Sistem Pendingin dan Pemanas A/C R-134a
Sistem Pendingin dan Pemanas A/C R-134a
1.000 PENDAHULUAN
Sistim a/c ( air condition ) adalah berfungsi untuk mengatur temparatur udara didalam ruangan operator
( cabin ). Pada sistem ini menggunakan cairan untuk mendinginkan ruangan dengan tipe R – 12 dan R –
134a ( refrigerant R – 134a ). Cairan yang bertipe R – 12 sudah tidak diproduksi lagi, karena kurang ramah
dengan lingkungan kita ini (akan merusak atmosfire bumi kita). Untuk tidak merusak atmosfire lingkungan
disekitar maka diproduksi cairan yang bertipe R – 134a. Refrigerant yang bertipe R – 134a sekarang ini
dipakai pada A/C sistem untuk semua tipe kendaraan. Pada buku ini hanya akan dibahas tentang A/C
sistem yang menggunakan refrigerant R – 134a. Tidak membahas tentang sistem yang lain.
1.001.a TUJUANNYA :
Setiap melakukan praktek lapangan para peserta diwajibkan memakai alat pelindung diri yang telah
disiapkan oleh perusahaan. Tidak diperkenankan ikut yang tidak menggunakan pelindung diri. Hindari
kecelakaan atau pekerjaan yang berbahaya. Jangan menghidupkan / menjalankan kendaraan ketika
kendaraan dipasang danger tag yang buka kita punya.
1.001 AIR CONDITIONING AND HEATING SISTEM (A/C DAN SISTEM PEMANAS)
Sistem A/C ini adalah sistem close circuit yang artinya cairan bersirkulasi didalam saluran yang
menggunakan cairant refrigerant. Dan sistem ini mempunyai :
Lima komponen yang terdiri dari Expansion valve, Compressore, Condensor Coil, Receiver –
dryer, dan evaporaor coil.
Enam komponent pada orifice tube sistem adalah Compressor, Condensor coil,
accumulator, dryer dengan sebuah orifice tube, dan evaporator coil.
Yang dimaksud dengan close sistem adalah yang mana sistem yang cairan refrigerantnya mengalir dari
componen pertama dan akan mengallir kembali ke komponen semula ( Refrigerant akan bersikulasi ).
Sistim pemanas ( Heating sistem ) adalah mengambil dari sistem pendingin (cooolant system) dari engine.
Heater control valve (2) dihubungkan ketemperatur knop yang terletak pada cabin operator. Jika kontrol
knop diposisikan ke off , heater control valve akan menutup aliran pendingin yang menuju ke heater coil
(1).
Ketika control knop yang terletak pada cabin di posisi off, Control valve (2) akan terbuka untuk
mengisinkan coolant sistem mengalir kesaluran keluar (3) menuju ke valve (2) ke heater coil (1). Ketika
pendingin dari Engine mengalir menuju ke heater coil, temperatur udara akan naik yang mengalir meliwati
coil. Naiknya temperatur udara di control oleh jumlah pendingin ( coolant) yang mengalir menuju ke coil.
Pendingin dari heater coil kemudian mengalir kembali menuju ke conection (4) dimana akan dikirim
kembali ke engine coolant sistem.
Compressor (1) adalah berfungsi untuk mengalirkan cairan refrigerant ke Sistem. Compressor (1)
merubahan Cairan refrigerant dari tekanan Rendah Menjadi temperatur uap ( gas ) yang Bertekanan
rendah menjadi uap yang Bertekanan tinggi. Naiknya
tekanan Dari kompressor (1) akan menyebabkan Temperatur dari refrigerant naik. Cairant refrigerant harus
dirobah menjadi uap (gas) yang bertekanan tinggi, banyaknya uap panas yangdi buang akan merobah
cairan agar temperaturnya tetap, ketika cairan refrigerant menuju ke condensor coil (2). Ini akan
merubah cairan refrigerant yang bertemperatur
tinggi.
Energi panas dari luar akan dirobah oleh cairan refrigerant yang terdapat di dalam condensor coil (2).
Cairan refrigerant yang terdapat pada Condensor coil (2) mengalir menuju receive – dryer (3) sehingga
Kotoran – kotoran udara yang 3 ikut
engalir akan tersaring. Dari receiver – Dryer (3), cairant refrigerant bergerak Menuju ke expansion valve (4)
yang mana cairan refrigerant akan berubah Menjadi tekanan tinggi , cairan yang ertemperatur tinggi di
rubah menjadi Cairan yang tekanan rendah.
Jadi ini dilakukan untuk menyerap Banyaknya panas dari luar oleh Cairan yang mengubah menjadi uap
Pada temperatur yang tetap melalui Evaporator coil (6). Udara di dalam Cabin operator akan dipindah
oleh A/[Link] udara di dalam cabin (ruang operator) akan dirobah oleh A/C sistem melalui cairan
refrigerant. Ini akan merobah cairan refrigerant yang bertekanan rendah, menjadi temperatur uap yang
bertekanan rendah. Compressor (1) mengalirkan refrigerant bertekanan rendah menjadi temperatur uap
yang bertekanan rendah sehingga cirkulasinya lengkap.
Expansion valve (4) adalah digunakan untuk mengubah temperatur tinggi, tekanan tinggi pada cairan
refrigerant menjadi tekanan rendah , dan cairan temperatur rendah. Expansion valeve juga terdapat
saluraan penghambatan (restrition) (11) yang mana akan mengizinkan tekanan cairan yang bertemperatur
tinggi menjadi cairan yang bertemperatur rendah.
Cairan yang bertekanan rendah ini menurunkan titik didih temperatur pada refrigerant dan akan
mengisap energi panas melalui cairan refrigerant yang berbentuk uap kedalam evaporator coil (6).
Cairan refrigerant yang bertemperatur tinggi menuju kesaluran masuk expansion valve (4) dan hanya
sedikit jumlah Cairan refrigerant yang keluar melalui hambatan (restriction) (11). Banyaknya saluran
(restriction) (11) diukur oleh gerakan dari ball dan rod (10). Spring (12) menggerakkan ball dan rod (10)
kebawah untuk mengurangi hambatan aliran cairan.
Bulb yang terdapat pada pipa capillar (8) ihubungkan ke outlet evaporator coil dan akan mengukur jumlah
temperatur yang keluar. Jika temperatur naik , tekanan pada pipa capiler (8) naik. Ini akan mendorong
Diaphragm (9) turun. Ball dan rod (10) dihubungkan ke diaphraggm (9), juga akan bergerak turun
kebawah. Naiknya tekanan tergantung dari saluran yang dihambat pada (110 dan akan mengisinkan cairan
refrigerant mengalir kedalam coil (6).
Ketika temperatur menurun, diaphragm (9) tertekan turun. Spring (12) sekarang mendorong ball dan rod
(10) ke atas untuk menghambat saluran (11) sehingga cairan refrigerant yang mengalir masuk kedalam
evaporator coil (6) berkurang.
Saluran (7) dihubungkan ketekanan rendah pada saluran keluar di evaporator coil (6) pada bagian bawah
expansion valve (4) dan diaphgram (9). Tekanan ini akan menyentuh tekanan yang diciptakan oleh bulb
pada pipa capilllar (8) yang dihubungkan kebagian atas diaphgram (9). Ini akan membantu aliran awal
pada cairan refrigerant dan mencegah agar evaporator coil (6) tidak digenangi cairan refrigerant.
Temperatur tinggi, cairan bertekanan tinngi dari refrigerant mengalir menuju ke condensor coil (2) dan
meliwati receiver – dryer, cairant refrigerant yang meliwti filter (15) dan kemudian ke disiccant. Disiccant
(16) berfungsi menjaring kotoran – kotoran yang ikut mengalir dengan cairant refrigerant.
Receiver – dryer (3) juga akan menyimpan sedikit cairanrefrigerant . penyimpanan cairan refrigerant
digunakan untuk mengganti saat awal dilakukan pengisian pada sistem ( ketika kecepatan compressor
berubah ) dan jika sedikit kekurangan cairan refrigerant . Receiver – dryer harus diganti setiap tahun atau
juka diindikator (18) berwarna merah (berarti kotoran yang terdapat pada receiver dryer sudah terlalu
banyak ).
Air condition system mempunyai indikator (18) untuk memantau kotoran yang ikut mengalir dengan sistim.
Indikator ini digunakan untuk menentukan berapa banyak kotoran yang terkandung didalam system.
Untuk melakukan pengecekan kotoran pada systim A/C harus dilakukan pada saat engine running selama
dua atau tiga jam. Jika pengecekan dilakukan sebelum system operasi, kemungkinan indikator akan
menunjukkan adaanya kotoran didalam system. Perhatikan indikator (18). Jika indikator berwarna merah,
didalam systim terdapat edapan kotoran. Kotoran yang mengedap harus dibuang.
Lihat section componen replacement pada Disassembly dan assembly. Jika indikator berwarna
biru menandakan sistem dalam keadaan bersih dan kering.
1. Compressor
2. Condensor Coil
3. In-line Dryer/
oriffice tube assy
4. Evaporator Coil
5. Accumulator
A: Refrigerant bentuk gas bersuhu tinggi & bertekanan tinggi
B: Refrigerant bentuk cair bersuhu tinggi & bertekanan tinggi
C: Refrigerant bentuk cair bersuhu rendah & bertekanan rendah
D: Refrigerant bentuk gas bersuhu rendah & bertekanan rendah
Pipa orifice assembly (7) yang berlokasi pada bagian ujung in – line driyer (3).Dryer (3) berlokasi pada
saluran yang menuju ke condensor coil (4). Driyer (3) didesain dengan menggunakan quick disconect (6)
sebagai sambungan untuk melepaskan sistem agar cairan dari refrigerant tidak mudah terbuang.
Penggantian Dryer (3) diganti setiap setahun sekali atau jika indikator (9) berwarna merah. Pada beberapa
model, lokasi desiccant terletak didalam accumulator (5). Accumulator terletak dilokasi pada saluran yang
menuju ke evaporator coil (4) ke compressor (1). Orifice tube (7) terdapat pada pipa assembly yang
terletak sebelum saluran masuk ke evaporator coil.
Orifice (7) dibuat dari plastik, mempunyai dua screen (13) dan pipa tembaga(10) yang sangat kecil
terletak dibagian bawah body tengah. Dua buah O-Ring
(11) di gunakan untuk mencegah kebocoran. Pipa orifice assembly (7) terpasang pada Dryer (3) yang
di gunakan untuk menempatkan thermostatic expansion valve.
Pipa orifice assembly (7) akan mengubah temperatur tinggi, cairan refrigerant yang bertekanan tinggi
ketekanan rendah , cairan yang bertemperatur rendah. Pipa orifice (10) sebagai penghambat yang akan
menurunkan aliran cairan yang bertekanan tinggi menjadi cairan yang bertekanan rendah. Bagaimanapun
juga pengontrolan kecepatan aliran ditentukan oleh perbedaan tekanan yang meliwati orifice.
1.008 ACCUMULATOR
Accumulator berfungsi untuk memisahkan cairan refrigerant yang lewat menuju keevaporator coil (4), dari
uap. Accumulator (5) menyimpan dan memisahkan cairan (air) (16) dan mengisap uap ke compressor (1).
Lobang (17) adalah digunakan untuk membleeding refrigerant oli yang berlokasi pada bagian bawah
accumulator (5). Lobang untuk membleeding refrigerant, bleeding untuk memisahkan oli dan cairan
refrigerant yang ke compressor.
Nonadjustable thermostat menyatu dengan control knob. Temperatur control knob dihubungkan kecontrol
valve pemanas, yang mana akan mengontrol aliran pendingin (coolant) yang mengalir menuju keheater
coil.
Temperatur udara meliwati evaporator coil yang sudah diset oleh thermostat nonadjustable. Heater
temperatur control knob akan mengubah temperatur didalam ruangan operator.
Compressor (1) akan terus berputar sepanjang evaporator coil temperaturnya tidak menurun dimana
perubahan akan menjai dingin. Jika dingin berubah compressor akan membatasi aliran udara yang menuju
ke evaporator coil. Untuk perubahan dari dingin, thermostat switch akan membuka dengan temperatur ±
1,10 C (30 0F) dan akan menutup dengan temperatur ± 2.2 0 C ( 36 0
F ). Ketika switch membuka, electric
circuit menuju ke switch pada magnit clutch (2) juga akan terbuka (release ) dan compressor (1) tidak
akan berputar. Ketika switch dihubungkan, arus listrik akan mengalir menuju kecoil assembly kemagnit
clutch (2) dan compressor akan berputar kembali.
Compressor mendapat putaran dari engine melalui crankshaft yang dihubungkan ke belt (tali kipas ) ke
clutch kemudian ke fully (2) yang terdapat dimana clutch berada. Drive Plate (3) yang terpasang pada shaft
compressor. Clutch dan fully assembly (2) berputar diatas bearing (5) dan tidak berhubungan dengan shaft
(4).
Magnit field manarik drive plate (3) untuk menghubungkan clutch dan pully assembly (2). Clutch dan pully
assembly (2) kemudian akan memutar shaft (4) untuk memutar compressor. Ketika aliran listrik ke coil
assembly (1) berhenti, magnit field akan terlepas. Ini akan membiarkan drive plate (3) terlepas dari clutch
dan pully assembly (2).Clutch dan pully assembly (2) kemudian akan bebas berputar pada bearing
(5).Rangkaiannya menghubungkan dan melepaskan pully ke compressor dicontrol oleh thermostat.
Thermostat di control oleh pipa capilar, yang mana terpasang diantara sirip – sirip evaporator coil.
1. Hubungkan manifold gauge kepengisian (high pressure) dan suction ke compressor Hubungkan hose
warna biru dari gauge sebelah kiri ke lobang suction yang berada
Pada compressor. Hubungkan ujung hose merah dari sebelah kanan lobang pengisian
yang berada pada compressor. Yakinkan putaran pada coupling pemasangannya
berlawanan arah dengan jarum jam. Putaran coupling valvenya
Searah jarum jam untuk membuka cairan refrigerant.
2. Yakinkan semua hand valve dalam keadaan tertutup ( diputar searah jarum jam ).
3. Gunakan kain yang bersih untuk melonggarkan Fitting charging hose kuning pada manifold gauge. Ini
untuk mencegah oli compressore keluar. Bukan suction Hand valve sebelah kiri ½ dan biarkan ± dua
sampai tiga detik untuk membuang udara dari hose yang berwarna biru dan gauge set. Tutup hand
valve. Lakukan lagi untuk yang sebelah kanan pada hand valve pengisian untuk membuang udara
didalam hose. Kencangkan charging fitting warna kuning pada manifold gauge set.
(1) Low Pressure Valve, (2) High Pressure Valve, (3) Charging Hose, (4) Block Fitting Discharge (5)
Block Fitting Suction (6) Service valve discharge (7) Service valve Suction (8) Vacuum pump
exhaust port (9) Line from Condensor, (10) Line from evaporator
EVAKUASI
Yang dimaksud dengan evacuating sistim adalah suatu cara yang digunakan untuk mengosongkan udara
yang terdapat didalam saluran A/C system (Vaccum, menghisap udara yang terdapat di dalam saluran ),
agar udara atau air yang terdapat didalam saluran terbuang. Tujuannya adalah udara di dalam saluran
harus dibersihkan dahulu, agar refrigerant yang mengalir di dalam pipa - pipa betul2 bersih dari udara luar.
Jika melakukan evacuating tidak bersih, maka sistim A/C tidak dapat berfungsi dengan baik. Evacuating
sistim dilakukan saat mengganti komponen pada sistim atau mengganti compressor atau jika salah satu
sistimnya bocor, lamanya evacuating sistim ( vaccum sistim ) ini dilakukan selama 30 menit sampai 1 jam
(60 menit).
Sebelum melakukan evacuating periksa kebocoran – kebocoran pada smbungan – sambungan hose serta
conection yang longgar.
Catatan : Uap dari refrigerant lebih berat dari udara . Untuk menghasilkan pengetesan
Yang bagus tempatkan sensor tip langsung kebagian yang bocor.
Jika komponen pompa diganti, lakukan prosedure dibawah ini untuk mengetahui berapa banyak oli
dibutuhkan ketika compressor diganti.
1. Operasikan engine Pada putaran rendah ( low idle ) dengan temperatur control knob pada posisi cool
maximum dan fan switch pada posisi high dengan lama waktunya 10 menit untuk menstabilkan sistim.
2. Matikan mesin dan buang semua refrigerant yang terisi didalam sistim. Lihat seksi recovering
refrigerant section testing dan adjusting.
3. Buka compressor dari kendaraan dan berikan tutup pada saluran suction dan selang pengisian
( disharge ) dan fitting.
4. Letakkan compressor pada posisi horizontal dengan plug berada pada bagian [Link] plug dan
buang oli, tmpatkan oli pada penampungan, putar shaft compressor 4 putaran untuk menguras oli yang
terdapat didalamnya.
Ukur jumlah oli yang tertampung didalamnya. Periksa jika oli telah bercampur dengan metal, karet,
atau adanya benda asing yang terdapat didalamnya. Isikan oli refrigerant ( PAG oli) ke compressor
dengan ukuran 177 sampai 237 ml ( 6 sampai 8 oz ).
Jika terdapat kotoran karet, metal atau benda – benda asing didalam sistim, perlu dibersihkan dan
diflushing sistimnya. Lihat pada section testing and adjusting. Jika jumlah oli didalam sistim diatas 325
ml (11 oz ), atau jika oli terlalu banyak yang bersirkulasi dengan refrigerant. Kapasitas pendingin akan
menurun ( berkurang ). Jika jumlah oli didalam sistim terlalu sedikit, compressor tidak akan dapat
dilumasi dan hasilnya compressor akan rusak.
Catatan : Tambahkan oli compressor melalui oli plug yang disediakan.
Jika perlu isi compressor dengan oli dimana oli refrigerant tidak dapat mengalir kesaluran suction atau
ke discharge valve service. Jangan mengisi pada bagian ujung shaft dari compressor.
Putar compressor shaft dengan tangan ketika akan mengisi dengan refrigerant oli. Untuk pengisian oli
kedalam compressor oli akan lambat mengisi ke bagian – bagian pada compressor.
Catatan :
Pemakaian oli hanya yang diisinkan dengan menggunakan oli refrigerant ( PAG Oli ) atau yang
disaranakan oleh pabrik.
5. Setelah pengisian oli yang baru sudah benar ke dalam sistim, pasang compressor dan
Fan belt. Lakukan prosedure charging sistim.
2.006 PENGISIAN SISTIM A C ( CHARGING)
Ketika menggunakan AC service Tools ( manifold gauge set) ada empat prosedur standar yang
direkomendasikan dalam melakukan pengisian (Charging ) Freon ke dalam system AC , yaitu :
a. Pengisian freon dalam bentuk Gas , tanpa ditimbang , engine hidup, AC hidup dan jumlah
freon diukur melalui tekanan dan suhu AC
b. Pengisian freon dalam bentuk Gas , dengan timbangan , engine hidup, AC hidup dan jumlah
Freon diukur melalui berat Freon yang masuk ke system
c. Pengisian freon dalam bentuk Cair,dengan timbangan , engine mati, dan jumlah Freon
diukur melalui berat cairan Freon yang masuk ke system
d. Pengisian freon dalam bentuk Cair, dengan Charging Silinder , engine mati, julah freon
ditetukan melalui skala pada silinder charging.
Tabel di bawah ini dapat digunakan untuk menentukan tekanan sebuah wadah atau tabung yang
berisi refrigerant. Juga dapat diaplikasikan pada sistim AC yan tidk sedang beroperasi.
2 (35) 209 (30.30 18 (65) 440 (63.8) 35 (95) 782 (113.40 52 (125) 1265 (183.5)
2 (36) 215 (31.2) 19(66) 450 (65.2) 36 (96) 796 (115.4) 52 (126) 1285 (186.3)
3 (37) 221 (32.1) 19 (67) 459 (66.6) 36 (97) 809 (117.4) 53 (127) 1304 (189.1)
3 (36) 228 (33.0) 20 (68) 469 (68.0) 37 (98) 823 (119.4) 53 (128) 1323 (191.9)
4 (39) 234 (34.0) 21 (69) 478 (69.4) 37 (99) 838 (121.5) 54 (129) 1342 (194.7)
1. Hubungkan manifold gauge ke discharge set (warna merah) dan lobang suction service
( warna biru ) pada compressor . Lihat pemasangan gauge pada testing dan adjusting.
2. Yakinkan suction valve (1) warna biru dan discharge valve (2) warna merah pada
gauge dalam keadaan tertutup ( putar searah jarum jam untuk menutup).
3. Putar valve yang terdapat pada tangki ( Berlawanan arah jarum jam ) untuk membuang
uap refrigerant pada hose pengisian (3).
Catatan : Posisi botol refrigerant harus posisi berdiri seperti diatas (seperti pada Gambar ). Ini digunakan
Untuk mengalirkan masuk refrigerant yang berbentuk gas.
4. Buang udara dari hose yang berwarna kuning dengan cara melonggarkan conection
Pada manifold gauge dan biarkan dua atau tiga detik, kemudian kencangkan kembali
Conectionnya.
5. Hidupkan engine dan running low idle.
6. Gerakan temperatur kontrol knob pada posisi maximum dingin, dan fan switch ke
Posisi high .
7. Buka valve ( putar berlawanan arah jarum jam ) pada suction valve (1) ke manifold
Gauge untuk membuka refrigerant kedalam hose warna biru (A) yang dihubungkan
Ke suction valve (5) pada compressor. Catat pembacaan pada gauge .
Bacaan gauge harus tidak boleh melebihi pengoperasian normal .
Perlahan – lahan tambahkan refrigerant sampai masuk dan keluar ke accumulator hingga keadaan dingin .
Tutup ( putar searah jarum jam ) pada suction valve (1) untuk mencegah penambahan aliran udara
refrigerant ke compressor. Isinkan beberapa menit untuk menstabilkan kemudian periksa accumulator
apakah sudah dingin. Jika saluran yang masuk dan yang keluar dingin, tambahkan 0.25 kg (.5 lb)
refrigerant. Ini akan memberikan pengisian pada A / C sisitim yang benar .
1. Tutup kembali suction valve (1) untuk mencegah penambahan refrigerant ke compressor.
2. Jika pengisian telah normal lepaskan semua peralatan test.
3. Jika suction dan discharge pressure terlalu tinggi, menandakan terjadi pengisian yang berlebihan, tutup
hand valve (6) untuk menutup aliran refrigerant charging hose (3). Matikan Engine. Buka charging
valve (3).
4. Gerakan A /C control ke posisi off dan matikan engine.
5. Buka semua peralatan charging.
Buka valve (9) pada bagian bawah charging cylinder ( terletak pada bagian belakang pressure gauge )
sedikit keluarkan udara dari cylinder, kemudian tutup valve. Ketika sedikit yang terlihat jumlah refrigerant
didalam gelas pengukur (1), tutup valve (9) pada bagian bawah charging cylinder untuk mencegah aliran
refrigerant yang kembali ketangki cylinder . Catat pembacaan pada gauge yang terletak diatas cylinder
Gauge akan terbaca dengan tekanan cairan refrigerant yang terdapat pada charging cylinder.
4. Putar plastic cover (4) pada charging sampai tekanan yang terbaca pada gauge scala
refrigerant. Putar plastic cover (4) sampai scalanya benar – benar terlihat pada plastic scala
cylinder glass.
5. Buka valve (9) pada bagian bawah cylinder dengan mengisinkan refrigerant
mengalir dari tangki ke charging cilinder. Tutup valve (9) ketika cairan telah
level pada glass (1) dan selurus dengan tanda yang terdapat pada plastic
cover adalah capasitas dari yang terisi ke dalam sistim pengisian. Untuk
contoh, jika pengisian pada glass scala adalah 3.1 kg (6.8 lb) jadi tanda
tersebut adalah untuk mengukur kemampuan didalam sistim yang akan terisi
oleh cairan refrigerant.
Catatan : Buka dan tutup untuk valve pada bagian atas cilinder untuk
Menurunkan tekanan yang terdapat pada bagian atas cilinder untuk
Beberapa menit.
6. Tutup dispensing valve pada tangki supply.
7. Buka Hose (5) dari valve (9) pada bagian bawah cylinder. Kencangkan dengan
tangan charging hose warna kuning (5) dari manifold gauge set di valve (9).
Buka valve (9) pada bagian bawah charging cylinder untuk mengisi refrigerant
Ke saluran hose (5). Longgarkan hose (5) yang menghubungkan ke gauge
Untuk membuang udara didalam saluran hose. Keraskan dengan
menggunakan tangan.
!!!!!!!!! P E R I N G A T A N !!!!!!!!!!
Jangan menghidupkan engine ketika sedang mengisi cairan refrigerant, compressor akan memompakan
kembali refrigerant kedalam charging sistim dan akan membahayakan cylinder (cylinder meledak).
9. Buka valve (3) pada gauge set untuk mengisinkan pengisian mengalir kedalam
Compresor melalui higt pressure dicharge.
10. Cepat tutup kembali valve (3) dan (9) pada bagian bawah charging cylinder
ketika level cairan refrigerant yang terlihat pada glass pengukur (1) telah
keposisi zero (Nol).
11. Lakukan pengetesan untuk mengetahui apakah sistim sudah terisi dengan
benar ke dalam sistim.
B. Mengisi freon dengan timbangan ke system dalam bentuk GAS : ( Engine Hidup)
Prosedur ini dilakukan denngan bantuan isapan compressor sehingga Engine harus hidup dan AC
di on kan.
Perhatian : Karena compressor bekerja , maka Freon yang masuk ke system harus dalam bentuk
GAS dan jangan sekali-kali membalik posisi tabung saat engine masih hidup, untuk menghindari
Freon dalam bentuk cair masuk ke system.
1. Tetukan jumlah /berat Freon yang akan diisikan ke dalam system dengan melihat pada spesifikasi
kendaraan masing- masing ( service manual)
2. Hubungkan hose kuning ke tabung Freon .
3. Letakkan tabung Freon dalam posisi berdiri diatas timbangan , lalu baca dan catat berat Freon
dalam tabung.
4. Tutup kedua valve ( warna merahdan biru ) pada manifold untuk mencegah tekanan dari system
masuk ke dalam tabung . ( berbahaya bisa meladak !!!)
5. Hidupkan Engine , lalu hidupkan AC
6. Buka valve pada tabung sehingga gas Freon mengalir melalui hose kuning menuju manifold
7. Buka valve Low side ( warna biru ) pada compressor dan pada manifold set agar gas Freon dapat
terhisap oleh compressor.
PERINGATAN dalam kondisi engine hidup ini :
Jangan sekali-kali membuka valve warna merah saat valve pada tabung masih terbuka
mengalirkan Freon k edalam system
Jangan sekali-kali membalik tabung dalam agar cairan tidak masuk tehisap oleh
compressor
8. Naikkan RPM hingga 1200- 1500 , agar Freon dapat terhisap dengan cepat.
9. Perhatikan jumlah Freon yang masuk dengan melihat perubahan berat tabung pada timbangan.
10. Saat berat nya sudah berkurang sebesar jumlah Freon yang dibutuhkan system , segera tutup
valve pada tabung dan manifold.
11. Proses charging selesai,
Catatan Penting :
Untuk pengisian dalam bentuk Freon cair, maka Engine harus mati , system harus dalam kondisi
vacuum, tabung dibalik, valve merah terbuka dan valve biru tertutup .
Jika dalam waktu 10 menit beroperasi tidak hangat,menandakan tidak ada udara yang mengalir melewati
core pemanas.
Persoalan 2 :
Sedikit atau tidak ada udara hangat yg mengalir dari core pemanas.
1. Lakukan prosedur dibawah ini:
a. periksa egine coolant temperatur .Temperatur coolant harus normal operasi.
b. control valve pemanas harus beroperasi dengan benar .periksa penyetelan linkage
yang berada dari temperatur control [Link] harus terbuka penuh ketika ke posisi
maximum panas.
c. Periksa kondisi hose terjepit atau buntu ketika aliran air panas menuju kesistem.
d. lakukan perbaikan atau penngantian yang perlu .
Persoalan 3 :
JIKA Terdapat benda asing pada sistem
Jika terdapat benda asing yang ikut mengalir didalam sistem,lakukan flushing untuk membersihkan
sistemnya. Kotoran akan merusak komponen comperssor. gunakan prosedure dibawah ini untuk mencuci
atau memflusihing sistem.
[Link] revrigerant (lihat prosedur Recovering).
[Link] compressor.
[Link] reciver dryer atau inline dyer.
Catatan : Jika compressor yang bertipe R – 134a sudah terisi dengan oli sesuai
dengan tipe compressor, tetapi jika compressor yang bertipe R – 12a,
maka olinya yang terdapat didalam compressor harus diganti dengan oli R
143a. Compressor sudah terisi oleh oli dari pabriknya dengan oli sesuai tipe
yang terdapat pada lebel compressor.
7. Lakukan prosedur Evakuasi /Vakuum
8. Lakukan prosedur Charging.
9. Lakukan prosedur mengetes performance AC
Jika tidak ada tanda – tanda hambatan yang terjadi pada condensor coil , receiver dryer atau saluran
refrigerant dari compressor ke receiver dryer , lakukan langkah 3.
Jika hambatan terdapat pada condenson coil,receiver driyer ataau saluran dari refrigerant ke omprressor
ke receiveer dryer :
Recover refrigerant (isi kembali refrigerent). Bersikan hambatan atau ganti komponennya.
Avacuating sistimnya . Isi rafrigerant dengan jumlah yang tepat . Lakukan pengetesan kebocoran. Lakukan
pengetesan .
Expansion Valve terjadi pembekuan es , periksa indikator pada receiver dryer. Jika indikator warna merah
lakukan pemeriksaan seperti dibawah ini :
- Tutup kembali refrigerant.
- Buka receiver Dryer.
- Evacuate sistimnya.
- Isi sistimnya dengan jumlah yang benar refrigerantnya
- Test kemampuan dari kebocoran.
Jika indikator berwarna biru sistemnya dalam kondisi normal yang terbatas dari kotoran ,tetapi expresion
valve buntu.
[Link] refrigerant.
[Link] /ganti expansion valve .
[Link] dievacuate.
[Link] kembali cairan refrigerant dengan jumlah yang besar.
[Link] kebocorannya .
[Link] rendah (suction line) dan tekanan tinggi (discharge) saluran refrigerant
ke [Link] tinggi pada saluran condensor coil harus hangat yang mana
saluran yang bertekanan rendah dari evaporator coil harus dingin ini menandakan
pegoprasiannya normal.
Jika sedikit atau tidak terjadi perbedaan temperatur antara saluran tekanan tinggi dan tekanan rendah
yang kecopressor,lakukan langkah –5.
Jika perbedaan temperatur dirasakan pada saluran tekanan tinggi dan tekanan rendah pada
kompressor, indikasinya pegoprasian pada sistem benar (tekanan tinggi hangat),(tekanan rendah
dingin) lakukan langkah-6.
5. Jika sistem kosong atau pengisian refrigerant hampir kosong:
a) Matikan engine.
b) Lakukan pengisian kembali
c) Lakukan test kebocoran.
d) Yang bocor di perbaiki
e) Evacuating sistemnya .
f) Isi refregerant dengan benar .
MEMERIKSA KEMAMPUAN AC
Untuk melakukan pengecekan kemampuan sistim A/C diharuskan menggunakan special tool ( AC Service
Tools) yang akan dihubungkan ke kompressorAC.
Catatan : sebelum melakukan pengecekan kemampuan , ikuti prosedure dibawah ini:
1) Condensor dan Evaporator.
Periksa apakah telah terjadi hambatan pada condensor dan evaporator, seperti kertas, plastik debu
dan lain – lain.
2) Periksa kekencangan kompressor belt.
3) Bersihkan filter yang terdapat pada sistem.
4) Periksa indikator pada receiver – dryer atau inline – dryer. Jika indikator merah, menandakan sistem
kotor. Buka receiver – dryer atau inline – dryer.
Persoalan 4:
Udara kurang dingin atau tidak dingin yang mengalir dari evaporator coil.
Kondisi sistim 1 :
a) Pembacaan pada gauge yang bertekanan rendah tidak normal .Untuk tekanan normal operasinya
lihat table di atas.
b) Pembacaan gauge yang bertekaan tinggi tidak normal. Untuk tekanan normal lihat table di atas.
c) Udara yang keluar dari operator hanya sedikit dingin.
Kemungkinan Penyebab :
Ada Kebocoran pada circuit refrigerant yg menyebabkan tekanan system menjadi rendah :
a) Lakukan Test kebocoran .
b) Jika diketemukan adanya kebocoran , lakukan prosedur recover refrigerant.
c) Perbaiki kebocorannya.
d) Jika Freon yg bocor dalam jumlah banyak, maka sangat perlu untuk memeriksa kekurangan oli
compressor. ( oli terbuang bersama Freon yang bocor ).
e) Lakukan Prosedur Evakuasi ( Vakuum)
f) Isi kembali sistemnya dengan jumlah refrigerant yang tepat.
g) Lakukan pengecekan setelah sistemnya diisi dan hidupkan engine kemudian oprerasikan minimum
selama 10 menit untuk melihat performancenya.
Kondisi System 2:
a) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan rendah diatas normal.
b) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan tinggi diatas normal.
c) Udara yang mengalir dari evaporator terasa hangat.
Kemungkinan penyebabnya :
Terdapat udara atau uap air di dalam system.
a) Lakukan prosedur recovering
b) Ganti receiver dryer atai inline dryer, kemungkinan desiccantnya telah penuh denmgan uap air
yang nantinya akan ikut masuk ke dalam system.
c) Lakukan preosedur Evakuasi ( Vacuum)
d) Isi ( Charging) system dengan refrigerant dalam jumlah yang tepat
e) Setelah selesai pengisian refrigerant, operasikan A/C selama 10 menit, dan lakukan pengetesan
sistimnya .
Kondisi System 3:
a) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan rendah ( suction) dibawah normal.
b) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan tinggi ( discharge) dibawah normal.
c) Aliran temperatur udara dari evaporator hanya dingin sedikit.
d) Saluran yang bertekanan tinggi atau pada receiver dryer terdapat pembekuan ( es) atau terasa
dingin.
Kemungkinan penyebabnya :
Terjadi hambatan pada saluran yang bertekanan tinggi ,pada receiver dryer atau inline dryer .Hambatan
ini dapat menyebabkan refrigerant terhisap dari evaporator lebih cepat dari pada yang masuk , karena
alirannya terhambat pada filter atau saluran tekanan tinggi, dan terjadi penumpukan refrigerant di
komponen tsb menyebabkan terjadi pembekuan (es).Kemungkinan lain adalah putaran motor atau fan
blower rusak.
a) Lakukan prosedur recovering
b) Buka dan ganti receiver - dryer atau inline dryer atau saluran cairan Freon yang mengalami
penyumbatan.
c) Ganti filternya dan bersihkan saluran yang terhambat .
d) Lakukan prosedur evakuasi ( vacuum)
e) Isi kembali dengan cairan refrigeran yang tepat dan benar .
f) Setelah sistimnya diisi dan dioperasikan A/C sistim selama 10 menit lakukan pengetesan .
Kondisi System 4:
Catatan : AC terasa dingin dan bagus pada pagi atau malam hari tetapi saat tengah hari atau
panas terik AC tidak terasa dingin lagi.
a) Pembacaan pada gauge yang bertekanan rendah (suction line) normal, tetapi akan tekanannya
berubah ke posisi vacuum saat prosedure pengetesan .
b) Pembacaan pada gauge yang bertekanan tinggi (discharge line) normal ,tetapi pembacaan pada
gauge ikut turun dibawah normal ketika gauge tekanan rendah turun ke posisi vaccum.
c) Udara yang mengalir dari evaporator sangat dingin kemudian menjadi hangat ketika gauge
tekanan rendah turun ke area vaccum .
Kemungkinan penyebabnya:
Terdapat banyak uap air di dalam system. Desiccant pada dryer telah penuh dengan uap air yang
akan menguap dam masuk ke system saat suhu udara luar tinggi.
Uap-uap air akan berkumpul membentuk es di dalam orifice tube dan akan menghambat aliran
Freon.
a) Lakukan prosedur recovery ( kosongkan system)
b) Ganti receiver – dryer atau inline – dryer .
c) Bersihkan uap air dari dalam sistimnya .lakukan prosedur Evakuasi ( vacuum)
d) Lakukan prosedur charging dalam jumlah yang tepat
e) Setelah diisi jalankan A/C sistimnya selama 10 menit ,kemudian lakukan pengetesan.
Catatan :Tekanan rendah (suction ) turun ke area vacuum ketika terbentuk es di dalam expansion
valve Dan tekanan tinggi (discharge ) ikut turun ketika tekanan rendahnya turun ke area vacuum.
Kondisi System 5 :
a) Tekanan yang terbaca pada gauge suction line (tekanan rendah ) tidak berubah dan tetap, baik
saat komressor offataupun on. (tekanan harus naik ketika compressor tidak bekerja (enganged)
b) Tekanan yang terbaca pada gauge discharge (warna merah ) berada pada tekanan tertinggi pada
range normalnya.
c).Udara yang mengalir dari evaporator hanya dingin sedikit.
Kemungkinan penyebab :
Terdapat udara atau uap air didalam sistim ,bahkan dalam kondisi full charge refrigerant.
a) Lakukan pengetesan kebocoran ,pada kompressor
b) Lakukan Prosedur recovering
c) Perbaiki kebocoran
d) Lakukan prosedur evakuasi ( vakuum)
e) Charging sistim dengan refrigerant dalam jumlah yang tepat.
f) Setelah pengisisian pada sistim selesai ,operasikan A/C selama 10 menit dan lakukan pengetesan
kembali.
Kondisi System 6:
1) Gauge yang bertekanana rendah (warna biru ) diatas normal .
2) Gauge yang bertekanan tinggi (warna merah ) diatas normal .
3) Saluran cairan Freon yang bertekanan tinggi terlalu panas.
4) Kompressor bunyi (noisy) atau beltnya slip.
Kemungkinan penyebabnya :
Sistim overcharge.
a) Lakukan prosedur recovering
b) Isi ulang sistimnya dengan jumlah refrigerant yang tepat.
c) Lakukan pengetesan
Kondisi System 7:
Kemungkinan penyebabnya :
Internal leak pada compressor, Kebocoran pada reed valve compressor atau pada head gasketnya.
Bisa juga terjadi keausan pada piston dan ring piston atau cylinder compressor.
d) Jika kebocoran – kebocoran yang diketemukan bagian luar,seperti pada port,sambungan hose ,
fitting , maka lakukanhal di bawah ini :
Recovery refrigerant (kosongkan refrigerant dari sistimnya )
Perbaiki yang bocor.
Evacuate sistimnya (vaccumkam sistimnya )
Periksa level oli compressor, tambah bila perlu
Setelah sistimnya diisi lakukan pengoperasian selama 10 menit, dan lakukan pemeriksaan.
Kondisi System 8
1) Pembacaan pada gauge yang bertekanan rendah ( warna Biru ) diatas normal.
2) Pembacaan tekanan pada gauge bertekanan tinggi (warna merah) dibawah normal.
3) Udara yang mengalir dari evaporator hangat.
4) Pada Suction hose (hose tekanan rendah) dan pada evaporator berembun ( banyak titik-titik air)
Kemungkinan penyebabnya:
Khusus untuk AC type expansion Valve :
Terlalu banyak ( berlebihan) refrigerant yang mengalir ke evaporator coil .Expansion valve stuck open
(posisi terbuka terus).
Catatan:
Saat memasang expansion valve sangat penting memperhatikan posisi pemasangan sensing bulb nya .
[Link] tekanan rendah (warna biru) pada gauge menunjukkan expansion valve bekerja dengan baik
,lakukan prosedur dibawah ini:
a) Gunakan special tools (8P-6355) atau alat penjepit yang sesuai untuk memposisikan bulb pada
pipa outlet evaporator dengan benar. Sensing bulb ini harus langsung & rapat bersentuhan
dengan coil evaporator dan dibungkus dengan isolasi khusus ( 5P7070) untuk merekatkan
dengan baik ke pipa outlet evaporator.
b) Lakukan pengecekan operasi dengan benar.
Kondisi Sistim 9 :
1). Tekanan pada gauge warna biru terlalu rendah .
2). Tekanan pada gauge warna merah terlalu rendah .
3). Aliran temperatur udara dari evaporator hangat atau hanya sedikit dingin .
4). Kemungkinan terdapat uap air atau es pada saluran masuk ke expansion valve atau orifice tube .
Kemungkinan penyebabnya:
Pengoprasian expansion valve atau orifice tube tidak benar ,menyebabkan tehambatnya aliran
Freon ke evaporator .(terdapat hambatan pada saluran masuk ,valve stuck pada posisi tertutup ,atau
sensing bulb tidak bekerja oleh perubahan suhu =dingin)
Untuk sistem yang menggunakan expansion valve lakukan langkah 5 dan untuk orfice tube lakukan
langkah 7.
5).Jika expansion valve inletnya di sentuh dengan tangan & terasa dingin, lakukan prosedur pemeriksaan
expansion valve pada ”kondisi system 8 “ di atas.
[Link] tekanan pada gauge biru (suction) mengindikasikan expansion valve bekerja dengan baik, lakukan
prosedur dibaweah ini :
A. Gunakan special tools (8P-6355) atau alat penjepit yang sesuai untuk memposisikan bulb pada
pipa outlet evaporator dengan benar. Sensing bulb ini harus langsung & rapat bersentuhan dengan
coil evaporator dan dibungkus dengan isolasi khusus ( 5P7070) untuk merekatkan dengan baik ke
pipa outlet evaporator.
B. Lakukan pengecekan operasi dengan benar.
Kemungkinan penyebabnya :
Condensor tidak bekerja dengan baik ( gangguan pada condensor)
Catatan: Kemungkinan sistim tidak normal atau refrigerant berlebihan( over charge)
1) Periksa aliran udara ke condensor apakah terhambat?
2) Bersihklan kotoran yang manghambat aliran udara pada condensor, lalu periksa kembali kondisi
operasi AC
3) Jika persoalannya masih tetap ,lakukan prosedur dibawah ini :periksa sistim refrigerant yang
berlebihan .
[Link] gauge biru dan merah pembacaannya tetap tinggi, lakukan prosedur dibawah ini:
Kemungkinan penyebabnya :
Swicth thermostat stuck diposisi open ,clutch tidak dapat memutarkan kompressor compressor.
Kemungkinan yang rusak adalah kabel yang terdapat pada switch ,atau magnetic clutch .Kemungkinan
kabel yang terputus yang menuju ke magnetic clutch .Cappilary tube tidak bekerja .
1) Jika persoalan yang ditemukan kabel longgar atau switch magnic clutch ,kabel clutch yang
terputus dapat menyebabkan switch terbuka terus .lakukan perbaikan dan test kembali sistimnya .
2) Jika persoalan pada thermostatic switch ( pipa capillar tidak berfungsi atau switch stuck diposisi
open ),ganti switch dan lakukan pengecekan untuk menyakinkan pengoprasian benar .
3)
Persoalan 6 :
KOMPRESSOR TERUS MENERUS BERPUTAR/BEKERJA ATAU CLUTCH TIDAK TIDAK MAU
LEPAS
(Bisa disebabkan terjadi pembekuan (ES) pada evaporator yang menghalangi aliran udara ke
cabin)
Kondisi Sistim:
1). Pembacaan pada gauge biru low pressuer dibawah normal .
2). Pembacaan pada gauge merah yang betekanan tinggi dibawah normal
3). Udara pada cabin operator sangat dingin ,atau aliran udara terhambat.
Kemungkinan penyebabnya:
Thermostatic Switch stuck pada posisi close ( terhubung terus) . Terjadi short pada kabel yang
menuju ke magnetic clutch. Magnetic Clutch melengket ke drive compressor.
Ketika melakukan perbaikan pada A/C sistim, yang paling penting bahwa sistim harus dalam keadaan
bersih dan bebas dari kotoran atau pencemaran .Tutup semua plug yang terbuka untuk menghindari
kotoran atau udara yang masuk kedalam [Link] cairan refrigerant yang baru sesuai viscositinya (lihat
kompressor specifikasi untuk penggunaan oli yang benar ),dan tambahkan cairan refrigerant utuk
menambahkan kesistim .Jika ada matrial yang lain atau jika akan melakukan perbikan dan penggantian
komponent dan hose, lakukan prosedur dihalaman sebelum ini:
Mengganti Akumulator
Refrigerant harus dibuang sebelum embuka accumulator .Lihat seksi pengosongn refrigerant pada
pebgetesan dan penyetelan .gunakan peralatan safety sebelum melakukan pekerjaan ini.
Buka accumulator. Buka semua oli yang terdapat pada accumulator hingga bersih,tampung oli yang keluar
kemudian ukur berapa jumlah oli yang telah tertampung .tambahkan oil dengan jumlah oli yang keluar dari
accumulator ,ditambah 30 milli liter(1 fuild oz).Setelah itu evacuate sistimnya (vaccumkan sistimnya)
tandah pada hose tekanan tinggi (discharge hose) dan tekanan rendah (suction
hose).
5. Buka baut (1) dan (5) lepaskan kompressornya .
Memasang kompressor
1. Periksa juklah oil dan kondisi oil pada konpressor (6)
2. Periksa drive belt pada kerusakan dan pasang yang baru jika diperlukan .
3. Pasang kopressor (6).
4. Hubungkan duscharge hose dan suction hose ke kompressor.
5. Hubungkan kabel listrik ke magnitik clutch.
6. Lakukan evacuating sistim (vaccumkan sistimnya).
7. Lakukan pengisian cairan refrigerant.
8. Test sistim A/C dan lakukan pengecekan .
Catatan: Kencangkan belt dengan kekencangan 400 45 (90 10 lb).Gunakan belt gauge belt
tension Jika menggunakan belt yang baru kekencangan belt 535 ±22 N (120 ± 5 Ib ). Operasikan egine
kira – kira 30 menit. kemungkinan adjust keteganganya pada belt 400 ± N( 90 ± 10 Ib ).
Jika pasang kondensor baru atau direbuil , tambahkan sistim dengan cairan refrigerant sebanyak 90
milli liter (3 fuilt oz ).Jika evaporatornya baru atau yang direbuild tambahkan sebanyak 60 milli liter (2
fuilt oz ).Jika receiver dyer atau inline dyer yang dipasang baru , tambahkan cairan refrigerant
sebanyak 30 milli liter (1 fuilt oz ).
Membuka Expansion Valve
Untuk mengganti In – Line Dryer dan pipa orifice ,gunakan prosedur dibawah ini :
a) Matikan egine dan biarkan A/C sistimnya selama 5 menit untuk meratakan tekanan.
b) Buka hose pemasangan (1) dan In – Line Dryer pada coupler.
c) Hubungkan hose yang telah dibuka ke hose (1) padaIn – Line dryer.
d) Tambahkan oli mrefrigerant sebanyak 30 milli liter ke sistim .
e) Hubungkan egine ,operasikan A/C sistim selama 1 menit
f) Dengan sisitin beroperasi buka hose pada saluran keluar dari In –Lina dryer yang lama pada
coupler .
g) Matika egine dan biarkan A/C beopersi selam 5 menit untuk menyamakan tekanan.
h) Hubungka hose (2) yang telah dibuka pada langkah 5 In – Line Dryer baru .
a) Relief valve akan membuka dengan tekanan 3055 +275 – 70 Kpa (440 + 10 Psi ).
b) Kencangkan pemasangan baut 25 ± 7 Nm (220 ± 62 Ib in ).
c) Banyaknya cairan oli refrigerant ke kampressor 177 sampai 237 cm ³ (6 sampai 8 fl oz ).
d) Kencangkan drive plug 10 ± 2 Nm (90 ± 18 Ib I).
e) Kencangkan belt ( tali kipas ) baru 535 ±22 N (120 ± 5 Ib ).
Oprasikan A/C sistimnya selama 30 menit , kemudian kencangkan ketegangan beltnya dengan
400 N (90 Ib).
Catatan Spesifikasi : untuk Kompressor :
Clutch 24 DCV coil dengan tahanan 12.5 Ohm .
Clutch 12 DCV coil dengan tahanan 14.4 Oh
Refrigerant oil untuk komperssor 101 – 1759 , 114 – 9484 , 3E – 1908 DAN 3E 1909 :
Kapasitas olinya adalah 300 Ml ( 10 fl oz ).
Setiap penggantian kompressor harus dilihat pada lebel yang terdapat pada kompressor .
Oli yg digunakan : Poly Alkaline Glycol (PAG). P/N 4C – 2959
Refrigerant yang digunakan : R 134a.