TEMPLATE
PENDALAMAN MATERI UNTUK PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
(MODUL PEDAGOGIK)
Nama Mahasiswa : M. AAN MABRUR
Kelompok Mapel : AQIDAH AKHLAK
Judul Masalah : BAGAIMANA CARA MENYUSUN KISAH-KISAH KETELADANAN YANG ADA DALAM AL-QUR’AN
SEHINGGA MENJADI KISAH YANG MENARIK DAN TERPERCAYA?
No Langkah-Langkah/Tahap Deskripsi Kegiatan Analisis / Penjelasan
1. Identifikasi Masalah a. Menemukan beberapa Masalah 2. Identifikasi Masalah (berbasis
pembelajaran masalah yang ditemukan di
b. Rincian masalah pembelajaran lapangan)
a. Menemukan beberapa Masalah a. Menemukan beberapa Masalah
1) Masalah Literasi pembelajaran
pembelajaran dan melakukan 2) Masalah Numerasi Pada zaman modern sekarang
3) Masalah Strategi Pembelajaran ini, minat membaca dan
perincian masalah tersebut yang 4) Masalah Asesmen menyimak kisah-kisah para nabi,
berkaitan dengan tugas guru 5) Masalah Pengaruh Teknologi atau orang-orang soleh yang
6) Masalah Lingkungan Sosial tertuang didalam Al-Qur’an atau
dalam pembelajaran. 7) Masalah Motivasi. di buku-buku bacaan di sekolah
b. Rincian masalah pembelajaran
8) Masalah Kurikulum bagi anak-anak mengalami
9) Masalah Peran Orang Tua dan Guru penurunan. Hal ini terjadi di
selanjutnya dikelompokkan 10) Masalah Pendidikan Keagamaan Formal dan lingkungan sekitar kita bahwa
Non-Formal anak-anak kita lebih tertarik dan
berdasarkan satuan konsep percara kepada permainan
masalah konsep literasi, numerasi, modern seperti game baik offline
ataupun online. Ditambah lagi
strategi, asesmen dan lain-lain. apabila saya melihat lingkungan
Karakteristik masalah PBL antara lain: c. Karakteristik masalah sekitar saya, banyak anak-anak
1) Kompleks yang ketika usia sudah
masalah harus kompleks, tidak 2) Tidak Terstruktur memasuki tingkat SMP/MTs
terstruktur, dan terbuka serta realistis 3) Terbuka kebanyakan mereka juga tidak
4) Realistis Terhubung dengan Pengalaman mau lagi untuk mengaji di majelis
terhubung dengan pengalaman siswa Siswa ta’lim dan diniyah madrasah,
mereka lebih asyik dengan
dalam belajar dan pembelajaran. gadgetnya dari pada menambah
wawasan pengetahuannya.
b. Rincian masalah pembelajaran
Rincian masalah pembelajaran
berdasarkan satuan konsep yang
dapat dikelompokkan dalam konteks
masalah ini adalah sebagai berikut:
11)Masalah Literasi: Penurunan
minat membaca dan menyimak
kisah-kisah para nabi dan orang-
orang soleh yang tertuang dalam
Al-Qur'an atau buku-buku bacaan
sekolah. Hal ini menunjukkan
adanya masalah literasi di
kalangan anak-anak dan remaja.
12)Masalah Numerasi: Meskipun
tidak secara eksplisit terkait
dengan numerasi, penurunan
minat membaca dan lebih tertarik
kepada permainan modern
seperti game bisa mencerminkan
rendahnya kemampuan berpikir
kritis dan analitis dalam
memahami teks-teks yang lebih
kompleks, termasuk teks agama.
13)Masalah Strategi Pembelajaran:
Kurangnya strategi pembelajaran
yang efektif untuk mengatasi
penurunan minat membaca dan
meningkatkan pemahaman
agama di kalangan anak-anak
dan remaja. Diperlukan
pendekatan pembelajaran yang
menarik dan relevan bagi mereka.
14)Masalah Asesmen: Tidak adanya
sistem asesmen yang memadai
untuk mengukur tingkat
pemahaman agama dan literasi
agama di kalangan anak-anak
dan remaja. Penting untuk
memiliki metode asesmen yang
dapat memberikan informasi
yang akurat tentang kemampuan
mereka dalam hal ini.
15)Masalah Pengaruh Teknologi:
Pengaruh gadget dan permainan
modern terhadap minat dan
keterlibatan anak-anak dalam
aktivitas agama dan literasi
agama. Perlu dicari solusi untuk
mengintegrasikan teknologi
dengan baik dalam pembelajaran
agama dan literasi.
16)Masalah Lingkungan Sosial:
Dampak lingkungan sekitar yang
mungkin tidak mendukung minat
anak-anak dalam aktivitas
agama. Kehadiran teman sebaya
yang lebih tertarik kepada gadget
dan permainan modern bisa
menjadi faktor yang
mempengaruhi.
17)Masalah Motivasi: Kurangnya
motivasi atau pemahaman akan
pentingnya memahami agama
dan literasi agama dalam
kehidupan sehari-hari anak-anak
dan remaja. Diperlukan upaya
untuk meningkatkan motivasi
mereka dalam hal ini.
18)Masalah Kurikulum: Perlu
dipertimbangkan apakah
kurikulum pendidikan sudah
cukup menarik dan relevan dalam
mengajarkan agama dan literasi
agama kepada anak-anak dan
remaja. Mungkin perlu
penyempurnaan atau
penyesuaian kurikulum.
19)Masalah Peran Orang Tua dan
Guru: Peran orang tua dan guru
dalam menginspirasi dan
mendukung minat anak-anak
dalam agama dan literasi agama
juga merupakan faktor yang
penting dalam penyelesaian
masalah ini.
20)Masalah Pendidikan Keagamaan
Formal dan Non-Formal: Perlu
dievaluasi apakah pendidikan
keagamaan formal (sekolah) dan
non-formal (majelis ta'lim dan
diniyah madrasah) sudah
memberikan pendekatan yang
sesuai dan efektif dalam
memotivasi anak-anak untuk
belajar agama.
Sesuai dengan analisis di atas, upaya
perbaikan dalam hal literasi,
numerasi, strategi pembelajaran,
asesmen, dan faktor-faktor lain yang
disebutkan di atas perlu dilakukan
untuk mengatasi penurunan minat
membaca kisah-kisah agama dan
meningkatkan pemahaman agama di
kalangan anak-anak dan remaja.
Karakteristik masalah PBL antara lain:
Masalah PBL dalam konteks
minat membaca dan belajar tentang
kisah-kisah para nabi, atau orang-
orang soleh yang tertuang dalam Al-
Qur'an atau buku-buku bacaan di
sekolah bagi anak-anak yang
mengalami penurunan dapat memiliki
karakteristik sebagai berikut:
1) Kompleks: Masalah ini kompleks
karena melibatkan sejumlah
faktor yang berkontribusi pada
penurunan minat membaca dan
belajar tentang kisah-kisah
agama. Ini termasuk pengaruh
teknologi modern (game
online/offline), perubahan
budaya, dan peran orang tua dan
pendidik dalam membentuk
minat membaca anak-anak.
2) Tidak Terstruktur: Masalah ini
tidak memiliki solusi yang jelas
atau jalur yang sudah ditentukan.
Tidak ada pendekatan yang pasti
untuk memperbaiki minat
membaca anak-anak tentang
kisah-kisah agama, sehingga
memerlukan pemikiran kreatif
dan strategi yang beragam.
3) Terbuka: Masalah ini
memungkinkan untuk berbagai
pendekatan dan solusi yang
berbeda. Tidak ada satu cara
yang benar untuk mengatasi
penurunan minat membaca ini,
sehingga guru dan pendidik perlu
terbuka terhadap ide-ide baru
dan inovasi dalam pembelajaran.
4) Realistis Terhubung dengan
Pengalaman Siswa: PBL dalam
konteks ini harus mencoba
menghubungkan masalah dengan
pengalaman dunia nyata dan
kehidupan siswa. Ini bisa
dilakukan dengan memahami
preferensi siswa terhadap game
dan teknologi, serta mencoba
memadukan elemen-elemen
agama ke dalam aktivitas yang
relevan dan menarik bagi mereka.
Dalam menghadapi masalah ini
melalui pendekatan PBL, pendidik
dapat merancang proyek
pembelajaran yang menantang dan
memikat siswa, misalnya dengan
menciptakan permainan edukatif
yang memadukan elemen agama
dengan teknologi, atau melibatkan
siswa dalam eksplorasi cerita-cerita
agama melalui konten multimedia
yang menarik. Selain itu, melibatkan
orang tua dalam proses pembelajaran
juga bisa menjadi bagian dari solusi,
sehingga mereka dapat mendukung
minat membaca anak-anak di rumah.
2. Eksplorasi Penyebab Masalah
Melalui Review Literatur dan Realitas
a. Menggali penyebab masalah
pembelajaran dengan cara
melakukan kajian pustaka
(literature review) melalui
pencarian konsep dari artikel
jurnal, buku, dan dokumen yang
relevan.
b. Menggali penyebab masalah
tentang pembelajaran dengan cara
melakukan kajian realitas (realitas
review) seperti melakukan
wawncara dengan kolega guru,
kepala madrasah/sekolah,
pengawas, dan pihak terkait
lainnya.
3. Analisis Penentu Penyebab Masalah
a. Melakukan analisis penyebab
masalah
b. Menentukan akar penyebab
masalah utama dan penyebab
masalah lainnya yang relevan,
berdasarkan hasil eksplorasi
penyebab masalah
4. Penetapan Solusi Masalah, Evaluasi c.
dan Refleksi terhadap Pemecahan
Masalah, Langkah dan solusinya
a. Menetapkan solusi masalah yang
relevan dan tepat yang dilandasi
kajian literatur/analisis empirik
dalam tahap eksplorasi penyebab
masalah
b. Melakukan Evaluasi terhadap
Sinkronisasi antar unsur dalam
penetapan solusi
Melakukan Refleksi terhadap Solusi
masalah, Langkah-langkah dan
kehandalan penyelesaian masalah