0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
260 tayangan12 halaman

Panduan Komunikasi SBAR di Keperawatan

Komunikasi SBAR digunakan untuk melaporkan kondisi pasien secara terstruktur dan efektif antara tenaga kesehatan. Metode ini terdiri atas empat bagian yaitu Situation, Background, Assessment, dan Recommendation guna meningkatkan keselamatan pasien dan komunikasi tim. Prosedur SBAR mencakup identifikasi diri, kondisi pasien, latar belakang medis, penilaian, serta rekomendasi.

Diunggah oleh

wati skep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
260 tayangan12 halaman

Panduan Komunikasi SBAR di Keperawatan

Komunikasi SBAR digunakan untuk melaporkan kondisi pasien secara terstruktur dan efektif antara tenaga kesehatan. Metode ini terdiri atas empat bagian yaitu Situation, Background, Assessment, dan Recommendation guna meningkatkan keselamatan pasien dan komunikasi tim. Prosedur SBAR mencakup identifikasi diri, kondisi pasien, latar belakang medis, penilaian, serta rekomendasi.

Diunggah oleh

wati skep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN

SBAR – KOMUNIKASI EFEKTIF

KURJ AZZAHRA DUA

JL. RAYA CINANGKA–CIPUTAT PARUNG RT 001 RW 001 NO.37-38


KELURAHAN KEDAUNG KECAMATAN SAWANGAN KOTA DEPOK JAWA BARAT
TELP : 021-29047069 EMAIL : klinikazzahradua@[Link]
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah Komunikasi dalam praktek keperawatan profesional merupakan unsur
utama bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan dalam mencapai hasil yang
optimal dalam kegiatan keperawatan. Komunikasi adalah bagian dari strategi koordinasi
yang berlaku dalam pengaturan pelayanan di rumah sakit, maupun di klinik Utama Rawat
Jalan Hemodialisa khususnya pada unit keperawatan / tindakan. (Suhriana, 2012).
Kegagalan komunkasi menyebabkan kesalahan dalam pelayanan kepada pasien
(Leonard, 2004) Sekitar 98.000 pasien rawat inap di AS meninggal sebagai hasil dari
kesalahan medik setiap tahunnya. Kegagalan komunikasi telah ditemukan menjadi akar
penyebab dihampir 70% dari peristiwa ini (Roogers,2007).
Karena itu perlu meningkatkan efektifitas komunikasi antar pemberi pelayanan
kesehatan. Komunikasi SBAR adalah komunikasi dengan menggunakan alat yang logis
untuk mengatur informasi sehingga dapat ditransfer kepada orang lain secara akurat dan
efesien. Komunikasi dengan menggunakan alat terstruktur SBAR (Situation,
Background, Assesement, Recomendation) untuk mencapai keterampilan berfikir kritis
dan menghemat waktu (NHS, 2012).
Komunikasi Situasion Background Assessment Recommendation (SBAR) dalam
dunia kesehatan dikembangkan oleh pakar Pasien Safety dari Kaiser Permanente
Oakland California untuk membantu komunikasi antara dokter dan perawat. Meskipun
komunikasi SBAR di desain untuk komunikasi dalam situasi beresiko tinggi antara
perawat dan dokter, teknik SBAR juga dapat digunakan untuk berbagai bentuk operan
tugas, misalnya operan antara perawat. Di Kaiser tempat asalnya, teknik SBAR tidak
hanya digunakan untuk operan tugas antara klinis tapi juga untuk berbagai laporan oleh
pimpinan unit kerja, mengirim pesan via email atau voice mail untuk mengatasi masalah
(JCI, 2010) . Menurut Vardaman (2012) bahwa sistem komunikasi SBAR dapat berfungsi
sebagai alat untuk standarisasi komunikasi antara perawat dan dokter.
Komunikasi SBAR : kerangka komunikasi efektif yang digunakan di Klinik Azzahra Dua
adalah komunikasi SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation), metode
komunikasi ini digunakan pada saat perawat melakukan handover ke pasien. Komunikasi
SBAR adalah kerangka tehnik komunikasi yang disediakan untuk petugas kesehatan
dalam menyampaikan kondisi pasien. SBAR adalah metode terstruktur untuk
mengkomunikasikan informasi penting yang membutuhkan perhatian segera dan tindakan
berkontribusi terhadap eskalasi yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien.
SBAR juga dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan serah terima antara shift
atau antara staf di daerah klinis yang sama atau berbeda. Melibatkan semua anggota tim
kesehatan untuk memberikan masukan ke dalam situasi pasien termasuk memberikan
rekomendasi. SBAR memberikan kesempatan untuk diskusi antara tim kesehatan atau
tim kesehatan lainnya.

.
B. Tujuan
1. Tercapainya keselamatan pasien terutama sasaran mengenai komunikasi yang efektif
2. Meningkatkan komunikasi tim secara umum
3. Mengembangkan kemampuan antara perawat atau interprofesional pada operan pasien .
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Suatu standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan guna mengkomunikasikan hal-
hal mengenai pengelolaan pasien.
Komunikasi SBAR adalah komunikasi dengan menggunakan alat yang logis untuk
mengatur informasi sehingga dapat ditransfer kepada orang lain secara akurat dan efisien.
Komunikasi dengan menggunakan alat terstruktur SBAR untuk mencapai keterampilan
berfikir kritis serta menghemat waktu. (Rina, 2012)

Konsep SBAR Menurut Rina, 2012 konsep SBAR yaitu sebagai berikut :
1. S (situation)
 Situation merupakan kondisi terkini yang sedang terjadi pada pasien.
 Mengidentifikasi diri, unit, pasien, dan nomor kamar.
 Nyatakan masalah secara singkat: apa, kapan dimulai, dan tingkat
keparahan
2. B (background) Sediakan informasi latar belakang yang sesuai dengan situasi,
meliputi :
 Daftar pasien
 Nomor medical record
 Membuat diagnosa dan tanggal pendiagnosaan
 Daftar obat terkini, alergi, dan hasil laboratorium
 Hasil terbaru tanda-tanda vital pasien
 Hasil labor,atorium dengan tanggal dan waktu pengambilan serta hasil
dari tes laboratorium sebagai pembanding
 Informasi klinik lainnya background merupakan informasi penting
tentang apa yang berhubungan dengan kondisi pasien terkini.
3. A (assessment/pengkajian) Assessment merupakan hasil pengkajian dari kondisi
pasien yang terkini
4. R (recommendation) Recommendation merupakan apa saja hal yang perlu
dilakukan untuk mengatasi masalah pasien pada saat ini.
Menurut Rina, 2012 SBAR Model :
 Komunikasi menjadi efektif dan efisien
 Menawarkan sebuah cara yang simple untuk standart komunikasi dengan
menggunakan 4 elemen umum
 Mencerminkan umum dan nursing process
 Membuat bahasa yang umum

B. Kebijakan
Komunikasi antar petugas kesehatan dilakukan dengan metode SBAR

C. Prosedur
Langkah melakukan SBAR (situation, Background, Assesment, Recomemendation) dan
konfirmasi ulang.
1. Situasion
Sebutkan :
 Salam
 Identitas pelapor dan asal ruang perawatan/tindakan/klinik
 Identitas pasien
 Alasan untuk melaporkan kondisi pasien, secara subyektif dan obyektif
Dengan kata-kata, “Selamat pagi/siang/malam, saya……dari unit ruang tindakan Klinik
Azzahra Dua, hendak melaporkan pasien Tn/Ny/Nn……saat ini kondisi pasien….dengan
tanda-tanda vital…….
2. Baground
Sebutkan :
 Latar belakang pasien, yaitu Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
 Alasan pasien dilakukan tindakan hemodialisa
 Hasil laboratorium Ureum, creatinin dan ada surat rujukan dari….
 Ada surat travelling dari Rumah Sakit……..
 Pengelolaan pasien yang sudah berjalan
 Terapi yang diterima pasien sampai saat itu (yang signifikan)
 Sudah dilakukan tindakan…..pengobatan……
3. Assesment
Sebutkan penilaian kondisi pasien menurut pelapor (bila ada)
Dengan kata-kata, “Menurut saya kondisi pasien mengarah ke………….”

4. Recommendation
 Sebutkan rekomendasi untuk pasien menurut pelapor (bila ada)
 Dengan kata-kata, “Apa yang perlu dilakukan?
 Mohon dokter segera datang”
 Dengan kata-kata, “Pasien dengan diagnosis…..Tindakan HD / perawatan hari
ke……..
 Konfirmasi Ulang \
 Sebutkan ulang kepada pihak yang dilapori
 Bila benar, pihak yang dilapori menyatakan setuju dengan hasil tersebut.
 Pembicaraan selesai.

Khusus untuk konsultasi perawat dengan dokter dengan menggunakan TBAK


TBAK adalah teknik komunikasi lisan per telepon dengan menulis, membaca ulang dan
melakukan konfirmasi pesan yang diterima oleh pemberi pesan, :

 Tulis, Bacakan kembali, Konfirmasi yang selanjutnya akan disebut Catat hasil
pembicaraan pada secarik kertas.
 Salin hasil pembicaraan di rekam medis pasien dengan urutan SBAR
 Bubuhkan stempel untuk tempat tanda tangan dokter
 Dalam waktu 1x24 jam, dokter yang dikonsuli harus membubuhkan tanda tangan
sebagai bentuk pengesahan intruksi tersebut.
Sistem komunikasi SBAR digunakan untuk mengkomunikasikan pasien dan pengelolaannya,
terutama komunikasi verbal baik langsung maupun melalui sambungan telepon antar tenaga
kesehatan yaitu antara :

a. Perawat dengan dokter


b. Konsultasi antar dokter
c. Antar bagian layanan kesehatan
d. Pergantian petugas jaga (shift)

Unit Terkait :

 Keperawatan Dokter
 Laboratorium
 Instalasi Gawat Darura
SBAR – KOMUNIKASI EFEKTIF
No Dokumen 07/SOP/PMKP/23
SPO No Revisi 0
Tanggal Terbit 06 Januari 2023
Halaman 1/2

KLINIK AZZAHRA DUA [Link] Mochamad Farid,[Link]


Pengertian Suatu standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan guna
mengkomunikasikan hal-hal mengenai pengelolaan pasien dan pelaporan hasil
kritis
Tujuan Tercapainya Keselamatan pasien terutama sasaran mengenai komunikasi yang
efektif.
Kebijakan Surat Keputusan Direktur Klinik Azzahra Dua Nomor : 31/SK/DIR/KURJ-
AD/I/2023 Tentang Komunikasi antar petugas kesehatan dilakukan dengan
metode SBAR
Prosedur Alat dan Bahan
1. Balpoint
2. Kertas kecil
3. Telephone/HP
4. Rekam Medis
Langkah - Langkah Langkah melakukan SBAR (situation, Background, Assesment,
Recomemendation) dan konfirmasi ulang.
1. Situation
Sebutkan :
 Salam
 Identitas pelapor dan asal ruang perawatan
 Identitas pasien
 Alasan untuk melaporkan kondisi pasien, secara subyektif dan obyektif
 Dengan kata-kata, “Selamat pagi/siang/malam, saya……dari unit HD
Klinik Azzahra Dua, hendak melaporkan pasien Tn/Ny/Nn……saat ini
kondisi pasien….dengan tanda-tanda vital…….
SBAR – KOMUNIKASI EFEKTIF

No Dokumen 07/SOP/PMKP/23
SOP No Revisi 0
Tanggal Terbit 06 Januari 2023
Halaman 2/2

KLINIK AZZAHRA DUA Dr Riza Mochamad Farid,[Link]

2. Background
Sebutkan :
 Latar belakang pasien, yaitu Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
 Alasan pasien dilakukan tindakan HD, dirawat inap (bila rawat inap)
 Pengelolaan pasien yang sudah berjalan
 Terapi yang diterima pasien sampai saat itu (yang signifikan)
 Sudah dilakukan tindakan…..pengobatan……
3. Assesment
 Sebutkan penilaian kondisi pasien menurut pelapor (bila ada)
 Dengan kata-kata, “Menurut saya kondisi pasien mengarah ke………….”
4. Recommendation
 Sebutkan rekomendasi untuk pasien menurut pelapor (bila ada)
 Dengan kata-kata, “Apa yang perlu dilakukan?
 “Mohon dokter segera datang”
 Dengan kata-kata, “Pasien dengan diagnosis…..Tindakan HD / perawatan
hari ke……..
Konfirmasi Ulang
 Sebutkan ulang kepada pihak yang dilapori
 Bila benar, pihak yang dilapori menyatakan setuju dengan hasil tersebut.
 Pembicaraan selesai.
5. Terapkan tehnik TBAK apabila dokter menyampaikan intruksi
komunikasi verbal
 Tulis, Bacakan kembali, Konfirmasi yang selanjutnya akan disebut Catat
hasil pembicaraan pada secarik kertas.
 Salin hasil pembicaraan di rekam medis pasien dengan urutan SBAR
 Bubuhkan stempel untuk tempat tanda tangan dokter
 Dalam waktu 1x24 jam, dokter yang dikonsuli harus membubuhkan tanda
tangan sebagai bentuk pengesahan intruksi tersebut.
Bagan Alir
Ya benar
Jadi si pesannya ini
ya dokter

Di konfirmasikan

Komunikator Isi Pesan Di Tulis Di Bacakan Komunikan


LEMBAR KOMUNIKASI SBAR
KLINIK AZZAHRA DUA
S Pelapor (nama & jabatan) : Penerima Laporan :
SITUATION
Apa yang terjadi pada saat
ini ?
Apa problemnya, kapan Nama Pasien………………………. Umur……..…Tahun Mesin No………….
terjadinya dan bagaimana
parahnya Problem :

B Di lakukan HD dengan :
BACKGROUND
Informasi yang Riwayat Penyakit :
berkaitan /mungkin
berkaitan dengan Informasi Klinis :
problemnya
Lab / Pemeriksaan Penunjang lain :
(Ringkas dan penting untuk
menerangkan problem yang terjadi Riwayat Alergi :
atau untuk menentukan tindakan
selanjutnya)
Tanda Vital saat ini :
Kesadaran ______________ TD ____ / ____ mmHg
Nadi _____ x/mnt Resp ______/menit Temp _____oC SpO2 _____%

Terapi saat ini :

A Problem ini menurut Anda disebabkan :


ASSESMENT

R Usulan & mohon petunjuk :Pemeriksaan /tindakan lebih lanjut/ rujuk ke RS


RECOMENDATION

Apa yang dapat


dilakukanuntuk mengatasi
problem?
Instruksi / Anjuran dari yang menerima laporan :
Paraf Dokter, Paraf Pelapor

(______________) (_____________)
**Catatan : ditulis (writing down) ; dibaca kembali (read back) ; diulang kembali (repeat back) ; dikonfirmasi oleh pemberi order (check back)

Anda mungkin juga menyukai