sasaran terhadap isi dan gaya komunikasi.

d. Membandingkan pesan dari sumber yang sama dalam situasi sasaran khalayak

yang berbeda.

e. Membandingkan suatu pesan dari sumber-sumber yang berbeda.

22
Henry Subiyakto, Analisis Isi Media, Metode dan Pemanfaatannya (Dalam Burhan Bugin,
Metode Penelitian), h. 133-134.
24

f. Membandingkan isi pesan yang dihasilkan dari sumber-sumber tertentu dengan

perilaku sumber tersebut untuk mengetahui nilai, sikap motif, atau Tindakan dari

sumber yang bersangkutan.

g. Membandingkan antara isi pesan yang ada pada satu atau lebih yang ada dengan

keadaan masyarakat pada waktu pesan itu disampaikan.

h. Membandingkan pesan yang disampaikan pesan tertentu dengan pesan yang

diterima oleh sasaran.


i. Membandingkan pesan yang disampaikan pesan tertentu, dengan perilaku yang

dilakukan oleh sasaran.

Analisis isi tidak bisa digunakan untuk semua penelitian sosial, oleh karena

itu analisis isi harus memenuhi syarat-syarat berikut:

1. Data yang tersedia Sebagian besarnya berasal dari data yang telah

didokumentasikan seperti, buku, surat kabar, naskah.

2. Terdapat teori tertentu yang menjelaskan mengenai metode pendekatan

terhadap data tersebut.

3. Peneliti harus memiliki kemampuan untuk mengolah bahan atau data yang

dikumpulkan karena sebagian data bersifat spesifik atau khas.

D. Pesan Moral dan Agama sebagai Bagian dari Pesan Komunikasi Islami
Pesan komunikasi islami terbagi menjadi dua bagian, yakni pesan moral dan

pesan agama. Pesan moral adalah pesan yang berkaitan dengan (ajaran tentang) baik

buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya;

akhlak, budi pekerti; Susila. Selain itu, moral juga berarti kondisi mental yang

membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, disiplin dan sebagainya; isi hati
25

atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan. Moral juga

bermakna ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita.

Menurut Zakiah Darajat, moral adalah kelakuan yang sesuai dengan ukuran-

ukuran masyarakat yang timbul dari hati sendiri (bukan paksaan dari luar), rasa

tanggung jawab atas tindakan itu, dan mendahulukan kepentingan umum daripada

kepentingan pribadi.

Moral (akhlak) adalah sikap dan perbuatan baik yang berasal dari batin dan

lahiriah manusia dan tercermin melalui perilaku. Ajaran moral tersebut tumbuh dan

berkembang dalam kebiasaan dan norma-norma yang dianut di dalam kelompok

masyarakat.

Pesan agama adalah pesan-pesan yang berasal dari agama dan bersumber dari

al-qur’an dan as-sunnah. Pesan agama berarti pendapat ataupun informasi yang

dibagikan kepada orang lain yang bermuatan keagamaan dengan tujuan untuk

menyebarkan kebaikan baik secara langsung dengan lisan ataupun tidak.

E. Teori Hermeneutika
Hermeneutika muncul sejak abad ke-17 dan dipahami dalam dua pengertian,

yaitu hermeneutika sebagai perangkat teologi dan sebagai perangkat prinsip

metodologis penafsiran dan hermeneutika sebagai penggalian filosofis dari sifat dan

kondisi yang tidak bisa dihindarkan dari kegiatan memahami.23

Hermeneutika merupakan sebuah teori yang digunakan untuk menelaah karya

sastra dan sebagai alat untuk memahami sebuah teks. Mengapreasiasi karya sastra

23
Hermeneutika sebagai Produk Pandangan Hidup dalam Kumpulan Makalah Workshop
Islam Kontemporer (IKPM cabang Kairo, 2006), h. 28.
26

adalah salah satu kegiatan yang bisa menggunakan hermeneutika untuk mengkaji dan

memahaminya. Interpretasi karya sastra menggunakan hermeneutika bukan hanya

untuk melihat karya sastra dari permukaannya melainkan sampai ke dalam dan

membutuhkan pengetahuan yang mendalam pula.

Persoalan utama hermeneutika terletak pada pencarian makna teks, apakah

makna objektif atau makna subjektif. Abad ke-18, hermeneutika berperan sebagai
metode untuk menfasirkan realitas lain yang tidak hadir baik berlalu karena

perbedaan ruang dan waktu, sementara realitas itu kembali hadir pada masa sekarang

melalui tanda atau simbol.

Seorang interpreter atau penafsir harus memiliki pengetahuan dan wawasan

yang luas untuk interpretasi sebuah karya sastra. Penerapan hermeneutika sudah

sangat luas, meliputi, linguistik, teologis, filosofis dan hukum. Hermeneutika

mencari makna yang optimal bukan mencari makna yang benar. Kaitan hermenutika

dengan karya seni dapat dilakukan dengan metode berikut ini:

1. Teks dijadikan sebagai objek yang diteliti dan sebagai subjek yang pusat,

dan karya seni sebagai fakta ontologi.


2. Karya seni sebagai fakta ontologi dipahami dengan cara mengobjektivitasi

strukturnya.

3. Pada tahap berikutnya, pemahaman semakin luas Ketika masuk pada bagian

simbolisasi.

4. Kode simbolik membutuhkan hal-hal yang bersifat referensial berkaitan

dengan faktor kreatifitas seorang seniman.


27

5. Kode simbolik yang nampak dari teks berkaitan dengan persoalan di luar

dirinya dan memerlukan disiplin ilmu dalam melengkapi proses penafsiran,

6. Menurut Paul Ricoeur hermeneutika, sebuah cara untuk memahami teks

yang pada akhirnya, ujung dari proses itu adalah ditemukannya makna atau

pesan. Dari skema tampak bahwa makna dan pesan dalam tafsir hermeneutik

berada pada wilayah yang paling luas dan paling berjauhan dengan teks

(karya seni sebagai fakta ontologisnya), tetapi tetap berada di dalam horizon
yang dipancarkan teks.

Berdasarkan pandangan Paul Recour mengenai hermeneutika tersebut, salah

satu skema yang paling penting untuk dibahas adalah persoalan simbolisasi, tetapi

secara keseluruhan, hermeneutika bisa digunakan dalam proses pengkajian karya

sastra. Hermeneutika bukan lagi sekedar metode tetapi bisa dikatakan merupakan

sebuah kerangka ontologi.

F. Pesan Komunikasi Islami dalam Karya Sastra


Karya sastra adalah refleksi yang menggambarkan kehidupan masyarakat

sehari-hari. Pengarang berusaha mengungkapkan perasaan baik suka maupun duka


yang dialami oleh masyarakat. Karya sastra bisa berguna sebagai bentuk penciptaan
karya seni yang indah dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Karya sastra juga

menyuguhkan persoalan-persoalan dalam kehidupan sosial.

Setiap karya sastra baik itu novel, cerpen dan lainnya memiliki pesan

komunikasi islami dalam setiap alur ceritanya. Jenis atau wujud pesan komunikasi

islami sebuah karya sastra berdasarkan pada apa yang diyakini, kemauan dan berasal

dari dalam diri pengarang yang menciptakan karya tersebut.


28

Pesan komunikasi islami yang terkandung di dalam sebuah novel

mencerminkan pengarang. Bagaimana pengarang ingin menunjukkan suatu pesan

bagi pembaca. Karya sastra mengandung bentuk penerapan pesan komunikasi islami

yang ditampilkan melalui sikap dan perilaku tokoh. Melalui sikap dan perilaku

tersebut diharapkan pembaca dapat mengambil hikmah.

Menganalisa sebuah karya satra utamanya novel adalah salah satu kegiatan
yang menarik dan juga penting guna menambah wawasan dan pengetahuan. Selain

itu, juga sebagai media hiburan. Novel berbentuk prosa Panjang yang akan

mengantarkan pembacanya menjelajahi dunia yang imajinatif dalam alur cerita yang

kompleks.

Karya sastra selain bernilai dari segi estetika juga memiliki makna akan

sesuatu yang berkesan bagi pembaca. Keberadaan karya sastra yang sentral itulah

yang mendorong kreatifitas pengarang dalam berkarya. Bukan hanya menyajikan alur

cerita yang Panjang dan kompleks atau menarik, tetapi juga cerita dengan konflik

yang mengandung pesan komunikasi islami di dalamnya.


29

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah analisis teks dengan menggunakan model analisis isi

kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna dari kata atau kalimat serta

makna tertentu dalam sebuah karya sastra. Metode analisis isi digunakan untuk

menelaah isi dari suatu dokumen, dalam penelitian ini, dokumen yang dimaksudkan
adalah novel “Cinta Suci Zahrana”.

Krispendorf mengemukakan bahwa kajian isi merupakan tekhnik yang

digunakan untuk menarik kesimpulan yang dapat ditiru dan sahih data atas dasar

konteksnya, sedangkan R Holsty mengemukakan bahwa kajian isi adalah tekhnik

apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan

karakteristik pesan dan dilakukan secara objektif dan sistematis.

B. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika. Hermeneutika

digunakan dalam analisis tektual. Hermeneutika juga diartikan sebagai teori Analisa

dan praktek menafsirkan Bahasa, teks, gambar, pikiran, ide dan konsep dengan

mencari makna. Hermeneutika juga berfungsi untuk menafsirkan sebuah wacana,

mencari makna dalam sebuah teks dan menginterpretasikan permasalahan.

Hermeneutika dalam penelitian ini merupakan pendekatan yang digunakan

untuk menafsirkan teks. Teks yang dimaksud adalah novel “Cinta Suci Zahrana”

karya Habiburrahman El Shirazy. Pendekatan hermeneutika digunakan agar pembaca

tidak bingung dalam memahami teks yang dimaksudkan.


30

C. Sumber Data

1. Data Primer
Data primer merupakan data pokok yang didapatkan untuk kepentingan

penelitian. Data primer adalah data yang diperoleh dari subjek penelitian dengan

menggunakan alat ukut atau alat pengambilan data langsung dari subjek sebagai

sumber informasi yang dicari. Data primer pada penelitian ini adalah novel “Cinta

Suci Zahrana” karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Republika,

merupakan cetakan keempat, Juli 2007.

2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data pelengkap dari sebuah penelitian. Data

sekunder dari penelitian ini didapatkan dari sumber berupa buku referensi, baik itu

buku tentang analisis isi, pesan komunikasi islami juga referensi internet, artikel, dan

lain sebagainya yang terkait dengan penelitian.

D. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan cara sebagai berikut:

1. Studi Pustaka
Studi pustaka meliputi penelitian terhadap literatur yang relevan dengan

permasalahan yang dikaji.

2. Studi Dokumentasi
Studi dokumen, yaitu penelitian dengan cara meneliti dokumen atau buku

yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Dokumentasi yaitu pengumpulan

data melalui karya tertulis. peneliti akan mengumpulkan data-data berupa tulisan

yang akan menunjang penelitian ini. Dokumentasi adalah metode yang digunakan
31

untuk mengumpulkan data yang berupa buku, catatan, notulen, surat kabar, majalah,

prasasti dan lain sebagainya.

E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data


Analisi berarti mengkaji data yang diperoleh dengan cara mengorganisasikan

data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, memilih mana yang penting

dan akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri

sendiri maupun orang lain.

Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja

dengan data, mengorganisir data, memilah-milahnya menjadikan satuan yang dapat

dikelola, mensistensikannya, mencari dan menemukan pola, menentukan apa yang

penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada

orang lain.24

Tekhnik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan terlebih

dahulu penliti membaca berulang-ulang secara keseluruhan isi novel “Cinta Suci

Zahrana”, kemudian dilakukan pengelompokan data yang berkaitan dengan pesan

komunikasi islami yang peneliti bagi menjadi dua yakni pesan agam dan pesan moral
lalu dilakukan konstruksi kategori semacam alat yang digunakan untuk mengupas
permasalahan dalam sebuah penelitian.

Kategorisasi dilakukan dengan tujuan agar isi pesan yang yang tersurat bisa

dianalisa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Kemudian ditemukan kategori

pesan komunikasi islami yang berkaitan dengan pesan moral dan pesan agama pada

24
Lexy J. Moeleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006),
h. 4.
32

novel “Cinta Suci Zahrana” dan dilakukan penyeleksian kembali apakah data yang

ditemukan sudah tepat.


BAB IV
NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN EL
SHYRAZI (ANALISIS PESAN KOMUNIKASI ISLAMI)
A. Deskripsi Objek Penelitian

1. Biografi Habiburrahman El Shyrazi


Habiburrahman El Shyrazi adalah seorang lulusan Al Azhar University Cairo.

Sosok yang dikenal sebagai seorang dai tersebut merupakan pendiri dan pengasuh

utama Pesantran Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA yang terletak di

Semarang, Jawa Tengah.

Habiburrahman merupakan seorang pembicara dalam forum-forum nasional

dan internasional. Beragam karyanya laris misalnya novel Ayat-ayat Cinta tahun

2004, Pudarnya Pesona Cleopatra tahun 2004, Di Atas Sajadah Cinta tahun 2004,

Ketika Cinta Berbuah Surga tahun 2005, Ketika Cinta Bertasbih tahun 2007.

Gambar 1.1 Foto Habiburrahman El Shyrazi


Sumber: [Link]

33
34

2. Gambaran Umum Novel “Cinta Suci Zahrana”

a. Unsur Intrinsik dalam Novel “Cinta Suci Zahrana”

1) Tokoh
• Zahrana
• Hasan
• Pak Karman
• Ibu Zahrana
• Pak Munajat
• Rahmad
• Bu Merlin
• Wati
• Lina
• Nina
• Bu Nyai
• Pak Kiai
• Dokter Zul
• Pak Didik
• Pak Darmanto
2) Alur
Alur yang digunakan dalam novel “Cinta Suci Zahrana” adalah alur campuran
atau alur maju-mundur.
3) Latar
Latar waktu : Malam, siang, sore
Latar Tempat : STM Al-Fatah Mranggen, Demak, Kampus, rumah Zahrana,
Masjid
Latar Suasana : Sedih, senang
35

4) Sudut pandang pengarang dalam novel “Cinta Suci Zahrana” adalah sudut
pandang orang ketiga.
5) Amanat dalam novel ini sangat banyak, salah satunya adalah tetap bersabar
dan iklas atas semua ketentuan Allah swt. Apapun yang terjadi kembalikan
dan berdoalah kepada-Nya.

3. Sinopsis

Novel “Cinta Suci Zahrana” mengisahkan tentang tentang seorang gadis dan
kehidupan percintaannya yang tidak semulus prestasi-prestasinya di bidang
akademik. Usianya yang sudah memasuki kepala tiga tidak juga membuatya kunjung
menemukan jodoh. Zahrana adalah sosok yang sangat selektif dalam memilih calon
pasangannya. Hal itulah yang membuatnya banyak dicaci dan dianggap sebagai
perawan tua. Beberapa orang yang datang melamarnya semuanya ditolak dengan
alasan belum cocok. Orang tua Zahrana marah karena hal tersebut.
Zahrana lalu memutuskan berhenti dari kampus tempatnya mengajar karena
menolak seorang Dekan yang dianggap masih kurang dari segi moralitas untuk
mendampinginya. Zahrana juga menolak Pak Didik yang walaupun merupakan sosok
yang alim, tetapi sudah menikah tiga kali. Setelah berhenti mengajar di kampus,
Zahrana memilih STM Al-fatah untuk mengajar disana. Zahrana juga berharap bisa
mendapatkan jodoh yang selama ini diinginkannya.
Beberapa bulan kemudian, Zahrana mengunjungi Pak Kiai dan Bu Nyai untuk
meminta saran dan bersedia dijodohkan dengan siapapun yang menjadi pilihan
mereka. Zahrana lalu diperkenalkan dengan sosok Rahmad yang hanya bekerja
sebagai pedang kerupuk keliling, tetapi Zahrana mau menerimanya karena Rahmad
adalah seseorang yang baik agama dan aklahknya.
Malam sebelum pesta pernikahan digelar, terjadi kecelakaan yang membuat
Rahmad meninggal dunia, Zahrana sangat kaget dan kemudian pingsan lalu dilbawa
ke rumah sakit. Disana, ia dirawat oleh Dokter Zul yang tidak lain adalah ibu dari
Hasan, mahasiswa bimbingan Zahrana di kampus. Melihat kelembutan hati Zahrana,
36

Dokter Zul lalu melamarkannya untuk Hasan, meski awlanya Zahrana menolak
karena menganggap Hasan masih muda dan lebih pantas menjadi adiknya. Tetapi
Hasan dan Dokter Zul berhasil menyakinkannya. Zahrana sangat bahagia, akhirnya
bisa menikah dengan sosok pria yangmeski lebih muda darinya tapi mampu
membimbingnya.

Gambar 2.1 Sampul Novel “Cinta Suci Zahrana”


Sumber: [Link]
B. Wujud Pesan Komunikasi Islami pada Novel “Cinta Suci Zahrana” Karya
Habiburrahman El-shyrazi
Setelah peneliti melakukan pengkajian terhadap novel “Cinta Suci Zahrana”,

peneliti mencari data-data yang berkaitan dengan pesan komunikasi islami, kemudian

dilakukan analisis untuk mendapatkan hasil penelitian untuk dilakukan pembahasan.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin

dicapai adalah apa pesan komunikasi islami yang terdapat pada novel.
37

Tabel 3.1 Wujud Pesan Komunikasi Islami pada Novel “Cinta Suci
Zahrana”

No. Wujud Pesan Halaman Jumlah Jumlah


Pesan Komunikasi Data Data Per
Komunikasi Islami Bab
Islami
1. Pesan Agama Sabar 112, 162, 5 Bab 8 : 1
165, 198, Bab 12 : 2
199 Bab 14 : 2
Sopan Santun 166, 168, 6 Bab 12 : 5
172, 173,
177, 179
Jujur 238, 240 2 Bab 17 : 2
Sedekah 101, 211 2 Bab 8 : 1
Bab 14 : 1
Silaturahmi 205 1 Bab 15 : 1
Zikir 16, 51, 62, 9 Bab 1 : 1
129, 150, Bab 4 : 1
163, 213, Bab 5 : 1
233, 243 Bab 10 : 1
Bab 11 : 1
Bab 12 : 1
Bab 15 : 1
Bakti Kepada 4, 13 2 Bab 1 : 2
Kedua Orang
Tua
Syukur 62, 81, 242 3 Bab 4 : 1
Bab 6 : 1
Bab 17 : 1
2. Pesan Moral Percaya Diri 35 1 Bab 3 : 1
Optimis 3, 6, 8, 14, 10 Bab 1 : 4
23, 55, 76, Bab 2 : 1
169, 180, Bab 4 : 1
183 Bab 6 : 1
Bab 12 : 1
Bab 13: 2
Sumber: Olahan Peneliti, 2021
38

Wujud pesan komunikasi islami pada novel “Cinta Suci Zahrana”


dikategorikan ke dalam dua sub yaitu pesan agama dan pesan moral. wujud pesan
komunikasi islami tersebut dikategorikan berdasarkan konflik yang dialami oleh
tokoh Zahrana dalam menjalani kehidupannya. Berikut ini akan dibahas mengenai
wujud pesan komunikasi islami pada novel “Cinta Suci Zahrana”:
a. Pesan Agama
2) Sabar

Sabar berarti memiliki sikap sabar, berbesar hati, dan berani menghadapi

segala situasi yang terjadi dalam hidup. Sabar juga berarti tahan terhadapa setiap

cobaan yang menghampiri, tenang dalam mengadapi masalah dan tidak gegabah

dalam mengambil keputusan, juga tidak terburu-buru karena nafsu belaka.

Zahrana adalah tokoh yang memiliki sikap dan kesabran yang tinggi dalam

menghadapi konflik yang terjadi. Seperti pada kutipan berikut:

“Sesungguhnya ia ingin marah tetapi yang ada di hadapannya adalah bu


Merlin yang ia hormati. Kalau yang mengatakan itu bukan bu Merlin, ia
mungkin akan langsung mengungkapkan emosinya saat itu juga.”25

“Zahrana diam, sebab jika dia bicara dalam keadaan emosi ia takut kata-
katanya akan menyakiti kedua orang tuanya.”26

“Tak ada pilihan lain. Tak ada kompromi. Ia harus bersabar meniti jalan
Panjang sampai ia menemukan pendamping hidup yang ia harapkan.”27
“Zahrana meneteskan air matanya. Hatinya sakit, namun dia memilih tetap
diam membaca email yang masuk dan menyembutkan bahwa dirinya dalah
perawan tua. Apa kabar Perawan Tua?”28

“Ia tidak akan meladeni kata-kata yang tidak mencerminkan datang dari orang
terdidik itu.”29

25
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana (Jakarta: Republika, 2011), h. 112.
26
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 162.
27
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 165.
28
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 198.
39

Kutipan tersebut menunjukkan kesabaran yang merupakan sifat Zahrana.

Memilih diam adalah caranya untuk menang. Dia memilih bersabar dan tidak

membalas keburukan tokoh Pak Karman atas dirinya.


Allah melarang untuk saling membantah dan hendaknya bersabar menghadapi
setiap ujian. Seperti tokoh Zahrana yang selalu bersabar atas setiap musibah yang ia
hadapi. Zahrana percaya, saling membantah hanya akan membuat masalah semakin
Panjang.

3) Sopan Santun

Sopan santun adalah sikap atau tingkah laku yang baik, hormat dan beradab

serta diiringi oleh rasa belas kasihan dan budi pekerti halus yang tercermin dalam

tingkah laku, tutur kata, cara berpakaian dan lain sebagainya.30


Manusia diperintahkan untuk saling menghargai satu sama lain, termasuk
menjaga lisan karena berkata kasar dan tidak sopan akan mengakibatkan orang lain
merasa tersinggung dan menjauh. Saling memaafkan dan mendoakan agar orang lain
diampuni oleh Allah swt. juga bermusyawarah agar menghindari perdebatan dalam
pengambilan keputusan.

Kutipan berikut ini merupakan contoh perilaku soapn santun yang ditunjukkan
oleh tokoh Zahrana.
“Iya, Bu Merlin, semoga keputusan terbaik nanti bisa saya berikan”31

Meski sedih, Zahrana tetap berbicara dengan santun kepada Bu Merlin terkait
keputusannya untuk menerima atau menolak lamaran Pak Karman.

29
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 199.
30
Sudarman Danim, Menjadi Penelitian Kualitatif (Bandung: Pustaka Setia, 2012), h. 14.
31
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 166.
40

“Zahrana berbicara kepada kedua orang tuanya. Ia minta kepada mereka


pengertiannya jika ia nanti mengambil keputusan yang tidak melegakan
mereka berdua.” 32

Zahrana meminta agar orang tuanya berbesar hati untuk keputusan yang akan
diambilnya dan mungkin akan membuat keduanya kecewa. Cara menyampaikan
keinginannya pun dengan tetap bertutur yang santun dan tidak mau menyakiti
perasaan orang tuanya.
“Saya pernah mendengar Baginda Nabi Muhammad saw., pernah berdabda,
‘Al ‘ajalatu minasy syaithan. Tergesa-gesa itu datangnya dari setan!’ saya
tidak mau tergesa-gesa. Saya tidak mau mengecewakan siapapun. Termasuk
diri saya sendiri. Maka perkenankan saya untuk menjawabnya tiga hari ke
depan. Saya akan langsung sampaikan kepada Pak Karman yang saya hormati.
Maafkan jika saya tidak bisa menjawab sekarang”.33

Zahrana menolak lamaran Pak Karman tetapi tetap dengan bahasa yang sopan

dan sikap yang santun. Dirinya tidak mau membuat Pak Karman malu di depan para

tamu yang hadir.


“Saya tidak menunggu yang bagaimana-bagaimana Bu. Saya menunggu lelaki
saleh yang pas di hati saya. Itu saja”.34

Zahrana menjelaskan kepada ibunya bahwa ia menolak Pak Karman karena

tahu bagaimana karakter aslinya di kampus. Meski tidak setuju dengan ibunya,

Zahrana tetap menyampaikannya dengan sangat hati-hati.

“Kepada
Yth. Bapak H. Sukarman, M.S.c
Di Semarang
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Semoga Bapak senantiasa sehat dan berada dalam naungan hidayah-
Nya.

32
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 168.
33
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 172.
34
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 173.
41

To the point saja, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada


Bapak, saya ingin menyampaikan bahwa saya belum bisa menerima
pinangan Bapak. Semoga Bapak mendapatkan yang lebih baik dari
saya. Mohon maklum dan mohon maaf jika tidak berkenan.
Wassalam,
Dewi Zahrana. 35

Penolakan yang dilakukan Zahrana tentu akan membuat malu Pak Karman

jika ia menyampaikan secara langsung. Tetapi Zahrana meminta diberikan waktu

untuk berpikir. Kemudian mencari cara yang tepat untuk menyampaikannya melalui
e-mail.
“Bu tolong ibu juga mengerti saya. Saya telah berusaha menata hati dan
jiwa untuk menerima Pak Karman. Saya tidak mau karena saya sudah
terlambat menikah, lantas saya menikah untuk seolah-olah Bahagia. Saya
tidak mau batin saya justru menderita. Karena saya benar-benar tidak bisa
menerima Pak Karman. Saya tidak mau, setelah menikah sosok Pak
Karman justru jadi monster yang menghantui saya setiap saat. Saya sama
sekali tidak bisa mencintainya Bu. Meskipun sebutir Zarrah. Ibu kan juga
seorang perempuan. Saya mohon Ibu bisa memaklumi.” Zahrana
menjawab Panjang lebar dengan mengajak bicara dari hati ke hati”.36
Zahrana menyampaikan bahwa dirinya sudah berusaha untuk menerima Pak
Karman, tetapi dirinya merasa Pak Karman bukanlah jodoh yang baik untuknya.
Meski begitu, saat dimintai jawaban oleh Ibu Merlin, Zahrana tidak serta merta
menyampaikannya dengan kata-kata kasar melainkan dengan kata yang santun.

4) Jujur

Jujur merupakan cara untuk menyampaikan sesuatu yang dianggap benar

dalam kehidupan seseorang. Hal ini sangat penting, demi menjaga kepercayaan orang

lain terhadap diri pribadi.

Jujur memiliki manfaat guna menyelaraskan perbuatan dan perkataan.

Keinginan untuk jujur menyebabkan seseorang selalu dapat dipercaya dalam

35
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 177.
36
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 179.
42

tindakan, ucapan, dan aksi nyata dalam kesehariannya. Seperti pada kutipan dialog

berikut:

“Saya tidak tahu harus bicara apa lagi.”


“Berarti menerima. Tidak bicara berarti diam. Diam tanda menerima.”
“Saya ini lebih tua dari Hasan Bu. Dia cocoknya jadi adik saya.” 37

“Ibu harus percaya pada saya. Saya tidak punya hubungan apa pun dengan
Hasan kecuali dosen dengan muridnya. Sungguh Bu.”38

Zahrana tidak tahu harus menjawab apa saat Dokter Zul melamarnya untuk

menjadi istri Hasan yang tidak lain adalah mahasiswa bimbingannya. Zahrana begitu

kaget karena usia Hasan yang terpaut jauh dengannya. Meski begitu, Zahrana tetap

jujur jika dirinya tidak bisa menikah dengan Hasan yang lebih pantas menjadi

adiknya. Namun Dokter Zul menganggap diamnya Zahrana adalah karena ia setuju

dan bersedia menerima lamaran tersebut.

Perilaku jujur merupakan kunci dari bentuk ketakwaan kepada Allah swt.

manusia akan mudah bergaul dengan orang lain jika ia memiliki sifat yang jujur,

karena yang paling pertama orang lain lihat dari setiap pribadi adalah ucapan dan

pertanggung jawaban dari ucapan tersebut.

5) Sedekah
Secara khusus, sedekah berarti mengeluarkan harta dan memberikannya
kepada yang berhak dan mengharap ridha Allah swt. Sedekah adalah pemberian
seorang muslim kepada muslim lainnya dengan sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi
oleh waktu dan jumlah tertentu.
Sedekah yang terbaik adalah sedekah yang dilakukan atas dasar suka rela.
Sedekah tersebut bisa diberikan kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, orang

37
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 240.
38
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 238.
43

yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk menyebarkan agama islam dan juga
kepada peminta-minta.
Sedekah adalah amalan yang paling disukai oleh Allah swt. keutamaannya
yaitu:
1. Sedekah tidak mengurangi harta melainkan akan digantikan dengan yang
lebih banyak oleh Allah swt.
2. Sedakah menghapus dosa
3. Sedekah melipatgandangan pahala
Kutipan yang menunjukkan Zahrana sosok yang dermawan adalah sebagai
berikut:
“Zahrana memberikan uang kembali, Zahrana menolak dan mengikhlaskan
semuanya untuk sopir itu.”39
Kutipan tersebut menjelaskan mengenai kedermawanan Zahrana yang senang
bersedekah. Seperti pada saat hendak membayar taksi, Zahrana tidak mau mengambil
uang kembalian dan mengikhlaskannya.

“Aduh gimana ya Bu. Saya tidak ada kembalian. Udah Ibu bawa dulu aja
kerupuknya. Kapan-kapan kalau saya lewat Ibu bayar.”
“E jangan Pak. Udah Bapak bawa saja. Itu sedekah saya untuk Bapak.”
“Baik Bu kalau begitu. Matur Nuwun ya Bu. Semoga keinginan Ibu
dikabulkan Allah.”
“Amin”.40
Zahrana yang hendak membeli kerupuk dengan tujuan agar bisa melihat

wajah pemuda yang ditunjukkan untuk menjadi calonnya. Akan tetapi penjual

kerupuk tersebut tidak memiliki uang kembalian. Zahrana kemudian memberikan

semua uangnya dengan maksud sedekah.

39
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 101.
40
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 211.
44

6) Silaturahim

Silaturahmi artinya tradisi saling mengunjungi atau berkujung kepada saudara,

kerabat, atau sahabat agar hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan persaudaraan

tidak terputus. Contohnya seperti mengunjungi tetangga atau guru.41

“Nama saya Rana, Ummi. Lengkapnya Dewi Zahrana. Kedatangan saya


kesini pertama untuk silaturahmi. Kedua untuk memohon tambahan doa dari
Ummi. Kebetulan saya ikut mengajar di STM Al-Fatah. Baru enam bulan ini
Ummi.” Terang Zahrana dengan kepala menunduk”.42

Berdasarkan kutipan tersebut, Zahrana berkunjung ke rumah Pak Kiai dan dan

Bu Nyai dengan maksud untuk silaturahmi dan meminta pendapat untuk dicarikan

calon pendamping hidup.

7) Zikir

Zikir berarti memohon kepada Allah swt. tentang semua keinginan. Zikir

adalah salah satu upaya pendekatan kepada Tuhan. Doa menjadi harapan dan

keinginan untuk dikabulkan. Nabi Adam a.s adalah manusia pertama yang sejak

dijadikannya dan ditiupi jiwanya kemudian beliau diajarkan untuk zikir kepada Allah

swt. Sebagai doa pertamanya ialah, “Ya Tuhanku tunjuki daku jalan yang lurus, jalan

mereka yang pernah diperoleh karunia dari-Mu, bukan jalan mereka yang Engkau

kutuki dan bukan jalan mereka yang sesat.” Sejak saat itu, semua berdoa bukan

hanya Qabil dan Habil tetapi juga para nabi.

Kutipan yang menunjukkan Zahrana selalu berdoa kepada Allah swt. dalam

menghadapi setiap masalah yang dihadapinya ataupun saat hendak mengambil

keuputusan yang terbaik, sebgaai berikut:

41
Srikandi Rahayu, Seputar Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Pakar Raya, 2014), h. 44.
42
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 205.
45

“Ketika ia sampai di tempat duduknya 15 A, ia membaca doa, memhohon


ampunan untuk dirinya dan kedua orang tuanya.”43

“Dalam hati ia mendoakan untuk para mahasiswanya itu, semuanya sukses


dan jadi orang yang berhasil kelak”.44

Digambarkan Zahrana berdoa kepada Allah swt. pada saat hendak berangkat

ke Beijing dan juga mendoakan mahasiswanya sukses. Zahrana juga berdoa pada saat

mengakhiri pidatonya di Beijing.

“Zahrana mengakhiri pidatonya dengan sepenggal doa, Ya Allah, Tuhan


Pencipta langit dan bumi. Pencipta alam semesta. Jadikanlah kami manusia
yang melestarikan bumi, anugerah-Mu yang indah, tempat kami hidup,
menghirup udara, makan dan minum. Jangan Engkau jadikan kami manusia
yang membuat kerusakan di atas bumi-Mu ini. Amin”.45

“Mereka tahu Zahrana pasti mendoakan mereka. Zahrana anak yang baik
meskipun sejak kecil tidak pernah menghirup pesantren, meskipun
pengetahuannya tentang agama pas-pasan.”46

“Setelah selesai shalat, ia berdoa akan dipertemukan dengan lelaki saleh yang
berilmu dan amanah.”47

“Setiap kali bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam, ia menangisi
takdirnya yang belum juga berubah.”48

“Ya Ilahi jika aku punya dosa, ampunilah dosaku. Cukupkanlah ujian-Mu.
Aku mohon udahkanlah jalanku menyempurnakan separo agamaku sesuai
syariat-Mu. Mudahkanlah diriku menyempurnakan ibadah kepada-Mu.”49

43
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 16.
44
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 51.
45
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 62.
46
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 129.
47
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 150.
48
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 163.
49
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 213.
46

Digambarkan Zahrana berdoa kepada Allah swt. karena ia merasa cemas

karena mengira jodoh yang ditunjukkan oleh Pak Kiai adalah seorang penjual

kerupuk keliling yang sudah tua.

“Ya Rabbi, ikhtiar sudah hamba lakukan, sekarang kepada-Mu hamba


kembalikan semua urusan. Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari semua
jenis kejahatan yang terjadi di atas muka bumi ini. Ya Rabbi, aku memohon
kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui. Dan aku berlindung
kepada-Mu dari segala hal buruk yang Engkau ketahui.” 50
Zahrana berdoa memohon perlindungan kepada Allah swt. berpasrah atas

setiap ketetapan-Nya termasuk menguatkan dirinya yang harus kehilangan calon

suaminya sehari sebelum akad nikah dilangsungkan.

“Dalam sujudnya Zahrana memohon kepada Allah agar akad nikah itu benar-

benar terjadi.”51

8) Syukur

Syukur dalam Kamus Kontemporer Arab-Indonesia, dalam bahasa Arab

berasal dari kata “syakara” yang artinya berterima kasih, bentuk Masdar dari kalimat

ini adalah Syukr, syukran yang artinya rasa terima kasih.52 Sedangkan secara bahasa,

syukur berarti rasa terima kasih kepada Allah swt.

Syukur juga dapat diartikan sebagai lantunan indah berupa uangkapan terima
kasih, sikap menerima apa adanya, dan bersahaja menyadari tentang setiap nikmat

yang diberikan oleh Allah swt. mulai dari nikmat yang yang terkecil hingga nikmat

yang terbesar.

50
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 233.
51
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 243.
52
Ida Fitri Sobihah, Dinamika Sykur pada Ulama Yogyakarta, Skripsi (Yogyakarta: Fakultas
Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, 2013), h. 23.
47

Allah swt. senantiasa mengingatkan hamba-Nya untuk selalu mengingat

kepada-Nya, juga bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.

“Hatinya dipenuhi rasa syukur kepada Allah karena ia bisa menyelesaikan


pidatonya dengan indah.”53

Zahrana merasa sangat bersyukur bisa mneyelesaikan pidatonya meskipun

tanpa naskah dan mendapat banyak pujian karena hal tersebut. Zahrana juga

bersyukur bisa sampai ke Indonesia dalam keadaan selamat.

“Zahrana mengucapkan hamdalah. Ia lega akhirnya sampai ke tanah air


tercinta dengan selamat.”54

“Mata Zahrana berkaca-kaca mendengarnya. Ribuan hamdalah menyesak


dalam dada.” 55
Zahrana begitu bahagia dan terharu saat Hasan menghubunginya untuk

melamarnya. Awalanya ia tidak menyangka, tetapi Hasan berhasil meyakinkannya.

Zahrana lalu mengucap hamdalah.

9) Bakti Kepada Kedua Orang Tua

Berbakti kepada kedua orang tua adalah sebuah kewajiban bagi seorang anak.
Setiap muslim wajib untuk menaati perintah kedua orang tua selama perintah tersebut

tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Sebagai seorang anak dan muslim yang taat harus memperlakukan kedua

orang tua dengan baik, mengikuti semua peritahnya yang tidak bertentangan dengan

syariat Islam, dan tidak boleh membantah juga membentak mereka.

53
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 62.
54
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 81.
55
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 242.
48

Islam tidak hanya menekankan harus menghormat kedua orang tua saja, akan

tetapi juga orang yang lebih muda untuk menghargai orang yang leih tua usianya dan

yang tua harus menyayangi yang lebih muda usianya.

Data bakti kepada kedua orang tua terdapat pada kutipan novel “Cinta Suci

Zahrana” berikut:

“Ia telah berusaha menjadi anak yang baik, anak yang bakti kepada kedua
orang tuanya.”56

“Namun Rana sudah mantap memilih untuk membahagiakan kedua orang


tuanya daripada asyik dengan kebahagiannya sendiri.”57
Kedua orang tua Zahrana bersedih karena Zahrana lebih memilih untuk terus

melanjutkan kuliahnya dari pada menikah, orang tuanya sangat kecewa. Zahrana juga

merasa sedih karena hal tersebut, dan berpikir bahwa selama ini dirinya ssudah

berusaha menjadi anak yang baik dan bakti dengan menyetujui setiap keinginan orang

tuanya untuk tidak kuliah di luar kota.

b. Pesan Moral

1) Percaya Diri
Percaya diri adalah kemampuan seseorang untuk percaya terhadap dirinya

sendiri dan yakin mampu menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi dan mampu

berbuat yang terbaik untuk orang lain dan lingkungan sekitarnya. Percaya diri sangat

dianjurkan dalam Islam karena membuat kita berprasangka baik terhadap diri sendiri.

56
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 4.
57
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 13.
49

Percaya dengan kemampuan diri, tidak mudah merasa rendah dan membandingkan

dengan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain.

Percaya diri juga akan mendorong untuk selalu bersyukur atas nikmat yang

diberikan oleh Allah swt. Percaya diri juga membuat seseorang tidak takut dengan

apapun kecuali kepada Allah swt serta tidak mudah merasakan kesedihan.

Hal ini juga yang dilakukan tokoh Zahrana pada saat menghadapi situasi harus

menyampaikan pidato di Beijing, tetapi lupa membawa teks yang sudah dicetaknya.
Akhirnya ia memutuskan untuk berpidato tanpa teks dan tidak ingin mempermalukan

negarnya dihadapan negara lain.

“Zahrana berpikir keras. Akhirnya ia sampai pada satu tekad: ia akan


menyampaikan pidatonya tanpa teks. Pidato yang telah ia siapkan akan ia
hapal di luar kepala, persis saat ia dulu lomba pidato Bahasa Inggris saat
masih SMA.”58

2) Optimis
Dalam menjalani kehidupan, manusia dituntut untuk mengikuti segala bentuk

aturan untuk memperoleh kehidupan yang bahagia. Manusia harus memiliki

kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan sikap optimis.

Dasar penerapan sikap optimis ditunjukkan dengan dua hal, yakni keyakinan dalam
hati dan berpikir positif.

Keyakinan atau niat merupakan keinginan dan maksud yang merupakan

ungkapan yang mengacu pada satu makna yaitu merupakan keadaan dan sifat hati dan

dikelilingi dengan hubungan ilmu dan amal. Suatu ungkapan menyebtkan bahwa

segala sesuatunya harus dimulai dengan niat yang baik. Setelah berniat, selanjutnya

adalah berpikir positif, yaitu bentuk pelaksanaan dari iman untuk mengatasi saat tidak

58
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 55.
50

menang dan untuk mendapatkan nilai yang berharga dan memiliki manfaat dalam

hidup.

Manusia harus senantiasa optimis terhadap segala hal, karena dibalik

kekusahan, ada Allah yang selalu menjaga dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

“Ia ingin menunjukkan bahwa lulusan dalam negeri bisa setara, bahkan bisa
mengalahkan lulusan luar negeri,”59

“Dan ia membuktikan janjinya. Tahun pertama ia selesaikan kuliahnya


dengan hasil gemilang. Ia menghadap ayah dan ibunya dengan membawa IP
3,87, IP tertinggi di jurusannya.”60

“Ia ingin matang di bidang arsitektur dan tekhnik sipil sekaligus.”61

“Maka selain mengejar hasil terbaik dari kampus, ia juga bertekad menguasai
bahasa Inggris layaknya mereka yang kuliah S2 di Eropa.”62

“Setelah meraih penghargaan di Beijing, akan sangat mudah baginya


mendapatkan beasiswa S3 di luar negeri. Ia pun optimis bila melamar S3 ke
Tiangshua University pasti akan diterima dengan tangan terbuka.”63

“Akhirnya ia sampai pada satu tekad: ia akan menyampaikan pidatonya tanpa


teks.”

“Ia telah meneguhkan azzamnya bahwa ia akan menambah dedikasinya


dalam mendidik anak bangsa, dan ia harus mengambil S3 paling lambat dua
atau tiga tahun kedepan.”64

“Ia kini tampak tegar. Tidak ada lagi air mata. Mental yang ia siapkan adalah
mental seorang dosen pembimbing yang siap maju membela mahasiswanya
mempertahankan skripsi.”65

“Tidak Bu. Jika terjadi ketidakadilan, akan saya lawan sampai titik darah
penghabisan!”66
59
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 3.
60
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 6.
61
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 8.
62
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 14.
63
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 23.
64
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 76.
65
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 169.
51

Ibu merlin menasehati Zahrana dan menyarankan untuk mengundurkan diri


dari kampus tempatnya mengajar, karena ditakutkan Pak Karman akan memecatnya
secara tidak terhormat. Namun Zahran adalah sosok yang memiliki rasa optimis yang
sangat besar. Zahrana tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.

“Kau benar Lin. Besok aku akan mengundurkan diri. Aku akan hijrah dari
takdir yang baik ke takdir yang lebih baik.”67

66
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 29.
67
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 183.
52

C. Kecenderungan Isi Pesan Komunikasi Islami pada Novel “Cinta Suci Zahrana”
Kecenderungan isi pesan komunikasi islami pada novel “Cinta Suci Zahrana” adalah bentuk perbandingan antara

data wujud pesan komunikasi islami yang sama tetapi berbeda bentuk penyampaiannya. Kecenderungan isi pesan tersebut

dijabarkan sebagai berikut.

Tabel 3.2 Kecenderungan Isi Pesan Komunikasi Islami yang terdapat pada Novel “Takbir Cinta Zahrana”
No. Jenis Wujud Halaman Isi Pesan Kecenderungan Isi
Pesan Pesan Pesan
Komuni
kasi
Islami
1. Agama Sabar 162 1. Zahrana menginginkan seorang pendamping 1. Mengajak untuk
yang baik, tetapi sampai usianya sudah cukup tetap bersabar
matang, ia belum juga menikah atas apa yang
belum diraih
165 2. Zahrana akan dilamar oleh orang yang tidak ia 2. Bersabar meski
sukai, ia hendak menolak, tetapi mengingat terus diuji
orang tuanya ia harus bersabar. Zahrana tidak bersabar atas
mau menanggapi orang-orang yang selalu kebukurukan
berniat menyakitinya. orang lain adalah
senjata untuk
menang.
Sopan 166 1. Zahrana ingin menolak lamaran Pak Karman 1. Meminta waktu
Santun tetapi masih dengan cara agar kata-katanya untuk memberikan
tidak menyakiti siapapun. jawaban dengan
sopan dan bahasa
yang santun
173 2. Zahrana menyampaikan kepada ibunya, jika 2. Menyampaikan
53

dirinya tidak menunggu calon jodoh yang penolakan dengan


bagaimana-bagaimana. cara yang sopan
terlebih jika
berbicara dengan
orang yang lebih
tua

177 3. Zahrana mengirim surat penolakannya, dengan 3. Bukan hanya lisan,


tata Bahasa yang santun tetapi dengan
tulisan bahasa
santun
179 4. Zahrana mengakui bahwa dirinya tidak bisa 4. Mengakui segala
menerima lamaran Pak Karman sesuatu yang
dianggap tidak
sesuai dengan
keinginan tetapi
dengan cara yang
sopan.

Jujur 238 1. Zahrana mengatakan bahwa Pak Karman bukan 1. Menyatakan


orang yang tepat untuk mendampinginya. dengan jujur apa
yang tidak disukai

240 2. Zahrana jujur perihal umurnya yang sudah 2. Menyatakan


matang untuk disandingkan dengan Hasan yang dengan jujur
masih sangat muda. apapun itu.
Sedekah 101 1. Zahrana memberikan uang kepada supir taksi 1. Selalu
dan mengikhlaskannya sebagai sedekah. bersedekah walau
dengan nilai yang
kecil.

211 2. Zahrana memberikan uang kembaliannya 2. Bersedekah


kepada seorang penjual kerupuk sebagai meski hatinya
54

sedekah. sedang sempit.

Silaturah 205 Zahrana mengunjungi Bu Nyai untuk silaturahim Mengunjungi guru


im dan meminta Bu Nyai mendoakan agar untuk silaturahim dan
dipermudah jodohnya. meminta akan
didoakan.
Zikir 16 1. Pada setiap salatnya Zahrana selalu 1. Mengajak untuk
bermunajat kepada Allah swt. senantiasa
meminta kepada
Allah swt.

51 2. Bu Nyai memintanya untuk istikharah agar 2. Mengajak untuk


bisa melanjutkan perjodohan Zahrana dengan selalu memohon
Rahmad. petunjuk kepada
Allah swt. dalam
setiap perkara.

62 3. Zahrana berdoa dan memohon agar 3. Mengajak untuk


dimudahkan jalannya memohon agar
diberi kemudahan
dalam
menyempurnakan
separuh agama.
129 4. Zahrana berdoa dan berserah diri kepada Allah 4. Mengajak untuk
swt. berserah dan
berpasrah setelah
berusaha.
Syukur 62 1. Zahrana sangat bersyukur ketika berhasil 1. Bersyukur
menyampaikan pidatonya tanpa naskah. diberikan
kelancaran dan
fasih
menyampaikan
55

pidato meski tanpa


naskah.

81 [Link] mengucapkan hamdalah karena sampai 2. Bentuk syukur


ke tanah air dengan selamat. Zahrana dengan
melafadzkan
hamdalah Ketika
sudah sampai dalam
keadaan selamat.

242 3. Zahrana mengucap hamdalah dan hendak 3. Zahrana sangat


menangis ketika Hasan melamarnya. bersyukur pada saat
Hasan melamarnya.
Bakti 4 1. Zahrana berusaha menjadi seorang anak yang 1. Menaati perintah
Kepada bakti kepada kedua orang tuanya dengan kedua orang tua
Kedua menaati perintah keduanya. yang tidak
orang menyalahi syariat
Tua adalah sebuah
kewajiban bagi
seorang anak.
13 2. Zahrana berpikir untuk membahagiakan kedua 2. Memikirkan
orang tuanya daripada menyenangkan dirinya kebahagiaan orang
sendiri. tua agar selalu
menjadi anak yang
bakti.
2. Moral Percaya 35 Zahrana begitu percaya diri saat menyampaikan Kepercayaan diri yang
Diri pidatonya di hadapan negara lain tanpa teks tinggi akan
karena tidak mau mempermalukan negaranya mengalahkan semua
sendiri. ketakutan yang
dihadapi.
Optimis 3 1. Zahrana optimis menolak Pak Karman dan 1. Mengajak untuk
berjanji akan berjuang mengerahkan semua optimis dan
tenaganya. berjuang sekuat
56

tenaga

6 2. Ketika Zahrana mendapatkan terror SMS ia 2. Mengajak untuk


bukannya takut, tetapi semakin ooptimis untuk bangkit dan bisa
melawan. mengendalikan
diri.
8 3. Zahrana memiliki tekad untuk lebih 3. Mengajak untuk
mendekatkan diri kepada Allah swt. memiliki tekad
yang kuat
termasuk untuk
lebih dekat
dengan Allah swt.
Sumber: Olahan Peneliti, 2021
57

Berdasarkan tabel tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, terdapat

banyak kesamaan kecenderungan isi atau muatan pesan moral dan agama pada

novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shyrazi. Berikut ini, penjelasan

mengenai kecenderungan isi pesan agama dan moral.

1. Pesan Agama

Hasil penelitan ditemukan delapan wujud pesan komunikasi islami, yakni:

sabar ditemukan dua kalimat yang cenderung sama tujuannya di halaman 162 dan

165. Pada kalimat ditemukan pesan agama berupa kesabaran yang harus
dipertahankan meski sesuatu yang dinginkan belum dapat diraih. Sabar adalah

sikap untuk menahan diri karena menghadapi sebuah kesulitan. Sabar dalam

definisi yang paling tepat adalah sikap yang diawali dengan ikhtiar, lalu diakhiri

dengan rida ikhlas, bila seseorang dilanda suatu cobaan dari Allah swt.68

Sopan santun, pada halaman 166, 173, 177, dan 179: kecenderungan isi

pesan pada kalimat dan dialog dalam novel Cinta Suci Zahrana yang mengajarkan

kepada pembaca agar selalu bertutur dan berperilaku sopan kepada siapapun meski

orang tersebut salah.

Jujur, sifat ini sangat melekat dengan tokoh Zahrana dan ditemukan
keenderungan isi pesan pada halaman 238 dan 240. Sedekah,

kecenderunganditemukan di halaman 101 dan 211, dijelaskan bahwa tokoh

Zahrana adalah sosok yang gemar bersedekah.

Silaturahim, adalah salah satu bentuk pesan agama yang menganjurkan

untuk selalu dijaga kepada siapapun.

68
Syaikh Musthafa Masyur, Fikih Dakwah Edisi Lengkap Jilid 2, (Dar at Tauzi wa
Annasyr Al-Islamiyah, 2000), h. 414.
58

Zikir, ditemukan kecenderungan pada halaman 16, 51, 62, dan 129.

Silaturahim adalah salah satu upaya menyambung tali persaudaraan yang sangat

dianjurkan dalam Islam.

Syukur, ditemukan pada halaman 62, 81, dan 242. Diperintahkan untuk

senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah swt. Berdasarkan

kutipan dalam tabel, Zahrana selalu merasa bersyukur atas karunia Allah swt.

Berbakti kepada kedua orang tua, halaman 4 dan 13. Zahrana adalah

salah satu contoh yang bisa diteladani karena sangat memuliakan kedua orang
tuanya. Meskipun banyak bertentangan dengan mereka, tetapi Zahrana tidak

pernah berniat untuk menyakiti bahkan untuk berkata yang tidak sopan dan

menyinggung perasaan orang tuanya.

2. Pesan Moral

Ditemukan dua wujud pesan moral yang memiliki kecenderungan isi pesan

yang sama yakni percaya diri pada halaman 35. Percaya diri yang dimaksudkan

dalam nove Cinta Suci Zahrana adalah keberanian Zahrana untuk mengambil

barisan terdepan dan setiap kesempatan yang ada.

Optimis pada halaman 3, 6, dan 8. Zahrana begitu optimis terhadap


pilihan-pilihan hidupnya. Naginya, Allah sudah cukup untuk dirinya meminta dan

memohon ridha.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan pada bab

sebelumnya, dengan menggunakan metode analisis isi deskriptif kualitatif, peneliti

menyimpulkan wujud pesan komunikasi islami pada novel “Cinta Suci Zahrana”

karya Habiburrahman El-Shyrazi dikategorikan menjadi dua wujud pesan komunikasi

islami yakni pesan agama dan pesan moral. Pesan agama meliputi: sabar, sopan

santun, jujur, sedekah, silaturahim, bakti kepada kedua orang tua, dan syukur.

Sedangkan pesan moral meliputi: percaya diri, dan optimis.

Zahrana digambarkan sebagai sosok yang sabar dalam menghadapi ujian yang

diberikan kepadanya berupa belum juga menemukan jodohnya bahkan diusianya

yang sudah cukup matang. Zahrana tetap mensyukuri apa yang diberikan kepadanya

dengan menerima lamaran seorang pemuda yang ditunjukkan oleh Pak Kiai. Zahrana

sangat sabar menghadapi cemoohan dari Pak Karman yang menganggapnya sebagai

perawaan tua. Tetapi ketegarannya tetap tidak terkalahkan, Zahrana tetap berusaha

bersikap sopan santun dan bersabar atas semua tuduhan-tuduhan tersebut. Keinginan
orang tuanya tidak mengurangi rasa hormatnya kepada mereka. Selain itu, Zahrana

juga seorang yang senang bersedekah.

B. Implikasi Penelitian
Berdasarkan pembahasan penelitian pada bab sebelumnya, dapat

dikemukakan implikasi secara teoretis dan praktis sebagai berikut:

1. Khalayak mampu memahami pesan komunikasi islami yang ditampilkan

tokoh pada novel dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

59
60

2. Bagi para penulis yang berkecimpung di dunia penulisan karya sastra, mampu

mengangkat cerita yang bukan hanya menarik, tetapi juga bisa diambil

kebaikan dan hikmah berupa pesan komunikasi islami di dalamnya.

3. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi tambahan referensi bagi para

pembaca terkait dengan novel karya Habiburrahman El Shirazy dan dan juga

berguna untuk perkembangan dunia sastra dan penyiaran Islam.


KEPUSTAKAAN
Adisusilo, Sutarjo. Pembelajaran Nilai-nilai Karakter. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Alim, Akhmad. Fikih Dakwah. Cet. I: Bogor: Pustaka Ulil Albab, 2013.
Al-Kumayi. Sulaiman. Indahnya Berfikir Positif. Jakarta: Atmaja, 2003.
Aminuddin, Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Sinar Baru.
Ardani, Moh. Memahami Permasalahan Fikih Dakwah. Jakarta: Mitra Cahaya
Utama, 2006.
Azies, Furqon dan Abdul Hasim. Menganalisis Fiksi sebuah Pengantar. Bogor:
Ghalia Indonesia, 2010.
Bertens, K. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Al-Bugha, Mustafa Dieb. Al-Wafi Menyelami Makna 40 Hadist Rasulullah SAW.
Jakarta Timur: Al-I’tishom, 2003.
Bugin, Burhan. Sosiologi Komunikasi. Jakarta, Kencana Prenenada Media, 2008.
Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,
2015.

Danesi, Marcel. Pengantar Memahami Semiotika Media. Yogyakarta: Jalasutra,


2010.
Danim, Sudarman. Menjadi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia, 2012.
Daud, Muhammad. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persda,
2006.
Habiburrahman El Shyrazi. Cinta Suci [Link]: Republika Penerbit,
2017.
Haruna, Rahmawati. “Literasi Gender di kalangan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi”. Jurnal
Tabligh19, no. 1 ( 2018), h. 100.
Khazanah, Siti Uswatun. Berdakwah dengan Jalan Debat. Purwekorto: STAIN
Purwekorto Press, 2007.
Latif, Mukhtar. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group, 2016.
Martono, Nanang. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Persada, 2010.
Moeleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2006.
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2002.

61
Munawir,Ahmad Warson. Al-Munawir: Kamus Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka
Progresif, 2002.
Munir, M. Metode Dakwah (Jakarta: Prenada Media, 2006.
Murti, Sri dan Siti Maryani, Analisis Nilai moral Novel Bulang Jingga dalam Kepala
Karya M. Fajroel Rachman, (Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran
(KIBASP), 1, 2017
Nasution, Zulkarimein. Sosiologi Komunikasi Massa. Jakarta: Pusat Penelitian
Universitas Terbuka, 2002.
Nurgiantoro, Burhan. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University
Press, 2000.
Putri, Arga Sinta Herjuna. “Pesan Moral dalam Roman Heinrich Von Ofterdingen
Karya Novalis melalui Analisis Lima Kode Semiotik Roland
Barthes”.[Link]: Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri
Yogyakarta, 2015.
Rafi’udin dan Maman Abdul Djaliel. Prinsip dan Strategi Dakwah. Bandung:
Pustaka Setia, 2001.
Rahayu, Srikandi. Seputar Pendidikan Agama Islam. Bandung: Pakar Raya, 2014.
Ritonga, A. Rahman. Akhlak Merakit Hubungan dengan Sesama Manusia. Surabaya:
Amelia, 2005.
Santosa, Wijaya Heru dan Sri Wahyuningtyas. Pengantar Apresiasi [Link]
Pustaka: 2010.
Sartika, Elita. ”Analisis Isi Kualitatif Pesan moral dalam Film Berjudul Kita Versus
Korupsi”,e-Journal Ilmu Komunikasi, 2014, 2 (2).
Seha, Sampo. Paradigma Dakwah: Menata Ulang Peranan Dakwah di Indonesia.
Makassar: Alauddin Universty, 2012.
Sobihah, Ida Fitri. Dinamika Sykur pada Ulama Yogyakarta. Skripsi, Yogyakarta:
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, 2013.
Subardjo, Jacob. Seluk Beluk Petunjuk Menulis Novel dan Cerpen. Bandung: Pustaka
Lathifa, 2004.
Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: ALFABETA, 2008.
Suyanto. Bagong. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta:
Kencana, 2005.
Taringan, Henry Guntur. Pengajaran Gaya Bahasa. Angkasa: Bandung, 2009.

62
Tarmiyanto. “Pesan Moral dalam Novel Ahlam Al-nisa’ Al-Harim Karya Fatimah Al-
Marnisy (Suatu Tinjauan Intrinsik)”. Skripsi. Makassar: Fakultas Sastra
Universitas Hasanuddin, 2016.
Wahida, Karima Nur. “Analisis Pesan Moral dalam Novel “Surga yang Tak
Dirindukan” Karya Asma Nadia”. Skripsi. Makassar: Fakultas Syariah dan
Hukum UIN Alauddin, 2017.
Zulkifli, Mewujudkan generasi Optimis: Perspektif Islam, Proceeding International
Seminar Education Faculty of Tarbiyah and Teaching Training: Makassar
2010.

63
LAMPIRAN

No. Wujud Pesan Pesan Hal Kutipan Data Kecenderungan Isi


Komunikasi Komunikasi Pesan
Islami Islami

1. Pesan Agama Sabar 112 “Sesungguhnya ia ingin marah tetapi yang ada di Memadamkan
hadapannya adalah bu Merlin yang ia hormati. emosi karena
Kalau yang mengatakan itu bukan bu Merlin, ia menghormati
mungkin akan langsung mengungkapkan emosinya seseorang.
saat itu juga.”69
162
“Zahrana diam, sebab jika dia bicara dalam keadaan Memilih diam
emosi ia takut kata-katanya akan menyakiti kedua karena takut
orang tuanya.”70 menyakiti hati
165 kedua orang tua.

“Tak ada pilihan lain. Tak ada kompromi. Ia harus Bersabar dalam
bersabar meniti jalan Panjang sampai ia menanti hadirnya
menemukan pendamping hidup yang ia pendamping hidup
harapkan.”71

69
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 112.
70
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 162.
71
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 165.

64
198 “Zahrana meneteskan air matanya. Hatinya sakit, yang sesuai dengan
namun dia memilih tetap diam membaca e-mail harapan.
yang masuk dan menyembutkan bahwa dirinya
dalah perawan tua. Apa kabar Perawan Tua?”72 Meski sakit hati,
Zahrana memilih
199 untuk diam
“Ia tidak akan meladeni kata-kata yang tidak menghadapi orang-
mencerminkan datang dari orang terdidik itu.”73 orang yang hendak
menjatuhkannya.

Diam adalah cara


orang cerdas
membalas kata-kata
yang tidak pantas.

72
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 198.
73
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 199.

65
Sopan Santun 166 “Iya, Bu Merlin, semoga keputusan terbaik nanti Berbicara sopan
bisa saya berikan”74 santun meski tidak
menyukai sesuatu
168 “Zahrana berbicara kepada kedua orang tuanya. Ia hal.
minta kepada mereka pengertiannya jika ia nanti
mengambil keputusan yang tidak melegakan Membicarakan
mereka berdua.” 75 dengan baik jika
172 tidak sependapat.
“Saya pernah mendengar Baginda Nabi Muhammad
saw., pernah berdabda, ‘Al ‘ajalatu minasy
syaithan. Tergesa-gesa itu datangnya dari setan!’ Memberikan
saya tidak mau tergesa-gesa. Saya tidak mau jawaban yang baik
mengecewakan siapapun. Termasuk diri saya dan tidak untuk
sendiri. Maka perkenankan saya untuk mempermalukan
menjawabnya tiga hari ke depan. Saya akan orang lain.
langsung sampaikan kepada Pak Karman yang saya
173 hormati. Maafkan jika saya tidak bisa menjawab
sekarang”.76

177
“Saya tidak menunggu yang bagaimana-bagaimana
Bu. Saya menunggu lelaki saleh yang pas di hati
saya. Itu saja” .77 Menyuarakan
pendapat dengan
“Kepada cara yang santun.

74
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 166.
75
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 168.
76
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 172.
77
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 173.

66
Memilih kata-kata
Yth. Bapak H. Sukarman, M.S.c
yang baik untuk
Di Semarang melakukan
Assalamu’alaikum Wr. Wb. penolakan.

Semoga Bapak senantiasa sehat dan berada dalam


naungan hidayah-Nya.
To the point saja, tanpa mengurangoi rasa hormat
saya kepada Bapak, saya ingin
menyampaikan bahwa saya belum bisa
menerima pinangan Bapak. Semoga
Bapak mendapatkan yang lebih baik dari
179 saya. Mohon maklum dan mohon maaf
jika tidak berkenan.
Wassalam,
Dewi Zahrana. 78

“Bu tolong ibu juga mengerti saya. Saya telah


berusaha menata hati dan jiwa untuk menerima Pak
Karman. Saya tidak mau karena saya sudah Tidak berkata kasar
terlambat menikah, lantas saya menikah untuk meski sedang
seolah-olah Bahagia. Saya tidak mau batin saya marah.
justru menderita. Karena saya benar-benar tidak
bisa menerima Pak Karman. Saya tidak mau,
setelah menikah sosok Pak Karman justru jadi
monster yang menghantui saya setiap saat. Saya
sama sekali tidak bisa mencintainya Bu. Meskipun
sebutir Zarrah. Ibu kan juga seorang perempuan.
Saya mohon Ibu bisa memaklumi.” Zahrana
78
menjawab
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 177. Panjang lebar dengan mengajak bicara
dari hati ke hati”.79

67
Jujur 238 “Saya tidak tahu harus bicara apa lagi.” Berbicara terus
“Berarti menerima. Tidak bicara berarti diam. Diam terang agar tidak
tanda menerima.” menyakiti hati
“Saya ini lebih tua dari Hasan Bu. Dia cocoknya orang lain.
jadi adik saya.” 80
240
“Ibu harus percaya pada saya. Saya tidak punya Jujur dalam segala
hubungan apa pun dengan Hasan kecuali dosen hal.
dengan muridnya. Sungguh Bu.”81

Sedekah 101 “Zahrana memberikan uang kembali, Zahrana Bersedekah tanpa


menolak dan mengikhlaskan semuanya untuk sopir melihat nilainya.
itu.”82

211 “Aduh gimana ya Bu. Saya tidak ada kembalian. Sedekah dimana
pun dan kapan pun.
Udah Ibu bawa dulu aja kerupuknya. Kapan-kapan
kalau saya lewat Ibu bayar.”
“E jangan Pak. Udah Bapak bawa saja. Itu sedekah
saya untuk Bapak.”
“Baik Bu kalau begitu. Matur Nuwun ya Bu.
Semoga keinginan Ibu dikabulkan Allah.”
“Amin”.83
79
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 179.
80
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 240.
81
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 238.
82
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 101.
83
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 211.

68
Silaturahim 205 Silaturahim dan
“Nama saya Rana, Ummi. Lengkapnya Dewi meminta agar
Zahrana. Kedatangan saya kesini pertama untuk didoakan untuk
silaturahmi. Kedua untuk memohon tambahan doa dimudahkan
dari Ummi. Kebetulan saya ikut mengajar di STM jodohnya.
Al-Fatah. Baru enam bulan ini Ummi.” Terang
Zahrana dengan kepala menunduk”.84

Zikir 16 “Ketika ia sampai di tempat duduknya 15 A, ia Mendoakan kedua


membaca doa, memohon ampunan untuk dirinya orang tua dimapun
dan kedua orang tuanya.”85 berada.

51
“Dalam hati ia mendoakan untuk para Mendoakan
mahasiswanya itu, semuanya sukses dan jadi orang mahasiswa ataupun
orang lain sesuatu
62 yang berhasil kelak”.86 yang baik.

“Zahrana mengakhiri pidatonya dengan sepenggal Berdoa agar diri


doa, Ya Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi. sendiri memiliki
Pencipta alam semesta. Jadikanlah kami manusia manfaat di dunia
yang melestarikan bumi, anugerah-Mu yang indah, dan tidak berbuat
tempat kami hidup, menghirup udara, makan dan kerusakan di muka

84
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 205.
85
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 16.
86
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 51.

69
129 minum. Jangan Engkau jadikan kami manusia yang bumi.
membuat kerusakan di atas bumi-Mu ini. Amin”.87

“Mereka tahu Zahrana pasti mendoakan mereka.


Zahrana anak yang baik meskipun sejak kecil tidak Zahrana senantiasa
pernah menghirup pesantren, meskipun mendoakan kedua
pengetahuannya tentang agama pas-pasan.”88 orang tuanya
150 meskipun dirinya
buka seseorang
dengan
pengetahuan agama
yang mumpuni.
“Setelah selesai shalat, ia berdoa akan
163
dipertemukan dengan lelaki saleh yang berilmu dan
amanah.”89
Berdoa agar
hajatnya terkabul
oleh Allah swt.
213 “Setiap kali bermunajat kepada Sang Pencipta siang
dan malam, ia menangisi takdirnya yang belum
juga berubah.”90 Berdoa dalam
keadaan sedih
maupun senang.
233 Dan mengadukan
“Ya Ilahi jika aku punya dosa, ampunilah dosaku. semuanya hanya
Cukupkanlah ujian-Mu. Aku mohon udahkanlah kepada Allah swt.

87
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 62.
88
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 129.
89
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 150.
90
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 163.

70
jalanku menyempurnakan separo agamaku sesuai
syariat-Mu. Mudahkanlah diriku menyempurnakan Berdoa agar diberi
ibadah kepada-Mu.”91 ampunan oleh Allah
swt. dan segera
243 “Ya Rabbi, ikhtiar sudah hamba lakukan, sekarang dipertemukan
kepada-Mu hamba kembalikan semua urusan. Ya dengan jodoh yang
Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari semua jenis baik.
kejahatan yang terjadi di atas muka bumi ini. Ya
Rabbi, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan Bermunajat kepada
yang Engkau ketahui. Dan aku berlindung kepada- Allah swt. atas
Mu dari segala hal buruk yang Engkau ketahui.” 92 semua perkara yang
dihjadapi.
“Dalam sujudnya Zahrana memohon kepada Allah
agar akad nikah itu benar-benar terjadi.”93
Berdoa agar
hajatnya terkabul.

91
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 213.
92
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 233.
93
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 243.

71
Syukur 62 “Hatinya dipenuhi rasa syukur kepada Allah karena Mengucap syukur
ia bisa menyelesaikan pidatonya dengan indah.”94 atas setiap tindakan
baik yang sudah
dilakukan.

81 “Zahrana mengucapkan hamdalah. Ia lega akhirnya


Bersyukur karena
sampai ke tanah air tercinta dengan selamat.”95 selamat dalam
perjalanan.
242 “Mata Zahrana berkaca-kaca mendengarnya.
Ribuan hamdalah menyesak dalam dada.” 96
Bersyukur
mendengar
keseriusan tokoh
Hasan untuk
menikahinya.

Bakti Kepada 4 “Ia telah berusaha menjadi anak yang baik, anak Bakti kepada kedua
Kedua Orang yang bakti kepada kedua orang tuanya.”97 orang tua dengan
Tua menaati perintah
“Namun Rana sudah mantap memilih untuk mereka yang baik.
13 membahagiakan kedua orang tuanya daripada asyik
dengan kebahagiannya sendiri.”98 Bakti dengan jalan
mendengarkan

94
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 62.
95
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 81.
96
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 242.
97
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 4.
98
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 13.

72
keinginan orang tua
yang tidak keluar
dari syariat agama.

2. Pesan Moral Percaya Diri 35 “Zahrana berpikir keras. Akhirnya ia sampai pada Zahrana percaya
satu tekad: ia akan menyampaikan pidatonya tanpa diri menyampaikan
teks. Pidato yang telah ia siapkan akan ia hapal di pidatonya tanpa
luar kepala, persis saat ia dulu lomba pidato Bahasa teks dan bertekad
Inggris saat masih SMA.”99 tidak ingin
Malukanalukan
negaranya di depan
negara lain.

Optimis 3 “Ia ingin menunjukkan bahwa lulusan dalam negeri Zahrana optimis
bisa setara, bahkan bisa mengalahkan lulusan luar bahwa lulusan
negeri”100 dalam negeri juga
bisa berprestasi.

6
“Dan ia membuktikan janjinya. Tahun pertama ia Zahrana mampu
selesaikan kuliahnya dengan hasil gemilang. Ia memperoleh pretasi
menghadap ayah dan ibunya dengan membawa IP yang sangat
3,87, IP tertinggi di jurusannya.”101 memuaskan karena
optimis untuk

99
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 55.
100
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 3.
101
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 6.

73
meraihnya dan ma
8 uterus berusaha.

“Ia ingin matang di bidang arsitektur dan tekhnik Zahrana ingin


sipil sekaligus.”102 mengambil dua
14 bidang sekaligus
dan optimis bisa
matang pada kedua
“Maka selain mengejar hasil terbaik dari kampus, ia
bidang tersebut.
juga bertekad menguasai bahasa Inggris layaknya
23
mereka yang kuliah S2 di Eropa.”103
Zahrana memiliki
“Setelah meraih penghargaan di Beijing, akan tekad menguasai
sangat mudah baginya mendapatkan beasiswa S3 di Bahasa asing.
luar negeri. Ia pun optimis bila melamar S3 ke
Tiangshua University pasti akan diterima dengan
tangan terbuka.”104 Zahrana optimis
55 bisa melanjutkan
pendidikannya
keluar negeri.
“Akhirnya ia sampai pada satu tekad: ia akan
76 menyampaikan pidatonya tanpa teks.”105
Zahrana optimis
untuk
menyampaikan
“Ia telah meneguhkan azzamnya bahwa ia akan pidatonya tanpa

102
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 8.
103
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 14.
104
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 23.
105
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 55.

74
menambah dedikasinya dalam mendidik anak teks.
169 bangsa, dan ia harus mengambil S3 paling lambat
dua atau tiga tahun kedepan.”106 Zahrana optimis
untuk melanjutkan
pendidikannya dan
mendedikasikan
“Ia kini tampak tegar. Tidak ada lagi air mata. ilmunya untuk anak
180 Mental yang ia siapkan adalah mental seorang bangsa.
dosen pembimbing yang siap maju membela
mahasiswanya mempertahankan skripsi.”107
Zahrana optimis
dan tidak mau
dianggap lemah
“Tidak Bu. Jika terjadi ketidakadilan, akan saya
183 meski sangat sedih
lawan sampai titik darah penghabisan!”108
dan marah kaarena
lamaran dari
seorang yang sangat
“Kau benar Lin. Besok aku akan mengundurkan buruk akhlaknya.
diri. Aku akan hijrah dari takdir yang baik ke takdir
yang lebih baik.”109 Zahrana sosok yang
sangat optimis
untuk menegakkan
kebenaran dan
berani melawan
siapapun selama ia

106
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 76.
107
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 169.
108
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 29.
109
Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 183.

75
masih benar.

Zahrana bertekad
untuk mengubah
takdirnya menjadi
lebih baik.

76
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Lisa Arifuddin, lahir di Bulukumba pada tanggal 4 Mei 1999.

Peneliti merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dari

ayahanda Arifuddin dan ibunda Jusni. Riwayat Pendidikan peneliti,

pada tahun 2011 menyelesaikan Pendidikan di SD Negeri 223

Garanta, pada tahun 2014 menyelesaikan pendidikan di SMP

Negeri 10 Bulukumba, dan pada tahun 2017 peneliti menyelesaikan pendidikan di

bangku SMA Negeri 9 Bulukumba. Peneliti kemudian melanjtkan pendidikan di

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar jurusan Komunikasi dan Penyiaran

Islam Angkatan 2017 melalui jalur masuk SPAN-PTKIN dan menyelesaikan pada

tahun 2021.

77

Anda mungkin juga menyukai