1.
PERIKSA KERATAAN CYLINDER HEAD
Teks dalam Gambar
*a Sisi Cylinder Block *b Sisi Intake Manifold
*c Sisi Exhaust Manifold - -
a. Menggunakan mistar baja presisi dan feeler gauge, ukur kelengkungan pada sisi
cylinder block dan sisi intake manifold dan exhaust manifold.
Kelengkungan maksimum:
Sisi cylinder block:
0,04 mm (0,0406 mm.)
Sisi intake manifold:
0,10 mm (0,0991 mm.)
Sisi exhaust manifold:
0,05 mm (0,0508 mm.)
Jika kelengkungannya melebihi maksimum, ganti cylinder head.
2. PERIKSA CYLINDER HEAD DARI KERETAKAN
a. Menggunakan dye penetrant, periksa cylinder head dari keretakan.
3. MEMERIKSA INTAKE VALVE
a. Menggunakan vernier caliper, ukur panjang keseluruhan intake valve.
Teks dalam Gambar
*a Panjang Keseluruhan
b. Panjang keseluruhan standar:
c. 88,15 mm (8,8151 cm.)
d. Jika panjang keseluruhannya tidak sesuai spesifikasi, ganti intake valve.
b. Menggunakan mikrometer, ukur diameter valve stem.
Diameter valve stem:
4,975 sampai 4,990 mm (0,1959 sampai 4,9682 mm.)
Jika diameternya tidak sesuai spesifikasi, ganti intake valve.
c. Gunakan jangka sorong, ukur ketebalan valve head margin.
Teks dalam Gambar
*a Tebal Margin
d. Ketebalan margin standar:
e. 0,8 mm (0,813 mm.)
f. Jika ketebalannya tidak sesuai spesifikasi, ganti intake valve.
4. MEMERIKSA EXHAUST VALVE
Teks dalam Gambar
*a Panjang Keseluruhan
a. Menggunakan vernier caliper, ukur panjang keseluruhan exhaust valve.
Panjang keseluruhan standar:
89,04 mm (8,9040 cm.)
Jika panjang keseluruhannya tidak sesuai spesifikasi, ganti exhaust valve.
b. Menggunakan mikrometer, ukur diameter valve stem.
Diameter valve stem:
4,965 sampai 4,980 mm (0,1955 sampai 4,9809 mm.)
Jika diameternya tidak sesuai spesifikasi, ganti exhaust valve.
c. Gunakan jangka sorong, ukur ketebalan valve head margin.
Teks dalam Gambar
*a Tebal Margin
d. Ketebalan margin standar:
e. 1,0 mm (0,991 mm.)
f. Jika ketebalannya tidak sesuai spesifikasi, ganti exhaust valve.
5. MEMERIKSA INNER COMPRESSION SPRING
a. Gunakan vernier caliper, ukur panjang bebas compression spring.
Panjang bebas:
54,45 mm (5,4450 cm.)
Jika panjang bebas tidak sesuai spesifikasi, ganti compression spring.
b. Menggunakan siku baja, ukur penyimpangan compression spring.
Teks dalam Gambar
*a Deviasi
c. Penyimpangan maksimum:
d. 1,9 mm (1,8999 mm.)
e. Sudut maksimum (referensi):
f. 2°
g. Bila deviasi melebihi dari maksimum, ganti compression spring.
c. Menggunakan spring tester, ukur tegangan pegas katup ketika pegas tersebut
terpasang pada panjang spesifikasi.
Tegangan terpasang:
140 sampai 154 N (14,2 sampai 15,8 kgf, 31,3 sampai 34,8 lbf) pada 37,7
mm (3,7701 cm.)
Tegangan kerja maksimum:
253 sampai 279 N (25,8 sampai 28,4 kgf, 56,9 sampai 62,7 lbf) pada 29,77
mm (2,9769 cm.)
Jika tegangan tidak sesuai spesifikasi, ganti valve spring.
6. PERIKSA VALVE GUIDE BUSHING OIL CLEARANCE
a. Gunakan caliper gauge, ukur diameter lubang valve guide bush.
Diameter dalam bush:
5,010 sampai 5,022 mm (0,1972 sampai 5,0216 mm.)
Jika diameternya tidak sesuai spesifikasi, ganti valve guide bush.
b. Kurangi pengukuran diameter dari batang katup pengukuran diameter lubang
dari valve guide bush untuk mendapatkan oil clearance.
Celah oli standar:
Intake 0,02 sampai 0,047 mm (0,0008 sampai 0,0483 mm.)
Exhaust 0,03 sampai 0,057 mm (0,0012 sampai 0,0559 mm.)
7. PERIKSA VALVE SEAT
a. Berikan lapisan tipis prussian blue untuk valve face.
b. Tekan perlahan valve ke valve seat.
PERHATIAN:
Jangan memutar valve.
c. Periksa valve face dan valve seat dengan melakukan prosedur berikut:
Teks dalam Gambar
*a Lebar
d.
i. Jika tampak biru melingkar 360° pada valve face, valve konsentrik.
Jika tidak, ganti valve.
ii. Jika tampak biru melingkar 360° pada valve seat, guide dan valve face
konsentrik. Jika tidak, ratakan ulang valve seat.
iii. Periksa bahwa kontak valve seat berada pada bagian tengah valve face
dengan lebar antara 1.2 dan 1.6 mm.
8. MEMERIKSA VALVE LIFTER
a. Menggunakan mikrometer, ukur lifer diameter.
Diameter lifter:
27,97 sampai 27,98 mm (1,1012 sampai 2,7981 cm.)
Jika diameternya tidak sesuai spesifikasi, ganti valve lifter.
9. PERIKSA VALVE LIFTER OIL CLEARANCE
a. Gunakan caliper gauge, ukur diameter lubang lifter pada cylinder head.
Diameter lifter bore:
28,00 sampai 28,02 mm (1,1024 sampai 2,8021 cm.)
Jika lifter bore diameter tidak sesuai spesifikasi, ganti cylinder head.
b. Kurangkan hasil pengukuran lifter diameter dari pengukuran lifter bore diameter
untuk menghitung oil clearance.
Celah oli standar:
0,025 sampai 0,056 mm (0,0010 sampai 0,0559 mm.)
Jika oil clearance tidak sesuai spesifikasi, ganti valve lifter atau cylinder head.
1. MEMERIKSA THRUST CLEARANCE PADA CONNECTING ROD
a. Menggunakan dial indicator, ukur thrust clearance dari connecting rod sambil
menggerakkan connecting rod maju dan mundur.
Thrust clearance standar:
0,1 sampai 0,3 mm (0,0039 sampai 0,2997 mm.)
Thrust clearance maksimum:
0,35 mm (0,3505 mm.)
Jika thrust clearance lebih besar dari nilai maksimum yang diperbolehkan, ganti
connecting rod sub-assembly. Jika diperlukan, ganti crankshaft.
2. MEMERIKSA CELAH OLI CONNECTING ROD
a. Berikan masing-masing nomor cylinder pada connecting rod dan connecting rod
cap dengan cat
b. Gunakan SST, lepas bearing cap.
SST
09205-16011
c. Bersihkan bagian dalam dan luar bearing, connecting rod end dan crank pin.
d. Periksa apakah bearing dan crank pin semuanya tidak aus berlebihan atau
tergores.
e. Letakkan satu strip Plastigage melintang pada crank pin.
f. Periksa kombinasi connecting rod dan cap, dan tanda depan pada cap, kemudian
pasang cap pada connecting rod.
Teks dalam Gambar
*a Tanda Depan
g. Oleskan lapisan tipis engine oil pada ulir dan pemukaan dudukan baut-baut.
h. Gunakan SST, perlahan kencangkan baut dalam beberapa tahap, kemudian
kencangkan ulang ke momen spesifikasi.
SST
09205-16011
Momen:
22 N*m{ 224 kgf*cm , 16 ft.*lbf }
i. Tandai bagian depan baut cap dengan cat.
Teks dalam Gambar
*a Tanda Cat
Engine Front
j. Kencangkan kembali baut cap sebanyak 90° seperti ditunjukkan dalam gambar.
PERHATIAN:
Jangan memutar crankshaft saat pengukuran.
k. Lepas bearing cap, kemudian ukur Plastigage pada titik paling lebar.
Celah oli standar:
0,016 sampai 0,036 mm (0,0006 sampai 0,0406 mm.)
Celah oli maksimum:
0,07 mm (0,0711 mm.)
PERHATIAN:
Lepas secara keseluruhan Plastigage setelah pengukuran.
Jika oil clearance lebih besar dari maksimum, ukur diameter crankshaft pin,
connecting rod external diameter, dan tebal connecting rod bearing. Jika terdapat
pengukuran yang tidak sesuai spesifikasi, ganti part tersebut.
l. Ukur crankshaft pin diameter.
Teks dalam Gambar
*a 4 mm (4,0005 mm.)
*b 12 mm (11,9990 mm.)
m. Diameter crankshaft pin:
n. 39,992 sampai 40,000 mm (1,5745 sampai 4,0000 cm.)
m. Ukur connecting rod external diameter.
Teks dalam Gambar
*a 4 mm (4,0005 mm.)
n. Connecting rod big end bore:
o. 43,000 sampai 43,008 mm (1,6926 sampai 4,3007 cm.)
n. Ukur tebal connecting rod bearing.
Tebal connecting rod bearing center:
1,489 sampai 1,492 mm (0,0586 sampai 1,4910 mm.)
3. MEMERIKSA THRUST CLEARANCE CRANKSHAFT
a. Menggunakan dial indicator, ukur thrust clearance pada crankshaft sambil
menggerakkan obeng ke belakang dan depan.
Thrust clearance standar:
0.02 sampai 0.22 mm (0.0008 sampai 0.0087)
Thrust clearance maksimum:
0,3 mm (0,2997 mm.)
Bila thrust clearance melebihi maksimum, ganti thrust washer atau crankshaft.
PETUNJUK:
Tebal thrust washer adalah 1.92 sampai 1.99 mm (0.0756 sampai 0.0784 in.).
4. PERIKSA CYLINDER BLOCK DARI KELENGKUNGAN
a. Gunakan mistar baja presisi dan feeler gauge, ukur kelengkungan pada
permukaan atas cylinder block pada 6 posisi.
Kelengkungan maksimum:
0,05 mm (0,0508 mm.)
Jika kelengkungannya melebihi maksimum, ganti cylinder block.
5. MEMERIKSA CYLINDER BORE
Teks dalam Gambar
*a 10 mm (10,0000 mm.)
a. Gunakan cylinder gauge, ukur diameter lubang pada 6 posisi seperti pada
gambar.
Diameter standar:
72,000 sampai 72,012 mm (2,8347 sampai 7,2012 cm.)
b. Hitung perbedaan antara nilai maksimum dan minimum dari 6 posisi pengukuran
tersebut.
Batas perbedaan:
0,02 mm (0,0203 mm.)
Jika perbedaannya melebihi maksimum, ganti cylinder block, atau
cylinder bore dan gunakan oversize piston.
Ukuran lubang cylinder block = (Ukuran diameter oversized piston
external) + (Oil clearance) - (Honing 0,02 mm)
c. Hitung ketirusan dan keovalannya.
Ketirusan maksimum dan keovalan:
0,03 mm (0,0305 mm.)
Jika ketirusan dan ketonjongan melebihi maksimum, ganti cylinder
block, atau cylinder bore dan gunakan oversized piston.
Ukuran lubang cylinder block = (Ukuran diameter oversized piston
external) + (Oil clearance) - (Honing 0,02 mm)
6. PERIKSA DENGAN PIN PISTON SUB-ASSEMBLY
Teks dalam Gambar
*a 10 mm (10,0000 mm.)
a. Gunakan mikrometer, ukur diameter piston. Luruskan mikrometer sehingga
berada 10 mm dari bagian bawah piston dan pada sudut tepat (90°) ke piston
pin hole.
Diameter piston:
71,958 sampai 71,970 mm (2,8330 sampai 7,1971 cm.)
Jika diameternya tidak sesuai spesifikasi, ganti piston.
b. Gunakan caliper gauge, ukur diameter lubang semua keliling lubang piston pin
pada posisi yang telah ditetukan. Gunakan nilai minimum sebagai diameter
lubang.
Teks dalam Gambar
*a 8 mm (8,0010 mm.)
c. Diameter lubang piston pin:
d. 18,007 sampai 18,010 mm (0,7089 sampai 18,0111 mm.)
e. Jika bore diameternya tidak sesuai spesifikasi, ganti piston.
c. Gunakan mikrometer, ukur diameter luar sekeliling piston pin pada posisi yang
telah ditetukan. Gunakan nilai maksimum sebagai diameter luar.
Teks dalam Gambar
*a 8 mm (8,0010 mm.)
d. Diameter piston pin:
e. 17,999 sampai 18,002 mm (0,7086 sampai 18,0010 mm.)
f. Jika diameter eksternalnya tidak sesuai spesifikasi, ganti piston.
g. PERHATIAN:
h. Jangan menukar kombinasi antara piston dan piston pin agar keduanya dapat
dikembalikan lagi ke posisi aslinya saat pemasangan kembali.
d. Kurangkan hasil pengukuran diameter luar piston pin dari pengukuran diameter
lubang piston pin hole untuk menghitung oil clearance.
Celah oli standar:
0,005 sampai 0,011 mm (0,0002 sampai 0,0102 mm.)
Jika oil clearance tidak sesuai spesifikasi, ganti piston dengan pin.
7. PERIKSA PISTON CLEARANCE
a. Kurangkan pengukuran diameter luar maksimum piston dengan pengukuran
diameter minimum lubang cylinder untuk menghitung celah piston.
Celah piston standar:
0,030 sampai 0,054 mm (0,0012 sampai 0,0533 mm.)
Celah piston maksimum:
0,07 mm (0,0711 mm.)
Jika piston clearance melebihi maksimum, ganti piston atau cylinder block.
8. MEMERIKSA CONNECTING ROD SUB-ASSEMBLY
a. Menggunakan rod aligner dan feeler gauge, periksa kelurusan connecting rod.
i. Periksa dari kebengkokan.
Kebengkokan maksimum:
0.05 mm (0.0020 in.) per 100 mm (3.94 in.)
Bila kebengkokannya melebihi maksimum, ganti connecting rod
assembly.
ii. Periksa dari puntiran.
Puntiran maksimum:
0.05 mm (0.0020 in.) per 100 mm (3.94 in.)
Bila puntirannya melebihi maksimum, ganti connecting rod assembly.
9. MEMERIKSA CELAH ALUR RING
a. Gunakan feeler gauge, ukur celah antara ring piston dan ring groove di sekeliling
piston.
Ring groove clearance (Celah alur ring):
Ring Standar
0,030 sampai 0,080 mm
No. 1
(0,0012 sampai 0,0813 mm.)
0,020 sampai 0,060 mm
No. 2
(0,0008 sampai 0,0610 mm.)
b. Jika clearance tidak sesuai spesifikasi, ganti ring piston.
10. MEMERIKSA END GAP PADA PISTON RING
Teks dalam Gambar
*a 45 mm (4,5001 cm.)
a. Gunakan piston, dorong piston ring hingga 45 mm di bagian atas cylinder block.
Menggunakan feeler gauge, ukur end gap.
Ring end gap:
Ring Standar
0,20 sampai 0,30 mm
No. 1
(0,0079 sampai 0,2997 mm.)
0,40 sampai 0,55 mm
No. 2
(0,0158 sampai 0,5512 mm.)
0,15 sampai 0,50 mm
Oil
(0,0059 sampai 0,5004 mm.)
b. Jika end gap tidak sesuai spesifikasi, ganti piston ring.
11. MEMERIKSA BAUT CONNECTING ROD
Teks dalam Gambar
*a 19,5 mm (19,4996 mm.)
*b 13,5 mm (13,5001 mm.)
a. Gunakan vernier caliper, ukur diameter luar pada posisi seperti ditunjukkan
dalam gambar.
Diameter minimum:
7,7 mm (7,7013 mm.)
Jika diameter luar kurang dari minimum, ganti baut connecting rod.
12. MEMERIKSA CRANKSHAFT
a. Menggunakan dial indicator dan V-block, ukur runout keliling crankshaft.
Runout keliling maksimum:
0,03 mm (0,0305 mm.)
Jika runout keliling melebihi maksimum, ganti crankshaft.
b. Gunakan micrometer, ukur diameter crankshaft journal pada beberapa posisi
seperti ditunjukkan pada gambar.
Teks dalam Gambar
*a 5,5 mm (5,4991 mm.)
*b 10,4 mm (10,3988 mm.)
c. Diametar crankshaft journal:
d. 45,988 sampai 46,000 mm (1,8106 sampai 4,5999 cm.)
c. Hitung ketirusan dan keovalan dari journal.
Ketirusan dan keovalan maksimum:
0,02 mm (0,0203 mm.)
Jika ketirusan dan keovalan melebihi maksimum, ganti crankshaft.
d. Gunakan micrometer, ukur diameter crank pin pada beberapa posisi seperti
ditunjukkan pada gambar.
Teks dalam Gambar
*a 4 mm (4,0005 mm.)
*b 12 mm (11,9990 mm.)
e. Diameter crankshaft pin:
f. 39,992 sampai 40,000 mm (1,5745 sampai 4,0000 cm.)
e. Hitung ketirusan dan keovalan dari crank pin.
Ketirusan dan keovalan maksimum:
0,02 mm (0,0203 mm.)
Jika ketirusan dan keovalan melebihi maksimum, ganti crankshaft.
13. MEMERIKSA CELAH OLI CRANKSHAFT
a. Bersihkan journal dan bearing.
b. Pasang bearing atas dengan oil groove pada cylinder block, bearing bawah pada
bearing cap.
c. Pasang crankshaft ke dalam cylinder block.
d. Letakkan satu strip Plastigage melintang pada crankshaft journal.
e. Periksa tanda depan dan nomor yang tercetak pada tutup bearing, kemudian
pasang bearing cap pada cylinder block.
Teks dalam Gambar
*a Tanda Depan
*b Nomor
f. Oleskan lapisan tipis engine oil pada ulir dan pemukaan dudukan baut-baut.
g. Untuk sementara kencangkan baut-baut dalam beberapa tahap dalam urutan
seperti ditunjukkan dalam gambar, kemudian kencangkan baut-baut tersebut ke
momen spesifikasi.
Momen:
59 N*m{ 602 kgf*cm , 44 ft.*lbf }
PERHATIAN:
Jangan memutar crankshaft saat pengukuran.
h. Lepas bearing cap, kemudian ukur Plastigage pada titik paling lebar.
Celah oli standar:
0,016 sampai 0,040 mm (0,0006 sampai 0,0406 mm.)
Jika lebarnya tidak sesuai spesifikasi, ganti bearing.
PERHATIAN:
Lepas secara keseluruhan Plastigage setelah pengukuran.
PETUNJUK:
Untuk memilih ukuran bearing dengan benar, hitung nomor
bearing dengan menambahkan secara bersama angka-
angka yang tercetak pada cylinder block dan crank journal.
Contoh:
Angka yang tercetak pada cylinder block adalah 1.
Angka yang tercetak pada crank journal adalah 2.
1+2=3
Pilih bearing dengan nomor bearing 3.
Nomor Cylinder Block Bearing Hole Diameter
1 50,000 sampai 50,006 mm (1,9685 sampai
5,0005 cm.)
50,007 sampai 50,012 mm (1,9688 sampai
2
5,0013 cm.)
50,013 sampai 50,018 mm (1,9690 sampai
3
5,0018 cm.)
Nomor Crankshaft Journal External Diameter
45,995 sampai 46,000 mm (1,8108 sampai
1
4,5999 cm.)
45,988 sampai 45,994 mm (1,8106 sampai
2
4,5994 cm.)
Nomor Crankshaft Bearing Thickness
1,989 sampai 1,992 mm (0,0783 sampai
2
1,9914 mm.)
1,992 sampai 1,995 mm (0,0784 sampai
3
1,9939 mm.)
1,995 sampai 1,998 mm (0,0785 sampai
4
1,9990 mm.)
1,998 sampai 2,001 mm (0,0787 sampai
5
2,0015 mm.)
Teks dalam Gambar
*a Cylinder Block Bearing Number *b Crankshaft Journal Number
*c Tanda Nomor - -