Program Ruang Arsitektur Pasar Klaten
Program Ruang Arsitektur Pasar Klaten
Prinsip perencanaan program ruang nantinya didasarkan pada prinsip optimasi ruang.
Secara umum optimasi berarti pencarian nilai terbaik (minimum atau maksimum) dari
beberapa fungsi yang diberikan pada suatu konteks. Optimasi juga dapat berarti upaya
untuk meningkatkan kinerja sehingga mempunyai kualitas yang baik dan hasil kerja yang
tinggi. Maka dari itu, sebelum merencanakan program ruang perlu diketahui
besaran/luasan lantai yang dapat/boleh dibangun untuk menentukan maksimal luas
bangunan, sebagai berikut :
Luas Lantai dasar bangunan = Luas Tapak x KDB
= 13.000 m2 x 0,60
= 7.800 m2
Jumlah lantai yang direncanakan adalah 3 lantai, jadi rencana total luas bangunan adalah
:
Luas total bangunan = luas lantai dasar x Jumlah Lantai
= 7.800 m2 x 3
= 23.400 m2
109
Daerah Sempadan Bangunan nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan membangun
bangunan bukan gedung, bangunan penunjang, tempat parkir, taman, tanaman
penghijau, dan kegiatan-kegiatan yang bersifat insidental.
Program ruang Pasar Klaten dikelompokkan menurut kelompok kegiatan yang ada,
sebagai berikut:
Tabel 6.1 Program ruang kelompok kegiatan utama
KELOMPOK KEGIATAN UTAMA
No Kebutuhan Kapasitas Standar Sumber Luas Jumlah Luas Total
ruang (m2) Ruang Ruang (L Ruang xjml)
AREA PENERIMAAN
1. Drop off area 2 unit 40 m2/1 SB 80 m2 1 80 m2
mobil unit (Pasar
mobil Sarijadi)
AREA PERDAGANGAN
2. Tempat 1 - AN 56 m2 1 56 m2
pemotongan pedagang
unggas hidup
3. Area penjualan 100 0,0450 DA 4,5 m² 4 18 m2
unggas hidup ayam/ 1 m²/ ekor (2002)
pedagang
110
4. Tempat 1 AN 28 m2 2 56 m2
penggilingan pedagang
daging
5. Pos ukur ulang 1 orang - AN 11 m2 2 22 m2
KIOS
6. Kios kecil 1 - SB 6 m2 110 660 m2
pedagang
7. Kios standart 1 - SB 9 m2 100 900 m2
type 1 pedagang
8. Kios standart 1 - SB 12 m2 100 120 m2
type 2 pedagang
9. Kios standart 1 - SB 16 m2 36 576 m2
type 3 pedagang
10. Kios sedang 1 - SB 20 m2 18 360 m2
type 1 pedagang
11. Kios sedang 1 - SB 24 m2 6 144 m2
type 2 pedagang
12. Kios besar type 1 - SB 32 m2 8 256 m2
1 pedagang
13. Kios besar type 1 - SB 36 m2 4 144 m2
2 pedagang
LOS
14. Los Tipe 1 1 - SB 3 m2 380 1.140 m2
pedagang
15. Los Tipe 2 1 - SB 4 m2 240 960 m2
pedagang
16. Los Tipe 3 1 - SB 6 m2 140 840 m2
pedagang
17. Los Tipe 4 1 - SB 8 m2 50 400 m2
pedagang
18. Lapak ikan 1 - SB 5,05m2 10 50,5 m2
pedagang
19. Lapak daging 1 - SB 5,05m2 10 50,5 m2
unggas pedagang
20. Lapak daging 1 - SB 5,05m2 40 202 m2
pedagang
21. Tempat untuk 1 2-3 m2 SB 3 m2 20 60 m2
pedagang tidak pedagang
tetap
FOODCOURT
22. Kios foodcourt 1 - SB 12 m2 10 120 m2
type 1 pedagang
23. Kios foodcourt 1 - SB 10 m2 10 100 m2
type 2 pedagang
24. Area makan 20 set 14,96 DM 299,20 1 299,20 m2
(foodcourt) meja (8 m2/1 set m2
meja +
111
orang/1 ruang
set meja) gerak
Jumlah 7.614,20 m2
Sirkulasi 30% 2.284,26 m2
Luas Total 9.898,46 m2
Sumber : Analisa Pribadi, Mei 2019
112
2. Ruang 2 orang 8,75 m2 Standar 8,75 m2 2 17,5 m2
menyusui(Nur Toilet
sery Room) Indonesia
3. Pos kesehatan 4 orang 54 m2 AN 54 m2 1 54 m2
staff
4. ATM Center 1 orang 3m2/ SB 3 m2 5 15m2
orang
5. Musholla 8 orang - AN 18 m2 4 72 m2
6. Toilet Umum
a Toilet untuk orang Normal
Kubikal toilet 1 orang 1,65 m2/ Standar 1,65 m2 32 52,80 m2
orang Toilet
Umum
Indonesia
Wastafel dan 1 orang 0,975 DM 0,975 64 62,40 m2
ruang berdiri m2/orang m2
Ruang bebas 1 orang 0,80 DM 0,80 m2 64 51,20 m2
wastafel m2/orang
Urinoir dan 1 orang 0,52 m2/ DM 0,52 m2 24 8,88 m2
ruang berdiri orang
Ruang bebas 1 orang 1,5 m2/ DM 1,5 m2 24 36 m2
uinoir orang
c Family Toilet 2 orang - Standar 8 m2 1 8,00 m2
d. Toilet difabel 1 orang 4,84 m2/ toilet 4,84 m2 3 14,52 m2
orang indonesia
Jumlah 458,99 m2
Sirkulasi 30% 137,69 m2
Luas Total 596,68 m2
Sumber : Analisa pribadi, Mei 2019
Tabel 6.4 Program Ruang Kelompok Kegiatan Parkir Dan Bongkar Muat
KEGIATAN PARKIR DAN BONGKAR MUAT
No Kebutuhan Kapasitas Standar Sumber Luas Jumlah Luas Total
ruang (unit) (m2) Ruang Ruang (L Ruang x
jumlah)
AREA PARKIR PENGELOLA
1. Parkir Motor 28 2,76 DA, 2002 77,28 1 77,28 m2
2 2
m /unit m
2
2. Parkir mobil 2 13,35 m DA, 2002 26,70 1 26,70 m2
2
/unit m
AREA PARKIR PENGUNJUNG
3. Parkir motor 468 2,76 DA, 2002 1.291,8 1 1.291,80 m2
2 2
m /unit 0m
2
4. Parkir mobil 227 13,35 m DA, 2002 3.030,4 1 3.030,45 m2
2
/unit 5m
2
5. Parkir difabel 7 34,10 m PD 238,70 1 238,70 m2
2
/unit m
113
6. Parkir becak 10 2,25 m2/ Studi 22,5 m2 1 22,5 m2
1 unit lapangan
RECEIVING AREA&LOADING DOCK/BONGKAR MUAT
7. Mini truck 6 15,5 m2/ DA, 2002 93 m2 1 93 m2
unit
8. pickup 6 9,08 m2/ DA, 2002 54,48 1 54,48 m2
2
unit m
9. Area 1 - AN 138,51 1 138,51 m2
penerimaan m2
Jumlah 4.973,42 m2
Sirkulasi 100% 4.973,42 m2
Luas Total 9.946,48 m2
Sumber : Analisa Pribadi, Mei 2019
114
11. R. Bak Sampah 1 0,20- DPU 10 m2 1 10 m2
0,60 l/ ciptak
m2 per arya,
hari 2011
12. Shaft sampah 1 - AN 4 m2 4 16 m2
TRANSPORTASI VERTIKAL
13. Eskalator 1 - SB 38,4 m2 4 153,60 m2
14. Lift 1 - SB 8,91 m2 4 35,64 m2
pengunjung
15. Lift barang 1 - AS 2,25 m2 4 9 m2
500 kg single
opening
16. Tangga 3 orang - SB 14,4 m2 20 288 m2
perbaris
17. Ramp sepeda Tidak - SB 192 m2 4 768 m2
motor tentu
Jumlah 1.494,85 m2
Sirkulasi 30% 448,44 m2
Luas Total 1.943,305 m2
Sumber : Analisa Pribadi, Mei 2019
115
kaca yang berfungsi untuk mengurangi intensitas panas dan sinar matahari yang masuk
ke ruangan tanpa mengurangi intensitas cahaya yang diterima.
b. Struktur atap
Pasar Klaten III Lantai direncanakan akan menerapkan struktur rangka ruang/
space frame sebagai struktur atap. Struktur ini dipilih karena memiliki kekakuan yang
cukup tinggi meskipun menggunakan material struktur yang ringan serta memiliki
ketahanan tinggi dan umur relatif panjang (50-100 tahun). Selain itu, pembagian beban
pada struktur ini merata. Struktur space frame memiliki bentuk geometri yang teratur,
sehingga dapat dikesploitasi secara arsitektural untuk menghadirkan beberapa efek
dalam penerapannya.
Material yang umum digunakan untuk sistem struktur space frame adalah
baja. Material baja digunakan pada bagian-bagian adai struktur space frame yaitu
sambungan, bola, pipa, baut, konektor dan plat suport. Selain penggunaan material
baja untuk struktur space frame, material lain juga memungkinkan untuk digunakan
seperti halnya kayu, besi maupun alumunium. Sedangkan untuk material penutup atap
pada atap dengan struktur space frame, dapat digunakan material penutup atap
berupa Enamel Steel Panel , Zincalume Panel, Fiber Reinforced Plastic (FRP) dan
Bitumen Shingle.
116
Gambar 6.1 Ilustrasi bangunan yang memperhitungkan sirkulasi udara
(Sumber : Lampiran II Permendagri No. 104/M-Dag/Per/12/2015)
117
namun akan diletakkan dalam satu ruangan yang sama seluas 15 m2 dengan AC
windows ¾ PK daya 7000 Btu/h.
Selain AC, penggunaan penghawaan buatan juga direncanakan digunakan
pada area dagang dengan menggunakan exhaust fan maupun kipas baling.
b) Sistem Pencahayaan
Sistem pencahayaan yang digunakan adalah sistem pencahayaan alami dan buatan.
Aplikasi untuk sistem pencahayaan alami ini diterapkan dengan cara menggunakan
bukaan-bukaan lebar pada dinding dan bukaan atap yang moduler, serta adanya
elemen pelindung matahari (sun shadding) selebar 1-2 m. Penggunaan dinding dari
material kaca akan membantu dalam memaksimalkan pemanfaatan cahaya matahari.
Selain itu, pemanfaatan cahaya matahari juga dapat menerapkan skylight pada atap,
untuk lebih dapat mengontrol silau dan radiasi matahari maka bahan yang digunakan
adalah berupa polycarbonate glazing dengan sistem twin wall glazing. Untuk
memperlancar pencahayaan dan penghawaan alami, bangunan menggunakan sistem
atrium, yaitu ruangan lantai yang terbuka menerus hingga ke atap. Pencahayaan alami
dioptimalkan pada area publik dan sirkulasi.
118
substitusi air dari PDAM adalah bahwa selama 5 menit pertama air hujan masih
mengandung asam yang berbahaya bagi tubuh, tapi setelah 5 menit, air hujan
sudah cocok untuk ditampung ke tempat penampungan. Sebagai tambahan, pada
tempat penampungan air hujan tersebut perlu juga diberikan Abate untuk
mencegah berkembangnya bintik-bintik nyamuk. Outlet air bersih harus disediakan di
tiap unit daging/ikan, sedangkan untuk komoditas sayur/buah satu outlet air bersih
bisa digunakan bersama-sama.
e) Sistem Listrik
Berdasarkan studi banding, Pada setiap kios diasumsikan akan disediakan 1.300 VA.
Dan Instalasi listrik pada ruko sebesar 2.200 VA. Jaringan listrik berasal dari trafo
setempat yang mengalirkan listrik dari PLN, dan terdapat genset sebagai sumber listrik
cadangan dengan daya kurang lebih 300 KVA.
119
Mesin traksi AC-VVVF AC-VVVF
Sistem bukaan lift Center Opening Center Opening
Ukuran bukaan lift 1000 mm x 2100 mm 1000 mm x 2100 mm
Ukuran Hoistway 2650 mm x 2200 mm 2350 mm x 2200 mm
Ukuran pit lift 2100 mm 1400 mm
Ukran overhead 5000 mm 4300 mm
Daya motor lift 15,9 kw 7,7 kw
(daya output)
Sumber : Analisa Pribadi, Mei 2019
i) Sistem Keamanan
Sistem keamanan dilakukan secara manual dan mekanis . Manual menggunakan
bantuan petugas keamanan sedangkan mekanis menggunakan pantauan CCTV yang
dapat mengamati seluruh kondisi luar maupun dalam bangunan yang terpasang
kamera CCTV. Pos Keamanan ditempatkan dekat pintu masuk dan keluar pasar.
Kamera CCTV menggunakan jenis camera dome untuk area indoor. Kamera CCTV
diletakkan di tempat-tempat tertentu yang krusial dan dipadati oleh banyak
pengunjung, diantaranya adalah di area parkir & loading, dan di dalam bangunan
(area perdagangan).Sistem CCTV dilengkapi dengan alarm untuk pencegahan jika ada
yang mencoba melakukan pengrusakan sistem. Ruang kontrol cctv menjadi satu
dengan ruang kontrol untuk sound system. Petugas keamanan tetap melakukan
patroli secara berkala meskipun sudah disediakan cctv, melakukan pengawasan
daerah cctv untuk menghindari sabotase.
120
pengelola pasar dengan para pedagang dan pengunjung. Sedangkan komunikasi
internal menggunakan HT (Handy Talky).
121