Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
PERJANJIAN KERJA SAMA
DINAS KESEHATAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR:
DENGAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURI HUSADA TEMBILAHAN
TENTANG
PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN
Nomor : 138 /DINKES / VI/ 2019
Nomor :329/ RSUD - YANMED /VI / 2019
Pada hari ini SELASA, Tanggal DUA PULUH LIMA Bulan JUNI Tahun DUA
RIBU SEMBILAN BELAS, yang bertanda tangan di bawah ini :
1, [Link] ARIFIN,[Link], Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Indragiri Hilir berdasarkan Keputusan Bupati Nomor : KPTS.936/XII/HK-
2015 tanggal 30 Desember 2015 sebagaimana yang berkedudukan dan
berkantor di Jalan M. Boya Tembilahan Hilir dalam hal ini bertindak dalam
jabatannya tersebut yang untuk selanjutnya disebut sebagai "PIHAK
PERTAMA’.
2. Dr. SAUT PAKPAHAN, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada
yang berkedudukan dan berkantor di Jalan Veteran nomor 52 Tembilahan
Hilir dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut berdasarkan
Keputusan Bupati Indragiri Hilir Nomor KPTS. 339/II/HK.2018 tanggal 09
Februari 2018 yang untuk selanjutnya disebut sebagai ” PIHAK KEDUA”.
Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK HEDUA secara bersama-sama
disebut "PARA PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut "PIHAK” Sepakat
ae menandatangani Perjanjian dengan syarat dan ketentuan sebagai
its
2 PASAL 1
DEFINISI DAN PENGERTIAN
1. Dinas adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir yan,
z i ir ig
mempunyai kewenangan dari Pemerintah Kabupaten dragiri Hilir
dalam rangka pelaksanaan kesehatan; nee 4
Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada adalah salah satu bentuk
Sarana kesehatan yang berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan
ee
2.ji tiasa
mujukan dan atau upaya kesehatan penunjang diharapkan senanl
femperhatikan fungsi sosial dalam memberikan pelayanan kesehatan
epada masyarakat; -
Boal anes Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas
adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarkan upaya
Kesehatan masyarakat dan uUpaye kesehatan perseorangan tingkat
pertama, dengan lebih mengutamakan upay@ promotif,preventif untuk
mencapai derajat Kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
iwi kerjanya; 4
divin Kesehatan yeng selanjutnya disebut Faskes adalah Fasilitas
Pelayanan Kesehatan perorangan, baik promotif,preventif, kuratif
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah,Pemerintah
Daerah, dan /atau masyarakat;
Pelayanan Gawat Darurat/Emergency adalah pelayanan kesehatan
tingkat lanjutan yang jharus diberikan secepatnya untuk mengurang!
resiko kematian atau cacat ,tanpa memperhitungkan jumlah kunjungan
dan pelayanan yang diberikan kepada peserta/anggota keluarganya
diluar jam kerja pada hari libur;
Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan adalah upaya
pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub
spesialistik yang meliputi rawat jalan tingkat lanjutan,rawat inap
tingkat lanjutan , dan rawat inap di ruang perawatan khusus;
Sistem Rujukan Pelayanan kesehatan adalah Penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung
jewel ant kesechatansecara timbal balik baik vertikal maupun
jorizontal;
PASAL 2
MAKSUD DAN TUJUAN
. Maksud perjanjian kerjasama ini adalah mendukung kelancaran
pelaksanaan rujukan di Fasilitas kesehatan milil
Tujuan Perjanjian Kerjasama ini sebagai berikut :
a. Peningkatan kualitas pelayanan gawat darurat di Fasilitas Kesehatan
i ‘Tingkat Pertama (Puskesmas) dan Rumah Sakit;
. Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas sistem rojukan tara
Puskesmas dan Rumah Sakit; os ie;
c. Peningkatan tata kelola yang baik dalam sektor kesehatan agar
‘tercipta iklim yang saling berkontribusi secara timbal balik antar
‘kualitas fasilitas pelayanan dan sistem rujukan;
Pemerintah.
d..Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk
meningkatan efisiensi sistem rujukan dan pelayanan k seh Hi
Fasilitas Kesehatan mili Pemerintah. SETPASAL 3
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Perjanjian kerjasama ini meliputi : , ‘
a. ate ee kualitas pelayanan gawat darurat di Fasilitas
Kesehatan milik Pemerintah, termasuk peningkatan alcuntabilitas
layanan keschatan. dan pemanfaatan teknologi. informasi dan
komunikasi untuk rujukan.
2. Penguatan efesiensi dan efektivitas sistem rujukan diantara puskesmas
dan Rumah sakit.
3. Peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
PASAL 4
FOKUS KEGIATAN
Fokus Kegistan dalam perjanjian kerjasama ini, adalah untuk
meningkatkan mutu pelayanan. kesehatan dan sistem rujukan melalui
pendekatan berlandaskan bukti (evidence based),berupa perkembangan
model pelayanan keschatan dan sistem rujukan kasus resiko tinggi dari
fasilitas kesehatan di wilayah Puskesmas dan Rumah Sakit.
PASAL 5
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Tanpa mengesampingkan Hak dan Kewajiban dalam pasal-pasal lain
dari perjanjian ini, PARA PIHAK sepakat untuk merinci hak dan
kewajiban masing-masing sebagaimana: diuraikan sebagai berkut :
1, Hak PIHAK PERTAMA :
a. Melakukan Pembinaan dan Pemantauan Play:
rujukan yang diberikan PIHAK KEDUA;
b. Mendapatkan data dan informasi tentang Sumber Daya Manusia
on Sa Prasarana PIHAK KEDUA;
c. Men Informasi tentang Pelayanan Kesehatan Rujukan
‘i yang eee perlu oleh PIHAK PERTAMA;
. Menerima laporan bulanan yang mencaku: tatan
jumlah kasus; ee ar
2. Kewajiban PIHAK PERTAMA :
@. Melaksanakan proses pembinaan dan Pemani anan
: Beseheian Rujukan secara berkala; Fie
: sama PIHAK KEDUA melakukan sosialisasi Pr
Pelayanan Rujukan kepada pihak yang berkepentingan. ae
ee3. Hak PIHAK KEDUA : :
a. Memperoleh informasi tentang tata cara Pemberi
Kesehatan Rujukan kepada Pasien; a.
b. Melakukan evaluasi dan penilaian atas pelayanan yang diberikan
oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
jan Pelayanam
4, Kewajiban PIHAK KEDUA :
a. Melayani Pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama milik
Pemerintah dengan baik sesuai dengan standar profesi dan
standar pelayanan kedokteran, prosedur pelayanan kesehatan
rujukan yang berlaku bagi Rumah Sakit;
b. Melakukan rujuk balik ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
(PUSKESMAS) dengan melengkapi data dan informast penyakit
Pasien;
c. Menyediakan data dan informasi tentang Sumber Daya Manusia
dan sarana prasarana PIHAK KEDUA dan informasi lain tentang
pelayanan kesehatan Rujukan yang dianggap perlu oleh PIHAK
PERTAMA;
d. Menyediakan petuges scbagai tenaga informasi dan penanganan
keluhan terkait dengan Pelayanan Rujukan;
e. Membuat laporan kegiatan pelayanan rujukan secara berkala
setiap bulannya kepada PIHAK PERTAMA;
f, Menggunakan Sistem Informasi Manajemen yang berlaku dalam
rangka tata laksana administrasi.
PASAL 6
SASARAN
Sasaran penerima pelayanan adalah Seluruh Ma:
in pen 2 syarakat Kab ten
Indragiri Hilir baile yang memilili Jaminan Kesehatan ane atan bene:
memiliki Jaminan Kesehatan yang dirujuk dari Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama (Puskesmas) Milik Pemerintah ke Faskes tingkat lanjutan.PASAL 7
JANGKA WAKTU PERJANJIAN
Perjanjian ini beriaku efeltif terhitung dari disepakatinys perjanjian ini
sampai dengan tanggal 31 desember 2021.
PASAL 8
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)
1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut force
majeure) adalah suatu keadaan yang terjadi diluar
kemampuan,kesalahan atau kekuasaan Force Majeure terscbut
meliputi beneana alam,banjir,wabah,perang (yang dinyatakan
maupun yang tidak dinyatakan), | pemberontakan,huru-
hara,pemogokan umum,kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah
yang berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan
kesepakatan ini;
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure,maka PIHAK yang
terhalang untuk miclaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut
oleh PIHAK [Link] yang terkena Force Majeure wajib
memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure tersebut kepada
PIHAK PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari
kalender sejak terjadinya peristiwa Force Majeure,yang dikuatkan
oleh surat keterangan dari pejabat yang berwenang yang
menerangkan adanya peristiwa Force Majeure tersebut. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-baiknya
untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
kesepakatan ini segera setelah peristiwa force Majeure berkahir;
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga
amelebihi atau diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majcure
akan melebihi jangka waltu 30 (tiga Puluh) hari kalender, maka
PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali jangka waktu
kesepakatan ini;
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK
sebagai akibat peristiwa Force Majeure bukan merupak:
jawab PIHAK yang lain. pg Tae SS1,
R
PASAL 9
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
gan dan perbedaan pendapat yang
Setiay erselisihan,pertentan a n
rie ‘ian ini akan diselesaikan terlebih
timbul sehubungan dengan perjanj}
dahulu secara musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK; +
Apabila penyelesaikan secara musyawarah sebagaimana dimaksud.
dalam ayatl. Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat,maka PARA
PIHAK sepakat untuk menyerahkan penyelessikan perselisihan.
tersebut melalui pengadilan;
. Mengenai kesepakatan ini dan segala akibatnya,PARA PIHAK memilih
kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di Kantor
Panitera Pengadilan Negeri.
PASAL 10
ADDENDUM
Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK
ae fee melakukan perubahan, maka perubahan tersebut
anya dapat dilakukan atas kesepakatan PARA PIHAK yan
dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang merupakan pecan
yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini.
Demikian Perjanjian Kerjasama ini dibuat dan ditandatangani dalam
rangkap 2 (dua), diantaranya bermaterai cukup,masing-masing
mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Pihak Kedua Pihak Pertama
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN INDRAGIRI HILIR,
[Link] ARIFIN,SKM.M.
B -[Link]
NIP. 19700405 198912 1 001
+e