Laporan Pendahuluan Sectio Caesaria
Laporan Pendahuluan Sectio Caesaria
Disusun Oleh:
VISI
"Menjadi Institusi Pendidikan Ners yang Bermutu dan Unggul dalam Bidang
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif di Tingkat
Regional Tahun 2020"
MISI
1. Meningkatkan Program Pendidikan Ners yang Unggul dalam Bidang
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif yang Berbasis
Kompetensi.
2. Meningkatkan Program Pendidikan Ners yang Unggul dalam Bidang
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif yang Berbasis
Penelitian.
3. Mengembangkan Upaya Pengabdian Masyarakat yang Unggul dalam
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif yang Berbasis
IPTEK dan Teknologi Tepat Guna.
4. Mengembangkan Program Pendidikan Ners yang Unggul dalam Bidang
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif yang Mandiri,
Transparan dan Akuntabel.
5. Mengembangkan Kerjasama Baik Lokal maupun Regional.
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN MASALAH
SECTIO CAESARIA DI RUANG OK
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PONTIANAK
Mengetahui,
______________
LAPORAN PENDAHULUAN
SECTIO CAESARIA
A. Pengkajian
Pengkajian adalah pengumpulan data secara lengkap dan sistematis untuk
dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan dan keperawatan yang
dihadapi pasien baik fisik, mental, sosial maupun spiritual dapat ditentukan
(Purba, 2019).
1. Data Demografi
Mengkaji identitas klien dan pasangan klien yang meliputi : Nama, Umur,
Pendidikan, Pekerjaan, Status Perkawina, Pernikahan, Lama Pernikahan,
Agama, Suku, No. Rekam Medis, Sumber Informasi dan tanggal dilakukan
pengkajian.
2. Stimuli Umum
Pada tahap ini selain Alasan masuk rumah sakit, Riwayat penyakit ibu
sekarang dan Riwayat penyakit yang lalu perlu dikaji, apakah ibu ada
menderita penyakit akut dan kronis. Pada riwayat penyakit keluarga hal
yang perlu dikaji adalah jenis penyakit keturunan serta penyakit penyakit
menular lainnya yang pernah diderita keluarga. Selanjutnya Riwayat
Obsterti dan Gynecologi ibu yang perlu dikaji adalah segala hal yang
berhubungan dengan riwayat menstruasi ibu termasuk menarche.
Dilanjutkan dengan pengkajian terhadap Riwayat ANC, Status obstetric
ibu, Riwayat persalinan yang lalu, Riwayat perkawinan serta Riwayat
pemakaian alat kontrasepsi.
3. First Level Assessment
a. Pengkajian fungsi fisiologis
diri, ideal diri, moral, etik dan spiritual pasien. Pengkajian difokuskan
dampak penyakit saat ini terhadap peran klien, termasuk peran klien
dalam masyarakat.
d. Pengkajian interdependensi
yang dialami.
B. Diagnosa Keperawatan
Masalah Keperawatan atau Diagnosa keperawatan merupakan suatu
penilaian klinis mengenai respon klien terhadap masalah kesehatan atau proses
kehidupan yang dialaminya baik yang berlangsung actual maupun potensial.
Diagnosa keperawatan bertujuan mengidentifikasi respon individu, keluarga,
dan komunitas.
Hidayati (2014). Sedangkan menurut Marliana & Hani (2018) dan Tim
Pokja SDKI DPP PPNI (2017) diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus
preeklampsi sebagai berikut:
1. Pre Operatif
1) Nyeri akut berhubungan dengan penekanan syaraf lumbal
2) Ansietas berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses
pembedahan
2. Intra Operatif
1) Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan penikatan
secret dan hipersalivasi
2) Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama
jantung
3) Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan
3. Post Operatif
1) Hipotermi berhubungan dengan proses perpindahan panas
2) Resiko jatuh berhubungan dengan penurunan fungsi syaraf
C. Intervensi Keperawatan
1. Pre Operatif
a. Nyeri Akut berhubungan dengan penekanan syaraf lumbal
NOC NIC
Anxiety self-control Anxiety Reduction (penurunan kecemasan)
Anxiety level
Gunakan pendekatan yang menenangkan
Coping
Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien
Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama
Kriteria Hasil : prosedur
Pahami prespektif pasien terhadap situasi stres
Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala
Temani pasien untuk memberikan keamanan dan
cemas.
mengurangi takut
Mengidentifikasi, mengungkapkan dan menunjukkan Dorong keluarga untuk menemani anak
tehnik untuk mengontol cemas. Lakukan back / neck rub
Vital sign dalam batas normal. Dengarkan dengan penuh perhatian
Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat Identifikasi tingkat kecemasan
aktivfitas menunjukkan berkurangnya kecemasan. Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan
kecemasan
Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan,
persepsi
Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi
Berikan obat untuk mengurangi kecemasan
2. Intra Operatif
a. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan secret dan hipersalivasi
Rencana Keperawatan
NOC NIC
Respiratory status : Ventilation Airway suction
Respiratory status : Airway patency
Pastikan kebutuhan oral/tracheal suctioning
Auskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suctioning.
Kriteria Hasil : Airway Management
Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila
bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu perlu
mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
tidak ada pursed lips) Pasang mayo bila perlu
Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa Lakukan fisioterapi dada jika perlu
tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal) Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
Mampu mengidentifikasikan dan mencegah faktor yang Lakukan suction pada mayo
dapat menghambat jalan nafas Berikan bronkodilator bila perlu
Monitor respirasi dan status O2
3. Post operatif
a. Hipotermi berhubungan dengan proses perpindahan panas
Rencana Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan
NOC NIC
Thermoregulation Temperature regulation
Thermoregulation : neonate
Monitor suhu minimal tiap 2 jam
Rencanakan monitoring suhu secara kontinyu
Kriteria Hasil : Monitor TD, nadi, dan RR
Monitor warna dan suhu kulit
Suhu tubuh dalam rentang normal
Nadi dan RR dalam rentang normal Monitor tanda-tanda hipertermi dan hipotermi
Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
Selimuti pasien untuk mencegah hilangnya kehangatan
tubuh
Rencana Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan
NOC NIC
Trauma Risk For Fall Prevention
Injury risk for
Kriteria Hasil :
Mengidentifikasi defisit kognitif atau fisik pasien yang dapat
Keseimbangan : kemampuan untuk mempertahankan meningkatkan potensi jatuh dalam lingkungan tertentu
ekuilibrium Mengidentifikasi perilaku dan faktor yang mempengaruhi
Gerakan terkoordinasi : kemampuan otot untuk bekerja sama risiko jatuh
secara volunter untuk melakukan gerakan yang bertujuan Mengidentifikasi karakteristik lingkungan yang dapat
Perilaku pencegahan jatuh : tindakan individu atau pemberi meningkatkan potensi untuk jatuh (misalnya, lantai yang
asuhan untuk meminimalkan faktor resiko yang dapat licin dan tangga terbuka)
memicu jatuh dilingkungan individu Sarankan perubahan dalam gaya berjalan kepada pasien
Kejadian jatuh : tidak ada kejadian jatuh Mendorong pasien untuk menggunakan tongkat atau alat
Pengetahuan : pemahaman pencegahan jatuh pembantu berjalan
Pengetahuan : keselamatan anak fisik Kunci roda dari kursi roda, tempat tidur, atau brankar
Pengetahuan : keamanan pribadi selama transfer pasien
Pelanggaran perlindungan tingkat kebingungan Akut Tempat artikel mudah dijangkau dari pasien
Tingkat Agitas Ajarkan pasien bagaimana jatuh untuk meminimalkan
Komunitas pengendalian risiko : Kekerasan cedera
Komunitas tingkat kekerasan Memantau kemampuan untuk mentransfer dari tempat tidur
Gerakan Terkoordinasi ke kursi dan demikian pula sebaliknya
Kecenderungan risiko pelarian untuk kawin Gunakan teknik yang tepat untuk mentransfer pasien ke dan
Kejadian Terjun dari kursi roda, tempat tidur, toilet, dan Sebagainya
Mengasuh keselamatan fisik remaja Menyediakan kursi dari ketinggian yang tepat, dengan
Mengasuh : bayi / balita keselamatan fisik sandaran dan sandaran tangan untuk memudahkan transfer
Perilaku Keselamatan pribadi Menyediakan tempat tidur kasur dengan tepi yang erat untuk
Keparahan cedera fisik memudahkan transfer
Pengendalian risiko
Pengendalian risiko : penggunaan alkohol, narkoba
Pengendahan risiko: pencahayaan sinar matahari
D. Implementasi
Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan
oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang
dihadapi ke status kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria
hasil yang diharapkan (Potter & Perry, 2011). Kegiatan dalam pelaksanaan
juga meliputi pengumpulan data berkelanjutan, mengobservasi respon klien
selama dan sesudah pelaksaan tindakan, serta menilai data yang baru.
E. Evaluasi
Evaluasi, yaitu penilaian hasil dan proses. Penilaian hasil menentukan
seberapa jauh keberhasilan yang dicapai sebagai keluaran dari tindakan.
Penilaian proses menentukan apakah ada kekeliruan dari setiap tahapan proses
mulai dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, tindakan, dan evaluasi itu
sendiri (Purba, 2019) Pada tahap ini, hal yang dilakukan adalah
membandingkan tingkah laku klien sebelum dan sesudah implementasi. Hal ini
terkait kemampuan klien dengan preeklampsia primigravida dalam beradaptasi
dan mencegah timbulnya kembali masalah yang pernah dialami. Pada klien
preeklampsia multigravida dapat mengevaluasi kemampuan masalah adaptasi
yang pernah dialami, kemampuan adaptasi ini meliputi seluruh aspek baik
psiko maupun social (Hidayati, 2014).
DAFTAR PUSTAKA
Damayanti, Ika Putri, dkk. 2016. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Komprehensip
Pada Ibu Bersalin Dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Deepublish.
Depkes RI. 2015. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan
pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.
Diponegoro, A. M., & Hastuti, S. B. (2012). Pengaruh dukungan suami terhadap
lama persalinan kala II pada ibu primipara. HUMANITAS (Jurnal
Psikologi Indonesia), 6(2), 123- 135.
Ikke, N. S. (2018). Asuhan Kebidanan Contuinity Of Care Pada Ny M Pada Masa
Hamil Sampai Dengan Keluarga Berencana Di Pmb Ny Muryati [Link].
[Link]
Indriyani, Diyan & Asmuji. 2014. Buku Ajar Keperawatan Maternitas.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Talo, I. M. (2018). Asuhan keperawatan Intra Natal Care Pada Ny. S Di
Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Poltekkes Kemenkes Kupang, 15(2).
[Link]
Abiee. (2012). Askep Maternitas. Retrieved from
[Link]
asuhankeperawatan-pada-pasien-dengan-preeklampsia/
Agustina, L. (2018). Asuhan Keperawatan Ny.M Post SC Indikasi PEB Di RSUD
Bangil Pasuruan. Retrieved from
[Link]
[Link].
Andriyani, R. (2012). Faktor Risiko Kejadian Pre-Eklampsia di RSUD Arifin
Achmad. Jurnal Kesehatan Komunitas.
[Link]
Anggraeni, D. (2011). Asuha Pada Bayi Baru Lahir. 7–33.
Bobak. (2010). Konsep Post Partum. Post Partum, 3(2), 9–16. Retrieved from
[Link]
[Link]
Faiqoh, E. (2014). Hubungan karakteristik ibu, anc dan kepatuhan perawatan ibu
hamil dengan terjadinya preeklampsia. Jurnal Berkala Epidemiologi.
Hartati & Maryunani. (2015). Konsep Asuhan Persalinan Sectio Caesarian.
Retrieved from [Link] 15 [Link]
Hidayati, R. (2014). Aplikasi Teori Adaptasi Dalam Asuhan Keperawatan.
Retrieved from [Link]
SPRahma [Link]
Indah, R. (2010). Konsep dasar asuhan Neonatus, bayi & balita.
Khairani, Y. (2020). Penatalaksanaan Pre eklampsia. Retrieved from
http/[Link] website:
[Link]
preeklampsia/penatalaksanaan
Kumalasari, I. (2014). Modul Bahan Ajar Asuhan Bayi Baru Lahir. (November),
1–116.
Kurniasari, D. (2015). Hubungan Usia , Paritas Dan Diabetes Mellitus Pada
Kehamilan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja
Puskesmas Rumbia Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2014. Jurnal
Kesehatan Holistik. [Link]
9101(1996)19:1<23::AID-LSM4>[Link];2-S
Lisa Margareta. (2017). Konsep Dasar Post Partum. 163
Marianti. (2017). Alodokter - Preeclampsia. Retrieved from
[Link]
Marliana & Hani, T. (2018). WOC Preeklampsi. Retrieved from
[Link]
PathwayPreeklamsi-doc
Maryunani, A. (2016). Manajemen Kebidanan. Jakarta.
Nur Salam. (2013). Proses Keperawatan. Retrieved from
[Link]/images/Proses_kep.doc
Nuraini, A. (2011). Pre Eclampsia. Retrieved from
[Link] Nur Ariani BAB [Link]
Oxorn & Forte. (2010). Patologi & Fisiologi Persalinan. Retrieved from
[Link]
id=SsWCb5msUMC&printsec=frontcover&dq=oxorn+
%26+forte+2010&hl=id&sa=X&ve d=0
ahUKEwj20O2kqqPoAhU0huYKHVHsDq0Q6AEIQDAD#v=onepage&
q=oxorn %26 forte 2010&f=false
POGI. (2016). PNPK Pre Eklamsi. Retrieved from
[Link]
Pratiwi, W. (2017). Asuhan Keperawatan Pre Eklampsi. Retrieved from
[Link]
Purba, M. A. (2019). Konsep Dasar Asuhan Keperawatan.
[Link]
Putri, M. (2018). Asuhan Keperawatan Pada Ny. E Post SC Indikasi PEB.
Retrieved from [Link] MAYLISA
[Link]
Rakhman, S. (2014). Teori Keperawatan Menurut Calista Roy. Retrieved from
[Link]
SisterCalista-Roy-Fon3
Rusniati, H. (2017). Tindakan Keperawatan Post Partum Normal dan Adaptasi
Fisiologi Pada Ibu Postpartum Di Rumah Sakit Aceh. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Fakultas Keperawatan.
Sarwono. (2011). Konsep Dasar Sectio Caesarian. Retrieved from
[Link] LUPITA SARI BAB [Link]
Setyaningrum, W. (2015). Asuhan Keperawatan Post Partum. 9–58.
Suherni. (2009). Asuhan Post Partum. 7–37.
Sukarni, I. (2017). Patologi Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Neonatus Resiko