TINDAKAN JAHIT LUKA (HECTING)
No. Dokumen : /PKMBTN-GT/SOP-
UKP/I/2023
SOP No. Revisi : 002
Tanggal Terbit : 02 Januari 2023
Halaman :1/3
UPT PUSKESMAS dr. Donna Marissa
BONTONYELENG Nip. 19810622 200902 2 003
1. Pengertian Tindakan jahit luka adalah suatu tindakan untuk menyambungkan jaringan yang terputus
yang disebabkan oleh karena trauma
Menjahit luka / hecting proses mendekatkan tepi tepi luka dan menahannya dengan benang
sampai tensile luka tersambung kembali
2. Tujuan 1. Untuk mengoptimalkan pelayanan perawatan luka supaya tidak terjadi infeksi
2. Untuk mempercepat proses penyembuhan
3. Untuk membuat klien merasa lebih nyaman
4. Mendekatkan tepi luka dan menahannya dengan benang sampai jaringan yang putus
tersebut terhubung kembali
3. Kebijakan Dilakukan oleh perawat terampil
4. Referensi KEPMENKES No. 856/ MENKES/SK/IX/2009 tentang instalasi gawat darurat (IGD)
5. Prosedur/ PERALATAN
Langkah- Alat Steril:
Langkah 1. Nalvouder, gunting jaringan (1)
2. Pinset anatomi (1)
3. Pinset chirrurge (1)
4. Cup solution / kom kecil (1)
5. Arteri klem (2)
6. Duk klem (2)
7. Duk lobang (1)
8. Nal hecting cutting dan tapper
9. Benang catgut dan side
10. Kasa steril
Non Steril:
1. Plester
2. Verband Role gs
3. Gunting plester
4. Bengkok
5. Lampu sorot
Obat:
1. Lidocain 2 % / compositem (gs)
2. Sofratul (gs)
3. Betadine / povidon
4. ATS injeksi
5. Aquadest steril / Nacl 0,9 %
PROSEDUR
A. Tahap Prainteraksi
1. Mencuci tangan
2. Menyiapkan alat
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam dan sapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
3. Menanyakan persetujuan / kesiapan pasien (Inform Consent)
C. Tahap Kerja
1. Petugas mencuci tangan (keringkan) lalu petugas memakai sarung tangan bersih
2. Menjaga privacy pasien
3. Mempersiapkan penderita dan alat pelaksanaan hecting
4. Pasien ditidurkan dengan nyaman, posisi menyamakan lokasi luka
5. Petugas membersihkan luka dengan cairan antiseptic
6. Petugas mengganti sarung tangan dengan sarung tangan steril
7. Melakukan anastesi dengan lidocain pada jaringan luka sampai luka tidak sakit
lagi saat dites
8. Membersihkan luka dengan Aquadest / NACL 0,9 % sampai bersih betul, terakhir
dengan betadine kalau perlu lakukan necrotomi / debridement
9. Petugas memasang duk lobang
10. Menggunakan jarum untuk menjahit kulit, kemudian memasukkan benang
kelubang jarum dengan menggunakan jarum melengkung (curved needle) dari
arah dalam keluar
11. Memegang jarum dengan menggunakan klem kemudian mulai menjahit luka
12. Jika luka dalam sampai jaringan otot, maka menjahit lapis demi lapis (jenis
benang disesuaikan dengan jaringan yang robek, contoh: catgut, chromic, side
dll)
13. Mengikat benang dengan membentuk simpul
14. Memotong benang dan menyisakan sepanjang 1 mm (untuk jahitan dalam), 0,65
cm (jahitan luar)
15. Melanjutkan jahitan luka sampai luka tertutup
16. Setelah penjahitan selesai mengoleskan normal salin / desinfektan (betadine)
pada jahitan
17. Tutup luka dengan sofratulle, kemudian tutup dengan kassa steril
18. Berikan ATS pada luka kotor yang dalam > 1 cm
Dosis ATS:
Anak-anak < 14 tahun ½ ampul / 750 Unit IM
19. Berikan HE pada pasien untuk menjaga luka agar tetap bersih dan kering, obat
diminum sesuai aturan / cara / efeknya, waktu kontrol lagi
20. Alat-alat dibersihkan dan catat pada status pasien
D. Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Berpamitan dengan klien
3. Mencuci tangan
4. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
5. Pasien kontrol setiap 3 hari sekali dan dirumah agar dijaga jangan sampai kena
air
6. Jahitan dibuka pada hari ke 5 untuk area kepala dan wajah, untuk area lain hari
ke 7 - 10
6. Bagan Alir
Memakai
Petugas menerima Inform Mencuci sarung tangan
pasien diruang Consent tangan bersih
tindakan
Membersihkan
Anastesi Mengganti sarung Menjaga privacy pasien
luka dengan dan Menyiapkan alat
Lidocain 2 % tangan steril
cairan
antiseptik
Membersihkan Memasang jarum dan
luka dengan Memasang duk memegang jarum Menjahit luka
menggunakan
NACL 0,9 % steril nalvouder
lapis demi lapis
sampai bersih
Menutup luka dengan Memotong benang 1
sofratulle dan Mengoleskan mm (jahit dalam dan Mengikat benang
disinfektan pada luka 0,65 cm (jahit luar)
kemudian tutup dengan simpul
jahitan (betadine)
dengan kasa steril
Berikan ATS jika luka
Memasang kotor yang dalam > Berikan HE Membersihkan alat
plester dan mencuci
1 cm
tangan
Dokumentasikan tindakan
7. Hal-hal yang 1. Cara menjahit kulit pada tepi luka dengan jarum jahit, pinset sirurgi dan needle holder,
perlu banang jahit kulit luar
diperhatikan 2. Ukuran kulit yang diambil dari kedua tepi luka harus sama besarnya
3. Pengambilan tusukan jarum di tepi terjauh sebaiknya kurang lebih sejajar horizontal
dengan tusukan jarum tepi luka terdekat
8. Unit terkait Ruang Tindakan / UGD
9. Dokumen Rekam Medik
Terkait
10. Rekaman
Histori
No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai berlaku
Perubahan
1. Nama Kepala UPT Perubahan dari 17 Januari 2022
Puskesmas Lukman, [Link].,
Bontonyeleng Ns Menjadi dr.
Donna Marissa