0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan9 halaman

Pempek: Makanan Khas Palembang

Makalah ini membahas tentang kegiatan usaha makanan khas daerah yaitu pempek. Pempek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari campuran daging ikan, tepung kanji atau tapioka, telur, dan bumbu. Makalah ini menjelaskan pengertian, bahan, alat, dan proses pembuatan pempek beserta kuah cukanya.

Diunggah oleh

pikyaulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan9 halaman

Pempek: Makanan Khas Palembang

Makalah ini membahas tentang kegiatan usaha makanan khas daerah yaitu pempek. Pempek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari campuran daging ikan, tepung kanji atau tapioka, telur, dan bumbu. Makalah ini menjelaskan pengertian, bahan, alat, dan proses pembuatan pempek beserta kuah cukanya.

Diunggah oleh

pikyaulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah

KEGIATAN USAHA MAKANAN KHAS DAERAH


(PEMPEK)

Diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Prakarya

Guru Pengampu: Suci Pratiwi, [Link]

Disusun oleh:
M
I
T
H
A

A
U
L
I
Y
A

XI IPA 5

SMA NEGERI 14 PEKANBARU


TAHUN AJARAN 2022/2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur harus senantiasa kita panjatkan kepada kehadirat Tuhan atas limpahan
rahmat-Nya kepada kita semua. Rasa syukur itu dapat kita wujudkan dengancara memelihara
lingkungan dan mengasah akal budi.

Tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa, membentuk sumber manusia yang
andal dan berdaya saing, membentuk watak dan jiwa sosial, berbudaya, berakhlak mulia dan
berbudi luhur serta berwawasan pengetahuan yang luas dan menguasai teknologi. Pendidikan
itu sendiri merupakan media pembekalan pengetahuan, keterampilan dan penguasaan
teknologi bagi siswa untuk berkarya secara inovatif, kreatif dan tepat guna.

Untuk menyikapi tujuan dan arti pendidikan di atas, maka pada makalah ini, kami menyusun
dan menyajikan sebuah Makalah Prakarya "kegiatan usaha makanan khas daerah ". Mudah-
mudahan makalah ini memberikan manfaat dalam segala bentuk kegiatan belajar, khususnya
kegiatan belajar di sekolah, sehingga dapat memperlancar dan mempermudah proses
pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

DAFTAR ISI

1
KATA PENGANTAR ..........................................................1
DAFTAR ISI.........................................................................2

BAB I PEPENDAHULUAN
A. Latar belakang .................................................................3
B. Rumusan masalah ............................................................3
C. Tujuan...............................................................................3

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian .........................................................................4
2. Bahan dan alat ..................................................................5
3. Proses pembuatan .............................................................6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ......................................................................7
B. Saran..................................................................................7

LAMPIRAN .........................................................................8

BAB I

2
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam Dunia PKWU banyak sekali Kegiatan yang berkaitan dengan Usaha, salah satunya
Kegiatan membuat Makanan Pempek adalah kegiatan yang tidak lepas dari PKWU. Dalam
pembelajaran PKWU perlu bahkan wajib mengetahui tentang Usaha Usaha seperti yang akan
saya jelaskan yaitu Membuat makanan Khas Daerah, Kegiatan tersebut bukan hanya
membutuhkan pengertian tetapi juga proses yang baik dan benar dalam membuat Makanan
Khas Daerah salah satunya yang akan kami buat adalah Makanan dari Palembang yaitu
Pempek. Dan itu semua membutuhkan alat maupun bahan dalam melakukan kegiatan
tersebut, dengan membaca proposal ini tentang "pembuatan Makanan Pempek diharapkan
dapat memahami pengertian, proses dan apa saja alat dan bahan dalam ayam bacem.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Pempek
2. Alat dan bahan
3. Proses pembuatan

C. Tujuan
Tujuan dari Kegiatan pembuatan makanan khas daerah adalah:
1. Untuk mengembangkan kreativitas diri dalam bidang pembuatan makanan
2. Menambah wawasan atau pengetahuan tentang makanan khas daerah
3. Sebagai bentuk pembelajaran saya dalam berwirausahawan.

BAB II

3
PEMBAHASAN

1. Pengertian Pempek
Pempek atau empek-empek adalah makanan yang terbuat dari daging ikan yang digiling
lembut yang dicampur tepung kanji atau tepung sagu, serta komposisi beberapa bahan lain
seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa, dan garam. Pempek biasanya
disajikan dengan kuah cuka yang memiliki rasa asam, manis, dan pedas. Pempek sering
disebut sebagai makanan khas Palembang, meskipun hampir semua daerah di Sumatera
Selatan, Jambi dan Bengkulu juga memproduksinya.

Pempek dapat ditemukan dengan mudah di Kota Palembang, beberapa daerah Sumatra
Selatan hingga provinsi Bengkulu; ada yang menjualnya di restoran, ada yang di pinggir
jalan, dan pula yang dipikul. Pada tahun 1880-an, penjual biasa memikul satu keranjang
penuh pempek sambil berjalan kaki berkeliling menjajakan dagangannya. Pempek memiliki
beberapa variasi, sebagai berikut:
Pempek kapal selam (pempek telok besak), pempek telok kecik, pempek keriting, pempek
lenjer, pempek kulit, pempek tahu, pempek adaan, pempek pistel, pempek udang, pempek
belah, pempek panggang, pempek lenggang, dsb.

Asal mula pempek memang berasal dari Palembang, namun sejarah asal mula hidangan ini
kurang jelas. Dongeng tradisional mengaitkannya dengan pengaruh kuliner Tionghoa. Akan
tetapi sebagian sejarawan menyebutkan bahwa pempek mungkin berasal dari makanan kuno
yang disebut kelesan, makanan kukus yang dibuat dari campuran adonan sagu dan daging
ikan, dan diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya pada kurun abad VII
Masehi. Tepung sagu didapatkan dari pati batang pohon rumbia atau enau.

2. Bahan dan alat

4
Bahan:
Bahan Pempek
Bahan biang pertama:
200 gram Tepung terigu
400 ml Air
2 sdt Garam
1 bungkus Royco ayam
Bahan biang kedua:
400 gram Tepung tapioka
Bawang putih t 3 siung (haluskan)
1 butir telur ayam
Dan 2 butir telur ayam (untuk isian pempek)

Bahan Kuah cuko:


2 Balok Gula merah
3 Biji cabe keriting (sesuai selera)
5 Biji cabe rawit (sesuai selera)
3 Biji Asam jawa
500 ml air
secukupnya Gula pasir dan garam
Minyak goreng

Alat:
- Sendok
- Wajan
- Kompor
- Panci
- Piring
- Baskom
- Mangkok
- Pisau
- Talenan
3. Proses Pembuatan

5
Membuat Pempek: Pertama ambil panci masukan bahan biang pertama: tepung terigu, garam,
rocyo, dan masukan air sambil aduk merata, setelah rata tidak menggumpal nyalakan api
sedang kemudian aduk2 hingga tepung masak berwarna kekuningan seperti pasta. Matikan
api dan sisihkan di wadah. Kemudian diamkan 10menit dan lalu tambahkan bahan biang
kedua: masukan balput yg di haluskan kemudian 1 buah telur ayam dan aduk2 sampai
merata. Kemudian kita masukan sedikit demi sedikit tepung tapioka kita uleni sampai rata
dan tepung habis pelan2 saja agar tektur tidak keras. Jika sudah kita siapkan telur 2 butir utk
isian pempek kapal selam. Dan tambahkan garam dan lada sedikit kemudian aduk merata.
Bentuk adonan pempek bulat agak lonjong dan kasih bolongan di bagian tengah
menggunakan jempol tangan bentuk2 jika semua sudah di bentuk tuangkan setengah telur
kocok kedalam isian pempek dan tutup rapat jangan sampai tumpah dan bocor. Sebagian sisa
adonannya aku bikin pempek lenjer bentuk lonjong. Jika sudah rebus air sampai benar2
matang dan mendidih agar pempek di rebus telur di dalamnya matang dan kasih minyak
goreng sedikit agar pempek tidak lengket. Jika sudah masukan pempek dan tutup rapat jika
pempek mengapung artinya isian telur pempek matang di dalamnya diamkan 10menit agar
memastikan telur matang sempurna. Kemudian matikan api dan angkat pempek dan sisihkan.
Sebagian bisa kita goreng dan sebagian lagi bisa di simpan dan taroh dlm wadah, susun rapi
dan tutup rapi. Dan masukan ke dlm freezer

Kemudian membuat kuah cuko: Haluskan cabe keriting, cabe rawit, garam, gula di ulek. Jika
sudah ambil wajan dan nyalakan api masukan air, cabe yg di haluskan, asam jawa, dan gula
merah sampai larut. Jika sudah larut tes rata jika rasa sudah pas matikan kompor dan saring
kuah cuko ampasnya di buang saja. Kemudian ambil wajan dan masukan minyak goreng
secukupnya dan kasih tepung kanji sdt agar tidak kecipratan minyak. Kemudian goreng
pempek hingga garing dan matikan kompor tiriskan.

6
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
"Pempek Mitha" merupakan brand produk yang di ciptakan oleh penulis dalam bidang ini
penulis menciptakan produk ini atas survey yang penulis lakukan umuk mencari peluang
bisnis yang baik dan bermanfaat (yang di butuh kan) oleh masyarakat, penulis sangat
mengharapkan produk yang penulis buat dapat diterima dan dapat disenangi oleh para
konsumen

B. SARAN
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi penyempurnaan makalah ini
Demikian makalah ni, semoga kegiatan usaha penulis ini sehingga dapat berjalan dengan baik
dan penulis berharap dalam mengembangkan kreatifitas dapat bermanfaat bagi penulis dan
masyarakat Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam
penyusunan proposal ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya,
sekian terimakasih

LAMPIRAN

7
8

Common questions

Didukung oleh AI

Key ingredients for 'Pempek' include fish meat, tapioca, and some additional components like eggs, which are used both in the dough and as filling. The preparation involves combining these with spices such as ground garlic and seasoning. The accompanying 'cuko' sauce requires red and green chilies, tamarind, palm sugar, and other seasonings, which are combined and boiled to form a tangy condiment .

The document suggests that balancing traditional and commercial aspects in 'Pempek' production involves maintaining the authentic preparation methods and cultural essence while simultaneously embracing modern business practices like brand creation, customer engagement, and quality control. This approach ensures cultural preservation and opens up commercial opportunities by appealing to both nostalgic consumers and new markets looking for authentic culinary experiences .

The varieties of 'Pempek', such as 'pempek kapal selam', 'pempek keriting', and 'pempek lenjer', among others, contribute significantly to culinary diversity. They offer a wide range of flavors and textures, catering to different consumer preferences and increasing the dish's appeal. This diversity not only enhances the gastronomic richness of Palembang but also helps in appealing to a broader market by accommodating varying tastes .

The project of making 'Pempek' offers educational benefits such as practical learning experiences in entrepreneurship and culinary arts. It equips students with skills in business planning, market analysis, creativity in product development, and understanding of cultural history. Such projects encourage teamwork, critical thinking, and hands-on application of theoretical knowledge, preparing students for real-world challenges in both culinary and business environments .

To ensure sustainability in traditional culinary businesses like 'Pempek', considerations should include sourcing ingredients responsibly, maintaining quality and authenticity, adapting to modern tastes, marketing effectively, and fostering innovation in product offerings. Additionally, educating consumers on the cultural significance and ensuring the preservation of traditional methods while accommodating new economic and environmental challenges is crucial. Collaboration with local communities can also help in maintaining cultural integrity and business viability .

The origin of 'Pempek' is culturally significant as it is believed to have roots tracing back to the ancient Sriwijaya empire in the 7th century, likely influenced by the Tionghoa culinary traditions. This deep historical context not only underpins its cultural identity within Palembang and wider Indonesia but also signifies a blend of indigenous and external culinary influences, illustrating the region's historical trade and cultural interchanges .

Traditional stories and historical accounts influence the perception of 'Pempek's authenticity by providing a narrative that connects the dish to cultural heritage and historical roots. The association of 'Pempek' with the ancient Sriwijaya empire and Tionghoa influences lends it a storied authenticity that enhances its cultural value and distinguishes it in the culinary landscape. This historical depth tends to attract enthusiasts of heritage cuisine, thereby boosting its perceived worth and pride of origin .

The entrepreneurial process of creating and marketing 'Pempek' involves several key steps: conducting market research to identify demand, developing a brand like 'Pempek Mitha', setting up production by sourcing ingredients, preparing the product, and testing the market for feedback. Marketing strategies are likely to involve differentiation through unique taste and presentation to appeal to consumers. This process necessitates creativity and strategic thinking to successfully promote and sell the product within a competitive market .

The educational objectives outlined in the 'Pempek' entrepreneurial project focus on developing skilled, competitive human resources with morality, social, and cultural awareness. Education is a medium for equipping students with knowledge, skills, and technology mastery to work innovatively, creatively, and effectively .

Traditional food like 'Pempek' plays a crucial role in regional identities in Indonesia by acting as a cultural symbol and a point of communal pride. For Palembang, where 'Pempek' originates, it embodies local history, societal traditions, and gastronomical heritage, influencing how the region is perceived internally and externally. Such traditional dishes are often intertwined with local customs and can foster a sense of belonging and continuity within the community .

Anda mungkin juga menyukai