Cara Import Virtual Machine
Untuk melakukan import virtual machine, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah
ini.
1. Buka VirtualBox, kemudian pilih menu File > Import Appliance. Anda juga dapat
menggunakan shortcut Ctrl+I.
2. Pada jendela Import Virtual Appliance yang terbuka, pilih ikon Open (ikon berbentuk
folder) untuk memilih lokasi virtual appliance yang ingin diimport.
3. Pilih file yang ingin diimport. File tersebut harus memiliki ekstensi .ova atau .ovf.
Setelah memilih, klik Open.
4. Tekan Next untuk melanjutkan proses import.
5. Selanjutnya akan tampil informasi virtual machine yang akan kita buat. Di sini, Anda
dapat melakukan konfigurasi seperti lokasi penyimpanan virtual machine dan MAC
address virtual machine. Untuk mengganti lokasi penyimpanan virtual machine, klik
tanda panah pada bagian Machine Base Folder lalu pilih Other.
Catatan: Bila Anda berencana menggunakan virtual machine asli dan virtual
machine hasil import di jaringan yang sama, Anda sebaiknya memilih Generate new
MAC addresses for all network adapters pada MAC Adress Policy.
Selain itu, Anda juga dapat memilih untuk menyimpan virtual machine dalam
bentuk .vdi dengan mencentang opsi Import hard drives as VDI (apabila Anda tidak
mencentang opsi ini, VirtualBox akan menyimpan virtual machine dalam
bentuk .vmdk). Setelah itu, klik Import untuk melanjutkan proses.
6. Proses import akan berjalan. Lamanya import bergantung dari besarnya file yang
diimpor serta hardware yang Anda gunakan. Dari pengalaman kami, untuk
mengimpor virtual machine Windows 10 dengan ukuran sekitar 7GB membutuhkan
waktu sekitar 30 menit.
7. Setelah selesai, virtual machine hasil import tersebut akan muncul di VirtualBox.
Cara Export Virtual Machine
Catatan: Anda harus mematikan virtual machine terlebih dahulu sebelum melakukan proses
Export. Untuk melakukannya, Anda dapat memilih opsi shutdown Send the shutdown
signal atau Power off the machine saat mematikan virtual machine. Di samping itu, Anda
juga dapat memilih Discard pada menu (lihat gambar di bawah ini). Namun, hal ini sama
dengan “mematikan paksa” virtual machine sehingga semua pekerjaan/program yang sedang
berjalan di dalamnya akan hilang.
Untuk melakukan export virtual machine, ikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Buka VirtualBox, kemudian pilih File > Export Appliance. Anda juga dapat
menggunakan shortcut Ctrl+E.
2. Akan muncul jendela Export Virtual Appliance. Pilih virtual machine yang ingin
Anda export, kemudian pilih Next.
3. Selanjutnya, akan muncul halaman Appliance settings.
Di halaman ini, Anda dapat mengatur beberapa konfigurasi export seperti:
Format: Pilihan format hasil export. Terdapat 4 format yang Anda pilih, yaitu Open
Virtualization Format 0.9, 1.0 (format default), 2.0, serta Oracle Cloud Infrastructure.
File: Untuk memilih lokasi penyimpanan hasil export. Untuk mengganti lokasi, pilih
ikon berbentuk folder.
MAC Adress Policy: Pilihan MAC Adress pada virtual machine. Apabila Anda
berencana menggunakan virtual machine asli dan virtual machine hasil export di
jaringan yang sama, Anda sebaiknya memilih opsi Strip all network adapter MAC
adresses.
Write Manifest File: Opsi ini akan membuat file manifest sehingga Anda dapat
mengecek keutuhan virtual machine saat diimport nantinya.
Include ISO Images File: Opsi ini akan menyertakan file ISO di dalam file OVA
hasil export.
Setelah selesai melakukan konfigurasi, klik Next.
4. Pada halaman Virtual system settings, Anda dapat mengganti deskripsi virtual
machine yang diexport seperti nama, versi, dll. Untuk mengganti deskripsi, klik dua
kali pada baris yang ingin diganti. Setelah selesai, klik Export untuk memulai proses
export.
5. Proses export akan berjalan. Lamanya proses export bergantung pada besarnya virtual
machine yang diexport serta spesifikasi komputer yang digunakan.
6. Berikut ini virtual machine yang sudah diekspor. File hasil export akan memiliki
ekstensi .ova.
Sekian tutorial mengenai cara import dan export virtual machine di VirtualBox. Apabila
Anda mempunyai pertanyaan atau saran, Anda bisa berkomentar di kolom komentar di
bawah ini.