0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan47 halaman

Sistem Pendingin dan Pemanas A/C R-134a

Dokumen ini membahas sistem pendingin udara (AC) pada kendaraan. Dokumen ini menjelaskan komponen-komponen utama sistem AC seperti kompresor, kondensor, ekspansi valve, evaporator, serta cara kerja sistem tersebut.

Diunggah oleh

Dedy Wilson
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan47 halaman

Sistem Pendingin dan Pemanas A/C R-134a

Dokumen ini membahas sistem pendingin udara (AC) pada kendaraan. Dokumen ini menjelaskan komponen-komponen utama sistem AC seperti kompresor, kondensor, ekspansi valve, evaporator, serta cara kerja sistem tersebut.

Diunggah oleh

Dedy Wilson
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Air Conditioning System

1.000 PENDAHULUAN

Sistim a/c ( air condition ) adalah berfungsi untuk mengatur temparatur udara didalam ruangan operator
( cabin ). Pada sistem ini menggunakan cairan untuk mendinginkan ruangan dengan tipe R – 12 dan R –
134a ( refrigerant R – 134a ). Cairan yang bertipe R – 12 sudah tidak diproduksi lagi, karena kurang ramah
dengan lingkungan kita ini (akan merusak atmosfire bumi kita). Untuk tidak merusak atmosfire lingkungan
disekitar maka diproduksi cairan yang bertipe R – 134a. Refrigerant yang bertipe R – 134a sekarang ini
dipakai pada A/C sistem untuk semua tipe kendaraan. Pada buku ini hanya akan dibahas tentang A/C
sistem yang menggunakan refrigerant R – 134a. Tidak membahas tentang sistem yang lain.

1.001.a TUJUANNYA :

 Setelah mengikuti kursus ini para peserta diharapkan .


 Mengenal nama – nama komponen dan cara kerjanya.
 Mengetahui bagaimana cara menggunakan alat – alat ( special tool ) untuk vacum sistem, mengetes
kebocoran, mengisi cairan refrigerant kedalam gelas pegukur, dan mengisi cairan kedalam sistem A/C.
 Mengetahui bagaimana cara mengatasi persoalan.
 Dapat melakukan penyetelen dan pengetesan sistem A/C.

Setiap melakukan praktek lapangan para peserta diwajibkan memakai alat pelindung diri yang telah
disiapkan oleh perusahaan. Tidak diperkenankan ikut yang tidak menggunakan pelindung diri. Hindari
kecelakaan atau pekerjaan yang berbahaya. Jangan menghidupkan / menjalankan kendaraan ketika
kendaraan dipasang danger tag yang buka kita punya.

1.001 AIR CONDITIONING AND HEATING SISTEM (A/C DAN SISTEM PEMANAS)

Sistem A/C ini adalah sistem close circuit yang artinya cairan bersirkulasi didalam saluran yang
menggunakan cairant refrigerant. Dan sistem ini mempunyai :

Lima komponen yang terdiri dari Expansion valve, Compressore, Condensor Coil, Receiver –
dryer, dan evaporaor coil.

Enam komponent pada orifice tube sistem adalah Compressor, Condensor coil,
accumulator, dryer dengan sebuah orifice tube, dan evaporator coil.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 1


Air Conditioning System

Yang dimaksud dengan close sistem adalah yang mana sistem yang cairan refrigerantnya mengalir dari
componen pertama dan akan mengallir kembali ke komponen semula ( Refrigerant akan bersikulasi ).

1.002 NAMA DAN FUNGSI KOMPONEN.


1. Accumulator berfungsi untuk menyaring kotoran yang ikut mengalir dengan cairan refrigerant
di dalam sistem.
2. Compressor adalah bagian dari Air Condition sistem yang berfungsi sebagai pompa dan
menaikkan cairan tekanan refrigerant yang berbentuk gas.
3. Condensor adalah bagian dari air condition sistem yang mengubah cairant refrigerant dari gas
ke cairan untuk membuang panas.
4. Desiccant adalah bagian dari Accumulator atau inline – dryer yang berfungsi untuk menyaring
kotor dari air condition yang ikut mengalir.
5. Evaporator adalah bagian yang terletak pada sistem untuk mengubah berupa cairan refrigerant
menjadi Gas ketika panas bertambah ( Energi panas ).
6. Expention valve adalah bagian air condition sistem yang terus menerus mengalirkan cairan
refrigerant ke Evaporator coil.

1.003 HEATING SYSTEM ( SISTEM PEMANAS )

Sistim pemanas ( Heating sistem ) adalah mengambil dari sistem pendingin (cooolant system) dari engine.
Heater control valve (2) dihubungkan ketemperatur knop yang terletak pada cabin operator. Jika kontrol
knop diposisikan ke off , heater control valve akan menutup aliran pendingin yang menuju ke heater coil
(1).

Ketika control knop yang terletak pada cabin di posisi off, Control valve (2) akan terbuka untuk
mengisinkan coolant sistem mengalir kesaluran keluar (3) menuju ke valve (2) ke heater coil (1). Ketika

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 2


Air Conditioning System

pendingin dari Engine mengalir menuju ke heater coil, temperatur udara akan naik yang mengalir meliwati
coil. Naiknya temperatur udara di control oleh jumlah pendingin ( coolant) yang mengalir menuju ke coil.
Pendingin dari heater coil kemudian mengalir kembali menuju ke conection (4) dimana akan dikirim
kembali ke engine coolant sistem.

1.004 CIRCUIT A/C Dengan System Expansion Valve

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 3


Air Conditioning System

Compressor (1) adalah berfungsi untuk mengalirkan cairan refrigerant ke Sistem. Compressor (1)
merubahan Cairan refrigerant dari tekanan Rendah Menjadi temperatur uap ( gas ) yang Bertekanan
rendah menjadi uap yang Bertekanan tinggi. Naiknya
tekanan Dari kompressor (1) akan menyebabkan Temperatur dari refrigerant naik. Cairant refrigerant harus
dirobah menjadi uap (gas) yang bertekanan tinggi, banyaknya uap panas yangdi buang akan merobah
cairan agar temperaturnya tetap, ketika cairan refrigerant menuju ke condensor coil (2). Ini akan
merubah cairan refrigerant yang bertemperatur
tinggi.

Energi panas dari luar akan dirobah oleh cairan refrigerant yang terdapat di dalam condensor coil (2).
Cairan refrigerant yang terdapat pada Condensor coil (2) mengalir menuju receive – dryer (3) sehingga
Kotoran – kotoran udara yang 3 ikut
engalir akan tersaring. Dari receiver – Dryer (3), cairant refrigerant bergerak Menuju ke expansion valve (4)
yang mana cairan refrigerant akan berubah Menjadi tekanan tinggi , cairan yang ertemperatur tinggi di
rubah menjadi Cairan yang tekanan rendah.

Jadi ini dilakukan untuk menyerap Banyaknya panas dari luar oleh Cairan yang mengubah menjadi uap
Pada temperatur yang tetap melalui Evaporator coil (6). Udara di dalam Cabin operator akan dipindah
oleh A/[Link] udara di dalam cabin (ruang operator) akan dirobah oleh A/C sistem melalui cairan
refrigerant. Ini akan merobah cairan refrigerant yang bertekanan rendah, menjadi temperatur uap yang
bertekanan rendah. Compressor (1) mengalirkan refrigerant bertekanan rendah menjadi temperatur uap
yang bertekanan rendah sehingga cirkulasinya lengkap.

1.005 EXPANSION VALVE (KATUP PEMUAIAN )

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 4


Air Conditioning System

Expansion valve (4) adalah digunakan untuk mengubah temperatur tinggi, tekanan tinggi pada cairan
refrigerant menjadi tekanan rendah , dan cairan temperatur rendah. Expansion valeve juga terdapat
saluraan penghambatan (restrition) (11) yang mana akan mengizinkan tekanan cairan yang bertemperatur
tinggi menjadi cairan yang bertemperatur rendah.
Cairan yang bertekanan rendah ini menurunkan titik didih temperatur pada refrigerant dan akan
mengisap energi panas melalui cairan refrigerant yang berbentuk uap kedalam evaporator coil (6).
Cairan refrigerant yang bertemperatur tinggi menuju kesaluran masuk expansion valve (4) dan hanya
sedikit jumlah Cairan refrigerant yang keluar melalui hambatan (restriction) (11). Banyaknya saluran
(restriction) (11) diukur oleh gerakan dari ball dan rod (10). Spring (12) menggerakkan ball dan rod (10)
kebawah untuk mengurangi hambatan aliran cairan.

Bulb yang terdapat pada pipa capillar (8) ihubungkan ke outlet evaporator coil dan akan mengukur jumlah
temperatur yang keluar. Jika temperatur naik , tekanan pada pipa capiler (8) naik. Ini akan mendorong
Diaphragm (9) turun. Ball dan rod (10) dihubungkan ke diaphraggm (9), juga akan bergerak turun
kebawah. Naiknya tekanan tergantung dari saluran yang dihambat pada (110 dan akan mengisinkan cairan
refrigerant mengalir kedalam coil (6).

Ketika temperatur menurun, diaphragm (9) tertekan turun. Spring (12) sekarang mendorong ball dan rod
(10) ke atas untuk menghambat saluran (11) sehingga cairan refrigerant yang mengalir masuk kedalam
evaporator coil (6) berkurang.

Saluran (7) dihubungkan ketekanan rendah pada saluran keluar di evaporator coil (6) pada bagian bawah
expansion valve (4) dan diaphgram (9). Tekanan ini akan menyentuh tekanan yang diciptakan oleh bulb
pada pipa capilllar (8) yang dihubungkan kebagian atas diaphgram (9). Ini akan membantu aliran awal
pada cairan refrigerant dan mencegah agar evaporator coil (6) tidak digenangi cairan refrigerant.

1.006 RECEIVER - DRYER

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 5


Air Conditioning System

Temperatur tinggi, cairan bertekanan tinngi dari refrigerant mengalir menuju ke condensor coil (2) dan
meliwati receiver – dryer, cairant refrigerant yang meliwti filter (15) dan kemudian ke disiccant. Disiccant
(16) berfungsi menjaring kotoran – kotoran yang ikut mengalir dengan cairant refrigerant.

Receiver – dryer (3) juga akan menyimpan sedikit cairanrefrigerant . penyimpanan cairan refrigerant
digunakan untuk mengganti saat awal dilakukan pengisian pada sistem ( ketika kecepatan compressor
berubah ) dan jika sedikit kekurangan cairan refrigerant . Receiver – dryer harus diganti setiap tahun atau
juka diindikator (18) berwarna merah (berarti kotoran yang terdapat pada receiver dryer sudah terlalu
banyak ).

Relief valve (14) yang berlokasi pada receiver - dryer . Valve


ini akan membuang ketika tekanan telah mencapai 3450 Kpa
(500 psi). Receiver – dryer (3) mempunyai cutoff switch (17)
untuk mengontrol tekanan rendah. Jika tekanan pada sistem
menurun dibawah tekanan kurang lebih 175 kpa (25 Psi),
switch akan membuka ( melepaskan hubungan llistrik ). Ini
akan melepaskan hubungan electric circuit ke magnetic
clutch pada compresor dan compressor tidak akan dapat
beroperasi.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 6


Air Conditioning System

1.007 MOISTURE INDIKATOR ( PEMANTAU KOTORAN ).

Air condition system mempunyai indikator (18) untuk memantau kotoran yang ikut mengalir dengan sistim.
Indikator ini digunakan untuk menentukan berapa banyak kotoran yang terkandung didalam system.

Untuk melakukan pengecekan kotoran pada systim A/C harus dilakukan pada saat engine running selama
dua atau tiga jam. Jika pengecekan dilakukan sebelum system operasi, kemungkinan indikator akan
menunjukkan adaanya kotoran didalam system. Perhatikan indikator (18). Jika indikator berwarna merah,
didalam systim terdapat edapan kotoran. Kotoran yang mengedap harus dibuang.
Lihat section componen replacement pada Disassembly dan assembly. Jika indikator berwarna
biru menandakan sistem dalam keadaan bersih dan kering.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 7


Air Conditioning System

1.007.1 AC Dengan System ORIFICE TUBE ( A/C sistim pipa penyempitan)

1. Compressor
2. Condensor Coil
3. In-line Dryer/
oriffice tube assy
4. Evaporator Coil
5. Accumulator
A: Refrigerant bentuk gas bersuhu tinggi & bertekanan tinggi
B: Refrigerant bentuk cair bersuhu tinggi & bertekanan tinggi
C: Refrigerant bentuk cair bersuhu rendah & bertekanan rendah
D: Refrigerant bentuk gas bersuhu rendah & bertekanan rendah

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 8


Air Conditioning System

1.007.2 IN – LINE DRYER ( SALURAN PENGERING)

Pipa orifice assembly (7) yang berlokasi pada bagian ujung in – line driyer (3).Dryer (3) berlokasi pada
saluran yang menuju ke condensor coil (4). Driyer (3) didesain dengan menggunakan quick disconect (6)
sebagai sambungan untuk melepaskan sistem agar cairan dari refrigerant tidak mudah terbuang.
Penggantian Dryer (3) diganti setiap setahun sekali atau jika indikator (9) berwarna merah. Pada beberapa
model, lokasi desiccant terletak didalam accumulator (5). Accumulator terletak dilokasi pada saluran yang
menuju ke evaporator coil (4) ke compressor (1). Orifice tube (7) terdapat pada pipa assembly yang
terletak sebelum saluran masuk ke evaporator coil.

Orifice (7) dibuat dari plastik, mempunyai dua screen (13) dan pipa tembaga(10) yang sangat kecil
terletak dibagian bawah body tengah. Dua buah O-Ring
(11) di gunakan untuk mencegah kebocoran. Pipa orifice assembly (7) terpasang pada Dryer (3) yang
di gunakan untuk menempatkan thermostatic expansion valve.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 9


Air Conditioning System

Pipa orifice assembly (7) akan mengubah temperatur tinggi, cairan refrigerant yang bertekanan tinggi
ketekanan rendah , cairan yang bertemperatur rendah. Pipa orifice (10) sebagai penghambat yang akan
menurunkan aliran cairan yang bertekanan tinggi menjadi cairan yang bertekanan rendah. Bagaimanapun
juga pengontrolan kecepatan aliran ditentukan oleh perbedaan tekanan yang meliwati orifice.

1.008 ACCUMULATOR

Accumulator berfungsi untuk memisahkan cairan refrigerant yang lewat menuju keevaporator coil (4), dari
uap. Accumulator (5) menyimpan dan memisahkan cairan (air) (16) dan mengisap uap ke compressor (1).
Lobang (17) adalah digunakan untuk membleeding refrigerant oli yang berlokasi pada bagian bawah
accumulator (5). Lobang untuk membleeding refrigerant, bleeding untuk memisahkan oli dan cairan
refrigerant yang ke compressor.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 10


Air Conditioning System

1.009 AIR CONDITION DAN SISTIM PENGONTROL TEMPERATUR PANAS.


Adjustable thermostat sistim terdapat dua control knob. Temperatur control knob untuk air condition sistim
yang dihubungkan ke adjustable thermostat. Sebuah thermostat switch yang berfungsi untuk membuka
dan menutup pada perubahan temperatur. Jika posisi switch dioffkan, electric circuit akan menuju
kethermostat magnit clutch (2) dan aliran akan terputus, kemudian compressor (1) tidak beroperasi.
Ketika temperatur control knob diposisikan ke off, dan switch terhubung akan menentukan
temperatur ( Panas ).Ketika switch terhubung, aliran listrik akan menuju ke thermostat coil assembly
didalam clutch (2) dan compressor akan beroperasi kembali. Temperatur udara yang menuju ke evaporator
coil dimonitor oleh pipa capillar yang terletak diantara sirip – sirip evaporaotr coil. Temperatur control knob
untuk pemanas dihubungkan ke control valve pemanas ( heater ). Temperatur pada cabin akan ditentukan
oleh A/C dan control knob pemanas (heater).

1.009.1 FREEZE CONTROL SYSTEM ( SISTIM PENGONTROL DINGIN )

Nonadjustable thermostat menyatu dengan control knob. Temperatur control knob dihubungkan kecontrol
valve pemanas, yang mana akan mengontrol aliran pendingin (coolant) yang mengalir menuju keheater
coil.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 11


Air Conditioning System

Temperatur udara meliwati evaporator coil yang sudah diset oleh thermostat nonadjustable. Heater
temperatur control knob akan mengubah temperatur didalam ruangan operator.

Compressor (1) akan terus berputar sepanjang evaporator coil temperaturnya tidak menurun dimana
perubahan akan menjai dingin. Jika dingin berubah compressor akan membatasi aliran udara yang menuju
ke evaporator coil. Untuk perubahan dari dingin, thermostat switch akan membuka dengan temperatur ±
1,10 C (30 0F) dan akan menutup dengan temperatur ± 2.2 0 C ( 36 0
F ). Ketika switch membuka, electric
circuit menuju ke switch pada magnit clutch (2) juga akan terbuka (release ) dan compressor (1) tidak
akan berputar. Ketika switch dihubungkan, arus listrik akan mengalir menuju kecoil assembly kemagnit
clutch (2) dan compressor akan berputar kembali.

1.010 COMPRESSOR A/C SISTIM

Compressor mendapat putaran dari engine melalui crankshaft yang dihubungkan ke belt (tali kipas ) ke
clutch kemudian ke fully (2) yang terdapat dimana clutch berada. Drive Plate (3) yang terpasang pada shaft
compressor. Clutch dan fully assembly (2) berputar diatas bearing (5) dan tidak berhubungan dengan shaft
(4).

Magnit field manarik drive plate (3) untuk menghubungkan clutch dan pully assembly (2). Clutch dan pully
assembly (2) kemudian akan memutar shaft (4) untuk memutar compressor. Ketika aliran listrik ke coil
assembly (1) berhenti, magnit field akan terlepas. Ini akan membiarkan drive plate (3) terlepas dari clutch
dan pully assembly (2).Clutch dan pully assembly (2) kemudian akan bebas berputar pada bearing
(5).Rangkaiannya menghubungkan dan melepaskan pully ke compressor dicontrol oleh thermostat.
Thermostat di control oleh pipa capilar, yang mana terpasang diantara sirip – sirip evaporator coil.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 12


Air Conditioning System

2.000 TESTING AND ADJUSTING (PENYETELAN DAN PENGETESAN)

R- 134 a Pengisian A/C dan Special Tool


Peralatan yang dibutuhkan
Part No. Keterangan
9U6516 Hose berwarna merah
9U6514 Hose berwarna biru
5P7277 Pengetesan voltase
8T0500 Lampu pengetesan
9U5325 Thermometer
4C2985 Coupler tekanan tinggi
9U6512 Hose berwarna kuning
9U6491 Vacuum pump – 4CFM 220 – 250 V/50-60 Hz
4C2964 Pengetesan kebocoran

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 13


Air Conditioning System

9U6506 Tangki dengan capasitas pengisian 22.7 Kg

Pemasangan manifold ke gauge set

Peralatan yang dibutuhkan


Part No. Keterangan
4C2984 Coulper
9U6061 Thermistor electronic vaccum gauge
9U6510 Coumpond gauge (Pounds)
9U6511 Coumpond gauge (metric)
9U6508 Manifold gauge
9U6509 Manifold gauge
9U6513 Pressure gauge (psi)
9U6514 Pressure gauge (kpa)
9U6512 Hose kuning
9U6516 Hose merah
9U6514 Hose biru
4C2985 Coupler tekanan tinggi
4C2984 Coupler tekanan rendah

1. Hubungkan manifold gauge kepengisian (high pressure) dan suction ke compressor Hubungkan hose
warna biru dari gauge sebelah kiri ke lobang suction yang berada
Pada compressor. Hubungkan ujung hose merah dari sebelah kanan lobang pengisian
yang berada pada compressor. Yakinkan putaran pada coupling pemasangannya
berlawanan arah dengan jarum jam. Putaran coupling valvenya
Searah jarum jam untuk membuka cairan refrigerant.
2. Yakinkan semua hand valve dalam keadaan tertutup ( diputar searah jarum jam ).
3. Gunakan kain yang bersih untuk melonggarkan Fitting charging hose kuning pada manifold gauge. Ini
untuk mencegah oli compressore keluar. Bukan suction Hand valve sebelah kiri ½ dan biarkan ± dua
sampai tiga detik untuk membuang udara dari hose yang berwarna biru dan gauge set. Tutup hand
valve. Lakukan lagi untuk yang sebelah kanan pada hand valve pengisian untuk membuang udara
didalam hose. Kencangkan charging fitting warna kuning pada manifold gauge set.

2.002 EVACUATING SYSTEM ( VACUM SISTIM )

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 14


Air Conditioning System

(1) Low Pressure Valve, (2) High Pressure Valve, (3) Charging Hose, (4) Block Fitting Discharge (5)
Block Fitting Suction (6) Service valve discharge (7) Service valve Suction (8) Vacuum pump
exhaust port (9) Line from Condensor, (10) Line from evaporator

EVAKUASI
Yang dimaksud dengan evacuating sistim adalah suatu cara yang digunakan untuk mengosongkan udara
yang terdapat didalam saluran A/C system (Vaccum, menghisap udara yang terdapat di dalam saluran ),
agar udara atau air yang terdapat didalam saluran terbuang. Tujuannya adalah udara di dalam saluran
harus dibersihkan dahulu, agar refrigerant yang mengalir di dalam pipa - pipa betul2 bersih dari udara luar.
Jika melakukan evacuating tidak bersih, maka sistim A/C tidak dapat berfungsi dengan baik. Evacuating
sistim dilakukan saat mengganti komponen pada sistim atau mengganti compressor atau jika salah satu
sistimnya bocor, lamanya evacuating sistim ( vaccum sistim ) ini dilakukan selama 30 menit sampai 1 jam
(60 menit).

Sebelum melakukan evacuating periksa kebocoran – kebocoran pada smbungan – sambungan hose serta
conection yang longgar.

Prosedur Evakuasi ( Vacuum): -- Perhatikan gambar Evacuation/ Vacuum sistim

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 15


Air Conditioning System

1. Periksa level oli pada vaccum pompa.


2. Hubungkan electrik motor vaccum pump ke electrik yang bertegangan tinggi.
3. Pasang hose kuning (3) pada fitting yan ada pada pump.
4. Buka hand valve (1) dan (2) pada manifold gauge
5. Hidupkan vacuum pump
6. Putar vented exh valve (7) ke kiri , posisi membuka
7. Operasikan vacuum pump hingga pada “ Low Pressure gauge” terbaca 28 sampai 29 IN Hg.
8. Setelah tekanan vacuum tercapai tutup veted valve (7) dan biarkan pompa beroperasi lagi
sekitar 90 menit.
9. Jika spesifikasi tekanan tidak tercapai Kemungkinan ada kebocoran system
10. Setelah 90 menit, dan tekanan telah tercapai, tuitup ke dua valve (1) dan (2).
11. Matikan pompa , perhatikan !!! kebocoran vacuum tidak boleh lebih dari 2 IN Hg selama
maximum 5 menit.
12.

Pengetesan Kebocoran Sistem


Pada saat melakukan pengetesan kebocoran pada sistim, ruangan A/c harus dalam keadaan tertutup dan
yang harus diperhatikan pada saat melakukan pengetesan kebocoran A/C sistim, untuk mendapatkan
kebocoran pada saluran – saluran didalam sistim harus diisi dengan cairan refrigerant. 4C2964 adalah
nomor sebuah komponen electronic untuk mengetes kebocoran minimum sampai 12 ml (.4 oz ).
Lakukan langkah – langkah dibawah ini untuk menentukan kebocoran.
A/C sistim harus terisi cairan refrigerant sebanyak 0,4 kg (15 oz). Pasang manifold gauge zet untuk
mendeteksi kebocoran ketika tekanan refrigerant didalam sistim keluar.

Catatan : Uap dari refrigerant lebih berat dari udara . Untuk menghasilkan pengetesan
Yang bagus tempatkan sensor tip langsung kebagian yang bocor.

1. Gerakan sensor tip sepanjang kebocoran yang ada.


2. Jika kebocoran sudah diketemukan perbaiki yang bocor, jika perlu dibuka, buang semua refrigerant
dari sistim. Pasang yang baru lakukan pengecekan kebocorannya kembali, dengan mengisi kembali
refrigerant.

2.005 PENGECEKAN COMPRESSOR OLI

Jika komponen pompa diganti, lakukan prosedure dibawah ini untuk mengetahui berapa banyak oli
dibutuhkan ketika compressor diganti.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 16


Air Conditioning System

1. Operasikan engine Pada putaran rendah ( low idle ) dengan temperatur control knob pada posisi cool
maximum dan fan switch pada posisi high dengan lama waktunya 10 menit untuk menstabilkan sistim.
2. Matikan mesin dan buang semua refrigerant yang terisi didalam sistim. Lihat seksi recovering
refrigerant section testing dan adjusting.
3. Buka compressor dari kendaraan dan berikan tutup pada saluran suction dan selang pengisian
( disharge ) dan fitting.
4. Letakkan compressor pada posisi horizontal dengan plug berada pada bagian [Link] plug dan
buang oli, tmpatkan oli pada penampungan, putar shaft compressor 4 putaran untuk menguras oli yang
terdapat didalamnya.
Ukur jumlah oli yang tertampung didalamnya. Periksa jika oli telah bercampur dengan metal, karet,
atau adanya benda asing yang terdapat didalamnya. Isikan oli refrigerant ( PAG oli) ke compressor
dengan ukuran 177 sampai 237 ml ( 6 sampai 8 oz ).

Jika terdapat kotoran karet, metal atau benda – benda asing didalam sistim, perlu dibersihkan dan
diflushing sistimnya. Lihat pada section testing and adjusting. Jika jumlah oli didalam sistim diatas 325
ml (11 oz ), atau jika oli terlalu banyak yang bersirkulasi dengan refrigerant. Kapasitas pendingin akan
menurun ( berkurang ). Jika jumlah oli didalam sistim terlalu sedikit, compressor tidak akan dapat
dilumasi dan hasilnya compressor akan rusak.
Catatan : Tambahkan oli compressor melalui oli plug yang disediakan.

Jika perlu isi compressor dengan oli dimana oli refrigerant tidak dapat mengalir kesaluran suction atau
ke discharge valve service. Jangan mengisi pada bagian ujung shaft dari compressor.

Putar compressor shaft dengan tangan ketika akan mengisi dengan refrigerant oli. Untuk pengisian oli
kedalam compressor oli akan lambat mengisi ke bagian – bagian pada compressor.
Catatan :
Pemakaian oli hanya yang diisinkan dengan menggunakan oli refrigerant ( PAG Oli ) atau yang
disaranakan oleh pabrik.
5. Setelah pengisian oli yang baru sudah benar ke dalam sistim, pasang compressor dan
Fan belt. Lakukan prosedure charging sistim.
2.006 PENGISIAN SISTIM A C ( CHARGING)
Ketika menggunakan AC service Tools ( manifold gauge set) ada empat prosedur standar yang
direkomendasikan dalam melakukan pengisian (Charging ) Freon ke dalam system AC , yaitu :
a. Pengisian freon dalam bentuk Gas , tanpa ditimbang , engine hidup, AC hidup dan jumlah
freon diukur melalui tekanan dan suhu AC
b. Pengisian freon dalam bentuk Gas , dengan timbangan , engine hidup, AC hidup dan jumlah
Freon diukur melalui berat Freon yang masuk ke system

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 17


Air Conditioning System

c. Pengisian freon dalam bentuk Cair,dengan timbangan , engine mati, dan jumlah Freon
diukur melalui berat cairan Freon yang masuk ke system
d. Pengisian freon dalam bentuk Cair, dengan Charging Silinder , engine mati, julah freon
ditetukan melalui skala pada silinder charging.

Tabel di bawah ini dapat digunakan untuk menentukan tekanan sebuah wadah atau tabung yang
berisi refrigerant. Juga dapat diaplikasikan pada sistim AC yan tidk sedang beroperasi.

TEMPERATUR DAN TEKANAN YANG SESUAI DENGAN CHARGE UNTUK R – 134a


Temp Pressure Temp Pressure Temp Pressure Temp Pressure
C° ( °F ) Kpa ( psig ) C ° ( °F) Kpa (psig) C° ( °F ) Kpa ( psig ) C° ( °F ) Kpa ( psig )
-18 (0) 44 (6.4) 4 (40) 241 (34.9) 21 (70) 488 (70.8) 38 (100) 852 (123.5)
-17 (2) 51 (7.4) 5 (41) 248 (35.9) 22 (71) 498 (72.3) 38 (101) 866 (125.6)
-16 (4) 59 (8.5) 6 (42) 254 (36.9) 22 (72) 509 (73.8) 39 (102) 881 (127.8)
-14 (6) 66 (9.6) 6 (43) 261 (37.9) 23 (73) 519 (75.3) 39 (103) 896 (129.9)
-13 (8) 74 (10.7) 7 (44) 263 (38.9) 23 (74) 530 (76.8) 40 (104) 911 (132.1)
-12 (10) 82 (11.9) 7 (45) 275 (39.9) 24 (75) 540 (78.3) 41 (105) 926 (134.3)
-11 (12) 90 (13.1) 8 (46) 283 (41.0) 24 (76) 551 (79.9) 41 (106) 941 (136.5)
-10 (14) 99 (14.3) 8 (47) 290 (42.0) 25 (77) 562 (81.1) 42 (107) 956 (138.7)
-9 (16) 108 (15.6) 9 (48) 296 (43.1) 26 (78) 573 (83.1) 42 (108) 972 (141.0)
-8 (18) 117 (17.0) 9 (49) 305 (44.2) 26 (79) 584 (84.7) 43 (109) 988 (143.3)
-7 (20) 127 (18.4) 10 (50) 312 (45.3) 27 (80) 595 (86.3) 43 (110) 1004 (145.6)
-6 (21) 132 (19.1) 11 (51) 320 (46.4) 27 (81) 607 (88.0) 44 (111) 1020 (147.9)
-6 (22) 137 (19.8) 11 (52) 328 (47.5) 28 (82) 618 (89.7) 44 (112) 1036 (150.3)
-5 (23) 141 (21.3) 12 (54) 336 (48.7) 28 (83) 630 (91.4) 45 (113) 1053 (152.7)
-4 (24) 147 (21.3) 12 (54) 344 (49.9) 29 (84) 642 (93.1) 46 (114) 1069 (155.1)
-4 (25) 152 (22.0) 13 (55) 352 (51.0) 29 (85) 654 (94.8) 46 (115) 1087 (157.6)
-3 (26) 157 (22.8) 13 (56) 360 (52.5) 30 (86) 666 (96.6) 47 (116) 1103 (160.0)
-3 (27) 163 (24.2) 14 (57) 369 (53.5) 31 (87) 678 (98.4) 47 (117) 1120 (162.5)
-2 (18) 168 (24.4) 14 (58) 377 (54.7) 31 (88) 691 100.2) 48 (118) 1138 (165.1)
-2 (29) 174 (25.2) 15 (59) 385 (55.9) 32 (89) 703 (102.0) 48 (119) 1156 (167.6)
-1 (30) 179 (26.0) 16 (60) 394 (57.2) 32 (90) 716 (103.8) 49 (120) 1173 (157.6)
-1 (31) 185 (26.8) 16 (61) 403 (58.2) 33 (91) 729 (105.7) 49 (121) 1191 (172.8)
0 (32) 191 (27.7) 17 (62) 412 (59.8) 33 (92) 742 (107.6) 50 (122) 1209 (175.4)
1 (33) 197 (28.5) 17 (63) 421 (61.1) 34 (93) 755 (109.5) 51 (123) 1228 (178.1)
1 (34) 203 (29.4) 18 (64) 430 (62.4) 35 (94) 768 (111.4) 51 (124) 1247 (180.8)

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 18


Air Conditioning System

2 (35) 209 (30.30 18 (65) 440 (63.8) 35 (95) 782 (113.40 52 (125) 1265 (183.5)
2 (36) 215 (31.2) 19(66) 450 (65.2) 36 (96) 796 (115.4) 52 (126) 1285 (186.3)
3 (37) 221 (32.1) 19 (67) 459 (66.6) 36 (97) 809 (117.4) 53 (127) 1304 (189.1)
3 (36) 228 (33.0) 20 (68) 469 (68.0) 37 (98) 823 (119.4) 53 (128) 1323 (191.9)
4 (39) 234 (34.0) 21 (69) 478 (69.4) 37 (99) 838 (121.5) 54 (129) 1342 (194.7)

2.006.1 PROSEDUR PENGISIAN (Charging Dengan Engine Running)

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 19


Air Conditioning System

gambar sirkuit cara Charging :

1. Hubungkan manifold gauge ke discharge set (warna merah) dan lobang suction service
( warna biru ) pada compressor . Lihat pemasangan gauge pada testing dan adjusting.
2. Yakinkan suction valve (1) warna biru dan discharge valve (2) warna merah pada
gauge dalam keadaan tertutup ( putar searah jarum jam untuk menutup).
3. Putar valve yang terdapat pada tangki ( Berlawanan arah jarum jam ) untuk membuang
uap refrigerant pada hose pengisian (3).

Catatan : Posisi botol refrigerant harus posisi berdiri seperti diatas (seperti pada Gambar ). Ini digunakan
Untuk mengalirkan masuk refrigerant yang berbentuk gas.

4. Buang udara dari hose yang berwarna kuning dengan cara melonggarkan conection
Pada manifold gauge dan biarkan dua atau tiga detik, kemudian kencangkan kembali
Conectionnya.
5. Hidupkan engine dan running low idle.
6. Gerakan temperatur kontrol knob pada posisi maximum dingin, dan fan switch ke

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 20


Air Conditioning System

Posisi high .
7. Buka valve ( putar berlawanan arah jarum jam ) pada suction valve (1) ke manifold
Gauge untuk membuka refrigerant kedalam hose warna biru (A) yang dihubungkan
Ke suction valve (5) pada compressor. Catat pembacaan pada gauge .
Bacaan gauge harus tidak boleh melebihi pengoperasian normal .

Perlahan – lahan tambahkan refrigerant sampai masuk dan keluar ke accumulator hingga keadaan dingin .
Tutup ( putar searah jarum jam ) pada suction valve (1) untuk mencegah penambahan aliran udara
refrigerant ke compressor. Isinkan beberapa menit untuk menstabilkan kemudian periksa accumulator
apakah sudah dingin. Jika saluran yang masuk dan yang keluar dingin, tambahkan 0.25 kg (.5 lb)
refrigerant. Ini akan memberikan pengisian pada A / C sisitim yang benar .

1. Tutup kembali suction valve (1) untuk mencegah penambahan refrigerant ke compressor.
2. Jika pengisian telah normal lepaskan semua peralatan test.
3. Jika suction dan discharge pressure terlalu tinggi, menandakan terjadi pengisian yang berlebihan, tutup
hand valve (6) untuk menutup aliran refrigerant charging hose (3). Matikan Engine. Buka charging
valve (3).
4. Gerakan A /C control ke posisi off dan matikan engine.
5. Buka semua peralatan charging.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 21


Air Conditioning System

2.006.2. PENGISIAN DENGAN CHARGING CYLINDER ( Engine OFF)


( Dilakukan dalam kondisi Engine Mati)
!!!!! P E R I N G A T A N !!!!!

Jangan melakukan pengisian cairan freon pada saat engine running.


Catatan : Jika akan mengisi refrigerant pada sistim sebelumnya lakukan evacuate pada sistim. Tekanan
rendah (suction line) dapat diisi ketika engine hidup, dan tekanan tinggi (discharge line ) hanya diisi saat
engine dalam keadaan mati. Ikuti prosedure dibawah ini jika akan melakukan pengisian yang benar pada
sistim.

Yakinkan semua valve dalam keadaan tertutup.


1. Tutup hand valve pada manifold gauge, putar vaccum pump control switch ke posisi off, dan
buka hose dari vaccum pump.
2. Gunakan charging hose warna kuning (5) dan spensing valve yang dihubungkan ke tangki
refrigerant valve (9) pada bagian bawah charging cylinder (dengan menggunakan tangan ).
Lihat gambar. Jangan menghubungkan electrical plug.
3. Putar supply valve yang terdapat pada tangki untuk mengisi refrigerant ke dalam cilinder. Buka
spencing valve pada cylinder.

Buka valve (9) pada bagian bawah charging cylinder ( terletak pada bagian belakang pressure gauge )
sedikit keluarkan udara dari cylinder, kemudian tutup valve. Ketika sedikit yang terlihat jumlah refrigerant
didalam gelas pengukur (1), tutup valve (9) pada bagian bawah charging cylinder untuk mencegah aliran

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 22


Air Conditioning System

refrigerant yang kembali ketangki cylinder . Catat pembacaan pada gauge yang terletak diatas cylinder
Gauge akan terbaca dengan tekanan cairan refrigerant yang terdapat pada charging cylinder.

4. Putar plastic cover (4) pada charging sampai tekanan yang terbaca pada gauge scala
refrigerant. Putar plastic cover (4) sampai scalanya benar – benar terlihat pada plastic scala
cylinder glass.
5. Buka valve (9) pada bagian bawah cylinder dengan mengisinkan refrigerant
mengalir dari tangki ke charging cilinder. Tutup valve (9) ketika cairan telah
level pada glass (1) dan selurus dengan tanda yang terdapat pada plastic
cover adalah capasitas dari yang terisi ke dalam sistim pengisian. Untuk
contoh, jika pengisian pada glass scala adalah 3.1 kg (6.8 lb) jadi tanda
tersebut adalah untuk mengukur kemampuan didalam sistim yang akan terisi
oleh cairan refrigerant.

Catatan : Buka dan tutup untuk valve pada bagian atas cilinder untuk
Menurunkan tekanan yang terdapat pada bagian atas cilinder untuk
Beberapa menit.
6. Tutup dispensing valve pada tangki supply.
7. Buka Hose (5) dari valve (9) pada bagian bawah cylinder. Kencangkan dengan
tangan charging hose warna kuning (5) dari manifold gauge set di valve (9).
Buka valve (9) pada bagian bawah charging cylinder untuk mengisi refrigerant
Ke saluran hose (5). Longgarkan hose (5) yang menghubungkan ke gauge
Untuk membuang udara didalam saluran hose. Keraskan dengan
menggunakan tangan.

!!!!!!!!! P E R I N G A T A N !!!!!!!!!!

Jangan menghidupkan engine ketika sedang mengisi cairan refrigerant, compressor akan memompakan
kembali refrigerant kedalam charging sistim dan akan membahayakan cylinder (cylinder meledak).

8. Hubungkan electrical plug (8) ke cylinder untuk memanaskan agar tekanan


Refrigerant naik. Ketika tekanan didalam cylinder telah mencapai 655 sampai
758 kpa (95 samapai 110 psi),refrigerant siap untuk diisi kesistim.

Catatan : Pemanasan menggunakan electrical sistim tidak boleh terlalu panas


Karen Akan menyebabkan kerusakan pada plastic glass yang
terdapat pada cylinder. Prosedure pemanas digunakan hanya untuk

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 23


Air Conditioning System

menaikkan tekanan dari refrigerant, agar refrigerant dengan leluasa


menglir habis kedalam sistim.

9. Buka valve (3) pada gauge set untuk mengisinkan pengisian mengalir kedalam
Compresor melalui higt pressure dicharge.

10. Cepat tutup kembali valve (3) dan (9) pada bagian bawah charging cylinder
ketika level cairan refrigerant yang terlihat pada glass pengukur (1) telah
keposisi zero (Nol).
11. Lakukan pengetesan untuk mengetahui apakah sistim sudah terisi dengan
benar ke dalam sistim.

2.006.3 PENGISIAN DENGAN TIMBANGAN


A. Mengisi freon ke system dalam bentuk Cair: ( Engine Harus OFF)
Prosedur ini dilakukan dalam kondisi Engine harus mati, dan system telah dalam kondisi sudah
divakuum dan peralatan charging ( gauge dan hose-hosenya) masih terpasang pada system.
1. Tetukan jumlah /berat Freon yang akan diisikan ke dalam system dengan melihat pada spesifikasi
kendaraan masing- masing ( service manual)
2. Hubungkan hose kuning ke tabung Freon .
3. Letakkan tabung Freon dalam posisi terbalik diatas timbangan , lalu baca dan catat berat Freon
dalam tabung.
4. Tutup valve Low side ( warna biru) untuk mencegah cairan masuk ke bagian suction compressor.
5. Buka valve High side ( warna merah) pada compressor dan pada manifold set.
6. Buka valve pada tabung sehingga cairan Freon mengalir melalui hose kuning menuju manifold
seterusnya masuk ke system melalui hose merah (high side).
7. Perhatikan jumlah Freon yang masuk dengan melihat perubahan berat tabung pada timbangan.
8. Saat berat nya sudah berkurang sebesar jumlah Freon yang dibutuhkan system , segera tutup
valve pada tabung dan manifold.
9. Proses charging selesai, lepaskan hose kuning dan tabung.

B. Mengisi freon dengan timbangan ke system dalam bentuk GAS : ( Engine Hidup)
Prosedur ini dilakukan denngan bantuan isapan compressor sehingga Engine harus hidup dan AC
di on kan.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 24


Air Conditioning System

Perhatian : Karena compressor bekerja , maka Freon yang masuk ke system harus dalam bentuk
GAS dan jangan sekali-kali membalik posisi tabung saat engine masih hidup, untuk menghindari
Freon dalam bentuk cair masuk ke system.

1. Tetukan jumlah /berat Freon yang akan diisikan ke dalam system dengan melihat pada spesifikasi
kendaraan masing- masing ( service manual)
2. Hubungkan hose kuning ke tabung Freon .
3. Letakkan tabung Freon dalam posisi berdiri diatas timbangan , lalu baca dan catat berat Freon
dalam tabung.
4. Tutup kedua valve ( warna merahdan biru ) pada manifold untuk mencegah tekanan dari system
masuk ke dalam tabung . ( berbahaya bisa meladak !!!)
5. Hidupkan Engine , lalu hidupkan AC
6. Buka valve pada tabung sehingga gas Freon mengalir melalui hose kuning menuju manifold
7. Buka valve Low side ( warna biru ) pada compressor dan pada manifold set agar gas Freon dapat
terhisap oleh compressor.
PERINGATAN dalam kondisi engine hidup ini :
 Jangan sekali-kali membuka valve warna merah saat valve pada tabung masih terbuka
mengalirkan Freon k edalam system
 Jangan sekali-kali membalik tabung dalam agar cairan tidak masuk tehisap oleh
compressor

8. Naikkan RPM hingga 1200- 1500 , agar Freon dapat terhisap dengan cepat.
9. Perhatikan jumlah Freon yang masuk dengan melihat perubahan berat tabung pada timbangan.
10. Saat berat nya sudah berkurang sebesar jumlah Freon yang dibutuhkan system , segera tutup
valve pada tabung dan manifold.
11. Proses charging selesai,

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 25


Air Conditioning System

Gambar prosedur pengisian Freon dalam bentuk GAS , Engine Hidup :

No. (14) = timbangan ( scale)


E = Freon dalam bentuk gas
F = freon dalam bentuk cair

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 26


Air Conditioning System

Catatan Penting :
Untuk pengisian dalam bentuk Freon cair, maka Engine harus mati , system harus dalam kondisi
vacuum, tabung dibalik, valve merah terbuka dan valve biru tertutup .

2.008 TROUBLESHOOTING R – 134a AC System


( Mencari gangguan pada A/C sistim )

PERSOALAN SISTIM KELISTRIKAN


Persoalan 1 :
Tidak ada udara yang mengalir ke cabin operator . Evaporator blower tidak beropersi ketika fan
switch diaktifkan.

1. Lakukan prosedur dibawah ini :


a. periksa kerusakan fuse atau breaker switch.
b. Periksa secara visual semua sambungan – sambungan dari kabel. Gunakan
electrical schematic.
c. Periksa kodisi blade kipas
d. Periksa fan switch disemua posisi. Evaporator blower motor akan berputar di
semua posisi baik untuk AC maupun Heater
e. Gunakan AVO meter dan periksa voltasenya disemua component electrical
f. lakukan perbaikan atau penngantian komponen yg dianggap perlu.

Heating System ( Heater)


Untuk memeriksa sistem pemanas lakukan pemeriksaan dibawah ini:
[Link] egine dengan 1000 rpm.
[Link] keposisi maxsimum untuk heater temperatur control knop.
[Link] fan switch ke posisi high.
[Link] kondisi egine coolant t pada suhu operasi normal ,maka temperatur udara yang
Keluar dari heater harus hangat.

Jika dalam waktu 10 menit beroperasi tidak hangat,menandakan tidak ada udara yang mengalir melewati
core pemanas.

Persoalan 2 :

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 27


Air Conditioning System

Sedikit atau tidak ada udara hangat yg mengalir dari core pemanas.
1. Lakukan prosedur dibawah ini:
a. periksa egine coolant temperatur .Temperatur coolant harus normal operasi.
b. control valve pemanas harus beroperasi dengan benar .periksa penyetelan linkage
yang berada dari temperatur control [Link] harus terbuka penuh ketika ke posisi
maximum panas.
c. Periksa kondisi hose terjepit atau buntu ketika aliran air panas menuju kesistem.
d. lakukan perbaikan atau penngantian yang perlu .

Persoalan 3 :
JIKA Terdapat benda asing pada sistem
Jika terdapat benda asing yang ikut mengalir didalam sistem,lakukan flushing untuk membersihkan
sistemnya. Kotoran akan merusak komponen comperssor. gunakan prosedure dibawah ini untuk mencuci
atau memflusihing sistem.
[Link] revrigerant (lihat prosedur Recovering).
[Link] compressor.
[Link] reciver dryer atau inline dyer.

Jangan memberhsikan komponen AC dengan solvent , udara, air, fuel, dll.


[Link] komponen yang rusak dan flushing sistemnya dengan gas refrigerant R-134a
5 .Pasang receiver-dryer atau inline dryer yang baru.
6. Pasang compressor yang baru, compressor baru sudah terdapat oli didalamnya.

Catatan : Jika compressor yang bertipe R – 134a sudah terisi dengan oli sesuai
dengan tipe compressor, tetapi jika compressor yang bertipe R – 12a,
maka olinya yang terdapat didalam compressor harus diganti dengan oli R
143a. Compressor sudah terisi oleh oli dari pabriknya dengan oli sesuai tipe
yang terdapat pada lebel compressor.
7. Lakukan prosedur Evakuasi /Vakuum
8. Lakukan prosedur Charging.
9. Lakukan prosedur mengetes performance AC

Prosedure pengecekan penyumbatan AC Expansion valve dan orifice tube sistim

Jika tidak ada tanda – tanda hambatan yang terjadi pada condensor coil , receiver dryer atau saluran
refrigerant dari compressor ke receiver dryer , lakukan langkah 3.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 28


Air Conditioning System

Jika hambatan terdapat pada condenson coil,receiver driyer ataau saluran dari refrigerant ke omprressor
ke receiveer dryer :

Recover refrigerant (isi kembali refrigerent). Bersikan hambatan atau ganti komponennya.
Avacuating sistimnya . Isi rafrigerant dengan jumlah yang tepat . Lakukan pengetesan kebocoran. Lakukan
pengetesan .
Expansion Valve terjadi pembekuan es , periksa indikator pada receiver dryer. Jika indikator warna merah
lakukan pemeriksaan seperti dibawah ini :
- Tutup kembali refrigerant.
- Buka receiver Dryer.
- Evacuate sistimnya.
- Isi sistimnya dengan jumlah yang benar refrigerantnya
- Test kemampuan dari kebocoran.

Jika indikator berwarna biru sistemnya dalam kondisi normal yang terbatas dari kotoran ,tetapi expresion
valve buntu.
[Link] refrigerant.
[Link] /ganti expansion valve .
[Link] dievacuate.
[Link] kembali cairan refrigerant dengan jumlah yang besar.
[Link] kebocorannya .

Jika sistem pengisian pada ingikator [Link] pengetesan kebocoran.

Catatan:Jika sistem pada refrigerant rendah,kemungkinan hanya sedikit pengisian yang


Yang masuk kedalam sistem perlu dilakukan pengetesan kebocoran.

Jika tidak ada kebocoran didalam sistem,lakukan langkah ke-4.


[Link] kembali refrigerant.
[Link] semua kebocoran di dalam sistem .
[Link] sistemnya .
[Link] kembali sistemnya dengan jumlah refrigerant yang tepat.

[Link] rendah (suction line) dan tekanan tinggi (discharge) saluran refrigerant
ke [Link] tinggi pada saluran condensor coil harus hangat yang mana
saluran yang bertekanan rendah dari evaporator coil harus dingin ini menandakan
pegoprasiannya normal.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 29


Air Conditioning System

 Jika sedikit atau tidak terjadi perbedaan temperatur antara saluran tekanan tinggi dan tekanan rendah
yang kecopressor,lakukan langkah –5.
 Jika perbedaan temperatur dirasakan pada saluran tekanan tinggi dan tekanan rendah pada
kompressor, indikasinya pegoprasian pada sistem benar (tekanan tinggi hangat),(tekanan rendah
dingin) lakukan langkah-6.
5. Jika sistem kosong atau pengisian refrigerant hampir kosong:
a) Matikan engine.
b) Lakukan pengisian kembali
c) Lakukan test kebocoran.
d) Yang bocor di perbaiki
e) Evacuating sistemnya .
f) Isi refregerant dengan benar .

6. Kemungkinan sistemnya overcharge, pada saluran dirasakan ada perbedaan tekanan


tinggi dan rendah.
a) Isi kembali refrigerant .
b) Evacuasi sistemnya.
c) Isi kembali dengan jumlah refrigerant yang tepat.
d) Lakukan pengecekan ulang.
Jika outlet inlet hangat, refrigerant yang tertampung dalam sistim tidak mencukupi.
a) Isi kembali refrigerant
b) Evacuasi sistemnya
c) Isi kembali dengan refrigerant sistemnya
d) Lakukan pengecekan.

MEMERIKSA KEMAMPUAN AC
Untuk melakukan pengecekan kemampuan sistim A/C diharuskan menggunakan special tool ( AC Service
Tools) yang akan dihubungkan ke kompressorAC.
Catatan : sebelum melakukan pengecekan kemampuan , ikuti prosedure dibawah ini:
1) Condensor dan Evaporator.
Periksa apakah telah terjadi hambatan pada condensor dan evaporator, seperti kertas, plastik debu
dan lain – lain.
2) Periksa kekencangan kompressor belt.
3) Bersihkan filter yang terdapat pada sistem.
4) Periksa indikator pada receiver – dryer atau inline – dryer. Jika indikator merah, menandakan sistem
kotor. Buka receiver – dryer atau inline – dryer.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 30


Air Conditioning System

5) Periksa evaporator dan condensor pipa pembuangannya.


6) Pasang manifiold gauge.
7) Hidupkan dan operasikan engine dengan rpm 1000. temperatur control maximum dingin dan fan posisi
max.
8)
Operasikan engine pada posisi low idle. Tunggu 10 menit sistem akan bekerja. Selama A/C sistem
beroperasi normal pada temperatur 27°C siang hari, discharge pressurnya harus 140 sampai 210 psi dan
Suction pressure : 10 sampai 25 psi. Lihat table dibawah.
Udara dari luar sangat berpengaruh dengan tekanan (temperaturnya tinggi, tekanannya harus tinggi ).
Jika hari sangat panas, suction dan discharge keduanya akan tinggi.
Jika hari dingin suction presscure akan normal (rendah).Discharge pressure akan rendah.

PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH)


Untuk mencari masalah harus menggunakan spesial tool pressure gauge untuk mengetahui
tekanan yang ada .Dari jalur-jalur refrigerant juga bisa di ketahui normal atau tidaknya pengoprasian AC
melalui perbedaan temperatur dari tekanan tinggi ke tekanan rendah ,atau adanya pembekuan pada titik-
titik tertentu..Temperatur udara yang mengalir dari evaporator juga dapat dijadikan indikasi jika ada
persoalan pada sistem. Dan ingat , anda harus memahami dulu system AC secara kelseluruhan sebelum
melakukan diagnose yang benar terhadap gangguan yang ada.
PROSEDUR PEMECAHAN MASALAH :
 Pasang gauge set untuk mengatur tekanan pada sistem .
 Hidupkan egine dengan putaran 1000 rpm. Posisikan kontrol knop pada posisi maximum dingin, dan
kemudian fan switch A/C diposisi tertinggi. Operasikan selama 10 menit untuk menstabilkan sistem.
 Naikkan kecepatan egine 1300 sampai 1400 [Link] tekanan yang terbaca pada gauge yang
bertekanan rendah (suction geuge) dan tekanan tinggi (discharge gauge) . Pambacaan tekanan pada
gauge bisa mengindikasikan sebagian kondisi dari system.
Ukuran tekanan system dapat dilihat pada table berikut ini, berdasarkan kondisi udara luar tempat AC
dioperasikan.
PANAS UDARA LUAR YANG DICOCOKKAN DENGAN PENYETELAN TEKANAN SYSTEM AC
Udara luar Pressure test Pressure test
Temperatur °C (°F ) Tekanan tinggi Kpa (Psi) Tekanan rendah kpa (psi)
21 (70) 820 – 1300 (120 –190) 70 – 138 (10 – 20 )
27 (80) 950 – 1450 (140 – 210) 70 – 173 (10 – 25)
32 (90) 1175 – 1650 ( 170 – 240) 105 – 210 (15 – 30)
38 (100) 1300 – 1850 (190 – 270) 105 – 210 (15 – 30)
43 (110) 1450 – 2075 (210 – 300) 105 – 210 (15 – 30)

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 31


Air Conditioning System

PERSOALAN PADA SIRKUIT REFRIGERAT

Persoalan 4:
Udara kurang dingin atau tidak dingin yang mengalir dari evaporator coil.
Kondisi sistim 1 :
a) Pembacaan pada gauge yang bertekanan rendah tidak normal .Untuk tekanan normal operasinya
lihat table di atas.
b) Pembacaan gauge yang bertekaan tinggi tidak normal. Untuk tekanan normal lihat table di atas.
c) Udara yang keluar dari operator hanya sedikit dingin.
Kemungkinan Penyebab :
Ada Kebocoran pada circuit refrigerant yg menyebabkan tekanan system menjadi rendah :
a) Lakukan Test kebocoran .
b) Jika diketemukan adanya kebocoran , lakukan prosedur recover refrigerant.
c) Perbaiki kebocorannya.
d) Jika Freon yg bocor dalam jumlah banyak, maka sangat perlu untuk memeriksa kekurangan oli
compressor. ( oli terbuang bersama Freon yang bocor ).
e) Lakukan Prosedur Evakuasi ( Vakuum)
f) Isi kembali sistemnya dengan jumlah refrigerant yang tepat.
g) Lakukan pengecekan setelah sistemnya diisi dan hidupkan engine kemudian oprerasikan minimum
selama 10 menit untuk melihat performancenya.
Kondisi System 2:
a) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan rendah diatas normal.
b) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan tinggi diatas normal.
c) Udara yang mengalir dari evaporator terasa hangat.

Kemungkinan penyebabnya :
Terdapat udara atau uap air di dalam system.
a) Lakukan prosedur recovering
b) Ganti receiver dryer atai inline dryer, kemungkinan desiccantnya telah penuh denmgan uap air
yang nantinya akan ikut masuk ke dalam system.
c) Lakukan preosedur Evakuasi ( Vacuum)
d) Isi ( Charging) system dengan refrigerant dalam jumlah yang tepat
e) Setelah selesai pengisian refrigerant, operasikan A/C selama 10 menit, dan lakukan pengetesan
sistimnya .

Kondisi System 3:

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 32


Air Conditioning System

a) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan rendah ( suction) dibawah normal.
b) Tekanan yang terbaca pada gauge tekanan tinggi ( discharge) dibawah normal.
c) Aliran temperatur udara dari evaporator hanya dingin sedikit.
d) Saluran yang bertekanan tinggi atau pada receiver dryer terdapat pembekuan ( es) atau terasa
dingin.

Kemungkinan penyebabnya :
Terjadi hambatan pada saluran yang bertekanan tinggi ,pada receiver dryer atau inline dryer .Hambatan
ini dapat menyebabkan refrigerant terhisap dari evaporator lebih cepat dari pada yang masuk , karena
alirannya terhambat pada filter atau saluran tekanan tinggi, dan terjadi penumpukan refrigerant di
komponen tsb menyebabkan terjadi pembekuan (es).Kemungkinan lain adalah putaran motor atau fan
blower rusak.
a) Lakukan prosedur recovering
b) Buka dan ganti receiver - dryer atau inline dryer atau saluran cairan Freon yang mengalami
penyumbatan.
c) Ganti filternya dan bersihkan saluran yang terhambat .
d) Lakukan prosedur evakuasi ( vacuum)
e) Isi kembali dengan cairan refrigeran yang tepat dan benar .
f) Setelah sistimnya diisi dan dioperasikan A/C sistim selama 10 menit lakukan pengetesan .

Kondisi System 4:
Catatan : AC terasa dingin dan bagus pada pagi atau malam hari tetapi saat tengah hari atau
panas terik AC tidak terasa dingin lagi.
a) Pembacaan pada gauge yang bertekanan rendah (suction line) normal, tetapi akan tekanannya
berubah ke posisi vacuum saat prosedure pengetesan .
b) Pembacaan pada gauge yang bertekanan tinggi (discharge line) normal ,tetapi pembacaan pada
gauge ikut turun dibawah normal ketika gauge tekanan rendah turun ke posisi vaccum.
c) Udara yang mengalir dari evaporator sangat dingin kemudian menjadi hangat ketika gauge
tekanan rendah turun ke area vaccum .

Kemungkinan penyebabnya:
Terdapat banyak uap air di dalam system. Desiccant pada dryer telah penuh dengan uap air yang
akan menguap dam masuk ke system saat suhu udara luar tinggi.
Uap-uap air akan berkumpul membentuk es di dalam orifice tube dan akan menghambat aliran
Freon.
a) Lakukan prosedur recovery ( kosongkan system)
b) Ganti receiver – dryer atau inline – dryer .

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 33


Air Conditioning System

c) Bersihkan uap air dari dalam sistimnya .lakukan prosedur Evakuasi ( vacuum)
d) Lakukan prosedur charging dalam jumlah yang tepat
e) Setelah diisi jalankan A/C sistimnya selama 10 menit ,kemudian lakukan pengetesan.

Catatan :Tekanan rendah (suction ) turun ke area vacuum ketika terbentuk es di dalam expansion
valve Dan tekanan tinggi (discharge ) ikut turun ketika tekanan rendahnya turun ke area vacuum.

Kondisi System 5 :
a) Tekanan yang terbaca pada gauge suction line (tekanan rendah ) tidak berubah dan tetap, baik
saat komressor offataupun on. (tekanan harus naik ketika compressor tidak bekerja (enganged)
b) Tekanan yang terbaca pada gauge discharge (warna merah ) berada pada tekanan tertinggi pada
range normalnya.
c).Udara yang mengalir dari evaporator hanya dingin sedikit.

Kemungkinan penyebab :
Terdapat udara atau uap air didalam sistim ,bahkan dalam kondisi full charge refrigerant.
a) Lakukan pengetesan kebocoran ,pada kompressor
b) Lakukan Prosedur recovering
c) Perbaiki kebocoran
d) Lakukan prosedur evakuasi ( vakuum)
e) Charging sistim dengan refrigerant dalam jumlah yang tepat.
f) Setelah pengisisian pada sistim selesai ,operasikan A/C selama 10 menit dan lakukan pengetesan
kembali.

Kondisi System 6:
1) Gauge yang bertekanana rendah (warna biru ) diatas normal .
2) Gauge yang bertekanan tinggi (warna merah ) diatas normal .
3) Saluran cairan Freon yang bertekanan tinggi terlalu panas.
4) Kompressor bunyi (noisy) atau beltnya slip.

Kemungkinan penyebabnya :
Sistim overcharge.
a) Lakukan prosedur recovering
b) Isi ulang sistimnya dengan jumlah refrigerant yang tepat.
c) Lakukan pengetesan

Kondisi System 7:

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 34


Air Conditioning System

a) Gauge yang bertekanan rendah pembacaannya diatas normal.


a) Gauge yang bertekanan tinggi pembacaannya dibawah normal.
b) Temperatur udara yang mengalir dari evaporator hanya dingin sedikit.

Kemungkinan penyebabnya :
Internal leak pada compressor, Kebocoran pada reed valve compressor atau pada head gasketnya.
Bisa juga terjadi keausan pada piston dan ring piston atau cylinder compressor.

a) Periksa kekencangan drive belt pada compressor.


b) Lakukan pengetesan kebocoran pada kompressor
c) Jika kebocoran yang diketemukan di bagian dalam compressor ,(Internal leak).lakukan hal
dibawah ini :
 Ganti compressornya.
 Ganti receiver dryernya.
 Evacuate sistimnya ( vacuumkan sistimnya ).
 Isi A/C sistimnya dengan cairan refrigerant.
 Lakukan pengecekan setelah pengisian pada sistim dan operasikan 10 menit.

d) Jika kebocoran – kebocoran yang diketemukan bagian luar,seperti pada port,sambungan hose ,
fitting , maka lakukanhal di bawah ini :
 Recovery refrigerant (kosongkan refrigerant dari sistimnya )
 Perbaiki yang bocor.
 Evacuate sistimnya (vaccumkam sistimnya )
 Periksa level oli compressor, tambah bila perlu
 Setelah sistimnya diisi lakukan pengoperasian selama 10 menit, dan lakukan pemeriksaan.

Kondisi System 8
1) Pembacaan pada gauge yang bertekanan rendah ( warna Biru ) diatas normal.
2) Pembacaan tekanan pada gauge bertekanan tinggi (warna merah) dibawah normal.
3) Udara yang mengalir dari evaporator hangat.
4) Pada Suction hose (hose tekanan rendah) dan pada evaporator berembun ( banyak titik-titik air)

Kemungkinan penyebabnya:
Khusus untuk AC type expansion Valve :
Terlalu banyak ( berlebihan) refrigerant yang mengalir ke evaporator coil .Expansion valve stuck open
(posisi terbuka terus).

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 35


Air Conditioning System

1. Periksa kondisi operasi expansion valve . Gunakan prosedur di bawah ini:


a) Jalan kan AC ,Posisikan kontrol knob di posisi maximum dingin ,dan switch fan pada posisi high
b) Dinginkan bagian atas (head) expansion valve diaphragm chamber dan pipa capiler dengan
menggunakan es atau nitrogen [Link] pembacan gauge tekanan rendah (warna biru) .Gauge
yang bertekanan rendah harus menunjukkan vaccum .
c) Jika gauge yang bertekanan rendah (warna biru ) menunjukkan vacuum ,rasakan dengan tangan
anda pada bagian atas expansion valve diaphragm chamber (akan terasa hangat ) dan ulangi
langkah “b” untuk menyakinkan pengoprasian expansion valve. Jika pengoprasian valve benar
lanjutkan ke langkah “2”.
d) Jika gauge tekanan rendah (biru) tidak menunjukkan pengoprasian expansion valve yang
benar ,lakukan prosedur recovering.
e) Ganti expansion valvenya
f) Evakuasi sistemnya (vaccumkan sistemnya).
g) Isi sistemnya dengan jumlah refrigerant yang benar.
h) Setelah sistem terisi ,lakukan pengetesan selama 10 menit periksa kemampuan operasinya .

Catatan:
Saat memasang expansion valve sangat penting memperhatikan posisi pemasangan sensing bulb nya .

[Link] tekanan rendah (warna biru) pada gauge menunjukkan expansion valve bekerja dengan baik
,lakukan prosedur dibawah ini:

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 36


Air Conditioning System

a) Gunakan special tools (8P-6355) atau alat penjepit yang sesuai untuk memposisikan bulb pada
pipa outlet evaporator dengan benar. Sensing bulb ini harus langsung & rapat bersentuhan
dengan coil evaporator dan dibungkus dengan isolasi khusus ( 5P7070) untuk merekatkan
dengan baik ke pipa outlet evaporator.
b) Lakukan pengecekan operasi dengan benar.

Kondisi Sistim 9 :
1). Tekanan pada gauge warna biru terlalu rendah .
2). Tekanan pada gauge warna merah terlalu rendah .
3). Aliran temperatur udara dari evaporator hangat atau hanya sedikit dingin .
4). Kemungkinan terdapat uap air atau es pada saluran masuk ke expansion valve atau orifice tube .
Kemungkinan penyebabnya:
Pengoprasian expansion valve atau orifice tube tidak benar ,menyebabkan tehambatnya aliran
Freon ke evaporator .(terdapat hambatan pada saluran masuk ,valve stuck pada posisi tertutup ,atau
sensing bulb tidak bekerja oleh perubahan suhu =dingin)
Untuk sistem yang menggunakan expansion valve lakukan langkah 5 dan untuk orfice tube lakukan
langkah 7.

5).Jika expansion valve inletnya di sentuh dengan tangan & terasa dingin, lakukan prosedur pemeriksaan
expansion valve pada ”kondisi system 8 “ di atas.
[Link] tekanan pada gauge biru (suction) mengindikasikan expansion valve bekerja dengan baik, lakukan
prosedur dibaweah ini :

A. Gunakan special tools (8P-6355) atau alat penjepit yang sesuai untuk memposisikan bulb pada
pipa outlet evaporator dengan benar. Sensing bulb ini harus langsung & rapat bersentuhan dengan
coil evaporator dan dibungkus dengan isolasi khusus ( 5P7070) untuk merekatkan dengan baik ke
pipa outlet evaporator.
B. Lakukan pengecekan operasi dengan benar.

7. Ganti in-line dryer atau orifice tuibe , lalu


a) Evakuasi sistim (vaccumkan sistimnya).
b) Isi sstimnya dengan refrigerant dengan jumlah yang tepat dan benar.
c) Lakukan pengecekan utuk menyakinkan pengoprasian sisitimnya benar-benar okey.

Sistim langkah 10:


1) Tekanan rendah gauge (biru) pembacaan terlalu tinggi .
2) Tekanan tinggi pada gauge (merah)pembacaan terlalu tinggi .

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 37


Air Conditioning System

3) Udara dari evaporator hangat.

Kemungkinan penyebabnya :
Condensor tidak bekerja dengan baik ( gangguan pada condensor)
Catatan: Kemungkinan sistim tidak normal atau refrigerant berlebihan( over charge)
1) Periksa aliran udara ke condensor apakah terhambat?
2) Bersihklan kotoran yang manghambat aliran udara pada condensor, lalu periksa kembali kondisi
operasi AC
3) Jika persoalannya masih tetap ,lakukan prosedur dibawah ini :periksa sistim refrigerant yang
berlebihan .

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! PERINGATAN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Jangan mengoperasikan engine .


a) Kosongkan refrigerant dari sistimnya .
b) Evacuate sitimnya (vaccum sistimnya).
c) Isi kembali sistimya dengan jumlah refrigerant yang benar dan tepat.
d) Lakukan pengecekan utuk menyakinkan sistin bekerja dengan baik .

[Link] gauge biru dan merah pembacaannya tetap tinggi, lakukan prosedur dibawah ini:

a) Kosongkan refrigerant dari sistimnya .


b) Buka receiver-dyer atau on-line dyernya.
c) Evacuate sistimnya (vaccum sistimnya).
d) Lakukan pengisian cairan refrigerant dengan jumlah yang benar dan tepat.
e) Setelah selesai sistimnya diisi, operasikan A/C sistim selama 10 menit ,lakukan pengecekan .

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 38


Air Conditioning System

PERSOALAN PADA KOMPRESSOR


Persoalan 5 :
Clutch Kompressor tidak mau terhubung .
Kondisi Sistem :
1) Gauge yang biru bertekanan rendah (suction line) pembacaan diatas normal .
2) Gauge yang merah bertekanan tinggi (discharge)pembacaan dibawah normal .
3) Udara yang mengalir kecabin operator hangat.

Kemungkinan penyebabnya :

Swicth thermostat stuck diposisi open ,clutch tidak dapat memutarkan kompressor compressor.
Kemungkinan yang rusak adalah kabel yang terdapat pada switch ,atau magnetic clutch .Kemungkinan
kabel yang terputus yang menuju ke magnetic clutch .Cappilary tube tidak bekerja .

a) Periksa connector cable pada thermostat switch dan magnetic clutch .


b) Periksa isolasi yang rusak ,kabel yang terputus dari switch kemagnic clutch .
c) Gunakan multimeter ,periksa hambatan yang menuju ke coil. Lihat spesifikasi pada manual.
d) Periksa ground magnetic clutch.
e) Hubungkan ke dua kabel (jumper) pada switch untuk mengecek pongoperasian magnic clutch.

1) Jika persoalan yang ditemukan kabel longgar atau switch magnic clutch ,kabel clutch yang
terputus dapat menyebabkan switch terbuka terus .lakukan perbaikan dan test kembali sistimnya .
2) Jika persoalan pada thermostatic switch ( pipa capillar tidak berfungsi atau switch stuck diposisi
open ),ganti switch dan lakukan pengecekan untuk menyakinkan pengoprasian benar .
3)
Persoalan 6 :
KOMPRESSOR TERUS MENERUS BERPUTAR/BEKERJA ATAU CLUTCH TIDAK TIDAK MAU
LEPAS
(Bisa disebabkan terjadi pembekuan (ES) pada evaporator yang menghalangi aliran udara ke
cabin)

Kondisi Sistim:
1). Pembacaan pada gauge biru low pressuer dibawah normal .

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 39


Air Conditioning System

2). Pembacaan pada gauge merah yang betekanan tinggi dibawah normal
3). Udara pada cabin operator sangat dingin ,atau aliran udara terhambat.

Kemungkinan penyebabnya:
Thermostatic Switch stuck pada posisi close ( terhubung terus) . Terjadi short pada kabel yang
menuju ke magnetic clutch. Magnetic Clutch melengket ke drive compressor.

a) Periksa kabel magnetic clutch apakah terjadi short?


b) Ganti thermostat nya
c) Perbaiki magnetic clutch jika perlu.

Persoalan tambahan yang lain : 7


AC kurang dingin ( meskipun clutch dalam kondisi terhubung)
Kemungkinan penyebabnya :
 Kompressor belt longgar atau longgar aus, condensor terhalang oleh lap,kotoran debu atau kain
lap.
 Pipa ofifice hilang
 Pipa orifice tertutup atau saluran cairan terhambat.
 Pengisian cairan refrigerant rendah.
1) Hubungkan manifold gauge ,lihat section troubleshoting .
2) Hidupkan engine. Operasikan dengan rpm 1400. Gerakan kontrol temperatur keposisi maximum dan
fan pada posisi high .Tutup jendela .Operasikan minimum selama 10 menit untuk menstabilkan
sistimnya .
3) Rasakan accumulatornya ,acumulator bagian luar harus dingin , jika tidak periksa pembacaan pada
gauge
 Jika pembacaan gauge biru tekan diatas 345 kpa (50 psi) ,periksa kemungkinan
tekanan hilang pada pipa orifice .
 Jika pembacaan gauge vaccum ,periksa pengisian pipa orifice atau salurannya
[Link] pada saluran dapat didetektif dengan menggunakan tangan sepanjang
saluran sam,pai temperaturnya [Link] temperatur ini akan selalu terasa pada lokasi
dimana terdapat hambatan .Lihat seksi orpfpce penyetelan dan pengetesan.
4) Jika saluran masuk dan keluar accumulator tersa hangat ,lihat seksi pengisian ,
pengetesan kebocoran dan penyetelan dan pengetesan.

Membongkar dan Memasang Sistim perbaikan dan Pembongkaran komponen

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 40


Air Conditioning System

Ketika melakukan perbaikan pada A/C sistim, yang paling penting bahwa sistim harus dalam keadaan
bersih dan bebas dari kotoran atau pencemaran .Tutup semua plug yang terbuka untuk menghindari
kotoran atau udara yang masuk kedalam [Link] cairan refrigerant yang baru sesuai viscositinya (lihat
kompressor specifikasi untuk penggunaan oli yang benar ),dan tambahkan cairan refrigerant utuk
menambahkan kesistim .Jika ada matrial yang lain atau jika akan melakukan perbikan dan penggantian
komponent dan hose, lakukan prosedur dihalaman sebelum ini:

1. Buka pengisian dari refrigerant. Lihat seksi pengetesan dan penyetelan .


2. Buka semua komponen atau jika ada hose pengggantian atau perbikan ,pasang plung pada hose yang
dibuka untuk menghindari kotoran yang masuk.
3. Gunakan prosedur dibawah ini untuk mengetahui berapa jumlah oli yang hilang selam hose atau
komponent yang lainnya dibuka /diganti.

Jumah oli yang ditambahkan ketika komponen diganti atau dilepas


Komponen Jumlah oli yang akan diisi ketika komponen di buka atau diganti
Accumulator 30 milli (1 fluid oz)
Kompressor Lihat seksi pengecekan oil pada komprssor
Condensor 90 milli liter (3 fuild oz)
Evaporator 60 milli liter (2 fuild oz)
Receiver-dyer 30 milli liter (1 fuild oz)
In-line dyer 30 milli liter (1 fuolf oz)

Mengganti Akumulator
Refrigerant harus dibuang sebelum embuka accumulator .Lihat seksi pengosongn refrigerant pada
pebgetesan dan penyetelan .gunakan peralatan safety sebelum melakukan pekerjaan ini.

Buka accumulator. Buka semua oli yang terdapat pada accumulator hingga bersih,tampung oli yang keluar
kemudian ukur berapa jumlah oli yang telah tertampung .tambahkan oil dengan jumlah oli yang keluar dari
accumulator ,ditambah 30 milli liter(1 fuild oz).Setelah itu evacuate sistimnya (vaccumkan sistimnya)

Membuka kompressor Assembly


(Lihat pada seksi pengetesan dan penyetelan )
1. Buang cairan refrigerant
2. Buka semua kabel electrik dari mekanic clutch
3. Longgarkan baut (1) dan belt (4) .Gerakkan kompressor imuka belt (2) .
4. Buka hose (3) dan berikan penutup pada fitting terebut dan kompressor (6) .Bri

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 41


Air Conditioning System

tandah pada hose tekanan tinggi (discharge hose) dan tekanan rendah (suction
hose).
5. Buka baut (1) dan (5) lepaskan kompressornya .

Memasang kompressor
1. Periksa juklah oil dan kondisi oil pada konpressor (6)
2. Periksa drive belt pada kerusakan dan pasang yang baru jika diperlukan .
3. Pasang kopressor (6).
4. Hubungkan duscharge hose dan suction hose ke kompressor.
5. Hubungkan kabel listrik ke magnitik clutch.
6. Lakukan evacuating sistim (vaccumkan sistimnya).
7. Lakukan pengisian cairan refrigerant.
8. Test sistim A/C dan lakukan pengecekan .

Catatan: Kencangkan belt dengan kekencangan 400  45 (90  10 lb).Gunakan belt gauge belt
tension Jika menggunakan belt yang baru kekencangan belt 535 ±22 N (120 ± 5 Ib ). Operasikan egine
kira – kira 30 menit. kemungkinan adjust keteganganya pada belt 400 ± N( 90 ± 10 Ib ).
Jika pasang kondensor baru atau direbuil , tambahkan sistim dengan cairan refrigerant sebanyak 90
milli liter (3 fuilt oz ).Jika evaporatornya baru atau yang direbuild tambahkan sebanyak 60 milli liter (2
fuilt oz ).Jika receiver dyer atau inline dyer yang dipasang baru , tambahkan cairan refrigerant
sebanyak 30 milli liter (1 fuilt oz ).
Membuka Expansion Valve

Untuk membuka expansion valve ,gunakan prosedur dibawah ini :


a) Kosongkan cairan refrigerant .
b) Buka isolasi dan clip yang menahan sensing bulb pada pipa saluran keluar evaporator .
c) Buka pressure sensing dari saluran pipa keluar evaporator
d) Longarkan dan buka kedua conection expansion valve .Buka expansion valve .
e) Pasang expansion valve yangtelah dibuka dan kencangkan kedua connection .
f) Kencangkan presure sensing conection pda pipa saluran keluar evaporator
g) Gunakan clip 8P6355 utuk menahan sensing bult pada pipa saluran keluar .sensing bult harus
yakin dalam keadaan tertutup . bult harus mengikuti jalur sensing yang dihubungkan
keluarevaporator. Isolasi 5P7070 harus dapat membungkus disekeliling clip .
Catatan : Yakinkan kondisi dari O ring dalam keadan bagusdan lumasi sedikit dengan
refrigerant oli sebelum dipasang .

1. Yakinkan semua sambung – sambung dalam keadaan kencang .

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 42


Air Conditioning System

2. Evacute sisitimnya ( Vaccumkam sistimnya ).


3. Isi sistimnya dengan cairan refrigerant debgan jumlah yang tepat dan benar .

Mengganti In – Line Dryer

Untuk mengganti In – Line Dryer dan pipa orifice ,gunakan prosedur dibawah ini :
a) Matikan egine dan biarkan A/C sistimnya selama 5 menit untuk meratakan tekanan.
b) Buka hose pemasangan (1) dan In – Line Dryer pada coupler.
c) Hubungkan hose yang telah dibuka ke hose (1) padaIn – Line dryer.
d) Tambahkan oli mrefrigerant sebanyak 30 milli liter ke sistim .
e) Hubungkan egine ,operasikan A/C sistim selama 1 menit
f) Dengan sisitin beroperasi buka hose pada saluran keluar dari In –Lina dryer yang lama pada
coupler .
g) Matika egine dan biarkan A/C beopersi selam 5 menit untuk menyamakan tekanan.
h) Hubungka hose (2) yang telah dibuka pada langkah 5 In – Line Dryer baru .

DATA – DATA PADA KOMPERSSOR


SE – 3768 OR – 6758 KOMPRESSOR
A)Jarak antara drive plate , clutch assemby dan pully assembly adalah :0.56 sampai 1.45 mm (022 sampai
.057 inch ).

a) Relief valve akan membuka dengan tekanan 3055 +275 – 70 Kpa (440 + 10 Psi ).
b) Kencangkan pemasangan baut 25 ± 7 Nm (220 ± 62 Ib in ).
c) Banyaknya cairan oli refrigerant ke kampressor 177 sampai 237 cm ³ (6 sampai 8 fl oz ).
d) Kencangkan drive plug 10 ± 2 Nm (90 ± 18 Ib I).
e) Kencangkan belt ( tali kipas ) baru 535 ±22 N (120 ± 5 Ib ).
Oprasikan A/C sistimnya selama 30 menit , kemudian kencangkan ketegangan beltnya dengan
400 N (90 Ib).
Catatan Spesifikasi : untuk Kompressor :
 Clutch 24 DCV coil dengan tahanan 12.5 Ohm .
 Clutch 12 DCV coil dengan tahanan 14.4 Oh
 Refrigerant oil untuk komperssor 101 – 1759 , 114 – 9484 , 3E – 1908 DAN 3E 1909 :
Kapasitas olinya adalah 300 Ml ( 10 fl oz ).
 Setiap penggantian kompressor harus dilihat pada lebel yang terdapat pada kompressor .
 Oli yg digunakan : Poly Alkaline Glycol (PAG). P/N 4C – 2959
 Refrigerant yang digunakan : R 134a.

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 43


Air Conditioning System


Daftar kapasitas /jumlah kebutuhan Refrigerant R 134-a , untuk beberapa unit


Caterpillar di PT INCO

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 44


Air Conditioning System

Model Equipment Jumlah pengisian 24H 2.6 kg ( 5.7 lb)


Refrigerant OFF HIGH WAY TRUCK (OHT)
TRACK DOZER : 773B 2.0 kg ( 4.5 lb )
D4C 1.9 ( 4.2 lb) 773D 2.0 kg ( 4.5 lb )
D6R 1,6 kg (3.5 lb) 777C 2.0 kg ( 4.5 lb )
D7R 1,6 kg (3.5 lb) 777D 2.0 kg ( 4.5 lb )
D8R 1,7 kg (3.7 lb) EXCAVATOR
D10R ( Large 2.6 kg (5.7 lb) 320 1.8 kg ( 4.0 lb)
Accumualtor) 320L 1.0 Kg ( 2.2 lb)
D10R (Roof mount) 2.1 kg ( 4.6 lb) 320C 1.0 Kg ( 2.2 lb)
834B Wheel Dozer 3.0 kg (6.6 lb) 375 2.2 kg (4.8 lb)
LOADER 5080 2.2 kg ( 4.8 lb )
924H 1.6 kg (3.5 lb) 385C 1.1 kg (2.4 lb)
950 2.0 kg (4.4 lb) WHEEL TRACTOR- SCRAPER
966F 2.1 kg (4.6 lb) 615C II- SCRAPER 1.7 kg ( 3.7 lb )
966G 2.3 kg (5 .0 lb) 621E –HAUL MASTER 2 .0 kg ( 4.5 lb)
966G II 1.9 kg ( 4,2 lb ) 621F – HAUL MASTER 2 .0 kg ( 4.5 lb)
988F 2.7 kg ( 6.0 lb ) 621G – HAUL MASTER 2 .0 kg ( 4.5 lb)
992D 2.8 kg ( 6.2 lb ) BACKHOE LOADER
416B 2.1kg (4.6 lb)
992G 2.3 kg ( 5.1 lb )
426 & 436 2.1 kg ( 4.6 lb)
MOTOR GRADER
446 2.2 kg ( 4.6 lb)
16G 2.3 kg ( 5,0 lb )
TELEHANDLER
16H 2.0 kg ( 4,5 lb )
TH 220- TH 580 0.8 kg ( 1.76 lb)

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 1


Air Conditioning System

AC SYSTEM TYPE EXPANSION VALVE

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 2


Air Conditioning System

AC SYSTEM TYPE ORIFICE TUBE

PTI-MEM TRAINING - rev. 02/ Jan 09 3

Anda mungkin juga menyukai