0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan3 halaman

6 Emosi Dasar dan Fungsi Limbik

Dokumen ini membahas tentang emosi dasar manusia seperti bahagia, sedih, jijik, marah, takut dan terkejut. Dokumen ini juga menjelaskan bagaimana cara memvalidasi emosi dengan mengenali dan menyadari emosi yang dirasakan.

Diunggah oleh

luckymeinanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan3 halaman

6 Emosi Dasar dan Fungsi Limbik

Dokumen ini membahas tentang emosi dasar manusia seperti bahagia, sedih, jijik, marah, takut dan terkejut. Dokumen ini juga menjelaskan bagaimana cara memvalidasi emosi dengan mengenali dan menyadari emosi yang dirasakan.

Diunggah oleh

luckymeinanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EMOSI

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan


emosi? Pasti kalian sudah sering mendengar kata emosi. Emosi
seingkali membawa kita pada pemikiran yang negatif. Kita terbiasa
memahami sebagai gambaran dari perasaan marah, sedih, kecewa, dll.
Namun ternyata, Emosi bukan sesuatu yang dapat dinilai “baik” atau
“buruk”. Dalam ilmu Psikologi, emosi diartikan sebagai bentuk reaksi
berupa perasaan yang ditujukan kepada seseorang atau suatu kejadian.
Emosi memiliki berbagai macam bentuk baik emosi yang bersifat
negatif (marah, takut dan cemas) maupun positif (suka cita, bahagia,
cinta, tawa).

Lalu bagaimana emosi bisa bekerja? Di dalam otak


kita terdapat bagian sistem limbik yang mengatur munculnya emosi,
memori dan perilaku seseorang. Sistem limbik terdiri dari beberapa
bagian yang memiliki fungsi berbeda. Ada hipotalamus, hipokampus
dan ammigdala. Saat mengalami suatu peristiwa tertentu, sistem limbik
akan mengirim sinyal menuju ketiga bagian tersebut. Sinyal diproses
dan membuat kita bereaksi secara spontan. Tidak hanya perasaan,
sistem limbik juga mempengaruhi respon tubuh manusia seperti kulit
pucat, keringat dingin atau jantung berdebar.

6 EMOSI DASAR MANUSIA

Bahagia Sedih Jijik Marah Takut Terkejut


Puas, Lega, Malu, Enek, Iri, kesal, Ngeri, Heran,
Riang, Kosong, muak, benci, gugup, tertipu,
Damai, Kecewa, risih, murka, cemas, terpesona
Bangga, Kasihan, bosan, cemburu, tersiksa,
Beruntung, Berduka, penat tersinggung waspada,
Bersyukur, Bersalah, ragu-
Bersemangat Kesepian, ragu, tak
Sengsara, berdaya
Terlantar

Apa yang sedang aku rasakan?

Emosi marah
Marah merupakan reaksi emosional yang terjadi akibat perasaan yang tidak menyenangkan
terhadap lingkungan dan perasaan tidak suka dalam hubungan kita dengan orang lain. Seringkali
orang di sekitar kita melarang kita untuk marah, padahal marah merupakan emosi yang
manusiawi. Memendam amarah terlalu sering dapat meningkatkan hormon stress yang
berdampak pada gangguan kecemasan. Hal yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana
mengekspresikan rasa marah kita dengan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Turunan
emosi marah diantaranya; rasa iri, kesal, benci, murka, cemburu dan tersinggung.

Emosi Jijik
“iuhhh, ada tikus di kamar mandi!” mendengar kalimat ini pasti kita merasa jijik. Emosi ini
biasanya dipicu oleh penampilan, bau atau tekstur tertentu. Ketika merasa jijik respon utama kita
akan menghindar atau menjauh dari objek yang menjijikan. Hal ini juga berlaku ketika kita
melihat perilaku buruk orang lain. Turunan dari emosi jijik yaitu; enek, muak, rishi, bosan dan
penat.

Emosi Takut
Takut merupakan emosi yang paling tidak menyenangkan, karena pola pikir kita juga biasanya
turut berperan aktif dalam meningkatkan emosi ini. Takut biasanya muncul ketika manusia
mencoba mengantisipasi sesuatu yang mengancam fisik maupun psikologisnya. Emosi takut juga
muncul untuk hal-hal yang sebenarnya pernah kita lihat. Turunan dari emosi takut ini adalah
perasaan ngeri, gugup, cemas, tersiksa, waspada, ragu, dan tak berdaya.

Emosi Bahagia
Bahagia merupakan emosi yang padling dicari dan di sukai oleh semua orang. Emosi ini muncul
ketika kita mendapat hal-hal yang kita inginkan, menghabiskan waktu dengan orang tersayang,
dll. Emosi bahagia juga bisa muncul bersamaan dengan emosi lainnya, seperti merasa senang
saat menerima hadiah perpisahan dari teman meskipun harus berpisah. Turunan emosi bahagia
adalah rasa puas, lega, riang, damai, bangga, untung, bersyukur, dan bersemangat.
Emosi Sedih
Ketika mengalami emosi sedih, manusia cenderung akan menjadi pasif, seperti mengurung diri,
malas beraktivitas, dll. Emosi ini juga bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga
kita perlu segera mencari solusi untuk mengatasinya. Turunan emosi sedih adalah rasa malu,
kosong, kecewa, kasihan, berduka, bersalah, kesepian, sengsara, dan terlantar.

Emosi Terkejut
Emosi ini merupakan emosi yang berlangsung dalam durasi tersingkat. Setiap hari kita sering
mendapat banyak kejutan, baik yang negatif maupun positif. Turunan dari emosi terkejut adalah
perasaan heran, tertipu dan terpesona.

Bagaimana cara memvalidasi emosi?


Setelah mengetahui berbagai jenis emosi dasar, ada baiknya kita juga mengetahui bagaimana
cara menyadari atau memvalidasi setiap emosi yang kita rasakan. Dengan mengenali, merasakan
dan mengetahui penyebab emosi yang kita rasakan tentunya dapat membuat kita menjadi lebih
baik.
Secara definisi, validasi emosi adalah kemampuan mengakui emosi yang dirasakan. Memvalidasi
perasaan bukan berarti membenarkan bahwa kamu benar, tetapi mengakui bahwa kamu sedang
merasakan emosi tersebut.
Memvalidasi emosi merupakan hal yang perlu dilatih. kita bisa mulai dengan mengakui
perasaan apa yang sedang kita rasakan, dan mengapa kita merasakannya. Cobalah untuk
mengatur nafas terlebih dulu agar lebih tenang, lalu rasakan dan sadari perasaan kita. Misalnya
“iya, aku marah karna temanku tidak menepati janjinya” atau “aku sedih, karna gagal lolos
seleksi” dan berbagai emosi lainnya. Hal ini perlu sering dilatih agar kita terbiasa menyadari
emosi kita. Menyangkal dan menghindarkan emosi yang kita rasakan hanya akan membuat
emosi menjadi tertumpuk dan mengarahkan kita pada berbagai kecemasan atau penyakit mental
lainnya. Bila sudah bisa memvalidasi perasaan, kita bisa semakin mudah mencari solusi atas
emosi yang kita rasakan.

Anda mungkin juga menyukai