0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
247 tayangan6 halaman

Definisi dan Teorema Integral Riemann

Dokumen tersebut membahas tentang integral Riemann. Integral Riemann merupakan perluasan dari definisi integral untuk fungsi yang terbatas, bukan hanya fungsi kontinu. Integral Riemann didefinisikan sebagai batas atas dan batas bawah dari jumlah luas persegi panjang di bawah dan di atas kurva yang dihasilkan oleh fungsi tersebut. Fungsi dikatakan terintegralkan Riemann jika batas atas dan batas bawahnya sama. Dokumen terse

Diunggah oleh

yusi riza
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
247 tayangan6 halaman

Definisi dan Teorema Integral Riemann

Dokumen tersebut membahas tentang integral Riemann. Integral Riemann merupakan perluasan dari definisi integral untuk fungsi yang terbatas, bukan hanya fungsi kontinu. Integral Riemann didefinisikan sebagai batas atas dan batas bawah dari jumlah luas persegi panjang di bawah dan di atas kurva yang dihasilkan oleh fungsi tersebut. Fungsi dikatakan terintegralkan Riemann jika batas atas dan batas bawahnya sama. Dokumen terse

Diunggah oleh

yusi riza
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

13.

INTEGRAL RIEMANN

13.1 Jumlah Riemann Atas dan Jumlah Riemann Bawah Pada Bab 12 kita mengasumsikan bahwa f kontinu pada [a, b] dan mendenib sikan integral a f (x) dx sebagai supremum dari himpunan semua jumlah luas daerah persegi-panjang kecil di bawah kurva y = f (x). Sesungguhnya, kita dapat pula b mendenisikan integral a f (x) dx sebagai inmum dari himpunan semua jumlah luas daerah persegi-panjang kecil di atas kurva y = f (x). Dalam hal f kontinu pada [a, b], kedua denisi tersebut akan menghasilkan nilai yang sama. Pada bab ini, kita akan memperluas denisi integral untuk fungsi f : [a, b] R yang terbatas, sebagaimana yang dilakukan oleh Bernhard Riemann pada 1850-an. Seperti pada Sub-bab 12.2, diberikan sembarang partisi P := {x0 , x1 , . . . , xn } dari [a, b], kita dapat mendenisikan
n

L(P, f ) :=
k=1

mk (xk xk1 ).

dengan mk :=

xk1 xxk

inf

f (x), k = 1, 2, . . . , n. Pada saat yang sama, kita juga dapat


n

mendenisikan U (P, f ) :=

Mk (xk xk1 ).
k=1

dengan Mk :=

sup
xk1 xxk

f (x), k = 1, 2, . . . , n.

L(P, f ) dan U (P, f ) disebut sebagai jumlah Riemann bawah dan jumlah Riemann atas dari f yang berkaitan dengan partisi P . Perhatikan bahwa L(P, f ) U (P, f ) untuk sembarang partisi P . 109

110

Hendra Gunawan

Selanjutnya, jika P := {x0 , x1 , . . . , xn } dan Q := {y0 , y1 , . . . , ym } adalah partisi dari [a, b], maka Q disebut sebagai suatu perhalusan dari P apabila setiap titik partisi xk P merupakan titik partisi di Q, yakni P Q. Dalam hal ini, setiap sub-interval yang terkait dengan partisi P dapat dinyatakan sebagai gabungan dari beberapa subinterval yang terkait dengan partisi Q, yakni [xk1 , xk ] = [yi1 , yi ] [yi , yi+1 ] [yj1 , yj ]. Catat bahwa kita dapat memperoleh suatu perhalusan dari sembarang partisi P dengan menambahkan sejumlah titik ke P . Proposisi 1. Jika Q merupakan perhalusan dari P , maka L(P, f ) L(Q, f ) dan U (Q, f ) U (P, f ). Akibat 2. Jika P1 dan P2 adalah dua partisi sembarang dari [a, b], maka L(P1 , f ) U (P2 , f ). Soal Latihan 1. Buktikan Proposisi 1. (Petunjuk. Mulai dengan kasus Q = P {x } dengan x P .) / 2. Buktikan Akibat 2.

13.2 Integral Riemann Seperti pada sub-bab 13.1, pada sub-bab ini kita mengasumsikan bahwa f : [a, b] R terbatas. Menurut Akibat 2, himpunan {L(P, f ) : P partisi dari [a, b]} terbatas di atas (oleh suatu jumlah Riemann atas), sementara himpunan {U (P, f ) : P partisi dari [a, b]} terbatas di bawah (oleh suatu jumlah Riemann bawah). Karena itu kita dapat mendenisikan L(f ) := sup{L(P, f ) : P partisi dari [a, b]} dan U (f ) := inf{U (P, f ) : P partisi dari [a, b]}.

Pengantar Analisis Real

111

L(f ) disebut sebagai integral Riemann atas dari f , sementara U (f ) disebut sebagai integral Riemann bawah dari f . Proposisi 3. L(f ) U (f ). Bukti. Untuk setiap partisi P0 dari [a, b], U (P0 , f ) merupakan batas atas dari {L(P, f ) : P partisi dari [a, b]}, sehingga L(f ) = sup{L(P, f ) : P partisi dari [a, b]} U (P0 , f ). Karena ini berlaku untuk sembarang partisi P0 , maka L(f ) merupakan batas bawah dari {U (P0 , f ) : P0 partisi dari [a, b]}. Akibatnya L(f ) inf{U (P0 , f ) : P0 partisi dari [a, b]} = U (f ), sebagaimana yang diharapkan. Secara umum, L(f ) = U (f ). Sebagai contoh, jika f : [0, 1] R didenisikan sebagai 0, x rasional; f (x) = 1, x irasional, maka L(f ) = 0 sementara U (f ) = 1. Jika L(f ) = U (f ), maka f dikatakan terintegralkan Riemann dan nilai yang sama tersebut didenisikan sebagai integral Riemann dari f pada [a, b], yang dib a lambangkan dengan a f (x) dx. (Seperti pada Bab 12, kita denisikan b f (x) dx = b a a f (x) dx dan a f (x) dx = 0.) Sebagai contoh, jika f bernilai konstan pada [a, b], katakan f (x) = c untuk setiap x [a, b], maka L(f ) = U (f ) = c(b a) dan karenanya f terintegralkan Riemann pada [a, b] dengan
b

f (x) dx = c(b a).


a

Teorema berikut memberikan suatu kriteria untuk keterintegralan f pada [a, b]. (Untuk selanjutnya, terintegralkan berarti terintegralkan Riemann dan integral berarti integral Riemann.) Teorema 6. f terintegralkan pada [a, b] jika dan hanya jika untuk setiap terdapat suatu partisi P dari [a, b] sedemikian sehingga U (P , f ) L(P , f ) < . > 0

112

Hendra Gunawan

Bukti. Misalkan f terintegralkan pada [a, b]. Ambil > 0 sembarang. Dari denisi supremum, terdapat suatu partisi P1 dari [a, b] sehingga L(f ) 2 < L(P1 , f ).

Dari denisi inmum, terdapat pula suatu partisi P2 dari [a, b] sehingga U (P2 , f ) < U (f ) . 2 Sekarang misalkan P = P1 P2 . Maka P merupakan perhalusan dari P1 dan P2 . Akibatnya, L(f ) 2 < L(P1 , f ) L(P , f ) U (P , f ) U (P2 , f ) < U (f ) + . 2

Namun L(f ) = U (f ), sehingga kita peroleh U (P , f ) L(P , f ) < . Sebaliknya misalkan untuk setiap sedemikian sehingga > 0 terdapat suatu partisi P dari [a, b]

U (P , f ) L(P , f ) < . Maka, untuk setiap > 0, berlaku 0 U (f ) L(f ) U (P , f ) L(P , f ) < . Dari sini kita simpulkan bahwa U (f ) = L(f ) atau f terintegralkan pada [a, b]. Akibat 7. Misalkan terdapat barisan partisi Pn dari [a, b] sedemikian sehingga
n

lim [U (Pn , f ) L(P n, f )] = 0.

Maka f terintegralkan pada [a, b] dan


b n

lim L(Pn , f ) =
a

f (x) dx = lim U (Pn , f ).


n

Soal Latihan 1. Buktikan Akibat 7.

Pengantar Analisis Real

113

1 2 2. Misalkan f (x) = x, x [0, 1], dan Pn = {0, n , n , . . . , 1}, n N. Tunjukkan bahwa lim [U (Pn , f ) L(Pn , f )] = 0, dan kemudian simpulkan bahwa f terinn tegralkan pada [0, 1].

3. Misalkan fungsi f didenisikan pada [0, 1] sebagai f (x) = 0, 0 x < 1; 1, x = 1.


1 0

Buktikan bahwa f terintegralkan pada [0, 1] dengan 4. Misalkan fungsi f didenisikan pada [0, 2] sebagai f (x) = 1, 0 x 1; 2, 1 < x 2.

f (x) dx = 0.

Buktikan bahwa f terintegralkan pada [0, 2] dengan

2 0

f (x) dx = 3.

13.3 Keterintegralan Fungsi Kontinu dan Fungsi Monoton Sebagaimana disinggung pada awal bab ini, fungsi yang kontinu pasti terintegralkan. Teorema 8. Jika f kontinu pada [a, b], maka f terintegralkan pada [a, b]. Bukti. Menurut Teorema 18 pada Bab 8, fungsi yang kontinu pada [a, b] mestilah kontinu seragam pada [a, b]. Karena itu, diberikan > 0 sembarang, terdapat > 0 sedemikian sehingga untuk x, y [a, b] dengan |x y| < berlaku |f (x) f (y)| < ba .

Selanjutnya, untuk tiap n N dengan n > ba , tinjau partisi Pn := {x0 , x1 , . . . , xn } dengan xk = a + k ba , k = 0, 1, . . . , n. (Di sini, interval [a, b] terbagi menjadi n n sub-interval sama panjang.) Menurut Teorema 13 pada Bab 8, pada setiap sub-interval [xk1 , xk ], f mencapai nilai maksimum Mk dan minimum mk , katakanlah f (uk ) = Mk dan f (vk ) = mk .

114 Dalam hal ini kita peroleh

Hendra Gunawan

Mk mk = f (uk ) f (vk ) < dan akibatnya


n

ba

0 U (Pn , f ) L(Pn , f ) =
k=1

(Mk mk )(xk xk1 )


k=1

ba = . ba n

Dari sini kita simpulkan bahwa lim [U (Pn , f ) L(Pn , f )] = 0, dan karenanya f n terintegralkan pada [a, b]. Selain fungsi kontinu, teorema berikut menyatakan bahwa fungsi monoton juga terintegralkan. Teorema 9. Jika f monoton pada [a, b], maka f terintegralkan pada [a, b]. Bukti. Tanpa mengurangi keumuman, asumsikan f naik pada [a, b]. Untuk tiap n N, tinjau partisi Pn := {x0 , x1 , . . . , xn } dengan xk = a + k ba , k = 0, 1, . . . , n. n Karena f naik pada [xk1 , xk ], maka mk = f (xk1 ) dan Mk = f (xk ). Dalam hal ini kita peroleh suatu deret teleskopis
n

(Mk mk )(xk xk1 ) =


k=1

ba n

[f (xk ) f (xk1 )] =
k=1

ba [f (b) f (a)]. n
ba

Sekarang, jika berlaku

> 0 diberikan, maka untuk tiap n N dengan n >


n

[f (b) f (a)]

0 U (Pn , f ) L(Pn , f ) =
k=1

(Mk mk )(xk xk1 ) < .

Dengan demikian f mestilah terintegralkan pada [a, b]. Soal Latihan 1. Misalkan f : [a, b] R kontinu dan f (x) 0 untuk setiap x [a, b]. Buktikan jika L(f ) = 0, maka f (x) = 0 untuk setiap x [a, b]. 2. Misalkan f : [a, b] R kontinu dan, untuk setiap fungsi g : [a, b] R yang terinb tegralkan, f g terintegralkan dan a f (x)g(x) dx = 0. Buktikan bahwa f (x) = 0 untuk setiap x [a, b].

Anda mungkin juga menyukai