0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan3 halaman

Prosedur Tanggap Darurat Kebakaran RSUD

Dokumen ini berisi prosedur operasional standar penanganan kebakaran (Code Red) di rumah sakit, mencakup penyiapan tim tanggap darurat, pembagian tugas, wilayah evakuasi, prosedur pemberitahuan, pemadaman api, dan evakuasi pasien, aset, dan dokumen penting.

Diunggah oleh

sadopasuh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan3 halaman

Prosedur Tanggap Darurat Kebakaran RSUD

Dokumen ini berisi prosedur operasional standar penanganan kebakaran (Code Red) di rumah sakit, mencakup penyiapan tim tanggap darurat, pembagian tugas, wilayah evakuasi, prosedur pemberitahuan, pemadaman api, dan evakuasi pasien, aset, dan dokumen penting.

Diunggah oleh

sadopasuh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KODE MERAH (CODE RED)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


42/MFK.06/2022 00 1/3

Tanggal Terbit Ditetapkan


1 Juli 2022 Direktur RSUD Kepahiang
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Febi Nur Sanda
NIP. 19810222 199402 2 002
Pengertian Kode Merah (Code Red) adalah kode emergensi untuk kondisi kebakaran yang
membutuhkan kesiapan dan kesigapan petugas untuk memadamkan api,
mengevakuasi pasien, mengevakuasi aset, mengevakuasi dokumenpenting.

Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penanganan kebakaran dan


proses evakuasi pasien, evakuasi aset dan evakuasi dokumen penting.

Kebijakan Keputusan Direktur RSUD Kepahiang Nomor : 801/106/ SK/I/RSUD-KPH/I/2022


Tentang Pedoman Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Rumah Sakit Umum
Daerah Kepahiang
Prosedur 1. Siapkan personil tim Code Red pada tiap ruangan dengan mengisi daftar
petugas code red di papan tim bencana/ kebakaran (Code Red) setiap shift
jaga.
2. Tim Code Red setiap shift terdapat 4 orang dengan tugas masing-masing,
apabila ada ruangan yang kekurangan personil dalam shift, maka akan
dilengkapi oleh petugas satpam.
3. Setiap petugas sudah dipersiapkan helm sebagai pengamanan dalam
bertugas dengan warna berbeda-beda sesuai dengan tugas masing-masing.
Pembagian tugasnya antara lain :
 Petugas helm merah bertugas memadamkan dan mengendalikan api
serta memutus rantai penyebaran api dengan APAR agar tidak
membesar dan menjalar.
 Petugas helm kuning bertugas mengevakuasi pasien keluar dari
ruangan melalui jalur evakuasi menuju ke titik kumpul atau tempat yang
aman dari bahaya kebakaran.
 Petugas helm putih bertugas mengevakuasi dokumen penting rumah
sakit keluar dari ruangan melalui jalur evakuasi menuju ke titik kumpul
atau tempat yang aman dari bahaya kebakaran.
 Petugas helm biru bertugas mengevakuasi aset rumah sakit keluar dari
ruangan melalui jalur evakuasi menuju ke titik kumpul atau tempat yang
aman dari bahaya kebakaran.
4. Untuk memudahkan mengevakuasi, wilayah bencana kebakaran dibagi
menjadi 4 (Empat) zona. Setiap ruangan terdapat papan penunjuk
keterangan zona bencana kebakaran beserta ruangan dan arah evakuasi
menuju titik kumpul.
5. Pembagian wilayah bencana kebakaran antara lain :
 Zona A : Perkantoran lantai 2, Poli Rawat Jalan, Farmasi, Rekam
Medik, Fisioterapi, Kasir.
 Zona B : IGD, Gudang Farmasi, Ruang Seruni, Laboratorium, Ruang
Raflesia, Ruang Cempaka
 Zona C : Ruang Cendana, Gedung UTD, Gizi, IBS, Radiologi, Ruang
Kenanga, Ruang Mawar, Ruang Melati
 Zona D : Ruang Anggrek, Ruang Isolasi, CSSD, Laundry, IPRS, Ruang
Genset.
6. Apabila terjadi/ ada laporan insiden Petugas pemadam api (helm merah)
segera memberitahu Karu/Katim dengan berteriak Code red di
ruang...(sebutkan nama ruangannya), selanjutnya segera memadamkan api
dengan APAR dan amankan sekitar lokasi titik api agar api tidak semakin
menjalar
7. Jika api semakin membesar dan belum dapat dipadamkan maka Karu/Katim
ruangan tersebut segera telpon ke operator emergency (bagian informasi
atau security apabila diluar jam dinas) ke nomor telepon 101, laporkan Code
Red.., sebutkan tempat kejadian kebakaran.
8. Operator menginformasikan melalui pengeras suara tentang adanya inside
kebakaran dengan mengucapkan : Code Red (3 kali), di.......(menyebut
tempat kejadian), sebanyak 3 kali.
9. Karu/Katim segera menghubungi Komandan Tim Penanggulangan Bencana
yaitu Ketua K3RS yang selanjutnya melaporkan kepada Direktur.
10. Setelah semua Petugas pemadam api (helm merah) di seluruh Rumah Sakit
mendengar Code red, segera memberikan pertolongan memadamkan api
dengan APAR yang ada diruangan masing-masing.
11. Apabila Petugas pemadam api (helm merah) ruangan atau satpam menilai
kebakaran tidak dapat dipadamkan segera melaporkan ke Karu/Katim
ruangan yg terbakar, dengan menyampaikan,.” api tidak bisa dipadamkan..”
12. Karu/Katim ruangan tersebut segera telpon kembali Komandan Tim
Penanggulangan Bencana laporkan bahwa api tidak bisa dipadamkan.
13. Komandan Tim Penanggulangan Bencana menginstruksikan evakuasi dan
menelpon ke Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten
Kepahiang, selanjutnya melaporkan ke Direktur.
14. Petugas helm kuning, helm putih dan helm biru segera evakuasi sesuai
dengan tugasnya masing-masing.
15. Tim penanggulangan kebakaran dari satpam dan tim dari ruangan lain
segera membantu memadamkan api dan mengevakuasi pasien, dokumen,
dan aset rumah sakit melalui jalur evakuasi menuju ke titik kumpul atau
tempat yang aman dari bahaya kebakaran.
16. Apabila api sudah padam dan kondisi sudah aman Komandan Tim
Penanggulangan Bencana menginformasikan kepada operator (101) dan
Direktur bahwa insiden kebakaran sudah tertangani dengan baik.
17. Petugas informasi menonaktifkan Code Red dengan mengumumkan melalui
pengeras suara ;
Code Red..di ruang…..di non aktifkan.
Code Red..di ruang…..di non aktifkan.
Code Red..di ruang…..di non aktifkan.
18. Tim Penanggulangan Bencana segera membuat pencatatan dan pelaporan
kepada Direktur maksimal 1x24 jam.

Unit Terkait Semua Unit

Anda mungkin juga menyukai