0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan3 halaman

Memahami Metode Discovery Learning

Discovery learning adalah metode pembelajaran yang menekankan penemuan pengetahuan secara mandiri melalui pengalaman langsung. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh psikolog Jerome Bruner pada tahun 1961 dengan tujuan meningkatkan kemampuan mandiri siswa. Dalam konteks pelatihan karyawan, discovery learning digunakan untuk memberdayakan karyawan belajar secara kreatif melalui pengalaman mereka sendiri.

Diunggah oleh

Nur Umi Latifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan3 halaman

Memahami Metode Discovery Learning

Discovery learning adalah metode pembelajaran yang menekankan penemuan pengetahuan secara mandiri melalui pengalaman langsung. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh psikolog Jerome Bruner pada tahun 1961 dengan tujuan meningkatkan kemampuan mandiri siswa. Dalam konteks pelatihan karyawan, discovery learning digunakan untuk memberdayakan karyawan belajar secara kreatif melalui pengalaman mereka sendiri.

Diunggah oleh

Nur Umi Latifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa yang Dimaksud dengan Discovery Learning?

Discovery learning adalah metode pembelajaran yang menerapkan inquiry-based instruction.


Metode pembelajaran discovery learning akan mendorong siswa untuk menyelidiki sendiri,
membangun pengalaman dan pengetahuan masa lalu, menggunakan intuisi, imajinasi,
kreativitas, mencari informasi baru untuk menemukan fakta, korelasi, juga kebenaran baru.

Dalam hal ini, belajar tidak sama dengan menyerap apa yang dikatakan atau dibaca, tetapi siswa
akan belajar mencari jawaban dan solusi sendiri secara aktif.

Sementara menurut pakar pendidikan, Rusman, discovery learning adalah dukungan seorang
individu atau kelompok untuk menemukan pengetahuannya sendiri berdasarkan dengan
pengalaman yang didapatkannya.

Lebih lanjut lagi, merujuk pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, pengertian discovery
learning yaitu pembelajaran berbasis masalah yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen
penilaian proyek yang layak digunakan dan sebagai salah satu inovasi pengembangan penilaian
secara lebih operasional.

Model Discovery Learning

Discovery learning dirancang dengan kegiatan eksperiensial dan interaktif. Eksperiensial


memiliki arti instruktur mampu mengaktifkan pembelajar untuk membangun pengetahuan dan
keterampilan serta nilai-nilai juga sikap melalui pengalamannya secara langsung.

Instruktur harus menggunakan cerita, permainan, alat bantu visual, dan teknik yang menarik
untuk memancing rasa ingin tahu peserta. Selain itu, instruktur juga mengarahkan peserta didik
dalam cara berpikir, bertindak, dan refleksi yang baru.

Teknik dalam penerapan model discovery learning bisa beragam, tetapi tujuannya selalu sama
bagi peserta didik, yaitu untuk bisa mencapai hasil akhirnya melalui pengalaman langsung dan
proses pembelajaran mandiri.
Dengan mengeksplorasi dan memanipulasi situasi atau dengan melakukan eksperimen, peserta
didik lebih mungkin untuk mengingat konsep dan pengetahuan baru pun diperoleh.

Model pembelajaran discovery learning bisa dilakukan secara mandiri maupun


berkelompok. Pembelajaran berkelompok dapat memiliki berbagai bentuk, seperti diskusi
kelompok, proyek kelompok, simulasi kelompok, atau eksperimen kelompok.

Sementara itu, pada pembelajaran mandiri, karyawan dapat diberikan sumber daya dan materi
pembelajaran yang relevan, seperti bahan bacaan, video, atau simulasi tertentu.

Asal Usul Discovery Learning

Discovery learning merupakan konsep pembelajaran yang ditemukan oleh Psikolog Jerome
Bruner pada tahun 1961. Temuannya menunjukkan bahwa model pembelajaran ini bertujuan
agar siswa dalam proses belajar mampu mendapatkan pengetahuan baru secara mandiri.

Ingat, meski tujuan dari discovery learning adalah meningkatkan kemampuan mandiri pada
peserta, tetapi situasi dan kondisi belajar para peserta didik tetap tak lepas dari bantuan
instruktur.

Discovery Learning Sebagai Metode Pembelajaran Karyawan

Pada konteks pelatihan tim di perusahaan, melalui discovery learning, karyawan akan
diberdayakan untuk menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri, sementara
fasilitator atau pelatih berperan sebagai pemandu atau pendukung.

Pendekatan ini mendorong karyawan untuk berpikir kreatif, menghadapi tantangan, dan belajar
dari pengalaman mereka sendiri, yang dapat membantu mengembangkan pemahaman lebih baik
tentang pekerjaan, meningkatkan keterampilan praktis, serta menghadapi perubahan dan
tantangan yang kompleks dalam lingkungan kerja.
Dalam pelatihan karyawan, discovery learning dapat diterapkan melalui berbagai metode, seperti
studi kasus, simulasi, proyek berbasis masalah, bermain peran, atau eksperimen.

Anda mungkin juga menyukai