0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan153 halaman

Kemetaforaan Lirik Lagu Sheila on 7

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop p

Diunggah oleh

Yuda Alternatif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan153 halaman

Kemetaforaan Lirik Lagu Sheila on 7

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop p

Diunggah oleh

Yuda Alternatif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link] [Link].

id

KEMETAFORAAN DALAM LIRIK LAGU


GRUP BAND SHEILA ON 7

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan


guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra Jurusan Sastra Indonesia
Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Universitas Sebelas Maret

Disusun oleh
LILIS YULAIKA
C0208029

FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012

commit to user

ii
[Link] [Link]

commit to user

iii
[Link] [Link]

commit to user

iv
[Link] [Link]

PERNYATAAN

Nama : LILIS YULAIKA


NIM : C0208029

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi berjudul Kemetaforaan dalam


Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7 adalah betul-betul karya sendiri, bukan plagiat,
dan tidak dibuatkan oleh orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya dalam skripsi
ini diberi tanda citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.

Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar maka saya bersedia
menerima sanksi akademik berupa pencabutan skripsi dan gelar yang diperoleh
dari skripsi tersebut.

Surakarta, November 2012

Yang membuat pernyataan,

Lilis Yulaika

commit to user

v
[Link] [Link]

MOTTO

Sopan santun ibarat minyak yang mengurangi gesekan


satu dengan yang lain.

(Demokritus)

Pujian atas kemenangan masa lalu


layaknya bebuluan pada burung mati.

(Paul Eldridge)

Masa lalu yang ditempatkan pada masa kini seperti hidup


dalam kungkungan mayat raksasa.

(Nathaniel Hawthorne)

Membatu di tengah hidup yang dingin, cara yang tidak sepenuhnya salah untuk
mempertahankan diri.

(Penulis)

commit to user

vi
[Link] [Link]

PERSEMBAHAN

Skripsi ini penulis persembahkan kepada:


Keluarga
Semua pihak yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini

commit to user

vii
[Link] [Link]

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Kemetaforaan dalam Lirik

Lagu Grup Band Sheila on 7. Dengan segala kerendahan hati penulis

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Drs. Riyadi Santosa, [Link]., Ph.D., Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa

Universitas Sebelas Maret, yang telah berkenan memberikan kesempatan

kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

2. Drs. Ahmad Taufiq, [Link]., Ketua Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan

Seni Rupa Universitas Sebelas Maret, yang telah memberikan izin serta

kemudahan kepada penulis dalam penulisan skripsi ini.

3. Dra. Chattri S. Widyastuti, M. Hum., selaku pembimbing akademik dan

pembimbing skripsi yang memberikan bimbingan serta pengarahan kepada

penulis dengan penuh kasih dan perhatian.

4. [Link] Yustanto, [Link]., selaku penelaah proposal skripsi yang dengan

sabar memberi masukan kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi.

6. Seluruh dosen di Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret

yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis.

7. Keluarga yang terkasih, terlebih untuk ayah dan ibu penulis (Bapak Tarto dan

Ibu Salat) yang memberikan kasih sayang yang luar biasa untuk penulis.

8. Keluarga kecil penulis Kos Tsabita (Dur dan Fos) dan teman-teman Kapak

(Surya, Natalia, Ines, Septi, Lina, Pradnya, dan Ita) yang lucu.
commit to user

viii
[Link] [Link]

9. Pacar, Dhimas Muhammad Yasin, terima kasih untuk segalanya.

[Link]-teman Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Daerah, dan Sejarah

yang sempat memberikan warna.

[Link]-teman mungil penulis (Churcil, Alba, Teti, Panca, Tantra, Bram, Coke,

dan Wigu) yang merupakan hiburan terbesar bagi penulis.

12. Pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna.

Untuk itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang

membangun dari berbagai pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

mahasiswa Sastra Indonesia pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Surakarta, November 2012

Penulis

commit to user

ix
[Link] [Link]

DAFTAR ISI

..........i

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................. ii

...........

LEMBAR PERNYATAAN ...........................

.............

LEMBAR PERSEMBAHAN ............................................................................... vi

.......... vii

...........ix

D ............. xii

......... xiii

ABSTRAK .......................................................................................................... xiv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang M .. .............................1

............................. 7

..............................8

.. .............................8

..................................8

.................................9

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

..............................10

..............................13
commit to user

x
[Link] [Link]

1. Pengertian Metafora 13

2. Jenis Metafora ....................................16

(1) Metafora Antropomorfis ..............16

(2) Metafora Binatang.........................................................................................17

(3) Metafora dari Konkret ke Abstrak... ..........................................................18

(4) Metafora Sinaestetik ..............................18

3. Tenor dan Wahana.................... .....................19

4. Tingkat Ekspresivitas Metafora.................................... .........................19

C. Kerangk .............................22

BAB III METODE PENELITIAN

..............................23

..............................24

................................25

D. Klasifikasi Data............ ...........................................................26

.............................27

F. Teknik Penyajian Analisis Data.........................................................................29

BAB IV ANALISIS DATA

A. Jenis-jenis serta Makna Kemetaforaan dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on7

1. Metafora Antropomorfis ..........................................31

2. Metafora Binatang ................................................................47

3. Metafora dari Konkret ke Abstrak ........................49

4. Metafora Sinaestetik ...............................................................84

B. Jarak antara Tenor dan Wahana dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7......93

commit to user

xi
[Link] [Link]

BAB V PENUTUP

A. Simpulan........................................................................ ..............................136

............................137

..........138

LAMPIRAN............ ...........................................................................................140

commit to user

xii
[Link] [Link]

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Jenis Metafora dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7 92

Tabel 2 Komponen Makna Percikkan dan Berikan 93

Tabel 3 Kemiripan antara Tenor dan Wahana 100

Tabel 4 Perumusan Kemiripan antara Tenor dan Wahana 135

commit to user

xiii
[Link] [Link]

DAFTAR SINGKATAN

AKK : Album Kisah Klasik untuk Masa Depan

AOST : Album OST 30 Hari Mencari Cinta

APT : Album Pejantan Tangguh

ASO : Album Sheila on 7

A07D : Album 07 Des

A507 : Album 507

commit to user

xiv
[Link] [Link]

ABSTRAK

LILIS YULAIKA. C0208029. 2012. Kemetaforaan dalam Lirik Lagu Grup Band
Sheila on 7. Skripsi: Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra dan Seni Rupa.
Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana jenis
dan makna metafora yang terkandung dalam lirik-lirik lagu Grup Band Sheila on
7 ?, (2) Bagaimana jarak antara tenor dan wahana metafora-metafora yang
terdapat dalam lirik-lirik lagu Grup Band Sheila on 7 ?
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan jenis serta makna
kemetaforaan yang terkandung dalam lirik-lirik lagu Grup Band Sheila on 7, (2)
Menjelaskan jarak antara tenor dan wahana yang terdapat dalam lirik-lirik lagu
Grup Band Sheila on 7.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.
Sumber data primer penelitian berupa 6 album Sheila on 7 yaitu (1) Album Sheila
on 7 (1999), (2) Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000), (3) Album 07
Des (2002), (4) Album OST 30 Hari Mencari Cinta (2003), (5) Album Pejantan
Tangguh (2004), (6) Album 507 (2006). Sumber data sekunder berupa sampul
kaset pada album-album tersebut. Data dalam penelitian ini ialah data kebahasaan
berupa frase dan klausa yang mengandung metafora yang terdapat dalam lirik lagu
Sheila on 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik simak catat dan teknik pustaka. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis yang diterapkan sesuai
dengan relevansinya dengan masing masing permasalahan penelitian. Untuk
menentukan jenis serta makna kemetaforaan digunakan metode padan dengan
teknik dasar yang bersifat mental dari dalam diri peneliti. Untuk mengetahui
kemiripan antara tenor dan wahana digunakan metode analisis komponen dan
metode padan, yakni metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu
(PUP) dan teknik lanjutan hubung banding untuk menyamakan hal pokok
(HBSP). Teknik penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan
penyajian informal dan formal yaitu berupa kata-kata dan berupa lambang, tanda
yang menjelaskan hasil dari analisis data dalam penelitian ini.
Berdasarkan analisis dapat disimpulkan beberapa hal yaitu (1) Jenis metafora
yang terkandung dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7 meliputi metafora
antropomorfis berjumlah 26 buah, metafora binatang berjumlah 5 buah, metafora
dari konkret ke abstrak berjumlah 55 buah, dan metafora sinaestetik berjumlah 16
buah, (2) Jarak antara tenor dan wahana metafora-metafora yang terdapat dalam
lirik lagu Grup Band Sheila on 7 cukup jauh atau samar. Akibat jauhnya jarak
antara tenor dan wahana yang membangun metafora-metafora tersebut, metafora
yang terdapat dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7 cukup ekspresif. Hal ini
ditunjukkan dengan besarnya jumlah kemiripan emotif antara tenor dan wahana
metafora-metafora tersebut, yaitu 88 buah.

commit to user

xv
[Link] [Link]
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:88) adalah sistem

lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat

untuk bekerja sama, berinteraks Bahasa

mencakup dua bidang, yaitu bunyi dan makna. Bahasa sebagai bunyi berarti

sesuatu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan

getaran yang merangsang alat pendengar. Bahasa sebagai arti atau makna berarti

isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan

orang lain.

Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi dan interaksi antara

manusia dan lingkungannya. Bahasa selain sebagai alat komunikasi, juga

berfungsi sebagai sistem lambang bunyi bahasa yang dipakai orang untuk

melahirkan pikiran dan perasaan (Poerwadarminta, W.J.S. 2006:80).

Metafora pada dasarnya termasuk gaya bahasa yang banyak digunakan

dalam komunikasi dengan sarana bahasa. Metafora dapat dipandang sebagai

bentuk kreatif penggunaan bahasa, jadi yang kreatif adalah penggunanya (Edi

Soebroto, 2011:115). Para pengguna bahasa yang tergolong kreatif dan banyak

menggunakan tuturan metaforis adalah sastrawan, wartawan, pencipta lawak,

pelawak, pencipta lagu, kartunis, dan ilmuwan. Dengan landasan itu dapat

diyakini bahwa metafora banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari secara

commit to user

1
[Link] [Link]
2

luas dalam susastra, dalam lagu, dalam lawak atau humor, dalam ragam berita,

dunia ilmu, dan sebagainya.

Pentingnya metafora sebagai suatu kekuatan kreatif dalam bahasa telah

dikemukakan oleh beberapa tokoh. Aristoteles (dalam Stephen Ullman, 2007:265)

mengemukakan Hal terbesar selama ini adalah menguasai metafora. Metafora

Pada masa kini Chesterton (dalam Stephen Ullman, 2007:265) malah lebih jauh

mengemukakan, Semua metafora adalah puisi

(dalam Stephen Ullman, 2007:265) berkilah, Kita harus siap menghakimi para

penyair dengan kekuatan dan keorisinilan metafora-

(dalam Stephen Ullman, 2007:

Klaim-klaim semacam ini semakin mempertegas akan pentingnya metafora dalam

bahasa dan sastra.

Kajian makna dalam bahasa tercakup dalam salah satu bidang linguistik,

yakni semantik. Verhaar (dalam Mansoer Pateda, 2001:7) memberikan batasan

semantik sebagai teori makna atau teori arti. Metafora dalam linguistik disorot

melalui pendekatan semantik karena pembicaraan mengenai metafora sebagai

salah satu gaya bahasa yang diakibatkan oleh perubahan makna mau tidak mau

selalu berkaitan dengan makna dan seluk-beluknya, dan kesemuanya itu berada di

bawah payung salah satu bidang linguistik yaitu semantik.

Pembicaraan mengenai perubahan makna dalam semantik memang

menjadi sebuah sorotan tajam yang sangat menarik dari waktu ke waktu.

commit to user
[Link] [Link]
3

Beberapa usaha telah dilakukan untuk menggolong-golongkan perubahan makna

sesuai dengan asosiasi yang melandasinya. Perubahan makna dapat didasarkan

atas asosiasi antara makna dengan makna dan perubahan yang melibatkan asosiasi

antara nama-nama. Masing-masing kategori dapat dibagi lagi apabila perbedaan

antara dua jenis asosiasi tersebut dapat diterima, yaitu kesamaan (similirity) dan

kedekatan (contigurity) (Stephen Ullman, 2007:264).

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, metafora banyak ditemukan

dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam lirik lagu. Dalam Kamus Besar

Bahasa Indonesia (1993:598) dinyatakan, istilah lirik selain sebagai karya sastra

(puisi) yang berupa curahan pribadi juga sebagai susunan kata sebuah nyanyian .

Dewasa ini lirik lagu populer lebih banyak bertemakan percintaan

(serenada) dibandingkan dengan tema-tema yang lain, seperti kesedihan,

kepahlawanan, sindiran, ketuhanan, dan pemandangan. Hal ini disebabkan lagu

populer selalu mengikuti selera orang banyak. Lagu-lagu yang bertemakan cinta

lebih diminati masyarakat, khususnya para anak muda saat ini. Istilah populer

kaitannya dengan kesenian pada umumnya memiliki konotasi negatif sebagai

mutu karya seni. Secara terpisah, kata populer tidak memiliki arti demikian.

Populer artinya terkenal, disukai, digemari banyak orang. Dalam kaitannya

dengan karya seni, digemari banyak orang mengandung pengertian memenuhi

selera banyak orang. Selera banyak orang adalah selera umum, bukan selera

terlatih yang didasari oleh apresiasi seni yang memadai ([Link]

Salah satu grup musik yang membawakan lagu-lagu populer di Indonesia

adalah Grup Band Sheila on 7. Sheila on 7 adalah salah satu grup musik Indonesia

commit to user
[Link] [Link]
4

yang berdiri pada 6 Mei 1996 dan mulai aktif mengeluarkan album-albumnya

sejak tahun 1999 sampai sekarang. Sheila on 7 pada awalnya adalah sekumpulan

anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya

bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari

SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De

Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I ([Link]

[Link]).

Lagu-lagu Grup Band Sheila on 7 diciptakan oleh Eross, baik lirik maupun

aransemen musiknya. Dari segi kebahasaan dan kesastraan, lirik-lirik lagu Grup

Band Sheila on 7 memiliki keunikan dan nilai kesastraan yang tinggi. Eross

menciptakan frasa-frasa yang unik yang ia tuangkan dalam setiap lagu ciptaannya.

Frasa-frasa unik tersebut di antaranya, dusta lelaki, pejantan tangguh, senjata

membeku, bunga liar, jejak Tuhan, dan terjamah yang lain. Dari segi kesastraan,

Eross selalu menuangkan gagasannya dengan kata-kata yang puitis dan tidak

pasaran. Ia pantas dijuluki seorang revolusioner dalam kesusastraan musik

Indonesia ([Link]

Lirik lagu Indonesia populer tidaklah semua asal dibuat liriknya. Beberapa

lagu diciptakan dengan perenungan-perenungan dan perburuan kata-kata kreatif,

termasuk di dalamnya ungkapan-ungkapan metafora ([Link] Di

dalam lirik-lirik lagu Grup Band Sheila on 7 terdapat ungkapan-ungkapan

metafora. Salah satunya, dapat dilihat pada penggalan lirik lagu Grup Band Sheila

on 7 berikut.

Kau Kini Ada

commit to user
[Link] [Link]
5

............................................
............................................
............................................

Berdiri termangu membisu


Apakah yang akan terjadi
Akankah keindahan menyapa
Rumput tak berdesah
Tunduk tak bergoyang
menanti sentuhan
Pada penggalan lirik lagu Grup Band Sheila on 7 yang berjudul Kau Kini

Ada di atas terdapat dua ungkapan metafora, yakni akankah keindahan menyapa

dan rumput tak berdesah, tunduk tak bergoyang. Dalam penggolongan metafora,

keduanya termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis, yaitu metafora yang

berhubungan dengan diri manusia. Keindahan dianalogikan seperti manusia yang

bisa melakukan aktivitas menyapa. Begitu juga rumput diperlakukan seperti

manusia yang bisa melakukan aktivitas bergoyang dan berdesah.

Untuk menentukan makna dari setiap metafora tersebut, perlu diketahui

konteks yang membangun lagu tersebut. Lagu tersebut mengisahkan seseorang

yang berada pada ujung penantiannya kepada pujaan hatinya. Sebelum kekasihnya

kembali, hanya hampa dan pedih yang ia rasakan. Tidak ada sama sekali rasa

senang dalam hatinya sehingga dilukiskan dengan keindahan yang tidak pernah

menyapa. Keadaan berjoged atau bergoyang dapat digunakan sebagai simbol

keceriaan pada manusia. Rumput tak berdesah, tunduk tak bergoyang melukiskan

keadaan yang sama sekali tidak ceria, dengan rumput sebagai tenor (yang

dibicarakan) dan manusia sebagai wahananya (bandingannya).

Keistimewaan yang terdapat dalam lirik-lirik lagu Grup Band Sheila on 7

adalah metafora-metafora yang digunakan pencipta lagu dalam menyampaikan

commit to user
[Link] [Link]
6

gagasannya. Pencipta lagu menggunakan metafora-metafora ekspresif untuk

menuangkan gagasannya. Metafora ekspresif adalah metafora yang jarak antara

tenor dan wahananya jauh atau samar. Sebuah daya kreatif yang luar biasa, hal

inilah yang membedakan metafora-metafora yang diciptakan pencipta lagu Grup

Band Sheila on 7 dengan metafora-metafora yang terdapat pada lirik-lirik lagu

populer lainnya.

Dalam penggalan lirik lagu Group Band Sheila on 7 berikut ini, terdapat

satu contoh metafora ekspresif yang terdapat lirik lagu Group Band Sheila on 7.

Terima Kasih Bijaksana


.............................................................
..............................................................
Tak perduli berapa berat badanmu nanti
Kau tetap yang termuah
Ku akui ku tak hanya hinggap di satu hati
...............................................................
...............................................................

Di dalam penggalan lirik lagu di atas terdapat ungkapan metafora ku akui

ku tak hanya hinggap di satu hati. Bertindak sebagai tenor adalah tidak setia,

sedangkan wahananya adalah hinggap. Komponen makna kata hinggap adalah

perilaku binatang bersayap yang bertengger setelah terbang, berpindah-pindah,

bersifat sebentar, tempat yang biasa digunakan untuk hinggap biasanya tempat

yang menyimpan cadangan makanan.

Komponen makna kata tidak setia adalah suka berpindah-pindah hati,

tidak tahan godaan, meninggalkan seseorang demi orang lain. Pada contoh

metafora yang terdapat dalam penggalan lirik lagu di atas, kemiripan antara

binatang yang hinggap dan manusia yang tidak setia adalah berpindah-pindah.

Seseorang yang tidak setia dipersepsi pencipta lagu seperti binatang bersayap
commit to user
[Link] [Link]
7

yang hinggap. Kemiripan antara binatang yang hinggap dan manusia yang tidak

setia tersebut tidak bersifat wujudiah (nyata), tetapi hanya berdasarkan persepsi

pengarang. Dengan kata lain, kemiripan antara tenor dan wahana ungkapan

metafora ku akui ku tak hanya hinggap di satu hati bersifat emotif sehingga

metafora tersebut ekspresif.

Aspek kebahasaan dan kesastraan mengenai kemetaforaan pada lirik lagu

Grup Band Sheila on 7 merupakan karakteristik tersendiri yang dimiliki Grup

Band Sheila on 7 yang membedakannya dengan grup band lain pada era 2000-an.

Itulah sebabnya mengapa penulis merasa tertarik untuk meneliti kemetaforaan

dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7. Dari latar belakang keunikan lirik-lirik

lagu Grup Band Sheila on 7, yaitu banyak mengandung metafora ekspresif,

penulis memberi judul penelitian ini Kemetaforaan dalam Lirik Lagu Grup Band

Sheila on 7.

B. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian bisa terarah dan fokus pada

tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti. Dalam bahasa Indonesia, gaya bahasa

sangat kompleks dan sering digunakan dalam karya sastra. Salah satu gaya bahasa

yang banyak digunakan adalah metafora. Sehubungan dengan metafora, Edi

Subroto (1996:37) mengemukakan bahwa metafora dapat memberi suatu

kesegaran berbahasa, menjauhkan kebosanan karena monoton, dan menghidupkan

sesuatu yang sebenarnya lumpuh . Pengarang yang memanfaatkan metafora

dalam karyanya begitu banyak. Namun, dalam penelitian ini penulis hanya akan

commit to user
[Link] [Link]
8

meneliti kemetaforaan dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7 yang tersusun

dalam 6 album. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini difokuskan

pada jenis metafora dan tingkat ekspresivitas metafora yang terdapat dalam lirik

lagu Grup Band Sheila on 7 dengan menggunakan teori Stephen Ullman dan Edi

Subroto.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang telah diuraikan, berikut ini

rumusan masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini.

1. Bagaimana jenis dan makna metafora dalam lirik-lirik lagu Grup

Band Sheila on 7 ?

2. Bagaimana jarak antara tenor dan wahana metafora-metafora yang

terdapat dalam lirik-lirik lagu Grup Band Sheila on 7 ?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas, berikut

tujuan dari penelitian ini.

1. Mendeskripsikan jenis dan makna metafora dalam lirik-lirik lagu

Grup Band Sheila on 7.

2. Mendeskripsikan jarak antara tenor dan wahana metafora-metafora

yang terdapat dalam lirik-lirik lagu Grup Band Sheila on 7.


commit to user
[Link] [Link]
9

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat

bagi pembaca, baik secara teoretis maupun secara praktis.

1. Secara teoretis hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya

deskripsi tentang kajian semantik, khususnya metafora.

2. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu

dalam membentuk kepribadian yang baik masing-masing anggota

masyarakat melalui makna atau pesan yang terkandung dalam

metafora-metafora yang terdapat pada lirik-lirik lagu karya Grup

Band Sheila on 7. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan sebagai

bahan pertimbangan atau referensi untuk penelitian selanjutnya.

F. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini terdiri atas lima bab,

sebagai berikut:

Bab pertama berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah,

pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan

sistematika penulisan.

Bab kedua berisi kajian pustaka. Bab ini terdiri atas tinjauan studi

terdahulu, landasan teori dan kerangka pikir yang secara langsung berhubungan

dengan masalah yang hendak diteliti dan dikaji sebagai acuan dalam sebuah

penelitian.
commit to user
[Link] [Link]
10

Bab ketiga berupa metode penelitian yang meliputi jenis penelitian, data

dan sumber data, teknik pengumpulan data, klasifikasi data, teknik analisis data,

dan teknik penyajian data.

Bab keempat merupakan tahap inti dalam penelitian, yaitu tahap analisis

data. Analisis data yang dilakukan berdasarkan rumusan masalah yang telah

disebutkan sebelumnya.

Bab kelima merupakan penutup yang berisi simpulan hasil penelitian dan

saran-saran yang relevan dalam penelitian.

commit to user
[Link] [Link]

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. Tinjauan Studi Terdahulu

Masalah-masalah tertentu biasanya pernah diteliti ahli lain atau dibahas

sekalipun dalam dimensi-dimensi yang tertentu batas-batasnya. Peneliti wajib

untuk menyebutkan dan membahas seperlunya buku-buku atau hasil penelitian

sejenis itu. Kegunaannya, di samping secara etis menghargai peneliti-peneliti

terdahulu, juga untuk menunjukkan keunggulan dan atau kekurangan serta posisi

peneliti di dalam rangkaian perjalanan ilmu pengetahuan yang telah berjalan lama

(Edi Subroto, 2007: 96). Beberapa penelitian mengenai kemetaforaan sudah

pernah dilakukan. Penelitian yang pernah dilakukan dan berkaitan dengan

masalah yang diteliti dalam penelitian ini akan dipaparkan sebagai berikut.

Penelitian Henry Yustanto (1988) berupa skripsi yang berjudul

-puisi Ch Fakultas Sastra dan Seni Rupa

UNS, membahas keekspresifan metafora dalam puisi-puisi karya Chairil Anwar.

Permasalahan lain yang dibahas dalam skripsi ini adalah jenis-jenis metafora yang

dipakai Chairil Anwar dalam mewujudkan gagasannya. Kesimpulan dari

penelitian ini adalah: (1) puisi-puisi karya Chairil Anwar sangat ekspresif (2)

metafora yang terdapat di dalamnya berhubungan dengan masalah kehidupan

keras sesuai keadaan zaman sang penyair.

Metafora dan Kemetaforaan Karya-

karya Danarto Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS, meneliti jenis dan tipe

metafora pada kumpulan cerpen dan novel karya Danarto, keekspresifan metafora

berdasarkan jarak antara tenor dan wahana, dan pengaruh realitas sosial terhadap
commit to user

11
[Link] [Link]
12

penciptaan metafora. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa, Danarto banyak

menciptakan ungkapan metafora yang berbentuk klausa dalam kumpulan cerpen

Skripsi Sarwo Indah Ika Wigati (2003), Fakultas Sastra dan Seni Rupa

Tuturan Metaforis dalam Lirik Lagu-lagu Ebiet [Link]

wujud tuturan metafora lirik lagu Ebiet [Link] dari segi bentuk dan jenisnya, serta

keekspresifan yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Dalam penelitian ini

disimpulkan bahwa, metafora kalimatif dan metafora kategori manusia (human)

banyak ditemukan dalam lirik lagu Ebiet [Link] sebesar 35,55 %. Dari 149 data

metafora dalam lirik lagu Ebiet [Link] terdapat lima metafora konvensional dan

empat metafora mati.

Penelitian Endang Dwi Suryawati (2006) berupa skripsi, Fakultas Sastra dan

Kemetaforaan dalam Lirik Lagu Dangdut

tipe dan jenis metafora, tingkat keekspresifan metafora, dan fungsi tuturan tulis

metafora dalam lirik lagu dangdut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metafora

dalam lirik lagu dangdut tidak seluruhnya memiliki tenor dan wahana. Disebutkan

pula bahwa fungsi metafora berdasarkan konteks pemakaiannya dalam lirik lagu

dangdut adalah untuk : (1) memperkaya makna, (2) menjelaskan yang abstrak

agar lebih konkrit, (3) mengungkapkan makna secara berlebihan, dan (4)

memperhalus bahasa.

Halo Ole!-

Mania pada Tabloid Bola ahas

wujud dan makna ungkapan metaforis yang terdapat dalam SMS pada Kolom

commit to user
[Link] [Link]

13

i sintaksis terdapat beberapa bentuk, yaitu

metafora nominative, metafora komplementatif, metafora predikatif, metafora

klausa, metafora kalimatif. Sedangkan dilihat dari jenis metafora menurut Ullman

terdapat beberapa bentuk yaitu metafora antropomorfis, metafora binatang,

metafora konkret ke abstrak, dan metafora sinaestik. Makna ungkapan metaforis

bervariasi dan sangat ekspresif. Disebutkan pula bahwa terdapat keterkaitan antara

pen -

Bola dengan ruang persepsi manusia, dan paling banyak menduduki keterkaitan

yaitu binatang atau anime.

Penelitian berikutnya, penelitian Farida Trisnaningtyas (2010) berupa

skripsi yang Metafora pada Rubrik Opini dalam Majalah Tempo

Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS, membahas bentuk, jenis, dan pengimajian

menurut ruang persepsi manusia pada tuturan metaforis yang terdapat dalam

rubrik opini majalah Tempo. Kesimpulan penelitian ini adalah dari segi hubungan

antara tenor dan wahana, metafora yang terdapat dalam rubrik opini majalah

Tempo dapat dikelompokkan menjadi kemiripan bentuk dan kemiripan emotif.

Dari segi sintaksisnya, metafora bentuk kalimatif yang paling banyak digunakan.

Dari segi pengimajian menurut medan persepsi manusia, metafora yang

berkategori human paling banyak digunakan.

Berdasarkan penelaahan terhadap penelitian terdahulu yang relevan,

penelitian yang mengkaji Kemetaforaan dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7

commit to user
[Link] [Link]

14

belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, sebagai kelengkapan dalam

perkembangan bahasa, penelitian ini perlu dilakukan.

B. Landasan Teori

1. Pengertian Metafora

Metafora berasal dari bahasa Yunani metaphora

dari meta pherein (membawa). Metafora sudah menjadi

bahan studi sejak zaman kuno. Aristoteles (384-322 SM) mendefinisikan metafora

sebagai ungkapan kebahasaan untuk menyatakan hal yang bersifat umum untuk

hal yang bersifat khusus, yang khusus untuk yang umum, yang khusus untuk yang

khusus, atau dengan analogi (Abdul Wahab, dalam PELLBA 3, 1989:142).

Quintilian (d metafora adalah

ungkapan kebahasaan untuk mengungkapkan sesuatu yang hidup bagi makhluk

hidup lainnya, yang hidup untuk yang mati, yang mati untuk yang hidup, atau

yang mati untuk yang mati .

Metafora tidak hanya terbatas pada dikotomi umum-khusus model

Aristoteles maupun dikotomi hidup-mati model Quintilian. Untuk itu, Abdul

Wahab (dalam PELLBA 3, 1989:142) mengartikan metafora dalam definisi yang

agak longgar, yakni ungkapan kebahasaan yang maknanya tidak dijangkau secara

langsung dari lambang yang dipakai karena makna yang dimaksud terdapat pada

prediksi ungkapan kebahasaan itu. Dengan kata lain, metafora ialah pemahaman

dan pengalaman akan sejenis hal yang dimaksudkan untuk perihal lain.

Sebagian kata mempertahankan makna aslinya dengan tidak melakukan

perluasan makna. Akan tetapi, sebagian besar kata atau leksem meskipun masih

commit to user
[Link] [Link]
15

mempertahankan makna aslinya, dalam kurun waktu tertentu kata tersebut

dimungkinkan juga digunakan untuk referensi yang lebih luas dan dalam

jangkauan situasi yang lebih luas pula. Porzig (dalam John Lyons, 1977:263)

rbatas pada

mengacu pada aktivitas menunggang kuda, melainkan juga aktivitas mengendarai

yakni posisi mengangkang. Hal ini dikatakan Lyons sebagai contoh dari metafora,

seperti pada kutipan berikut.

The similarity in the two different states-of-affairs describable by means of the


-
which results from its application to sitting astride a beam, rather than a horse,
can be classified as an instance of what is traditionally called methaphorical
extension (John Lyons, 1977:263).

Metafora juga dapat berupa gabungan kata yang mengalami perluasan

makna. John Lyons (1977:263) me

yang dimaknai orang yang selalu menghalangi kesenangan atau

kebahagiaan orang lain. Keduanya merupakan tuturan yang berterima secara

fonologis dan gramatikal, seperti pada tuturan berikut, He is a very wet blanket

dan He is a very live wire. Namun, sebagai gabungan kata, keduanya tidak begitu

endosentris. Blanket (selimut) dan wire (dawai) tidak termasuk dalam kelas kata

animate (bernyawa) seperti pada makna yang diacunya yaitu manusia.

Metafora bukan merupakan bagian yang terbatas dalam bentuk gabungan

kata (leksem). Beberapa leksem yang sederhana dapat membentuk suatu tuturan

metaforis, untuk itu lebih atau kurang makna secara umum yang diperoleh dapat

digunakan sebagai suatu leksikon (John Lyons, 1977:548). Teori tentang metafora

commit to user
[Link] [Link]
16

memang menjadi pembicaraan yang sangat menarik meskipun tidak dapat

dimasukkan dalam jangkauan tetap sistem tatabahasa generatif dan biasanya

dibicarakan dalam stilistika. Namun, tidak berarti metafora terbatas

pada anggapan bahwa metafora hanyalah bahasa puisi belaka.

Metafora diciptakan atas dasar keserupaan atau kemiripan antara dua

entitas atau dua term (Edi Subroto, 2011:119). Keserupaan itu dalam

wujud/bentuknya, sifat/karakternya, atau atas dasar persepsi. Pada dasarnya

penciptaan metafora tidak ada habis-habisnya, dengan kata lain metafora memberi

kesegaran dalam berbahasa, menjauhkan kebosanan karena ketunggalnadanan

(monofoon), mengaktualkan sesuatu yang sebenarnya lumpuh, menghidupkan

sesuatu yang sebenarnya tak bernyawa.

Stephen Ullman (dalam Edi Subroto, 2011:119) mengartikan metafora

sebagai perbandingan antara dua hal yang bersifat menyatu (luluh) atau

perbandingan yang bersifat langsung karena kemiripan/kesamaan yang bersifat

konkret/nyata atau bersifat intuitif/perceptual. Karena perbandingan itu bersifat

menyatu atau luluh, maka tidak dinyatakan dengan kata-kata yang

mengungkapkan perbandingan (seperti, bak, laksana, bagaikan).

Sementara itu, Leech (dalam Edi Subroto, 2011:120) mengartikan

metafora sebagai sebuah transfer makna atau perpindahan makna. Dalam hal ini

dijelaskan bahwa untuk makna A, diganti dengan sesuatu yang mirip dengan

makna A itu. Misalnya, ungkapan segunung cucian akan menimbulkan daya

bayang ada banyak cucian yang bertumpuk-tumpuk sehingga mirip gunung.

Metafora dapat digolongkan sebagai gaya berbahasa atau gaya

pengungkapan. Berkenaan dengan hal ini, gaya personifikasi sebenarnya

commit to user
[Link] [Link]
17

tergolong jenis tertentu dari metafora. Rice (dalam Edi Subroto, 2011:122)

mengatakan, sebuah bentuk metafora adalah personifikasi, suatu piranti figuratif

yang digunakan oleh penulis untuk memberikan sifat tak bernyawa (tak hidup)

pada sesuatu menjadi bernyawa atau hidup .

Sejumlah kata tidak hanya memiliki makna literal, tetapi memungkinkan

pula memiliki makna kias atau makna figuratif yang pada akhirnya membentuk

metafora-metafora. Verhaar (dalam I Dewa Putu Wijana, Muhammad Rohmadi,

2008:48) metafora terbentuk karena adanya penyimpangan

penerapan makna kepada sesuatu referen yang lain . Penyimpangan penerapan

makna ini tidak bersifat semena (arbitrer), tetapi berdasarkan atas kesamaan

tertentu, seperti kesamaan sifat, bentuk, fungsi, tempat, atau kombinasi di

antaranya. Terbentuknya metafora sekurang-kurangnya membutuhkan tiga

persyaratan, yakni ada yang dibandingkan (pebanding), ada yang digunakan untuk

membandingkan (pembanding), dan ada kesamaan atau kesesuaian antara

pebanding dengan pembandingnya (persamaan).

2. Jenis Metafora

Metafora dalam bahasa dan gaya kesusastraan secara umum dibedakan

menjadi empat jenis, yakni: (1) metafora antropomorfis, (2) metafora binatang, (3)

metafora dari konkret ke abstrak, dan (4) metafora sinaestetik (Stephen Ullman,

2007: 267-269).

(1) Metafora antropomorfis

Giambattista Vico (dalam Stephen Ullman, 2007: 267) menyatak dalam

semua bahasa sebagian besar ekspresi yang mengacu kepada benda-benda yang

tak bernyawa dibandingkan dengan cara pengalihan (transfer) dari tubuh dan

commit to user
[Link] [Link]
18

anggota badan manusia, dari indera dan perasaan manusia . Sebenarnya ada

banyak juga transfer yang menjadi kebalikannya, yaitu bagian dari tubuh manusia

dinamakan dengan binatang atau benda tak bernyawa. Dalam bahasa Indonesia

dikenal istilah bola mata, gendang telinga, buah dada, dan tali pusar. Dalam

terminologi Sperber (dalam Stephen Ullman, 2007:267), tubuh manusia itu adalah

pusat perluasan metafora dan pusat atraksi yang kuat.

Mansoer Pateda (2001:235) mendefinisikan metafora antropomorfis sebagai

metafora yang berhubungan dengan diri manusia. Manusia membandingkan dan

mengasosiasi unsur-unsur badannya dengan alam sekitar, sehingga lahirlah

metafora: mulut sungai, jantung kota, mata pisau, mata pencaharian, punggung

gunung, urat nadi perhubungan, dan sebagainya. Berdasarkan pengalaman,

manusia mengenal kata batang buah, daun, dan karena itu lahirlah metafora:

batang tubuh, buah hati, daun telinga. Kalau orang berkata mulut sungai, orang

menghubungkan kata mulut yang ada pada manusia dan urutan kata mulut sungai.

Telah diketahui bahwa unsur mulut terdapat di depan. Jika pengertian ini

dihubungkan dengan mulut sungai, maka asosiasi pastilah mengacu ke tempat

yang di depan. Tempat yang ada di depan pada sebuah sungai yakni, muara.

(2) Metafora binatang

Sumber utama imajinasi atau metafora yang lain adalah dunia binatang.

Banyak tumbuhan menggunakan nama binatang, misalnya, lidah buaya, kumis

kucing, jambu monyet, kuping gajah, cocor bebek. Banyak juga benda tak

bernyawa menggunakan nama binatang, misalnya telur mata sapi, mata kucing

(instrumen pada radio atau televisi), rambut ekor kuda, si jago merah. Kelompok

lain dari imajinasi terhadap binatang ini ditransfer kepada manusia di mana ada

commit to user
[Link] [Link]
19

konotasi humor, ironis, pejoratif (melemahkan nilai) atau fantastik. Seseorang

dapat diserupakan dengan binatang, misalnya si babi, si kerbau, si beo. Benda tak

bernyawa ada pula yang dianggap bisa bertingkah dan tingkahnya itu

dimetaforakan seperti binatang. Misalnya, panas matahari yang menyengat.

(3) Metafora dari konkret ke abstrak

Salah satu kecenderungan dasar metafora adalah menjabarkan

pengalaman-pengalaman abstrak ke dalam hal yang konkret. Transfer atau

pengalihan semacam ini sering terjadi, dan rasanya tidak akan mungkin

membicarakan hal yang abstrak tanpa menjamah transfer-transfer dari yang

konkret tersebut. Misalnya, dari kata sinar, cahaya, atau lampu yang konkret,

ditemukan banyak ungkapan metaforis yang abstrak seperti sorot mata, sinar

mata, sinar wajah, hidupnya yang bersinar, ajarannya menyinar dunia, otak

cemerlang, menyoroti perilaku pemimpin, dunia gemerlap, harta yang

menyilaukan, kejayaannya mulai meredup, penyuluh pertanian, senyumnya

berseri.

(4) Metafora sinaestetik

Suatu jenis metafora yang sangat umum didasarkan kepada transfer dari satu

indera ke indera yang lain. Misalnya, dari indera pendengaran ke indera perasa

yang menghasilkan metafora: musik yang keras, suara yang halus, suara keras.

Adapula metafora sebagai akibat perubahan kegiatan indera pencium ke indera

peraba, misalnya parfum yang berbau lembut; dari indera penglihatan ke indera

perasa yang menghasilkan urutan kata: bajunya manis sekali, sikap yang manis,

warna yang manis.

commit to user
[Link] [Link]

20

3. Tenor dan Wahana

Struktur dasar metafora sangat sederhana. Di sana selalu ada dua hal,

yaitu sesuatu yang sedang dibicarakan (yang dibandingkan) dan sesuatu yang

dipakai sebagai bandingan (Stephen Ullman, 2007:265). Dalam terminologi

[Link] (dalam Stephen Ullman, 2007:365), sesuatu yang dibicarakan itu

disebut tenor (makna atau arah umum) dan bandingannya disebut wahana

(vehicle), sedangkan unsur atau unsur-unsur yang biasa mereka punyai

membentuk dasar dari metafora. Misalnya, dalam ujaran Fernando menanduk

bola, dapat dipahami bahwa seseorang bernama Fernando diumpamakan sebagai

seekor binatang bertanduk yang bisa menanduk, seperti kerbau atau sapi.

Fernando ialah sesuatu yang dibicarakan (tenor), dan binatang adalah

bandingannya (wahana). Pada keduanya, Fernando dan kerbau, ada unsur umum

yang dapat dibayangkan yang mengacu pada kesamaan makna, yakni suatu

tindakan yang menggunakan kepala. Pada manusia hal itu disebut menyundul,

pada kerbau menanduk.

4. Tingkat Ekspresivitas Metafora

Daya ekspresivitas sebuah metafora ditentukan oleh jarak relasi antara

tenor dan wahana. Apabila hubungan antara tenor dan wahana begitu jelas atau

konkret, maka daya ekspresifnya kurang. Namun, apabila jarak relasinya begitu

samar-samar, maka daya ekspresifnya menjadi kuat (Edi Subroto, 1996: 39).

Jarak antara tenor dan wahana oleh Saeed ( dalam Edi Subroto, 1996: 39)

angle of image). Manakala jarak antara tenor dan wahana

begitu dekat, artinya kemiripan dua referen begitu nyata dan berwujud maka

menciptakan metafora yang konvensional. Misalnya, gelombang pecah berderai.

commit to user
[Link] [Link]
21

Kata gelombang memiliki komponen makna: benda, bentuk cair, bergulung-

gulung di air, bisa pecah menerjang ombak. Kata pecah memiliki komponen

makna: nomina, keras, mudah pecah atau hancur, berkeping-keping. Bertindak

sebagai tenor adalah gelombang, sedangkan wahana adalah benda yang dapat

pecah. Peristiwa bertemunya antara ombak dan batu karang karena hembusan

angin yang sangat kencang mengakibatkan ombak pecah. Pecahan tersebut

dipersepsi penulis seperti pecahan kaca (benda) yang dapat hancur berkeping-

keping. Kemiripan antara gelombang dan pecah bersifat objektif, karena

hubungan tenor dan wahana dekat.

Kemiripan sekaligus perbedaan dari suatu referen dapat diketahui dengan

metode analisis komponen. Metode analisis komponen merupakan metode

mengurai arti leksikal sebuah leksem ke dalam komponen maknanya atau ke

dalam semantik fiturenya (Edi Subroto, 1996:98). Fitur semantik atau ciri

semantik sebuah kata adalah seperangkat ciri pembeda arti yang bersifat hakiki

yang benar benar mewakili dan diperlukan untuk membedakan arti leksikal yang

satu dari unit leksikal yang lain atau yang seranah (sedomain). Misalnya kata kaki

(manusia) dan kaki meja dianalisis sebagai berikut.

Kaki (manusia) kaki meja

+ bagian bawah dari tubuh manusia + bagian bawah dari meja

+ untuk berdiri dan berjalan + untuk berdiri

+ benda konkret + benda konkret

+ bagian di bawah + bagian bawah

+ sebagai penyangga atasnya + sebagai penyangga bagian

atas

commit to user
[Link] [Link]
22

-terbentuk dari daging dan tulang - terbuat dari kayu atau besi

Dari analisis di atas diketahui adanya kemiripan makna, yaitu sama-sama benda

konkret, sama-sama bagian terbawah, dan sama-sama berfungsi sebagai

penyangga bagian atasnya, kaki (manusia) dapat diterapkan pada bagian meja.

Semakin jauh jarak antara tenor dan wahana, maka metafora tersebut

semakin ekspresif. Apabila jarak antara tenor dan wahana dihayati berdasarkan

persepsi si pengarang atau berdasar persamaan emosional seseorang, maka akan

memberikan daya ekspresif yang kuat serta memberikan keterkejutan dan

ketegangan yang tinggi, sehingga metafora yang demikian cenderung bersifat

individual dan original. Kemiripan emotif memiliki daya ekspresif yang kuat dan

tinggi, sehingga pada metafora yang emotif akan sulit menemukan hubungan

antara tenor dan wahananya atau tingkat kemiripan yang samar-samar. Berikut ini

contoh metafora yang berdaya ekspresif tinggi (dalam Edi Subroto, 1996:39).

Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi

mengasosiasikan gerakan yang keras dan bertenaga, sehingga seluruh isi bumi

uh

commit to user
[Link] [Link]

23

C. Kerangka Pikir

Kerangka pikir penelitian ini secara garis besar dilukiskan pada bagan

berikut.

Bagan Kerangka Pikir

Frasa dan Klausa


Lirik Lagu Grup Band yang Mengandung
Sheila on 7 Metafora

Jenis Metafora Jarak antara Tenor


menurut Teori dan Wahana
Stephen Ullman. Menurut Teori Edi
Subroto

Metafora Metafora Metafora Metafora


Antropomorfis Binatang dari Konkret Sinaestetik Tingkat
ke Abstrak
Ekspresivitas
Metafora

Metafora Metafora
Ekspresif Konvensional

Kemiripan Kemiripan
Emotif Objektif

commit to user
[Link] [Link]

commit to user
[Link] [Link]
24

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian

deskriptif kualitatif berusaha mengungkapkan berbagai informasi kualitatif yang

disertai dengan deskripsi yang teliti, akurat, penuh rasa dan nuansa untuk

menggambarkan secara cermat sifat-sifat, keadaan, gejala, atau fenomena tidak

terbatas pada pengumpulan data, melainkan meliputi analisis data dan

interpretasinya ([Link], 1996:8). Oleh karena sifatnya deskriptif kualitatif,

maka penelitian ini tidak menggunakan hipotesis sebagai jawaban sementara

terhadap permasalahan penelitian sebagaimana yang dilakukan dalam penelitian

kuantitatif.

Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan

konteks pemakaian lambang-lambang metafora yang terdapat dalam lirik lagu

Sheila on 7. Pertimbangan konteks dan konstruksi pemakaian penting sebagai

dasar untuk mengidentifikasi ekspresi metafora yang terdapat dalam lirik lagu

Sheila on 7. Secara kualitatif penelitian ini mendasarkan pada kejelasan,

keruntutan, dan kelogisan dalam menganalisis lirik lagu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik untuk mengurai

metafora dan maknanya yang terdapat dalam lirik lagu Sheila on 7, yang pada

akhirnya akan memberikan gambaran mengenai keekspresifan metafora dalam

lirik lagu Sheila on 7.

commit to user

24
[Link] [Link]
25

B. Data dan Sumber Data

Data adalah semua informasi atau bahan yang disediakan oleh alam

(dalam arti luas) yang harus dicari, dikumpulkan, dan dipilih oleh peneliti (Edi

Subroto, 2007:38). Data kebahasaan adalah konteks (dan bahkan juga konteks

situasi) yang dapat berwujud wacana atau kalimat atau klausa atau frase atau kata

(tunggal atau kompleks) atau morfem yang di dalamnya terdapat segi-segi tertentu

yang diteliti (Edi Subroto, 2007:39). Data harus sesuai dengan masalah yang

diteliti. Dengan demikian, data merupakan bahan yang sesuai untuk memberikan

jawaban terhadap masalah yang diteliti. Berdasarkan rumusan tersebut, maka data

sebuah penelitian berwujud kata-kata, kalimat atau kutipan-kutipan, wacana,

gambar-gambar, foto, catatan pribadi, memoar, maupun angka-angka. Data dalam

penelitian ini ialah data kebahasaan berupa frase dan klausa yang mengandung

metafora yang terdapat dalam lirik lagu Sheila on 7.

Sumber data primer penelitian berupa 6 album Sheila on 7, yakni :

1. Album Sheila on 7 (Produksi Sony Musik

Indonesia, Tahun 1999)

2. Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan (Produksi Sony BMG

Indonesia, Tahun 2000)

3. Album 07 Des (Produksi Sony BMG

Indonesia, Tahun 2002)

4. Album OST 30 Hari Mencari Cinta (Produksi Sony Musik

Indonesia, Tahun 2003)

commit to user
[Link] [Link]
26

5. Album Pejantan Tangguh (Produksi Sony BMG

Indonesia, Tahun 2004)

6. Album 507 (Produksi Sony BMG

Indonesia, Tahun 2006)

Sumber data sekunder berupa lirik-lirik lagu yang terdapat pada 6 sampul

kaset album Grup Band Sheila on7 di atas.

C. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan tahap awal yang penting dalam proses

penelitian, sebelum menginjak pada dua tahapan penting berikutnya yakni

penganalisisan data dan penyajian hasil analisis data.

Penelitian ini menggunakan teknik simak catat dan teknik pustaka. Teknik

simak catat dilakukan dengan mengadakan penyimakan terhadap lagu-lagu yang

terdapat dalam 6 kaset album Sheila on 7 dan mencocokkan setiap liriknya

dengan lirik-lirik yang terdapat dalam sampul kaset.

Teknik pustaka adalah mempergunakan sumber-sumber tertulis untuk

memperoleh data (Edi Subroto, 2007:47). Data kebahasaan diambil dari sumber-

sumber pustaka dibatasi kepentingannya terhadap maksud dan tujuan penelitian,

apakah yang diteliti termasuk bidang morfofonemiks, morfologi, sintaksis,

semantik, atau wacana. Apabila yang diteliti termasuk bidang semantik maka data

relevan yang diambil disertakan pula konteks kalimatnya (Edi Subroto, 2007:48).

Sumber tertulis dalam penelitian ini adalah lirik lagu yang terdapat dalam

6 sampul kaset tape album Sheila on 7. Data kebahasaan (frase dan klausa pada

commit to user
[Link] [Link]
27

lirik-lirik lagu Sheila on 7 yang mengandung metafora) yang diambil dari sumber

tertulis tersebut kemudian dituliskan dalam sebuah kartu data. Pencatatan data

dilakukan dengan mengambil lirik yang mengandung ungkapan metaforis pada

semua judul lagu Sheila on 7 yang terdapat dalam 6 album Sheila on 7.

Selanjutnya lirik yang mengandung ungkapan metaforis akan diberi kode data

yang menunjukkan album lagu, judul lagu, nomor urutan lagu tempat data itu

didapatkan.

Contoh kartu data

Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik


Jadikan masa depanmu menari
Ingat selalu pesan kedua orang tuamu
Jalani dengan hatimu yang tulus
Keterangan :
(01/ASO/Perhatikan Rani/10)
01 : Nomor Data

ASO : Album Sheila on 7 (1999)

Perhatikan Rani : Judul Lagu

10 : Nomor Urut Lagu

Kata-kata yang dicetak tebal pada kartu data merupakan data yang

akan dianalisis.

D. Klasifikasi Data

Klasifikasi data merupakan usaha menggolong-golongkan data berdasarkan

kategori tertentu setelah data-data yang diperlukan terkumpul. Pada penelitian ini

data diklasifikasikan berdasarkan jenis metafora menurut rumusan Stephen

commit to user
[Link] [Link]
28

Ullman dan keekspresifan metafora dalam lirik lagu Sheila on 7.

Pengklasifikasian jenis metafora menurut Stephen Ullman adalah metafora

antropomorfis, metafora binatang, metafora dari konkret ke abstrak, dan metafora

sinaestetik. Sementara klasifikasi berikutnya adalah keekspresifan lirik lagu Grup

Band Sheila on 7 berdasarkan jarak antara tenor dan wahana.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan teknik dalam memeriksa dan menganalisis

data sehingga menghasilkan data yang akurat dan benar-benar dapat dipercaya.

Sesuai dengan permasalahan penelitian, penelitian ini menganalisis dua hal pokok,

yakni jenis metafora dan jarak antara tenor dan wahana metafora-metafora yang

terdapat dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7. Oleh karena itu, ada beberapa

teknik analisis yang diterapkan sesuai dengan relevansinya dengan masing-masing

permasalahan penelitian.

Untuk menganalisis jenis metafora dan kemiripan antara wahana dengan

tenor digunakan metode padan karena kedua hal tersebut tekait dengan faktor di

luar bahasa. Metode padan adalah metode yang dipakai untuk mengkaji atau

menentukan identitas satuan lingual tertentu dengan memakai alat penentu yang

berada di luar bahasa, terlepas dari bahasa, dan tidak menjadi bagian dari bahasa

yang bersangkutan (Sudaryanto, 1993:13).

Untuk mengetahui referen tiap metafora sehingga dapat ditentukan

komponen-komponen maknanya digunakan daya pilah yang bersifat mental yang

commit to user
[Link] [Link]
29

dimiliki oleh setiap peneliti. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam contoh

metafora yang terdapat dalam penggalan lirik lagu berikut ini.

......................................................................
Tak perduli berapa berat badanmu nanti
Kau tetap yang termuah
Ku akui ku tak hanya hinggap di satu hati
......................................................................

Referen (sesuatu yang diacu) dari kata hinggap pada penggalan lirik lagu

di atas adalah setia. Dalam pembahasan metafora, referen tersebut disebut dengan

tenor (topik atau makna sebenarnya yang dibicarakan), sementara bandingannya

yaitu kata hinggap disebut dengan wahana. Untuk menentukan referen dari kata

hinggap tersebut digunakan teknik dasar yang bersifat mental dari peneliti.

Selanjutnya, dalam analisis kemiripan antara wahana dengan tenor

digunakan metode analisis komponen, kemudian komponen makna yang terdapat

pada wahana dibandingkan dengan komponen makna yang terdapat pada tenor

sehingga dapat ditarik simpulan mengenai kemiripan di antara keduanya.

Komponen makna yang digunakan dalam penelitian ini tidak disebutkan secara

mendetail tetapi dibuat secara ringkas dengan tujuan menentukan kemiripan

makna antara tenor dengan wahana. Dalam penggalan lirik lagu di atas, komponen

makna tenor dan wahana dapat dijabarkan seperti berikut ini. Komponen makna

kata hinggap adalah bertengger setelah terbang (burung), menghampiri setelah

terbang (lalat). Komponen makna kata setia adalah tetap pada satu hati, tahan

godaan, tidak beranjak meninggalkan seseorang demi orang lain. Relevansinya

dengan penggunaan metode padan, pada tahap analisis komponen makna ini

commit to user
[Link] [Link]
30

digunakan teknik dasar yang disebut teknik pilah unsur penentu (PUP), yang

dalam hal ini memilah-milahkan komponen makna pada tenor dan wahana.

Pada proses penarikan simpulan mengenai adanya kemiripan antara

wahana dengan tenor digunakan teknik lanjutan, yakni teknik hubung banding

untuk menyamakan hal pokok (HBSP) (Sudaryanto, 1993:21-29). Dalam hal ini

membandingkan komponen makna pada tenor dan wahana, kemudian ditarik

kesimpulan mengenai kemiripan atau kesamaannya. Pada contoh metafora yang

terdapat dalam penggalan lirik lagu di atas, kemiripan antara kata hinggap dan

setia adalah menyinggahi sesuatu. Seseorang yang setia (menyinggahi satu hati)

dipersepsi pencipta lagu seperti burung yang hinggap (menyinggahi sebuah

pohon).

F. Teknik Penyajian Analisis Data

Sebagai tahap akhir dalam penelitian ini adalah penyajian hasil analisis

data. Hasil analisis data dapat ditampilkan dengan dua cara, yakni metode

penyajian informal dan metode penyajian formal. Penyajian informal adalah cara

merumuskan hasil analisis data dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-

kata biasa walaupun dengan terminologi yang teknis sifatnya (Sudaryanto,

1993:145). Penyajian formal merupakan cara merumuskan hasil analisis data

dengan menggunakan lambang dan tanda-tanda. Tanda yang dimaksud di

antaranya: tanda tambah (+), tanda panah ( ), tanda kurang (-), tanda kurung

biasa (()), tanda kurung kurawal ({}), tanda kurung siku([]). Adapun lambang

yang dimaksud di antaranya: lambang huruf sebagai singkatan nama (S, P, O, V,

commit to user
[Link] [Link]
31

1993:145).

Dari sekian banyak penyajian formal yang dikemukakan oleh Sudaryanto,

dalam penelitian ini penulis hanya menggunakan beberapa lambang huruf sebagai

singkatan dan tanda-tanda. Lambang huruf sebagai singkatan yang digunakan

adalah ASO (Album Sheila on 7), AKK (Album Kisah Klasik untuk Masa

Depan), A07D (Album 07 Des), AOST (Album OST 30 Hari Mencari Cinta),

APT (Album Pejantan Tangguh), dan A507 (Album 507). Tanda-tanda yang

digunakan adalah tanda kurung ( ( ) ), tanda titik (.), tanda koma (,), tanda tanya

tanda

Selain penyajian analisis formal, penulis juga menggunakan penyajian

hasil analisis data informal yaitu mendeskripsikan hasil analisis dengan kata-kata

biasa untuk menjelaskan atau menafsirkannya. Hasil analisis data berupa kaidah-

kaidah yang berkaitan dengan penggolongan jenis metafora berdasarkan kategori-

kategori tertentu serta karakteristik pemakaian metafora berdasarkan jarak antara

tenor-wahana. Kaidah yang disajikan berupa uraian dalam wujud kalimat-kalimat

yang diikuti dengan pemerian secara rinci.

commit to user
[Link] [Link]

BAB IV
ANALISIS DATA

A. Jenis-jenis serta Makna Kemetaforaan dalam Lirik Lagu


Grup Band Sheila on 7

Jenis metafora secara umum menurut Stephen Ullman dibagi menjadi

empat, yaitu: (1) metafora antropomorfis, (2) metafora binatang, (3) metafora dari

konkret ke abstrak, dan (4) metafora sinaestetik.

1. Metafora Antropomorfis

Metafora antropomorfis adalah metafora yang berhubungan dengan diri

manusia. Data berikut adalah cuplikan bait dan lirik lagu yang termasuk metafora

antropomorfis.

(1) Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik


Jadikan masa depanmu menari
(21/ASO/ Perhatikan Rani/10)

Menari adalah kegiatan menggerak-gerakkan badan dengan berirama dan

biasanya diiringi bunyi-bunyian (KBBI, 2007:1144). Perbuatan ini lazimnya

dilakukan oleh manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu ini, perbuatan

menari dilakukan oleh masa depan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2007:718), masa depan diartikan sebagai hari esok yang dimiliki oleh manusia.

Masa depan adalah sesuatu yang abstrak dan tidak bernyawa. Pada data (1) masa

depan diserupakan dengan manusia yang dapat melakukan kegiatan menari.

Menari biasanya dilakukan dengan hati yang damai dan gembira. Oleh sebab itu,

dapat dikatakan bahwa menari digunakan sebagai simbol keceriaan. Baris lagu

Jadikan masa depanmu menari menggambarkan masa depan yang baik dan

diselimuti keceriaan.

commit
31to user
[Link] [Link]
32

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(2) Semoga semua ini adalah persinggahan sementara mimpimu


(24/ASO/Perhatikan Rani/10)

Singgah adalah berhenti sebentar di suatu tempat ketika dalam perjalanan.

Persinggahan adalah tempat berhenti sebentar ketika dalam perjalanan (KBBI,

2007:1070). Sesuatu yang bisa singgah lazimnya adalah manusia. Akan tetapi,

dalam baris lagu tersebut sesuatu yang singgah adalah mimpi. Mimpi dalam

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:744) diartikan sebagai angan-angan. Mimpi

merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (2) mimpi diserupakan dengan

manusia yang dapat singgah. Persinggahan sementara dalam baris lagu semoga

ini adalah persinggahan sementara mimpimu dapat dimaknai suatu keadaan di

mana mimpi seseorang harus terhenti karena suatu sebab. Lirik lagu tersebut

menggambarkan bahwa tidak ada cobaan yang tidak bisa diatasi manusia. Semua

cobaan yang menghalangi terwujudnya mimpi dan angan-angan pasti akan

berlalu. Manusia masih sah-sah saja berharap suatu saat impiannya akan terwujud.

Berikut ini adalah data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora

antropomorfis.

(3) Serapuh kelopak sang mawar yang disapa badai berselimutkan gontai
(41/A07D/Hingga Ujung Waktu/2)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:997), sapa diartikan sebagai

ucapan untuk menyapa atau mengajak bercakap-cakap. Gontai adalah perlahan-

lahan dan agak terhuyung-huyung karena lemah (KBBI, 2007:369). Kegiatan

menyapa, disapa, dan gontai lazimnya dilakukan atau terjadi pada manusia. Akan

tetapi, dalam lirik ini, perbuatan menyapa dilakukan oleh badai dan yang disapa
commit to user
[Link] [Link]
33

adalah kelopak mawar, keadaan gontai juga dialami bunga mawar. Badai adalah

angin kencang yang menyertai cuaca buruk, datang dengan tiba-tiba, berkecepatan

sekitar 64-72 knot (KBBI, 2007:84). Kelopak adalah daun pembalut bunga

(KBBI, 2007:535). Pada data (3) kelopak mawar dan badai diumpamakan sebagai

manusia yang dapat melakukan kegiatan menyapa maupun disapa dan dapat

mengalami keadaan gontai. Lirik lagu serapuh kelopak sang mawar yang disapa

badai berselimutkan gontai menggambarkan keadaan yang sangat rapuh, serapuh

kelopak mawar yang diterjang badai, ketika seseorang ditinggal kekasih.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(4) Semegah sang mawar dijaga matahari pagi bermahkotakan embun


(43/A07D/Hingga Ujung Waktu/2)

Menjaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:449) diartikan

sebagai kegiatan mempertahankan keselamatan orang atau barang. Mahkota

dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:697) diartikan sebagai hiasan kepala

yang biasa dipakai raja atau ratu sebagai lambang kebesaran. Matahari dalam

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:722) diartikan sebagai benda angkasa,

pusat titik surya berupa bola berisi gas yang mendatangkan terang dan panas pada

siang hari. Kegiatan menjaga dan memakai mahkota lazimnya dilakukan oleh

manusia. Akan tetapi, dalam lirik ini kegiatan menjaga dilakukan oleh matahari

dan memakai mahkota dilakukan oleh mawar. Pada data (4) matahari dan mawar

digambarkan sebagai manusia yang dapat melakukan kegiatan menjaga dan

memakai mahkota. Baris lagu semegah sang mawar dijaga matahari pagi

bermahkotakan embun menggambarkan perasaan seseorang yang sangat damai

dan bahagia ketika kekasihnya ada di sampingnya.


commit to user
[Link] [Link]
34

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut ini.

(5) Saat engkau di sini


Dan pekat menemukanmu
Jangan pernah berhenti memilikiku
(44/A07D/Hingga Ujung Waktu/2)

Menemukan adalah mendapatkan sesuatu yang belum ada sebelumnya

(KBBI, 2007:1170). Kata kerja menemukan lazimnya dilakukan oleh manusia.

Akan tetapi, dalam penggalan lirik ini kata kerja menemukan dilakukan oleh

pekat. Pekat adalah keadaan yang tidak jernih (KBBI, 2007:843). Pada data (5)

pekat diserupakan dengan manusia yang dapat menemukan sesuatu. Kata pekat

dalam lirik ini dapat dimaknai pikiran yang tidak jernih. Penggalan lirik tersebut

bermakna dalam keadaan apapun, segalau apapun pikiran, seseorang (dalam hal

ini pencipta lagu) tidak mau ditinggalkan oleh kekasihnya.

Di bawah ini adalah data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora

antropomorfis.

(6) Tuan burung camar tak kan henti bernyanyi


Saat aku berkhayal denganmu
(45/A07D/Hingga Ujung Waktu/2)

Tuan adalah persona orang kedua laki-laki (KBBI, 2007:1213). Kata

sapaan tuan lazimnya digunakan untuk acuan manusia. Dalam Kamus Besar

Bahasa Indonesia (2007:790), bernyanyi diartikan mengeluarkan suara bernada.

Kegiatan bernyanyi umumnya juga dilakukan oleh manusia. Akan tetapi, dalam

baris lagu ini kata sapaan tuan digunakan untuk burung camar dan kegiatan

bernyanyi juga dilakukan oleh burung camar. Pada data (6) burung camar

diumpamakan sebagai manusia laki-laki yang biasanya dipanggil tuan dan dapat

bernyanyi. Bernyanyi dalam lirik ini dimaknai berbunyi atau berkicau. Penggalan
commit to user
[Link] [Link]
35

lirik tersebut menggambarkan keadaan yang sangat gembira ketika seseorang

berkhayal dengan kekasihnya sampai burung camar pun ikut berkicau.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(7) Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu


(47/A07D/Saat Aku Lanjut Usia/6)

Menyerang adalah mendatangi untuk melawan, melukai, atau memerangi

(KBBI, 2007:1045). Aktivitas menyerang lazimnya dilakukan oleh manusia. Akan

tetapi, dalam baris lagu ini menyerang dilakukan oleh kata keadaan yaitu dingin.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:266), dingin diartikan keadaan tidak

panas atau bersuhu rendah. Pada data (7) dingin digambarkan sebagai manusia

yang dapat menyerang orang lain. Dingin menyerangmu dalam baris lagu ini

dapat dimaknai keadaan tubuh yang dingin karena rendahnya suhu. Baris lagu ku

peluk tubuhmu saat dingin menyerangmu menggambarkan tekad seseorang yang

akan selalu melindungi kekasihnya dalam kondisi apapun.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(8) Semua hanya persinggahan egoku


(51/A07D/Terima Kasih Bijaksana/8)

Persinggahan adalah tempat berhenti sebentar ketika dalam perjalanan

(KBBI, 2007:1070). Sesuatu yang bisa singgah lazimnya adalah manusia. Akan

tetapi, dalam baris lagu tersebut sesuatu yang singgah adalah ego. Dalam Kamus

Besar Bahasa Indonesia (2007:285), ego diartikan sebagai konsepsi individu

tentang dirinya sendiri. Ego merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (8) ego

diserupakan dengan manusia yang dapat singgah dan memiliki persinggahan.

commit to user
[Link] [Link]
36

Persinggahan ego dalam baris lagu semua hanya persinggahan egoku dapat

dimaknai ego seseorang bersifat sementara atau dapat berubah-ubah.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut ini.

(9) Saat mata terhalang oleh malam


Tidur dan berkembanglah
Saat sang pagi kembali menari
Datanglah
(56/A07D/Percayakan Padaku/12)

Menari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1144) diartikan

kegiatan menggerak-gerakkan badan dengan berirama dan biasanya diiringi

bunyi-bunyian. Perbuatan ini lazimnya dilakukan oleh manusia. Akan tetapi,

dalam penggalan lirik lagu ini, perbuatan menari dilakukan oleh pagi. Pagi adalah

waktu setelah matahari terbit hingga menjelang siang hari (KBBI, 2007:810).

Pada data (9) keterangan waktu pagi digambarkan seperti manusia yang bisa

menari. Kata menari dalam penggalan lirik tersebut dapat dimaknai muncul atau

datang. Penggalan lirik tersebut mengggambarkan seseorang yang mengharapkan

sang kekasih menemuinya setiap pagi.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut ini.

(10) Seiring malam yang menjemput senja


Kekasih, percaya padaku

(57/A07D/Percayakan Padaku/12)

Menjemput dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:467) diartikan

pergi mendapatkan orang yang akan diajak pergi bersama. Kata kerja menjemput

lazimnya dilakukan oleh manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik tersebut,

kata kerja menjemput dilakukan oleh malam. Malam adalah waktu setelah
commit to user
[Link] [Link]
37

matahari terbenam hingga matahari terbit (KBBI, 2007:785). Pada data (10)

keterangan waktu malam diserupakan dengan manusia yang dapat melakukan

aktivitas menjemput. Dalam hal ini, menjemput dapat dimaknai beralihnya waktu

dari malam ke senja hari berikutnya lagi. Penggalan lirik tersebut menggambarkan

seseorang yang meyakinkan kekasihnya, bahwa setelah dilalui bersama malam

demi malam, hari demi hari, ia yakin bahwa ia sudah memantapkan pilihannya

pada sang kekasih.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 di bawah ini adalah data lain yang

termasuk juga ke dalam jenis metafora antropomorfis.

(11) Ku tlah berjanji dapat cinta malam ini


Tapi hujan badai telah datang menemaniku malam ini
(58/A07D/Pria Kesepian/13)

Datang adalah tiba di tempat yang dituju (KBBI, 2007:239). Datang

menemani dapat diartikan tiba di tempat yang dituju dengan tujuan menemani

atau menyertai orang yang didatanginya. Datang menemani lazimnya dilakukan

oleh manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik tersebut aktivitas datang

menemani dilakukan oleh hujan badai. Hujan badai dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (2007:410) diartikan titik-titik air yang berjatuhan di udara akibat

proses pendinginan dan disertai angin kencang dan cuaca buruk. Pada data (11)

hujan badai digambarkan seperti manusia yang dapat melakukan aktivitas datang

dan menemani. Penggalan lirik di atas menggambarkan kekecewaan hati seorang

laki-laki yang cintanya selalu pupus. Pencipta lagu mengibaratkan keadaan hati

yang dingin atau tidak bergembira dengan hujan badai karena ketika terjadi hujan

badai, pasti yang terasa adalah dingin, suram, dan mencekam.

commit to user
[Link] [Link]
38

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(12) Sehangat pelukan hujan


Saat kau lambaikan tangan
(61/A07D/Waktu yang Tepat Untuk Berpisah/14)

Pelukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:847) diartikan

dekapan dengan dua tangan. Aktivitas memeluk lazimnya dilakukan oleh benda

bernyawa seperti manusia. Dalam penggalan lirik tersebut, aktivitas memeluk

dilakukan oleh hujan. Hujan adalah titik-titik air yang jatuh di udara karena

proses pendinginan (KBBI, 2007:410). Pada data (12) hujan diserupakan dengan

manusia. Pelukan hujan dalam penggalan lirik tersebut dapat dimaknai keadaan

yang sangat dingin saat terperangkap dalam hujan. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan betapa dingin hati seseorang ketika ditinggal pergi kekasihnya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 di bawah ini adalah data lain yang

termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis.

(13) Selembut belaian badai


Saat kau palingkan arah
(63/A07D/Waktu yang Tepat Untuk Berpisah/14)

Belaian adalah bujukan dengan elusan tangan (KBBI, 2007:123). Kegiatan

membelai lazimnya dilakukan oleh manusia. Dalam penggalan lirik tersebut,

aktivitas membelai dilakukan oleh badai. Badai dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (2007:84) diartikan angin kencang yang menyertai cuaca buruk, datang

dengan tiba-tiba, berkecepatan sekitar 64-72 knot. Pada data (13) badai

diumpamakan manusia yang dapat membelai, sehingga muncul frase belaian

badai. Suatu hal yang ditinggalkan badai pastilah kerusakan dan keadaan yang

commit to user
[Link] [Link]
39

sangat berantakan. Penggalan lirik tersebut menggambarkan keadaan seseorang

yang hatinya hancur berantakan karena ditinggalkan kekasih.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(14) Kita berlari dan terus bernyanyi


Kita buka lebar pelukan mentari
(65/AOST/Melompat Lebih Tinggi/1)

Pelukan adalah dekapan dengan dua tangan (KBBI, 2007:847). Kegiatan

memeluk lazimnya dilakukan oleh manusia. Dalam penggalan lirik tersebut,

aktivitas memeluk dilakukan oleh mentari. Mentari atau matahari dalam Kamus

Besar Bahasa Indonesia (2007:722) diartikan sebagai benda angkasa, pusat titik

surya berupa bola berisi gas yang mendatangkan terang dan panas pada siang hari.

Pada data (14) mentari diserupakan dengan manusia yang dapat memeluk.

Penggalan lirik tersebut menggambarkan anak-anak muda yang tetap bersemangat

menjalankan aktivitasnya walaupun di bawah panas matahari demi menggapai

asa.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 di bawah ini adalah data lain yang

termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis.

(15) Aku berhenti berharap


Dan menunggu datang gelap
(71/AOST/Berhenti Berharap/2)

Datang adalah tiba di tempat yang dituju (KBBI, 2007:239). Aktivitas

datang lazimnya dilakukan oleh manusia. Dalam penggalan lirik tersebut, datang

dilakukan oleh gelap. Gelap dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:344)

diartikan sebagai keadaan tidak ada cahaya. Pada data (15) gelap digambarkan

seperti manusia yang dapat melakukan aktivitas datang. Gelap dalam baris lagu

commit to user
[Link] [Link]
40

dan menunggu datang gelap dapat dimaknai keadaan yang tidak jelas. Penggalan

lirik tersebut menggambarkan seseorang yang sedang patah hati, kehilangan

harapan, dan berada dalam keadaan yang amat galau.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(16) Tidaklah mawar hampiri kumbang


Bukanlah cinta bila kau kejar
(72/AOST/Untuk Perempuan/6)

Menghampiri adalah datang mendekat (KBBI, 2007:386). Kegiatan

menghampiri lazimnya dilakukan oleh benda hidup yang memiliki kaki, tangan,

dan akal yaitu manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik tersebut menghampiri

dilakukan oleh mawar. Mawar adalah salah satu jenis tanaman bunga, batangnya

berduri, bunganya beraneka warna (merah, putih, merah jambu, merah tua), dan

berbau harum (KBBI, 2007:725). Pada data (16) mawar diumpamakan sebagai

manusia yang memiliki kaki sehingga dapat datang menghampiri kumbang.

Mawar diandaikan sebagai perempuan karena keduanya sama-sama memiliki

keindahan. Kumbang diandaikan sebagai laki-laki. Hal yang sewajarnya terjadi

adalah kumbang menghampiri mawar, atau laki-laki yang mendekati perempuan.

Penggalan lirik tersebut dapat dimaknai bahwa tidak seharusnya perempuan

mengejar laki-laki, biarlah laki-laki yang mengejar perempuan. Cinta adalah

bukan cinta apabila dipaksakan.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang termasuk

ke dalam jenis metafora antropomorfis.

(17) Tahukah bintang yang kau sapa


Itu aku
(76/APT/Itu Aku/2)

commit to user
[Link] [Link]
41

Sapa adalah ucapan untuk menyapa atau mengajak bercakap-cakap

(KBBI, 2007:957). Disapa lazimnya terjadi pada manusia. Tidak mungkin

seseorang menyapa pada benda tak hidup seperti bintang. Akan tetapi, pada

penggalan lirik lagu tersebut disapa terjadi pada bintang. Bintang dalam Kamus

Besar Bahasa Indonesia (2007:154) diartikan sebagai benda langit terdiri atas gas

menyala seperti matahari, terutama tampak pada malam hari. Pada data (17)

bintang diserupakan dengan manusia yang biasa disapa. Penggalan lirik lagu

tersebut menggambarkan seorang pemuja rahasia yang ingin keberadaanya

diketahui oleh perempuan yang dia puja. Bintang selalu memancarkan sinar yang

dapat membuat hati manusia merasa damai dan tenang. Pencipta lagu

mengibaratkan dirinya sebagai bintang yang senantiasa memancarkan cinta yang

dapat mendamaikan hati pujaannya.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(18) Dengan senyummu langit terpeluk


Bintang bertekuk

Bertekuk adalah berlipat kaki (KBBI, 2007:1159). Bertekuk dalam hal ini

adalah bertekuk lutut yang artinya menyerah. Bertekuk lutut lazimnya hanya

dapat dilakukan oleh manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut

bertekuk lutut dilakukan oleh bintang. Bintang dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (2007:154) diartikan sebagai benda langit terdiri atas gas menyala

seperti matahari, terutama tampak pada malam hari. Pada data (18) bintang

digambarkan seperti manusia yang dapat bertekuk lutut. Penggalan lirik lagu

tersebut menggambarkan kepolosan anak kecil yang dapat meluluhkan segalanya.

commit to user
[Link] [Link]
42

Di bawah ini adalah data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora

antropomorfis.

(19) Relakanlah semua, berakhirlah sudah


Dan biarkan bintang menuntunmu pulang
(86/A507/Mantan Kekasih/3)

Menuntun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1227) diartikan

membimbing dengan menggandeng tangan. Menuntun lazimnya dilakukan oleh

manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut menuntun dilakukan

oleh bintang. Bintang adalah benda langit terdiri atas gas menyala seperti

matahari, terutama tampak pada malam hari (KBBI, 2007:154). Pada data (19)

bintang diumpamakan sebagai manusia yang dapat menuntun seseorang. Bintang

dapat memancarkan cahaya ketika malam hari. Cahaya dapat digunakan sebagai

petunjuk bagi manusia. Menuntunmu pulang dalam hal ini dapat dimaknai dengan

membimbing seseorang kembali pada kehidupannya yang dulu. Baris lagu

biarkan bintang menuntunmu pulang menggambarkan seseorang yang ingin

dilupakan oleh mantan kekasihnya. Ia berharap agar mantan kekasihnya segera

bangkit dan kembali hidup seperti dulu sebelum bertemu dengannya.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut ini.

(20) Sesaat mata terpejam


Bintang-bintang menari indah
Iringi langkahku rangkai mimpi yang semakin dalam
(89/A507/Ingin Pulang/4)

Menari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1144) diartikan

kegiatan menggerak-gerakkan badan dengan berirama dan biasanya diiringi

bunyi-bunyian. Perbuatan ini lazimnya dilakukan oleh manusia. Akan tetapi,

dalam penggalan lirik lagu ini, perbuatan menari dilakukan oleh bintang-bintang.
commit to user
[Link] [Link]
43

Bintang adalah benda langit terdiri atas gas menyala seperti matahari, terutama

tampak pada malam hari (KBBI, 2007:154). Pada data (20) bintang diserupakan

dengan manusia yang dapat menari dengan indahnya. Menari dapat digunakan

sebagai simbol keceriaan atau kebahagiaan. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan seseorang yang sedang tidur dan memimpikan sesuatu yang

sangat indah, yaitu bertemu kekasihnya. Bertemu dengan kekasih yang sangat

dirindukan walaupun hanya dalam mimpi adalah sebuah kebahagiaan yang luar

biasa.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut ini.

(21) Berdiri termangu membisu


Apakah yang akan terjadi
Akankah keindahan menyapa
(91/A507/Kau Kini Ada/5)

Menyapa adalah mengajak bercakap-cakap atau menegur (KBBI,

2007:998). Menyapa lazimnya dilakukan oleh manusia. Akan tetapi, dalam

penggalan lirik lagu tersebut, menyapa dilakukan oleh kata benda tak hidup yaitu

keindahan. Keindahan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:429)

diartikan keadaan yang indah. Pada data (21) keindahan digambarkan seperti

manusia yang dapat menyapa. Lirik lagu akankah keindahan menyapa dapat

dimaknai akankah ada sesuatu yang menyenangkan yang terjadi. Penggalan lirik

lagu tersebut menggambarkan seseorang yang sedang galau dan mengharapkan

sesuatu yang membuatnya senang akan terjadi, yaitu kembalinya kekasih yang

telah pergi.

commit to user
[Link] [Link]
44

Di bawah ini adalah data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora

antropomorfis.

(22) Rumput tak berdesah


Tunduk tak bergoyang
Menanti sentuhan
(92/A507/Kau Kini Ada/5)

Berdesah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:257) diartikan

mengeluarkan bunyi desah. Tunduk adalah menghadapkan wajah ke bawah,

condong ke depan dan ke bawah (KBBI, 2007:1224). Bergoyang adalah berjoged

dengan menggoyangkan pinggul (KBBI, 2007:370). Berdesah, tunduk, dan

bergoyang lazimnya dilakukan oleh manusia. Pada data (22) rumput

diumpamakan sebagai manusia yang dapat berdesah, tunduk, dan bergoyang.

Bergoyang dapat digunakan simbol keceriaan dalam kehidupan manusia. Rumput

tak berdesah, tunduk tak bergoyang melukiskan keadaan yang sama sekali tidak

ceria. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang berada pada

ujung penantiannya kepada pujaan hatinya. Sebelum kekasihnya kembali, hanya

hampa dan pedih yang ia rasakan. Tidak ada sama sekali rasa senang dalam

hatinya.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(23) Selemah sinar senja punah


Perlahan sakit hatinya mati
(96/A507/Terjamah yang Lain/9)

Senja adalah waktu setengah gelap sesudah matahari tenggelam (KBBI,

2007:1038). Sinar senja adalah keadaan sinar matahari ketika senja. Punah dalam

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:907) diartikan hilang lenyap atau musnah.

Sesuatu yang dapat punah lazimnya adalah benda konkrert yang bernyawa,
commit to user
[Link] [Link]
45

misalnya manusia atau binatang. Pada data (23) sinar senja diserupakan dengan

manusia yang bisa punah. Selemah sinar senja punah dalam penggalan lirik lagu

tersebut dapat dimaknai keadaan yang sangat lemah, ibarat lemahnya sinar

matahari di penghujung senja, di mana sinar matahari hampir benar-benar tidak

ada lagi. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan keadaan seseorang yang

sangat lemah karena patah hati melihat orang yang dicintainya ternyata sudah

punya kekasih.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis.

(24) Apa yang terjadi pastinya kan terjadi


Biar waktu yang menghakimi
(97/A507/Terjamah yang Lain/9)

Menghakimi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:383) diartikan

mengadili atau berlaku sebagai hakim. Sesuatu yang dapat berlaku sebagai hakim

lazimnya adalah manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu

yang menghakimi adalah waktu. Waktu adalah saat yang ditentukan berdasarkan

pembagian bola dunia (KBBI, 2007:1267). Waktu merupakan sesuatu yang

abstrak. Pada data (24) waktu digambarkan seperti manusia yang dapat

menghakimi atau berlaku sebagi hakim. Penggalan lirik lagu tersebut menjelaskan

bahwa setiap manusia akan mendapatkan hasil atau perlakuan sesuai apa yang

telah ia lakukan pada waktunya nanti.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

antropomorfis.

(25) My dear Dishya apa yang kau dengar


Saat angin menyentuh hatimu
(98/A507/Terjamah yang Lain/9)

commit to user
[Link] [Link]
46

Menyentuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1040) diartikan

menyinggung sedikit atau menjamah. Lazimnya, menyentuh dilakukan oleh

manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut menyentuh dilakukan

oleh angin. Angin adalah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah

bertekanan rendah (KBBI, 2007:49). Pada data (25) angin diumpamakan sebagai

manusia yang dapat menyentuh sesuatu. Angin yang berhembus dapat

memberikan kesejukan bagi manusia walau sesaat. Saat angin menyentuh hatimu

dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai keadaan hati yang sejuk atau

teduh sesaat karena suatu hal. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan

keyakinan seseorang bahwa ia adalah satu-satunya orang yang mampu

membahagiakan hati orang yang dipujanya itu.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora antropomorfis dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(26) Kekhilafanku hantarkan kita


Di dua arah yang jauh berbeda
(100/A507/Last Pretence/11)

Mengantarkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:55) diartikan

menemani seseorang berjalan atau pergi ke suatu tujuan. Mengantarkan lazimnya

dilakukan oleh manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut,

mengantarkan dilakukan oleh kekhilafan manusia. Kekhilafan adalah kekeliruan

atau kesalahan yang tidak disengaja (KBBI, 2007:567). Kekhilafan merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (26) kekhilafan diserupakan dengan manusia yang

dapat mengantarkan seseorang ke suatu tempat atau tujuan, yakni arah yang

berbeda. Penggalan lirik lagu tersebut menjelaskan bahwa kekehilafan telah

menyebabkan putusnya jalinan cinta seseorang.

commit to user
[Link] [Link]
47

2. Metafora Binatang

Metafora binatang adalah metafora yang berhubungan dengan dunia

binatang. Data berikut adalah cuplikan bait dan lirik lagu yang termasuk metafora

binatang.

(27) Remas sayapku, jangan pernah lepaskan bila ku ingin terbang


(26/AKK/Sahabat Sejati/1)

Sayap adalah bagian tubuh beberapa binatang yang digunakan untuk

terbang (KBBI, 2007:1005). Terbang adalah bergerak melayang di udara (KBBI,

2007:1181). Terbang lazimnya dilakukan oleh binatang yang memiliki sayap.

Akan tetapi, pada baris lagu tersebut terbang dilakukan oleh manusia. Pada data

(27) manusia digambarkan seperti binatang bersayap yang dapat terbang. Lirik

lagu remas sayapku, jangan lepaskan bila ku ingin terbang menggambarkan

seseorang yang ingin menjalin persahabatan selamanya dengan sahabat-

sahabatnya. Apapun yang terjadi persahabatan tidak boleh berakhir. Ia meminta

kepada sahabat-sahabatnya untuk tetap mempertahankan dia dan tidak

membiarkannya pergi apabila kelak terjadi suatu pertikaian.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora binatang dapat dilihat

pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(28) Ku akui ku tak hanya hinggap di satu hati


(49/A07D/Terima kasih Bijaksana/8)

Hinggap adalah bertengger setelah terbang (KBBI, 2007:403). Hinggap

lazimnya dilakukan oleh binatang bersayap. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut

aktivitas hinggap dilakukan oleh manusia. Pada data (28) manusia diumpamakan

sebagai binatang bersayap yang biasa hinggap di pohon atau tempat lainnya

setelah terbang. Hinggap dalam baris lagu tersebut dapat dimaknai tetap bertahan

commit to user
[Link] [Link]
48

setia pada satu hati yaitu kekasihnya. Baris lagu ku akui ku tak hanya hinggap di

satu hati menggambarkan pengakuan seseorang yang tidak setia kepada

kekasihnya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora binatang.

(29) Ku takuti ku terlalu liar


(50/A07D/Terima kasih Bijaksana/8)

Liar adalah tidak jinak (KBBI, 2007:668). Liar merupakan istilah yang

lazimnya digunakan untuk binatang yang tidak jinak, seperti harimau, singa, atau

binatang-binatang liar lainnya. Akan tetapi, dalam lirik lagu tersebut istilah liar

diperuntukkan manusia. Pada data (29) manusia diserupakan dengan binatang

yang liar. Liar dalam baris lagu tersebut dapat dimaknai sifat-sifat yang tidak baik

manusia, dalam hal ini adalah menduakan kekasih. Baris lagu ku takuti ku terlalu

liar tuk dimiliki menggambarkan seseorang yang merasa tidak pantas sekaligus

bersalah kepada sang kekasih karena pernah menduakannya.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

binatang.

(30) Jantan.......pejantan tangguh


Itu yang ku harap ada padaku
(73/APT/Pejantan Tangguh/1)

Jantan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:458) diartikan jenis

kelamin laki-laki untuk binatang. Istilah jantan lazimnya hanya diperuntukkan

binatang. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut, istilah jantan

diperuntukkan juga untuk manusia. Pada data (30) manusia laki-laki diserupakan

dengan binatang yang berjenis kelamin laki-laki. Jantan dalam penggalan lirik

lagu tersebut dapat dimaknai sifat-sifat yang harus dimiliki seorang laki-laki,
commit to user
[Link] [Link]
49

misalnya tegas, berani, dan bertanggung jawab. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan seorang laki-laki yang tidak memiliki keberanian

mengungkapkan cinta kepada perempuan. Ia sangat berharap suatu saat ia

memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora binatang dapat dilihat

pada bait lagu Sheila on 7 berikut ini.

(31) Agar....agar diriku


Bisa melumpuhkan tingkah liarmu
(74/APT/Pejantan Tangguh/1)

Liar adalah tidak jinak (KBBI, 2007:668). Liar merupakan istilah yang

lazimnya digunakan untuk binatang yang tidak jinak, seperti harimau, singa, atau

binatang-binatang liar lainnya. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut istilah liar

digunakan untuk manusia. Pada data (31) tingkah manusia diserupakan dengan

tingkah binatang yang liar. Tingkah liar dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat

dimaknai ulah yang aneh-aneh atau tidak sewajarnya. Penggalan lirik lagu

tersebut menggambarkan seorang laki-laki yang ingin memiliki keberanian untuk

mengubah kelakuan tidak baik yang dimiliki perempuan pujaannya.

3. Metafora dari Konkret ke Abstrak

Salah satu kecenderungan dasar metafora adalah menjabarkan

pengalaman-pengalaman abstrak ke dalam hal yang konkret. Transfer atau

pengalihan semacam ini sering terjadi, dan rasanya tidak akan mungkin

membicarakan hal yang abstrak tanpa menjamah transfer-transfer dari yang

konkret tersebut. Data berikut adalah cuplikan bait dan lirik lagu yang termasuk

metafora dari konkret ke abstrak.

(32) Kupeluk rapuhmu dengan karyaku


(01/ASO/Tertatih/1)
commit to user
[Link] [Link]
50

Peluk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:847) berarti dekap.

Sesuatu yang dapat dipeluk atau didekap lazimnya adalah benda-benda yang

konkret. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut sesuatu yang dipeluk adalah benda

abstrak yaitu kerapuhan manusia. Rapuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2007:931) diartikan sebagai keadaan sudah rusak (patah, pecah, sobek, atau

putus). Rapuh dalam hal ini adalah keadaan hati yang lemah dan putus asa. Pada

data (32) keadaan hati yang rapuh digambarkan seperti benda konkret yang dapat

dipeluk manusia. lirik lagu kupeluk rapuhmu dengan karyaku menggambarkan

seseorang yang ingin selalu memberi semangat kekasihnya yang sedang bersedih

hati melalui lagu ciptaannya.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak

dapat dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(33) Kubingkai semua impian khayalku


(02/ASO/Tertatih/1)

Bingkai adalah bilah (papan atau rotan) yang dipasang di sekeliling suatu

benda supaya kuat (KBBI, 2007:153). Sesuatu yang dibingkai lazimnya adalah

benda konkret seperti lukisan atau foto. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut

sesuatu yang dibingkai adalah hal yang abstrak, yaitu impian. Impian dalam

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:427) diartikan sebagai sesuatu yang sangat

diinginkan. Pada data (33) impian khayal diumpamakan sebagai benda konkret

yang dapat diberi bingkai. Dalam lirik lagu tersebut, membingkai dapat dimaknai

mengumpulkan jadi satu dan mempertahankan, dalam hal ini adalah impian untuk

tetap bersama kekasih. Lirik lagu ku bingkai semua impian khayalku

commit to user
[Link] [Link]
51

menggambarkan seseorang yang kukuh mempertahankan keinginannya untuk

tetap bersama kekasih, apapun keadaannya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(34) Ku basuh marahmu dengan lirihku


(03/ASO/Tertatih/1)

Basuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:111) diartikan

mencuci atau membersihkan dengan air. Sesuatu yang dibasuh lazimnya adalah

benda konkret, seperti muka, tangan, kaki, dan sebagainya. Akan tetapi, dalam

lirik lagu tersebut sesuatu yang dibasuh adalah hal yang abstrak, yaitu marah.

Marah adalah keadaan sangat tidak senang karena suatu sebab (KBBI, 2007:715).

Pada data (34) marah diserupakan dengan benda konkret yang dapat dibasuh atau

dibersihkan dengan air. Dalam kehidupan sehari-hari, membasuh dilakukan agar

sesuatu (kotoran) hilang bersama air. Basuh dalam lirik lagu tersebut dapat

dimaknai meredakan amarah seseorang. Baris lagu kubasuh marahmu dengan

lirihku menggambarkan seseorang yang senantiasa dengan sabar berusaha

meredakan amarah kekasihnya.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(35) Ku basuh semua bara di ragumu


(04/ASO/Tertatih/1)

Bara adalah barang sesuatu (arang) yang terbakar dan masih berapi. Bara

juga dapat diartikan keadaan yang panas (KBBI, 2007:156). Bara dalam lirik lagu

tersebut dapat dimaknai panas dalam hati atau amarah. Pada data (35) amarah

(sesuatu yang abstrak) digambarkan seperti bara api yang konkret dan dapat

commit to user
[Link] [Link]
52

dibasuh. Lirik lagu ku basuh semua bara di ragumu menggambarkan seseorang

yang ingin menghilangkan semua amarah dan keraguan kekasihnya.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak

dapat dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(36) percikkan rasa sayang


(06/ASO/Kita/2)

Percik adalah titik-titik air yang berhamburan (KBBI, 2007:856).

Memercikkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:856) diartikan

memancarkan atau menyemburkan sesuatu (air) pada sasaran. Lazimnya, sesuatu

yang dapat dipercikkan adalah benda konkret, misalnya air. Akan tetapi, dalam

lirik lagu tersebut sesuatu yang dipercikkan adalah rasa sayang. Rasa sayang

adalah sesuatu yang abstrak, yaitu perasaan kasih akan sesuatu (KBBI,

2007:1005). Pada data (36) rasa sayang diumpamakan sebagai benda konkret

yaitu air yang dapat dipercikkan. Percikkan rasa sayang dalam baris lagu tersebut

dapat dimaknai memancarkan cinta atau memberikan kasih sayang yang luar

biasa. Lirik lagu menggambarkan kegembiraan

seseorang yang telah mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kekasihnya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(37) Jika kau rindukan gelak tawa yang


Warnai lembar jalan kita
(07/ASO/Kita/2)

Gelak tawa adalah ungkapan rasa gembira dengan mengeluarkan suara

melalui alat ucap (KBBI, 2007:150). Warna dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (2007:1269) diartikan sebagai corak rupa, seperti merah, kuning, dan

sebagainya. Mewarnai adalah memberikan warna atau membuat sesuatu menjadi


commit to user
[Link] [Link]
53

indah dan berwarna. Sesuatu yang dapat memberikan warna lazimnya adalah

benda konkret seperti cat, pewarna makanan, pensil warna, dan sebagainya. Akan

tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang memberikan warna adalah

gelak tawa. Pada data (37) kehidupan yang menyenangkan (abstrak) dikonkretkan

menjadi warna yang dapat dilihat. Mewarnai dalam penggalan lirik lagu tersebut

dapat dimaknai menjadikan hidup lebih indah dan tidak membosankan. Dengan

demikian, gelak tawa yang warnai lembar jalan hidup kita dapat dimaknai canda

dan tawa yang membuat hidup kita menjadi indah, menyenangkan, dan tidak

membosankan.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak

dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(38) Reguk dan teguklah


Mimpiku dan mimpimu
(08/ASO/Kita/2)

Reguk adalah memasukkan sesuatu (air dan sebagainya) ke dalam mulut

lalu menelannya (KBBI, 2007:940). Teguk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2007:1156) diartikan meminum sesuatu (air, obat, dan sebagainya). Sesuatu yang

dapat direguk dan diteguk lazimnya adalah benda konkret, misalnya air. Akan

tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersbut sesuatu yang direguk dan diteguk adalah

mimpi. Mimpi adalah angan-angan (KBBI, 2007:744). Mimpi merupakan sesuatu

yang abstrak. Pada data (38) mimpi digambarkan seperti benda konkret yang

dapat direguk dan diteguk. Reguk dan teguklah dalam penggalan lirik lagu

tersebut dapat dimaknai resapilah. Dalam penggalan lagu tersebut, pencipta lagu

ingin mengeluarkan gagasannya bahwa ketika kita merindukan kebersamaan kita

commit to user
[Link] [Link]
54

dengan seseorang atau teman-teman kita, resapilah kembali angan-angan atau

mimpi yang pernah kita ciptakan bersama mereka.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak..

(39) Untaian bunga canda


(10/AS0/J.A.P/3)

Untaian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1249) diartikan

sebagai rangkaian. Sesuatu yang diuntai lazimnya adalah benda konkret, misalnya

bunga melati, anggrek, dan sebagainya. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut

sesuatu yang diuntai adalah canda. Bunga adalah bagian tumbuhan yang elok

warnanya dan harum baunya (KBBI, 2007:176). Bunga dapat dalam karya sastra

sering digunakan sebagai lambang keindahan karena warnanya yang indah dan

baunya yang harum. Canda adalah senda gurau (KBBI, 2007:191). Canda

merupakan suatu hal yang abstrak. Pada data (39) canda diserupakan dengan

benda konkret, yaitu bunga yang dapat diuntai. Lirik lagu untaian bunga canda

dapat dimaknai senda-senda gurau yang membuat hidup terasa lebih indah dan

menyenangkan.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(40) Tenang hati terbaca


(10/AS0/J.A.P/3)

Membaca dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:83) diartikan

melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Sesuatu yang dapat terbaca

lazimnya adalah hal yang konkret, yaitu tulisan. Akan tetapi, dalam baris lagu

tersebut sesuatu yang terbaca adalah tenang hati. Tenang hati adalah keadaan hati

commit to user
[Link] [Link]
55

yang tenang atau tidak gelisah (KBBI, 2007:671). Tenang hati merupakan hal

yang abstrak. Pada data (40) tenang hati diumpamakan sebagai tulisan yang

konkret. Terbaca dalam baris lagu tersebut dapat dimaknai dapat diketahui atau

dapat dipahami. Lirik lagu tenang hati terbaca menggambarkan bahwa seseorang

tahu bahwa pencipta lagu saat itu sedang tidak gelisah atau tenang.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak

dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(41) Kini tiba waktuku


Untuk puitiskan sayang
Untuk katakan cinta
(12/AS0/J.A.P/3)

Puitis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:903) diartikan bersifat

puisi. Puisi selalu berkaitan dengan kata-kata yang indah. Sesuatu yang

dipuitiskan lazimnya adalah tulisan. Akan tetapi, dalam penggalan lirik tersebut,

sesuatu yang dipuitiskan adalah rasa sayang. Sayang adalah perasaan kasih akan

sesuatu atau seseorang (KBBI, 2007:1005). Rasa merupakan sesuatu yang abstrak.

Pada data (41) sayang diserupakan dengan benda konkret yaitu tulisan yang

puitis. Puitiskan dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai

mengindahkan sesuatu. Penggalan lirik lagu tersebut mengungkapkan bahwa

sudah tiba waktunya bagi si Aku (pencipta lagu) untuk mengungkapkan rasa

sayangnya pada seseorang dengan kata-kata yang indah.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(42) Jadikanlah aku pacarmu


Kan
(13/AS0/J.A.P/3)

commit to user
[Link] [Link]
56

Bingkai adalah bilah (papan atau rotan) yang dipasang di sekeliling suatu

benda supaya kuat (KBBI, 2007:153). Sesuatu yang dibingkai lazimnya adalah

benda konkret seperti lukisan atau foto. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut

sesuatu yang dibingkai adalah hal yang abstrak, yaitu indah. Indah dalam Kamus

Besar Bahasa Indonesia (2007:429) diartikan bersifat keadaan enak dipandang.

Pada data (42) indah digambarkan seperti benda konkret yang dapat dibingkai.

Berdasarkan pengertian bahwa bingkai adalah bilah (papan atau rotan) yang

dipasang disekeliling suatu benda supaya kuat, dapat dilihat bahwa bingkai

berfungsi untuk mengabadikan atau menjadikan sesuatu yang dibingkai tetap utuh

dan kuat, sebagai misal foto atau lukisan. Dalam penggalan lirik lagu tersebut,

membingkai dapat dimaknai menyimpan, mengenang, dan mengabadikan selalu.

Indah dalam penggalan lirik ini mencerminkan kekaguman si Aku terhadap

kecantikan atau kebaikan seseorang. Penggalan lirik lagu tersebut

mengungkapkan bahwa Aku (pencipta lagu) akan selalu menyimpan perempuan

pujaannya dalam hati apabila cintanya diterima.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(43) Hangat peluk janjimu


(15/AS0/Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki/4)

Peluk berarti dekap (KBBI, 2007:847). Sesuatu yang dapat dipeluk atau

didekap lazimnya adalah benda-benda yang konkret. Akan tetapi, dalam baris lagu

tersebut sesuatu yang dipeluk adalah janji. Janji dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (2007:458) diartikan ucapan yang menyatakan kesediaan dan

kesanggupan untuk untuk berbuat sesuatu. Janji merupakan hal yang abstrak,

bukan benda konkret yang dapat dipeluk. Pada data (43) janji diumpamakan
commit to user
[Link] [Link]
57

sebagai benda konkret yang dapat dipeluk. Memeluk atau mendekap dengan dua

tangan akan memberikan kehangatan dan rasa tentram pada yang dipeluk. Lirik

lagu hangat peluk janjimu menggambarkan tentramnya hati seseorang ketika

kekasihnya mengucapkan janji-janji manisnya.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak

dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(44) Dan...
Perlahan kau pun, lupakan aku
Mimpi burukmu
Dimana tlah ku tancapkan duri tajam
Kau pun menangis, menangis sedih
(16/ASO/Dan/6)

Duri adalah bagian tumbuhan yang runcing dan tajam (KBBI, 2007:280).

Duri dapat melukai atau menyakiti siapapun yang dikenainya. Duri tajam dalam

penggalan lirik lagu tersebut maknanya adalah suatu sikap atau perbuatan yang

menyebabkan orang lain tersakiti. Ku tancapkan duri tajam dapat dimaknai Aku

(pencipta lagu) telah melakukan perbuatan yang telah menyakiti kekasihnya. Pada

data (44) sikap-sikap buruk seseorang yang abstrak dikonkretkan menjadi duri

tajam. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan penyesalan si Aku (pencipta

lagu) yang telah dilupakan kekasihnya akibat sikap buruknya dulu.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(45) Lupakanlah atau caci maki saja diriku


Bila itu bisa membuatmu kembali bersinar
Dan berpijar seperti dulu kala
(17/ASO/Dan/6)

Bersinar adalah memancarkan cahaya terang (KBBI, 2007:1038). Berpijar

adalah memancarkan cahaya karena panas atau terbakar (KBBI, 2007:872).

commit to user
[Link] [Link]
58

Bersinar dan berpijar sama-sama memancarkan cahaya terang. Cahaya terang

dapat digunakan manusia sebagai pedoman menemukan jalan hidup yang benar

sehingga menemukan kebahagiaan. Kembali bersinar dan berpijar dalam

penggalan lirik lagu tersebut maknanya adalah kembali hidup dengan penuh

semangat dan bahagia. Pada data (45) kehidupan yang bahagia dikonkretkan

menjadi bersinar dan berpijar. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan

seseorang yang sadar akan kesalahannya dan pasrah apabila memang kekasihnya

akan melupakannya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(46) Tlah kau tebang tempat kita biasa berteduh, hapus peluh
Semua kini terbilas balik dan berakhir
(18/ASO/Terlintas 2 Kata/7)

Tebang adalah memotong pohon (KBBI, 2007:1152). Pohon biasa

digunakan orang untuk berteduh. Teduh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2007:1154) diartikan terlindung dari panas matahari. Pohon atau tempat biasa

kita berteduh dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai cinta. Cinta

adalah perasaan suka sekali atau benar-benar sayang. Pohon dapat memberikan

keteduhan, artinya membuat manusia nyaman karena terlindung dari panas

matahari. Cinta pun dapat memberikan keteduhan, yaitu membuat manusia

bahagia dan nyaman dengan pasangannya. Tlah kau tebang tempat biasa kita

berteduh, hapus peluh dalam penggalan lirik lagu tersebut bermakna seseorang

telah memutuskan atau mengakhiri cinta yang selama ini membuat pencipta lagu

bahagia. Pada data (46) putus atau berakhirnya cinta dikonkretkan menjadi pohon

yang ditebang.

commit to user
[Link] [Link]
59

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(47) Kau kemasi kasih sayangmu


Bergegas ambil langkah sendu
(19/ASO/Berai/8)

Berkemas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:537) diartikan

memberes-bereskan, atau membungkus-bungkus supaya rapi sebelum berangkat

berpergian. Sesuatu yang dikemasi lazimnya adalah benda-benda konkret. Akan

tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang dikemasi adalah kasih

sayang. Kasih sayang adalah perasaan cinta kasih (KBBI, 2007:152). Rasa adalah

sesuatu yang abstrak. Pada data (47) kasih sayang diibaratkan benda konkret yang

dapat dikemasi. Kemasi dalam baris lagu kau kemasi kasih sayangmu berarti

bersiap membawa pergi kasih sayangnya, atau berhenti menyayangi. Penggalan

lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang ditinggal pergi kekasihnya.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(48) Padamkan sejenak warna-warni duniamu


Saat kau mulai kehilangan arah
(22/ASO/Perhatikan Rani/10)

Dunia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:280) berarti

lingkungan atau lapangan kehidupan. Dunia atau lapangan kehidupan merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (48) dunia diserupakan dengan benda konkret

yang memiliki warna-warni. Warna adalah corak rupa, seperti biru, kuning, dan

sebagainya (KBBI, 2007:1269). Warna-warni adalah bermacam-macam warna.

Sesuatu diberi warna supaya kelihatan menarik dan tidak membosankan. Hidup

yang berwarna adalah hidup yang tidak membosankan. Warna-warni dunia dalam

commit to user
[Link] [Link]
60

penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai bermacam-macam hobi, aktivitas,

dan obsesi yang dimiliki manusia untuk mengisi hari-harinya agar tidak

membosankan. Dalam penggalan lirik lagu tersebut, pencipta lagu ingin

memberikan nasihat bahwa ketika manusia sedang kehilangan arah atau terlilit

suatu masalah yang sukar diselesaikan, hendaknya manusia merenungkan kembali

segala sesuatu yang sudah terlanjur dilakukan untuk hobi dan obsesinya itu.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(49) Nyalakan sekejap warna-warni duniamu


Saat jalanmu kembali tegap
(23/ASO/Perhatikan Rani/10)

Nyala adalah tampak bersinar atau menyorot mata (KBBI, 2007:789).

Menyalakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:789) diartikan

menghidupkan atau membuat sesuatu menjadi bernyala. Sesuatu yang dapat

dinyalakan lazimnya adalah benda konkret, misalnya lampu. Akan tetapi, dalam

penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang dinyalakan adalah warna-warni dunia.

Warna-warni dunia merupakan sesuatu yang abstrak. Sama halnya dengan data

(48), warna-warni dunia dapat dimaknai bermacam-macam hobi, aktivitas, dan

obsesi yang dimiliki manusia untuk mengisi hari-harinya agar tidak

membosankan. Pada data (49) warna-warni dunia diumpamakan sebagai benda

konkret yang dapat dinyalakan. Makna atau pesan yang disampaikan pencipta

lagu dalam penggalan lirik tersebut adalah jangan berlama-lama tenggelam dalam

keterpurukan, segeralah bangkit, dan setelah itu kembali beraktivitas mewujudkan

segala mimpi dan obsesi.

commit to user
[Link] [Link]
61

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(50) Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu


(25/AKK/Sahabat Sejati/1)

Kotak adalah peti kecil tempat perhiasan atau barang yang kecil lainnya

(KBBI, 2007:598). Sesuatu yang bisa ditempatkan di dalam kotak lazimnya

adalah benda konkret. Akan tetapi, dalam lirik lagu tersebut sesuatu yang

ditempatkan di dalam kotak adalah sejuta mimpi. Mimpi dalam Kamus Besar

Bahasa Indonesia (2007:744) diartikan angan-angan. Mimpi merupakan sesuatu

yang abstrak. Pada data (50) mimpi digambarkan seperti benda konkret yang

jumlahnya jutaan dan dapat ditempatkan di dalam kotak. Kotak sejuta mimpi

dalam baris lagu tersebut dapat dimaknai angan-angan yang sangat banyak. Lirik

lagu dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu menggambarkan

persahabatan para anak muda, dimana di dalamnya selalu diwarnai cerita tentang

jutaan harapan dan cita-cita satu sama lain.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(51) Menahan berat jutaan rindu


(27/AKK/Bila Kau Tak di Sampingku/2)

Berat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:138) diartikan besar

ukurannya. Sesuatu yang memiliki berat lazimnya adalah benda konkret. Akan

tetapi, dalam baris lagu tersebut sesuatu yang memiliki berat adalah rindu. Rindu

adalah keinginan yang kuat untuk bertemu (KBBI, 2007:956). Rindu merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (51) rindu diserupakan dengan benda konkret

commit to user
[Link] [Link]
62

yang jumlahnya jutaan dan memiliki berat. Baris lagu menahan berat jutaan rindu

menggambarkan kerinduan yang teramat dalam.

Data lain yang termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak

dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(52) Berjuta ton pemberat di mata indahku


Bagai tertimbun serbuk tidur di kamarku
(29/AKK/Pagi yang Menakjubkan/7)

Pemberat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:138) diartikan

benda yang digunakan untuk memberatkan. Pada data (52) rasa kantuk

dikonkretkan menjadi alat pemberat yang beratnya sampai berjuta ton. Kantuk

adalah rasa hendak tidur (KBBI, 2007:503). Rasa merupakan hal yang abstrak dan

tidak dapat diukur beratnya. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan

keadaan seseorang yang masih mengantuk sehingga seakan-akan matanya berat

untuk dibuka.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(53) Kilau hari-hari


(30/AKK/Lihat, Dengar, Rasakan/8)

Kilau adalah cahaya gemerlap atau cahaya yang memantul (KBBI,

2007:568). Sesuatu yang berkilau lazimnya adalah benda konkret, misalnya

permata. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang berkilau

adalah hari-hari. Hari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:389)

diartikan waktu dari pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pada

sumbunya). Waktu merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (53) hari-hari

diserupakan dengan benda konkret yang dapat berkilau. Kilau dalam baris lagu

commit to user
[Link] [Link]
63

tersebut dapat dimaknai memantulkan cahaya terang atau dengan kata lain cerah.

Baris lagu kilau hari-hari menggambarkan hari-hari yang cerah.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(54) Mudahkan hidupnya, hiasi dengan belai-Mu


(30/AKK/Lihat, Dengar, Rasakan/8)

Menghiasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:398) diartikan

memperelok dengan barang-barang yang indah. Sesuatu yang digunakan untuk

menghiasi lazimnya adalah benda-benda yang konkret. Akan tetapi, dalam baris

lagu ini sesuatu yang yang digunakan untuk menghias adalah belaian Tuhan.

Belaian adalah elusan sebagai tanda kasih sayang (KBBI, 2007:123). Belaian

merupakan sesuatu yang abstrak. Hiasi dalam baris lagu ini merupakan kiasan

yang dapat dimaknai membuat hidup manusia lebih indah atau dengan kata lain

bahagia. Belaian-Mu juga merupakan kiasan, dimana maknanya adalah kasih

Tuhan. Baris lagu tersebut melukiskan harapan seseorang agar Tuhan senantiasa

mengasihi ibunya dan memberinya kemudahan serta kebahagiaan kepadanya.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(55) Karna aku slalu pasti mengagumi dalam hati


Di setiap jengkal indahnya, di setiap jengkal buruknya
(33/AKK/Karna Aku Setia/10)

Jengkal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:468) diartikan

ukuran sepanjang rentangan antara ujung ibu jari tangan dan kelingking. Sesuatu

yang dapat diukur dengan jengkal lazimnya adalah benda konkret, misalnya

panjang kaki. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang

diukur dengan jengkal adalah kata sifat indah dan buruk. Indah adalah keadaan
commit to user
[Link] [Link]
64

enak dipandang (KBBI, 2007:429). Buruk adalah keadaan rusak (KBBI,

2007:180). Indah dan buruk adalah sesuatu yang abstrak. Pada data (55) indah

dan buruk diserupakan dengan benda konkret yang dapat diukur dengan jengkal.

Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang selalu mengagumi

pujaan hatinya dalam hal apapun, baik sifat baiknya maupun sifat buruknya.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(56) Karna aku slalu pasti mengikuti lewat mimpi


Di setiap sudut terangnya, di setiap sudut gelapnya
(34/AKK/Karna Aku Setia/10)

Sudut adalah penjuru atau pojok (KBBI, 2007:1097). Terang adalah cerah

atau bersinar (KBBI, 2007:1180). Gelap adalah kelam atau tidak ada cahaya

(KBBI, 2007:344). Sudut merupakan sesuatu yang konkret. Dalam penggalan lirik

lagu tersebut, sudut terang dan sudut gelap bukan berarti pojok ruangan yang

terang dan pojok ruangan yang gelap. Sudut terang dan sudut gelap dalam

penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai keadaan senang dan keadaan susah.

Keadaan merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (56) keadaan senang dan

keadaan susah dikonkretkan menjadi sudut terang dan sudut gelap. Penggalan lirik

lagu tersebut menggambarkan seorang pengagum rahasia yang selalu

memperhatikan perempuan pujaannya dan merasa seakan-akan selalu di

sampingnya dalam keadaan senang maupun susah.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(57) Akan kuukir satu kisah tentang kita


(36/AKK/Tunjuk Satu Bintang/11)

commit to user
[Link] [Link]
65

Mengukir dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1238) diartikan

menggores (menoreh, memahat, dan sebagainya) untuk membuat lukisan atau

gambar pada kayu, batu, atau logam. Mengukir merupakan hal yang konkret atau

menghasilkan sesuatu yang konkret, yaitu ukiran. Mengukir dalam baris lagu

tersebut dapat dimaknai mengenang. Mengenang merupakan hal yang abstrak.

Pada data (57) mengenang dikonkretkan menjadi mengukir. Baris lagu akan

kuukir satu kisah tentang kita menggambarkan seseorang yang akan selalu

mengenang kisah hidupnya dengan sang kekasih.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(58) Teduhkan jiwaku saat matahari bersinar terlalu pijar


(39/A07D/Tunjukkan Padaku/1)

Teduh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1154) diartikan

terlindung dari panas matahari. Meneduhkan berarti membawa sesuatu ke tempat

yang teduh. Sesuatu yang diteduhkan lazimnya adalah benda konkret. Akan tetapi,

dalam baris lagu tersebut sesuatu yang diteduhkan adalah jiwa. Jiwa adalah

seluruh kehidupan batin manusia (KBBI, 2007:475). Jiwa merupakan sesuatu

yang abstrak. Pada data (58) jiwa digambarkan seperti benda konkret yang dapat

diteduhkan. Teduh dalam baris lagu tersebut dapat dimaknai tenang. Saat

matahari bersinar terlalu pijar dalam baris lagu tersebut merupakan kiasan yang

maknanya keadaan hati yang sedang panas atau penuh amarah. Baris lagu

teduhkan jiwaku saat matahari bersinar terlalu pijar menggambarkan seseorang

yang ingin ditenangkan hatinya ketika sedang marah.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.


commit to user
[Link] [Link]
66

(59) Aku berjanji


Selalu menemani langkahmu
Dalam setiap helai nafasmu
(40/A07D/Tunjukkan Padaku/1)

Helai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:394) diartikan kata

penggolong untuk barang yang tipis atau halus. Sesuatu yang dihitung dengan

helai lazimnya adalah benda konkret seperti kertas, kain, rambut, atau benang.

Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang dihitung dengan

helai adalah nafas. Nafas adalah udara yang diisap melalui hidung atau mulut dan

dikeluarkan kembali dari paru-paru (KBBI, 2007:770). Nafas merupakan sesuatu

yang abstrak. Pada data (59) nafas diserupakan dengan benda konkret, seperti

kertas, kain, rambut, atau benang yang dapat dihitung dengan helai. Penggalan

lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang berjanji akan selalu menemani

kekasihnya di setiap waktu.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak

(60) Saat aku menahan sendiri


Diterpa dan luka oleh senja
(42/A07D/Hingga Ujung Waktu/2)

Menerpa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1185) diartikan

mengejar hendak menghantam. Sesuatu yang dapat menerpa lazimnya adalah

benda konkret seperti gelombang besar atau badai. Akan tetapi, dalam penggalan

lirik lagu tersebut sesuatu yang menerpa adalah senja. Senja adalah waktu

setengah gelap sesudah matahari tenggelam (KBBI, 2007:1038). Senja merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (60) senja diumpamakan benda konkret yang

dapat menerpa hingga menyebabkan luka. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan keadaan rapuh seseorang ketika sendirian.


commit to user
[Link] [Link]
67

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(61) Aku pergi untukmu


Merangkai mimpi lewati waktu
(46/A07D/Seberapa Pantas/3)

Rangkai adalah kaitan atau gandengan beberapa benda (KBBI, 2007:928).

Merangkai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:928) diartikan menyusun

menjadi berangkai-rangkai. Sesuatu yang dapat dirangkai lazimnya adalah benda

konkret, misalnya bunga. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu

yang dirangkai adalah mimpi. Mimpi adalah angan-angan (KBBI, 2007:744).

Mimpi merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (61) mimpi digambarkan

seperti benda konkret yang dapat dirangkai. Penggalan lirik tersebut

menggambarkan seseorang yang tengah menyusun angan-angan masa depannya

bersama sang kekasih.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(62) Terlalu banyak cinta kan binasa


Yang indah kau rasa
Yang manis kau beri
Walau itu hanya sementara
(48/A07D/Mari Bercinta/7)

Binasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:152) diartikan

keadaan rusak sekali, hancur-lebur, dan musnah. Sesuatu yang dapat binasa

lazimnya adalah benda konkret. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut

sesuatu yang binasa adalah cinta. Cinta adalah perasaan sayang yang mendalam

(KBBI, 2007:152). Cinta merupakan sesuatu yang absrak. Pada data (62) cinta

diserupakan dengan benda konkret yang dapat binasa. Binasa dalam penggalan

commit to user
[Link] [Link]
68

lirik tersebut dapat dimaknai hilang atau berakhir. Penggalan lirik lagu tersebut

mengungkapkan bahwa cinta yang tidak hanya ditujukan untuk satu orang, atau

dengan kata lain mengkhianati pasangannya, tidak akan berlangsung lama dan

akan berakhir sia-sia.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(63) Berhentilah meratapi keadaan


Jangan menyerah pada keadaan busuk ini
(52/A07D/Takkan Pernah Menyesal/9)

Busuk adalah keadaan rusak dan berbau tidak sedap (KBBI, 2007:181).

Sesuatu yang dapat busuk lazimnya adalah benda konkret seperti daging, buah-

buahan, sayur, dan lain sebagainya. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu

tersebut sesuatu yang busuk adalah keadaan. Keadaan adalah sifat atau suasana.

Keadaan merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (63) keadaan diibaratkan

benda konkret yang dapat busuk. Keadaan busuk dalam penggalan lirik lagu

tersebut dapat dimaknai keadaan atau suasana yang tidak menyenangkan.

Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang menyemangati

kekasihnya agar tetap tegar melewati cobaan cinta mereka.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(64) Aku pun tak ingin kau meredup dan membeku


(53/A07D/Tentang Hidup/10)

Redup adalah tidak terang (KBBI, 2007:938). Meredup dalam Kamus

Besar Bahasa Indonesia (2007:938) diartikan menjadi redup. Beku adalah padat

atau keras (KBBI, 2007:122). Membeku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2007:122) diartikan menjadi beku. Meredup dan membeku pada baris lagu
commit to user
[Link] [Link]
69

tersebut adalah kiasan, maknanya adalah keadaan menjadi semakin lemah dan

sikap yang sudah tidak peduli lagi pada apapun karena kecewa. Pada data (64)

keadaan menjadi semakin lemah dan sikap tidak peduli dikonkretkan menjadi

sesuatu yang meredup dan membeku. Baris lagu tersebut menggambarkan

seseorang yang tidak mau melihat kekasihnya frustasi dan tidak mau peduli pada

apapun lagi seandainya perpisahan yang harus terjadi.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(65) Bentangkan maumu, kita raih semuanya


Apa yang kau inginkan, aku juga memimpikan
(54/A07D/Tentang Hidup/10)

Membentangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:134)

diartikan menghamparkan sesuatu (tikar, permadani, dan sebagainya). Sesuatu

yang dapat dibentangkan lazimnya adalah benda konkret seperti tikar atau

permadani. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang

dibentangkan adalah kemauan. Kemauan adalah kehendak (KBBI, 2007:724).

Kemauan merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (65) kemauan digambarkan

seperti tikar atau permadani yang dapat dibentangkan. Bentangkan maumu dalam

lirik ini dapat dimaknai katakanlah atau ungkapkanlah semua kemauanmu.

Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan percintaan yang sedang goyah.

Pencipta lagu ingin kekasihnya mengatakan semua kemauannya agar keadaan bisa

diperbaiki lagi.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

commit to user
[Link] [Link]
70

(66) Bapak-bapak bersiap sajalah


Tuk lepas buah hatimu
Duniaku lain duniamu
Aku juga tahu
Jangan coba belokkan arti cinta
Yang Tuhan ciptakan
(55/A07D/Bapak-bapak/11)

Membelokkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:128) diartikan

mengganti arah. Sesuatu yang dapat dibelokkan lazimnya adalah benda konkret,

misalnya kendaraan. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu

yang dibelokkan adalah cinta. Cinta adalah perasaan sayang yang mendalam

(KBBI, 2007:214). Cinta merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (66) cinta

diserupakan dengan benda konkret yang dapat dibelokkan. Belokkan dalam

penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai menghalangi sesuatu yang tengah

berjalan mulus, yaitu cinta. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan

seseorang yang memohon kepada ayah kekasihnya agar diijinkan tetap menjalin

cinta dengan anaknya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(67) Bila kedamaian selimutimu


Jangan kau kembali
(64/A07D/Waktu yang Tepat untuk Berpisah)

Selimut adalah kain penutup tubuh (KBBI, 2007:1021). Menyelimuti

dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1021) diartikan menyelubungi tubuh

dengan selimut agar tubuh tidak dingin. Sesuatu yang digunakan untuk

menyelimuti lazimnya adalah benda konkret, yaitu kain. Akan tetapi, dalam

penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang menyelimuti adalah kedamaian.

Kedamaian adalah keadaan yang damai atau tenang (KBBI, 2007:233).

commit to user
[Link] [Link]
71

Kedamaian merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (67) kedamaian

digambarkan seperti benda konkret yang dapat menyelimuti sesuatu. Kedamaian

selimutimu dalam lirik ini dapat dimaknai hati yang diselubungi rasa damai.

Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang sudah

mengikhlaskan kekasihnya pergi. Apabila memang dengan meninggalkannya,

kekasihnya merasa damai, ia rela perpisahan itu terjadi.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(68) Kupetik bintang


Untuk kau simpan
(66/AOST/Melompat Lebih Tinggi/1)

Bintang adalah benda langit terdiri atas gas menyala seperti matahari,

terutama tampak pada malam hari (KBBI, 1990:154). Bintang selalu

memancarkan cahaya terang pada malam hari. Bintang dalam penggalan lirik lagu

tersebut merupakan kiasan. Bintang dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat

dimaknai sesuatu yang membuat hati manusia selalu terang atau damai. Pada data

(68) sesuatu yang membuat perasaan damai manusia dikonkretkan menjadi

bintang. Penggalan lagu tersebut mengungkapkan bahwa sahabat akan selalu

berusaha melakukan sesuatu agar sahabatnya merasa damai dan terhibur.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(69) Aku tak percaya lagi


Akan guna matahari
Yang dulu mampu terangi
Sudut gelap hati ini
(68/AOST/Berhenti Berharap/2)

commit to user
[Link] [Link]
72

Matahari adalah benda angkasa, pusat titik surya berupa bola berisi gas

yang mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari (KBBI,

2007:722). Terang adalah cerah atau bersinar (KBBI, 2007:1180). Sudut adalah

penjuru atau pojok (KBBI, 2007:1097). Lazimnya, sesuatu yang terang akibat

sinar matahari adalah benda konkret, salah satunya adalah sudut ruangan. Akan

tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang terang akibat sinar

matahari adalah sudut hati yang gelap. Hati dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (2007:392) diartikan sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia yang

dianggap tempat segala perasa batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan

dan sebagainya). Gelap dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:344)

diartikan kelam atau tidak ada cahaya. Hati merupakan sesuatu yang absrak dan

tidak memiliki sudut. Pada data (69) hati digambarkan seperti benda konkret yang

memiliki sudut dan dapat diterangi matahari. Sudut gelap hati ini dalam

penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai keadaan hati yang sedih. Penggalan

lirik lagu tersebut menggambarkan kekecewaan seseorang karena gagalnya cinta.

Cinta membuat hatinya merasa bahagia dulu. Akan tetapi, cinta telah membuatnya

terluka sekarang sehingga ia tidak percaya lagi dengan cinta.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(70) Kenapa ada derita


Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam
Bila putih menyenangkan
(69/AOST/Berhenti Berharap/2)

Putih dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:913) diartikan warna

dasar yang serupa dengan kapas. Hitam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

commit to user
[Link] [Link]
73

(2007:405) diartikan warna dasar yang serupa dengan arang. Dalam karya sastra,

hitam sering dijadikan simbol sesuatu yang buruk. Sebaliknya, putih sering

dijadikan simbol kesucian. Hitam dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat

dimaknai suatu penderitaan. Putih dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat

dimaknai suatu kebahagiaan. Penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang

abstrak. Pada data (70) penderitaan dan kebahagiaan dikonkretnya menjadi warna

hitam dan putih. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan keadaan seseorang

yang sedang terpuruk. Hatinya seakan-akan menjerit, kenapa semua penderitaan

ini harus ia rasakan.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(71) Rebahkan kalbumu


Lepaskan perlahan
Kau akan mengerti
Semua......
(70/AOST/Berhenti Berharap/2)

Rebah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:936) diartikan

bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring. Sesuatu yang dapat

direbahkan lazimnya adalah benda konkret seperti manusia atau pohon. Akan

tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang direbahkan adalah kalbu.

Kalbu adalah pangkal perasaan batin (KBBI, 2007:493). Kalbu merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (71) kalbu diserupakan dengan benda konkret

yang dapat direbahkan. Manusia merebahkan diri dengan tujuan untuk

beristirahat. Dalam lirik ini, rebahkan kalbu dapat dimaknai istirahatkan hati atau

lebih tepatnya tenangkan hati. Penggalan lirik lagu tersebut memberikan

pengertian bahwa ketika manusia mengalami sesuatu yang sangat menyakitkan,

commit to user
[Link] [Link]
74

hal yang hendaknya dilakukan adalah tenangkan atau damaikanlah hati. Hanya

dengan hati yang tenang, seseorang dapat berpikir jernih dan mengerti bahwa apa

yang terjadi pada manusia adalah sesuatu yang menurut Tuhan terbaik untuknya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(72) Udara malam pun terlalu menusuk langkahku


(75/APT/Pejantan Tangguh/1)

Menusuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1230) diartikan

menikamkan suatu benda yang runcing ke benda lain. Sesuatu yang lazimnya

digunakan untuk menusuk adalah benda konkret yang runcing, seperti jarum,

pisau, dan sebagainya. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu

yang menusuk adalah udara malam. Udara malam adalah keadaan hawa pada

malam hari (KBBI, 2007:1236). Udara malam merupakan sesuatu yang abstrak.

Pada data (72) udara malam diumpamakan benda konkret yang runcing yang

dapat menusuk sesuatu. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan keadaan

suatu malam yang terlalu dingin. Rasa dingin yang teramat sangat itu seakan-

akan menembus kakinya yang sedang berjalan.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(73) Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam


Kupertahankan hidup
Maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
Ada arti kusyukuri hidup
(77/APT/Pemuja Rahasia/3)

Jejak adalah bekas tapak kaki (KBBI, 2007:464). Sesuatu yang dapat

meninggalkan jejak lazimnya adalah benda konkret seperti kaki manusia atau kaki

binatang. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang
commit to user
[Link] [Link]
75

meninggalkan jejak adalah hati. Hati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2007:392) diartikan sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia yang dianggap

tempat segala perasa batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dan

sebagainya). Hati merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (73) hati

diserupakan dengan benda konkret, seperti kaki manusia atau kaki binatang yang

dapat meninggalkan jejak. Jejak-jejak hati dalam penggalan lirik tersebut dapat

dimaknai perasaan dalam diri manusia. Penggalan lirik lagu tersebut menggambar

seorang laki-laki yang sangat mengagumi seorang perempuan. Walaupun tidak

memiliki perempuan tersebut, hanya dengan melihat dan merindukannya saja, ia

sudah cukup berbahagia. Apalagi kalau suatu saat ia bisa mengambil hatinya, ia

pasti akan sangat bersyukur.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(74) Sadarkah kau kusayangi


Sadarkah untukmu kubernyanyi
Terbacakah niat tulusku ini
(78/APT/Pilihlah Aku/4)

Membaca dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:83) diartikan

melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Sesuatu yang dapat terbaca

lazimnya adalah hal yang konkret, yaitu tulisan. Akan tetapi, dalam baris lagu

tersebut sesuatu yang terbaca adalah niat tulus. Niat tulus adalah keinginan dalam

hati yang tulus untuk melakukan sesuatu (KBBI, 2007:782). Niat tulus merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (74) niat tulus diumpamakan tulisan yang

konkret. Terbaca dalam baris lagu tersebut dapat dimaknai dapat diketahui atau

dapat dipahami. Penggalan lirik lagu tersebut mengungkapkan harapan seseorang

commit to user
[Link] [Link]
76

agar niatnya untuk menyayangi dengan tulus dapat diketahui orang yang

disayanginya selama ini.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(75) Degup jantung kian terbisik


Tanda cinta mulai bersemi
(80/APT/Pilihlah Aku/4)

Bersemi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1029) diartikan

bertunas. Sesuatu yang bersemi lazimnya adalah benda konkret, yaitu tumbuhan.

Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang bersemi adalah

cinta. Cinta adalah perasaan kasih yang mendalam (KBBI, 2007:214). Cinta

merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data (75) cinta digambarkan seperti

tumbuhan yang dapat bertunas. Cinta telah bersemi dalam penggalan lirik lagu

tersebut dapat dimaknai cinta yang mulai tumbuh atau muncul dalam hati

seseorang. Penggalan lirik lagu tersebut menjelaskan bahwa apabila seseorang

jantungnya berdegup kencang ketika bertemu dengan salah seorang lawan

jenisnya, itu adalah pertanda bahwa ia telah jatuh cinta pada orang tersebut.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(76) Aku cinta padamu


Mohon warnai jiwaku
Maukah hidup bersamaku
(81/APT/Pilihlah Aku/4)

Warna adalah corak rupa, seperti biru, kuning, dan sebagainya (KBBI,

2007:1269). Sesuatu yang diberi warna lazimnya adalah benda konkret. Akan

tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang diberi warna adalah jiwa

manusia. Jiwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:475) diartikan


commit to user
[Link] [Link]
77

seluruh kehidupan batin manusia. Jiwa merupakan sesuatu yang abstrak. Pada

data (76) jiwa diserupakan dengan benda konkret yang dapat diwarnai. Sesuatu

diberi warna agar tampak lebih menarik dan tidak membosankan. Warnai jiwaku

dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai buatlah batin si Aku menjadi

lebih bahagia agar hidupnya tidak membosankan. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan tekad seseorang untuk mengajak orang yang dicintainya untuk

hidup bersama.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(77) Sudahilah tinggimu


Sisakan hidupmu denganku
(82/APT/Brilliant3x/5)

Tinggi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1196) diartikan

panjang tubuh manusia. Tinggi dalam penggalan lirik lagu tersebut tidak dimaknai

dengan panjang tubuh manusia. Tinggi dalam penggalan lirik lagu tersebut

bermakna sifat atau sikap manusia yang sombong dan angkuh. Sifat atau sikap

manusia yang sombong dan angkuh merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data

(77) sifat atau sikap sombong manusia dikonkretkan menjadi tinggi. Tinggi

merupakan sesuatu yang konkret (dapat dilihat). Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan keinginan seseorang agar kekasihnya menghilangkan semua sifat

sombong dan angkuhnya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(78) Ketidakwarasan padaku


Selimut tebal hati rapuhku
(83/APT/Ketidakwarasan Padaku/9)

commit to user
[Link] [Link]
78

Selimut adalah kain penutup tubuh (KBBI, 2007:1021). Selimut digunakan

untuk melindungi tubuh dari udara dingin. Sesuatu yang digunakan sebagai

selimut biasanya benda yang konkret. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu

tersebut sesuatu yang digunakan untuk selimut adalah sesuatu yang abstrak, yaitu

ketidakwarasan. Ketidakwarasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2007:1268) diartikan keadaan jasmani atau rohani yang tidak sehat. Pada data

(78) ketidakwarasan diserupakan dengan benda konkret yang dapat digunakan

untuk selimut. Selimut tebal dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai

sesuatu yang menjadi pelindung. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan

seseorang yang patah hati karena ditinggal kekasihnya. Kesedihan yang teramat

sangat membuatnya merasa kehilangan kewarasan. Ketidakwarasan telah

membuatnya lupa akan patah hatinya. Ketidakwarasan telah membuatnya merasa

seakan-akan kekasihnya masih ada di sampingnya. Dengan begitu, ia merasa

bahwa ketidakwarasan adalah pelindung dan penyembuh hatinya yang terluka.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(79) Lewat radio aku sampaikan


Kerinduan yang lama terpendam
Terus mencari biar musim berganti
Radio cerahkan hidupnya
(85/A507/Radio/2)

Cerah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:208) diartikan

berseri. Cerahkan adalah menjadikan cerah atau berseri. Sesuatu yang dapat

dicerahkan lazimnya adalah benda konkret, misalnya warna kulit atau warna

benda lainnya. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang

dicerahkan adalah kehidupan seseorang. Kehidupan dalam Kamus Besar Bahasa

commit to user
[Link] [Link]
79

Indonesia (2007:400) diartikan keadaan hidup seseorang. Kehidupan merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (79) kehidupan diibaratkan benda konkret yang

dapat dicerahkan. Cerah dalam kehidupan sehari-hari melambangkan keadaan

yang baik atau senang. Cerahkan hidupnya dalam penggalan lirik lagu tersebut

dapat dimaknai membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik atau

menyenangkan. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang

selalu menyampaikan kerinduan pada mantan kekasihnya melalui radio. Ia

berharap mantan kekasihnya juga masih merasakan perasaan yang sama dan

mendengar kata-kata rindu yang ia sampaikan lewat radio. Semoga kata-kata

rindunya itu dapat membuat hari-hari mantan kekasihnya menjadi lebih

menyenangkan.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(80) Sesaat mata terpejam


Tirai imagi membuka
(87/A507/Ingin Pulang/4)

Tirai adalah kain penutup pintu atau jendela (KBBI, 2007:1199). Sesuatu

yang dilengkapi dengan tirai lazimnya adalah benda konkret, yaitu pintu atau

jendela. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang bertirai

adalah imagi. Imagi atau imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan atau

dengan kata lain khayalan (KBBI, 2007:425). Imagi merupakan sesuatu yang

abstrak. Pada data (80) imagi digambarkan seperti pintu atau jendela yang dapat

diberi tirai. Tirai imagi membuka dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat

dimaknai mulai berkhayal. Imagi diandaikan memiliki tirai yang dapat dibuka,

dalam hal ini adalah membuka dunia khayalan. Pengalan lirik lagu tersebut

commit to user
[Link] [Link]
80

menggambarkan seseorang yang sangat merindukan kekasihnya yang berada di

tempat jauh. Kerinduan yang terpendam membuat ia selalu berkhayal bertemu

dengan kekasihnya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(81) Ku beranjak dari tidurku


Mencoba melukis pagiku
(90/A507/Kau Kini Ada/5)

Melukis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:687) diartikan

membuat gambar dengan menggunakan pensil, pulpen, kuas, dan sebagainya, baik

dengan warna maupun tidak. Sesuatu yang dilukis biasanya adalah benda-benda

yang konkret, seperti manusia, binatang, pemandangan alam, keramaian pasar,

dan sebagainya. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang

dilukis adalah pagi. Pagi adalah waktu dari matahari terbit hingga menjelang

siang hari (KBBI, 2007:810). Pagi merupakan sesuatu yang abstrak. Pada data

(81) pagi diserupakan dengan benda konkret yang dapat dilukis. Melukis dalam

penggalan lirik lagu tersebut tidak dimaknai menggambar menggunakan pensil,

pulpen, kuas, dan sebagainya, tetapi dapat dimaknai membayangkan. Penggalan

lirik lagu tersebut menggambarkan seseorang yang selalu merasa kesepian. Ia

membayangkan keajaiban akan datang sehingga paginya selalu ditemani orang

yang dicintainya.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

commit to user
[Link] [Link]
81

(82) Tiba saat kita bangkit


Berlari ke pentas dunia
Jatuh dan bangun itu ada
Hal yang biasa terjadi
(93/A507/Pemenang/6)

Pentas adalah lantai yang agak tinggi di gedung pertunjukan tempat

memainkan sandiwara, tari-tarian dan sebagainya, atau dengan kata lain panggung

(KBBI, 2007:851). Sesuatu yang dimainkan dan dapat dinikmati di atas pentas

lazimnya adalah hal-hal konkret, misalnya sandiwara. Akan tetapi, dalam

penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang dipentaskan adalah dunia. Dunia dalam

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:279) diartikan lapangan kehidupan. Dunia

merupakan sesuatu yang abstrak. Pentas dunia dalam penggalan lirik lagu

tersebut dapat dimaknai lelakon atau liku-liku perjalanan nasib manusia. Pada

data (82) liku-liku perjalanan nasib manusia yang abstrak diandaikan dengan

sebuah pertunjukan di atas panggung. Melalui penggalan lirik lagu tersebut,

pencipta lagu mengajak kita semua untuk bangkit dari keterpurukan. Jatuh bangun

merupakan hal yang biasa terjadi dalam kehidupan ini. Orang yang tidak pernah

menyerah adalah pemenang dalam kehidupan ini.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

dari konkret ke abstrak.

(83) Kalau kau mau mencoba meramu hidupmu hidupku


Akan kau tahu pasti dirimu tlah perindah hariku
(94/A507/Bingkisan Tuhan/7)

Meramu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:926) diartikan

mencari dan mengumpulkan atau menjadikan satu bahan-bahan yang diperlukan.

Sesuatu yang diramu lazimnya adalah benda konkret seperti akar-akaran, kayu-

kayuan, dan sebagainya. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu

commit to user
[Link] [Link]
82

yang diramu adalah hidup manusia. Hidup dalam penggalan lirik lagu tersebut

bermakna kehidupan atau keadaan hidup manusia. Kehidupan merupakan sesuatu

yang abstrak. Pada data (83) kehidupan manusia digambarkan seperti benda

konkret yang dapat diramu. Meramu hidupmu hidupku dalam penggalan lirik lagu

tersebut dapat dimaknai menjadikan satu kehidupan seorang laki-laki dan seorang

perempuan, atau dengan kata lain hidup bersama. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan keinginan seorang laki-laki untuk hidup bersama perempuan

yang dicintainya untuk membuktikan betapa ia sangat mencintainya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(84) Untaian rasa yang kuselipkan


(95/A507/Terlalu Singkat/8)

Untaian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1249) diartikan

rangkaian. Sesuatu yang diuntai lazimnya adalah benda konkret, misalnya bunga

melati, anggrek, dan sebagainya. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut sesuatu

yang diuntai adalah rasa. Rasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:932)

diartikan tanggapan hati terhadap sesuatu. Rasa merupakan sesuatu yang abstrak.

Pada data (84) rasa diibaratkan benda konkret yang dapat diuntai. Baris untaian

rasa yang kuselipkan dapat dimaknai perasaan-perasaan suka, cinta, rasa ingin

memiliki terhadap seseorang yang selama ini terpendam dalam hati.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke

abstrak dapat dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(85) Aku tak bisa menghadapimu


Percakapanmu dan pandanganmu
Karena hatimu yang tlah pergi
Kebekuanmu melumpuhkanku
(99/A507/Last Pretence/11)
commit to user
[Link] [Link]
83

Beku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:122) diartikan padat

atau keras. Beku dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai sifat yang

keras atau tidak mau mempedulikan apapun di sekelilingnya. Sifat merupakan

sesuatu yang abstrak. Pada data (85) sifat keras seseorang dikonkretkan menjadi

sesuatu benda konkret yang dapat membeku. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan seseorang yang tidak mampu lagi menghadapi kekasihnya yang

telah berubah. Cinta yang dulu ada sekarang telah pergi. Kekasihnya kini bersikap

dingin dan sudah tidak mencintainya lagi.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora dari konkret ke abstrak.

(86) Nafas terakhir perjuangan kita


Akhiri dengan nada yang indah
(101/A507/Last Pretence/11)

Nafas adalah udara yang diisap melalui hidung atau mulut dan dikeluarkan

kembali melalui paru-paru (KBBI, 2007:770). Sesuatu yang bernafas atau

memiliki nafas lazimnya adalah benda konkret bernyawa, seperti manusia,

binatang, atau tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut

sesuatu yang memiliki nafas adalah perjuangan. Perjuangan adalah usaha yang

penuh dengan kesukaran (KBBI, 2007:478). Perjuangan merupakan sesuatu yang

abstrak dan tak bernyawa. Pada data (86) perjuangan diserupakan dengan benda

konkret bernyawa yang dapat bernafas. Nafas menandakan adanya suatu

kehidupan. Nafas terakhir menandakan bahwa suatu benda hidup itu akan segera

mati. Nafas terakhir perjuangan kita dalam penggalan lirik lagu tesebut dapat

dimaknai perjuangan yang hampir mati atau berakhir, dalam hal ini adalah

commit to user
[Link] [Link]
84

perjuangan cinta. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan cinta yang selama

ini diperjuangkan bersama agar tetap bertahan akan segera berakhir.

4. Metafora Sinaestetik

Metafora sinaestetik adalah jenis metafora yang didasarkan kepada

transfer dari satu indera ke indera yang lain. Data berikut adalah cuplikan bait dan

lirik lagu yang termasuk metafora sinaestetik.

(87) Kunanti harum peluk


(05/ASO/Tertatih/1)

Peluk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:847) diartikan dekap

(sentuhan tangan, leher, tubuh, dan sebagainya). Harum dalam Kamus Besar

Bahasa Indonesia (2007:391) diartikan bau yang wangi. Harum lazimnya

dirasakan oleh indera pencium yaitu hidung. Akan tetapi, dalam baris lagu

tersebut harum berasal dari sentuhan kulit tubuh (pelukan). Peluk biasanya

menyebabkan rasa hangat pada tubuh. Pada data (87) terjadi perubahan kegiatan

dari indera pencium ke indera peraba (kulit). Harum dalam kehidupan manusia

dapat sering digunakan sebagai simbol keindahan. Harum peluk dalam baris lagu

ku nanti harum peluk dapat dimaknai indahnya perasaan seseorang ketika berada

dalam pelukan orang yang dicintainya. Lirik lagu tersebut menggambarkan

kerinduan seseorang akan keindahan, dalam hal ini adalah keindahan perasaan.

Pelukan sang kekasih membuat hatinya merasa indah atau bahagia.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(88) Belai indah matamu


Teman mimpi tanpa jemu
(09/ASO/J.A.P/3)

commit to user
[Link] [Link]
85

Belaian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:123) diartikan

elusan tangan. Sesuatu yang membelai lazimnya adalah tangan. Akan tetapi,

dalam penggalan lirik lagu tersebut belai dilakukan oleh mata. Pada data (88)

terjadi perubahan kegiatan dari indera peraba ke indera penglihatan. Belai indah

matamu dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai tatapan mata.

Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan seorang laki-laki yang sangat

mengagumi seorang perempuan sehingga hanya dengan saling bertatap mata saja,

angan-angan untuk menjadikannya kekasih semakin melambung tinggi.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik.

(89) Sejuk tatap wajahmu


(14/ASO/Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki/4)

Sejuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1111) diartikan berasa

agak dingin, segar, dan nyaman. Sejuk lazimnya dirasakan oleh kulit manusia.

Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sejuk dirasakan oleh mata

manusia. Pada data (89) terjadi perubahan kegiatan dari indera peraba ke indera

penglihatan. Lirik lagu sejuk tatap wajahmu dapat dimaknai perasaan nyaman,

senang, maupun lega yang dihasilkan ketika saling bertatap muka dengan

seseorang.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

sinaestetik.

(90) Bergegas ambil langkah sendu


(20/ASO/Berai/8)

Sendu adalah perasaan pilu (KBBI, 2007:1035). Lazimnya, sendu

dirasakan atau dilakukan oleh hati atau perasaan manusia. Akan tetapi, dalam

commit to user
[Link] [Link]
86

baris lagu tersebut sesuatu yang sendu adalah langkah kaki manusia. Pada data

(90) terjadi perubahan kegiatan dari indera perasaan ke indera peraba. Langkah

sendu dalam baris lagu bergegas ambil langkah sendu dapat dimaknai pergi

dengan hati yang sedih.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(91) Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian


(28/AKK/Sebuah Kisah Klasik/5)

Jiwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:475) diartikan seluruh

kehidupan batin manusia. Haus dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:393)

diartikan berasa kering kerongkongan dan ingin minum. Lazimnya, organ tubuh

yang merasakan haus adalah kerongkongan manusia. Akan tetapi, dalam baris

lagu tersebut indera yang merasakan haus adalah jiwa atau batin manusia. Pada

data (91) terjadi perubahan kegiatan dari organ tubuh kerongkongan ke indera

perasaan manusia. Haus dalam lirik lagu tersebut dapat dimaknai sangat ingin

akan sesuatu, dalam hal ini adalah sanjungan dari teman-teman. Lirik lagu

tersebut menggambarkan seseorang yang berat hati untuk berpisah dengan teman-

temannya dan masih sangat ingin mendengar sanjungan dari teman-temannya.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik.

(92) Terangi harinya dengan lembut mentari-Mu


(32/AKK/Lihat, Dengar, Rasakan/8)

Sinar matahari lazimnya dilihat oleh mata manusia. Akan tetapi, dalam

baris lagu tersebut sinar matahari seakan-akan dapat disentuh sehingga dapat

dirasakan lembutnya. Pada data (92) terjadi perubahan kegiatan dari indera

commit to user
[Link] [Link]
87

penglihatan ke indera peraba. Lirik lagu terangi harinya dengan lembut mentari-

Mu menggambarkan keinginan seseorang agar Tuhan selalu membuat cerah hari-

hari orang yang selalu yang disayanginya, yaitu ibu, atau dengan kata lain ia ingin

ibunya selalu bahagia dalam hidupnya.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

sinaestetik.

(93) Hingga terbias warna syahdu


(35/AKK/Tunjuk Satu Bintang/11)

Syahdu adalah suasana yang khidmat atau sangat tenang (KBBI,

2007:1114). Ketenangan lazimnya dirasakan oleh perasaan manusia. Akan tetapi,

dalam baris lagu tersebut syahdu dapat dilihat oleh mata manusia melalui warna.

Pada data (93) terjadi perubahan kegiatan dari indera perasaan ke indera

penglihatan. Warna syahdu dalam lirik lagu hingga terbias warna syahdu

maknanya adalah perasaan syahdu atau perasaan tenang teramat sangat yang

terjadi karena ketulusan seseorang dalam mencintai dan dicintai kekasihnya.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(94) Akan kucerna semua karya cipta kita.


(37/AKK/Tunjuk Satu Bintang/11)

Karya cipta kita dalam hal ini adalah lagu yang telah diciptakan bersama.

Lazimnya, manusia dapat menikmati lagu dengan cara mendengarnya. Akan

tetapi, dalam baris lagu tersebut lagu dapat dinikmati dengan mencernanya.

Mencerna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:211) diartikan

menghancurkan makanan agar dapat diserap oleh tubuh. Pada data (94) terjadi

perubahan kegiatan dari indera pendengaran ke organ pencerna manusia.

commit to user
[Link] [Link]
88

Mencerna dalam baris lagu tersebut bermakna meresapi atau memasukkan ke

dalam hati dan pikiran, atau dengan kata lain memahami dengan sungguh-

sungguh lagu yang telah diciptakan bersama.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik.

(95) Hitam dan putih terbalut oleh hangatnya cinta


(38/AKK/Tunjuk Satu Bintang/11)

Cinta adalah perasaan sayang yang mendalam (KBBI, 2007:214). Cinta

lazimnya dirasakan oleh hati atau perasaan manusia. Akan tetapi, dalam baris lagu

tersebut cinta seakan-akan dapat disentuh sehingga dapat dirasakan hangatnya.

Pada data (95) terjadi perubahan kegiatan dari indera perasaan ke indera peraba.

Dalam karya sastra, hitam sering melambangkan sesuatu yang buruk,

putih melambangkan sesuatu yang baik, dan hangat melambangkan suatu keadaan

atau suasana yang nyaman, tenang, dan tenteram. Baris lagu hitam dan putih

terbalut oleh hangatnya cinta maknanya adalah cinta dapat menutupi segala

keburukan dan kebaikan seseorang sehingga suasana yang ada ketika orang saling

mencintai adalah bahagia. Hal ini disebabkan masing-masing dapat menerima

kebaikan dan keburukan pasangannya.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(96) Terlalu banyak cinta kan binasa


Yang indah kau rasa
Yang manis kau beri
Walau itu hanya sementara
(48/A07D/Mari Bercinta/7)

Indah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:429) diartikan

keadaan enak dipandang. Indah lazimnya dapat dinikmati manusia melalui mata.
commit to user
[Link] [Link]
89

Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut indah dinikmati manusia melalui

rasa. Pada data (96) terjadi perubahan kegiatan dari indera penglihatan ke indera

perasaan. Indah dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai perasaan

bahagia yang dirasakan manusia. Penggalan lirik lagu tersebut menjelaskan bahwa

cinta yang bercabang-cabang hanya akan memberikan kebahagiaan yang

sementara.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

sinaestetik.

(97) Menikmati pedihnya cinta


(59/A07D/Pria Kesepian/13)

Pedih adalah rasa sakit yang biasanya dirasakan oleh mata (KBBI,

2007:841). Dalam baris lagu tersebut, rasa pedih dirasakan oleh hati atau perasaan

manusia yang kecewa karena cinta. Pada data (97) terjadi perubahan kegiatan dari

indera penglihatan ke indera perasaan. Baris lagu menikmati pedihnya cinta

menggambarkan seseorang yang sakit hati karena cinta.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik.

(98) Menikmati dinginnya hati


(60/A07D/Pria Kesepian/13)

Dingin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:266) diartikan

keadaan bersuhu rendah. Indera manusia yang lazimnya merasakan dingin adalah

kulit. Akan tetapi, dalam baris lagu tersebut sesuatu yang terasa dingin adalah hati

atau perasaan manusia. Pada data (98) terjadi perubahan kegiatan dari indera

peraba ke indera perasaan. Dinginnya hati dalam baris lagu tersebut dapat

dimaknai hati atau perasaan yang kaku. Baris lagu menikmati dinginnya hati

commit to user
[Link] [Link]
90

menggambarkan kekecewaan seseorang karena tidak pernah dipedulikan orang

yang dicintainya.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik dapat

dilihat pada penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut.

(99) Tenang wajahmu berbisik


Itulah waktu yang tepat untuk berpisah
(62/A07D/Waktu yang Tepat untuk Berpisah/14)

Tenang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1171) diartikan

keadaan hati yang tidak gelisah. Tenang lazimnya dirasakan oleh hati atau

perasaan manusia. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut sesuatu yang

tenang adalah wajah, yang mana berarti dapat dilihat manusia melalui indera

mata. Pada data (99) terjadi perubahan kegiatan dari indera perasaan ke indera

penglihatan. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan bahwa pencipta lagu

tahu jika memang kekasihnya sudah mengikhlaskan perpisahan yang harus terjadi

melalui raut wajahnya yang tenang.

Di bawah ini adalah data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora

sinaestetik.

(100) Cahayanya tenang


(67/AOST/Melompat Lebih Tinggi/1)

Cahaya adalah sinar atau terang yang berasal dari sesuatu yang bersinar,

seperti matahari, bulan, atau lampu (KBBI, 2007:186). Tenang dalam Kamus

Besar Bahasa Indonesia (2007:1171) diartikan keadaan hati yang tidak gelisah.

Cahaya lazimnya ditangkap atau dapat dilihat manusia melalui indera mata. Akan

tetapi, dalam baris lagu tersebut cahaya dirasakan manusia melalui indera

perasaannya. Pada data (100) terjadi perubahan kegiatan dari indera penglihatan

ke indera perasaan manusia, yaitu hati. Baris lagu cahayanya tenang


commit to user
[Link] [Link]
91

menggambarkan bahwa cahaya bintang pada waktu malam hari dapat membuat

hati manusia merasa tenang.

Data lain yang juga termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik dapat

dilihat pada bait lagu Sheila on 7 berikut.

(101) Degup jantung kian berbisik


Kadang kata tak berarti
Kalau hanya kan tersakiti
Diam bukanlah tak ingin
(79/APT/Pilihlah Aku/4)

Berbisik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:157) diartikan

berkata secara perlahan-lahan. Berbisik lazimnya dilakukan oleh indera

pengucapan manusia, yaitu mulut. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu

tersebut berbisik dilakukan oleh jantung. Jantung adalah bagian tubuh yang

menjadi pusat peredaran darah dan sumber kehidupan manusia. Pada data (101)

terjadi perubahan kegiatan dari indera pengucapan ke organ tubuh jantung

manusia. Penggalan lirik lagu tersebut menjelaskan bahwa cinta tidak selamanya

harus diungkapkan dengan kata-kata, degup jantung yang berdetak hebat pun

sudah menjadi isyarat bahwa seseorang telah jatuh cinta.

Penggalan lirik lagu Sheila on 7 berikut ini adalah data lain yang juga

termasuk ke dalam jenis metafora sinaestetik.

(102) Semakin ku terlelap


Semakin jelas hangat senyuman
(88/A507/Ingin Pulang/4)

Senyum adalah gelak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk

menunjukkan rasa senang dengan mengembangkan bibir sedikit (KBBI,

2007:1041). Hangat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:386) diartikan

keadaan agak panas. Senyuman lazimnya dapat dinikmati orang lain melalui

commit to user
[Link] [Link]
92

indera penglihatan. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu tersebut senyuman

seakan-akan dapat disentuh sehingga bisa dirasakan hangatnya. Pada data (102)

terjadi perubahan kegiatan dari indera penglihatan ke indera peraba.

Hangat dalam karya sastra sering melambangkan suatu keadaan atau

suasana yang nyaman, tenang, dan tenteram. Hangat senyuman dalam penggalan

lirik lagu tersebut dimaknai senyuman yang dapat membahagiakan dan

menenangkan hati orang yang melihatnya. Penggalan lirik lagu tersebut

menggambarkan kerinduan seseorang terhadap kekasihnya. Rindu yang teramat

sangat membuatnya sering bermimpi melihat kekasihnya tersenyum. Senyum

yang dapat membuatnya merasa sangat bahagia.

Adapun perumusan jenis metafora yang terdapat dalam lirik lagu Grup

Band Sheila on 7 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.

Jenis Metafora dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7

No. Jenis Metafora Nomor Data

1. Metafora Antropomorfis 21, 24, 41, 43, 44, 45, 47, 51, 56, 57, 58, 61, 63,
65, 71, 72, 76, 84, 86, 89, 91, 92, 96, 97, 98,
100.

2. Metafora Binatang 26, 49, 50, 73, 74.

3. Metafora dari Konkret 01, 02, 03, 04, 06, 07, 08, 10, 12, 13, 15, 16, 17,
ke Abstrak 18, 19, 22, 23, 25, 27, 29, 30, 31, 33, 34, 36, 39,
40, 42, 46, 48, 52, 53, 54, 55, 64, 66, 68, 69, 70,
75, 77, 78, 80, 81, 82, 83, 85, 87, 90, 93, 94, 95,
99, 101.

4. Metafora Sinaestetik 05, 09, 14, 20, 28, 32, 35, 37, 38, 48, 59, 60, 62,
67, 79, 88.

commit to user
[Link] [Link]
93

B. Jarak antara Tenor dan Wahana Metafora yang Terdapat dalam Lirik

Lagu Grup Band Sheila on 7

Keekspresifan metafora ditentukan oleh jarak antara tenor dan wahana.

Apabila jarak antara tenor dan wahana dekat, artinya kemiripan antara keduanya

nyata, maka akan menciptakan metafora konvensional. Metafora konvensional

memiliki kemiripan objektif, yaitu kemiripan dua entitas dari segi bentuk.

Sebaliknya, apabila kemiripan antara tenor dan wahana samar akan menciptakan

metafora ekspresif. Metafora ekspresif memiliki kemiripan emotif, yaitu

kemiripan dua entitas yang berhubungan dengan perasaan individu (pencipta

lagu).

Kemiripan antara tenor dan wahana dapat diketahui dengan menggunakan

analisis komponen. Pada hakikatnya penciptaan metafora mengandalkan

kemiripan komponen-komponen makna antara wahana dengan tenor. Misalnya,

kata percikkan dalam baris lagu kau percikkan rasa sayang, pencipta lagu tidak

bermaksud mengungkapkan rasa sayang dapat dipercikkan seperti halnya benda

konkret, yaitu air. Baris lagu dalam lagu yang berjudul Kita tersebut hanya dapat

dipahami melalui pemahaman makna metaforis. Kata percikkan digunakan

sebagai wahana menggantikan tenor berikan karena keduanya memiliki kemiripan

komponen yang dapat diuraikan pada tabel berikut.

Tabel 2
Komponen Makna Percikkan dan Berikan
Percikkan Berikan

Menyemburkan zat cair pada sasaran + -

Bermaksud memberikan sesuatu pada sasaran + +

Perbuatan disengaja + +
commit to user
[Link] [Link]
94

Kemiripan antara percikkan dengan berikan bertumpu pada perbuatan

disengaja yang bermaksud memberikan sesuatu pada sasaran. Percikkan rasa

sayang dalam baris lagu tersebut dapat dimaknai memberikan kasih sayang

kepada orang lain.

Diperlukan pendataan komponen-komponen makna yang dimiliki tenor

dan wahana untuk menganalisis tingkat ekspresivitas setiap ungkapan metafora

dalam lirik lagu Group Band Sheila on 7. Pada penelitian ini, komponen makna

tersebut tidak menggunakan tanda + dan - sebab tenor dan wahana sering berada

pada domain semantik yang berbeda. Hal ini menunjukkan daya ekspresivitas

metafora yang tinggi. Hubungan tenor dan wahana dipandang secara kualitatif,

bukan secara matematis seperti dalam ilmu eksakta yang menunjukkan kesamaan

dan ketidaksamaan secara pasti.

Komponen-komponen yang dibandingkan dalam pembahasan ini tidak

disebutkan secara mendetail, melainkan dibuat secara ringkas dengan tujuan

pokok menarik kesimpulan mengenai adanya kemiripan antara tenor dan wahana.

Kemiripan ini tercermin dari adanya komponen bersama dari keduanya.

Berikut ini adalah uraian mengenai keekspresifan metafora-metafora yang

terdapat dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7.

1. Metafora Ekspresif

Metafora ekspresif adalah metafora yang jarak antara tenor dan wahananya

jauh. Metafora ekspresif memiliki kemiripan emotif. Berikut ini adalah data yang

merupakan metafora ekspresif.

commit to user
[Link] [Link]
95

(103)Arti teman lebih dari sekedar materi


Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah....lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu
(26/AKK/Sahabat Sejati/1)

Sayap adalah bagian tubuh beberapa binatang yang digunakan untuk

terbang. Terbang adalah bergerak melayang di udara. Terbang lazimnya

dilakukan oleh binatang yang memiliki sayap. Akan tetapi, pada baris lagu

tersebut terbang dilakukan oleh manusiaperilaku binatang bersayap yang terbang

menggambarkan perilaku manusia yang pergi meninggalkan sahabatnya begitu

saja. Terbang dalam cuplikan lagu tersebut memiliki konotasi negatif sebab

disimbolkan sebagai perilaku yang meninggalkan sahabatnya begitu saja. Pada

data di atas manusia digambarkan seperti binatang bersayap yang dapat terbang.

Lirik lagu remas sayapku, jangan lepaskan bila ku ingin terbang menggambarkan

seseorang yang ingin menjalin persahabatan selamanya dengan sahabat-

sahabatnya. Apapun yang terjadi persahabatan tidak boleh berakhir. Ia meminta

kepada sahabat-sahabatnya untuk tetap mempertahankan dia dan tidak

membiarkannya pergi apabila kelak terjadi suatu pertikaian.

Ungkapan metafora remas sayapku, jangan pernah lepaskan bila ku ingin

terbang, yang bertindak sebagai tenor adalah pergi, sedangkan wahananya adalah

terbang. Komponen makna kata terbang adalah bergerak melayang di udara

dengan tenaga sayap, meninggalkan daratan, berhamburan di udara, dan lama-

lama tidak tampak atau menghilang. Komponen makna kata pergi adalah bergerak

maju, meninggalkan suatu tempat, dan berangkat ke suatu tujuan. Kemiripan

antara kata terbang dan pergi adalah meninggalkan suatu tempat. Seseorang yang

pergi meninggalkan sahabatnya dipersepsi pencipta lagu seperti burung yang


commit to user
[Link] [Link]
96

terbang. Kemiripan antara terbang dan pergi bersifat emotif karena hubungan

antara tenor dan wahana samar atau tidak nyata wujudnya. Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa metafora pada data di atas ekspresif.

Data lain yang menunjukkan metafora ekspresif terdapat dalam penggalan

lirik lagu di bawah ini.

(104) Tak peduli berapa berat badanmu nanti


Kau tetap yang termuahh...di hatiku
Ku akui ku tak hanya hinggap di satu hati
(49/A07D/Terima kasih Bijaksana/8)

Dalam cuplikan lagu di atas, terdapat ungkapan metafora ku akui ku tak

hanya hinggap di satu hati. Hinggap berarti bertengger setelah terbang. Hinggap

merupakan perilaku binatang yang memiliki sayap. Sesuatu yang dihinggapi

binatang bersayap biasanya adalah sesuatu yang menyimpan cadangan makanan

bagi binatang tersebut, seperti pohon, bunga, atau tempat-tempat lain yang

menguntungkan bagi binatang tersebut. Binatang bersayap biasanya berganti-ganti

tempat untuk hinggap. Dalam penggalan lirik lagu tersebut, hati dipersepsi

pencipta lagu seperti tempat yang biasa dihinggapi binatang bersayap. Kemiripan

antara hati manusia dan tempat yang biasa dihinggapi binatang bersayap adalah

sesuatu yang memiliki daya tarik tersendiri untuk didekati (makanan bagi

binatang bersayap, dan rasa nyaman dan sayang bagi manusia). Hinggap di satu

hati berarti hanya menyayangi satu hati, tidak peduli banyak keuntungan yang

ditawarkan oleh hati yang lain, atau dengan kata lain setia. Baris lagu ku akui ku

tak hanya hinggap di satu hati menggambarkan seseorang yang pernah tidak setia

terhadap pasangannya.

Tenor dari ungkapan metafora tersebut adalah tidak setia, sedangkan

wahananya adalah hinggap. Komponen makna kata hinggap adalah Perilaku


commit to user
[Link] [Link]
97

binatang bersayap yang bertengger setelah terbang, berpindah-pindah, bersifat

sebentar, tempat yang biasa digunakan untuk hinggap biasanya tempat yang

menyimpan cadangan makanan. Komponen makna tidak setia adalah tidak tahan

godaan, berpindah-pindah hati, dan meninggalkan seseorang demi orang lain.

Kemiripan antara binatang yang hinggap dan manusia yang tidak setia

adalah berpindah-pindah. Seseorang yang tidak setia dipersepsi pencipta lagu

seperti binatang bersayap yang hinggap. Hinggap memiliki konotasi negatif sebab

hinggap disimbolkan perilaku yang tidak setia terhadap pasangannya. Kemiripan

antara binatang yang hinggap dan manusia yang tidak setia tersebut tidak bersifat

wujudiah (nyata), tetapi hanya berdasarkan persepsi pengarang. Dengan kata lain,

kemiripan antara tenor dan wahana ungkapan metafora ku akui ku tak hanya

hinggap di satu hati bersifat emotif sehingga metafora tersebut ekspresif.

2. Metafora Konvensional

Metafora konvensional adalah metafora yang jarak antara tenor dan

wahananya dekat. Metafora konvensional memiliki kemiripan objektif. Berikut ini

adalah data yang merupakan metafora konvensional.

(105) Jantan.......pejantan tangguh


Itu yang ku harap ada padaku
(73/APT/Pejantan Tangguh/1)

Dalam cuplikan lagu di atas, terdapat ungkapan metafora pejantan

tangguh. Jantan adalah jenis kelamin laki-laki untuk binatang. Istilah jantan

lazimnya hanya diperuntukkan binatang. Akan tetapi, dalam penggalan lirik lagu

tersebut, istilah jantan diperuntukkan juga untuk manusia. Pada data di atas

manusia laki-laki diserupakan dengan binatang yang berjenis kelamin laki-laki.

Jantan dalam penggalan lirik lagu tersebut dapat dimaknai sifat-sifat yang harus
commit to user
[Link] [Link]
98

dimiliki seorang laki-laki, misalnya tegas, berani, dan bertanggung jawab. jantan

dalam cuplikan lirik lagu tersebut memiliki konotasi positif sebab melambangkan

karakter laki-laki yang pemberani. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan

seorang laki-laki yang tidak memiliki keberanian mengungkapkan cinta kepada

perempuan. Ia sangat berharap suatu saat ia memiliki keberanian untuk

mengungkapkannya.

Tenor dari ungkapan metafora tersebut adalah karakter laki-laki

pemberani, sedangkan wahananya adalah jantan. Komponen makna jantan

adalah jenis kelamin laki-laki untuk binatang, sifat-sifat jantan yang diperlihatkan

oleh hewan jantan, seperti bentuk badan yang gagah perkasa dan agresif.

Komponen makna karakter laki-laki pemberani adalah gagah dan agresif

(berani), tegas, dan bertanggung jawab.

Kemiripan antara binatang jantan dan seorang laki-laki pemberani adalah

kegagahan dan watak agresifnya. Karakter seorang laki-laki yang pemberani

dipersepsi pencipta lagu seperti binatang jantan. Kemiripan antara karakter

seorang laki-laki pemberani dan binatang jantan tersebut tampak sehingga

metafora pejantan tangguh tidak ekspresif.

Data lain yang menunjukkan metafora konvensional terdapat dalam

penggalan lirik lagu di bawah ini.

(106) Agar....agar diriku


Bisa melumpuhkan tingkah liarmu
(74/APT/Pejantan Tangguh/1)

Dalam cuplikan lirik lagu tersebut terdapat ungkapan metafora, yakni

tingkah liar. Liar merupakan istilah yang lazimnya digunakan untuk binatang

yang tidak jinak. Akan tetapi, dalam lirik lagu tersebut istilah liar digunakan
commit to user
[Link] [Link]
99

untuk manusia. Pada data di atas tingkah manusia diserupakan dengan tingkah

binatang yang liar. Tingkah liar dalam lirik lagu tersebut dapat dimaknai sifat

seseorang yang keras dan sulit ditaklukkan. Liar dalam lirik lagu tersebut

memiliki konotasi negatif sebab melambangkan sifat manusia yang keras kepala.

Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan seorang laki-laki yang ingin

memiliki keberanian untuk mengubah kelakuan tidak baik yang dimiliki

perempuan pujaannya.

Pada metafora di atas, yang bertindak sebagai tenor adalah sifat keras

manusia, sedangkan wahananya adalah liar. Komponen makna liar adalah buas,

belum jinak, dan perilaku binatang yang sangat membahayakan lingkungan

sekitarnya. Komponen makna sifat keras manusia adalah perilaku tidak sopan,

susah diatur atau ditaklukkan.

Kemiripan antara kata liar dan sifat keras manusia adalah susah diatur atau

ditaklukkan. Sifat keras seseorang dipersepsi pencipta lagu seperti binatang yang

liar. Kemiripan antara sifat keras manusia dan sifat binatang yang liar tampak

sehingga metafora tersebut tidak ekspresif.

Berikut ini adalah tabel kemiripan antara tenor dan wahana untuk

keseluruhan ungkapan metafora yang terdapat dalam lirik-lirik lagu Grup Band

Sheila on 7 (Keterangan: komponen makna tenor ditampilkan pada kolom 4;

komponen makna wahana ditampilkan pada kolom 3; komponen makna tenor dan

wahana yang mirip dicetak tebal; komponen-komponen yang dicetak tebal

menjadi komponen makna bersama dari tenor dan wahana yang secara definitif

dinyatakan pada kolom 5; hasil identifikasi (kemiripan objektif dan kemiripan

emotif) dicantumkan pada kolom terakhir setiap tabel).

commit to user
[Link] [Link]
100

Tabel 3
Kemiripan antara Tenor dan Wahana

No. Baris Lirik Komponen Komponen Kemiripan Tipe


Lagu Makna Wahana Makna Tenor
W T kemirip-
(W) (T) an

1. Kupeluk Peluk Menguatkan Perbuatan Emotif


rapuhmu seseorang melalui yang
dengan sebuah lagu dilakukan
karyaku ciptaan sendiri. dengan
tujuan
-Dilakukan menenang
-Terjadi kontak
dengan tidak kan hati
fisik yaitu
harus melakukan seseorang
sentuhan.
kontak fisik atau yang
-mendekap sentuhan. sedang
rapuh.
- Meraih ke dalam -Menenangkan,
dekapan dua tangan memberikan
yang dilingkarkan. semangat orang
yang sedang
lemah dengan
sebuah lagu.
- Menenangkan,
memberikan
rasa aman pada
orang yang
dipeluk.

2. Kubingkai Membingkai Upaya Objektif


Tekad menggapai
semua impian memperta
--Memasang bilah mimpi.
khayalku hankan
(papan atau rotan)
-Meraup segala sesuatu.
disekeliling suatu
impian menjadi
benda.
sebuah tujuan
-Bertujuan hidup dan
mempertahanka mempertahanka
n agar benda nnya sampai
yang dibingkai mimpi-mimpi itu
tetap tegak atau terwujud.
menjadi kuat.
-Fokus menggapai
-Benda yang tujuan.
dibingkai adalah
-Tidak akan
benda konkret
commit to user
[Link] [Link]
101

yang rapuh dan berhenti sebelum


tipis, misalnya mimpi-mimpinya
foto. terwujud.

Kubasuh Basuh Meredakan Perbuatan


marahmu amarah yang Emotif
dengan - Mencuci atau dilakukan
3. lirihku. membersihkan -Menenangkan dengan
dengan air. hati seseorang tujuan
yang sedang untuk
-Sesuatu yang marah. menghilan
dibasuh adalah gkan
benda konkret. -Dilakukan dengan sesuatu.
penuh kesabaran.
-Bertujuan untuk
menghilangkan -Bertujuan
noda. untuk
menghilangkan
amarah
seseorang.
Kubasuh
semua bara Nafsu marah
4. Bara Keadaan Emotif
di ragumu.
-keadaan sangat yang
-arang yang panas
tidak senang.
masih terbakar
dan berapi. -gusar
-dalam keadaan -berang
panas
-panas hati
-bersifat konkret
-bersifat abstrak
Emotif
5. Kunanti Pelukan yang
harum peluk Harum mendamaikan hati
Sesuatu
-Golongan bau- -Menimbulkan rasa yang
bauan. aman pada yang memberik
dipeluk. an rasa
-Bau yang wangi. indah.
-Memberikan
-Membuat
kehangatan.
suasana menjadi
lebih indah. -Membuat hati
terasa tenteram.

- Perasaan terasa
indah atau
bahagia.
commit to user
[Link] [Link]
102

Percikkan Memberikan Perbuatan Emotif


memberi-
Kau tlah -Menyemburkan -Memberikan kan
6. percikkan air atau zat cair atau sesuatu
rasa sayang lainnya kepada membagikan kepada
sasaran. sesuatu kepada sasaran.
orang lain.
-Dilakukan
dengan maksud -Menyerahkan
memberikan air sesuatu kepada
atau zat cair orang lain.
lainnya kepada
sasaran dengan -Perbuatan
cara sedikit demi disengaja.
sedikit.

-Perbuatan
Mengisi hari
disengaja. dengan canda
Membuat
Warna tawa.
sesuatu
Gelak tawa - Menjalani hidup menjadi Emotif
-Corak rupa
yang warnai dengan santai, tidak
lembar jalan -Membuat tidak larut dalam membosan
7. kan.
kita. sesuatu menjadi kesedihan.
lebih menarik
sehingga tidak -Membuat hari-
membosankan hari menjadi
lebih
-Bersifat konkret menyenangkan.
(dapat dilihat)
- Membuat hari-
hari tidak
membosankan.
Meresapi

-Memahami Memasuk
Reguk dan teguk kan
Reguk dan -Memasukkan sesuatu. Emotif
teguklah -Memasukkan benar-benar
mimpiku dan sesuatu (air dan dalam benak
8
mimpimu. sebagainya) ke atau pikiran.
dalam mulut lalu
menelannya. -sesuatu yang
dimasukkan
-Meminum bersifat abstrak,
sesuatu. yaitu ingatan
mengenai mimpi
-Sesuatu yang
yang pernah
dimasukkan
diciptakan
adalah benda
commit to user
[Link] [Link]
103

konkret. bersama.

Tatapan mata

Belai -Perbuatan Dapat Emotif


menatap. membuat
-Elus, bujuk rayu. orang lain
9. -Dapat tergoda.
Belai indah -Mengusap- membuat
matamu ngusap disertai seseorang
kata manis untuk tergoda dengan
merayu. melihat tatap
matanya.
-Dapat membuat
orang yang - Dihasilkan dari
dibelai tergoda . aktivitas indera
penglihatan
-Dihasilkan dari
manusia, yaitu
aktivitas indera
mata.
peraba manusia,
yaitu tangan .

Canda yang
sering dilalui
Untaian bunga Sesuatu
bersama. Objektif
yang
-Rangkaian
-Senda gurau. berkesina
bunga.
Untaian mbungan
10. -Senda gurau
bunga canda -Sesuatu yang dan
yang teramat menghasil
indah dan
sering dilalui kan
harum.
bersama, keindahan.
-Bunga dalam sambung-
jumlah banyak menyambung.
yang dirangkai
-Membuat hari-
dan
hari terasa indah
berkesinambung
an. atau
menyenangkan.
-Bersifat konkret.
-Bersifat abstrak.

Diketahui
Emotif
Terbaca
-Orang lain Dapat
-Dapat dibaca. dapat mengerti dimengerti
setelah .
-Apa yang tertulis menyaksikan.
dapat dieja atau
Tenang hati -Terang atau
commit to user
[Link] [Link]
104

11. terbaca dilafalkan. kelihatan jelas.

-Isi dari sebuah -Dapat dikenali.


tulisan dapat
dimengerti atau
dipahami. Mengungkapkan Emotif
cinta
Puitis
Menginda
-Bahasa puisi. -Melahirkan hkan atau
perasaan hati, memperin
-Penggunaan baik dengan kata- dah
Kini tiba kata maupun
12. bahasa yang sesuatu.
waktunya ekspresi muka.
lebih indah
untuk -Menunjukkan
daripada bahasa
puitiskan rasa cinta.
sehari-hari.
sayang. -Menerangkan
-Lebih banyak dengan jelas rasa
digunakan dalam cinta yang sedang
karya sastra. dirasakan.
-
Mengungkapkan
cinta dengan
kata-kata yang
indah kepada
orang yang
dicintai.

Menyimpan,
Membingkai mengabadikan Objektif
Mengabadi
dalam hati. kan sesuatu
-Memasang bilah
- Menyimpan atau
(papan atau rotan)
dan seseorang.
disekeliling suatu
13. benda. mengabadikan
Kan dalam hati
kubingkai - Bingkai kekasih yang
slalu berfungsi untuk selama ini
indahmu mengabadikan dikagumi.
atau menjadikan
sesuatu yang -Mengenang
dibingkai tetap
-Tidak akan
utuh dan kuat.
pernah ada orang
-Benda yang lain dalam
dibingkai adalah hatinya selain
benda konkret kekasihnya.
yang rapuh dan
tipis, misalnya

commit to user
[Link] [Link]
105

foto.

Sejuk Perasaan lega Merasa Emotif


(setiap bertatap nyaman.
muka dengan
kekasih).
14. Sejuk tatap
wajahmu -Merasa tidak
-Keadaan agak
gelisah atau
dingin.
khawatir lagi.
-Segar
-Senang
-Terasa nyaman
-Tenteram

Pelukan Membuat
-Nyaman Emotif
atau
Hangat peluk -Dekapan dengan mengakibat
Janji yang
janjimu dua tangan. kan rasa
15. menentramkan
hati. tenteram.
-Terjadi kontak
fisik, yaitu
-Ucapan yang
sentuhan.
membuat hati
-Menenangkan, seseorang terasa
memberikan tenteram.
rasa aman,
-Kata-kata manis,
nyaman, dan
membuat orang
tenteram pada
terlena.
orang yang
dipeluk.

Duri Perbuatan yang Menyebab Emotif


16. Dimana tlah
menyakitkan hati. -kan sakit
kutancapka -Benda konkret
atau luka.
n duri tajam -Bersifat abstrak
-Bagian
tumbuhan yang -Perbuatan yang
runcing dan tidak diinginkan.
tajam.
-Perbuatan yang
-Dapat melukai dapat menyakiti
siapapun yang
commit to user
[Link] [Link]
106

menyentuhnya. orang lain.

-Menyebabkan
orang lain
kecewa.

17. Bila itu bisa Bersinar dan Bahagia Menandak Emotif


membuatmu berpijar. an bahagia
kembali -Bersifat abstrak.
bersinar dan -Bersifat konkret
berpijar (dapat dilihat) -Keadaan atau
seperti dulu perasaan senang
-Memancarkan dan tenteram
kala
sinar atau cahaya (bahagia).
terang.
-Bebas dari segala
-Memancarkan rasa yang
panas. menyusahkan.
-Sinar dapat
menandakan
bahagia. Cinta Emotif
Tlah kau Memberik
tebang Pohon -Bersifat abstrak an rasa
18. tempat kita nyaman.
biasa -Benda konkret -Perasaan suka
berteduh sekali.
-Tumbuhan yang
berbatang keras -Benar-benar
dan besar. sayang

-Dapat -Dapat mambuat


memberikan manusia merasa
keteduhan nyaman.
(membuat
manusia merasa -Dapat putus
nyaman karena (berakhir).
terlindung dari
panas matahari)

-Dapat ditebang .
19. Tidak lagi Emotif
Berkemas
menyayangi Bersiap
Kau kemasi
kasih -Memberes- pergi.
-Hilangnya rasa
sayangmu bereskan.
sayang pada
-Membungkus seseorang.
supaya rapi.
-Mati rasa.
-Bersiap-siap
-Pergi,
hendak pergi.
meninggalkan
commit to user
[Link] [Link]
107

seseorang yang
pernah
disayangi.
Sendu Pergi

20. Bergegas -Perasaan sedih -Berjalan Perasaan Emotif


ambil dan pilu (bergerak maju). sedih.
langkah
sendu. - Duka cita -Meninggalkan
sesuatu.
- Hasil kegiatan
indera perasaan -Hasil kegiatan
manusia (hati). indera peraba
manusia (kaki).
-Ada rasa sedih
ketika
meninggalkan
sesuatu.
Menari

-Perbuatan
disengaja. Masa depan yang
Jadikan masa cerah Mendatan
gkan Emotif
depanmu - Kegiatan
menari menggerak- - Hari esok yang kebahagia
21. dimiliki oleh an.
gerakkan badan
dengan berirama manusia.
dan biasanya
-Hal yang abstrak.
diiringi bunyi-
bunyian. -Masa depan
-Dilakukan oleh yang bahagia
karena memiliki
manusia.
kehidupan yang
- Biasanya lebih baik dari
dilakukan masa sekarang.
dengan perasaan
gembira dan
bertujuan
menghibur.

Warna-warni
Berbagai hal dan
22. -Perpaduan kegiatan manusia Suatu hal
Padamkan bermacam- yang Emotif
sekejap macam warna. -Kegiatan sehari- bermacam
warna-warni hari manusia. -macam
-Sesuatu yang
commit to user
[Link] [Link]
108

duniamu memiliki warna - Bermacam- dan tidak


yang bermacam- macam hobi, menimbul
macam tampak aktivitas, dan kan
lebih menarik obsesi yang kebosanan
dan tidak dimiliki manusia .
membosankan. untuk mengisi
hari-harinya
-Sesuatu yang agar tidak
berwarna adalah membosankan.
benda konkret.
-Hal yang abstrak.
Menyalakan
Bangkit dari
-Menjadikan keterpurukan Menghidu
bernyala.
23 Nyalakan pkan Emotif
-Timbul semangat
sekejap -Menghidupkan. sesuatu.
baru.
warna-warni
duniamu saat -Mengobarkan. -Membangun
jalanmu dan
kembali menghidupkan
tegap. kembali mimpi
yang pernah
kandas.

-Kembali
beraktivitas dan
berusaha
mewujudkan
mimpi-mimpi.

Cobaan hidup
Persinggahan
-Musibah. Objektif
Semoga -Tempat Bersifat
24. semua ini -Suatu keadaan sebentar
berhenti
adalah sebentar ketika dimana manusia atau
persinggaha dalam jatuh dan tidak sementara.
n sementara perjalanan. dapat
mimpimu. mewujudkan
-Tempat mimpi-mimpinya.
beristirahat
sebentar. -bersifat
sebentar atau
-Tempat sementara sebab
berlabuh. setiap cobaan
pasti dapat
-Hal yang dilalui.
konkret.
-Hal yang abstrak.

commit to user
[Link] [Link]
109

Kotak Cita-cita

Dengan - Peti kecil tempat -Ide atau gagasan. Sebagai Emotif


25. kotak sejuta perhiasan atau wadah
mimpi, aku barang yang kecil -Keinginan yang (menjadik
datang lainnya. selalu ada dalam an satu
menghampiri pikiran. beberapa
mu. -Ruang hal).
berbentuk empat -Tujuan sempurna
persegi yang yang hendak
digunakan dicapai.
sebagai wadah
-Kumpulan
untuk
mimpi dan
menempatkan
angan-angan
barang-barang
yang terangkum
kecil yang
menjadi satu
banyak.
tujuan hidup.
-Benda konkret.
-Hal yang abstrak.
Remas Terbang
Pergi
sayapku,
jangan - Bergerak Meninggal Emotif
-Bergerak maju,
26. pernah melayang di kan
meninggalkan
lepaskan bila udara dengan sesuatu
suatu tempat.
ku ingin tenaga sayap atau
terbang. (binatang). -Berangkat ke seseorang.
suatu tujuan.
-Meninggalkan
daratan.
-Berhamburan di
udara.

-Lama-lama tidak
tampak atau
menghilang.
Menahan Jutaan
berat jutaan Sangat Emotif
Keadaan
rindu -Satuan bilangan
-Keadaan yang banyak
27. kelipatan sejuta
terlebih-lebih. atau lebih.
yang
dilambangkan -Sungguh-
dengan enam nol sungguh
di belakang
angka. -Terlampau amat.
-Satuan nominal
untuk sesuatu
yang dapat
commit to user
[Link] [Link]
110

dihitung dengan
pasti (benda
konkret).
-Berjuta-juta.

-Banyak sekali.
Mungkin Haus Emotif
jiwaku masih
haus -Berasa kering Sangat ingin Keadaan
sanjungan tenggorokan dan sangat
-Hasrat yang ingin akan
28. kalian. ingin minum.
besar. sesuatu.
-Sangat dahaga.
-Kehendak yang
-Sangat ingin kuat.
akan sesuatu
-Harapan atau
(yang dapat
keinginan yang
melegakan
sangat besar
tenggorokan). terhadap
sesuatu.

Pemberat
Emotif
Berjuta ton Rasa kantuk
-Benda konkret. Membuat
pemberat di
29.
mata -Benda yang -Hal yang abstrak. sesuatu
indahku. terasa
digunakan untuk
-Rasa ingin tidur. berat.
memberatkan.
-Mata terasa
-Berfungsi untuk
berat, enggan
membuat
untuk membuka
sesuatu terasa
mata.
lebih berat atau
berbobot.

Kilau
Kilau hari- -Cahaya Hari yang cerah Emotif
hari gemerlap. Keadaan
30 -Keadaan terang.
-Cahaya berkilap. dimana
matahari
-Cahaya yang
bersinar terang.
memantul.
-Tidak berawan.
-Menghasilkan
sinar terang.

-Sesuatu yang
berkilau adalah
commit to user
[Link] [Link]
111

benda konkret.

Menghiasi

Mudahkan - Memperelok Membahagiakan Mendatan Emotif


hidupnya, sesuatu dengan gkan
31. hiasi dengan barang-barang -Membuat keindahan.
belai-Mu yang indah. seseorang merasa
senang dan
-Bertujuan tenteram.
untuk
memperindah -Bebas dari segala
sesuatu. rasa yang
menyusahkan.

-Mendatangkan
rasa indah
(bahagia) dalam
hati seseorang.

Lembut Cerah
Terangi
Keadaan Emotif
harinya -Berasa lunak dan -Keadaan dimana baik.
dengan halus. matahari bersinar
lembut
terang.
32. mentari-Mu. - Enak disentuh.
-Cuaca yang
-Hasil kegiatan
baik.
indera peraba
manusia. -Hasil kegiatan
indera
penglihatan

manusia.

Di setiap a) Indah
jengkal a) Sifat baik
indahnya, di -keadaan enak manusia Emotif
setiap dipandang a)Keadaan
33. -Sifat manusia baik.
jengkal
-Cantik yang baik
buruknya.
menutut sistem
-Elok norma dan
pandangan
b) Buruk umum yang
-Rusak atau berlaku.
busuk. -Tidak jahat.

commit to user
[Link] [Link]
112

-Tidak cantik. b) sifat buruk


manusia
-Tidak elok. b)Keadaan
-Sifat yang tidak buruk
-Jelek (tidak menyenangkan.
baik)
-Jahat, sangat
tidak baik.
Di setiap
sudut a) Terang a)Keadaan senang
terangnya, di Emotif
setiap sudut -Keadaan dapat -Puas dan lega
34. gelapnya. dilihat.
-Berbahagia a)Keadaan
-Cerah, bersinar. (tidak ada yang
sesuatu apa pun cerah,
yang menyenan
menyusahkan), gkan.
cerah ceria.

b)Keadaan susah
b)Gelap
-Rasa tidak
-Tidak ada senang.
cahaya. b)Keadaan
-Sedih, selalu
sulit.
-Kelam gelisah.
-Tidak terang -Tidak mudah
jalani hidup
Hingga Syahdu (suasana) Memberik
terbias Warna
an nuansa Emotif
35. warna -Abstrak
-Kesan yang indah
syahdu. (bahagia,
diperoleh mata -perasaan sangat
dari cahaya yang tenang. tidak
dipantulkan oleh bosan).
benda-benda yang -Membawa
dikenainya. kebahagiaan
dalam hati.
-Corak rupa.

-Membuat
sesuatu tampak
lebih menarik
dan tidak
membosankan.

-Dapat dilihat
(konkret).
Mengabad
commit to user
[Link] [Link]
113

36. Akan kuukir Mengukir Mengenang ikan Objektif


satu kisah sesuatu.
tentang kita - Menggores -Mengingat
(menoreh, kembali.
memahat, dan
sebagainya) untuk -Membayangkan.
membuat lukisan
-Terbayang
atau gambar pada
sesuatu yang
kayu, batu, atau
membekas dan
logam.
tidak pernah
-Menghasilkan hilang dalam
sesuatu yang ingatan.
konkret (ukiran).
-Dilakukan
untuk
mengabadikan
sesuatu.
Menyerap
37. Akan Mencerna Emotif
Memahami
kucerna -Menjadikan
semua karya hancur -Mengerti benar.
cipta. (makanan).
-Mempelajari
- baik-baik supaya
Menghancurkan paham.
makanan
menjadi cair dan -Menyerapkan
dapat menyerap (memasukkan)
ke dalam darah. ke dalam
pikiran.

Nyaman, gembira Keadaan


38. Hitam dan Hangat Emotif
-Senang hati. pas atau
putih terbalut
ideal.
hangatnya -Agak panas.
-Bebas dari segala
cinta.
-Pas, tidak lebih rasa yang
dan tidak menyusahkan
kurang hati.
panasnya.
-Kondisi hati
yang pas atau
ideal (sesuai
dengan apa yang
diinginkan).

commit to user
[Link] [Link]
114

Memberik
an rasa
Teduhkan Teduh Tenang nyaman. Emotif
39. jiwaku saat
matahari -Terlindung dari -Tidak gelisah.
bersinar panas matahari.
-Stabil, perasaan
terlalu pijar
-Sejuk. dan pikiran tidak
kacau.
-Memberikan
rasa nyaman. -Hati terasa
nyaman dan
tentram. Keadaan
atau
Helai Objektif
Dalam setiap Bernafas . tingkatan
40. helai ukuran
-Lembar. -Memasukkan
nafasmu tertentu
dan mengeluarkan (jumlah
-Kata penggolong
udara. dan
untuk sesuatu
yang tipis atau intensitas
-Tanda
halus. waktu).
kehidupan.
-Menyatakan -Dilakukan
jumlah. teratur dan
intensitasnya
sering (tiap
detik).
Ada unsur Emotif
Disapa pertemuan
41. antara dua
Serapuh -Bersapa. Diterjang hal atau
kelopak sang orang.
-Ditegur. -Diserang.
mawar yang
disapa badai -Dilewati tanpa
-Diajak
bercakap-cakap henti.
ketika bertemu
-Diserbu.
seseorang.
Menyebab
kan luka.
42. Diterpa dan Diterpa Emotif
luka oleh Rapuh karena
senja. -Diserang.
kesepian
-Dikejar, hendak sepanjang waktu.
disergap.
-Keadaan lemah.
-Tertimpa
-Putus asa.
sesuatu.
-Sakit hati atau
-Menyebabkan
commit to user
[Link] [Link]
115

luka. terluka.

Memberik
an rasa
Semegah Dijaga Perasaan damai. tentram. Emotif
sang mawar
43. dijaga -Dilindungi dari -Tenang.
matahari pagi bahaya.
-Tentram.
-Dipertahankan
keselamatannya. -Bahagia, jauh
dari rasa benci.
-Muncul rasa
aman, tentram,
ketika dijaga. Keadaan
Dan pekat tidak
Emotif
menemukan Pekat jernih.
Galau
mu
44. -Keadaan tidak
-Gelisah, banyak
jernih.
pikiran.
-Kental.
-Pikiran kacau.
-Agak mengeras.
-Pikiran tidak Mengeluar
jernih. kan suara.

Tuan burung Bernyanyi Berkicau


45. Emotif
camar takkan
-Mengeluarkan -Berbunyi
henti
bernyanyi suara bernada. -Mengeluarkan
-Menyuarakan suara yang
lagu. sembarang saja.

-Berlagu (baik
disertai lirik dan
musik atau tidak).
Menyusun
46. Merangkai sesuatu
Berangan-angan yang Objektif
mimpi lewati Merangkai
waktu banyak.
-Memiliki angan-
-Mengkaitkan
angan atau cita-
benda satu
cita.
dengan benda
laiinya. -Membayangkan.
-Menyusun -Membangun
menjadi atau menyusun
berangkai- cita-cita yang
rangkai. begitu banyak.

commit to user
[Link] [Link]
116

-Menyambung -Abstrak
atau
menggandeng-
gandengkan
benda satu
Kupeluk erat dengan lainnya. Menyebab Emotif
tubuhmu saat kan luka
Menyerang Kedinginan
dingin atau sakit.
47. menyerang -Mendatangi -Terkena dingin
mu untuk melawan. yang terlampau
batas.
-Menyerbu atau
memerangi. -Menderita
dingin.
-Bertujuan untuk
melukai lawan. -Menyebabkan
sakit. Hilangnya
sesuatu.
Emotif
Terlalu Hilang (rasa)
Binasa
48. banyak cinta
kan binasa -Tidak ada lagi.
-Rusak sekali.
-Lenyap.
-Hancur lebur.
-Tidak ada
-Musnah
perasaan lagi.
(lenyap)

-Sesuatu yang
binasa adalah
benda konkret.
Tidak setia Emotif
49. Kuakui ku Hinggap
- Tidak tahan Berpindah
tak hanya
-Bertengger godaan -pindah
hinggap di
setelah terbang. - Meninggalkan
satu hati
seseorang demi
-Berpindah-
orang lain.
pindah.
-Berpindah-
-Bersifat sebentar.
pindah hati.
-Tempat yang
digunakan untuk
hinggap biasanya
tempat yang
menguntungkan
atau menyimpan
makanan.

commit to user
[Link] [Link]
117

Liar Sikap brutal

Kutakuti ku -Buas. -Perilaku tidak Perilaku Objektif


50. terlalu liar sopan. yang
tuk dimiliki -Belum jinak. membahay
-Kurang ajar. akan atau
-Perilaku binatang
merugikan
yang sangat -Merugikan orang
pihak lain.
membahayakan lain.
lingkungan
sekitarnya.
Walau Persinggahan Sifat manusia
begitu, semua yang labil Sifatnya
hanya -Tempat berhenti sementara.
51. persinggaha sebentar ketika -Tidak punya
Objektif
n egoku. dalam perjalanan. pendirian.

-Tempat -Mudah goyah.


beristirahat
-Tidak tetap,
sementara .
berubah-ubah.
-Tempat
berlabuh.
-Hal yang
konkret.
Jangan
Busuk Kondisi yang sulit
menyerah
pada Keadaan
52. -Berbau tidak -Keadaan tidak Emotif
keadaan tidak baik.
sedap. seperti yang
busuk ini
diharapkan.
-Keadaan sudah
rusak. -Keadaan yang
tidak baik, tidak
-Jelek, tidak
menyenangkan.
enak.
-Menyebabkan
susah.
a) Meredup
Akupun tak a)Putus asa
53. Merosot
ingin kau -Menjadi redup.
-Semangat dan atau
meredup dan Emotif
gairah hidup berkurang
membeku -Tidak terang,
berkurang. nya
semakin gelap.
sesuatu.
-Semakin merosot -Hampir
atau berkurang menyerah.
cahayanya.
-Tidak
termotivasi lagi
commit to user
[Link] [Link]
118

untuk maju.

b)Membeku b)Sifat keras Keadaan


manusia keras atau
-Menjadi beku. kaku.
-Tidak mau
-Menjadi padat peduli orang lain.
atau keras.
-Keras, tidak
-Kaku. menerima
pendapat orang
lain.

-Kaku, tidak
luwes bergaul
(canggung).
Bentangkan Memaparkan
54. maumu, kita Membentangkan
raih -Menerangkan Membuat Emotif
semuanya - panjang lebar. sesuatu
Menghamparka terbuka.
n sesuatu (tikar, -
permadani). Mengungkapkan
semua kemauan
-Membeber dan gagasannya
(mengembangka agar dapat
n) sesuatu, dimengerti
misalnya sayap, orang lain
layar. (bersikap
terbuka).
-Sesuatu yang
dibentangkan -Menguraikan
adalah benda sejelas-sejelasnya
konkret. pendapat atau
keinginan.

Tidak
55. Jangan coba memberikan restu
belokkan arti Membelokkan cinta Membuat
cinta sesuatu Emotif
-Mengganti arah. -Menghalangi
tidak lurus
cinta yang sudah
atau tidak
-Mengubah terjalin.
berjalan
haluan.
-Tidak semestiny
-Memindahkan. mengijinkan cinta a.
tetap terjalin.
-Membuat laju
kendaraan tidak -Membuat
berjalan lurus. jalinan cinta
commit to user
[Link] [Link]
119

terputus atau
tidak berjalan
mulus.
Saat sang Menari Matahari terbit
pagi kembali
56. menari - Kegiatan -Matahari Emotif
menggerak- timbul ke
gerakkan badan Ada unsur
permukaan
dengan berirama pergeraka
bumi.
dan biasanya n sesuatu
diiringi bunyi- -Menandakan (tubuh dan
bunyian. pagi telah tiba. matahari).

-Biasanya -Bagian awal dari


dilakukan dalam hari.
sebuah perayaan.

-Suasana
gembira.
Seiring Menjemput Dari waktu ke
Beralihnya
malam yang waktu (malam)
sesuatu Emotif
menjemput -Pergi
57. -Beralihnya dari
senja mendapatkan
waktu dari tempat
orang yang akan
malam ke atau
diajak pergi
malam hari kondisi
bersama.
berikutnya lagi. semula.
-Menyambut,
menyongsong -Waktu 24 jam
kedatangan (satu hari).
seseorang.

-Mendatangi dan
mengantarkan
seseorang ke
suatu tempat.
Hujan badai Hujan badai Keadaan Emotif
telah datang Patah hati dingin
58. menemaniku - Titik-titik air sesuatu
yang berjatuhan -Sedih, kecewa. atau
di udara akibat keadaan
proses -Suasana hati yang tidak
pendinginan dan tidak enak, menyenan
disertai angin merasa susah. gkan.
kencang dan -Dingin hati
cuaca buruk. (tidak gembira,
-Menyebabkan tidak bergairah).

commit to user
[Link] [Link]
120

udara dingin
serta keadaan
menjadi suram
dan mencekam.

Pedih
Menikmati Sakit hati Rasa sakit. Emotif
pedihnya -Rasa sakit pada
cinta -Sangat sedih.
anggota tubuh,
misalnya perut, -Kecewa.
59. mata, atau kulit.
-Terluka hatinya
-Perih. karena suatu
hal.

Dingin
Menikmati Sikap atau sifat Menyebab
-Keadaan udara kan kaku
dinginnya manusia yang
yang bersuhu atau beku. Emotif
hati kaku
rendah.
-Tidak menaruh
60. -Keadaan yang
perhatian pada
terlampau
apapun.
dingin dapat
menyebabkan -Tidak merasa
suatu benda gembira dan tidak
membeku. bersemangat
dengan orang
-Dapat
lain.
menyebabkan
orang sakit. -Kaku, tidak
suka dan tidak
luwes bergaul.
Pelukan hujan
Dingin hati Keadaan Emotif
Sehangat
pelukan -Sesuatu yang dingin.
-Kecewa, tidak
hujan tidak mungkin
mau peduli
(memeluk
61. terhadap apapun
lazimnya
lagi.
dilakukan
manusia). -Tidak
bergembira.
-Keadaan sangat
dingin, terjebak -Tidak
dalam hujan bersemangat
yang lebat. hidup.

commit to user
[Link] [Link]
121

Berbisik Tampak Dapat Emotif


diketahui.
Tenang -Berkata dengan -Kelihatan.
62. wajahmu suara perlahan-
berbisik lahan. -Dapat diketahui.

-Memberi tahu -Dapat dilihat


dengan diam- atau diketahui
diam. secara tidak
sengaja.
-Perbuatan
disengaja. -Sesuatu sengaja
disembunyikan
tetapi dapat
diketahui atau
dilihat orang lain.
Keadaan
Belaian badai Patah hati Emotif
Selembut rusak atau
63.
belaian -Sesuatu yang tidak baik.
-Perasaan sedih,
badai tidak mungkin sangat kecewa.
(membelai
lazimnya -Suasana hati
dilakukan tidak
manusia). menyenangkan.

-Diterjang angin -Sakit hati yang


kencang yang teramat sangat,
menyertai cuaca hati seolah-olah
buruk. hancur
berantakan.
-Menyebabkan
keporak-
porandaan
(kerusakan).

Keadaan
Perasaan dipenuhi terselebun Emotif
Bila Menyelimuti
64. rasa damai
kedamaian gi sesuatu
selimutimu - Menyelubungi dan
tubuh dengan -Merasa tenang,
tenteram. terlindung.
selimut agar
tubuh tidak -Hati
dingin.
diselubungi rasa
-Menutup tubuh damai.
dengan kain tebal.
-Jauh dari rasa
-Melindungi takut dan
tubuh dari rasa gelisah.

commit to user
[Link] [Link]
122

dingin. Keadaan saat Memberik Emotif


matahari bersinar an rasa
Kita buka Pelukan mentari terik hangat.
65. lebar
pelukan -Sesuatu yang -Hari yang cerah.
mentari. tidak mungkin
(memeluk -Udara terasa
lazimnya hangat sekali,
dilakukan bahkan panas.
manusia).
-Tidak mendung.
-Pelukan dapat
memberikan rasa
nyaman bagi yang
dipeluk.

-Pelukan dapat
memberikan Memberik
rasa hangat. an terang.
Emotif
Sesuatu (sikap,
Kupetik Bintang perilaku) yang
66.
bintang mendamaikan hati
- Benda langit
yang terdiri atas -Perbuatan yang
gas menyala membuat orang
seperti matahari, lain merasa
terutama tampak gembira atau
pada malam hari. terhibur.
-Memancarkan -Memberikan rasa
cahaya terang tenang.
pada malam
hari. -Menerangi hati
atau pikiran
yang gelap
(kalut).
Keadaan
Terang Emotif
67. Cahayanya Tenang baik,
tenang -Keadaan dapat membuat
- Keadaan tidak tidak
dilihat.
gelisah. resah.
-Cerah, bersinar.
-Aman dan
tentram. -Keadaan baik,
membuat hati
-Perasaan
menjadi tidak
damai.
resah.
Kelam
Hati yang sedih (keadaan
Aku tak Emotif
-Perasaan susah, sulit atau
percaya lagi
commit to user
[Link] [Link]
123

68. akan guna Sudut gelap tidak gembira. tidak


matahari baik).
yang dulu -Penjuru ruangan -Abstrak.
mampu yang gelap.
-Kelam
terangi sudut
-Konkret (perasaan kacau,
gelap hati ini.
suram)
-Kelam, tidak
ada cahaya.
Kenapa ada
a) Hitam a)Penderitaan
sang hitam Keadaan
bila putih -Warna dasar -Keadaan yang tidak baik. Emotif
69.
menyenangka yang serupa sangat
n dengan arang. menyedihkan
yang harus
-Warna ditanggung.
perkabungan
(simbol sesuatu -Kesengsaraan.
yang buruk)
-Abstrak
-Konkret (dapat
dilihat).

b) Putih b)Kebahagiaan
Keadaan
-Warna dasar -Kesenangan dan
baik.
yang serupa ketenteraman
dengan kapas. hidup.

-Suci (simbol -Keadaan yang


sesuatu yang baik atau
baik). menyenangkan.

-Konkret (dapat -Abstrak


dilihat).

Rebah
Menenangkan
Rebahkan hati
70. - bergerak dari Mengistira
kalbumu, Emotif
posisi berdiri ke hatkan
lepaskan -Menjadikan hati
posisi jatuh dan sesuatu.
perlahan dan pikiran
terbaring.
tenang.
-Berbaring.
-Melepaskan
-Bertujuan stress.
untuk
- Membiarkan
mengistirahatka
hati dan pikiran
n badan sejenak.
beristirahat
sejenak dari
tekanan-tekanan
commit to user
[Link] [Link]
124

hidup.

Aku berhenti Gelap Sedih Keadaan


71. berharap dan tidak
menunggu -Tidak ada -Merasa sangat terang Emotif
datang gelap cahaya. pilu di hati. (tidak
baik).
-Kelam. -Berduka.

-Tidak terang. -Kecewa, hilang


arah dan
harapan.
72. Sesuatu
Tidaklah a) Mawar a)Perempuan yang
mawar -Jenis bunga yang indah
hampiri -Manusia yang
batangnya Emotif
kumbang berjenis kelamin
berduri. perempuan.
-Mahkotanya -Memiliki sifat-
indah dan sifat keibuan
beraneka warna (lembut, santun,
(merah, putih, dsb).
merah jambu,
dsb). -Anggun

-Harum baunya

b)Menghampiri b)Menghinggapi Mendekati


sesuatu
-Mendekati. -Bertengger
setelah terbang.
-Datang
mendekat. -Menimpai atau
menjangkiti
-Dilakukan oleh sesuatu.
benda hidup yang
memiliki tangan -Menghampiri
dan kaki. setelah terbang.

c)Kumbang c)Laki-laki Gemar


mendekati
-Serangga yang -Manusia berjenis
atau
besar dan kelamin laki-laki.
menggoda
berwarna hitam
-Memiliki sifat- .
mengkilat.
sifat kelakian
-Gemar (berani, gagah,
menghinggapi dsb).
tanaman
berbunga. -Gemar
menggoda atau
-Gemar mendekati
commit to user
[Link] [Link]
125

menghisap madu. perempuan.

Jantan, Jantan Sifat atau karakter Gagah, Objektif


73. pejantan laki-laki agresif
tangguh, itu -Jenis kelamin (berani).
yang kuharap laki-laki untuk -Tegas.
ada padaku binatang atau
tumbuh- -Gagah (kuat)
tumbuhan.
-Pemberani.
-Sifat-sifat
-Bertanggung
jantan yang jawab.
diperlihatkan
oleh hewan
jantan, seperti
bentuk badan
yang gagah
perkasa dan
agresif.

74. Liar Brutal Sifat atau Objektif


Melumpuhka -Sifat tidak jinak kelakuan
-Kelakuan yang tidak
n tingkah pada binatang. manusia yang baik.
liarmu
-Buas, suka tidak baik.
menyerang. -Tidak sopan.
-Binatang yang -Kurang ajar.
tidak dipiara oleh
manusia. -Kejam, kasar.
Menyebab Emotif
75. Menusuk Kedinginan kan rasa
Udara malam - Menikamkan tidak enak
-Keadaan sangat
pun terlalu suatu benda yang atau sakit.
dingin, terlampau
menusuk runcing ke benda dingin.
langkahku lain.
-Menderita
-Mencocok dingin.
dengan barang
yang runcing. -Menyebabkan
badan terasa
-Menyebabkan tidak enak atau
rasa sakit. sakit. Emotif
Bintang Orang yang Menerangi
76. mencintai. ,
Tahukah -Benda tak hidup. mendatang
bintang yang -Selalu kan
kau sapa - Benda langit memberikan kasih bahagia.
terdiri atas gas dan sayangnya
commit to user
[Link] [Link]
126

menyala seperti pada seseorang.


matahari,
terutama tampak -Tidak akan
pada malam hari. melukai atau
menyakiti orang
-Memancarkan yang dicintai.
cahaya terang
ketika malam -Berbuat apa
hari. saja untuk
membahagiakan
orang yang
dicintai.

Kenangan tentang Meninggal Emotif


Jejak seseorang kan bekas
77. Maka hanya
dengan -Bekas tapak -Sesuatu yang
jejak-jejak kaki. membekas
hatimu dalam ingatan.
-Bekas yang
menunjukkan -Perasaan yang
adanya sesuatu. tidak akan pernah
hilang.
-Konkret
-Sesuatu yang
tidak bisa
dilupakan.

- Abstrak
78. Dapat
Terbaca Dapat diketahui diketahui. Emotif
Terbacakah
niat tulus ini -Dapat dibaca. isi hatinya

-Dapat dieja. -Dipahami,


dimengerti
-Dapat dipahami seseorang.
isi dari debuah
tulisan. -Dapat diketahui
atau dipahami
-sesuatu yang kemauannya.
dapat dibaca
adalah hal yang -Sesuatu yang
konkret (tulisan). tersirat (tidak
dieksplisitkan)
dapat diketahui
orang lain.

Menerang
Menandakan kan atau
Emotif
Degup memberita
commit to user
[Link] [Link]
127

79. jantung kian -Menyatakan atau hukan


berbisik menunjukkan sesuatu
Berbisik sesuatu. secara
tidak
- Berkata secara -Menerangkan terang-
perlahan-lahan. atau terangan.
memberitahuka
-Memberi tahu
n dengan tanda
dengan diam-
atau isyarat.
diam. Tumbuh
Tanda cinta -Memberitahukan atau mulai
-Perbuatan
yang bersemi disengaja. bukan dengan munculny Emotif
80.
kata-kata. a sesuatu.

Jatuh cinta

-Muncul
Bersemi perasaan sayang
tiba-tiba.
-Mulai tumbuh.
-Rasa cinta yang
-Bertunas. mulai tumbuh Membuat
Mohon dalam hati sesuatu Emotif
-Hal yang konkret seseorang.
81. warnai menjadi
(dapat dilihat).
jiwaku -Abstrak tidak
membosan
Membahagiakan kan.

-Melakukan
Warnai perbuatan-
-Memberikan perbuatan yang
warna pada suatu dapat membuat
benda. orang lain
bahagia.
-Benda yang telah
diberi warna -Memberikan
tampak lebih penghiburan.
menarik. -Setia
-Benda yang menemani,
telah diwarnai menjauhkan
orang lain dari Sifat atau
lebih tidak keadaan Emotif
Sudahilah membosankan rasa bosan dan
82. tinggimu kesepian. lebih dari
untuk dilihat. semestiny
Sombong a.

-Sifat atau sikap


yang
Tinggi menghargai diri
commit to user
[Link] [Link]
128

-Ukuran sendiri terlalu


berlebihan.
-Memiliki jarak
yang jauh dari -Meninggikan diri
Ketidakwaras posisi bawah. sendiri. Melindung Emotif
an padaku, i,
83. selimut tebal - Panjang tubuh -Congkak, tidak membuat
hati rapuhku manusia. menghargai orang sesuatu
lain. tetap
bertahan.
Kekuatan (hati)

-Abstrak
Selimut
-Sesuatu yang
-Benda konkret. membuat hati
-Kain tebal manusia tetap
tabah atau kuat.
penutup tubuh.
-Energi atau
-Melindungi
semangat yang
tubuh dari
membuat
udara dingin.
manusia bangkit
84. Bertekuk lutut dari kesedihan.
Dengan Keadaan Emotif
senyummu, -Berlipat kaki dan Meluluhkan hati lemah atau
langit berapat lutut. tunduk.
terpeluk, -Menyebabkan
bintang -Tunduk, hati menjadi
bertekuk menyerah kalah lemah sehingga
rasa marahnya
-Perbuatan yang hilang.
dilakukan
manusia. -Sesuatu yang
dapat membuat
hati orang lain
tersentuh.

- Sesuatu yang
Mencerahkan dapat membuat
-Membuat suatu tunduk orang
benda menjadi yang tadinya
lebih cerah atau keras.
85. Radio berseri. Menceriakan
cerahkan Membuat Emotif
-Membuat seseorang
hidupnya lebih
sesuatu agar -Membuat terang
kelihatan lebih seseorang merasa (keadaan
terang. gembira. baik).
-Menjadikan -Membuat hari-
commit to user
[Link] [Link]
129

lebih bersih atau hari seseorang


jernih. menjadi lebih
menyenangkan.
-Menerangi hati
Bintang seseorang.

- Benda langit Sesuatu yang


Biarkan terdiri atas gas Membuat Emotif
membuat
bintang menyala seperti terang
seseorang bangkit
86. menuntunmu matahari, dari
pulang terutama tampak kerterpurukan.
pada malam hari.
-Sikap atau
-Memancarkan perbuatan yang
cahaya terang. menghibur.
-Menyebabkan -Menguatkan
malam menjadi seseorang yang
tampak lebih sedang rapuh.
terang.
-Menerangi hati
yang gelap
(sedih).

Emotif
Tirai imagi Mulai berkhayal Dapat
87. Tirai
membuka dibuka
-Membayangkan.
- Kain penutup
pintu atau jendela. -Membuka atau

-Dapat dibuka mulai memasuki


dunia khayalan.
(disibakkan) dan
ditutup. -Abstrak
-Konkret
Memberik Emotif
Semakin jelas Hangat
hangat Senyum yang an rasa
88. tulus dan nyaman.
senyuman - Keadaan agak
membahagiakan
panas.
-Tertawa dengan
-Pas panasnya,
tidak bersuara.
tidak kurang atau
lebih. -Menunjukkan
rasa senang.
-Memberikan
rasa enak atau -Memberikan
commit to user
[Link] [Link]
130

nyaman. kebahagiaan
bagi orang yang
melihatnya.
Keadaan sangat
bahagia
Bintang- Menari Mendatan Emotif
bintang -Perasaan senang gkan
menari indah - Kegiatan bahagia.
dan tentram.
89. menggerak-
gerakkan badan -Bebas dari segala
dengan berirama sesuatu yang
dan biasanya menyusahkan.
diiringi bunyi-
bunyian. -Mendatangkan
rasa bahagia
-Simbol atau gembira
keceriaan yang luar biasa.
(biasanya
disuguhkan
dalam acara-
acara perayaan).
-Hanya mungkin
dilakukan oleh
manusia, mustahil
dilakukan bintang
atau benda langit
lainnya.

Mencoba Membayangkan Menggam Emotif


Melukis
melukis barkan
pagiku. - Membuat - sesuatu.
90. gambar dengan Menggambarka
menggunakan n dalam pikiran.
pensil, pulpen,
kuas, dan -Berangan-angan.
sebagainya, baik -Abstrak.
dengan warna
maupun tidak.

-
Mengungkapkan
imajinasi melalui
sebuah gambar.

-Menghasilkan
sesuatu yang
konkret, yaitu
commit to user
[Link] [Link]
131

lukisan.

Akankah Menyapa Menemukan Saling Emotif


91. keindahan kebahagiaan bertemu-
menyapa -Menegur nya
-Menemukan sesuatu
-Mengajap suatu hal atau
bercakap-cakap peristiwa yang
sangat
-Ada unsur
menyenangkan.
pertemuan
antara dua -Membuat
orang atau lebih. perasaan terasa
damai dan
tenteram.

-Bebas dari segala


yang
menyusahkan.
Rumput tak Rumput tak
berdesah, berdesah, tunduk Keadaan sedih Keadaan
92. Emotif
tunduk tak tak bergoyang tidak ceria
bergoyang, -merasa sangat
menanti -sesuatu yang pilu di hati.
sentuhan tidak mungkin
-bersusah hati.
(berdesah,
tunduk, dan -keadaan tidak
bergoyang hanya ceria.
bisa dilakukan
manusia).

-berdesah :
mengeluarkan
bunyi desah.

-tunduk :
menghadapkan
wajah ke bawah.

-bergoyang:
berjoged
menggoyangkan
pinggul,
menunjukkan
keceriaan.
Berlari ke Pentas Lelakon manusia Objektif
93. Tempat
pentas dunia
-Liku-liku berlangsun
-Panggung
perjalanan nasib nya
pertunjukan.
manusia. rangkaian
commit to user
[Link] [Link]
132

-Tempat -Lapangan kejadian.


memainkan kehidupan
sandiwara, tari- manusia.
tarian, dan
sebagainya. -Abstrak

-Konkret
Kalau kau Menikah Menjadika Emotif
Meramu
94. mau mencoba n satu.
meramu - Mencari, -Menjadikan
hidupmu mengumpulkan, satu kehidupan
hidupku dan menjadikan seorang laki-laki
satu bahan- dan seorang
bahan yang perempuan
diperlukan. dalam sebuah
ikatan
-Meracik perkawinan.

-Sesuatu yang -Memutuskan


diramu adalah untuk hidup
benda konkret bersama.
seperti akar-
akaran, kayu- -Sesuatu yang
kayuan, atau dijadikan satu
bahan makanan. adalah hal yang
abstrak
(kehidupan).
Untaian rasa
95. Untaian Cinta Rangkaian
yang Objektif
(sesuatu
kuselipkan. -Rangkaian -Benar-benar yang
benda-benda sayang terhadap banyak
kecil yang sesuatu atau dijadikan
dijadikan satu sesorang. satu)
menggunakan
benang. -Bermacam-
macam rasa
-Rentengan menjadi satu
(perasaan suka,
-Konkret sayang, rindu,
dan ingin
memiliki).

-Abstrak

Keadaan rapuh Emotif


96. Selemah manusia Keadaan
Sinar senja punah
sinar senja berkurang-
punah -Suasana pada -Kecewa sekali nya
saat penghujung karena suatu hal. sesuatu,
commit to user
[Link] [Link]
133

senja (menjelang -Semangat hidup hampir


malam). merosot, hampir tidak ada
sudah tidak ada lagi atau
-Matahari hampir lagi. hilang.
tenggelam.
- Putus asa.
-Sinar matahari
surut (melemah),
hampir sudah
tidak ada lagi.

Menghakimi Karma Balasan


Biar waktu Emotif
97. atau
yang -Hukum sebab
-Berlaku sebagai hukuman
menghakimi akibat.
hakim (orang
yang mengadili
-Balasan atas
suatu perkara).
perbuatan buruk
-Mengadili. yang pernah
dilakukan
-Memberikan manusia pada
balasan atau masa lalu.
hukuman
dengan seadil- -Ganjaran.
adilnya. Perasaan bahagia
Angin Memberik Emotif
98. Saat angin -Perasaan
an rasa
menyentuh - Gerakan udara senang, damai,
nyaman.
hatimu dari daerah dan tenteram.
bertekanan tinggi
-Hati tidak
ke daerah
gelisah.
bertekanan darah.
-Bebas dari segala
-Membawa
yang
kesejukan.
menyusahkan.
-Angin yang
berhembus
semilir akan
memberikan
rasa nyaman.
Sifat keras Keadaan Emotif
Kebekuanm- Beku
99. manusia keras
u
-Menjadi padat (sulit
melumpuhka -Keras kepala,
atau keras. berubah)
nku tidak bisa
-Mengental. dikasih tau.
-Tidak mau
-Konkret.
peduli orang-
commit to user
[Link] [Link]
134

orang di
sekelilingnya.
-Abstrak.

Menyebabkan
100. Kekhilafan Hantarkan Mendatan- Emotif
(Mengantar) -Menjadikan gkan
hantarkan
sesuatu.
- Menemani sebab .
kita ke dua
seseorang -Mendatangkan
arah yang berjalan atau
pergi ke suatu adanya suatu
berbeda
tujuan. hal.
-Membawa -Awal mula
seseorang dari
timbulnya suatu
tempat awal ke
suatu tujuan. hal.

Semangat
Nafas Nafas
-Kekuatan atau Menghidu Emotif
101. terakhir
- Udara yang gairah batin pkan
perjuangan
diisap melalui manusia yang sesuatu
kita
hidung atau mulut membuat (benda
dan dikeluarkan seseorang bernyawa,
kembali melalui terdorong untuk kemauan
paru-paru. tetap berjuang berjuang).
atau berusaha.
-Tanda adanya
- Kemauan untuk
suatu
berjuang.
kehidupan.
- Roh kehidupan
-Hanya dimiliki yang menjiwai
benda hidup atau segala mahluk,
bernyawa. baik hidup
maupun mati
yang memberi
kekuatan.

commit to user
[Link] [Link]
135

Dari pembahasan mengenai jarak antara tenor dan wahana metafora-

metafora yang terdapat dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7 pada tabel 3, dapat

diketahui bahwa kemiripan antara tenor dan wahana metafora-metafora yang

terdapat dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7 sebagian besar bersifat emotif.

Metafora yang memiliki kemiripan emotif berjumlah 88 buah, sedangkan

metafora yang memiliki kemiripan objektif berjumlah 13 buah. Dengan demikian,

dapat disimpulkan bahwa jarak antara tenor dan wahana metafora-metafora yang

terdapat dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7 cukup jauh atau samar sehingga

menghasilkan metafora-metafora yang ekspresif.

Adapun perumusan kemiripan antara tenor dan wahana metafora-metafora

yang terdapat dalam lirik lagu Grup Band Sheila on 7 dapat dilihat pada tabel

berikut.

Tabel 4.

Perumusan Kemiripan antara Tenor dan Wahana

No. Kemiripan antara Tenor Nomor Data


dan Wahana

1. Objektif 02, 10, 13, 24, 36, 40, 46, 49, 51, 73, 74, 93, 95.

2. Emotif 01, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09, 11, 12, 14, 15, 16,
17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30,
31, 32, 33, 34, 35, 37, 38, 39, 41, 42, 43, 44, 45,
47, 48, 50, 52, 53, 53, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61,
62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 75, 76,
77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89,
90, 91, 92, 94, 96, 97, 98, 99, 100, 101.

commit to user
[Link] [Link]

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan

Dalam penelitian ini dapat disimpulkan dua hal yang merupakan jawaban

dari perumusan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. Simpulan dari

penelitian ini dapat dilihat pada uraian berikut.

1. Jenis metafora yang terkandung dalam lirik lagu Group Band Sheila on 7

meliputi metafora antropomorfis berjumlah 26 buah, metafora binatang

berjumlah 5 buah, metafora dari konkret ke abstrak berjumlah 55 buah, dan

metafora sinaestetik berjumlah 16 buah.

2. Jarak antara tenor dan wahana metafora-metafora yang terdapat dalam lirik

lagu Group Band Sheila on 7 cukup jauh atau samar. Akibat jauhnya jarak

antara tenor dan wahana yang membangun metafora-metafora tersebut,

metafora yang terdapat dalam lirik lagu Group Band Sheila on 7 cukup

ekspresif. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya jumlah kemiripan emotif

antara tenor dan wahana metafora-metafora tersebut, yaitu 88 buah.

commit
136to user
[Link] [Link]
137

B. Saran

Usaha dalam pengkajian bahasa bentuk metafora tidak hanya terdapat

dalam karya sastra saja. Dalam bahasa keseharian pun masih banyak dijumpai

penggunaan bahasa bentuk metafora. Dengan demikian, perlu adanya perhatian

dan pengkajian yang lebih lanjut bagi pemerhati bahasa mengenai metafora

Pengkajian metafora pada lirik lagu Group Band Sheila on 7 dalam

penelitian ini semoga dapat mendorong para pencipta lagu untuk lebih kreatif lagi

dalam pemakaian gaya bahasa dalam bahasa Indonesia. Selain itu, diharapkan

pula tema yang diangkat dalam penciptaan lagu lebih beragam.

Dalam pengkajian ini sumber pustaka sangat diperlukan sehingga perlu

adanya penambahan dan kelengkapan inventarisasi berupa sumber pustaka bidang

linguistik, khususnya semantik, di perpustakaan fakultas maupun universitas. Hal

ini tidak lain adalah untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan,

khususnya ilmu bahasa.

commit to user

Anda mungkin juga menyukai