PEMBENTUKAN SATUAN INFANTERI YANG MODERN
DAN BERTEKNOLOGI TINGGI GUNA MENCAPAI TUGAS POKOK
INFANTERI TNI ANGKATAN DARAT
PENDAHULUAN
TNI AD sebagai bagian dari TNI memiliki tugas pokok menegakkan kedaulatan
negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa
dan negara di darat. Untuk mendukung tercapainya tugas pokok secara optimal, maka
TNI AD membangun postur TNI AD berupa kekuatan, kemampuan dan gelar satuan
secara efektif, efisien dan modern serta berdaya guna. Peran TNI AD sebagai alat negara
di bidang pertahanan matra darat yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan
kebijakan dan keputusan politik negara dan melaksanakan tugas pokok sebagai bagian
dari TNI. Tugas pokok tersebut dijabarkan dalam tugas-tugas yang meliputi:
Melaksanakan tugas TNI matra darat di bidang pertahanan, yaitu dengan melakukan
operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP),
Melaksanakan tugas TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan
negara lain, Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan
matra darat, serta Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat. Dalam
pembangunan sistem pertahanan dan keamanan suatu negara, peran alat utama sistem
persenjataan (Alutsista) terbilang sangat vital jika dibandingkan dengan yang lain, karena
selain untuk sarana pertahanan negara, Alutsista juga menjadi bagian penting dalam
menjaga keamanan suatu negara dari ancaman negara-negara lain yang datang
(Sudarsono, 2008). Saat ini pemerintah tengah mendorong investasi pertahanan serta
secara simultan mengupayakan adopsi teknologi utama untuk mewujudkan transformasi
pertahanan. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI dalam beberapa periode
terakhir ini juga terus mengadakan perjanjian kerjasama dengan berbagai negara
termasuk dalam hal pengadaan Alutsista. Pada tanggal 3 Februrari 2023 pemerintah telah
melaksanakan penandatanganan kontrak dengan pihak penyedia yaitu Turkish Aerospace
dalam rangka pembelian 12 drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ANKA dari Turki.
Di dalam tubuh TNI Angkatan Darat sendiri, melengkapi prajurit Infanteri sebagai pasukan
terbesar dengan peralatan yang mutakhir (Drone, Optronik, Alkapsus dll) merupakan hal
penting untuk memastikan prajurit mampu merespons terhadap ancaman terkini. Tugas
pokok satuan Infanteri adalah melaksanakan pertempuran darat jarak dekat di darat dan
tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh komando atas dengan mencari, mendekati,
2
menghancurkan dan menawan musuh serta merebut, menguasai atau mempertahankan
medan, baik berdiri sendiri maupun dalam hubungan satuan yang lebih besar. Dalam
melaksanakan pertempuran jarak dekat tersebut dilaksanakan dengan menggunakan alat
peralatan ringan. Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut, maka Infanteri ditata,
dibina dan disusun dalam suatu organisasi satuan yang bersifat operasional taktis. Satuan
Infanteri dalam rangka melaksanakan tugas pokoknya dituntut selalu siap untuk
menghadapi ancaman yang mungkin timbul baik dari dalam maupun dari luar yang mana
hal tersebut tentunya akan lebih mudah dicapai dengan adanya modernisasi Alutsista
satuan Infanteri antara lain berupa pemenuhan Optronik, Alkapsus dan Sistem
Pengawasan/Pengintaian Tanpa Awak dari udara dipersenjatai yang dapat digunakan
untuk melaksanakan pemantauan wilayah sekitar. Fungsi UAV atau Drone akan menjadi
sangat krusial karena perannya sebagai unit ISTAR (Intelligence, Surveillance,
Recconnaissance, Target and Acquisition). Drone dapat digunakan dalam menentukan
koordinat musuh, melakukan pengamatan lokasi sasaran, bahkan melakukan
penyerangan. Satuan Infanteri TNI AD saat ini belum memiliki peralatan modern yang
memadai, seperti halnya Optronik, Alkapsus maupun Sistem Pengawasan/Pengintaian
tanpa awak dari udara dipersenjatai sebagai salah satu alat surveillance system dan
combat system yang berguna untuk mengambil rekaman video sasaran dari udara sampai
jauh ke daerah musuh, terutama untuk pengintaian/pengamanan serta dapat
melaksanakan tugas pertempuran dan serangan khususnya untuk misi-misi dengan
resiko tinggi dalam membantu pasukan manuver depan. Kebutuhan sistem
pengawasan/pengintaian tanpa awak dari udara dipersenjatai sangat mendesak terutama
untuk melaksanakan tugas-tugas operasi saat ini seperti pengamanan daerah rawan di
Papua, Papua Barat serta pengamanan perbatasan di Papua, Kalimantan dan Atambua.
Modernisasi Alutsista yang dilaksanakan termasuk pengadaan Optronik, Drone dan
Alkapsus lainnya untuk seluruh satuan Infanteri TNI Angkatan Darat tentunya memerlukan
biaya yang tidak sedikit, sehingga diperlukan perencanaan dan strategi yang tepat
didalam implementasinya. Mencermati latar belakang permasalahan di atas, maka dapat
kita identifikasi persoalan yang ada yaitu : Pertama, Bagaimana konsep implementasi
modernisasi Alutsista Satuan Infanteri (Optronik, Drone, Alkapsus dll) yang paling tepat
khususnya bagi satuan yang melaksanakan tugas operasi ditinjau dari segi
pengorganisasian, efektifitas serta efisiensi anggaran?; Kedua, Faktor-faktor apa saja
yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan modernisasi Alutsista Satuan Infanteri?;
Ketiga, Jenis perlengkapan modern apa saja yang saat ini dibutuhkan di Satuan
Infanteri?; Keempat, Bagaimana upaya Komandan Satuan dalam mempersiapkan SDM
(anggota di satuan dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang militer?;
3
Kelima, Langkah apa yang harus diambil oleh TNI AD khususnya Korps Infanteri agar
siap menyongsong Modernisasi Alutsista? Dari beberapa permasalahan atau persoalan
tersebut, maka dapat ditarik suatu rumusan masalah sebagai berikut : PEMBENTUKAN
SATUAN INFANTERI YANG MODERN DAN BERTEKNOLOGI TINGGI GUNA
MENCAPAI TUGAS POKOK INFANTERI TNI ANGKATAN DARAT ?
Pembahasan mengenai pembentukan satuan Infanteri yang modern dan
berteknologi tinggi guna menciptakan satuan Infanteri yang modern dan berteknologi
tinggi dirasakan penting untuk dibahas, mengingat perkembangan di dunia militer saat
ini khususnya bidang teknologi sangat pesat. Dalam penulisan ini metode yang
digunakan dengan metode penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk
menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, dengan
menyajikan, menganalisis dan menginterpretasikannya. Adapun nilai guna dari penulisan
esai ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang tepat dan mampu
mendorong perkembangan Alutsista di satuan Infanteri. Maksud dari penulisan ini adalah
untuk memberikan gambaran mengenai pembentukan satuan Infanteri yang modern.
Sedangkan tujuan penulisan ini adalah sebagai sumbang saran dan pemikiran serta
bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil kebijakan lebih lanjut. Adapun
ruang lingkup pembahasan meliputi pendahuluan, pembahasan dan penutup, dibatasi
pada aspek-aspek sesuai dengan pokok-pokok persoalan yang telah dikemukakan
sebelumnya.
Pembahasan
Dalam pembangunan sistem pertahanan dan keamanan suatu negara, peran alat
utama sistem persenjataan (Alutsista) terbilang sangat vital jika dibandingkan dengan
yang lain, karena selain untuk sarana pertahanan negara, Alutsista juga menjadi bagian
penting dalam menjaga keamanan suatu negara dari ancaman negara-negara lain. Tugas
pokok satuan Infanteri adalah melaksanakan pertempuran darat jarak dekat di darat dan
tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh komando atas dengan mencari, mendekati,
menghancurkan dan menawan musuh serta merebut, menguasai atau mempertahankan
medan, baik berdiri sendiri maupun dalam hubungan satuan yang lebih besar. Dalam
melaksanakan pertempuran jarak dekat tersebut dilaksanakan dengan menggunakan alat
peralatan ringan. Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut, maka Infanteri ditata,
dibina dan disusun dalam suatu organisasi satuan yang bersifat operasional taktis. Satuan
Infanteri dalam rangka melaksanakan tugas pokoknya dituntut selalu siap untuk
menghadapi ancaman yang mungkin timbul baik dari dalam maupun dari luar yang mana
hal tersebut tentunya akan lebih mudah dicapai dengan adanya modernisasi Alutsista
4
satuan Infanteri. Dalam penulisan ini, akan dibahas mengenai Pembentukan satuan
Infanteri yang modern dan berteknologi tinggi guna mencapai tugas pokok Infanteri TNI
angkatan darat.
Saat ini pemerintah tengah mendorong investasi pertahanan serta secara simultan
mengupayakan adopsi teknologi utama untuk mewujudkan transformasi pertahanan.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI dalam beberapa periode terakhir ini juga
terus mengadakan perjanjian kerjasama dengan berbagai negara termasuk dalam hal
pengadaan Alutsista. Pada tanggal 3 Februrari 2023 pemerintah telah melaksanakan
penandatanganan kontrak dengan pihak penyedia yaitu Turkish Aerospace dalam rangka
pembelian 12 Drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ANKA dari Turki. Di dalam
tubuh TNI Angkatan Darat sendiri, melengkapi prajurit Infanteri sebagai pasukan terbesar
dengan peralatan yang mutakhir (Drone, Optronik, Alkapsus dll) merupakan hal penting
untuk memastikan prajurit mampu merespons terhadap ancaman terkini.
Konsep implementasi modernisasi Alutsista Satuan Infanteri (Optronik, Drone,
Alkapsus dll) yang paling tepat khususnya bagi satuan yang melaksanakan tugas
operasi ditinjau dari segi pengorganisasian. Berdasarkan data dan fakta terkait
Alutsista satuan Infanteri saat ini masih masih harus ditingkatkan guna menunjang tugas
operasi. Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia yang selanjutnya disebut
Alutsista TNI adalah alat peralatan utama beserta pendukungnya yang merupakan suatu
sistem senjata yang memiliki kemampuan untuk pelaksanaan tugas pokok TNI." Saat ini
kebanyakan satuan Infanteri masih menggunakan Alutsista buatan lama bila dihadapkan
dengan perkembangan dan spektrum ancaman yang kemungkinan terjadi dengan
persenjataan yang saat ini masih digunakan satuan Infanteri akan sedikit kesulitan.
Mengingat tugas dan tantangan satuan Infanteri kedepan semakin berat seiring dengan
perkembangan zaman. Implementasi modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem
Persenjataan) merujuk pada upaya untuk memperbarui dan meningkatkan sistem
persenjataan militer atau peralatan militer suatu negara agar lebih efisien, efektif, dan
sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan strategis. Modernisasi Alutsista
adalah bagian penting dari upaya pertahanan dan keamanan nasional sebuah negara
untuk menjaga kemampuan militernya agar tetap relevan dan dapat menghadapi
ancaman yang berkembang. Berdasarkan pengalaman penugasan di daerah Papua
khususnya di daerah pegunungan keberadaan Optronik (Trijicon, NVG), Drone, dan
Alkapsus sangat penting guna mendukung pelaksanaan tugas Patroli, mengingat kondisi
wilayah Papua pegunungan yang sangat bervariasi dan mempunyai medan yang cukup
sulit. Penggunaan Optronik (Trijicon, NVG), Drone, dan Alkapsus juga mengurangi resiko
5
kerugian personel dalam pelaksanaan Patroli. Dihadapkan dengan pengorganisasian
minimal di dalam satu Tim Patroli harus ada 1 unit Drone dengan awak operatornya,
Trijicon harus dibekali untuk para penembak-penembak senapan di Tim Patroli, serta
Alkapsus seperti Bodyvest dan Hp Satelit untuk berkomunikasi. Faktor-faktor apa saja
yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan modernisasi Alutsista Satuan
Infanteri. Berdasarkan data dan fakta terkait faktor-faktor yang harus dipertimbangkan
dalam modernisasi Alutsista satuan Infanteri diantaranya: Pertama; Keamanan nasional,
modernisasi Alutsista harus berpedoman pada kebutuhan dan potensi ancaman
keamanan nasional yang kemungkinan terjadi, sehingga menjadi dasar untuk
menentukan jenis Alutsista yang digunakan. Kedua; Anggaran, ketersediaan anggaran
merupakan faktor penting dalam modernisasi Alutsista karena, dalam modernisasi
Alutsista membutuhkan dana Investasi yang cukup besar. Sehingga perencanaan
anggaran yang baik dan berkelanjutan harus dipertimbangkan. Ketiga; Teknologi,
kemajuan teknologi memiliki dampak besar dalam modernisasi Alutsista, sehingga
pemilihan teknologi yang sesuai dan memiliki daya tahan serta kemampuan yang baik
harus menjadi fokus utama. Keempat; Kesiapan personel merupakan hal yang penting,
karena dengan modernisasi Alutsista dibutuhkan personel/SDM yang mampu
mengoperasikan Alutsista tersebut sehingga perlu diadakan pelatihan atau kursus.
Kelima; Keberlanjutan, modernisasi Alutsista harus mempertimbangkan keberlanjutan
jangka panjang termasuk pemeliharaan, perbaikan, dan kemampuan untuk meng-upgrade
sistem pada masa mendatang. Keenam; Prioritas, memprioritaskan modernisasi Alutsista
berdasarkan urgensi dan relevansi untuk mencapai tujuan militer yang ditetapkan.
Ketujuh; Riset dan pengembangan, investasi dalam riset dan pengembangan teknologi
militer sangat penting untuk menghasilkan Alutsista yang lebih efisien dan efektif dalam
jangka panjang. Kedelapan; Faktor politik dan strategis, keputusan dalam modernisasi
Alutsista sering memiliki implikasi politik dan strategis yang luas terhadap negara lain.
Kesembilan; Dampak Lingkungan, modernisasi Alutsista juga harus mempertimbangkan
dampaknya terhadap lingkungan. Pemilihan teknologi yang lebih ramah lingkungan dapat
menjadi pertimbangan penting. Kesepuluh; Ketersediaan pasokan dan logistik, pastikan
bahwa Alutsista yang dipilih memiliki pasokan dan dukungan logistik yang memadai untuk
menjaga ketersediaan dan kesiapan operasional. Jenis perlengkapan modern apa saja
yang saat ini dibutuhkan di Satuan Infanteri? Seiring dengan perkembangan teknologi
dan ancaman perang kedepan yang saat ini berbasis perang modern dengan
menggunakan kemajuan teknologi khususnya dibidang militer. Maka diperlukan satuan
Infanteri yang memiliki perlengkapan dan Alutsista yang modern guna menunjang tugas
pokok satuan Infateri. Dihadapkan dengan spektrum ancaman satuan Infanteri kedepan
6
diperlukan perlengkapan modern seperti; Drone, Night Vision Goggle, Trijicon, Range
Finder, Bodyvest, Alkom yang canggih guna mendukung komunikasi, kendaraan lapis
baja untuk pertempuran kota, yang saat ini sudah ada namun tidak semua satuan
Infanteri memilikinya. Penggunaan Drone mengurangi resiko kerugian personel dalam
pelaksanaan Patroli. Pada saat pasukan melaksanakan Patroli Drone diterbangkan
terlebih dahulu dengan jarak 25-50 meter ke depan apabila aman baru pasukan bergerak
menuju ke titik yang telah ditentukan. Selain itu pasukan Infanteri sebaiknya dibekali
dengan alat optik seperti Trijicon. Penggunaan Trijicon di daerah penugasan khususnya
Papua sangat penting mengingat medan yang sangat bervariasi dan kemampuan musuh
yang lebih menguasai medan. Penggunaan Trijicon bagi prajurit Infanteri sangat penting
untuk pertempuran jarak dekat maupun jarak jauh, kita dapat dengan cepat membidik
musuh dengan menggunakan Trijicon. Selain Trijicon satuan Infanteri juga harus
dilengkapi dengan Night Vision Goggle. Dihadapkan dengan medan tugas seperti di
Papua yang bervariasi, pasukan kita pada saat bergerak di siang hari lebih sering
dihadang oleh musuh, dikarenakan musuh lebih memahami dan menguasai medan.
Penggunaan NVG sangat penting bagi prajurit Infanteri pada saat bergerak malam,
mengingat KKB/KSTP sangat jarang bergerak di malam hari. Serta alkapsus seperti
Bodyvest,dan Hp Satelit guna mendukung tugas operasi di daerah penugasan.
Penggunaan Hp Satelit sangat penting digunakan di daerah pegunungan Papua karena
belum adanya sinyal, dan Radio yang di gunakan terkadang sulit untuk berkomunikasi
dikarenakan medan dan situasi alam di Papua, sehingga diperlukan alat komunikasi
berupa Hp Satelit. Bagaimana upaya Komandan Satuan dalam mempersiapkan SDM
(anggota) di satuan dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang militer?
Upaya komandan satuan dalam mempersiapkan SDM (anggota) dalam menghadapi
perkembangan teknologi dibidang militer khususnya yaitu dengan, Pertama; Mengikut
sertakan personelnya pada saat ada pelatihan/kursus atau Dik Bangspes yang bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan prajurit. Kedua; Memberikan pemahaman tentang
pentingnya perkembangan teknologi di bidang militer. Ketiga; Mencari referensi/bujuk
yang berkaitan tentang penggunaan Alutsista modern. Keempat; Melaksanakan latihan
dengan menggunakan Alutsista modern. Langkah apa yang harus diambil oleh TNI AD
khususnya Korps Infanteri agar siap menyongsong Modernisasi Alutsista? Langkah
yang harus diambil oleh TNI AD khususnya Korps Infanteri antara lain; Pertama; Evaluasi
kebutuhan, lakukan evaluasi mendalam terhadap kebutuhan Alutsista yang sesuai dengan
misi dan tugas Korps Infanteri. Identifikasi alat dan peralatan yang perlu diperbarui atau
ditingkatkan guna mendukung tugas kedepan yang semakin kompleks. Kedua;
Penyusunan rencana strategis, buat rencana strategis jangka panjang yang mencakup
7
modernisasi Alutsista. Rencana ini harus memperhitungkan kebutuhan anggaran, waktu,
dan prioritas modernisasi sehingga tepat sasaran dan tepat guna. Ketiga; Anggaran yang
memadai, pastikan tersedianya anggaran yang memadai untuk modernisasi Alutsista. Ini
mencakup pembiayaan pembelian peralatan baru, pelatihan personel, dan pemeliharaan
peralatan Alutsista. Keempat; Kolaborasi dengan industri pertahanan, jalin kemitraan
dengan industri pertahanan lokal maupun internasional untuk mengakses teknologi
terbaru dan mendukung pengembangan Alutsista yang sesuai dengan kebutuhan satuan
Infanteri. Kelima; Pelatihan dan pendidikan, berikan pelatihan dan pendidikan kepada
personel Korps Infanteri tentang penggunaan peralatan baru dan teknologi terkini.
Pastikan personel memiliki pengetahuan teknis yang cukup untuk mengoperasikan dan
memelihara peralatan dengan baik sehingga SDM yang dimiliki satuan Infanteri memiliki
kemampuan yang handal dalam mengawaki Alutsista modern. Keenam; Pengujian dan
evaluasi, lakukan pengujian dan evaluasi menyeluruh terhadap peralatan baru sebelum
penggunaan operasional. Pastikan bahwa peralatan tersebut dapat berfungsi dengan baik
dalam berbagai kondisi medan dan cuaca sehingga meminimalisir kerugian baik materil
maupun personel. Ketujuh; Manajemen logistik, perbarui sistem manajemen logistik
untuk memastikan pasokan suku cadang dan perawatan teratur untuk peralatan modern.
Lakukan perencanaan logistik yang efisien untuk meminimalkan downtime peralatan
sehingga Alutsista yang dimiliki siap digunakan kapan pun. Kedelapan; Pembinaan
kepemimpinan, latih para pemimpin di Korps Infanteri untuk memahami dan mengelola
peralatan modern serta memimpin personel dengan efektif dalam penggunaan teknologi
terkini. Kesembilan; Pengembangan doktrin dan taktik, Kembangkan doktrin dan taktik
yang sesuai dengan kemampuan peralatan baru sehingga terjadi keselarasan antara
Doktrin dan Alutsista yang digunakan sehingga relevan dengan perkembangan zaman.
Pelajari cara terbaik untuk memanfaatkan teknologi dalam tugas-tugas Infanteri.
Kesepuluh; Pengadaan berbasis prioritas, tetapkan prioritas dalam pengadaan Alutsista
sesuai dengan tingkat urgensi dan relevansinya untuk tugas-tugas operasional sehingga
Alutsista yang digunakan sesuai dengan tugas dan fungsinya dihadapkan dengan
perkembangan zaman. Kesebelas; Integrasi bersama, pastikan peralatan baru dapat
berintegrasi dengan Alutsista lain didalam satuan TNI AD (korps lainnya) dan dengan
unsur-unsur lain dalam TNI dalam konteks pertahanan nasional yang bersifat gabungan
sehingga terbentuk kekuatan yang solid dan kuat. Keduabelas; Evaluasi berkala, terus
melakukan evaluasi berkala terhadap modernisasi Alutsista dan selalu mengikuti
perkembangan teknologi terbaru sehingga satuan Infanteri tidak ketinggalan dengan
perkembangan zaman. Ketigabelas; Hubungan dengan pihak eksternal, jalin hubungan
yang kuat dengan pihak eksternal, termasuk mitra militer dan industri pertahanan, untuk
8
memantau perkembangan teknologi dan peluang kerjasama untuk menunjang Alutsista
yang modern. Keempatbelas; Kesadaran anggota, tingkatkan kesadaran anggota korps
Infanteri tentang pentingnya modernisasi Alutsista dan dampaknya pada kemampuan
operasional. Kelimabelas; Penyusunan Roadmap, buat roadmap modernisasi jangka
panjang yang dapat memandu langkah-langkah modernisasi dalam beberapa tahun ke
depan.
Penutup
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu
perkembangan Alutsista saat ini sangat pesat seiring dengan kemajuan teknologi
khususnya dibidang militer, sehingga sangat penting untuk meningkatkan Alutsista yang
dimiliki satuan Infanteri saat ini. Dalam modernisasi Alutsista ada beberapa faktor yang
harus diperhatikan antara lain keamanan nasional, ketersediaan anggaran, kemajuan
teknologi, kesiapan personel, mempertimbangkan kemampuan jangka Panjang,
memprioritaskan Alutsista yang dibeli sesuai dengan urgensi dan relevansi,
mengembangkan riset teknologi militer, faktor politik dan strategis, ketersediaan pasokan
logistik, serta memperhatikan dampak lingkungan dalam pemilihan teknologi yang
digunakan. Upaya komandan satuan dalam menyiapkan personel dengan menghadapi
perkembangan tenologi di bidang militer yaitu dengan mengikutsertakan anggotanya
untuk mengikuti kursus, pendidikan atau pun pelatihan yang diselenggarakan oleh TNI AD
khususnya satuan Infanteri. Langkah yang harus diambil oleh TNI AD khususnya Korps
Infanteri agar siap menyongsong Modernisasi Alutsista yaitu; melakukan evaluasi
kebutuhan, menyusun rencana strategis, memiliki anggaran yang memadai, menjalin
kemitraan dengan industri pertahanan lokal maupun dengan negara lain, memberikan
pelatihan dan pendidikan kepada personel korps Infanteri, melakukan pengujian dan
evaluasi, menejemen logistik dan perencanaan, pengembangan doktrin dan taktik,
menyusun Roadmap modernisasi jangka panjang, serta dengan meningkatkan kesadaran
anggota korps Infanteri tentang pentingnya modernisasi Alutsista.
Melalui penulisan ini saran yang ingin disampaikan antara lain : Pertama; perlunya
peningkatan Alutsista satuan Infanteri guna menunjang tugas kedepan yang semakin
kompleks. Kedua; perlunya peningkatan kemampuan prajurit dengan pelatihan, kursus
ataupun dikbangspes. Ketiga; mengadakan latihan bersama dengan negara lain yang
memliki persenjataan yang lebih modern. Keempat; mengadakan kerjasama militer
dengan satuan Infanteri dengan negara lain.
9
Demikianlah tulisan ini disusun, semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat
digunakan sebagai acuan dan wahana baru sekaligus sebagai saran dan pertimbangan
dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.
Narbuko, Cholid & Achmadi, Abu. (2015). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
Diakses dari [Link]
Menteri-Pertahanan-Nomor-17-Tahun-2014-tentang-Pelaksanaan-Pengadaan-Alat-
Utama-Sistem-Senjata-di-lingkungan-Kementerian-Pertahanan-dan-Tentara-Nasional-
[Link] pada tanggal 08 September 2023
Diakses dari [Link]
drone-tempur-anka-dari-turkiye-nilai-kontrak-capai-rp-45 pada 08 September 2023
10
BRIGADE INFANTERI-4/DEWA RATNA
BATALYON INFANTERI 405/SURYA KUSUMA
PEMBENTUKAN SATUAN INFANTERI YANG MODERN
DAN BERTEKNOLOGI TINGGI GUNA MENCAPAI TUGAS POKOK
INFANTERI TNI ANGKATAN DARAT
DISUSUN OLEH :
NAMA : Yusuf Prasetyo, [Link]., MM.
PANGKAT/KORP/NRP : Mayor Inf 11050044420484
JABATAN : Danyonif 405/SK
Banyumas, September 2023