0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan26 halaman

Lembar Data Keselamatan Bahan Kimia

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang Material Safety Data Sheet (MSDS) dari beberapa bahan kimia berbahaya seperti asam klorida (HCl), perak nitrat (AgNO3), barium klorida (BaCl2.H2O), asam asetat (CH3COOH), besi klorida (FeCl3), besi sulfat (FeSO4), asam sulfat (H2SO4), dan hidrogen peroksida (H2O2). Dokumen tersebut memberikan informasi tentang sifat kimia, bahaya,

Diunggah oleh

putri annhysa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan26 halaman

Lembar Data Keselamatan Bahan Kimia

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang Material Safety Data Sheet (MSDS) dari beberapa bahan kimia berbahaya seperti asam klorida (HCl), perak nitrat (AgNO3), barium klorida (BaCl2.H2O), asam asetat (CH3COOH), besi klorida (FeCl3), besi sulfat (FeSO4), asam sulfat (H2SO4), dan hidrogen peroksida (H2O2). Dokumen tersebut memberikan informasi tentang sifat kimia, bahaya,

Diunggah oleh

putri annhysa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Material Safety Data Sheet

1. HCl
a. Bahan
• Nama kimia : Hidrogen Klorida
• Rumus kimia : HCl
• Massa relative : 36,46 gram/mol
• BJ : 1,19 9/ml
• Persen % : 37%
• Kelarutan : larut dalam air pada 20°C
• Titik didih : 110°C
• Titik leleh : -27,32°C (247 K) larutan 38%
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Menyebabkan gangguan kulit dan menyebabkan gangguan mata berat
• Menyebabkan gangguan kulit
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Setelah menghirup : hirup udara segar
• Jika kontak dengan kulit
Bila terjadi kontak kulit : tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi.
Bilaslah kulit dengan air/pancuran air
• Jika kontak dengan mata
Setelah kontak pada mata : bilaslah dengan air yang banyak dengan kelopak mata
terbuka. Segera hubungi dokter mata. Lepaskan lensa kontak
• Jika tumpah
Serap dengan bahan penyerap cairan dan penetral. Teruskan ke pembuangan.
Bersihkan area yang terkena
• Jika tertelan
Beri air minum kepada korban paling banyak dua gelas
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk mengenai limbah 208/98/EC serta
peraturan nasional dan lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya.
Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti produknya
sendiri.
2. AgNO3

a. Bahan
• Nama kimia : Perak nitrat
• Rumus kimia : AgNO3
• Massa relative : 170 gram/mol
• Kelarutan : pada 20°C larut dalam air
• Titik didih : 444°C (831 °F; 717 K)
• Titik leleh : 212°C (414 °F; 485 K)
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
Dapat korosif, menyebabkan iritasi kulit, menyebabkan iritasi mata yang serius,
dan sangat toksik pada kehidupan perairan dengan efek jangka panjang.
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Setelah menghirup : hirup udara segar
• Jika kontak dengan kulit
Bila terjadi kontak kulit : bilaslah dengan air yang banyak
• Jika kontak dengan mata
Setelah kontak pada mata : bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi
dokter mata. Lepaskan lensa kontak
• Jika tumpah atau bocor
Serap dengan bahan penyerap cairan dan penetral. Teruskan ke pembuangan.
Bersihkan area yang terkena
• Jika tertelan
Beri air minum kepada korban paling banyak dua gelas dan konsultasi ke dokter
jika merasa tidak sehat
d. Penanganan limbah
Metode penanganan limbah informasi ekologis tambahan. Efek berbahaya
akibat perubahan pH. Membentuk campuran korosif dengan air walaupun jika
diencerkan. Netralisasi dimungkinkan pada pengelolaan air limbah pabrik.
Pelepasan ke lingkungan harus dihindarkan.
3. BaCl2.H2O
a. Bahan
• Nama : Barium dichloride dehydrate
• Rumus kimia : BaCl2 . H2O
• Massa relative : 244,28 g/mol
• Bj : 3,100 g/cm3
• Konsentrasi : <= 100 %
• Kelarutan : 31,2 g/100 mL (0 °C), 35,8 g/100 mL (20 °C) dan
59,4g/100 mL (100 °C).
• Titik didih : 1560 ºC
• Titik leleh : 960 ºC
• Simbol :

b. Resiko/ Bahaya
Toksisitas akut, Kategori 3, H301 Toksisitas akut, Kategori 4, H332. Toksik
bila tertelan dan berbahaya jika terhirup
c. Penanganan Pertolongan Pertama
• Jika terhirup: hirup udara segar. Cari dan dapatkan bantuan medis.
• Jika terjadi kontak dengan kulit: anggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/ pancuran air. Segera panggil
dokter.
• Jika terjadi kontak pada mata: bilaslah dengan air yang banyak. Segera
hubungi dokter mata.
• Jika tertelan: beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas).
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
lokal lainnya, tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan
dengan limbah lain dan tangani wadah kotor seperti produknya sendiri.
4. CH3COOH
a. Bahan
• Nama : Asam Asetat
• Rumus : CH3COOH
• Massa relative : 60,05 g/mol
• Bj : 1,04 g/cm3
• Konsentrasi : 90% - 100%
• Kelarutan : Larut dalam air, larut dalam etanol, larut daam eter,
larut dalam aseton, larut dalam tetraklorometana, larut dalam gliserol
• Titik didih : 118,1 °C
• Titik leleh : 16,5 °C
• Simbol :

b. Resiko/ Bahaya
Korosif dan Mudah-menyala. Mengakibatkan luka bakar yang parah. Jika
kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. Pakai
pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai. Jika
terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan
medis (tunjukkan label jika mungkin).
c. Penanganan resiko
• Jika terhirup: hirup udara segar. Cari dan dapatkan bantuan medis.
• Jika terjadi kontak dengan kulit: tanggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/ pancuran air. Segera panggil
dokter.
• Jika terjadi kontak pada mata: bilaslah dengan air yang banyak. Segera
hubungi dokter mata.
• Jika tertelan: beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas)
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah
2008/98/EC serta peraturan nasional dan lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia
dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah
kotor seperti produknya sendiri.
5. FeCl3
a. Bahan
• Nama : Besi (III) klorida
• Rumus : FeCl3
• Massa relative : 162,21 g/mol
• Bj : 2,89 g/cm3 pada 25 °C
• Kelarutannya : 920 g/l pada 20 °C Hidrolisis
• Titik didih : 315 °C
• Titik leleh : 306 °C
• Simbol :

b. Resiko/ Bahaya
Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit dan Menyebabkan kerusakan
mata yang serius.
c. Penanganan resiko
• Jika terhirup: hirup udara segar. Cari dan dapatkan bantuan medis.
• Jika terjadi kontak dengan kulit: tanggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/ pancuran air. Segera panggil
dokter.
• Jika terjadi kontak pada mata: bilaslah dengan air yang banyak. Segera
hubungi dokter mata.
• Jika tertelan: beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas)
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
lokal lainnya, tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan
dengan limbah lain dan tangani wadah kotor seperti produknya sendiri.
6. FeSO4
a. Bahan
• Nama : Besi (II) Sulfat Heptahidrat
• Rumus : FeSO4
• Massa relative : 152 g/mol
• Bj : 1,89 g/cm3 pada 20 °C
• Kelarutannya : tidak larut dalam alkohol, larut kira-kira 400 g/l pada 20 °C
• Titik leleh : > 60 °C
• Simbol :

b. Resiko/ Bahaya
• H302 Berbahaya jika tertelan.
• H315 Menyebabkan iritasi kulit.
• H319 Menyebabkan iritasi mata yang serius
c. Penanganan resiko
• Jika terhirup: hirup udara segar. Cari dan dapatkan bantuan medis.
• Jika terjadi kontak dengan kulit: tanggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/ pancuran air. Segera panggil
dokter.
• Jika terjadi kontak pada mata: bilaslah dengan air yang banyak. Segera
hubungi dokter mata.
• Jika tertelan: beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas)
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
lokal lainnya, tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan
dengan limbah lain dan tangani wadah kotor seperti produknya sendiri.
7. H2SO4
a. Bahan
• Nama : Hydrogen sulfate
• Rumus : H2SO4
• Massa relative : 98,08 g/mol
• Bj : 1,84 g/cm3 pada 20 °C
• Kelarutannya : larut pada 20 °C
• Titik leleh : -20 °C
• Simbol :

b. Resiko/ Bahaya
Menyebabkan kulit terbakar yang parah dan kerusakan mata.
c. Penanganan resiko
• Jika terhirup: hirup udara segar. Cari dan dapatkan bantuan medis.
• Jika terjadi kontak dengan kulit: tanggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/ pancuran air. Segera panggil
dokter.
• Jika terjadi kontak pada mata: bilaslah dengan air yang banyak. Segera
hubungi dokter mata.
• Jika tertelan: beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas)
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
lokal lainnya, tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan
dengan limbah lain dan tangani wadah kotor seperti produknya sendiri.
8. H2O2
a. Bahan
• Nama : Hidrogen Peroksida
• Rumus : H2O2
• Massa relative : 34,0147 g/mol
• Bj : 1,45 g/cm3
• Kelarutannya : larut dalam air pada 20 °C
• Titik didih : 107 °C
• Titik leleh : -26 °C
• Simbol :

b. Resiko/ Bahaya
• H271 Dapat mengintensifkan api; Pengoksidasi
• H318 Menyebabkan kerusakan mata berat.
c. Penanganan resiko
• Jika terhirup: hirup udara segar. Cari dan dapatkan bantuan medis.
• Jika terjadi kontak dengan kulit: tanggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/ pancuran air. Segera panggil
dokter.
• Jika terjadi kontak pada mata: bilaslah dengan air yang banyak. Segera
hubungi dokter mata.
• Jika tertelan: beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas)
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah
2008/98/EC serta peraturan nasional dan lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia
dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah
kotor seperti produknya sendiri.
9. NaOH

e. Bahan
• Nama kimia : Sodium Hydroxide
• Rumus kimia : NaOH
• Massa relative : 39,9971 gram/mol
• Kelarutan : larut dalam air
• BJ : 2,13 gr/ml
• Titik didih : 1388°C
• Titik leleh : 323°C
• Simbol :

f. Resiko/bahaya
• Korosi atau iritasi kulit
• Menyebabkan luka bakar kulit yang parah dan kerusakan mata
• Korosif terhadap logam
• Dapat merusak logam
g. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Hubungi pusat racun atau dokter jika anda merasa tidak sehat
• Jika kontak dengan kulit
Segera lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi. Bilas kulit dengan air.
Cuci pakaian yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali
• Jika kontak dengan mata
Bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepaskan lensa kontak
jika ada dan mudah dilakukan. Lanjutkan pembilasan
• Jika tertelan
Bilas mulut. Jangan paska muntah
h. Penanganan limbah
Tuangkan dalam bak dan encerkan dengan air serta netralkan. Buang dalam
pembuagan biasa
10. KI

a. Bahan
• Nama kimia : Kalium Iodida
• Rumus kimia : KI
• Massa relative : 166,00 gram/mol
• Kelarutan : 1.430 g/L pada 20°C
• BJ : 3,23 g/cm3
• Titik didih : 1.325°C
• Titik leleh : 560°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Toksisitas akut
• Kerusakan mata yang serius
• Korosi/iritasi kulit
• Menyebabkan gangguan mata berat
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Hirup udara segar. Panggil dokter
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air
• Jika kontak dengan mata
Bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter mata. Lepaskan lensa
kontak
• Jika tertelan
Segera beri korban minum air putih (dua gelas paling banyak). Periksakan ke
dokter
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah
2008/98/EC serta peraturan nasional dan lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia
dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah
kotor seperti produknya sendiri.
11. HNO3

a. Bahan
• Nama kimia : Asam Nitrat
• Rumus kimia : HNO3
• Massa relative : 63,012 gram/mol
• Kelarutan : larut dalam air
• BJ : 1,42 gr/ml
• Titik didih : 83°C (356 K)
• Titik leleh : -42°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Cairan pengoksidasi. Dapat mengintensifkan api
• Korosif terhadap logam
• Dapat merusak logam
• Korosi atau iritasi kulit.
• Menyebabkan luka bakar kulit yang parah dan kerusakan mara
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Pindahkan korban ke udara segar dan diamkan dalam posisi yang nyaman untuk
bernafas
• Jika kontak dengan kulit
Segera lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi. Bilas kulit dengan air
• Jika kontak dengan mata
Bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepaskan lensa kontak
jika ada dan mudah dilakukan.
• Jika tertelan
Bilas mulut. Jangan paska muntah
d. Penanganan limbah
Tempatkan pada wadah yang aman dan hindarkan dari tercampurnya dengan
bahan alkohol karena dapat menyebabkan kebakaran
12. KMnO4

a. Bahan
• Nama kimia : Potassium Permangante
• Rumus kimia : KMnO4
• Massa relative : 158,03 gram/mol
• BJ : 2,703 gr/ml
• Titik lebur : 240°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Padatan pengoksidasi
• Toksisitas akut
• Kerusakan mata serius
• Korosi atau iritasi kulit.
• Toksisitas terhadap reproduksi
• Toksisitas pada organ sasaran spesifik- paparan berulang, penghirupan
• Bahaya akuatik akut atau jangka pendek
• Bahaya akuatik kronis atau jangka panjang
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Hirup udara segar. Panggil dokter
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilas kulit dengan air.
Segera panggil dokter
• Jika kontak dengan mata
Bilas dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter mata. Lepaskan lensa
mata
• Jika tertelan
Berikan air minum kepada korban (paling banyak dua gelas), hindari muntah.
Segera panggil dokter. Jangan mencoba mentralisir
d. Penanganan limbah
Non halogen
13. NH4OH

a. Bahan
• Nama kimia : Amonium Hidroksida
• Rumus kimia : NH4OH
• Massa relative : 35 gram/mol
• Kelarutan : larut dalam air (1000000 mg/L suhu 20°C)
• Titik lebur : 250°C
• Titik didih : 27°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Menyebabkan luka bakar
• Sangat beracun untuk organisme air
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Hirup udara segar. Panggil dokter
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilas kulit dengan air.
Segera panggil dokter
• Jika kontak dengan mata
Bilas dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter mata. Lepaskan lensa
kontak
• Jika tertelan
Berikan air minum kepada korban (paling banyak dua gelas), Segera panggil
dokter jika merasa tidak sehat
• Jika tumpah atau bocor
Hindari penghisap debu, evakuasi dari daerah berbahaya, ambil dalam keadaan
kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan area yang terkena,dan hindari
pembentukan debu
d. Penanganan limbah
Sebelum dibuang, limbah perlu dilakukan netralisasi dan pengenceran yang
sesuai dengan asam kuat nonoksidasi seperti HCl
14. NH4Cl

a. Bahan
• Nama kimia : Amonium Klorida
• Rumus kimia : NH4Cl
• Massa relative : 53,49 gram/mol
• BJ : 153 g/cm3
• Kelarutan : larut dalam air (244 g/L suhu 15°C) dan amoniak
• Titik lebur : 350°C
• Titik didih : 520°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Berbahaya jika tertelan
• Menyebabkan iritasi mata yang serius
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika terhirup
Hirup udara segar. Panggil dokter
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilas kulit dengan air.
Segera panggil dokter
• Jika kontak dengan mata
Bilas dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter mata. Lepaskan lensa
kontak
• Jika tumpah atau bocor
Hindari penghisap debu, evakuasi dari daerah berbahaya, ambil dalam keadaan
kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan area yang terkena,dan hindari
pembentukan debu
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
local lainnya. Tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan dicampurkan
dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti produknya sendiri.
15. NaCl

a. Bahan
• Nama kimia : Natrium Klorida
• Rumus kimia : NaCl
• Massa relative : 58,44 gram/mol
• Kelarutan : mudah larut dalam air dingin dan air panas,
larut dalam gliserol dan ammonia dan tidak larut dalam asam klorida
• Titik didih : 1465°C
• Titik leleh : 801°C
• Simbol :-

b. Resiko/bahaya
• Bukan bahan dan campuran berbahaya

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika terhirup
Setelah menghirup : hirup udara segar
• Jika kontak dengan kulit
Bila terjadi kontak kulit : tanggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/pancuran air
• Jika kontak dengan mata
Setelah kontak pada mata : bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi
dokter mata. Lepaskan lensa kontak
• Jika tertelan
Beri air minum kepada korban paling banyak dua gelas dan konsultasi ke
dokter jika merasa tidak sehat

d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan
dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti produknya
sendiri.
16. NaNO3

e. Bahan
• Nama kimia : Nitric acid sodium salt
• Rumus kimia : NaNO3
• Massa relative : 84,99 gram/mol
• Kelarutan : larut dalam air (92,1 g/ml) larut dalam
etanol. Larut dalam methanol. Larut dalam amonia
• Titik lebur : 306°C
• Titik didih : 380°C
• Simbol :

f. Resiko/bahaya
• Dapat mengintensifkan api, pengoksidasi

• Berbahaya jika tertelan

g. Penanganan pertolongan pertama


• Jika terhirup
Setelah menghirup : hirup udara segar
• Jika kontak dengan kulit
Bila terjadi kontak kulit : tanggalkan segera semua pakaian yang
terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/pancuran air
• Jika kontak dengan mata
Setelah kontak pada mata : bilaslah dengan air yang banyak.
• Jika tertelan
Beri air minum kepada korban paling banyak dua gelas dan konsultasi ke
dokter jika merasa tidak sehat

h. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan
dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti produknya
sendiri.
17. MnCl2.4H2O

a. Bahan
• Nama kimia : Mangan (ll) klorida tetrahidrat
• Rumus kimia : MnCl2.4H2O
• Massa relative : 197,90 gram/mol
• Kelarutan : 1.980 g/l pada 20°C 757 g/l pada 20°C
• Titik lebur : 58°C
• Titik didih : 1.190°C pada 1.013 hpa
• Simbol :

b. Resiko/bahaya

• Toksik bila tertelan


• Menyebabkan kerusakan mata yang serius
• Dapat menyebabkan kerusakan pada organ (otak) melalui perpanjangan atau
paparan berulang
c. Penanganan pertolongan pertama
• Jika tertelan
Beri air minum (paling banyak dua gelas). Segera cari anjuran pengobatan.
• Jika kontak dengan mata
Bilas dengan seksama dengan air untuk beberapa menit. Lepaskan lensa
kontak jika memakainya dan mudah melakukannya. Lanjutkan membillas
• Jika terhirup
Hirup udara segar. Panggil dokter
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air. Periksakan ke dokter
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan
lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan
dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti produknya
sendiri.
18. Na2CO3

a. Bahan
• Nama kimia : Sodium carbonate anhydrous
• Rumus kimia : Na2CO3
• Massa relative : 105,99 gram/mol
• Kelarutan : 212,5 g/l pada 20°C
• Titik lebur : 854°C
• Titik didih : 300°C pada 1.013 hpa
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
Menyebabkan iritasi mata yang serius

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika tertelan
Beri air minum (paling banyak dua gelas). Segera cari anjuran pengobatan.
Hanya di dalam kasus khusus, jika pertolongan tidak tersedia dalam satu jam,
rangsang untuk muntah (hanya jika korban tidak sadarkan diri), telan karbon
aktif and konsultasikan kepada dokter secepatnya.
• Jika kontak dengan mata
bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter [Link] lensa
kontak.
• Jika terhirup
Hirup udara [Link] napas terhenti: berikan napas buatan mulut ke mulut
atau secara mekanik. Berikan masker oksigen jika [Link] hubungi
dokter.
• Jika kontak dengan kulit
Bilaslah dengan air yang banyak
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.
19. KNO2

a. Bahan
• Nama kimia : Kalium Nitrat
• Rumus kimia : KNO2
• Massa relative : 101,10 gram/mol
• Kelarutan : 320 g/l pada 20°C
• Titik lebur : 334°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
Dapat mengintensifkan api; pengoksidasi

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika tertelan
Beri air minum (paling banyak dua gelas). Segera cari anjuran pengobatan.
Hanya di dalam kasus khusus, jika pertolongan tidak tersedia dalam satu jam,
rangsang untuk muntah (hanya jika korban tidak sadarkan diri), telan karbon
aktif and konsultasikan kepada dokter secepatnya.
• Jika kontak dengan mata
bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter [Link] lensa
kontak.
• Jika terhirup
Hirup udara [Link] napas terhenti: berikan napas buatan mulut ke mulut
atau secara mekanik. Berikan masker oksigen jika [Link] hubungi
dokter.
• Jika kontak dengan kulit
Bilaslah dengan air yang banyak
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.
20. (NH4)2SO4

e. Bahan
• Nama kimia : Ammonium Sulphate
• Rumus kimia : (NH4)2SO4
• Massa relative : 132.14 gram/mol
• Kelarutan : 754 g/l pada 20°C
• Simbol :

f. Resiko/bahaya
Tidak ada bahan berbahaya menurut Peraturan (EC) No.1907/2006.
g. Penanganan pertolongan pertama
• Jika tertelan
Segera beri korban minum air putih (dua gelas paling banyak). Periksakan ke
dokter.
• Jika kontak dengan mata
bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter [Link] lensa
kontak.
• Jika terhirup
Hirup udara segar
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air/ pancuran air
h. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.
21. (NH4)2CO3

a. Bahan
• Nama kimia : Ammonium Carbonate
• Rumus kimia : (NH4)2CO3
• Massa relative : 157.13 gram/mol
• Kelarutan : 320 g/l pada 20°C
• Tekanan uap : 69 hPa pada 20°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Berbahaya jika tertelan.
• Menyebabkan iritasi kulit.
• Menyebabkan kerusakan mata yang serius

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika tertelan
Segera beri korban minum air putih (dua gelas paling banyak). Periksakan ke
dokter.
• Jika kontak dengan mata
bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter [Link] lensa
kontak.
• Jika terhirup
Hirup udara segar
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air/ pancuran air
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.
22. Amil alkohol

a. Bahan
• Nama kimia : Amil alkohol
• Rumus kimia : (CH₃)₂CHCH₂CH₂OH
• Massa relative : 88.15 g/mol
• Kelarutan : larut dalam air
• Titik lebur : -117°C
• Titik didih : 130°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Cairan dan uap yang mudah terbakar.
• Menyebabkan iritasi kulit.
• Menyebabkan kerusakan mata yang serius.
• Berbahaya jika terhirup.
• Dapat menyebabkan iritasi pernafasan

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika kontak dengan mata
bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter mata.
• Jika terhirup
hirup udara bersih. Segera hubungi dokter. Jika napas terhenti: segera berikan
pernapasan buatan secara mekanik, jika diperlukan berikan oksigen
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air/ pancuran air. Periksakan ke dokter
d. Penanganan limbah
Tawarkan kelebihan larutan dan larutan yang tak bisa didaur-ulang kepada
perusahaan pembuangan limbah yang ternama. Bakarlah dalam insinerator kimia
dilengkapi dengan afterburner dan scrubber tapi lakukan dengan sangat hati-hati
dalam penyulutan karena bahan ini sangat mudah terbakar. Kemasan yang telah
tercemar Buang sebagai produk yang tidak digunakan.
23. Zinc acetate, 2N

a. Bahan
• Nama kimia : Zinc acetate
• Rumus kimia : ZnC4H6O4
• Massa relative : 219,50 gram/mol
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Toksik terhadap kehidupan perairan

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika tertelan
Bilas mulut. Jangan paksa muntah
• Jika kontak dengan mata
bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter [Link] lensa
kontak.
• Jika terhirup
Hirup udara segar
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air/ pancuran air
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.
24. CCl4

a. Bahan
• Nama kimia : Tetrachloromethane
• Rumus kimia : CCl4
• Massa relative : 153.82 gram/mol
• Kelarutan : larut dalam air 0,8461 g/l pada 20°C
• Titik lebur : -22,99°C
• Titik didih : 77 °C pada 1.013 hPa
• Simbol :

b. Resiko/bahaya
• Toksik jika tertelan, kontak dengan kulit atau jika terhirup.
• Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.
• Diduga menyebabkan kanker.
• Menyebabkan kerusakan pada organ melalui paparan yang lama
atau berulang.

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika tertelan
Jangan menyebabkan muntah. Jangan pernah memberikan apapun melalui
mulut kepada orang yang tidak sadar. Bilas mulut dengan air. Konsultasikan
dengan dokter.
• Jika kontak dengan mata
Bilas dengan air yang banyak selama minimal 15 menit dan konsultasikan
dengan dokter.
• Jika kontak dengan kulit
Cuci bersih dengan sabun dan air yang banyak. Larikan/membawa korban
segera ke rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.
25. Mg(NO3)2.6H2O

a. Bahan
• Nama kimia : Magnesium Nitrate (hexahydrate)
• Rumus kimia : Mg(NO3)2.6H2O

• Massa relative : 256.41 g/mol


• Kelarutan : larut dalam air 0,8461 g/l pada 20°C
• Titik lebur : 89°C
• Titik didih : 330°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya

Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut Peraturan (EC) No


1272/2008

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika terhirup
Pindahkan orang ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan
buatan. Konsultasikan dengan dokter.
• Jika kontak dengan mata
Bilas mata dengan air sebagai tindakan pencegahan.
• Jika kontak dengan kulit
Bilas dengan sabun dan banyak air. Segera bawa korban ke rumah sakit.
Konsultasikan dengan dokter. Perawatan pertama dengan pasta kalsium
glukonat
• Jika tertelan
Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak
sadarkan diri. Bilas mulut dengan air. Konsultasikan dengan dokter
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.
26. NaHCO3

a. Bahan
• Nama kimia : Sodium hydrogen carbonate
• Rumus kimia : NaHCO3
• Massa relative : 84.01 gram/mol
• Kelarutan : larut dalam air 96 g/l pada 20°C
• Titik lebur : 270°C
• Simbol :

b. Resiko/bahaya

Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni


Eropa

c. Penanganan pertolongan pertama


• Jika tertelan
Beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas). Konsultasi kepada
dokter jika merasa tidak sehat.
• Jika kontak dengan mata
Bilaslah dengan air yang banyak. Lepaskan lensa kontak
• Jika kontak dengan kulit
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air/ pancuran air
• Jika kontak dengan kulit
Hirup udara segar
d. Penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC
serta peraturan nasional dan lokal [Link] bahan kimia dalam wadah
aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri.

Anda mungkin juga menyukai