0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan16 halaman

Makalah Teknik Hipnoterapi DIII Keperawatan

Makalah ini membahas tentang hipnoterapi, termasuk definisi, sejarah, proses, dan tujuan hipnoterapi. Makalah ini juga membahas tentang efek yang muncul saat diberikan hipnoterapi.

Diunggah oleh

Nana Supriatna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan16 halaman

Makalah Teknik Hipnoterapi DIII Keperawatan

Makalah ini membahas tentang hipnoterapi, termasuk definisi, sejarah, proses, dan tujuan hipnoterapi. Makalah ini juga membahas tentang efek yang muncul saat diberikan hipnoterapi.

Diunggah oleh

Nana Supriatna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH HIPNOTERAPI

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah keperawatan
komplementer

Dosen Pengampu : Ernawati, [Link]

Disusun oleh : Kelompok 3

Nana Supriatna ( 3022041099 )


Ayu solihah ( 3022041024 )
Ratu Syifa Musrifatin ( 3022041005 )
Tri Wahyuni ( 3022041152 )
Silva Aulia ( 3022041132 )
Amelia ( 3022041001 )
M. Fajar Firdaus ( 3022041090 )

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

UNIVERSITAS FALETEHAN SERANG - BANTEN


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum [Link],

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa


mencurahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas kelompok dalam membuat makalah yang berjudul “Hipnosis”
Makalah ini disusun sebagai bahan diskusi kelompok kami. Makalah ini disusun
berdasarkan hasil diskusi kelompok kerja kami dan pengumpulan data dari beberapa
buku panduan yang ada, serta dengan bantuan dari dunia maya yaitu melalui situs
internet, dan yang lainnya.

kami menyadari bahwa makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan
tepat waktu dengan adanya bantuan dari semua pihak yang terkait. Dalam
penyusunan makalah ini kami sudah berusaha menyajikan semaksimal mungkin,
namun kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini, maka
kami mengharapkan masukan ataupun saran dari Dosen pembimbing serta teman-
teman lainnya dalam menyempurnakan penulisan makalah kami agar dapat
bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Wassalamualaikum Wr. Wb
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hipnoterapi adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang


mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah kognisi (pikiran), afeksi
(perasaan), dan perilaku. Selain itu, hipnoterapi juga dikatakan sebagai suatu
teknik terapi pikiran dan penyembuhan yang menggunakan metode hipnosis
untuk memberi sugesti atau perintah positif kepada pikiran bawah sadar untuk
penyembuhan suatu gangguan psikologis atau untuk mengubah pikiran,
perasaan, dan perilaku seseorang agar menjadi lebih baik. Orang yang ahli
dalam menggunakan hipnosis untuk terapi disebut "hypnotherapist".
Hipnoterapi menggunakan pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan
teknik-teknik tertentu. Satu-satunya kekuatan dalam hipnoterapi adalah
komunikasi. (Kahija, 2007)

Dalam ruang lingkup psikoterapi, hipnosis digunakan bukan saja dalam


psikoterapi penunjang, tetapi lebih dari itu. Hipnosis merupakan alat yang
ampuh dalam psikoterapi penghayatan dengan tujuan membangun kembali
(rekonstruktif), sehingga perlu pengkajian yang lebih mendalam agar tercapai
suatu pendekatan terinci dan menyeluruh.

Penggunaan hipnosis sudah ada sejak awal mula peradaban manusia.

Pada saat itu, hipnosis belum dikenal dengan nama “hipnosis”. Hipnotis di masa
lalu dipraktikkan dalam ritual agama dan ritual penyembuhan (untuk membantu
mengatasi emosi, masalah psikologis, dan sebagai alternatif anestesi untuk
operasi lapangan). Catatan sejarah tertua tentang hipnosis yang diketahui saat
ini berasal dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan praktik pengobatan
bangsa Mesir Kuno pada tahun 1552 SM. Hipnosis telah dipraktikkan di tempat
yang berbeda dengan berbagai istilah sejak dahulu. Sejarah hipnosis modern
dimulai pada abad ke-18. (Kroger, 2007). Pada tahun 1900-an, hipnoterapi
mulai menjadi popular, yaitu menggunakan hipnosis untuk membantu orang
berhenti merokok, dan menurunkan berat badan.

B. Tujuan

1. Agar mahasiswa mengetahui definisi dan sejarah hipnoterapi.

2. Agar mahasiswa mengetahui jenis – jenis hipnoterapi.

3. Agar mahasiswa mengetahui proses hipnotis dalam hipnoterapi.

4. Agar mahasiswa mengetahui tujuan hipnoterapi.

5. Agar mahasiswa mengetahui efek yang muncul saat dibeikan hipnoterapi.


BAB II

LANDASAN TEORI

A. DEFINISI HIPNOTERAPI

Dalam bahasa Inggris, hipnotis disebut sebagai "hypnosis" atau


"hypnotism". Istilah "hypnosis" pertama kali diperkenalkan oleh James Braid,
seorang dokter ternama di Inggris yang hidup antara tahun 1795-1860. Sebelum
masa James Braid, hipnotis dikenal dengan nama "Mesmerism" atau
"Magnetism".

Hypnosis berasal dari kata "hypnos" yang merupakan nama dewa tidur
orang Yunani. Namun perlu dipahami bahwa kondisi hipnotis tidaklah sama
dengan tidur. Orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bisa
mendengar suara-suara disemerekarnya. Sedangkan orang dalam kondisi
hipnotis, meskipun tubuhnya beristirahat (seperti tidur), ia masih bisa
mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.

Hipnotis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi
klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari
hipnotis dibanding fenomena mental lainnya. Keunikan ini perlu dipahami
untuk merumuskan sebuah definisi hipnotis yang akurat. Namun sampai
sekarang, definisi hipnotis yang diungkapkan setiap tokoh masih berbeda-beda.
Semua orang setuju adanya sesuatu yang dinamakan hipnotis, tapi berbeda
pendapat mengenai apa itu hipnotis. Beberapa definisi tentang hipnotis yang
pernah diungkapnya diantaranya:

Hipnotis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara
sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa
menjawab pertanyaan yang diajukan, serta lebih mudah menerima sugesti.

Semua definisi hipnotis di atas benar, karena menmerekakan salah satu atau
beberapa gejala dari kondisi hipnotisAkan tetapi apa yang diungkapkan diatas
belum bisa mencerminkan keunikan hipnotis yang membedakan hipnotis
dengan kondisi mental lainnya. Sebab itu, para pakar hipnotis yang terkumpul
dalam U.S. Department of Education, Human Services Division, membuat
definisi "Hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind
followed by the establishment of acceptable selective thinking" atau "hipnotis
adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu
pemikiran atau sugesti tertentu".

Disadari maupun tidak, seseorang mengalami hipnotis setiap hari. Ketika


mereka sangat fokus membaca novel/buku, mereka terhipnotis oleh isi
novel/buku yang mereka baca sampai-sampai tidak mendengar ketika seseorang
memanggil. Contoh lain fenomena hipnotis yaitu saat mereka menonton film
atau sinetron yang seru. Mereka merasakan ketegangan, terharu, cemas, sedih,
bahkan mungkin ada yang menangis mengikuti jalan cerita, padahal Mereka
tahu bahwa yang Mereka saksikan hanya cerita.

Kapanpun pikiran dan perasaan mereka terpengaruh oleh apa yang mereka
lihat, dengar, atau rasakan sebenarnya mereka telah terhipnotis. Hanya saja,
level hipnotis yang Mereka alami setiap hari adalah level hipnotis yang ringan,
berbeda dengan level hipnotis yang digunakan dalam terapi

Banyak orang bertanya seperti apakah kondisi hipnotis. Sulit untuk


menjelaskan seperti apa rasanya hipnotis jika mereka belum mencobanya
sendiri. Namun sebagai gambaran umum, kammi bisa jelaskan bahwa kondisi
hipnotis tidak berbeda jauh dengan kondisi hampir tertidur yang mereka alami
setiap hari. Ketika seluruh tubuh mereka sudah rileks, pikiran mereka tenang,
hampir tertidur dan masih bisa mendengar suara di semerekar, kurang lebih
seperti itulah kondisi hipnotis. Ketika mereka dihipnotis, mereka akan
merasakan seluruh tubuh rileks, pikiran fokus, perasaan damai, dan mereka
tetap bisa mendengar suara di semerekar mereka. Bahkan seseorang tetap bisa
menolak sugesti yang melanggar keyakinan atau merugikan diri sendiri.
B. SEJARAH HIPNOTERAPI

Pada zaman dahulu, hipnosis seringkali dikaitkan dengan kekuatan


supranatural, ritual keagamaan, kepercayaan, dan sebagainya. Banyak "orang
pintar" di zaman Mesir Kuno dan Yunani menggunakan metode hipnosis untuk
mengobati orang-orang dengan masalah emosi, masalah psikologis, dan sebagai
alternatif anestesi pada saat itu, walaupun saat itu belum ada istilah hipnosis.

Menurut yang ditulis pada catatan dokumen medis Ebers Papyrus,


catatan sejarah tentang sejarah hipnosis, berawal dari zaman Mesir Kuno 1550
SM. Menurut Ebers papyrus, dituliskan bahwa pada zaman Mesir Kuno ada kuil
pengobatan yang bernama kuil tidur. Cara pengobatan pada waktu itu, para
pendeta menyembuhkan pasiennya dengan menyentuhkan tangannya pada dahi
pasien sambil mengucapkan mantra atau sugesti untuk menyembuhkan
pasiennya. Warga semerekar pada saat itu mempercayai bahwa pendeta itu
memiliki kekuatan magis.

Abad ke-18 adalah titik awal untuk sejarah hipnosis modern, yang
dimulai dari pendeta yang bernama Gassner. Gassner meyakini bahwa orang
sakit itu kerasukan setan, maka dengan membuat pasien masuk ke kondisi
hypnosa (hypnosa adalah kondisi dimana manusia menjadi rileks dan terfokus),
kemudian beliau melakukan ritual tertentu untuk mengusir setan yang ada dalam
tubuh pasiennya.

Setelah Gassner, barulah muncul beberapa tenaga kesehatan dari para


dokter dan psikolog yang meneliti tentang hipnosis ini, dimulai dari :

1. Franz Anton Mesmer (1735-1815),

2. Marquis de Puysegur (1751-1825),

3. John Elliotson (1791-1868),

4. James Braid, penulis dan dokter terkenal di Inggris (1795-1860),

5. Para psikiater, Jean Martin Charcot (1825-1893) dan Sigmund Freud


(1856-1939),
6. Milton Erickson (1901-1980),

7. Dave Elman (1900-1967),

8. Ommond McGill (1913-2005).

Dari para tokoh di atas, yang paling berperan adalah Milton Erickson,
karena jasanya hipnosis bisa diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan
Asosiasi Psikiatris Amerika yang bisa digunakan dalam pengobatan sejak tahun
1958.

Dr. Milton H. Erickson pertama kali memperkenalkan bahwa jiwa


manusia sangat unik. Tidaklah mudah meminta orang untuk secara langsung
menghilangkan kebiasaan buruk yang ingin dia tinggalkan. Seperti mereka
menyampaikan nasihat kepada seseorang yang mengeluh karena dia
mempunyai masalah, “Sekarang kamu dapat menyelesaikannya”, atau
seseorang yang mempunyai masalah perilaku lalu mereka berikan nasihat,
“Sekarang perilaku Mereka sudah berubah menjadi baik”. Belum tentu dia akan
merubah perilakunya dengan segera. Mungkin hanya untuk sementara, tetapi
biasanya kebiasaan itu akan kembali lagi. Apalagi jika mereka tidak mengetahui
akar permasalahannya mengapa dia berperilaku demikian, tidak mengetahui
nilai dasar dan keinginan sebenarnya yang dimiliki orang tersebut. Jiwa manusia
sangat kompleks. Setiap orang mempunyai jiwa dan nilai yang unik. Perilaku
atau respon seseorang tidak sama dalam menghadapi peristiwa yang berbeda.
Bahkan sangat mungkin sekali untuk peristiwa yang sama, perilaku atau respons
seseorang yang sama dapat berbeda.

Hal inilah yang dikembangkan Erickson menuju metode hipnoterapi


yang lebih efektif. Berkat jasanya dalam mengembangkan metode-metode
dalam melakukan terapi klinis dengan metode hipnoterapi, maka pada tahun
1950-an hipnoterapi diakui oleh Asosiasi Medis Amerika sebagai metode terapi.
Paska Milton H. Erickson, metode ini berkembang terus sampai dengan
metode yang berorientasi kepada pasien. Saat ini, metode ini lebih efektif
digunakan apalagi digabungkan dengan pola komunikasi yang telah
dikembangkan Erickson. Metode ini telah banyak dipergunakan oleh para
terapis terkenal seperti Gill Boyne, Mary Lee LaBay, Calvin Banyan, dan
lainlain.

Hipnoterapi di masa lalu identik dengan kondisi tidur, terbaring, atau


tidak bergerak. Pada masa kini, hipnosis lebih ditekankan pada kondisi relaksasi
yang dalam, baik secara fisik maupun mental. Saat ini dikenal beberapa keadaan
hipnosis, seperti moving meditation, hypnoidal state, serta automatic writing,
dimana pasien melakukan aktivitas bawah sadar dalam bentuk gerakan atau
tindakan yang dikendalikan oleh niat.

C. TUJUAN HIPNOTERAPI

Pada saat ini, tujuan dari hipnoterapi adalah untuk mengatasi masalah -
masalah sebagai berikut :

1. Masalah Fisik dan Fisiologis

Ketegangan otot, hipertensi, dan rasa nyeri yang berlebihan dapat dibantu
dengan hipnoterapi. Hipnoterapi dapat membuat tubuh menjadi rileks dan
mengurangi intensitas nyeri yang berlebihan secara drastis.

2. Masalah Emosi dan Psikologis

Serangan panik, ketegangan dalam menghadapi ujian, kemarahan, rasa


bersalah, cemas, fobia, kurang percaya diri, dan lain-lain adalah masalah-
masalah emosi yang berhubungan dengan rasa takut dan kegelisahan.
Semua masalah di atas bisa diatasi dengan hipnoterapi.
3. Masalah Perilaku

Masalah perilaku seperti merokok, makan berlebihan hingga menyebabkan


obesitas, minum minuman keras yang berlebihan, gangguan tidur, dan
berbagai macam perilaku ketagihan, dapat diatasi dengan hipnoterapi.

D. JENIS – JENIS HIPNOTERAPI DAN MANFAATNYA

Banyak sekali manfaat hipnotis. Karena terlalu banyak dan sangat


bervariasi, tidak seorangpun yang bisa secara pasti menyebutkan apa saja manfaat
yang bisa diperoleh dari hipnotis. Hipnotis bisa berperan hampir di semua bidang
kehidupan yang melibatkan pikiran manusia. Jenis-jenis hipnotis berikut ini
dibedakan berdasarkan bidang aplikasinya yang paling populer dalam dunia
hipnotis.

1. Hypnotherapy / Clinical Hypnosis


Hypnotherapy atau Clinical Hypnosis adalah aplikasi hipnotis dalam
menyembuhkan gangguan mental dan meringankan gangguan fisik. hipnotis
telah terbukti secara medis bisa mengatasi berbagai macam gangguan
psikologis maupun fisik. Hipnotis tidak seperti cara pengobatan lain yang
mengobati gejala (simptom) atau akibat yang muncul. Hipnotis berurusan
langsung dengan penyebab suatu masalah. Dengan menghilangkan
penyebabnya maka secara otomatis akibat yang ditimbulkan akan lenyap
atau tersembuhkan.
2. Medical Hypnosis

Yaitu penggunaan hipnotis untuk dunia medis, terutama oleh dokter ahli
bedah dan dokter gigi dalam menciptakan efek anesthesia tanpa
menggunakan obat bius. Teknik hipnotis yang digunakan untuk anestesi
sudah digunakan oleh John Elliotson (1791 -1868)Elliotson adalah dokter
yang pertama kali menggunakan mesmerisme (nama kuno dari hypnotism)
untuk melakukan pembedahan tanpa rasa sakit. Pada masa Elliotson hidup,
belum ditemukan anestesi (obat bius) sehingga sebagian dokter
menggunakan hipnotis.

3. Comedy Hypnosis

Comedy Hypnosis adalah hipnotis yang digunakan untuk hiburan


semata. Comedy Hypnosis juga sering disebut sebagai Stage Hypnosis.
Dinamakan stage hypnosis atau hipnotis panggung karena pada awalnya
hipnotis untuk hiburan hanya diperankan di atas panggung. Namun Comedy
Hypnosis sekarang tidak terbatas dalam panggung Di jalan, taman, mall,
kampus atau dimana saja Mereka bisa mempraktekkan Comedy Hypnosis.

4. Forensic Hypnosis
Dalam penyelidikan kepolisian, hipnotis bisa digunakan untuk
menggali informasi dari saksi Suatu kejadian traumatis seperti dalam kasus
kejahatan yang menakutkan cenderung membuat pikiran bawah sadar
menyembunyikan ingatan yang lengkap tentang kejadian tersebut agar tidak
bisa diingat oleh pikiran sadar. Tujuan pikiran sadar menyembunyikan
informasi itu sesungguhnya untuk kebaikan diri sendirikarena apabila
ingatan itu munculmaka trauma dan rasa takut akan muncul tanpa
sebabDengan bantuan hipnotiskorban atau saksi bisa mengingat kembali
dengan jelas dalam kondisi pikiran yang tenang

5. Metaphysical Hypnosis
Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnotis dalam meneliti
berbagai fenomena metafisik seperti Out of Body Travel ESP Clairvoyance
Clairaudience. Komunikasi dengan inner-self, meditas imengakses kekuatan
superconscious dan eksperimen-eksperimen metafisika lainnya.
E. PROSES HIPNOTIS DALAM HIPNOTERAPI

Pada saat proses hipnoterapi berlangsung, klien hanya diam, duduk atau
berbaring. Yang sibuk justru terapisnya, yang bertindak sebagai fasilitator. Pada
proses selanjutnya, klienlah yang menghipnosis dirinya sendiri (otohipnosis).
Berikut adalah tahapan hipnoterapi :

1. Pre-Induction (Interview)
Pada tahap awal, hipnoterapis dan klien untuk pertama kalinya
bertemu. Setelah klien mengisi formulir mengenai data dirinya, hipnoterapis
membuka percakapan (rapport) untuk membangun kepercayaan klien,
menghilangkan rasa takut terhadap hypnosis atau hipnoterapi, menjelaskan
mengenai hipnoterapi, dan menjawab semua pertanyaan yang klien ajukan.
Sebelumnya, hipnoterapis harus dapat mengenali aspek-aspek psikologis
dari klien, antara lain hal yang diminati dan tidak diminati, apa yang
diketahui klien terhadap hipnosis, dan seterusnya. Pre-Induction merupakan
tahapan yang sangat penting. Seringkali kegagalan proses hipnoterapi
diawali dari proses Pre-Induction yang tidak tepat.

2. Suggestibility Test
Fungsi dari uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah klien
termasuk ke dalam golongan orang yang mudah menerima sugesti atau
tidak. Selain itu, uji sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan dan
juga untuk menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi. Uji
sugestibilitas juga membantu hipnoterapis untuk menentukan teknik induksi
mana yang terbaik bagi klien.

3. Induction
Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis untuk
membawa pikiran klien berpindah dari pikiran sadar (conscious) menuju
pikiran bawah sadar (subconscious), dengan menembus apa yang dikenal
dengan Critical Area.

Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks. Maka selanjutnya


frekuensi gelombang otak dari klien akan turun dari Beta, Alpha, lalu Theta.
Semakin turun gelombang otak, klien akan menjadi semakin rileks,
sehingga klien berada dalam kondisi trance. Inilah yang dinamakan dengan
kondisi terhipnosis. Hipnoterapis akan mengetahui kedalaman trance klien
dengan melakukan Depth Level Test (tingkat kedalaman trance klien).

4. Deepening (Pendalaman Trance)


Bila diperlukan, hipnoterapis akan membawa klien ke trance yang
lebih dalam. Proses ini dinamakan deepening.

5. Suggestions / Sugesti
Post Hypnotic Suggestion adalah salah satu komponen terpenting
dalam tahapan hipnoterapi. Pada saat klien masih berada dalam trance,
hipnoterapis juga akan memberi Post Hypnotic Suggestion, yaitu sugesti
yang diberikan kepada klien pada saat proses hipnotis masih berlangsung
dan diharapkan terekam terus oleh pikiran bawah sadar klien, meskipun
klien telah keluar dari proses hipnosis.

6. Termination
Termination merupakan tahapan terakhir dari hipnoterapi. Pada
tahap ini, hipnoterapis secara perlahan-lahan akan membangunkan klien
dari “tidur” hipnosisnya dan membawanya menuju keadaan yang
sepenuhnya sadar.

F. EFEK DARI HIPNOTERAPI


Hipnoterapi dapat membantu klien dalam :
1. Relaksasi
Terapi hipnosis sering kali menginduksi perasaan mendalam relaksasi, yang
dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
2. Peningkatan Fokus
Hipnosis dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi pada tujuan
tertentu atau masalah yang ingin diatasi.
3. Pengurangan Rasa Sakit
Beberapa orang menggunakan hipnosis untuk mengelola rasa sakit kronis
atau selama prosedur medis, karena hipnosis dapat mengurangi persepsi rasa
sakit.
4. Peningkatan Kreativitas
Hipnosis dapat merangsang pikiran kreatif dan membantu seseorang
berpikir di luar batasan yang biasa.
5. Perubahan Perilaku
Terapi hipnosis kadang-kadang digunakan untuk membantu individu
mengubah perilaku yang tidak diinginkan, seperti merokok atau makan
berlebihan.
6. Peningkatan Kesehatan Mental
Hipnosis dapat digunakan sebagai alat tambahan dalam pengobatan
gangguan mental seperti kecemasan, depresi, dan PTSD.
7. Pengingatan dan Pengolahan Kenangan
Dalam beberapa kasus, hipnosis dapat membantu seseorang mengingat atau
mengolah kenangan yang sulit atau traumatis.
8. Peningkatan Percaya Diri
Terapi hipnosis dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan harga
diri seseorang.

G. EFEK SAMPING HIPNOTERAPI

1. Sakit kepala
2. Pusing
3. Mual atau muntah
Efek samping ini jarang terjadi, tetapi beberapa orang melaporkan mual atau
muntah setelah hipnosis.
4. Kesulitan tidur
5. Peningkatan emosi
Hipnosis dapat memunculkan emosi yang kuat, termasuk perasaan
kecemasan atau ketakutan.
6. Peningkatan suggestibilitas
Seseorang yang dalam hipnosis mungkin menjadi lebih mudah dipengaruhi,
yang dapat memiliki konsekuensi negatif jika dimanfaatkan dengan tidak
etis.

BAB III

KESIMPULAN

Hipnoterapi adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari
manfaat sugesti untuk mengatasi masalah kognisi (pikiran), afeksi (perasaan), dan
perilaku. Hipnoterapi juga dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran dan
penyembuhan yang menggunakan metode hipnosis untuk memberi sugesti atau
perintah positif kepada pikiran bawah sadar untuk penyembuhan suatu gangguan
psikologis atau untuk mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang agar
menjadi lebih baik.

Pada zaman dahulu, hipnosis seringkali dikaitkan dengan kekuatan


supranatural, ritual keagamaan, kepercayaan, dan sebagainya. Banyak "orang
pintar" di zaman Mesir Kuno dan Yunani menggunakan metode hipnosis untuk
mengobati orang-orang dengan masalah emosi, masalah psikologis, dan sebagai
alternatif anestesi pada saat itu, walaupun saat itu belum ada istilah hipnosis. Abad
ke-18 adalah titik awal untuk sejarah hipnosis modern, yang dimulai dari pendeta
yang bernama Gassner. Setelah Gassner, barulah muncul beberapa tenaga
kesehatan dari para dokter dan psikolog yang meneliti tentang hipnosis dimulai dari
Franz Anton Mesmer, Marquis de Puysegur, John Elliotson, James Braid, Jean
Martin Charcot, Sigmund Freud, Milton Erickson, Dave Elman, dan Ommond
McGill.

Proses dan tahapan hipnoterapi perlu dilakukan sebaik-baiknya baik dari


klien maupun hipnoterapisnya. Jika proses dan tahapan hipnoterapi berjalan dengan
baik, maka yang menjadi tujuan dari dilangsungkannya hipnoterapi tersebut bisa
dicapai.

DAFTAR PUSTAKA

Ellias. (2009). Hipnosis & hipnoterapi, transpersonal/NLP. Yogyakarta: Pustaka


Pelajar.

Kahija. (2007). Hipnoterapi: Prinsip-prinsip dasar praktek psikoterapi. Jakarta:


Gramedia Pustaka Utama.

Kroger, W.S. (2008). Clinical & experimental hypnosis in medicine, densistry and
psychology. Philadelphia USA: Lippincott William & Wilkins.

Miller, R. (2015). Not so abnormal psychology, 1st ed. Washington D.C:

American Psychological Association.

Anda mungkin juga menyukai