Formulasi Salep Sulfur Precipitate
Formulasi Salep Sulfur Precipitate
M TE N
IK U G I ST
KT EK NO LO SED IAA N E R
R A AH T NO IL
P U LI N S I
A K TER
A T IL
M I
SALEP
Cynthia Alleviona
Kelompok 6 - 3B
PENDAHULUAN
Salep farmasi (disebut salep) berbentuk sistem setengah padat yang diterapkan secara eksternal,
terutama pada kulit dan juga pada selaput lendir, misalnya rektum, vagina/vulva, dan mata. Biasanya,obat salep
digunakan untuk pengobatan sepertiinfeksi, inflamasi, dan pruritus. Namun, non-medicated salep biasanya
digunakankarena properti emolien/pelumasnya (Jones,2008).
Formulasi topikal tumbuh secara eksponensial dipasarfarmasi karena kemudahan aksesibilitas,
ketersediaan, penerapan, dan tidak hanya kepatuhan [Link] formulasi topikal yang tersedia di pasar,
salah satunya yaitu formulasi salep tropis. Obat salep terdiri dari obat-obatan terlarut, tersuspensi, atau
teremulsi dalam basa. Salep secara topikal memiliki fungsi untuk beberapa tujuan seperti emolien, pelindung,
antipruritik, antiseptik, astringen, dan keratolitik. Basis salep kurang lebih bersifat anhidrat dan biasanya
mengandung satu atau lebih obat-obatan tersuspensi atau larut atau terdispersi dalam masing-masing
perumusan. Namun, sebagian besar basis yang digunakan dalam formulasi salep bisa berupa hidrokarbon
(berminyak), serap, water removal, dan water-soluble type. Aksesibilitas salep tergantung pada beberapa
reologiatau parameter fisikokimia dan terapeutik seperti: warna, bau, viskositas, stabilitas lingkungan, efek
samping paling sedikit, indeks terapeutik tinggi, dan lain sebagainya (Verma, dkk., 2021).
Preformulasi
Sulfur precipitate
Zat AKtif Utama
1. Rumus Molekul: S,
2. Berat Molekul: 32,06 g/mol
3. Rumus bangun:
4. Pemerian: Serbuk amorf atau serbuk hablur renik; sangat halus; warnakuning pucat; tidak berbau dan tidak berasa
(Farmakope Indonesia IV, 1995)
5. Kelarutan: Praktis tidak larut dalam air; sangat mudah larut dalam karbondisulfida; sukar larut dalam minyak zaitun;
praktis tidak larut dalam etanol
6. pH: 4,2-6,2
7. Incompabilitas: Inkompatibel dengan logam alkali dan alkali tanah natrium,kalium, lithium, kalsium dan magnesium
logam', oksidator,ammonia.
8. Stabilitas: Stabil, polimerisasi berbahaya tidak akan terjadi, hindari suhutingga, nyala api terbuka, pengelasan,
merokok dan sumber penyalaan.
FORMULASI
DIGUNAKAN
R/
Komposisi Bahan
Sulfur Precipitate 2 %
Vaselin album 25
Sulfur Precipitate = 2 gram
Setil Alkohol 25
Vaselin album = 25 gram
Propilen glikol 12 Setil alkohol = 25 gram
Na Lauril sulfat 1 Propilen glikol = 12 gram
Aquadest 37 Na lauril sulfat = 1 gram
m.f ung. s.u.e Akuades = 35 ml
FORMULASI
DIGUNAKAN
Fungsi Bahan Perhitungan Formula
Na lauril sulfat
Pemerian: Serbuk atau hablur,warna putih atau kuning pucat, bau lemah dan khas
Kelarutan: Sangat mudah larut dalam air; larutan berkabut
Kegunaan: Sebagai zat tambahan pembasah
PREFORMULASI
BAHAN TAMBAHAN
Setil alkohol
Pemerian: Lilin, serpihan putih, granul atau kubus, berbau lemah dan rasa hambar
Kelarutan: Mudah larut dalam etanol (95%) dan eter,kelarutan meningkat dengan
meningkatnya suhu, praktis tidak larut dalam air
Kegunaan: Emolien
Vaselin album
Pemerian: Massa lunak, lengket,bening, putih, sifat ini tetap setelah zat dileburkan dan
dibiarkan hinggadingin tanpa diaduk berfluorosensi lemah, juga jika dicairkan, tidak berbau,
hampir tidak berasa
Kelarutan: Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) p, larut dalam kloroform p,
dalam eter p dan dalam eter minyak tanah p, larutan kadang-kadang beropalesensi lemah
Kegunaan: Sebagai zat tambahan basis salep
EVALUASI BASIS YANG DIGUNAKAN PADA PEMBUATAN SEDIAAN SALEP INI ADALAH VASELIN
ALBUM YANG TERMASUK KE DALAM TIPE BASIS HIDROKARBON. BASIS HIDROKARBON
HASIL &
JUGA DAPAT DISEBUT SEBAGAI BASIS BERLEMAK. BASIS HIDROKARBON PADA
PENGGUNAANNYA TERHADAP KULIT, MEMILIKI EFEK MELEMBUTKAN, MENCEGAH
HILANGNYA, KELEMBAPAN, EFEKTIF SEBAGAI PENUTUP YANG OKLUSIF, DAPAT
BERTAHAN PADA KULIT UNTUK WAKTU YANG LAMA TANPA MENGERING DAN SUKAR
DICUCI DENGAN AIR KARENA KETIDAKLARUTANNYA DENGAN AIR
PEMBAHASAN UJI ORGANOLEPTIK MENGIDENTIFIKASI STABILITAS, BAU, DAN WARNA YANG DILAKUKAN
DENGAN CARA PENGAMATAN (LISNAWATI DKK., 2022). UJI ORGANOLEPTIK DILAKUKAN
UNTUK MEMERIKSA KESESUAIAN WARNA, DAN PENAMPILAN SALEP DIMANA SEDAPAT
MUNGKIN MENDEKATI DENGAN SPESIFIKASI SEDIAAN YANG TELAH DITENTUKAN SELAMA
FORMULASI. PRINSIPNYA ADALAH PEMERIKSAAN WARNA DAN PENAMPILAN
MENGGUNAKAN PANCA INDRA. UNTUK PENAFSIRAN HASILNYA UNTUK WARNA DAN
PENAMPILAN MEMENUHI SPESIFIKASI FORMULASI YANG DIBUAT (FATMAWATY DKK.,
2019). HASIL UJI ORGANOLEPTIK YANG DIDAPATKAN ADALAH BERBENTUK SEMI PADAT
YANG MUDAH DIOLESKAN, TIDAK BERBAU TENGIK, DAN BERWARNA PUTIH KEKUNINGAN.
HAL INI SESUAI DENGAN PERSYARATAN YANG TERTERA PADA FARMAKOPE INDONESIA
EDISI III, BAHWA SALEP ADALAH SEDIAAN SETENGAH PADAT YANG MUDAH DIOLESKAN
DAN DIGUNAKAN SEBAGAI OBAT LUAR. BAHAN OBAT HARUS LARUT ATAU TERDISPERSI
HOMOGEN DALAM DASAR SALEP YANG COCOK SERTA UNTUK PEMERIAN SEDIAAN SALEP
TIDAK BOLEH BERBAU TENGIK
Saran:
Sebaiknya pada praktikum selanjutnya, dapat dilakukan pengujian lain pada salep, misalnyauji daya sebar
Sebaiknya pada percobaan selanjutnya, dapat digunakan odoris lainnya seperti oleum cinnamomii
THANK YOU
FOR COMING!
Hope you had fun!
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN NON STERIL I
“SALEP”
OLEH :
LEMBAR PENGESAHAN
SALEP
OLEH:
CYNTHIA ALLEVIONA
211501105
Asisten, Praktikan,
NIP 197512082009122002
i
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
DAFTAR ISI
ii
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
4.1.2 Uji Evaluasi ................................................................................................. 13
4.2 Pembahasan ................................................................................................. 13
LAMPIRAN HASIL................................................................................................ 17
iii
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
BAB I
PENDAHULUAN
1
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
2
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.2 Pemerian
- Akuades : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak
mempunyai rasa.
- Na lauril sulfat : Serbuk atau hablur, warna putih atau kuning pucat, bau
lemah dan khas
- Propilen glikol : Cairan kental, jernih, tidak berwarna, tidak berbau, rasa
agak manis, higroskopik
- Setil alkohol : Lilin, serpihan putih, granul atau kubus, berbau lemah
dan rasa hambar
- Sulfur precipitate : Tidak berbau, tidak berasa, serbuk lembek, bebas
butiran, kuning keabuan pucat, partikel hampir bulat
berkelompok, amorf
- Vaselin album : Massa lunak, lengket, bening, putih, sifat ini tetap
setelah zat dileburkan dan dibiarkan hingga dingin
tanpa diaduk berfluorosensi lemah, juga jika dicairkan,
tidak berbau, hampir tidak berasa
(Depkes RI, 1995; Dirjen POM, 1979; Kemenkes, 2020).
3
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
2.1.3 Kelarutan
- Akuades :-
- Na lauril sulfat : Sangat mudah larut dalam air, larutan berkabut, larut
sebagian dalam etanol (95%) p
- Propilen glikol : Dapat campur dengan air, dengan etanol (95%) p dan
dengan kloroform p, larut dalam 6 bagian eter p, tidak
dapat bercampur dengan minyak tanah p dan dengan
minyak lemak
- Setil alkohol : Mudah larut dalam etanol (95%) dan eter, kelarutan
meningkat dengan meningkatnya suhu, praktis tidak
larut dalam air
- Sulfur precipitate : Praktis tidak larut dalam air, sangat mudah larut dalam
karbondisulfida p, sukar larut dalam minyak zaitun p,
sangat sukar larut dalam etanol (95%) p
- Vaselin album : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) p,
larut dalam kloroform p, dalam eter p dan dalam eter
minyak tanah p, larutan kadang-kadang beropalesensi
lemah
(Depkes RI, 1995; Dirjen POM, 1979; Kemenkes, 2020).
4
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
5
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
6
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
merata melalui dasar salep padat atau cair pada pengobatan, f) Lembut, mudah
dioleskan serta mudah melepaskan zat aktif (Elmitra, 2017).
Pemilihan dasar salep tergantung pada beberapa faktor seperti khasiat yang
diinginkan, sifat obat yang dicampurkan, ketersediaan hayati, stabilitas dan ketahanan
sediaan jadi. Dalam beberapa hal perlu menggunakan dasar salep yang kurang ideal
untuk mendapatkan stabilitas yang diinginkan. Misalnya untuk obat-obat yang mudah
terhidrolisis, lebih stabil dalam dasar salep hidrokarbon dari pada dasar salep yang
mengandung air, meskipun obat tersebut bekerja lebih efektif dalam dasar salep yang
mengandung air (Elmitra, 2017)
7
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
dapat dijadikan sebagai dasar kosmetik. Beberapa bahan obat dapat menjadi lebih
efektif apabila menggunakan dasar salep ini daripada dasar salep hidrokarbon.
Keuntungan lainnya adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan
yang terjadi pada kelainan dermatologik (Elmitra, 2017).
8
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Formulasi
R/ Sulfur Precipitate 2%
Vaselin album 25
Setil Alkohol 25
Propilen glikol 12
Na Lauril sulfat 1
Aquadest 37
m.f ung.
s.u.e
3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum salep kali ini adalah akuades, natrium
lauril sulfat, propilen glikol, setil alkohol, sulfur precipitate, dan vaselin album.
9
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
10
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
3.5 Flowsheet
3.5.1 Flowsheet Pembuatan Salep
Massa I Massa II
Sediaan salep
11
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
Sediaan Salep
Hasil : Sediaan
Homogen 4
12
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Uji Organoleptik
Memenuhi syarat
Homogenitas Salep homogen Syarat: tidak terdapat
partikel kasar
4.2 Pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan pembuatan sediaan salep dengan bahan
akuades, natrium lauril sulfat, propilen glikol, setil alkohol, sulfur precipitate, dan
vaselin album. Salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untul pemakaian topikal
pada kulit atau selaput lendir (Kemenkes RI, 2020).
Basis yang digunakan pada pembuatan sediaan salep ini adalah vaselin album
yang termasuk ke dalam tipe basis hidrokarbon. Basis hidrokarbon juga dapat disebut
sebagai basis berlemak. Basis hidrokarbon pada penggunaannya terhadap kulit,
memiliki efek melembutkan, mencegah hilangnya, kelembapan, efektif sebagai
penutup yang oklusif, dapat bertahan pada kulit untuk waktu yang lama tanpa
mengering dan sukar dicuci dengan air karena ketidaklarutannya dengan air
13
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
(Fatmawaty dkk., 2019). Basis salep hidrokarbon digunakan terutama sebagai emolien,
dan sukar dicuci sehingga memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit dan
bertindak sebagai pembalut penutup (Kemenkes RI, 2020).
Uji organoleptik mengidentifikasi stabilitas, bau, dan warna yang dilakukan
dengan cara pengamatan (Lisnawati dkk., 2022). Uji organoleptik dilakukan untuk
memeriksa kesesuaian warna, dan penampilan salep dimana sedapat mungkin
mendekati dengan spesifikasi sediaan yang telah ditentukan selama formulasi.
Prinsipnya adalah pemeriksaan warna dan penampilan menggunakan panca indra.
Untuk penafsiran hasilnya untuk warna dan penampilan memenuhi spesifikasi
formulasi yang dibuat (Fatmawaty dkk., 2019). Hasil uji organoleptik yang didapatkan
adalah berbentuk semi padat yang mudah dioleskan, tidak berbau tengik, dan berwarna
putih kekuningan. Hal ini sesuai dengan persyaratan yang tertera pada Farmakope
Indonesia Edisi III, bahwa salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan
dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen
dalam dasar salep yang cocok serta untuk pemerian sediaan salep tidak boleh berbau
tengik (Dirjen POM, 1979).
Pengamatan atas uji homogenitas dilakukan dengan mengamati keseragaman
partikel pada seluruh formula serta mengamati ada atau tidaknya gumpalan serta
butiran kasar yang terbentuk setelah pencampuran bahan. Parameter ini dapat
mengidentifikasi ketercampuran dari setiap bahan yang digunakan. Seluruh racikan
salep dipastikan homogen yang ditunjukkan dengan tercampurnya salep dengan baik
dan menghasilkan warna yang seragam. Sediaan dikatakan homogen apabila warna
yang sragam, tidak ada gumpalan, dan hasil pengolesan didapatkan struktur yang rata
(Lisnawati dkk., 2022). Hasil uji homogenitas didapatkan bahwa sediaan salep adalah
homogen, warnanya tercampur rata serta tidak ada partikel kasar.
14
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
- Pada praktikum kali ini, membuat sediaan salep dengan bahan akuades sebagai
pelarut, natrium lauril sulfat sebagai surfaktan, propilen glikol sebagai pelarut
atau pengawet, setil alkohol sebagai peningkat viskositas, sulfur precipitate
untuk zat aktifnya, dan vaselin album sebagai basis salep.
- Pada sediaan salep dilakukan uji organoleptik dan uji homogenitas. Kedua uji
ini memenuhi syarat, dimana pada uji organoleptik sediaan salep mudah
dioleskan dan tidak berbau tengik, serta pada uji homogenitas sediaan salep
adalah homogen dan tidak memiliki partikel kasar
- Syarat sediaan salep yang baik adalah salep harus berupa semi padat, mudah
dioleskan, melindungi kulit dan tidak berbau tengik
5.2 Saran
- Sebaiknya pada percobaan selanjutnya dapat dilakukan pengujian lain pada
salep, misalnya uji daya sebar
- Sebaiknya pada percobaan selanjutnya dapat digunakan odoris lainnya seperti
oleum cinnamomii
15
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Depkes RepuIik Indonesia.
Halaman 595.
Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Dirjen POM. Halaman 33
dan 633.
Elmitra. 2017. Dasar-Dasar Farmasetika dan Sediaan Semi Solid. Sleman: Penerbit
Deepublish. Halaman 84-89.
Fatmawaty, A., Nisa, M., dan Rizki, R. 2019. Teknologi Sediaan Farmasi. Yogyakarta:
Deepublish Publisher. Halaman 530 dan 557
Jones, D. 2008. Pharmaceutic-Dosage Form and Design. London: Pharmaceutical
Press. Halaman 77.
Kemenkes RI. 2020. Farmakope Indonesia. Edisi VI. Jakarta: Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia. Halaman 61, 69, 70, 268, 269, 1446 dan 1584.
Lestari, T., Yunianto, B., dan Winarso, A. 2017. Evaluasi Mutu Salep Dengan Bahan
Aktif Temugiring, Kencur dan Kunyit. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan
Nasional. 2(1): 9-11.
Lilyswati., dan Sagala, Z. 2019. Formulasi Salep Ekstrak Daun Pare (Momordica
charantia L.) dan Uji Aktivitas Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Bacteria. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal. 3(2): 36 dan 39.
Lisnawati, E., Taurina, W., dan Andrie, M. 2022. Formulasi Salep Ekstrak Ikan Gabus
(Channa striata) dan Madu Kelulut (Heterotrigona itama) sebagai
Antioksidan. JSSCR. 4(3): 525, 526 dan 527.
Verma, H.K., Kumar, V., Ain, S., Kumar, B., dan Ain, Q. 2021. Optimization and
Evaluation of Developed Topical Ointment Formulation Containing Cefadroxil
and Its Antibacterial Activity. International Journal of Pharmaceutical
Research. 13(2): 3087 dan 3089.
Medan, 14 November 2022
Asisten, Praktikan,
16
Cynthia Alleviona
211501105
Salep
LAMPIRAN HASIL
Gambar Keterangan
Sediaan Salep
Uji Homogenitas
17
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner
CamScanner